Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu XIX Masa Biasa

Minggu, 9 Agustus 2037· Putih · Pekan Psalterium III
9 Agustus 2037

Bacaan Misa

Minggu XIX Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Dengan satu Tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami.

Malam pembebasan telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek

moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai dan menjadi berbesar hati. Maka, inilah yang menjadi harapan umat-Mu, yakni keselamatan orang benar dan kebinasaan para musuh. Sebab dengan satu Tindakan yang sama Engkau telah menghukum para lawan dan serentak memuliakan kami, setelah kami Kaupanggil kepada-Mu. Diam-diam anak-anak suci dairi orang yang baik mempersembahkan kurban dan dengan sehati mereka membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini:

orang-orang suci akan sama-sama ambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dan dalam pada itu mereka sudah mulai mendengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.

Mazmur Tanggapan (PS 148)

Refren: Bahagia kuterikat pada Yahwe, harapanku pada Allah

Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar, sebab

memuji-muji itu layak bagi orang jujur. Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan, suku bangsa yang dipilih Allah menjadi milik pusaka-Nya.

Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada

mereka yang berharap akan kasih setia-Nya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah penolong dan perisai kita.

Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Kedua

Ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri.

Saudara-saudara, iman adalah dasar dari segal ayang kita harapkan, dan bukti dari segala yang tidak kita lihat. Sebab oleh iman lah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman, Abraham taat ketika dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui tempat yang ia tuju. Karena iman, ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing, dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu. Sebab ia menanti-nantikan kota yang beralas kokoh, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri. Karena iman pula Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walau pun usianya sudah lewat, karena ia yakin baha Dia, yang memberikan janji itu, setia. Itulah sebabnya, dari satu orang yang malahan telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. Dalam iman, mereka semua ini telah mati sebagai orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya dari jauh mereka melihatnya, mereka melambai-lambaikan kepadanya dan mengakui bahwa mereka adalah orang asing dan

pendatang di bumi ini. Sebab mereka yang berkat demikian menyatakan bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

Andaikata dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi yang mereka rindukan adalah tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. Karena iman, Abraham mempersembahkan Ishak, tatkala ia dicobai. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal, walau pun kepadanya telah dikatakan, ‘Keturunan yang berasal dari Ishak lah yang akan disebut keturunanmu.’ Abraham percaya bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang sekalipun mereka sudah mati! Dan dari sna ia seakan-akan telah menerimanya kembali.

Bait Pengantar Injil
Mat. 24:42a.44

Alleluya, alleluya.

Berjaga-jagalah dan bersiaplah, karena kamu tidak tahu pada hari

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil

Hendaklah kamu siap sedia Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberi kamu Kerajaan-Nya. Juallah segala milikmu dan berilah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di surga yang tidak akan habis, yang tidak

dapat didekati pencuri, dan yang tidak dirusakkan ngengat. Karena dimana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kamu seperti orang yang menanti-nantikan tuannya pulang dari pesta nikah, supaya jika tuannya itu datang dan mengetuk pintu, segera dibukakan pintu. Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang berjaga Ketika ia datang. Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari, dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah hamba itu. Tetapi camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangka-sangka.” Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksudkan dengan perumpamaan ini, ataukah juga semua orang?” Jawab Tuhan, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana, yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, Ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, ‘Tuanku tidak datang-datang.’ Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun Wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang seharusnya mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi

banyak, banyak pula dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.

Invitatorium

Minggu XIX Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu XIX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kerelaan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia kerajaan-Mu datang.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mazmur 144 (145)

Pujian atas keagungan Allah

Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Aku akan memuji Engkau hari demi hari

dan memuliakan nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang menakjubkan.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, melimpah dalam kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Antifon 2Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Segala ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

kekuasaan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Antifon 3Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk abad-abad yang tak berkesudahan.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dengan kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian orang-orang yang menghormati Engkau. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi Engkau dan memuji nama-Mu yang kudus.

AntifonTuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-Ku.

℟ Perhatikanlah perintah-perintah-Ku.

Bacaan Pertama

Dari permulaan kitab nabi Amos

1:1 – 2:3

Penghakiman Tuhan atas bangsa-bangsa
Perkataan Amos, seorang gembala dari Tekoa, yang diterimanya dalam penglihatan mengenai Israel, pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam, putra Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi:
Tuhan akan mengaum dari Sion,

dan dari Yerusalem meninggikan suara-Nya:

Padang-padang gembala akan layu,

dan puncak Karmel mengering.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan Damsyik, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena mereka mengirik Gilead

dengan bajak besi,

Aku akan mengirim api ke atas rumah Hazael,

untuk melahap istana-istana Ben-hadad.

Aku akan mematahkan palang Damsyik;

Aku akan membasmi mereka yang tinggal di Lembah Aven,

Dan penguasa bermahkota Bet-eden;

penduduk Aram akan diasingkan ke Kir, firman Tuhan.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan Gaza, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena mereka membawa tawanan seluruh kelompok

untuk diserahkan kepada Edom,

Aku akan mengirim api ke atas tembok Gaza,

untuk melahap istana-istananya;

Aku akan membasmi mereka yang tinggal di Asdod,

dan penguasa bermahkota Askelon;

Aku akan membalikkan tangan-Ku melawan Ekron,

dan yang terakhir dari orang Filistin akan binasa,

firman Tuhan Allah.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan Tirus, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena mereka menyerahkan seluruh kelompok tawanan kepada Edom,

dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,

Aku akan mengirim api ke atas tembok Tirus,

untuk melahap istana-istananya.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan Edom, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena ia mengejar saudaranya dengan pedang,

menghilangkan semua belas kasihan;

Karena ia berkeras dalam kemarahannya

dan menyimpan murka-Nya sampai akhir,

Aku akan mengirim api ke atas Teman,

dan itu akan melahap istana-istana Bozra.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan bani Amon, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena mereka merobek perut ibu-ibu hamil di Gilead,

sambil memperluas wilayah mereka,

Aku akan menyalakan api ke atas tembok Raba,

dan itu akan melahap istana-istananya

Di tengah hiruk-pikuk pada hari pertempuran

dan badai pada waktu topan.

Raja mereka akan pergi ke penawanan,

ia dan para pangerannya bersamanya, firman Tuhan.
Demikianlah firman Tuhan:

Karena tiga kejahatan Moab, dan karena empat,

Aku tidak akan menarik kembali firman-Ku;

Karena ia membakar menjadi abu

tulang-tulang raja Edom,

Aku akan mengirim api ke atas Moab,

untuk melahap istana-istana Keriot;

Moab akan menemui kematian di tengah keributan

dan teriakan serta tiupan terompet.

Aku akan membasmi hakim dari tengah-tengahnya,

dan para pangerannya akan Kubunuh bersamanya, firman Tuhan.

Responsorium Mazmur 9:8, 9; Amos 1:2

Tuhan bersemayam di takhta-Nya untuk selama-lamanya; Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan;

℟ Ia akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil.
Tuhan mengaum dari Sion dan meninggikan suara-Nya dari Yerusalem.

℟ Ia akan memerintah bangsa-bangsa dengan adil.
Bacaan Kedua

Dari permulaan surat yang dikaitkan dengan Barnabas

Pengharapan akan hidup adalah awal dan akhir iman kita
Salam, putra-putra dan putri-putri. Dalam nama Tuhan yang mengasihi kita, damai sejahtera bagi kalian.
Karena Tuhan telah menganugerahkan kepada kalian kelimpahan berkat, aku bersukacita tak terhingga dalam persekutuan kalian yang diberkati dan mulia. Kalian telah menerima dengan berlimpah rahmat yang berdiam di dalam, yang adalah karunia Roh, dan karena alasan ini aku berharap pada keselamatan-Ku sendiri dan aku bersyukur semakin banyak ketika aku melihat kelimpahan Roh Tuhan yang melimpah atas kalian. Aku sangat merindukan kalian sehingga ketika aku melihat kalian, aku diliputi.
Aku sekarang yakin dan sepenuhnya sadar bahwa aku telah belajar banyak dengan berbicara dengan kalian, karena Tuhan menyertai aku di jalan kebenaran, dan karena itu aku terdorong dalam segala hal untuk mengasihi kalian lebih dari hidupku sendiri. Karena sesungguhnya ada simpanan iman dan kasih yang besar di dalam kalian karena harapan kalian akan hidup dalam Kristus. Oleh karena itu, aku telah berpikir bahwa jika perhatianku kepada kalian menginspirasi aku untuk menyampaikan kepada kalian sebagian dari apa yang telah aku terima, maka aku akan diberi upah karena melayani jiwa-jiwa seperti kalian. Akibatnya, aku menulis kepada kalian, agar kalian memiliki pengetahuan yang sempurna bersama dengan iman kalian.
Tuhan telah memberi kita tiga doktrin dasar ini: harapan akan hidup kekal, awal dan akhir iman kita; keadilan, awal dan akhir kebenaran; dan kasih, yang memberikan kesaksian yang ceria dan gembira tentang karya-karya kebenaran. Sekarang Tuhan telah memberitahukan masa lalu dan masa kini kepada kita melalui para nabi-Nya, dan Ia telah memberi kita kemampuan untuk merasakan buah-buah masa depan sebelumnya. Jadi, ketika kita melihat nubuat-nubuat digenapi pada waktunya, kita harus tumbuh lebih penuh dan lebih dalam dalam kekaguman kepada-Nya. Izinkan aku menyarankan beberapa hal—bukan sebagai guru, tetapi sebagai salah satu dari kalian—yang seharusnya membawa sukacita bagi kalian dalam situasi saat ini.
Ketika hari-hari jahat menimpa kita dan pelaku kejahatan memperoleh kekuasaan, kita harus memperhatikan jiwa kita sendiri dan berusaha mengetahui jalan-jalan Tuhan. Pada masa-masa itu, rasa takut yang hormat dan ketekunan akan menopang iman kita, dan kita akan membutuhkan kesabaran dan pengendalian diri juga. Asalkan kita berpegang teguh pada kebajikan-kebajikan ini dan memandang kepada Tuhan, maka hikmat, pengertian, pengetahuan, dan wawasan akan menjadi teman yang menyenangkan bagi mereka.
Sesungguhnya, Tuhan telah menyatakan kepada kita melalui para nabi bahwa Ia tidak membutuhkan kurban, kurban bakaran, atau persembahan. Ia berkata di satu tempat: Kurban-kurbanmu yang tak ada habisnya, apa artinya bagiku? firman Tuhan. Aku sudah kenyang dengan kurban bakaran; Aku tidak menginginkan lemak domba-dombamu, atau darah lembu jantan dan kambing-kambingmu, atau kehadiranmu di hadapan-Ku. Sesungguhnya, siapa yang telah menuntut ini darimu? Tidak lagi kamu akan menginjak-injak pelataran-Ku. Kurban-kurban tepung halusmu sia-sia; dupa-Mu menjijikkan bagi-Ku; Aku tidak tahan dengan perayaan bulan barumu, atau hari-hari Sabatmu.

Responsorium Galatia 2:16; Kejadian 15:6

Kami tahu bahwa tidak seorang pun dibenarkan oleh ketaatan pada hukum Taurat melainkan oleh iman kepada Yesus Kristus,

℟ dan kami telah percaya kepada Kristus Yesus agar dibenarkan oleh iman kepada-Nya.
Abraham menaruh imannya kepada Allah, yang menganggapnya sebagai tindakan kebenaran.

℟ Dan kami telah percaya kepada Kristus Yesus agar dibenarkan oleh iman kepada-Nya.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa dan kekuatan,

langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Dekatilah hamba-hamba-Mu,

ya Tuhan, dan jawablah doa-doa mereka

dengan kebaikan yang tak henti-hentinya, agar,

bagi mereka yang memuliakan Engkau sebagai Pencipta dan pembimbing mereka,

Engkau dapat memulihkan apa yang telah Engkau ciptakan

dan menjaga apa yang telah Engkau pulihkan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu XIX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*
dan kejayaan ikat pinggangNya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+
takhtaMu teguh sejak dahulu,*
dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+
air pasang meningkatkan suaranya,*
air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+
hebat melebihi empasan samudera,*
agung melebihi angkasa raya.

TakhtaMu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*
rumahMu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Antifon 1Tuhan kita agung, melebihi angkasa raya. Alleluya.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tuhan, kepadaMulah pujian selama segala abad.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*
pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikatNya,*
pujilah Dia, seluruh bala tentaraNya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*
dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan,*
Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*
ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*
naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*
angin badai, yang melaksanakan firmanNya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*
pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*
binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*
para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*
kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan,*
sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahanNya mengatasi langit dan bumi,*
namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsaNya.

Pujilah Tuhan, semua sahabatNya,*
hai Israel, umat yang dekat padaNya.

Antifon 3Pujilah Tuhan dari surga.

Bacaan Singkat (Yeh 37,12b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah: "Hai umatKu, sungguh, kuburmu akan Kubuka, dan Aku akan membangkitkan kamu dari kubur serta mengantar kamu kembali ke negeri Israel. Maka ketahuilah, hai umatKu, bahwa Aku Tuhan, yakni bila Aku membuka kuburmu dan membangkitkan kamu. Aku akan mencurahkan daya hidupKu dalam dirimu, lalu kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di tanah airmu. Maka kamu akan tahu, bahwa Aku, Tuhan, sudah bersabda dan melaksanakannya".

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungBerbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang dan mengetuk pintu.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan bersabda: Mari, ikutilah Aku. Kamu akan kujadikan pemukat manusia.

Doa Permohonan

Allah telah mengutus Roh kudus untuk menyinari hati setiap manusia. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:

℟. Terangilah umatMu, ya Tuhan.

Terpujilah Engkau, ya Allah, cahaya kami,* sebab Engkau telah membimbing kami sampai kepada hari baru ini. ℟.

Engkau telah menerangi dunia dengan kebangkitan PuteraMu,* maka curahkanlah cahayaMu ke dalam hati setiap manusia. ℟.

Engkau telah menyinari murid-murid Kristus dengan cahaya Roh kudus,* maka utuslah kiranya RohMu kepada umat yang setia kepadaMu. ℟.

Ya cahaya para bangsa, perhatikanlah orang yang masih tinggal dalam kegelapan,* dan bukalah kiranya hati mereka supaya mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan berani kami menyapa Engkau dengan nama Bapa. Sempurnakanlah dalam hati kami semangat sebagai anak-anak angkat-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu XIX Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 8, 15-16)

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

Ayat Singkat

℣.Pada-Mu, ya Tuhan, ada sumber hayat.℟.Dan dalam terang-Mu kami melihat terang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu XIX Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, alleluya.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhan bertindak dengan tangan Kuat, alleluya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita, alleluya.

Bacaan singkat 2Tim 1,9

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Dan rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus.

℣.Pujilah Tuhan hai hatiku.℟.Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan berani kami menyapa Engkau dengan nama Bapa. Sempurnakanlah dalam hati kami semangat sebagai anak-anak angkat-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu XIX Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 1, 9)

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

Ayat Singkat

℣.Tuhan menuntun mereka dengan aman, sehingga tidak gentar.℟.Dan membawa mereka ke tanah-Nya yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu XIX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan berfiman kepada baginda: Duduklah di sini kananKu, alleluya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Antifon 2Perbuatan Allah yang agung pantas dikenang, Ia pengasih dan penyayang, alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 1Ptr 1,3-5

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus! Sebab, oleh belaskasihanNya yang besar, Allah memberi kita kehidupan baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang disimpan Allah bagimu; warisan mulia dan abadi yang tidak dapat binasa. Kuasa Allah telah memeliharamu dengan baik, sebab kamu percaya akan keselamatan, yang akan dinyatakan pada akhir zaman.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Di angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungHendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala di tanganmu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungRoh TUhan menaungi Aku, karena TUhan telah mengurapi Aku untuk mewartakan kabar gembira kepada orang-orang sederhana.

Doa Permohonan

Allah menciptakan dunia pada awal mula, menciptakannya kembali dengan penebusan dan tetap membaharuinya dalam cinta kasih. Maka hendaklah kita bersukacita dan berkata:

℟. Lanjutkanlah karya cinta kasihMu, ya Tuhan.

Syukur padaMu, ya Allah, sebab kekuasaanMu Kauwahyukan dalam alam semesta,* dan bimbinganMu Kaunyatakan dalam peredaran zaman. ℟.

Demi PuteraMu, pewarta damai dan pemenang di salib,* bebaskanlah kami dari ketakutan yang tak berasalan dan dari rasa putus asa. ℟.

Bantulah semua orang yang mencari keadilan dan mencintai kejujuran,* sehingga mereka berusaha membangun dunia dalam damai sejati. ℟.

Lindungilah orang yang tertindas, bebaskanlah orang yang tertawan, hiburkanlah orang yang berduka, puaskanlah orang yang lapar, kuatkanlah orang yang lemah,* dan tunjukkanlah kemenangan salib dalam setiap orang yang menderita. ℟.

Engkau memuliakan dan membangkitkan PuteraMu setelah Ia wafat dan dimakamkan,* maka terimalah orang mati ke dalam kehidupan bersama Kristus. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan berani kami menyapa Engkau dengan nama Bapa. Sempurnakanlah dalam hati kami semangat sebagai anak-anak angkat-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Minggu XIX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Theresia Benedikta dari Salib

Biarawati dan Martir · 1891-1942

Santa Teresa Benedikta dari Salib lahir pada tanggal 12 Oktober 1891 di kota Breslau Kekaisaran Prusia -Jerman (kota ini kini bernama Wrocław, ibukota Provinsi Dolnoslaskie - Polandia). Hari kelahirannya ini bertepatan dengan hari raya Yahudi, Yom Kippur atau Hari Perdamaian Agung. Ia adalah anak bungsu dari sebelas bersaudara putera-putri pasangan Yahudi Jerman, Siegfried Stein dan Auguste Courant Stein. Ayahnya adalah seorang pengusaha kayu yang meninggal dunia ketika ia baru berusia dua tahun. Kepergian ayahnya membuat sang ibu harus bekerja keras menghidupi sebelas orang anaknya.

Seperti kebanyakan wanita Yahudi di masa itu, ibunya adalah seorang yang taat beribadah, berkemauan dan seorang pekerja keras. Ia adalah seorang wanita mengagumkan yang sukses mengelola perusahaan kayu suaminya sambil mengurus keluarga. Ia sangat peduli akan pendidikan anak-anaknya dan sukses menyekolahkan mereka semua sampai ke jenjang Perguruan Tinggi. Namun demikian, ibu Auguste Stein kurang berhasil menanamkan iman akan Tuhan yang hidup dalam diri anak-anaknya. Pada tahun 1904, si bungsu Edith yang baru berusia 13 tahun telah kehilangan iman Yahudinya dan secara terbuka menyatakan diri sebagai seorang Atheis.

Pada tahun 1911, Edith Stein yang cerdas lulus Cum Laude pada ujian akhir sekolah. Ia lalu melanjutkan kuliah di Universitas Breslau untuk belajar bahasa Jerman dan sejarah. Pada tahun 1913, Edith pindah ke Universitas Göttingen dan belajar filsafat di bawah bimbingan seorang filsuf ternama; Professor Edmund Husserl. Edith sangat menonjol dalam semua pelajaran sehingga sang professor pun mengangkatnya sebagai asisten. Professor Husserl juga membimbingnya sampai meraih gelar doktor Filosofi dengan predikat Summa Cum Laude pada tahun 1916. Setelah lulus, Edith bekerja sebagai asisten tetap professor Edmund Husserl.

Suatu hari, Edith datang ke Frankfurt dan mengunjungi Katedral Frankfurt yang terkenal itu. Ia melihat seorang perempuan dengan keranjang belanja masuk ke dalam katedral untuk berlutut memanjatkan doa. Dikemudian hari Edith menulis :

“Ini sesuatu yang sama sekali baru bagiku. Di sinagoga-sinagoga dan di gereja-gereja Protestan yang pernah aku kunjungi, orang hanya datang bersama untuk menghadiri kebaktian. Tetapi di sini, aku melihat seorang yang datang sendirian tepat dari keramaian pasar ke dalam gereja kosong ini, seolah ia hendak mengadakan suatu percakapan yang mesra. Ini sesuatu yang tak akan pernah aku lupakan.”

Pengalaman ini membuat Edith mulai membaca kitab suci Perjanjian Baru, buku-buku Kierkegaard (Søren Kierkegaard, seorang Filsuf dan Teolog Kristen pada abad-19. Kierkegaard saat ini dianggap sebagai tokoh filsafat eksistensialisme), dan buku latihan rohani dari St.Ignatius dari Loyola.

Pada tahun 1921 Edith Stein berlibur di Bad Bergzabern, di rumah seorang sahabatnya Hedwig Conrad-Martius seorang anggota gereja Protestan. Suatu sore, dari perpustakaan ruang Hedwig, Edith mengambil secara acak sebuah buku yang ternyata adalah buku otobiografi St.Theresia dari Avilla, dan terus ia membaca buku tersebut sepanjang malam sampai pagi hari. “Ketika aku selesai membaca, aku berkata kepada diriku sendiri : Inilah kebenaran!” kenangnya.

Keesokan harinya, Edith membeli buku Misa dan Katekismus yang di hari-hari selanjutnya menjadi tumpuan perhatiannya. Ketika dirasa ia sudah cukup paham, Edith untuk pertama kalinya masuk ke sebuah Gereja Katolik dan dengan mudah mengikuti jalannya Misa. Ia ingin dibaptis segera; dan ketika Pastor Breitling mengatakan bahwa agar dapat dibaptis orang perlu persiapan untuk mengenal ajaran iman dan tradisi-tradisi Gereja, dengan yakin Edith menjawab, “Ujilah saya!”. Ini dilakukan pastor dan Edith pun lulus dengan gemilang.

Pada tanggal 1 Januari 1922, Edith Stein menerima Sakramen Baptis dan Sakramen Komuni Pertama di Gereja Santo Martinus, Bergzabern. Hari itu adalah hari Peringatan Penyunatan Yesus, ketika Yesus masuk ke dalam perjanjian Abraham. Teresa Edith Stein berdiri dekat bejana baptis dengan mengenakan gaun pengantin putih. Dengan dispensasi khusus dari Bapa Uskup, Sahabatnya Hedwig menjadi wali baptisnya. Sejak saat itu ia terus-menerus sadar sepenuhnya bahwa ia adalah milik Yesus Kristus, bukan hanya secara rohani, melainkan juga karena darah Yahudinya. Pada tanggal 2 Februari, hari Peringatan Pentahiran Maria - suatu hari yang ada rujukannya dalam kitab Perjanjian Lama - Edith menerima Sakramen Penguatan oleh Uskup Speyer di kapel pribadi bapa uskup.

Setelah menerima sakramen penguatan, Edith pulang ke Breslau. Dihadapan ibunya ia bersaksi : “Mama, aku kini seorang Katolik.” Ibunya yang merupakan seorang Yahudi yang saleh merasa bagai disambar petir. Hatinya bergetar hebat dan ia pun menangis. Seumur hidupnya, Edith belum pernah melihat ibunya yang tegar itu menangis. Dalam kalangan Yahudi Orthodox, Katolik dianggap sebagai sekte yang hina. Edith sudah siap menerima teguran ataupun diusir dari rumah. Tetapi sang ibu malah memeluknya dan kedua wanita Yahudi itu pun menangis. Dikemudian hari Hedwig Conrad Martius, sahabat dan wali babtisnya menulis tentang kejadian ini : “Lihat, inilah dua orang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (bdk Yohanes 1:47).

“Segalanya untuk semua orang,” itulah semboyan Edith sejak ia menjadi seorang Katolik. Ia meninggalkan pekerjaannya di Universitas lalu menjadi pengajar di sekolah Susteran Dominikan dan juga menjadi guru pembimbing bagi para biarawati di Biara St.Magdalena yang akan masuk universitas di Speyer. Di kota ini Edith dikenal dengan sebutan “Fraulin Doctor” (Nona Doctor) dan menjadi teladan bagi semua orang. Salah seorang mantan muridnya kelak menulis :

“Kami baru berumur tujuhbelas tahun dan Fraulein Doctor mengajar kami bahasa Jerman. Sesungguhnya ia memberi kami segalanya. Kami masih sangat muda, namun daya tarik yang terpancar darinya tak akan pernah kami lupakan. Tiap-tiap hari kami melihat dia berlutut di bangku doanya, di depan koor, selama Perayaan Ekaristi. Maka kami mulai sedikit mengerti apa artinya iman dan sikap hidup yang diserasikan. Bagi kami, di usia yang penuh kritik, sikapnya saja sudah menjadi teladan. Kami tak pernah melihat dia lain daripada anggun, tenang dan pendiam. Seperti itu ia selalu masuk ke kelas kami, seperti itu juga ia seminggu sekali menemani kami waktu rekreasi….”

Pada tahun 1931, Edith Stein meninggalkan sekolah biara di Speyer dan berupaya untuk meraih gelar professor di Breslau dan Freiburg. Usahanya ini sia-sia akibat perubahan politik yang terjadi di tanah Jerman. Pada tahun 1932 Edith sempat menjadi pengajar di Institut Pedagogi di Münster, tetapi undang-undang Antisemitisme yang diberlakukan oleh pemerintahan baru Jerman, Adolf Hitler dan partai NAZI, memaksanya untuk mundur dari jabatan tersebut pada tahun 1933. Para NAZI tidak memperkenankan orang Yahudi untuk menjadi tenaga pendidik.

Pada tanggal 14 Oktober 1933 Edith Stein memutuskan untuk masuk Biara Karmel tak berkasut di Cologne. Ia diterima dan setahun kemudian ia menerima busana biarawati Karmel dan mengambil nama biara : Teresa Benedicta a Cruce (Teresa yang terberkati dari Salib). Pada tanggal 21 April 1935, Sr.Teresa Benedikta mengucapkan kaul sementara dan mengucapkan Kaul Kekal tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 21 April 1938. Sebagai seorang biarawati katolik berdarah Yahudi, Sr.Teresa Benedikta merasa memiliki kesempatan dan tanggung jawab unik, untuk menjembatani jurang pemisah antara iman Kristiani dan Yahudi. Ia menulis buku “Kehidupan sebuah Keluarga Yahudi” (yaitu keluarganya sendiri) dan berusaha menunjukkan kesamaan pengalaman manusiawi antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristiani dalam kehidupan mereka sehari-hari.

“Aku hanya ingin menceritakan apa yang aku alami sebagai bagian dari bangsa Yahudi. “Kami yang dibesarkan dalam agama Yahudi mempunyai kewajiban untuk menjadi saksi … bagi generasi muda yang dibesarkan dalam kebencian rasial dari sejak awal kanak-kanak.”

Pada akhir tahun 1938, gerakan anti-Semit pemerintah NAZI dan penganiayaan kepada orang Yahudi semakin meningkat diseluruh wilayah Jerman. Sinagoga-sinagoga dihancurkan, harta milik orang-orang Yahudi dirampas. Orang-orang Yahudi dicekam ketakutan atas keselamatan mereka. Untuk melindungi Sr.Teresa Benedikta, Priorin Biara Karmel di Cologne memindahkannya ke luar negeri. Pada malam Tahun Baru 31 Desember 1938, Sr.Teresa bersama saudarinya Rosa yang juga sudah menjadi Katolik diselundupkan ke negeri Belanda, dan tinggal di Biara Karmel di Echt di Provinsi Limburg. Disini Sr.Teresa Benedikta sempat menulis sebuah karya yang berjudul : Studie über Joannes a Cruce: Kreuzeswissenschaft (Penelitian tentang Yohanes dari Salib : Ilmu Salib).

Pada tanggal 15 Mei 1940 Belanda jatuh ketangan NAZI Jerman. Edith sekali lagi harus merasakan getirnya hidup dibawah undang-undang anti-Semit NAZI. Pada tanggal 20 juli 1942 para Uskup Katolik Roma Belanda mengumumkan pernyataan yang dibacakan di seluruh gereja di negara tersebut yang menentang pembuangan dan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi. Sebagai balasannya Para NAZI menangkap semua orang Katolik keturunan Yahudi, termasuk para imam dan para biarawan-biarawati.

Sr.Teresa Benedikta ditangkap oleh Gestapo pada tanggal 2 Agustus 1942 saat ia sedang berdoa di kapel bersama para biarawati lainnya. Ia dan saudarinya Rosa diwajibkan keluar dari biara dalam waktu lima menit. Rosa kini telah menjadi seorang Karmelit Ordo Ketiga yang bekerja di Biara Echt. Dengan menggandeng tangan Rosa, Sr.Teresa mengatakan, “Mari, kita pergi untuk bangsa kita.”

Bersama dengan banyak orang Yahudi lainnya, kedua wanita ini diangkut ke suatu kamp perhentian di Amersfoort dan kemudian dari Amersfoort ke Westerbork. Kepada Priorin Karmel di Cologne, diceritakan orang sebagai berikut,

“Di antara para tahanan yang datang pada tanggal 4 Agustus, Sr.Teresa Benedikta mencolok karena ketenangannya yang dalam dan kegembiraannya. Penderitaan dan ketegangan dalam kamp itu tak terlukiskan. Sr.Benedikta berkeliling di antara ibu-ibu, menghibur, menolong, menenangkan, bagai seorang malaikat. Banyak ibu-ibu yang nyaris gila, sudah berhari-hari tidak menghiraukan anak-anak mereka. Mereka bingung dan putus asa. Sr.Benedikta memperhatikan anak-anak yang malang itu, memandikan dan menyisir rambut mereka… ia memberi contoh pengabdian yang tak kenal lelah, yang begitu baik, yang mengherankan semua orang.”

Ny.Bromberg, salah seorang yang selamat dari kamp Konsentrasi dimana Sr.Benedikta ditawan memberikan kesaksian,

“Perbedaan besar antara Edith dan suster-suster lainnya adalah karena ia pendiam. Kesan pribadiku ialah bahwa ia sangat sedih, tidak takut, tetapi tak dapat kukatakan yang lain daripada bahwa ia memberi kesan harus memikul beban berat penderitaan, yang bahkan bila ia tersenyum, orang merasa terlebih sedih lagi. Ia hampir tidak berbicara, hanya seringkali ia memandangi kakaknya Rosa dengan amat sangat sedih. Pada saat aku menuliskan ini, muncul pikiran bahwa ia tahu apa yang akan terjadi atas dirinya dan orang lain…. Sekali lagi, ini adalah kesanku: bahwa ia memikirkan penderitaan yang akan datang, bukan penderitaannya sendiri, karena ia terlalu tenang dan hampir kukatakan terlalu tenteram, melainkan penderitaan yang akan menimpa orang lain. Seluruh penampilannya sampai sekarang memberi aku kesan, bila aku membayangkannya lagi, duduk di muka barak : suatu patung Pieta tanpa Kristus.”

Pada tanggal 7 Agustus 1942 Sr.Teresa Benedikta bersama Rosa dan 985 orang Yahudi dibawa dengan kereta api ke kamp Konsentrasi di Auschwitz, Polandia. Pada tanggal 9 Agustus Suster Teresia Benedicta a Cruce bersama Rosa dan banyak kaum sebangsanya dibantai dengan gas beracun didalam kamar gas. Jenazah mereka lalu dibakar secara massal di krematorium.

Sr.Teresa Benedikta dibeatifikasi di Cologne pada tanggal 1 Mei 1987 oleh Paus Yohanes Paulus II. Saat itu bapa suci menyatakan bahwa Gereja menghormati “seorang puteri Israel” yang sebagai seorang Katolik pada masa penganiayaan Nazi, tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus yang tersalib, dan sebagai seorang Yahudi, kepada bangsanya dalam kasih setia.”

Pada tanggal 11 Oktober 1998, Beata Teresa Benedikta dari Salib dikanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Roma. Setahun kemudian, pada tanggal 1 Oktober 1999, paus yang sama memaklumkan santa Teresa Benedikta, bersama dengan St.Katarina dari Sienna dan St.Brigitta dari Swedia, sebagai Santa pelindung Eropa. Sebelumnya, Eropa memiliki tiga santo pelindung: St.Benediktus, St.Sirilus dan St.Methodius. Bapa Suci mengatakan bahwa ia memaklumkan ini “demi menekankan peran penting yang telah dimainkan dan yang dimiliki kaum perempuan dalam gereja dan dalam sejarah sipil Eropa.” (qq)

Arti nama

Mungkin berasal dari bahasa Yunani θερος (Theros) yang berarti "musim panas" atau θεριζω (therizo) yang berarti "panen"

Santo Firmus

Martir · wafat ± 290

Santo Firmus bersama Santo Rusticus adalah dua orang martir yang dihormati sebagai pelindung kota Verona. Tradisi mengisahkan bahwa kedua saudara ini adalah warga terkemuka di kota Bergamo yang menjadi martir pada masa penganiayaan Kaisar Maximianus. Dua bersaudara ini ditangkap setelah menolak untuk mempersembahkan korban kepada dewa-dewi pagan Romawi. Atas perintah seorang hakim yang bernama Anolinus, mereka berdua disiksa, dipukuli dengan tongkat, dan dipenggal.

Sebuah tradisi lain yang kurang populer yang mengatakan bahwa Santo Firmus dan Santo Rustikus adalah dua orang martir dari Afrika Utara yang reliknya dibawa oleh santo Zeno dari Verona dan disemayamkan di Verona.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Nama Firmus berasal dari bahasa latin "firmus" yang berarti : Tegas, Padat, Stabil, Tahan, Tegas, Ditentukan, Teguh, Berani, (Kiasan) Konsisten, Konstan Kuat, Kuat, Sehat, Kuat.

Santo Oswaldus

Martir

Putera raja Northumbria ini mengungsi ke biara Hay setelah ayahnya gugur dalam suatu pemberontakan. Ia dibaptis dan beberapa waktu kemudian berhasil merebut kembali kerajaan, bahkan memperluasnya. Dengan bantuan Santo Aidan ia mengkristenkan rakyatnya. Oswaldus gugur dalam suatu serangan dari seorang raja kafir. Santo Oswin menggantikannya sebagai raja dan misionaris. Akan tetapi ia pun kemudian dibunuh oleh Raja Osway.

Santo Rustikus

Martir · wafat ± 290

Santo Rusticus bersama Santo Firmus adalah dua orang martir yang dihormati sebagai pelindung kota Verona. Tradisi mengisahkan bahwa kedua saudara ini adalah warga terkemuka di kota Bergamo yang menjadi martir pada masa penganiayaan Kaisar Maximianus. Dua bersaudara ini ditangkap setelah menolak untuk mempersembahkan korban kepada dewa-dewi pagan Romawi. Atas perintah seorang hakim yang bernama Anolinus, mereka berdua disiksa, dipukuli dengan tongkat, dan dipenggal.

Sebuah tradisi lain yang kurang populer yang mengatakan bahwa Santo Rustikus dan Santo Firmus adalah dua orang martir dari Afrika Utara yang reliknya dibawa oleh santo Zeno dari Verona dan disemayamkan di Verona.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Rustikus berarti : Pedesaan atau Orang desa (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari