Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Rendahkanlah dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan.
Anakku, lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, maka engkau akan lebih disayangi daripada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, patutlah makin kaurendahkan dirimu, supaya engkau mendapat karunia di hadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga yang pandai mendengar merupakan idaman orang bijak.
Refren: Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
Orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Alah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya!
Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatangkara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.
Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu, ya Allah, Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
Kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup.
Saudara-saudara, kamu tidak datang kepada gunung yang tidak dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala; kamu tidak mengalami kekelaman, kegelapan atau angin badai; kamu tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarnya memohon supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sebaliknya, kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu sudah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kamu telah sampai kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kamu telah datang kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru.
Alleluya, alleluya.
Pikullah kuk yang Kupasang padamu, Sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Alleluya, alleluya.
Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Yesus lalu mengatakan perumpamaan ini, ”Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu, ‘Berikanlah tempat itu kepada orang ini. Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu, ‘Sahabat, silakan duduk di depan.’ Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya,” Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.
U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada hari ini, hari pertama,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Responsorium Zefanya 2:3; Lukas 6:20
Responsorium Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Antifon KidungSetiap orang yang meninggikan diri akan direndahkan, dan orang yang merendahkan diri akan ditinggikan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPara murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah cahaya dan sukacita kami, ya raja mahamulia.
Tuhan Kristus, fajar cemerlang, buah sulung kebangkitan,* semoga kami mengikuti Engkau dalam cahaya kehidupan. ℟.
Tunjukkanlah kepada kami kebaikanMu yang tertera dalam setiap makhluk,* supaya kami melihat kemuliaanMu di mana-mana. ℟.
Janganlah membiarkan kami dikalahkan oleh kejahatan,* tetapi tolonglah kami mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. ℟.
Ketika Engkau dibaptis di sungai Yordan, Engkau diurapi oleh Roh kudus,* semoga kami hari ini bertindak atas dorongan Roh kudus itu juga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 5, 1-2. 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat Rom 8,26
Doa Penutup
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon Kidung(Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Cor 1, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon KidungApabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta; maka engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasannya pada hari kebangkitan orang-orang benar.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Ghabra Mikael
Ghabra Mikael-yang berarti ‘hamba dari Mikael’-adalah martir bangsa Afrika. Ia lahir di Etiopia pada tahun 1790. Semenjak kecil, ia hidup dan dididik di dalam lingkungan dan iman bidaah Arianisme yang menyangkal kemanusiaan Yesus Kristus. Ghabra dikenal cerdas dan saleh. Setelah menyelesaikan studinya di sekolah menengah, ia masuk biara Mertulai-Miryam di Etiopia. Oleh rekan-rekannya ia dikenal sebagai seorang biarawan yang saleh dan pintar, namun ia dicurigai sebagai seorang yang tidak menerima ajaran bidaah Arianisme. Meskipun demikian, Ghabra tetap kokoh pada pendiriannya. Ia tetap tekun mempelajari teologi dan berdoa memohon penerangan ilahi agar dapat menemukan kebeneran sejati mengenai Yesus Kristus. Ia pun rajin mengunjungi berbagai biara yang tersebar di kawasan itu untuk mempelajari cara hidup mereka. Seluruh hidupnya hingga berusia 50 tahun boleh dikatakan merupakan suatu usaha pencarian terus menerus kebenaran sejati Yesus Kristus. Apa yang diajarkan Arianisme ditolak mentah-mentah. Sebaliknya ia mulai lebih tertarik pada ajaran yang disebarkan oleh iman Katolik, bahwa Yesus Kristus itu sungguh Allah dan sungguh manusia.
Oleh pengaruh Yustinus de Yakonis, seorang uskup dari tarekat Kongregasi Misi, Ghabra dengan tegas memutuskan untuk memeluk iman Katolik. Ia bertobat pada tahun 1844. Tujuh tahun kemudian (1851), Yustinus menabhiskan dia menjadi imam. Bersama uskup Yustinus, Ghabra giat mengajar agama dan membangun sebuah kolose untuk mendidik anak-anak Etiopia. Tas restu Uskup Yustinus, ia pun mendirikan sebuah seminari untuk mendidik calon-calon imam pribumi Etiopia.
Semua kegiatan ini menimbulkan amarah besar dari para penganut Arianisme terutama Abuna Salama, Uskup Gereja Arian. Atas hasutannya, Teodorus II, raja Abessinia, melancarkan penganiayaan besar atas semua orang lain yang tidak menganut ajaran Arianisme. Ghabra bersama beberapa orang katolik pengikutnya ditangkap dan disesah. Ghabra dipenjarakan di dalam sebuah kandang ternak yang sangat kotor. Setiap kali disesah, ia dengan tenang dan tegas menjawab: “Karena imanku aku akan tetap melawan kamu, namun demi cinta kasih Kristiani aku akan terus berbuat baik kepada kamu.” Akhirnya karena penderitaan yang ditanggungnya dan karena serangan penyakit kolera, Ghabra meninggal dunia pda tanggal 28 Agustus 1855.
Ghabra, seorang martir Kristus yang kokoh imannya. Seluruh hidup dan perjuangannya dapat dikatakan secara ringkas sebagai suatu pemuliaan terhadap Sabda Allah yang menjadi manusia. Ia meninggal dunia sebagai seorang imam yang saleh dari tarekat Kongregasi Misi atau tarekat Imam-Imam Lazaris.
Santo Heribertus
Heribertus lahir di kota Worms, Jerman pada tahun 970. Orangtuanya mempercayakan dia kepada Abbas Gorsse, pemimpin Biara Benediktin Lorraine untuk dididik sesuai dengan cara hidup Kristiani. Pendidikan dan cara hidup di biara itu berhasil menanamkan dalam batinnya hasrat yang kuat untuk menjalani hidup membiara. Namun cita-citanya itu tidak direstui oleh ayah dan sanak keluarganya. Heribertus segera dipanggil pulang ke Worms agar tidak lagi terpengaruh oleh cara hidup membiara.
Namun rencana Tuhan atas dirinya tak terselami manusia. Meskipun orangtuanya berusaha keras menghindarkan dia dari cita-cita hidup membiara itu, ia tetap menunjukkan kesalehan hidup yang mengagumkan. Melihat cara hidupnya itu, ia kemudian ditabhiskan menjadi imam. Oleh Raja Otto III, ia diangkat menjadi penasehat pribadi baik dalam kehidupan politik maupun kehidupan rohani. Pretasi kariernya terus meningkat dengan pengangkatannya sebagai Vikaris Jendral Keuskupan Koln, dan kemudian sebagai Uskup Agung Koln.
Heribertus memanfaatkan kedudukannya sebagai penasehat pribadi raja dan sebagai imam untuk menunjukkan cinta kasih Allah kepada orang banyak. Bersama Otto III, ia mendirikan gereja dan biara di kota Deutss, sebelah kota Rhein, atas tanggungan kerajaan. Ia dengan giat merawat orang-orang sakit dan memperhatikan nasib para kaum miskin. Sebagian besar pendapatannya dibagi baik untuk kepentingan Gereja maupun untuk kepentingan aksi-aksi sosial itu. Ia sendiri hidup dari sisa-sisa uang yang diterimanya dari raja. Kepada imam-imamnya yang mengalami kesulitan keuangan, ia mendermakan juga sebagian dari pendapatannya.
Sekali peristiwa, ia menemani Otto III ke Italia untuk sesuatu urusan politik. Tak terduga-duga, Otto III meninggal seketika karena keracunan. Dalam kebingungan dan kesedihan, ia membawa pulang jenazah Otto III ke Aachen, Jerman dan menguburkannya secara terhormat. Peristiwa ini menimbulkan pertentangan hebat antara dia dan Pangeran Heinrich II. Ia dituduh sengaja meracuni Otto III dengan maksud untuk mengambil alih kekuasaan sebagai raja. Ketegangan ini baru mereda ketika Pangeran Heinrich dilantik menjadi raja menggantikan ayahnya.
Tanpa menaruh dendam kepada Heinrich, Heribertus dengan senang hati melepaskan tugasnya sebagai penasehat raja dan mulai memusatkan perhatiannya kepada kehidupan rohaninya dan pelayanan umat. Ia mulai lebih banyak berdoa dan melakukan silih. Pada musim kering, ia bersama umat mengadakan perarakan dari Gereja Santo Severinus ke gereja Santo Pantaleon. Dalam kotbah-kotbahnya ia menghimbau agar umat bertobat dan percaya kepada kerahiman Allah. Kepada imam-imamnya, ia mengadakan kunjungan-kunjungan pastoral dan menggalakkan pembinaan rohani untuk meneguhkan mereka dalam panggilan dan karyanya. Heribertus dikenal sebagai seorang uskup yang saleh dan sayang pada umatnya. Ia meninggal dunia pada tahun 1021 karena serangan penyakit.
Santo Pammakius
Pammakius adalah seorang awam Kristiani terpandang yang hidup pada abad keempat. Sewaktu ia masih seorang pelajar, ia bersahabat dengan St.Hieronimus. Mereka tetap menjalin persahabatan sepanjang hidup mereka dan terus saling membina hubungan baik. Isteri Pammakius adalah Paulina, puteri kedua dari St.Paula, seorang sahabat dan juga murid dari St.Hieronimus.
Ketika Paulina wafat pada tahun 397, St.Hieronimus dan St Paulinus dari Nola menulis surat yang amat menyentuh hati penuh simpati, dukungan dan janji doa. Pammakius patah semangat karena kematian isterinya. Ia melewatkan sepanjang sisa hidupnya dengan melayani di rumah singgah yang didirikannya bersama St.Fabiola. Di sana, para peziarah yang datang ke Roma disambut baik dan dibantu. Pammakius dan Fabiola dengan senang hati menerima dan bahkan mengutamakan mereka yang miskin, sakit dan cacat. Pammakius yakin bahwa isterinya yang telah meninggal dunia menyertainya sementara ia melakukan karya-karya belas kasih. Paulina dikenal karena kasihnya kepada mereka yang miskin papa dan menderita. Suaminya percaya bahwa melayani mereka merupakan cara terbaik untuk menyampaikan penghormatan dan kasih kepada isterinya.
St Pammakius jauh terlebih lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan dibandingkan St Hieronimus yang pemarah. Kerap kali ia menasehati St.Hieronimus agar memperhalus atau memilih kata-kata yang lebih lembut, tetapi St.Hieronimus biasa mengabaikannya. Sebagai contoh, seorang bernama Jovinian mengajarkan suatu kesalahan yang serius. Hieronimus menulis sebuah tulisan yang dengan keras membeberkan kesalahan-kesalahan Jovinian.
Pammakius membaca tulisan itu dan menyampaikan saran-saran baik untuk mengganti kata-kata yang terlalu keras. St Hieronimus berterima kasih kepada sahabatnya atas perhatiannya, tetapi ia tidak melakukan koreksi. Pammakius juga berusaha menengahi suatu perselisihan antara sahabatnya St.Hieronimus dengan seorang uskup bernama Rufinus. Tetapi tampaknya Pammakius tak dapat menggerakkan Hieronimus untuk bersikap lebih lembut dalam menangani orang atau masalah ini.
St Pammakius wafat pada tahun 410 ketika Raja kaum Visigoth, Alaric, menyerbu dan menguasai Kota Roma. Saat ini rumah santo Pammakius di Roma telah menjadi Gereja biara Passionis Santo Yohanes dan Paulus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari