Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba." Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Refren: Kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Alleluya, alleluya.
Rabi, Engkau anak Allah, Engkau Raja orang Israel.
Alleluya, alleluya.
Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret." Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para rasul.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Iman para Bapa kami! iman dan doa
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.
AntifonSuara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.
Antifon 2Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Mazmur 63 (64)
Doa memohon pertolongan melawan musuh
jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.
AntifonMereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.
Antifon 3Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.
Mazmur 96 (97)
Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia
biarlah semua pulau bergembira.
AntifonKekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.
Responsorium Yohanes 15:15; Matius 13:11, 16
Responsorium 1Kor 1:23-24; 2Kor 4:8a; Rm 8:37
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya)
Mazmur 62
Antifon 1Inilah perintahKu, supaya kamu saling mencintai seperti Aku sudah mencintai kamu, (M.P. Alleluya)
Antifon 2Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya)
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tidak ada cinta yang lebih besar dari pada cinta seorang yang menyerahkan nyawa untuk sahabatnya, (M.P. Alleluya)
Antifon 3Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya)
Mazmur 149
Antifon 3Kamu sungguh sahabatKu, jikalau kamu melaksanakan yang Kuperintahkan kepadamu, (M.P. Alleluya)
Bacaan Singkat (Ef 2,19-20)
Lagu Singkat
Antifon KidungPada batu dasar Yerusalem surgawi tertulis nama keduabelas rasul, dan Anakdomba sendirilah terang cahayanya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPada batu dasar Yerusalem surgawi tertulis nama keduabelas rasul, dan Anakdomba sendirilah terang cahayanya.
Doa Permohonan
℟. KepadaMu paduan para rasul bersyukur, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab para rasul telah menyampaikan kepada kami perjamuan tubuh dan darah Kristus,* yang memuaskan dan menyegarkan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena para rasul telah menyediakan bagi kami santapan sabda,* yang menerangi dan menggembirakan kami. ℟.
Terpujilah Engkau karena Gereja kudus telah Kaudirikan atas para rasul,* dan kami kaupersatukan menjadi satu umat. ℟.
Terpujilah Engkau sebab Engkau telah mempercayakan kepada para rasul pembaptisan dan pengampunan dosa,* yang menyucikan kami dari segala kejahatan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 8. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 1Sabda Tuhan menyenangkan hati dan menerangi mata.
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Mazmur 7 I
Antifon 2Tuhan akan bangkit untuk merajai bangsa-bangsa dengan adil.
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Mazmur 7 II
Antifon 3Allah hakim yang adil dan kuat, penyelamat orang yang tulus hati.
Bacaan singkat Kis 3,12a.14
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 17b. 18a. 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Antifon 2Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).
Mazmur 125 (126)
Antifon 2Aku berada di tengahmu sebagai pelayan, (M.P. Alleluya).
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Kidung Ef 1,3-10
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungPada akhir dunia, bila Putera manusia duduk di atas takhta kerajaanNya, kamupun akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPada akhir dunia, bila Putera manusia duduk di atas takhta kerajaanNya, kamupun akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi. ℟.
Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya. ℟.
Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Miroslav Bulešić
Beato Miroslav Bulešić lahir pada tanggal 13 Mei 1920 di Čabrunići sebuah desa di Istria, Kroasia (pada masa itu Istria adalah wilayah Kerajaan Italia dibawah Raja Victor Emmanuel III). Ayah dan ibunya, Miha Bulešić dan Lucija Butković adalah pasangan katolik yang saleh. Mereka selalu memperhatikan kehidupan rohani Miroslav dan empat orang saudara-saudarinya : Maria, Lucija, Zora dan Beppo. Miroslav kecil mendapat pelajaran agama dari kedua orang tuanya dan ia diketahui mempelajari iman Katolik melalui sebuah buku rohani yang ditulis sesuai dengan kultur rakyat Kroasia hasil karya Uskup Juraj Dobrila.
Pada tahun 1930, saat baru berusia 10 tahun, Miroslav sudah bercita-cita untuk menjadi seorang imam. Untuk itu ia berangkat ke Alojzjevišče di Gorica pada tahun 1931 untuk memulai studinya di Seminari. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Seminari Rendah pada tahun 1936 dan Seminari Menengah pada tahun 1939. Setelah lulus dari Seminari Menegah, Pater Ivan Pavić, pembimbing rohaninya menuliskan surat rekomendasi dengan menyebutkan Miroslav sebagai seorang seminaris yang "bijaksana, jujur, saleh dan baik". Pada musim gugur 1939, Uskup Poreč-Pula Trifone Pederzolli mengirimnya ke Roma untuk melanjutkan studinya di Universitas Kepausan Gregoriana (Pontifica Università Gregoriana), atau yang dikenal dengan sebutan : Gregorianum.
Pontifica Università Gregoriana adalah Universitas Kepausan di Roma, Italia, yang didirikan oleh Santo Ignasius Loyola pada tahun 1551. Universitas ini adalah Sekolah Tinggi Jesuit yang pertama dan memiliki fakultas-fakultas dan institusi-institusi di berbagai jurusan dalam bidang Teologi dan kemanusiaan. Saat ini Universitas Kepausan Gregoriana memiliki Departemen teologi terbesar di dunia, dengan lebih dari 1600 mahasiswa yang berasal dari 130 lebih negara.Frater Miroslav tinggal di Roma untuk belajar Filsafat dan Teologi sejak tahun 1939 sampai tahun 1943. Selama Perang Dunia II berkecamuk; Uskup Agung Zagreb, Alojzje Viktor Stepinac banyak memberinya bantuan finansial selama masa studinya di Gregoriana. Pada tanggal 31 Oktober 1942 dia ikut hadir di lapangan Basilika Santo Petrus saat Paus Pius XII mengumumkan Devosi dunia pada Hati Maria yang Tak Bernoda (The Immaculate Heart of Mary).
Studinya selesai pada awal musim semi tahun 1943 dan Miroslav dipanggil Uskupnya kembali ke Kroasia untuk dapat ditahbiskan menjadi imam. Ia ditahbiskan di Istria pada tanggal 11 April 1943 oleh uskupnya Raffaele Mario Radossi di Gereja paroki Svetvinčenat. Kedua orang tua serta saudara-saudarinya turut hadir dalam misa pentahbisan dan menangis dalam kebahagiaan. Pater Miroslav Bulešić lalu merayakan misa pertamanya dua minggu kemudian pada tanggal 26 April 1943 di tanah kelahirannya Istria, di paroki tempat dimana ia dulu dibabtis.
Imam muda ini kemudian ditugaskan di paroki Baderna pada musim gugur 1943 di mana pasukan Komunis dan pasukan Fasis tengah berperang satu sama lain. Dua tahun kemudian ia dipindahkan ke tempat yang lebih aman di paroki Kanfanar. Pater Miroslav Buleši dikenal sebagai seorang pemberani dan tak kenal takut namun ia dianggap sebagai ancaman oleh otoritas Komunis di Istria yang saat itu menjadi wilayah Republik Federal Yugoslavia, sebuah negara Komunis yang terbentuk pasca berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Kehadiran Pater Miroslav Buleši membangkitkan kembali kehidupan umat beriman di paroki. Ia memperkenalkan adorasi kepada Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria di paroki, mendorong umat untuk selalu berdoa rosario bersama-sama, dan lebih sering menerimakan sakramen ekaristi dan sakramen tobat bagi anak-anak.
Pemerintah Komunis yang ingin mencegah perkembangan kehidupan rohani berupaya mencegah rakyat Kroasia menghadiri Upacara misa di Gereja dengan memperkenalkan pernikahan sipil dan pemakaman sipil yang dapat dilaksanakan tanpa kehadiran imam. Namun umat tidak peduli. Mereka tetap menghadiri misa di Gereja untuk mendengarkan homili dari pater Miroslav Bulešic, imam kesayangan mereka.
Pada tahun 1946 beberapa pemuka partai Komunis mengamati umat yang berbondong-bondong datang mengikuti misa yang dipersembahkan oleh Pater Miroslav. Umat dengan setia mendengarkan kotbah pater Miroslav yang penuh semangat dan berapi-api, serta dengan tertib mengikuti upacara liturgi sampai selesai. Dikemudian hari para Komunis yang menyaksikan pengaruh besar Miroslav memutuskan bahwa imam kharismatis ini harus dilenyapkan bila mereka ingin memperoleh kontrol penuh atas rakyat di wilayah Kroasia.
Rezim Komunis Yugoslavia mulai melakukan pendekatan pada pater Miroslav dan memintanya untuk kembali ke Italia. Ia menolak dengan berkata : " Ada kebutuhan yang lebih besar untuk para imam di sini ". Hal ini membuat namanya tercantum dalam daftar orang-orang yang diawasi oleh pemerintah Komunis. Umat paroki dan para kerabatnya yang khawatir menasihatinya untuk berhati-hati dan mengungsi ke Italia. Namun ia menolak dan tetap bekerja seperti biasa.
Pada tahun 1946 pater Miroslav diangkat menjadi guru dan wakil kepala sekolah di Seminaris di Pazin. Di awal bulan Maret 1947 dengan berani Miroslav mengembalikan sebuah salib besar ke tempat asalnya di atrium Seminari setelah sebelumnya dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal. Seiring waktu berlalu, intimidasi terhadapnya semakin sering terjadi. Jelas baginya bahwa dia telah ditargetkan untuk dilenyapkan. Dimasa-masa itu ia kerap mengatakan kepada para siswa seminari bahwa untuk menjadi seorang imam Kristus, Kesediaan untuk menumpahkan darah demi iman adalah atribut yang harus dimiliki seorang imam. Pada akhir Juni 1947 pater Miroslav menulis dalam jurnalnya : "Jika itu kehendak-MU, aku ingin datang kepada-MU sesegera mungkin".
Pada 19 Agustus 1947, ia mendampingi delegasi Monsignor Jakob Ukmar dalam kunjungan ke beberapa paroki seperti di paroki Buzet pada tanggal 23 Agustus dan merayakan satu misa disana. Ditengah perayaan misa, tentara Komunis memasuki Gereja dan berusaha menghentikan upacara liturgi. Mereka mengusir umat keluar gereja, menduduki altar dan berupaya menghancurkan tabernakel. Pater Miroslav berhasil menghadang mereka dan mempertahankan tabernakel tersebut. Wajahnya pucat namun dengan tenang imam ini berkata : "Kalian baru bisa mencapainya setelah melangkahi mayat saya". Para pengacau menjadi gentar dan beranjak pergi. Sebelum meninggalkan paroki para komunis menanyakan apakah ia takut datang ke Lanišće.?. Miroslav terkejut karena mereka telah mengetahui jadwal kegiatannya. Dengan ambigu ia menjawab : “Anda hanya bisa mati satu kali ”.
Ia tetap melanjutkan kunjungannya ke Lanišće pada tanggal 24 Agustus 1947. Setelah selesai mempersembahkan misa ia bersama Monsignor Jakob Ukmar beristirahat di rumah paroki. Sekitar pukul 11:00 pagi beberapa pendukung Komunis menyerbu rumah paroki dan mencarinya. Mereka menemukannya didekat pintu lalu menikamnya dengan pisau berkali-kali di bagian lehernya hingga ia rebah di lantai. Monsignor Jakob Ukmar menyelamatkan diri ke kamar tidur namun ia dikejar dan dipukuli sampai babak-belur bersimbah darah. Para penyerangnya mengira ia telah tewas dan meninggalkannya menggeletak dalam genangan darahnya. Dalam sakratul maut, hamba Tuhan Miroslav Bulešić dua kali berseru : "Yesus, ambillah jiwaku!" sebelum ia menutup matanya dan kembali ke rumah Bapa di Surga.
Awalnya ia dimakamkan di Lanišće sampai pada tahun 2003. Makamnya sekarang berada di Gereja Svetvinčenat, Kroasia. Ia di Beatifikasi oleh Paus Fransiskus pada tanggal 28 September 2013 di Istria Kroasia. Misa beatifikasi dipimpin oleh Kardinal Angelo Amato SDB, Prefek Congregatio de Causis Sanctorum (The Congregation for the Causes of Saints atau Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa) dengan didampingi oleh Uskup Agung Belgrade Mgr.Stanislav Hočevar.
Arti nama
Miroslav = "Kedamaian", "Keagungan"
Diturunkan dari Elemen bahasa Slavia : Miru (damai), dan Slava (Kemuliaan)
Santa Emilia de Vialar
Anna Marguerite Adelaide Emilia de Vialar lahir di Gaillac, Prancis pada tahun 1797. Pada masa mudanya, Emilia belajar di Paris. Setelah menyelesaikan studinya, ia memilih berkarya diantara orang-orang sakit dan miskin. Karyanya ini didukung oleh keuangan dan dorongan moril dari kakeknya Baron de Portal, seorang dokter yang mengabdi Raja Prancis, Louis XVIII dan Charles X. Sebaliknya ia mendapat tantangan yang cukup hebat dari orangtuanya. Ayahnya memaksa dia menikah dengan seorang pemuda pilihan yang disukai keluarganya. Emilia yang memilih hidup tak menikah, menjauhkan diri dari orangtuanya.
Sepeninggal kakeknya Baron de Portal, Emilia membeli sebuah rumah dengan uang warisan yang diterima dari kakeknya. Di rumah itu, ia mulai merintis pendirian Kongregasi Suster-suster Santo Yusuf bersama 10 orang calon. Tarekat religius baru ini mengabdikan diri dibidang pewartaan orang-orang sakit dan pelayanan orang miskin, pendidikan kaum muda dan karya misi. Pendirian Kongregasi ini direstui Tahkta Suci dan disahkan pada tahun 1835. Tarekat ini berkarya di Balkan, Afrika, Timur Dekat, Burma dan Australia. Emilia meninggal dunia pada tanggal 24 Agustus 1856, dan dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1951.
Santo Bartolomeus
Bartolomeus berarti ‘Anak Tolmai’. Ada semacam keragu-raguan tentang nama rasul ini; apakah itu nama sesungguhnya dari rasul Bartolomeus, ataukah sekedar dipakai sebagai nama tambahan untuk menunjukkan bahwa dia adalah anak Tolmai. Rasul Yohanes dalam Injilnya tidak mengatakan apa-apa tentang rasul yang disebut Bartolomeus itu. Yohanes hanya menulis tentang seseorang yang dinamakan Natanael, sahabat karib Filipus yang kemudian mengikuti Yesus (Yoh 1: 45-51). Atas dasar ini, banyak sejarahwan dan ahli Kitab Suci menyimpulkan bahwa kedua nama itu, Bartolomeus dan Natanael, menunjuk pada orang yang sama. Kemungkinan Bartolomeus pun adalah sahabat karib Yohanes.
Dalam perjanjian baru, nama Bartolomeus ditemukan pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 10:3, Markus 3:18 dan Lukas 6:14, dan didalam Kisah Para Rasul 1:13. Ia bukanlah seorang nelayan seperti empat rasul lainnya: Andreas, Yohanes, Simon dan Filipus, yang berasal dari Betsaida dan dikenal sebagai nelayan tasik Genesareth. Ia seorang petani, karena berasal dari Kana, sebuah kampung yang cukup jauh dari tasik Genesareth. Lagipula nama ayahnya ‘Tolmai’ berarti ‘petani’. Dua alasan itu diperkuat lagi oleh peristiwa pertemuannya dengan Filipus di kebunnya dibawah pohon ara (Yoh 1:45-51).
Yohanes dalam injilnya menggambarkan Bartolomeus sebagai seorang yang jujur dan tulus, bahkan oleh Yesus dia disebut ‘Orang Israel sejati’, yang kemudian menjadi murid setiawan Yesus. Pada peristiwa penampakan Yesus kepada 7 orang rasulNya di tepi danau Tiberias, Natanael juga hadir menyaksikan peristiwa itu. Pada hari Pentekosta, oleh kekuatan Roh Kudus, Bartolomeus menjadi salah satu pendekar Gereja yang mewartakan Injil ke berbagai tempat.
Eusebius, sejarahwan Gereja dari Kaesarea (260-340), dalam bukunya ‘Historia Ecclesiastica’, menceritakan bahwa Bartolomeus menjadi pewarta Injil Kristus dibelahan dunia timur. Santo Hieronimus (340-420), pelanjut karya Eusebius, mengisahkan bahwa Pantaenus Aleksandria, ketika mewartakan Injil di India pada awal abad ketiga, menemukan bukti-bukti kuat tentang karya misioner rasul Bartolomeu. Kepada Pantaenus, orang-orang India menunjukkan satu salinan Injil Mateus yang ditulis dalam bahasa Ibrani untuk membuktikan bahwa mereka (orang-orang India) telah diajar oleh Bartolomeus kira-kira satu setengah abad yang lalu. Hieronimus selanjutnya menjelaskan bahwa Pantaenus kemudian membawa salinan Injil Mateus itu ke Aleksandria.
Catatan-catatan Gereja lainnya tentang periode ini berbicara tentang Bartolomeus yang mewartakan Injil di Hierapolis, Asia Kecil. Di sana Bartolomeus berkarya bersama-sama dengan Filipus. Sepeninggal Filipus dan pembebasannya dari penjara, Bartolomeus mewartakan Injil di provinsi Likaonia, Asia Kecil.
Bangsa Armenia pun menyebut Bartolomeus sebagai rasul mereka. Mereka mengatakan bahwa Bartolomeus-lah orang yang pertama yang menobatkan mereka hingga mati sebagai martir Kristus di Albanopolis, tepi Laut Kaspia, pada masa pemerintahan Astyages, Raja Armenia. Selain berkarya diantara orang-orang Armenia, Bartolomeus juga berkarya di Mesopotamia, Mosul (Kurdi, Irak), Babilonia, Kaldea, Arab dan Persia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari