Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Dominikus

Sabtu, 8 Agustus 2037· Putih · Pekan Psalterium II
8 Agustus 2037

Bacaan Misa

S. Dominikus
Bacaan Pertama

Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu--kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami--dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.

Mazmur Tanggapan

Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku,
Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya."

Bacaan Injil

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya." Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!" Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?" Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Invitatorium

S. Dominikus

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Ibadat Bacaan

S. Dominikus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Orang-orang kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum bukit-bukit berdiri teratur,

Atau bumi menerima wujudnya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama untuk tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati saat hari menjelang.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Hanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Mazmur 135 (136)

Nyanyian Paskah

Kami memuji Allah dengan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (Cassiodorus).

I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;
yang seorang diri melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

yang dengan hikmat-Nya menjadikan langit,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

yang menegakkan bumi di atas air,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Dialah yang menjadikan benda-benda penerang yang besar,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya,

matahari untuk menguasai siang,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya,

bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Antifon 2Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.

II
Ia memukul mati anak sulung Mesir,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

dengan tangan yang teracung, dengan kuasa di tangan-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Ia membelah Laut Merah menjadi dua,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

Ia membuat Israel menyeberang di tengah-tengahnya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

Ia melemparkan Firaun dan pasukannya ke laut,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonIa membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.

Antifon 3Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

III
Melalui padang gurun Ia memimpin umat-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bangsa-bangsa dalam kebesaran mereka Ia pukul,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Raja-raja dalam kemegahan mereka Ia bunuh,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Sihon, raja orang Amori,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

dan Og, raja Basan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Ia membiarkan Israel mewarisi tanah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Kepada hamba-Nya tanah mereka Ia berikan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia mengingat kita dalam kesusahan kita,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Dan Ia menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia memberi makan kepada segala makhluk hidup,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Kepada Allah surga bersyukurlah,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Pencipta kami, betapa ajaibnya Engkau menciptakan kami. Engkau mengubah debu menjadi gambar-Mu sendiri dan memberinya bagian dalam kodrat-Mu sendiri; namun Engkau lebih ajaib dalam mengampuni orang yang telah memberontak terhadap-Mu. Berilah kiranya, di mana dosa berlimpah, rahmat semakin berlimpah, sehingga kami dapat menjadi lebih kudus melalui pengampunan dan lebih bersyukur kepada-Mu.

AntifonPujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar sabda dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Aku katakan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Hosea

2:4a, 10-25

Hukuman dan pemulihan masa depan mempelai Tuhan
Demikianlah firman Tuhan:

Tuntutlah ibumu, tuntutlah!

Sebab ia bukan istri-Ku,

dan Aku bukan suaminya.

Biarlah ia menyingkirkan perzinahannya dari hadapan-Nya.
Karena ia tidak mengetahui

bahwa Akulah yang memberinya

gandum, anggur, dan minyak,

Dan kelimpahan perak,

dan emas, yang mereka gunakan untuk Baal,

Maka Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada waktunya,

dan anggur-Ku pada musimnya;

akan merenggut wol dan rami-Ku,

yang dengannya ia menutupi ketelanjangannya.

Maka sekarang Aku akan menyingkapkan aibnya

di hadapan mata para kekasihnya,

dan tidak seorang pun dapat melepaskannya dari tangan-Ku.
Aku akan mengakhiri segala sukacitanya,

perayaannya, bulan barunya, hari Sabatnya,

dan segala perayaannya.

Aku akan menghancurkan kebun anggur dan pohon ara-nya,

yang tentangnya ia berkata, “Ini adalah upah

yang diberikan para kekasihku kepadaku”;

Aku akan mengubahnya menjadi pertumbuhan liar

dan binatang buas akan melahapnya.

Aku akan menghukumnya untuk hari-hari para Baal,

yang untuknya ia membakar dupa

Sementara ia menghias dirinya dengan cincin dan perhiasannya,

dan, dalam mengejar para kekasihnya,

melupakan Aku, firman Tuhan.
Oleh karena itu, Aku akan memagari jalannya dengan duri

dan membangun tembok melawannya,

sehingga ia tidak dapat menemukan jalannya.

Jika ia mengejar para kekasihnya,

ia tidak akan menyusul mereka;

jika ia mencari mereka, ia tidak akan menemukan mereka.

Maka ia akan berkata,

“Aku akan kembali kepada suamiku yang pertama,

karena lebih baik bagiku waktu itu daripada sekarang.”
Maka Aku akan memikatnya;

Aku akan membawanya ke padang gurun

dan berbicara kepada hatinya.

Dari sana Aku akan memberinya kebun anggur yang dimilikinya,

dan lembah Akor sebagai pintu harapan.

Ia akan menanggapi di sana seperti pada masa mudanya,

ketika ia keluar dari tanah Mesir.
Pada hari itu, firman Tuhan,

Ia akan memanggil-Ku “Suamiku,”

dan tidak pernah lagi “Baalku.”

Maka Aku akan menyingkirkan dari mulutnya nama-nama para Baal,

sehingga mereka tidak akan lagi disebut.

Aku akan membuat perjanjian bagi mereka pada hari itu,

dengan binatang-binatang di padang,

Dengan burung-burung di udara,

dan dengan makhluk-makhluk yang merayap di tanah.

Busur dan pedang dan perang

Aku akan menghancurkan dari tanah,

dan Aku akan membiarkan mereka beristirahat dalam keamanan.
Aku akan mengikat Engkau dengan diri-Ku selamanya:

Aku akan mengikat Engkau dalam kebenaran dan keadilan,

dalam kasih dan belas kasihan;

Aku akan mengikat Engkau dalam kesetiaan,

dan Engkau akan mengenal Tuhan.
Pada hari itu Aku akan menanggapi, firman Tuhan;

Aku akan menanggapi langit,

dan mereka akan menanggapi bumi;

Bumi akan menanggapi gandum, dan anggur, dan minyak,

dan ini akan menanggapi Yizreel.

Aku akan menaburnya untuk diri-Ku di tanah,

dan Aku akan berbelas kasihan kepada Lo-ruhama.

Aku akan berkata kepada Lo-ammi, “Engkau adalah umat-Ku,”

dan ia akan berkata, “Allahku!”

Responsorium Wahyu 19:7-9; Hosea 2:20

Inilah hari perkawinan Anak Domba; mempelai-Nya telah mempersiapkan diri.

℟ Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.
Aku akan mengikat Engkau dengan diri-Ku dalam kesetiaan, dan Engkau akan mengenal Tuhan.

℟ Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.
Bacaan Kedua

Dari berbagai tulisan tentang sejarah Ordo Pewarta

Ia berbicara dengan Allah atau tentang Allah
Dominikus memiliki integritas yang begitu besar dan begitu kuat digerakkan oleh kasih ilahi, sehingga tanpa ragu ia terbukti menjadi pembawa kehormatan dan rahmat. Ia adalah seorang yang sangat tenang, kecuali ketika tergerak oleh belas kasihan dan kemurahan. Dan karena hati yang gembira menghidupkan wajah, ia menunjukkan ketenangan damai seorang rohaniwan dalam kebaikan yang ia tunjukkan secara lahiriah dan oleh keceriaan wajahnya.
Ke mana pun ia pergi, ia menunjukkan dirinya dalam perkataan dan perbuatan sebagai seorang Injili. Pada siang hari tidak ada seorang pun yang lebih berjiwa komunitas atau menyenangkan terhadap saudara-saudaranya dan rekan-rekannya. Pada jam-jam malam tidak ada seorang pun yang lebih gigih dalam segala jenis berjaga dan permohonan. Ia jarang berbicara kecuali dengan Allah, yaitu dalam doa, atau tentang Allah, dan dalam hal ini ia mengajar saudara-saudaranya.
Seringkali ia membuat permohonan pribadi khusus agar Allah berkenan menganugerahinya kasih yang tulus, efektif dalam merawat dan memperoleh keselamatan manusia. Karena ia percaya bahwa baru saat itulah ia benar-benar menjadi anggota Kristus, ketika ia telah menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk keselamatan manusia, sama seperti Tuhan Yesus, Juruselamat semua, telah menyerahkan diri-Nya sepenuhnya untuk keselamatan kita. Maka, untuk karya ini, setelah periode perencanaan yang panjang dan cermat, ia mendirikan Ordo Saudara-saudara Pewarta.
Dalam percakapan dan surat-suratnya ia sering mendesak saudara-saudara Ordo untuk terus-menerus mempelajari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ia selalu membawa Injil Matius dan surat-surat Paulus, dan ia mempelajarinya dengan sangat baik sehingga ia hampir menghafalnya.
Dua atau tiga kali ia terpilih menjadi uskup, tetapi ia selalu menolak, lebih memilih untuk hidup bersama saudara-saudaranya dalam kemiskinan. Sepanjang hidupnya, ia menjaga kehormatan keperawanannya. Ia ingin dicambuk dan dipotong-potong, dan dengan demikian mati demi iman Kristus. Tentang dia Paus Gregorius IX menyatakan: “Aku mengenalnya sebagai pengikut setia cara hidup apostolik. Tidak ada keraguan bahwa ia ada di surga, berbagi dalam kemuliaan para rasul itu sendiri.”

Responsorium Lihat Sirakh 48:1; Maleakhi 2:6

Pewarta keselamatan baru ini melompat seperti nyala api.

℟ Kata-katanya membakar seperti obor.
Pengajaran yang benar ada di mulutnya; tidak ada kejahatan yang pernah ditemukan di bibirnya.

℟ Kata-katanya membakar seperti obor.

Doa Penutup

Semoga Santo Dominikus

datang menolong Gereja-Mu

melalui jasa dan ajarannya,

ya Tuhan, dan semoga ia,

yang adalah pewarta kebenaran-Mu yang luar biasa,

menjadi perantara yang setia bagi kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Dominikus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Yesus Tuhan Engkau menghendaki
Agar panggilan untuk hidup bakti
Diperjuangkan serta diikuti
Umat beriman.

Panggilan suci Kautanam di hati
Untuk mengabdi dan menyangkal diri
Tekun mencari setya mengikuti
Putra ilahi.

Ditinggalkannya milik harta benda
Agar dibina cinta yang sempurna
Hati sluruhnya dipersembahkannya
Kepada Bapa.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*
memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari,*
dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*
dengan iringan celempung.

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*
aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*
betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*
orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,+
dan orang durhaka berkembang pesat,*
namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*
Engkau luhur selama-lamanya.

Sebab para musuhMu akan binasa,*
para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*
dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*
berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*
bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*
dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*
tak ada kecurangan padaNya.

Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Antifon 2Muliakanlah Allah kita.

Ul 32,1-12

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*
hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan,*
dan bertaburan laksana embun;

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*
bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*
muliakanlah Allah kita.

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*
sungguh lurus kebijaksanaanNya.

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*
adillah Ia dan tulus ikhlas.

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*
angkatan yang buruk dan curang.

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*
hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*
yang membentuk dan menghidupi engkau?

Ingatlah akan masa yang lampau,*
renungkanlah sejarah leluhurmu.

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*
tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*
tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang,

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*
sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*
dan suku-suku Yakub pusakaNya.

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*
di padang belantara yang sunyi senyap.

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*
memeliharanya bagaikan biji mata,

seperti rajawali melindungi sarangnya,*
melayang-layang di atas anaknya,

membentangkan sayap-sayapnya,*
dan membawa anaknya di atas kepaknya.

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*
tiada dewa lain di sampingNya.

Antifon 2Muliakanlah Allah kita.

Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

KeagunganMu luhur mengatasi langit,+
mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*
untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*
bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia sehingga Kaupelihara?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*
segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

Domba, sapi dan ternak semuanya,*
hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan dilaut,*
semuanya yang melintasi arus lautan.

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu! Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat

℣.Dalam hatinya ia merenungkan,* Hukum Allahnya.℟.Dalam.℣.Ia tetap mengikuti perintah Tuhan.℟.Hukum Allahnya.℣.Kemuliaan.℟.Dalam.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, hendaklah kita menyembah Kristus, Allah yang kudus, dalam kesucian dan kebenaran seumur hidup. Marilah kita berseru:

℟. Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan.

Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa,* Yesus Tuhan kami, kasihanilah kami. ℟.

Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna,* Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami. ℟.

Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia,* Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami. ℟.

Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,* Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami. ℟.

Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah,* Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Semoga Santo Dominikus datang menolong Gereja-Mu melalui jasa dan ajarannya, ya Tuhan, dan semoga ia, yang adalah pewarta kebenaran-Mu yang luar biasa, menjadi perantara yang setia bagi kami. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Dominikus

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Dt 8, 5b-6)

Maka haruslah engkau insaf, bahwa Tuhan, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.

Ayat Singkat

℣.Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selama-lamanya.℟.Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Dominikus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Mazmur 118 (119), 81-88

Hatiku merindukan keselamataMu,*
aku berharap akan firmanMu.

Mataku mendambakan janjiMu,*
bilakah Engkau menghiburkan daku?

Meskipun aku orang yang tak berguna,*
namun aku tidak melupakan ketetapanMu.

Berapa lama hambaMu masih akan hidup?*
bilakah Engkau menghukum penindasku?

Orang sombong menggali lubang bagiku,*
mereka tidak mempedulikan perintahMu.

Padahal segala perintahMu benar,*
aku dikejar tanpa alasan, tolonglah aku.

Hidupku nyaris dihabisi,*
tetapi aku tidak meninggalkan perintahMu.

Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu,*
supaya aku berpegang pada ketetapanMu.

Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Mazmur 60 (61)

Dengarkanlah seruanku, ya Allah,*
perhatikanlah doaku.

Dari ujung bumi aku berseru kepadaMu,*
karena hatiku lemah lesu.

Bimbinglah aku ke gunungMu yang tinggi,*
jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Perkenakanlah daku menumpang dalam kemahMu selama-lamanya,*
dan berlindung di bawah naungan sayapMu.

Semoga Engkau mendengarkan nadarku, ya Allah,*
dan memberikan kepadaku warisan orang takwa.

Semoga raja Kauberi usia yang panjang,*
sehingga hidupnya berlangsung turun-temurun.

Semoga ia bertakhta untuk selama-lamanya di hadapanMu,*
Semoga kasih setia dan kebenaranMu melindungi dia.

Maka aku akan memuji namaMu sepanjang masa,*
setiap hari memenuhi nadar kepadaMu.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: "Seorangpun tidak tahu".

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Bacaan singkat 1Raj 2,2b-3

Teguhkanlah hatimu dan bertindaklah dengan tegas. Tepatilah kewajibanmu terhadap Tuhan Allahmu, ikutilah bimbinganNya, penuhilah ketetapan, perintah, hukum dan peraturanNya, agar engkau berhasil dalam segala sesuatu yang kaulakukan.

℣.Bimbinglah aku pada jalan perintahMu.℟.Sebab aku menyukainya.

Doa Penutup

Semoga Santo Dominikus datang menolong Gereja-Mu melalui jasa dan ajarannya, ya Tuhan, dan semoga ia, yang adalah pewarta kebenaran-Mu yang luar biasa, menjadi perantara yang setia bagi kami. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Dominikus

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Ier 6, 16)

Beginilah firman Tuhan: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

Ayat Singkat

℣.Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku selama-lamanya.℟.Sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Dominikus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Mazmur 112 (113)

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Dari timur sampai ke barat,*
terpujilah nama Tuhan.

Tuhan menguasai segala bangsa,*
kemuliaanNya mengatasi langit.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,*
yang bersemayam di takhta yang luhur;

yang membungkuk untuk melihat ke bawah,*
untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu,*
dan mengangkat orang miskin dari sampah,

untuk mendudukkannya di tengah para penguasa,*
di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberikan keturunan kepada wanita mandul,*
dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*
"Aku ini sangat tertindas";

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*
"Semua orang penipu".

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Kidung Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Ibr 13,20-21)

Karena darah perjanjian abadi, Allah damai sejahtera telah membawa kembali dari alam maut Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu gembala agung segala domba. Semoga Allah memperlengkapi kamu dengan segala kebaikan untuk melakukan kehendakNya. Semoga dengan perantaraan Yesus Kristus, Allah mengerjakan kehendakNya dalam diri kita. Bagi Kristuslah kemuliaan sepanjang segala abad. Amin.

Lagu Singkat

℣.Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan.℟.Betapa.℣.KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta.℟.Karya tanganMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Betapa.

Antifon KidungDi mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada, sabda Tuhan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungYesus mewartakan kabar gembira tentang kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Doa Permohonan

Kristus telah menaruh belaskasihan kepada orang banyak dan mengerjakan mukjizat cinta kasihNya bagi mereka. Mengingat kebaikan hatiNya, marilah kita berdoa kepadaNya:

℟. Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.

Segala kurnia yang kami terima hari ini, ya Tuhan, berasal dari kebaikanMu,* semoga pemberianMu itu menghasilkan buah dalam hati kami. ℟.

Engkaulah cahaya dan keselamatan para bangsa. Lindungilah kiranya saksi-saksiMu yang Kauutus ke seluruh dunia,* dan kobarkanlah api Roh kudus dalam hati mereka. ℟.

Bimbinglah semua orang, supaya dengan rela menanggapi tuntutan zaman ini,* sehingga dunia semakin sesuai dengan martabatnya yang luhur. ℟.

Engkaulah penyembuh jiwa dan raga. Ringankanlah penderitaan orang sakit, dampingilah orang yang menghadapi ajalnya,* dan hiburkanlah kami dalam belaskasihanMu. ℟.

Terimalah kiranya orang-orang mati dalam bilangan para kudusMu,* yang namaNya tercatat dalam buku kehidupan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dengan berani kami menyapa Engkau dengan nama Bapa. Sempurnakanlah dalam hati kami semangat sebagai anak-anak angkat-Mu, agar kami layak memasuki warisan yang telah Engkau janjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

S. Dominikus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santa Maria Mackillop

Biarawati · 1842-1909

Masa Kanak-kanak dan Remaja

Maria Ellen Mackillop lahir pada tanggal 15 januari 1842 di Fitztroy, Melbourne Australia. Ayahnya bernama Alexander Mackillop, seorang mantan frater berkebangsaan Skotlandia yang berimigrasi ke Australia demi mencari kehidupan baru. Ibunya bernama Flora MacDonald putri seorang janda yang juga berasal dari Skotlandia. Alexander dan Flora dikaruniakan delapan orang anak. Maria Ellen Mackillop adalah putri sulungnya. Dari delapan bersaudara ini di kemudian hari salah satu saudaranya Donald menjadi Imam Yesuit dan satu saudarinya Lexie menjadi biarawati.

Mereka mengalami masa kanak-kanak yang tak menentu. Kehidupan keluarga tak dapat tenang dan sejahtera karena begitu banyak kegagalan dalam usaha sang ayah. Rasa khawatir yang senantiasa menyertai keluarga mereka dalam masa-masa sulit ini dijawab oleh keyakinan Flora sang ibu mereka bahwa “Allah akan menyediakan segalanya.” Ia sangat yakin akan kuasa Ilahi dalam hidup bersama anak-anaknya. Keyakinan sang ibu ini kemudian menjadi kekuatan utama bagi Maria anaknya di sepanjang hidupnya.

Sebagai anak sulung, tentu semua tanggung jawab dibebankan ke atas pundak Maria. Di usianya yang keempatbelas ia bekerja sebagai pelayan toko. Seiring situasi keluarga yang sedang dalam krisis ditambah kemampuan ayahnya yang tidak sanggup lagi untuk menopang keadaan ekonomi keluarga, menjadikan Maria sebagai tulang punggung utama keluarga besar MacKillop.

Pada tahun 1860, ketika usianya delapanbelas tahun, Maria pindah ke Penola, Australia Selatan, untuk bekerja pada pamannya, keluarga Cameron. Di sana ia bertugas mengasuh dan mendidik anak-anak. Tetapi, Maria tak hanya mengajar anak-anak keluarga Cameron, ia merasakan panggilan untuk mengajar anak-anak lain yang hidup dalam kemiskinan. Setiap hari ia selalu mengundang anak-anak lain untuk ikut belajar dengannya.

Bermodalkan pengetahuan seadannya Maria mengajarkan Katekismus dan bahan apa saja yang dapat diajarkannya kepada anak-anak tersebut. Usaha dan niat baik dari Maria ini lama kelamaan mendapatkan dukungan dari Pastor Julian Tenison Woods, imam paroki setempat. Kegiatannya mulai didukung oleh pastor paroki. Dalam diri pater Woods, Maria mendapatkan seorang pembimbing rohani; dengan senang hati ia mengungkapkan kerinduan dan angan-angannya untuk melayani kaum miskin, terutama dalam pendidikan anak-anak.

Maria mengajar selama dua tahun di Penola sebelum menerima pekerjaan mengajar anak-anak Cameron di Portland. Pada tahun 1864, Maria sudah berhasil membuka sekolah asramanya sendiri, “Bay View House Seminary for Young Ladies”, yang sekarang dikenal sebagai Bayview College. Ketika Maria masih mengajar di Portland, pastor Woods mengundang Maria dan saudara-saudaranya: Annie dan Lexie, datang ke Penola untuk memulai sebuah sekolah Katolik. Dengan bantuan saudaranya, John, sebuah kandang yang tak lagi digunakan, diubah untuk keperluan itu. John adalah seorang tukang kayu; sekarang dengan penghasilannya ia sudah dapat diandalkan untuk menopang hidup keluarga MacKillop. Dengan demikian, untuk pertama kali, di usianya yang keduapuluh empat tahun, Maria bebas menentukan jalan hidupnya sendiri.

Mendirikan Konggregasi Susteran dan menjadi Suster

Telah lama Maria memendam kerinduan untuk mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Pada Hari Raya St.Yosef, 19 Maret 1866, Maria mulai mengenakan baju hitam sederhana sebagai realisasi awal tekadnya. Sementara itu, pater Woods ditunjuk sebagai Sekretaris Uskup Adelaide sekaligus sebagai Direktur Pendidikan untuk Australia Selatan.

Pada tanggal 21 November 1866, Maria dan saudarinya Lexie menanggalkan busana sekulir dan mengenakan baju postulan. Pater Woods kemudian menyusun regula (peraturan hidup dalam biara) Konggregasi susteran yang didirikannya bersama Maria. Inti regula adalah:

  1. Menekankan kemiskinan.
  2. mengandalkan penyelenggaraan ilahi;
  3. lepas dari kepemilikan barang pribadi;
  4. siap sedia pergi kemanapun mereka dibutuhkan.

Pada tanggal 15 Agustus 1867, Maria MacKillop secara resmi mengucapkan kaulnya dan mengambil nama Maria dari Salib. Ia menjadi biarawati pertama sekaligus Moeder Superior dari Konggregasi Suster-suster St.Yosef dari Hati Kudus; kongregasi susteran pertama yang didirikan di benua Australia. Maria juga menjadi biarawati asli Australia pertama yang berkarya diluar benua demi melayani dunia pendidikan dan kaum miskin. Pada akhir tahun 1867, telah terdapat sepuluh remaja putri Australia yang menggabungkan diri dalam Konggregasi Susteran ini. Biara mereka terletak di Grote Street, Adelaide.

Moeder Maria beserta para biarawati St.Yoseph mulai mengelola sekolah asrama di Penola yang terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan antara mereka yang mampu dan yang tidak mampu. Sekolah Maria menawarkan kepada para murid kesempatan untuk belajar ketrampilan-ketrampilan dasar kerja dan iman Katolik di samping pendidikan sekolah, dengan harapan kelak murid-murid dapat meningkatkan taraf hidup mereka. Suster-suster St.Yoseph melayani juga anak-anak yatim piatu, anak-anak terlantar, kaum lanjut usia, mereka yang dipenjara, mereka yang sakit tanpa harapan hidup, panti asuhan dan panti jompo.

Uskup James Quinn dari Queensland mengundang Suster-suster St Yosef untuk berkarya di keuskupannya juga. Maka, pada tahun 1869, Maria dan sekelompok suster meninggalkan Adelaide dan berangkat ke Brisbane. Kongregasi ini berkembang pesat, pada tahun 1871, mereka telah memiliki 130 suster yang berkarya di lebih dari 40 sekolah dan lembaga-lembaga amal kasih di seluruh Australia Selatan dan Queensland.

Cobaan; Ekskomunikasi dan Pengusiran

Uskup Adelaide, Mgr.Sheil, Kondisi kesehatannya sangat buruk dan berakibat pada krisis kepemimpinan di Keuskupannya. Terjadi pertengkaran diantara para klerus yang membuat umat menjadi terpecah-belah. Pater Woods bersilang pendapat dengan beberapa klerus tentang pendidikan. Mereka menganggap pater Woods tak mampu mengelola sekolah dalam Keuskupan Adelaide. Para imam yang tak puas ini mengadu kepada Uskup Sheil. Mereka juga menganggap cara hidup para suster sebagai kurang pantas bagi kaum religius. Pada umumnya para suster St.Joseph hidup sebagaimana kaum miskin hidup. Mereka turut mengalami suka duka hidup kaum miskin sementara mengajar anak-anak. Yang lain kurang senang melihat para suster St.Joseph mengemis di jalan-jalan demi menopang hidup mereka.

Uskup Sheil memerintahkan suatu komisi untuk menyelidiki kehidupan para suster. Sebagai hasil, komisi merekomendasikan untuk mengubah regula dengan menempatkan masing-masing biara di bawah wewenang imam setempat. Ini bertentangan dengan apa yang diperjuangkan Suster Maria selama ini. Maria berupaya menjelaskan gagasannya kepada Uskup, namun hasilnya adalah hukuman Ekskomunikasi atas dirinya pada bulan September 1871. Uskup Sheil beranggapan bahwa “Maria McKillop telah mendorong para suster untuk membangkang dan tidak taat pada uskup.”

Walaupun Konggregassi Suster St.Joseph tidak dibubarkan, namun sebagian besar sekolah asuhannya ditutup. Suster Mary dilarang berhubungan dengan siapapun di Gereja. Namun selama 19 minggu masa ekskomunikasi ini, dua orang imam Jesuit, Hinteroecker SJ, Tappeiner SJ secara diam-diam tetap memberi moeder Maria topangan dan dukungan rohani. Ekskomunikasi ini berakhir ketika menjelang ajalnya, uskup Sheil sadar akan situasi yang sebenarnya dan mencabut hukuman ekskomunikasi atas Suster Maria McKillop.

Setelah segala peristiwa sulit ini, Maria berupaya untuk mendapatkan persetujuan resmi atas Konggregasi Suster St.Joseph dari Vatikan. Ia lalu berangkat ke Roma pada bulan Maret 1873. Maria bertemu dengan Paus Pius IX yang segera mengenalinya sebagai seorang suster yang pernah diekskomunikasi atas karya kerasulannnya. Bapa Suci memberkatinya dan menyemangati Maria dalam karya dan misi selanjutnya.

Bulan Desember 1874, Maria tiba kembali di Australia bersama 15 postulan dari Irlandia dan surat persetujuan dari Bapa Suci atas konggregasi dan struktur regula yang telah ditetapkan Maria. Regula tersebut menyatakan bahwa Kongregasi Suster St.Joseph dipimpin oleh seorang superior Jenderal dan dewannya sendiri serta tidak berada dibawah otoritas keuskupan setempat. Dalam kapitel general yang diadakan pada bulan Maret 1875, Suster Maria dengan suara bulat dipilih sebagai Superior Jenderal.

Namun Uskup Queenland, Mgr. James Quinn, berkeberatan dengan keputusan dari Tahta Suci tersebut. Ia mengungkapkan penolakannya apabila suster-suster yang bekerja di wilayah keuskupannya bernaung di bawah otoritas pusat kongregasi. Ia menginginkan agar para suster harus berada di bawah otoritas keuskupan. Uskup Mattew Quinn dari Bathrust juga menghendaki hal yang sama. Sebagai akibatnya semua suster St.Joseph harus pindah dari Queensland dan Bathrust. Uskup Reynolds dari Adelaide (Australia Selatan) di mana biara pusat Konggregasi Susteran St.Joseph berada juga melayangkan surat pengusiran terhadap Maria dari keuskupannya.

Maria lalu meninggalkan Adelaide menuju Sydney. Di sana ia disambut baik oleh uskup Agung Vaughan. Maria melanjutkan karyanya dari Sydney dan berupaya semaksimal mungkin memberikan dukungan kepada suster-susternya di Australia Selatan. Pada tahun 1883, Uskup Agung Vaughan wafat dan digantikan Uskup Agung Moran. Pada tahun 1885, Pleno Dewan Uskup Australia menyampaikan rekomendasi ke Tahta Suci agar suster-suster St.Joseph hendaknya tunduk di bawah uskup setempat di mana mereka berkarya. Sebaliknya, suster Maria McKillop atas nama suster-suster St.Joseph juga mengajukan petisi ke Roma memohon kelangsungan pemerintahan pusat bagi kongregasi mereka.

Pada tahun 1887, terbit keputusan Tahta Suci yang memerintahkan dihapuskannya dekrit dari Dewan Uskup Australia itu. Selanjutnya pada tanggal 14 Juli 1888 Paus Leo XIII memaklumkan Konggregasi Susteran St.Joseph dari Hati Kudus sebagai suatu Kongregasi Kanonik dengan biara pusat di Sydney. Tahta Suci kemudian menunjuk Suster Bernard sebagai Superior Jenderal Konggregasi Susteran tersebut dengan masa jabatan selama sepuluh tahun.

Wafat, Beatifikasi dan Kanonisasi

Pada tahun 1899, Moeder Bernard wafat; Maria dipilih kembali secara bulat sebagai Moeder Superior Jenderal. Kesehatannya mengalami kemunduran dan pada tahun 1901 ia terserang stroke yang menyebabkan bagian kanan seluruh tubuhnya lumpuh. Sejak itu ia harus mengandalkan kursi roda untuk bergerak. Meski demikian, pikiran dan perkataannya senantiasa terang dan jelas seperti sediakala. Kendati cacat fisiknya, para suster tetap memilihnya kembali sebagai superior general pada tahun 1905. Posisi ini diembannya sampai akhir hayatnya.

Pada tanggal 8 Agustus 1909, Maria Mackillop tutup usia. Ia meninggalkan hiruk-pikik dunia ini untuk menerima ganjaran abadinya dalam Kerajaan Surga. Saat tutup usia, karya kerasulannya telah menghasilkan 750 orang biarawati, 106 biara, 12 Lembaga Sosial yang menaungi lebih dari 1000 orang miskin dan anak-anak terlantar serta 117 sekolah.

Pada tanggal 19 Januari 1995 Suster Maria dari salib dibeatifikasi oleh Paus Santo Yohanes Paulus II. Lima tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 19 Februari 2010, Paus Benediktus XVI memaklumkan kanonisasi beata Maria dari salib. Santa Maria Mackillop merupakan orang kudus pertama yang berasal dari Australia.

Arti nama

Maria = Versi Latin untuk nama Yunani Μαριαμ (Mariam) dan Μαρια (Maria). Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani : מִרְיָם (Miryam).
Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab Keluaran 15:20 (nama saudari Musa dan Harun).

Arti nama "Maria" tidak diketahui secara pasti.
Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti : "Pahit, Pedih, Lautan kepedihan, Lautan Kesedihan", dan "pemberontakan".
Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno : "mr" (cinta) atau: "mry" (kekasih, yang dicintai).

Santo Dominikus

Pengaku Iman · 1170-1221

Dominikus lahir pada tahun 1170 di Calaruega, Spanyol. Orangtuanya, Don Felix de Guzman dan Joana dari Aza dikenal sebagai bangsawan Kristen yang saleh dan taat agama. Joana ibunya kemudian dinyatakan Gereja sebagai 'beata'; kakaknya, Mannes dan Antonio mencurahkan hidupnya bagi Tuhan dan Gereja sebagai imam; dua orang keponakannya menjadi imam dalam ordo religius yang didirikannya, Ordo Dominikan. Mannes dikemudian hari digelari 'beato' karena kesucian hidupnya dan pengabdiannya yang tulus kepada Tuhan dan Gereja.

Masa kecil dan mudanya ditandai dengan kesucian dan semangat belajar yang tinggi. Pendidikan awalnya ditangani langsung oleh pamannya yang sudah menjadi imam. Dominikus kemudian melanjutkan studinya ke sekolah Katedral Palencia. Pada umur 24 tahun ia masuk biara di Osma dan tak lama kemudian ditabhiskan menjadi imam. Karier imamatnya dimulai di Osma didukung oleh doa kontemplatif yang sungguh mendalam. Doa kontemplatif ini yang melahirkan cinta yang tulus kepada umatnya. Karya apostoliknya dimulai sejak tahun 1203 ketika aliran bidaah Albigensianisme melancarkan serangan terhadap kebenaran iman Gereja. Waktu itu, Dominikus bersama uskupnya, Diego d'Azevido sedang dalam perjalanan ke Denmark untuk melaksanakan suatu misi diplomatik bagi Raja Alfonso IX (1188-1230).

Albigensianisme, yang lahir pada awal abad ke-13 di kota Albi, Prancis Selatan ini, merongrong ajaran iman yang benar. Aliran ini mengajarkan bahwa segala yang jasmani itu jahat. Ajaran Gereja tentang Tritunggal MahaKudus, peristiwa penjelmaan dan Penebusan umat manusia dalam Pribadi Yesus Kristus diingkarinya; juga semua sakramen, ibadat dan apa saja yang merupakan ungkapan iman Gereja ditolak. Karena sangat fanatik, para penganut aliran sesat ini tanpa segan merusak gereja-gereja dan biara, menghancurkan gambar-gambar kudus dan salib. Segala hubungan antara Gereja dan Negara ditiadakan. Mereka sangat terampil dalam menyebarkan ajarannya sehingga menarik begitu banyak umat menjadi pengikut. Terdorong oleh desakan batin untuk memberantas pengaruh jahat aliran sesat ini, Dominikus mendapat ilham untuk mendirikan sebuah tarekat religius yang lebih memusatkan perhatian pada soal Pewartaan Sabda. Ordo religius Dominikus ini kemudian lazim dikenal dengan nama 'Ordo Praedicatorum' atau 'Ordo para Pengkhotbah'.

Pada pertengahan musim panas pada tahun 1206, seusai urusan diplomatik di Denmark dan kunjungan ke Roma, Dominikus bersama Uskup Diego kembali ke Spanyol. Di Montpellier, Prancis Selatan, mereka bertemu dengan para pengkhotbah utusan Paus yang mulai putus asa dalam mengemban tugas memberantas pengaruh ajaran aliran sesat Albigensianisme. Mereka berniat meninggalkan hidup biaranya karena gagal dalam tugas pewartaannya. Banyak faktor membuat mereka gagal: para bangsawan yang merupakan orang kepercayaan masyarakat sudah mengikuti aliran sesat itu; jumlah imam sangat sedikit dan tidak disiapkang dengan baik dalam hal cara mewartakan Injil, padahal para pewarta ajaran sesat itu sangat terampil dalam menyebarkan ajarannya; faktor kegagalan yang lain datang dari kalangan Uskup Prancis Selatan itu sendiri. Mereka acuh tak acuh terhadap bahaya yang menggoncang ajaran iman yang benar, dan lebih getol dalam hal-hal duniawi.

Menghadapi keputusasaan para utusan Paus, Uskup Diego dan Dominikus menasehati mereka untuk terus mewartakan Injil Kristus meskipun banyak rintangannya. Mereka dinasehati agar meniru teladan para Rasul dalam pewartaan Injil; memasuki pelosok-pelosok dengan berjalan kaki tanpa membawa uang dan makanan, dan bergaul rapat dengan rakyat yang sudah sesat. Diego dan Dominikus dengan setia menemani mereka dalam kegiatan pewartaan itu. Hasil yang dicapai cukup lumayan, meskipun masih ada juga kegagalan. Uskup Diego dan Dominikus serta Uskup Fulk dari Tolouse, Prancis Utara terus mendampingi para pewarta dalam perjuangan besar memberantas pengaruh jahat Albigensianisme.

Pada tahun 1214, Dominikus mendiskusikan bersama rekan-rekannya rencana mendirikan sebuah tarekat religius. Rencana ini didukung dan mulai dilaksanakan tahun berikutnya bersamaan dengan pemberian hadiah sebuah rumah besar oleh Petrus Seila dari Tolouse. Uskup Fulk memberi restunya.

Pandangan hidup yang dianut Ordo Dominikan, yang dikenal dengan nama 'Ordo Predicatorum' atau 'Ordo Pengkhotbah' ini merupakan sesuatu yang belum dikenal pada masa itu. Dominikus menggabungkan corak hidup kontemplatif dengan kehidupan aktif: mewartakan Injil di luar biara, kerja tangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, belajar dan lain-lain. Misinya sungguh-sungguh merupakan sesuatu yang baru, karena pada masa itu hal pewartaan adalah tugas khas pada Uskup. Dengan kekhasan ini, Dominikus bermaksud memberikan Gereja suatu Ordo Religius Imam yang berbobot dan handal.

Restu atas berdirinya Ordo Dominikan ini diperoleh ketika Dominikus bersama Uskup Fulk mengikuti Konsili Lateran IV di Roma pada tahun 1215. Sri Paus Innocentius III (1198-1216) berjanji meneguhkan ordo itu apabila Dominikus sudah memiliki suatu aturan hidup membiara yang terbukti ampuh dan sebuah gereja sebagai tempat Misa Kudus dan upacara lainnya. Kedua tuntutan Paus ini akhirnya terpenuhi. Dominikus bersama rekan-rekannya sepakat memilih aturan hidup Santo Agustinus dan menyusun konstitusi ordo mereka. Uskup Fulk mempercayakan gereja Santo Romanus di Tolouse kepada Dominikus. Di samping gereja itu, Dominikus mendirikan rumah biaranya yang pertama.

Kekhasan Ordo Dominikan ini diperkuat oleh suatu pengalaman mistik. Ketika berdoa di Basilik Santo Petrus di Roma, Dominikus mengalami penglihatan berikut: Santo Petrus dan Paulus mendatangi Dominikus. Petrus menyerahkan kepadanya sebuah kunci, dan Paulus memberinya sebuah buku. Kepadanya Petrus dan Paulus berkata: "Pergilah dan wartakanlah Injil, karena engkau telah ditentukan Allah untuk misi pelayanan itu". Kecuali itu, dalam penglihatan itu pun Dominikus menyaksikan para imamnya mewartakan Injil ke seluruh dunia.

Di Prancis Selatan sendiri, karya pewartaan itu sulit sekali dilaksanakan karena kerusuhan politik dan militer. Karena itu, Dominikus memutuskan untuk mewartakan Injil di wilayah Eropa lainnya seperti Spanyol dan Paris sembil tetap menggalakkan pewartaan di Tolouse dan Prouille. Dari wilayah-wilayah itu, Dominikus mulai melancarkan misi universal ordonya ke berbagai daerah.

Untuk mempertegas ciri khas ordonya, Dominikus mengundang imam-imamnya untuk membicarakan berbagai hal penting seperti pendidikan para imam Dominikan, kegiatan pewartaan, kepemimpinan ordo dan penghayatan kaul kemiskinan. Oleh imam-imamnya, Dominikus sendiri diangkat sebagai pemimpin ordo pertama. Ia pun diangkat sebagai pemimpin misi kePausan di Lombardia tatkala umat di wilayah itu diresahkan oleh ajaran sesat. Bersama Kardinal Egolino, Dominikus melancarkan perlawanan gencar terhadap berbagai ajaran sesat. Pekerjaan di Lombardia sangat menguras tenaganya.

Dominikus meninggal dunia di Bologna pada tanggal 6 Agustus 1221 setelah menderita sakit keras. Kesucian Dominikus sungguh luar biasa. Ia seorang pendoa yang merasakan benar makna kehadiran Allah. Tentang dirinya, rekan-rekannya berkata: "Ia terus berbicara dengan Tuhan dan tentang Tuhan; siang hari ia bekerja bagi sesamanya, dan malam hari ia berkontak dengan Tuhan". Sebelum meninggal ia berpesan: "Tetaplah teguh dalam cinta kasih dan kerendahan hati, dan jangan tinggalkan kemiskinan!"

Santo Hormisdas

Martir

Pada masa kejayaan Kerajaan Sasanid di Persia selama 4 abad, seni dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan dan kemajuan yang luar biasa. Demikian juga agama yang dijadikan agama nasional yang sangat berkembang, sedangkan agama Kristen dihambat sedapat mungkin. Pada abad ketiga, Raja Bahram mengalahkan Chosroes II dan dengan kejam melancarkan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Raja ini suka mengorbankan manusia. Untuk itu ia tidak segan-segan memilih korbannya di antara orang-orang Kristen. Hormisdas menjadi salah satu orang pilihan untuk dijadikan korban persembahan.

Ia adalah bangsawan turunan raja dari dinasti Achemenid. Sesudah disuruh datang ke istana, ia dipaksa meninggalkan imannya dan memeluk agama nasional. Sebagai seorang pangeran yang berani, Hormisdas menjawab: "Jikalau aku lakukan apa yang engkau perintahkan, maka aku menghina Tuhanku dan melanggar hukumNya. Siapa pun saja yang tidak mematuhi perintah-perintah Tuhan, tentu saja kesetiaannya kepada raja akan kendor, karena raja adalah seorang manusia biasa. Jika orang yang melanggar perintah raja dijatuhi hukuman mati, bagaimana nasib manusia yang berani melawan Allah?"

Mendengar kata-kata Hormisdas ini, raja naik darah dan menyuruh membelenggu Hormisdas. Harta miliknya disita. Ia ditugaskan menjaga kuda-kuda perang dan membersihkan kadang kuda itu. Meskipun mengalami penderitaan hebat, Hormisdas tidak bersedia menyangkali imannya. Oleh karena itu, ia dihukum mati.

Santo Largus

Martir · wafat ± 303

Santo Largus bersama santo Smaragdus adalah pembantu santo Siriakus. Mereka ditugaskan melayani para tahanan kristen yang dihukum kerja paksa membangun pemandian umum di kota Roma (Bath of Diocletian).

Suatu saat mereka tertangkap dan dipenjarakan. Namun beberapa waktu kemudian mereka dilepaskan setelah (menurut legenda) Santo Siriakus menyembuhkan putri Kaisar Diokletianus bernama Artemisa yang kerasukan setan. Artemisa bersama ibunya, Serena, kemudian dibabtis menjadi Kristen.

Ketika Kaisar Maximianus Herculeus naik tahkta, Siriakus, Largus dan Smaragdus ditangkap lagi dan dihukum mati bersama sekelompok martir Kristen yang tidak tercatat namanya.

Arti nama

Largus = Murah Hati (Latin)

Santo Siriakus

Largus dan Smaragdus, Martir · wafat ± 303

Siriakus adalah seorang diakon di kota Roma. Ia ditugaskan melayani orang-orang miskin dan orang-orang serani yang dihukum kerja paksa. Dalam melaksanakan tugas ini, ia dibantu oleh dua orang rekannya, Largus dan Smaragdus. Pada suatu hari mereka ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi kemudian mereka dilepaskan lagi karena Siriakus menyebuhkan anak Kaisar Diokletianus.

Ketika Kaisar Maksimianus naik tahkta, Siriakus dengan kedua temannya ditangkap lagi dan dijatuhi hukuman mati karena tidak besedia meninggalkan imannya. Jenazah mereka dikuburkan di pinggir jalan ke Ostia.

Santo Smaragdus

Martir · wafat ± 303

Santo Smaragdus bersama santo Largus adalah pembantu santo Siriakus. Mereka ditugaskan melayani para tahanan kristen yang dihukum kerja paksa membangun pemandian umum di kota Roma (Bath of Diocletian).

Suatu saat mereka tertangkap dan dipenjarakan. Namun beberapa waktu kemudian mereka dilepaskan setelah (menurut legenda) Santo Siriakus menyembuhkan putri Kaisar Diokletianus bernama Artemisa yang kerasukan setan. Artemisa bersama ibunya, Serena, kemudian dibabtis menjadi Kristen.

Ketika Kaisar Maximianus Herculeus naik tahkta, Siriakus, Largus dan Smaragdus ditangkap lagi dan dihukum mati bersama sekelompok martir Kristen yang tidak tercatat namanya.

Arti nama

Smaragdus = Zambrud / Emerald (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari