Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Mereka akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa.
Beginilah Firman Tuhan, “Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan. Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang serta melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka, dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput; mereka ini akan Kuutus kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud; mereka akan Kuutus ke Mesekh dan Rosy, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku, dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa. Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari segala bangsa sebagai kurban untuk Tuhan; mereka akan membawanya di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, sama seperti orang Israel membawa kurban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah Tuhan. Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi.”
Refren: Pergi ke seluruh dunia, wartakanlah Injil!
Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.
Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.
Saudara-saudara, janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak, “Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu sebagai anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap hajaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun, kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih oleh-Nya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
Alleluya, alleluya.
Akulah jalan, kebenaran, dan hidup, Sabda Tuhan. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Alleluya, alleluya.
Orang akan datang dari Timur dan Barat, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar. Maka, bertanyalah orang kepada-Nya, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ, “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepadamu, ‘Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kamu akan berdiri di luar, dan mengetuk-ngetuk pintu sambil berkata: Tuan, bukakan kami pintu! Tetapi Ia akan berkata, ‘Aku tidak tahu dari mana kamu datang.’ Maka kamu akan berkata, ‘Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.’ Tetapi ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!” Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah,tetapi kamu sendiri dicampakkan keluar.Dan orang datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan, dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan ingatlah, ada orang yang terakhir yang akan menjadi terdahulu, dan ada yang terdahulu yang akan menjadi terakhir.”
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Wahyu 4:8; Yesaya 6:3
Responsorium Kisah Para Rasul 1:8; Matius 5:16
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Antifon KidungBanyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub dalam Kerajaan Surga.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 4, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon KidungAda orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang pertama, dan ada orang yang pertama yang akan menjadi orang yang terakhir, sabda Tuhan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungGuru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Rosa da Lima
Isabella de Flores-demikian nama Rosa da Lima-lahir di Lima, Peru pada tanggal 20 April 1586. Puteri bungsu dari pasangan Gaspar Flores dan Maria Olivia ini begitu cantik, sehingga ibunya memanggil dia ‘Rosa’ yang berarti ‘bunga mawar’. Nama ini pun secara spontan diberikan oleh Uskup Agung kota Lima tatkala Isabella menerima Sakramen Krisma. Namun nama yang manis ini kontras sekali dengan cara hidup yang keras yang ia praktekkan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Sewaktu Rosa masih kanak-kanak, orangtuanya yang berdarah Spanyol yang tergolong kaya itu. Namun sayang bahwa kemudian mereka jatuh miskin karena bangkrut dalam usaha dagang yang dikelola sang ayah. Ketika menanjak remaja, Rosa terpaksa harus bekerja membantu orangtuanya. Selain bekerja di kebun, ia juga menjahit untuk sekedar memperoleh uang tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanan hidup selanjutnya, Rosa merasakan suatu gejolak batin yang mendorong dia untuk menjalani suatu cara hidup khusus mengikuti jejak Kristus. Ia tak berdaya menghalau gejolak batin itu, sehingga akhirnya ia mulai menjalani corak hidup khusus itu.
Ia berpuasa tiga hari seminggu dan berpantang dari buah-buahan. Wajahnya yang cantik molek itu sering dicorengnya dengan kapur agar tampak tidak menarik. Daripada itu, orangtuanya telah merencanakan perkawinannya dengan seorang pemuda yang mereka sukai. Selama 10 tahun ia berjuang keras melawan keinginan orangtuanya untuk mengawinkan dia dengan pemuda itu. Tatkala desakan dan paksaan orangtuanya memuncak, Rosa segera mengikrarkan kaul keperawanan dan masuk ordo ketiga Santo Dominikus. Sebagaimana biasa, ordo ketiga tidak menuntut anggota-anggotanya menjalani kehidupannya di dalam biara; sebaliknya membiarkan mereka tetap menjalani kehidupannya di tengah-tengah masyarakat. Rosa pun tetap tinggal bersama orangtuanya sambil dengan tekun menghayati panggilannya.
Rosa mendirikan sebuah pondok dikebunnya dan hidup disana sebagai seorang pertapa sampai berusia 28 tahun. Cara hidup Rosa sangat keras. Ia lebih banyak menggunakan waktunya untuk berdoa dan bertapa. Waktu malam ia hanya tidur selama dua jam. Ia tidur diatas ranjang yang ditaburi dengan pecahan-pecahan kaca. Tudung kepalanya sangat kasar; makanannya sangat sedikit berupa roti untuk jangka waktu dua-tiga minggu. Pantang dan puasa yang keras ini membuat badannya sangat lemah.
Rosa dipandang sebagai wanita yang kudus luar biasa dengan suatu corak hidup yang luar biasa pula. Cara hidupnya yang diwarnai dengan penyiksaan diri yang heroik itu sulit ditiru wanita kudus lainnya, bahkan semua orang lain. Selama tiga tahun terakhir hidupnya, Rosa tinggal di rumah Don Gonzalo de Massa, seorang pegawai pemerintahan yang istrinya mengenal baik Rosa. Di sana pula, Rosa menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 24 Agustus 1617 di Lima. Ia dinyatakan ‘kudus’ oleh Sri Paus Klemens X (1670-1676) pada tanggal 12 April 1671.
Santo Filipus Benizi
Filipus Benizi lahir di Florence, Italia pada tanggal 15 Agustus 1233. Hari kelahirannya, yang bertepatan pada Pesta Santa Maria Diangkat ke Surga, merupakan suatu tanda awal bagi panggilan hidupnya dikemudian hari. Pada masa mudanya, Filipus belajar di Universitas Paris dan Padua hingga meraih gelar sebagai seorang dokter dan ahli filsafat. Sebagai seorang dokter, ia mempunyai perhatian besar pada orang-orang sakit, terutama yang miskin dan melarat. Para pasien yang ditanganinya senantiasa memperoleh peneguhan batin dalam menanggung beban penderitaannya. Di samping memberikan obat-obatan, Filipus juga selalu mendoakan para pasiennya.
Tuhan mempunyai suatu rencana khusus untuk Filipus, Tuhan mau menjadikannya seorang ‘dokter’ bagi jiwa-jiwa kaum beriman. Sekali peristiwa ketika menghadiri kurban misa di gereja biara Hamba-hamba Santa Perawan Maria, ia tersentuh oleh bacaan Kisah Para Rasul yang mengisahkan tentang suruhan Roh Kudus pada Filipus untuk menobatkan sida-sida di Etiopia. “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza… Pergilah kesitu dan dekatilah kereta itu!”
Kata-kata suruhan Roh Kudus itu terus mendengung dalam batinnya dan mendesak dia untuk berbuat yang sama seperti Filipus dalam bacaan itu. Ia pun kemudian mengajukan permohonan untuk masuk novisiat tarekat Hamba-hamba Maria di Monte Senario. Permohonannya diterima oleh pimpinan tarekat itu. Filipus menjadi seorang bruder dalam tarekat itu dan bekerja sebagai tukang masak dan tukang kebun. Pimpinan biara sangat senang dengan dia karena kerajinannya, terlebih karena kepandaiannya dalam berbagai ilmu dan kafasihan berbicara bahasa Latin. Oleh karena semuanya itu, Filipus kemudian dikirim belajar teologi untuk menjadi imam. Filipus yang rendah hati itu taat pada rencana pemimpinnya, meskipun ia lebih senang hanya menjadi seorang bruder. Setelah menyelesaikan studi teologinya, Filipus ditabhiskan menjadi imam. Delapan tahun kemudian ia terpilih sebagai pemimpin tertinggi tarekatnya. Ia sendiri menolak jabatan mulia itu, namun dalam suatu penglihatan ajaib, Filipus ditegur oleh Roh Kudus: “Filipus, janganlah engkau melawan Roh Kudus. Akulah yang memilih engkau dari dunia ini untuk menjadi gembala bagi kawanan ini.”
Filipus dengan semangat tinggi membina tarekat Hamba-hamba Santa Perawan Maria, sambil tetap memperhatikan orang-orang miskin dan melarat. Suatu hari ia berpapasan dengan seorang pengemis kusta yang meminta sedekah dari padanya. Karna ia tidak membawa apa-apa, maka ia membuka mantel untuk pengemis itu. Tetapi anehnya bahwa pengemis itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Lalu tahulah ia bahwa pengemis itu adalah Yesus yang menjelma dalam rupa seorang pengemis.
Ketika Paus Klemens IV, Filipus Benizi dicalonkan sebagai pengganti. Mendengar itu, ia segera menyingkir ke pegunungan dan tinggal disana selama tiga bulan hingga terpilihnya Paus baru. Setelah Gregorius X terpilih menggantikan Klemens IV, barulah ia kembali ke biaranya. Atas dorongan Roh Kudus, ia menjelajahi seluruh Eropa dan sebagian Asia untuk berkhotbah. Di beberapa tempat, ia berhasil memulihkan hubungan yang retak antar para bangsawan. Ia juga banyak membuat mukzijat sehingga banyak orang yang percaya pada Kristus. Filipus meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 1285. Pada tahun 1671 ia dinyatakan ‘kudus’ oleh Paus Klemens X (1670-1676).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari