Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis: "Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya." Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;
Refren: Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman.
Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya.
Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
Alleluya, alleluya.
Akulah terang dunia, siapa saja mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai terang hidup.
Alleluya, alleluya.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).
AntifonStefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Antifon 2Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Mazmur 10 (11)
Allah adalah penopang yang tak pernah gagal bagi orang benar
Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilan; mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).
AntifonStefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Antifon 3Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Mazmur 16 (17)
Selamatkanlah aku, Tuhan, dari mereka yang membenci-Mu
Selama hidup-Nya di bumi… Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan didengar (Ibrani 5:7).
AntifonTidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Responsorium Mat 10:32; Yoh 12:26a
Responsorium Mzm 18:3b
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, ya Allahku, sebab tubuhku dibakar api demi Engkau.
Mazmur 62
Antifon 1Jiwaku melekat padaMu, ya Allahku, sebab tubuhku dibakar api demi Engkau.
Antifon 2Tuhan mengutus malaikatNya dan meluputkan aku dari tengah api.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tuhan mengutus malaikatNya dan meluputkan aku dari tengah api.
Antifon 3Santo Laurensius berdoa: Syukur kepadaMu, ya Tuhan, sebab aku layak memasuki gerbangMu.
Mazmur 149
Antifon 3Santo Laurensius berdoa: Syukur kepadaMu, ya Tuhan, sebab aku layak memasuki gerbangMu.
Bacaan Singkat (2Kor 1,3-5)
Lagu Singkat
Antifon KidungAnakKu, jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; bila engkau melintasi api, nyalanya takkan menyakiti engkau.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungAnakKu, jangan takut, sebab Aku menyertai engkau; bila engkau melintasi api, nyalanya takkan menyakiti engkau.
Doa Permohonan
℟. Engkau telah menebus kami dalam darahMu.
Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.
Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.
Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.
Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (2 Cor 13, 11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Mazmur 118 (119),89-96
Antifon 1Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Mazmur 70 (71) I
Antifon 2Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.
Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Mazmur 70 (71) II
Antifon 3Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.
Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 1, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan Singkat (1Ptr 4,13-14)
Antifon KidungSanto Laurensius berkata: Malamku tidak gelap; segala sesuatu bercahaya dalam terang.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSanto Laurensius berkata: Malamku tidak gelap; segala sesuatu bercahaya dalam terang.
Doa Permohonan
℟. Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Amadeus da Silva de Meneses
Beato Amadeus dari Portugal lahir pada tahun 1420 Kastil Campo Maior di Alentejo Portugal dan dibabtis dengan nama João da Silva de Menezes. Ia adalah anak bungsu dari sebelas bersaudara putera-puteri pasangan Rui Gomes da Silva dan Isabella de Menezes. Ayahnya adalah seorang bangsawan Portugal yang menjadi gubernur pertama di Campo Maior setelah Reconquista (pembebasan semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) dari pendudukan bangsa Moor). Ibunya juga berasal dari kalangan bangsawan, putri dari Dom Pedro de Menezes, gubernur pertama Villa Real setelah Reconquista. Salah seorang kakaknya yang bernama Beatrix da Silva de Meneses dikemudian hari juga dikanonisasi menjadi seorang kudus.
João menikah saat ia masih sangat muda. Namun tak lama kemudian ia meninggalkan kehidupan berumah-tangga karena merasa lebih cocok menjadi seorang pertapa. Ia lalu masuk biara Santo Hieronimus dari Santa Maria di Guadalupe, dan hidup sebagai seorang biarawan pertapa selama sepuluh tahun. Pada tahun 1452 João pindah ke Ubeda dan bergabung dengan Ordo Fransiskan. Ia diterima sebagai seorang bruder dan mengucapkan kaul dengan nama biara; Bruder Amadeus. Tujuh tahun kemudian Bruder Amadeus ditahbiskan menjadi seorang imam.
Setelah menjadi imam, Amadeus ditugaskan di berbagai biara Fransiskan di Spanyol dan Italia. Di Kota Milan, ia menjadi perhatian umat karena kebajikan dan mujizat-mujizat yang dibuatnya. Dengan dukungan Uskup Angung Milan, pada tahun 1469 pater Amadeus mendirikan biara Our Lady of Peace yang kelak menjadi pusat dari reformasi Ordo Fransiskan. Minister General Ordo Fransiskan saat itu, Kardinal Francesco della Rovere, sangat mendukung karya pater Amadeus di Milan. Ketika Kardinal Francesco della Rovere terpilih menjadi Paus Sixtus IV pada tahun 1471, pater Amadeus yang saat itu berusia 51 tahun dipanggil ke Roma untuk menjalankan tugas barunya sebagai Bapa Pengakuan bagi Sri Paus.
Pater Amadeus banyak menulis tentang kitab suci khususnya tafsiran-tafsirannya atas kitab Wahyu. Ia juga banyak membuat mujizat dan bernubuat. Tulisan-tulisannya mendapat pujian dari Sri Paus, Raja Ferdinand II of Aragon, dan Raja Santo Louis IX dari Perancis.
Raja Ferdinand II (1452 -1516) adalah penguasa Spanyol yang memerintah dari tahun 1475 sampai 1516. Bersama isterinya Ratu Isabella, pasangan ini di beri gelar Los Reyes Católicos (Raja-Ratu Katolik). Masa pemerintahan Ferdinand II dan Isabella, merupakan awal kejayaan Kerajaan Spanyol di Eropa dan didunia. Ia menuntaskan “Reconquista” dengan menaklukkan Granada, wilayah Islam terakhir di semenanjung Iberia, pada tahun 1492. Pada tahun yang sama ia membiayai ekpedisi pertama Christopher Colombus yang kemudian berhasil menemukan Dunia Baru dan membawa Kerajaan Spanyol menjadi sebuah negara adidaya di masa itu.Pater Amadeus tutup usia dengan tenang di Milan Italia pada tahun 1482. Ia tidak (belum) di Beatifikasi secara resmi oleh gereja, namun penghormatan terhadap biarawan Fransiskan yang kudus ini sudah dimulai beberapa saat setelah kematiannya. Pesta Beato Amadeus da Silva de Meneses dirayakan oleh gereja pada setiap tanggal 10 Agustus.(qq)
Arti nama
Amadeus : Mengasihi/Mencintai TUHAN (Latin)
Berasal dari kata Latin "Amare" (Mencintai/mengasihi) dan "Deus" (Tuhan)
Santo Laurensius
Laurensius termasuk salah satu dari ketujuh diakon agung yang bekerja membantu Sri Paus di Roma. Oleh Paus Sixtus II (257-258), Laurensius ditugaskan mengurus harta kekayaan Gereja dan membagi-bagikan derma kepada para fakir miskin di seluruh kota Roma. Ia juga melayani Sri Paus dalam setiap upacara keagamaan. Ketika Sri Paus Sixtus II ditangkap oleh serdadu-serdadu Romawi, Laurensius bertekad menemani dia sampai kematiannya. Kepada Paus, ia berkata: "Aku akan menyertaimu kemana saja engkau pergi. Tidaklah pantas seorang imam agung Kristus pergi tanpa didampingi diakonnya." Sixtus terharu mendengar kata-kata Laurensius itu. Lalu ia berkata: "Janganlah sedih dan menangis, anakku! Aku tidak sendirian. Kristus menyertai aku. Dan engkau, tiga hari lagi, engkau akan mengikuti aku ke dalam kemuliaan surgawi".
Ramalan Sixtus itu ternyata benar-benar terjadi. Prefek kota Roma, yang tahu bahwa Gereja mempunyai sejumlah besar kekayaan, mendapat laporan bahwa Laurensius-lah yang mengurus semua kekayaan itu. Karena itu, Laurensius dihadapkan kepada penguasa Roma itu. Laurensius dibujuk agar secepatnya menyerahkan semua kekayaan Gereja itu kepada penguasa Roma. Dengan tenang Laurensius menjawab: "Baiklah, tuan! Dalam waktu tiga hari akan kuserahkan semua kekayaan ini kepadamu". Laurensius dibiarkan kembali ke kediamannya.
Ia segera mengumpulkan orang-orang miskin dan membagi-bagikan kekayaan Gereja kepada mereka. Di bawah pimpinannya, orang-orang miskin itu berarak menuju kediaman Prefek Roma. Kepada penguasa Roma itu, Laurensius berkata: "Tuanku, inilah harta kekayaan Gereja yang saya jaga. Terimalah dan periharalah mereka dengan sebaik-baiknya."
Tindakan dan kata-kata Laurensius ini dianggap sebagai suatu olokan dan penghinaan terhadap penguasa Roma. Karena itu, ia ditangkap dan dipanggang hidup-hidup di atas terali besi yang panas membara. Laurensius tidak gentar sedikitpun menghadapi hukuman ini. Setelah separuh badannya bagian bawah hangus terbakar, ia meminta supaya badannya dibalik sehingga seluruhnya bisa hangus terbakar. "Sebelah bawah sudah hangus, baliklah badanku agar seluruhnya hangus!" katanya dengan sinis kepada para algojo yang menyiksanya. Laurensius akhirnya menghembuskan nafasnya di atas pemanggangan itu sebagai sekorang ksatria Kristus.
Kisah kemartirannya kita ketahui dari tulisan-tulisan Santo Agustinus. Di sana dikatakan bahwa orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius terkabul doanya. "Karunia-karunia kecil diberikan kepada orang-orang yang berdoa dengan perantaraan Laurensius supaya mereka terdorong untuk memohon karunia yang lebih besar, yaitu cinta kasih kepada sesama dan kesetiaan kepada Kristus" demikian kata Santo Agustinus dalam salah satu tulisannya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari