Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
"Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya."
Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikian pula para pegawainya, seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat Tuhan mengaruniakan martabat. Janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah. Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan, dan uang.
Refren: Ref. Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.
(Mzm 101:1ac.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13)
Ya, Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum-Mu. Aku hendak hidup tanpa cela. Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku, hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.
Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia, supaya mereka tinggal bersama aku. Orang yang hidup dengan tidak bercela akan mendukung aku.
Orang yang melakukan tipu daya, tidak akan diam dalam rumahku. Orang yang berbicara dusta tidak bertahan di bawah pandanganku.
"Berlakulah sebagai orang yang merdeka. "
Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan untuk mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetap hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!
Alleluya, alleluya.
Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.
Alleluya, alleluya.
"Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Sekali peristiwa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka Ia lalu berkata, "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu!" Mereka membawa suatu dinar kepada Yesus. Maka Yesus bertanya kepada mereka, "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka, "Gambar dan tulisan kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka, "Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."
Inilah Injil Tuhan kita!
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan yang sudah membebaskan kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Jiwaku memuliakan Tuhan
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Betapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Mazmur 72 (73)
Mengapa orang baik banyak mengalami kesukaran?
Berbahagialah orang yang tidak kehilangan iman kepada-Ku (Matius 11:6).
AntifonBetapa baiknya Allah Israel bagi orang yang tulus hati!
Antifon 2Tawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
AntifonTawa mereka akan berubah menjadi tangisan, kegembiraan mereka menjadi kesedihan.
Antifon 3Mereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
AntifonMereka yang menjauh dari-Mu akan binasa; sukacitaku adalah tetap bersama-Mu, ya Allahku.
Responsorium Hosea 14:5; Yoel 3:21
Responsorium Yesaya 53:5; 1 Petrus 2:24
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.
Mazmur 62
Antifon 1Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.
Antifon 2Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.
Dan 3,57-88.56
Tanpa 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.
Antifon 3Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Bacaan Singkat (Gal 5,13-15.26;6, 10)
Lagu Singkat
Antifon KidungSegala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSegala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk kepada atasannya, dan barang siapa menentang kuasa itu, ia menentang Allah.
Doa Permohonan
℟. Terangilah umatMu, ya Tuhan.
Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus,* semoga kami mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan keadilan dan cinta kasih. ℟.
Tuhan, pemersatu umat manusia, Engkau telah menghimpun kami dalam umatMU dan membebaskan kami dari kuasa kegelapan,* semoga kami memupuk kesatuan dan kerukunan dalam keluarga kami dan dalam seluruh bangsa kami. ℟.
Tuhan, pemberi hikmat dan kebijaksanaan, Engkau menerangi hati manusia dengan kebenaranMu, dan membebaskan kami dari jerat dosa dan kejahatan,* semoga kami mendukung usaha para wakil rakyat kami untuk menciptakan suatu masyarakat yang sungguh adil dan makmur. ℟.
Tuhan, pencipta damai dan kesejahteraan, Engkau telah menerbitkan fajar harapan baru bagi umatMu dalam membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan,* semoga kami tetap memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap orang, juga kalau fajar harapan yang segar menjadi siang kenyataan yang panas terik. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Lv 20, 26)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Antifon 1Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.
Mazmur 122 (123)
Antifon 1Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.
Antifon 2Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.
Mazmur 123 (124)
Antifon 2Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa di remukkanNya, tetapi para lemah diberiNya kekuatan.
Antifon 3Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Mazmur 124 (125)
Antifon 3Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluya.
Bacaan singkat Rom 8,19.21.23
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Bar 4, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.
Mazmur 121 (122)
Antifon 1Aku memperhatikan kesengsaraan umatKu. Maka mereka Kaubebaskan dan Kuhantar ke tanah yang mengalirkan susu dan madu.
Antifon 2Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Lihatlah, kusediakan seluruh tanah ini bagimu. Paergilah dan milikilah sebagai tanah airmu.
Antifon 3KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.
Ef 1,3-10
Antifon 3KerajaanKu adalah kerajaan abadi, dan kekuasaanKu bertahan turun temurun.
Bacaan Singkat (1Ptr 1,13-14.16-17)
Antifon KidungKalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKalau Putera membebaskan kamu, niscaya kamu sungguh bebas, sabda Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Terpujilah Engkau, Ya Tuhan yang mahaesa.
Tuhan Allah kami, Engkaulah Allah dan tiada Allah selain dikau, ya pencipta semesta alam,* dampingilah tanah air kami dan semua penduduknya, agar kami tetap mengakui Engkau sebagai dasar hidup kami. ℟.
Bapa yang mahamurah, Engkau telah menunjukkan cinta kasih dan peri kemanusiaanMu kepada kami dalam PuteraMu Yesus Kristus,* bantulah kami menjunjung tinggi keadilan serta perikemanusiaan yang beradab dan sopan. ℟.
Bapa yang mahaluhur, Engkau telah mempersatukan kami dalam Kristus, pengantara kami dihadapan hadiratMu,* bukakanlah hati kami agar tetap bersedia memperhatikan pendapat orang lain dalam permusyawaratan yang bijaksana. ℟.
Bapa yang mahabaik, Engkau telah memberi kami tanah air yang luas dan subur serta kekayaan alam sebagai milik kami bersama,* doronglah kami agar bekrja giat dan rajin untuk menciptakan keadilan sosial bagi setiap anggota keluarga di Indonesia. ℟.
Bapa yang mahamulya, Engkau tidak menciptakan maut dan tidak berkenan melihat kematian,* ingatlah saudara kami yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak azasi manusia, dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Beatrix da Silva de Meneses
Santa Beatrix da Silva de Meneses semula diduga lahir di koloni Portugis di Ceuta Maroko Afrika Utara, di mana ayahnya pernah bertugas sebagai pejabat militer. Namun penelitian modern telah menetapkan bahwa Santa Beatrix, pada kenyataannya, lahir pada tahun 1424 di Kastil Campo Maior di Alentejo Portugal. Ayahnya adalah Rui Gomes da Silva, gubernur pertama Campo Maior setelah Reconquista (pembebasan semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) dari pendudukkan bangsa Moor), dan ibunya bernama Isabella de Menezes, putri dari Dom Pedro de Menezes, gubernur pertama Villa Real setelah Reconquista. Salah seorang saudara Beatrix kelak juga menjadi seorang kudus, yaitu Beato Amadeus dari Portugal.
Putri Beatrix dibesarkan di kastil Pangeran João, Condestável de Portugal yang ketiga (yang pertama adalah Santo Nuno de Santa Maria Alvares Pareira). Pada tahun 1447, Beatrix menemani putri pangeran João yang bernama Isabella, yang berangkat ke Castille untuk menikah dengan Raja João II de Castille. Pernikahan ini menjadikan putri Isabella sebagai Ratu Castille dan Leon. Beatrix menjadi seorang pendamping dan sahabat karib ratu Isabella.
Namun kecantikan puteri Beatrix yang luar biasa membangkitkan rasa cemburu dalam hati sang ratu. Dengan berbagai tuduhan palsu, ia menjebloskan Beatrix ke dalam penjara. Selama penahanan ini, Beatrix mengalami penampakan dari Bunda Maria, yang memintanya untuk mendirikan sebuah Ordo Religius yang khusus menghormati Bunda Maria Immaculata (Maria yang dikandung tanpa noda). Berkat campur tangan yang nyata dari Bunda Maria, Beatrix dibebaskan dari segala tuduhan dan namanya dipulihkan dengan kehormatan yang besar.
Setelah bebas dari tahanan, Beatrix meninggalkan istana Castille dan mengungsi kesebuah biara susteran Dominikan di Toledo. Ia tinggal dalam biara ini selama tiga puluh tujuh tahun, namun tetap menjadi seorang selibat awam. Ia bukan seorang biarawati; namun demikian ia mejadi contoh kesempurnaan kehidupan rohani. Selangkah demi selangkah ia merintis jalan untuk mendirikan sebuah Tarekat Religius baru sesuai permintaan Bunda Maria kepadanya.
Pada tahun 1489, Beatrix bersama dengan dua belas orang teman yang memiliki semangat yang sama, pindah ke sebuah istana kecil di Toledo yang dihadiahkan oleh Ratu Isabella. Sang Ratu yang telah menyesali segala perbuatannya kepada Beatrix, kini beralih menjadi seorang pendukung Beatrix yang setia.
Atas ijin dari Paus Innocentius VIII, Beatrix menulis Anggaran Dasar dari Tarekat Susteran yang akan didirikannya dengan mengadopsi Regula Ordo kedua Cistercian. Ia juga mendesain pakaian “seragam” bagi para biarawati sesuai pesan Bunda Maria saat menampakkan diri kepadanya. Bunda Maria memintanya untuk mengenakan jubah yang terdiri atas sebuah tunik putih, scapulir dan mantol yang berwarna biru muda. Inilah awal mula dari Tarekat Susteran Ordo Immaculatae Conceptionis (Order of the Immaculate Conception) atau yang disingkat OIC. Biara ini juga terkenal sebagai Biara Klaris Konsepsionis (the Conceptionist Poor Clares). Istana pemberian Ratu Isabella dirubah Beatrix menjadi biara pertama mereka, dimana Beatrix kemudian terpilih sebagai pemimpin biara (Muder) yang pertama.
Muder Beatrix tutup usia pada tanggal 16 August 1492. Ia di beatifikasi pada tanggal 28 Juli 1926 oleh Paus Pius XI dan dikanonisasi oleh Paus Paulus VI pada tanggal 3 Oktober 1976.
Para suster Klaris Konsepsionis kini dipersatukan dalam Ordo Fransiskan dan segera tersebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 200 biara susteran OIC yang tersebar di seluruh dunia. Sebuah cabang dari ordo ini yang bernama Misionaris Bunda Maria Immaculata (Missionaries of the Immaculate Conception), melaksanakan karya-karya yang menakjubkan, khususnya di daerah-daerah misi di Brasilia. Rumah induknya di Amerika Utara ada di Patterson, New Jersey Amerika Serikat.(qq)
Arti nama
Beatrix kemungkinan berasal dari kata Latin Viatrix (maskulin = Viator) yang berarti : Pengunjung atau Pengembara.
Pada masa Romawi Kristen nama Beatrix diasosiasikan dengan kata Latin Beatus yang berarti : Terberkati
Santa Yohana Delanoue
Joan Delanoue dilahirkan pada tahun 1666 sebagai yang bungsu dari dua belas bersaudara. Keluarganya memiliki suatu usaha kecil yang berhasil. Ketika ibunya yang janda meninggal dunia, ibunya mewariskan tokonya kepada Joan. Joan bukan seorang gadis yang jahat, tetapi yang ia pikirkan hanyalah bagaimana mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Ia melakukan banyak dosa kecil untuk itu. Dulu, ia seorang gadis yang saleh, tetapi sekarang hanya tersisa sedikit saja cinta kasih dalam hatinya. Ibunya seorang yang murah hati kepada para pengemis. Sebaliknya, Joan, membeli makanan hanya pada saat menjelang makan malam. Dengan demikian ia dapat mengatakan kepada para pengemis yang mohon belas kasihannya: “Maaf, saya tidak punya apa-apa untukmu.”
Joan tidak bahagia dengan cara hidupnya itu. Ketika usianya duapuluh tujuh tahun, seorang imam yang baik dengan penuh kasih membantunya untuk hidup sesuai dengan imannya. Akhirnya, Joan menyadari bahwa “usaha-nya” adalah untuk mengamalkan uangnya, bukan menumpuknya bagi diri sendiri. Joan mulai memberikan perhatian kepada keluarga-keluarga yang miskin dan juga anak-anak yatim piatu. Di kemudian hari, ia malahan menutup tokonya sama sekali agar dapat mempergunakan seluruh waktunya bagi mereka. Orang menyebut rumahnya yang penuh dengan anak-anak yatim piatu sebagai “Rumah Penyelenggaraan Ilahi”. Ia mempengaruhi para wanita muda lainnya untuk membantu. Mereka membentuk kelompok Suster-suster St. Anna dari Penyelenggaraan Ilahi di Saumur, Perancis, kota tempat tinggal Joan.
Joan hidup dengan mati raga yang keras. Ia juga melakukan tapa silih yang berat. St. Grignon de Montfort bertemu dengan Joan. Pada mulanya ia menyangka bahwa kesombongan hati yang menyebabkan Joan bersikap keras terhadap dirinya sendiri. Tetapi kemudian, St. Montfort segera menyadari bahwa hati Joan sungguh penuh dengan cinta kasih kepada Tuhan. St. Montfort menasehatinya: “Teruskanlah apa yang telah engkau mulai. Roh Tuhan ada padamu. Ikuti suara-Nya dan jangan lagi khawatir.”
Joan wafat dalam damai pada tanggal 17 Agustus 1736. Usianya tujuhpuluh tahun. Penduduk Saumur mengatakan, “Pemilik toko kecil itu melakukan jauh lebih banyak bagi kaum miskin papa di Saumur daripada seluruh dewan kota. Sungguh seorang wanita yang luar biasa! Dan sungguh seorang yang kudus!” Joan dinyatakan sebagai 'beata' oleh Paus Pius XII pada tahun 1947, tahun yang sama St. Grignon de Montfort dinyatakan kudus. Pada tahun 1982, B. Joan Delanoue dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II.
Arti nama
Bentuk Feminim dari nama Yohanes. Yohanes berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Santo Hyasintus
Hyasintus lahir tahun 1185 di Breslan, Silesia, Jerman Timur, dari keluarga bangsawan Odrowaz. Setelah menamatkan studinya, ia ditabhiskan menjadi imam. Karya imamatnya dimulai di Katedral Krakau, Polandia. Pada umur 35 tahun, bersama adiknya Seslaus, Hyasintus menemani uskupnya dalam perjalanan ke Roma.
Kesempatan itu dipakai untuk menemui Santo Dominikus, pendiri ordo Pengkhotbah. Semangat kerasulan dan kemiskinan para biarawan ordo itu sangat mereka kagumi. Pada pertemuan itu, Hyasintus meminta Dominikus agar mengutus beberapa biarawannya untuk mewartakan Injil di Eropa Utara. Permohonan ini tidak dikabulkan karena masalah kekurangan tenaga imam. Secara tak terduga, kedua bersaudara itu meminta Dominikus agar diterima dalam Ordo Pengkhotbah. Dengan senang hati Dominikus menerima kedua bersaudara itu dalam pengakuan ordonya.
Hyasintus bersama Seslaus, meskipun sudah lama bekerja sebagai imam, bersedia menjalani lagi masa novisiat untuk melatih diri dan membentuk diri mengikuti semangat Ordo Pengkhotbah dan semua keutamaan Kristen yang diperjuangkan ordo itu. Setelah mereka mengikrarkan kaul-kaul kebiaraan, Hyasintus dan Seslaus diutus ke Eropa Utara sebagai misionaris Dominikan pertama di wilayah itu.
Sebagai perintis Ordo Pengkhotbah di Eropa Utara, kedua bersaudara itu mengalami banyak hambatan dalam karyanya. Namun Tuhan senantiasa menyertai mereka dengan banyak karunia mukzijat. Mula-mula Hyasintus menjelajahi seluruh wilayah Polandia untuk mewartakan Injil. Ia berhasil mentobatkan banyak orang di semua kota. Selanjutnya ia berkotbah di wilayah-wilayah Jerman, Denmark, Swedia, Austria, dan Rusia sampai ke Laut Hitam. Kehidupannya yang sederhana dan suci menjadi pendukung kuat bagi khotbah-khotbahnya dan hal ini berhasil menarik minat banyak pemuda.
Pemuda-pemuda dengan rela meneladani Hyasintus dibina untuk menjadi imam-imam Dominikan. Untuk itu Hyasintus mendirikan banyak biara Dominikan di berbagai tempat sebagai pusat pendidikan bagi semua muda yang mau menjadi imam dalam Ordo Dominikan.
Dikatakan bahwa Hyasintus sepanjang hidupnya (72 tahun) tidak pernah mengalami sakit, termasuk penyakit ketuaan dan semua penderitaan lain yang disebabkan oleh usia yang sudah lanjut. Ia akhirnya gugur sebagai seorang ksatria Kristus yang memberi kesaksian iman secara luar biasa. Pada tanggal 14 Agustus 1257, ia jatuh sakit dan meninggal pada tanggal 15 Agustus 1257, tepat pada pesta Maria diangkat ke Surga.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari