Bacaan Misa
maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 17 (18):31-51
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
AntifonSabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Antifon 2Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
AntifonTangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Antifon 3Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
AntifonSemoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
Responsorium Yeremia 2:21; Matius 21:43; Yesaya 5:7
Responsorium 1 Korintus 7:29, 30, 31; 2:12
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Mazmur 56
Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Yer 31,10-14
Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Mazmur 47
Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)
Lagu Singkat
Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungKerajaan surga seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Waktu dijumpainya sebiji yang istimewa, dijualnya seluruh harta miliknya dan dibelinya mutiara itu.
Doa Permohonan
℟. Datanglah, ya Tuhan Yesus.
Yesus Tuhan kami, Engkau telah mengampuni wanita berdosa karena cinta kasihnya yang besar,* ampunilah kami, ya Tuhan, karena kamipun sangat berdosa. ℟.
Yesus Tuhan kami, Engkau dilayani oleh para wanita selama perjalananMu ke Yerusalem,* perkenankanlah kami juga mengikuti jejakMu. ℟.
Yesus Tuhan kami, Engkau didengarkan Maria ketika Marta melayani,* semoga kami mengabdi kepadaMu dalam iman dan cinta kasih. ℟.
Yesus Tuhan kami, semua orang yang melakukan kehendakMu Kausebut saudara, saudari dan ibuMu,* semoga kami menyenangkan Dikau dengan perkataan dan perbuatan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Am 4, 13)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan singkat Flp 4,8.9
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Am 9, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Mazmur 29
Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Mazmur 31
Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)
Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAku bersuka ria dalam Tuhan dengan hati lapang, sebab aku telah menikmati keselamatan.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
Dengan iman yang teguh para martir menghadapi kematian badani,* berikanlah kekuatan kepada Gereja dalam segala cobaan. ℟.
Dengan tabah para wanita kudus menjawab panggilan rahmat dalam perkawinan suci,* semoga GerejaMu subur dalam kerasulannya. ℟.
Dengan sabar para janda suci menguduskan kesepiannya dengan doa dan bakti,* semoga GerejaMu menunjukkan cinta kasih kepada dunia. ℟.
Dengan tekun para ibu mendidik anak-anak bagi kerajaan Allah dan masyarakat,* semoga GerejaMu membimbing semua manusia kepada keselamatan dan kehidupan abadi. ℟.
Dengan gembira semua wanita suci memandang cahaya wajahMu,* semoga para anggota Gereja yang telah meninggal bergembira karena memandang wajahMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Dominikus Barberi
Beato Dominikus Barberi dari Bunda Allah lahir dari keluarga pertanian yang taat pada tahun 1792 di Viterbo, Italia. Pada usia 22 tahun, ia mengalami panggilan Allah untuk kerasulan. Ia meninggalkan pekerjaannya di pertanian dan masuk biara Pasionis di mana ia mencurahkan pikiran dan hati serta seluruh hidupnya. Setelah ia ditahbiskan menjadi Imam pada tahun 1818, ia menjadi pembimbing spiritual, mengajar, mewartakan Sabda dan menulis banyak karya filosofis, teologis dan kotbah.
Dipenuhi dengan semangat Santo Paulus dari Salib, ia meninggalkan Italia dan pergi ke Belgia. Di sana ia mendirikan Pasionis pada tahun 1840 dan kemudian di Inggris pada tahun 1842. Pada saat itu Ia menanggapi panggilan Ilahi yang selalu bersamanya untuk berjuang bagi persatuan umat kristen di Inggris.
Dalam waktu delapan tahun ia telah mendirikan empat Komunitas Pasionis dan melakukan sebuah kerasulan yang luas dengan mewartakan Sabda Salib dan Retret Sengsara Yesus di seluruh negeri. Tulisan-tulisan dan kekudusan pribadinya membawa banyak orang kepada iman; dan salah satu yang paling menonjol di antara orang-orang yang diterima ke dalam Gereja itu adalah John Henry Newman.
Dominikus Barberi meninggal di Reading pada tanggal 17 Agustus 1849 di usianya yang ke-57. Dia dinyatakan Beato oleh Paus Paulus VI dalam Konsili Vatikan II pada 23 Oktober 1963.
Arti nama
Dominikus : Milik Tuhan (Latin)
Santa Monika
Monika, Ibu Santo Agustinus dari Hippo, adalah seorang ibu teladan. Iman dan cara hidupnya yang terpuji patut dicontoh oleh ibu-ibu Kristen terutama mereka yang anaknya tersesat oleh berbagai ajaran dan bujukan dunia yang menyesatkan. Riwayat hidup Monika terpaut erat dengan hidup anaknya Santo Agustinus yang terkenal bandel sejak masa mudanya. Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara dari sebuah keluarga Kristen yang saleh dan beribadat. Ketika berusia 20 tahun, ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang cepat panas hatinya.
Dalam kehidupannya bersama Patrisius, Monika mengalami tekanan batin yang hebat karena ulah Patrisius dan anaknya Agustinus. Patrisius mencemoohkan dan menertawakan usaha keras isterinya mendidik Agustinus menjadi seorang pemuda yang luhur budinya. Namun semuanya itu ditanggungnya dengan sabar sambil tekun berdoa untuk memohon campur tangan Tuhan. Bertahun-tahun lamanya tidak ada tanda apa pun bahwa doanya dikabulkan Tuhan. Baru pada saat-saat terakhir hidupnya, Patrisius bertobat dan minta dipermandikan. Monika sungguh bahagia dan mengalami rahmat Tuhan pada saat-saat kritis suaminya.
Ketika itu Agustinus berusia 18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di kota Kartago. Cara hidupnya semakin menggelisahkan hati ibunya karena telah meninggalkan imannya dan memeluk ajaran Manikeisme yang sesat itu. Lebih dari itu, di luar perkawinan yang sah, ia hidup dengan seorang wanita hingga melahirkan seorang anak yang diberi nama Deodatus. Untuk menghindarkan diri dari keluhan ibunya, Agustinus pergi ke Italia. Namun ia sama sekali tidak luput dari doa dan air mata ibunya.
Monika berlari meminta bantuan kepada seorang uskup. Kepadanya uskup itu berkata: “Pergilah kepada Tuhan! Sebagaimana engkau hidupa, demikian pula anakmu, yang bagimu telah kaucurahkan banyak air mata dan doa permohonan, tidak akan binasa. Tuhan akan mengembalikannya kepadamu.” Nasehat pelipur lara itu tidak dapat menenteramkan hatinya. Ia tidak tega membiarkan anaknya lari menjauhi dia, sehingga ia menyusul anaknya ke Italia. Di sana ia menyertai anaknya di Roma maupun di Milano. Di Milano, Monika berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius. Akhirnya oleh teladan dan bimbingan Ambrosius, Agustinus bertobat dan bertekad untuk hidup hanya bagi Allah dan sesamanya. Saat itu bagi Monika merupakan puncak dari segala kebahagiaan hidupnya. Hal ini terlukis di dalam kesaksian Agustinus sendiri perihal perjalanan mereka pulang ke Afrika: “Kami berdua terlibat dalam pembicaraan yang sangat menarik, sambil melupakan liku-liku masa lalu dan menyongsong hari depan. Kami bertanya-tanya, seperti apakah kehidupan para suci di surga… Dan akhirnya dunia dengan segala isinya ini tidak lagi menarik bagi kami. Ibu berkata: “Anakku, bagi ibu sudah ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama. Sebab, segala harapan ibu di dunia ini sudah terkabul”. Dalam tulisan lain, Agustinus mengisahkan pembicaraan penuh kasih antara dia dan ibunya di Ostia: “Sambil duduk di dekat jendela dan memandang ke laut biru yang tenang, ibu berkata: “Anakku, satu-satunya alasan yang membuat aku masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah aku mau melihat engkau menjadi seorang Kristen sebelum aku menghembuskan nafasku. Hal itu sekarang telah dikabulkan Allah, bahkan lebih dari itu, Allah telah menggerakkan engkau untuk mempersembahkan dirimu sama sekali kepadaNya dalam pengabdian yang tulus kepadaNya. Sekarang apa lagi yang aku harapkan?”Beberapa hari kemudian, Monika jatuh sakit. Kepada Agustinus, ia berkata: “Anakku, satu-satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di Altar Tuhan.” Monika akhirnya meninggal dunia di Ostia, Roma. Teladan hidup santa Monika menyatakan kepada kita bahwa doa yang tak kunjung putus, tak dapat tiada akan didengarkan Tuhan.
Santo Gebhardus
Santo Gebhardus lahir sekitar tahun 949 di Kastil Hohenbregenz, Bregenz Jerman. Dia adalah putra Pangeran Ullrich dari Bregenz. Gebhardus dididik di Constance (Konstanz) di bawah bimbingan Santo Konradus yang saat itu menjadi Uskup Diosis Constance. Setelah Santo Konradus meninggal dunia pada tahun 975, Kaisar Otto II dari Kekaisaran Romawi Suci mengangkat Gebhardus sebagai penggantinya pada tahun 979.
Pada tahun 983 Uskup Gebhardus membangun sebuah biara besar disebelah Utara Sungai Rhine yang didedikasikan untuk Santo Paus Gregorius Agung. Bapa Uskup lalu mengundang rahib-rahib Benediktin yang terkenal saleh untuk menempati biara tersebut dan membantu upayanya mereformasi cara hidup monastik para biarawan di Keuskupan yang dipimpinnya. Dikemudian hari Biara ini dikenal sebagai Biara Benediktin Petershausen.
Pada tahun 990, Uskup Gebhardus membangun sebuah tempat pelatihan bagi para pelayan. Ia membekali mereka dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan agar dalam bekerja, mereka bisa memperoleh upah yang layak dan dapat hidup dengan lebih baik.
Uskup yang kudus ini tutup usia pada tanggal 27 Agustus 995.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari