Bacaan Misa
Lalu Roh TUHAN menghinggapi Yefta; ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye, kemudian melalui Mizpa di Gilead, dan dari Mizpa di Gilead ia berjalan terus ke daerah bani Amon. Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: "Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran." Kemudian Yefta berjalan terus untuk berperang melawan bani Amon, dan TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangannya. Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka, mulai dari Aroer sampai dekat Minit--dua puluh kota banyaknya--dan sampai ke Abel-Keramim, sehingga bani Amon itu ditundukkan di depan orang Israel. Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. Demi dilihatnya dia, dikoyakkannyalah bajunya, sambil berkata: "Ah, anakku, engkau membuat hatiku hancur luluh dan engkaulah yang mencelakakan aku; aku telah membuka mulutku bernazar kepada TUHAN, dan tidak dapat aku mundur." Tetapi jawabnya kepadanya: "Bapa, jika engkau telah membuka mulutmu bernazar kepada TUHAN, maka perbuatlah kepadaku sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu, karena TUHAN telah mengadakan bagimu pembalasan terhadap musuhmu, yakni bani Amon itu." Lagi katanya kepada ayahnya: "Hanya izinkanlah aku melakukan hal ini: berilah keluasan kepadaku dua bulan lamanya, supaya aku pergi mengembara ke pegunungan dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku." Jawab Yefta: "Pergilah," dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan. Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya, dan ayahnya melakukan kepadanya apa yang telah dinazarkannya itu; jadi gadis itu tidak pernah kenal laki-laki. Dan telah menjadi adat di Israel,
Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Mazmur 43 (44)
Kemalangan umat Allah
Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
AntifonKekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Antifon 2Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
AntifonKembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
Antifon 3Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
AntifonBangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
Responsorium Ratapan 2:1
Responsorium Mazmur 31:20; 36:9
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Mazmur 142 (143),1-11
Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Yes 66,10-14a
Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.
Mazmur 146 (147A)
Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.
Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.
Doa Permohonan
℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.
Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.
Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.
Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),153-160
Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Mazmur 127 (128)
Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Mazmur 128 (129)
Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Bacaan singkat 1Tim 4,16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Heb 12, 1b-2)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Mazmur 143 (144) - I
Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Mazmur 143 (144) - II
Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Bacaan Singkat (Yak 3,17-18)
Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Bernardus doakanlah kami di hadapan Putera Allah.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Bernardus doakanlah kami di hadapan Putera Allah.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.
Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.
Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.
Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.
Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Bernardus Peroni
Beato Bernadus Peroni (Bernardus dari Offida) lahir pada tanggal 7 November 1604 di Appignano Marche Italia. Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara petani Domenico Peroni dan isterinya Elisabetta Puccio. Saat dibabtis ia diberi nama sesuai nama ayahnya "Domenico Francesco Peroni". Sejak kecil ia telah menunjukkan sikap yang “berbeda” dari para saudaranya. Ia lebih pendiam, lebih penurut dan lebih saleh. Ibunya sering menjadikan Domenico sebagai contoh bagi anak-anaknya yang lain.
Domenico masuk biara Kapusin di Corinaldi pada 1626 ketika ia berusia dua puluh dua tahun. Ia mengucapkan kaul sebagai seorang bruder dan mengambil nama biara Bernadus. Selama tujuh tahun, Bernadus bekerja di dapur di bawah bimbingan bruder Maximus, yang sebenarnya lebih merupakan seorang pembimbing rohani yang baik baginya daripada seorang tukang masak. Iman Bernardus dalam panggilan dan hidup religiusnya semakin mendalam tahun demi tahun. Bernardus kerap menenggelamkan diri dengan membaca Kitab Suci memiliki devosi yang mendalam terhadap sakramen Maha Kudus. Ia sering menghabiskan banyak waktunya tenggelam dalam adorasi di depan Sakramen Maha Kudus.
Iman Bernardus dianugerahi balasan dengan anugerah-anugerah rohani, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang lain. Pada banyak kesempatan, para saudaranya menyaksikan Bernardus yang sedang tenggelam dalam doa, terangkat dari lantai dengan wajah yang bercahaya seperti matahari (Levitasi). Banyak ahli teologi Kapusin datang kepadanya untuk mencari pemecahan atas masalah-masalah yang rumit. Berkat Bernardus juga, empat orang anak dibangkitkan kembali dari kematian. Dan sekali peristiwa, ketika jalan samasekali tertutup oleh salju, makanan pun dikirim ke biara berkat doa-doa tekun dan membara dari Bernardus.
Bruder Bernardus berpuasa nyaris terus menerus. Pada usia 72 tahun, Bernardus menerima stigmata. Selama sisa duapuluh tahun umurnya, dia berdiri laksana seorang raksasa di hadapan dunia, dengan Ketopong Suci penderitaan Kristus, memberi kesaksian kepada umat manusia akan Cinta Tuhan yang tiada berkesudahan.
Bruder Bernardus tutup usia pada tahun 1694. Dia dibeatifikasi oleh Paus Pius VI dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 1 September.(qq)
Arti nama
Bernardus = "Pemberani" atau "Berani seperti beruang"
Santo Bernardus
Bernardus dari Claivaux (=lembah Hening) lahir pada tahun 1090, dekat Dijon, Perancis. Putera dari Tescelin Sorrel dan Aleth Montbard ini digelari Pujangga Gereja dan dikenal juga sebagai Bapa Gereja Terakhir. Sepeninggal ibunya, Bernardus menjalani satu gaya hidup tak beraturan selama beberapa tahun. Tetapi ia kemudian membaharui cara hidupnya dan bersama beberapa orang temannya masuk biara pertapaan Citeaux yang dipimpin oleh Santo Stefanus Harding. Keputusannya untuk memasuki hidup membiara ini ditentang keras oleh ayah dan kedua kakaknya. Meskipun demikian Bernardus tetap teguh pada pendiriannya. Kepada ayah dan saudara-saudara dan iparnya, ia menjelaskan hasrat hatinya dengan segala alasan yang mendorong dia mengambil keputusan itu. Penjelasannya ini berhasil meyakinkan ayah dan saudara-saudaranya, dan beberapa orang temannya, hingga mereka pun ikut bersamanya memasuki biara pertapaan itu.
Di bawah bimbingan Abbas Santo Stefanus, Bernardus mempelajari Kitab Suci dan giat menulis banyak buku. Kemahirannya dalam bahasa Latin sangat membantu dia di dalam menerangkan dengan jitu makna Sabda Allah bagi hidup manusia. Karena kepandaiannya dan kesalehan hidupnya, ia ditugaskan mendirikan sebuah biara pertapaan baru. Bersama 12 orang rekannya, Bernardus berangkat ke sebuah lembah yang disebut Claivaux. Disana ia mendirikan pertapaan yang lazim disebut Pertapaan Claivaux. Di bawah kepemimpinannya, biara ini berkembang pesat dan sangat masyur di seluruh Eropa. Ada sekitar 70 buah biara baru didirikan selama masa hidupnya. Di mana-mana di seluruh Eropa terdapat banyak biarawan asuhan Bernardus, sehingga Bernardus disebut juga sebagai pendiri kedua Ordo Sistersian setelah Santo Stefanus Harding.
Bernardus sendiri dikenal luas sebagai seorang pewarta, pembawa damai dan penegak kebenara. Ia dengan gigih membela hak Paus Innosensius II (1130-1143) melawan rongrongan Paus tandingan Anakletus pada 1130, menentang pandangan-pandangan salah dari Petrus Abelard III (1145-1153) bekas asuhannya di pertapaan Claivaux. Bernardus diutus ke Jerman dan Prancis untuk berkhotbah menentang ajaran sesat Albigensia. Khotbah-khotbahnya sangat berpengaruh dan tulisan-tulisannya mengilhami mistisisme Abad Pertengahan. Ia meninggal dunia pada tahun 1153; dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1174 dan diakui sebagai Pujangga Gereja, bahkan Bapa Gereja terakhir pada tahun 1830.
Samuel, Imam dan Hakim Israel
Samuel dikenal sebagai hakim terakhir dalam masa Perjanjian Lama. Ia memimpin Israel sebagai imam dan hakim dari tahun 1200 sampai 1020 sebelum masehi. Kisah hidupnya diceritakan dalam Kitab Pertama Samuel. Samuel adalah anak pemberian Tuhan sebagai jawaban atas doa yang tulus dari Hana ibunya yang mandul selama bertahun-tahun. Ketika berdoa di Kenisah Allah di Silo, Hana berjanji bahwa apabila Tuhan menganugerahi dia seorang anak laki-laki, ia akan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (1Sam1:11).
Ketika Hana melahirkan, ia menamakan anaknya Samuel yang berarti ‘diminta dari Tuhan’, seusai dengan janjinya kepada Tuhan, Hana mempersembahkan Samuel kepada Tuhan untuk melayani Dia di kenisah Silo. Sebagai ucapan syukur, Hana menyanyikan sebuah lagu pujian untuk Tuhan (1Sam2:110); lagu pujian ini berabad-abad kemudian bergaung dengan sangat indah dalam Magnificat Maria (Luk1:4655). Di Silo, Samuel berada dalam penjagaan Eli (1Sam2:28), Eli dan keluarganya dipilih Allah menjadi hambaNya untuk melayani Allah dan membawa persembahan kepadaNya. Tetapi anak-anak Eli tidak menghormati jabatan imamat yang dipercayakan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, Tuhan memanggil Samuel dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan menghancurkan rumah Eli (1Sam 3:1014). Tuhan mencintai Samuel dan menyertai dia, dan orang-orang Israel tahu bahwa Samuel adalah seorang nabi yang diutus Allah kepada mereka (1Sam 3:19).
Tindakan pertama Samuel sebagai Nabi Allah ialah menghimbau seluruh umat Israel agar kembali membaharui janji mereka dengan Yahweh (1Sam 7:3). Orang-orang Israel telah ditaklukkan oleh bangsa Filistin; tabut perjanjian sebagai tanda kehadiran Allah di antara mereka pun direbut. Tetapi Tuhan menyiksa bangsa Filistin; karena perbuatan mereka sehingga mereka mengembalikan tabut perjanjian itu kepada bangsa Israel. Pada saat itulah, Samuel menghimbau pembaharuan perjanjian dengan Yahweh, demi keselamatan mereka dari cengkraman Filistin (1Sam 7:10-14). Pertentangan diantara umat tentang hal pembangunan sebuah kerajaan mencapai puncaknya pada masa Samuel. Setelah beberapa tahun memimpin Israel sebagai imam dan hakim, Samuel mengurapi anak-anaknya untuk menggantikan dia. Meski demikian mereka tidak pantas menjadi hakim atas Israel. Oleh karena itu orang Israel meminta Samuel mengurapi seorang raja bagi mereka.
Permintaan ini ditentang oleh Samuel yang tetap menghormati Yahweh sebagai satu-satunya Raja Israel (1Sam 8; 10:17-19; 12). Namun umat Israel bersikeras menuntut seorang raja agar mereka sama dengan bangsa-bangsa lain (1Sam 8:20). Akhirnya Samuel mengurapi Saul sebagai raja Israel pertama pada tahun 1020 (1Sam 10:18). Sambil memperingatkan umat sekali lagi agar ‘takut akan Allah dan melayani Dia dalam kebenaran dan dengan segenap hati’, Samuel meletakkan jabatannya sebagai hakim Israel (1Sam 12).
Saul diperintahkan untuk menyerang dan menghancurkan bangsa Amalek, musuh utama Israel. Namun Saul enggan bahkan tidak menaati perintah Tuhan itu. Memang ia menyerang bangsa Amelek, namun ia hanya menumpas rakyat jelata dengan pedang dan ternak yang dilihatnya tidak berharga; sedangkan Agag, raja orang Amelek dan kambing-domba serta lembunya yang tambun diselamatnya (1Sam 15:19). Oleh karena itu Tuhan kesal padanya dan segera mengutus Samuel untuk memberitahu Saul bahwa ia tak akan lama menjadi raja atas Israel (1 Sam15:23). Hal ini berarti bahwa jabatan kerajaan tidak bisa diturunkan kepada puteranya Yonathan. Firman Tuhan itu akhirnya menjadi nyata. Sementara Saul masih hidup, Samuel mengurapi Daud, putera bungsu dari keluarga Isai atau Yesse untuk menggantikan Saul sebagai raja atas Israel (1Sam16:13). Saul marah dan bangkit menyerang Daud, tetapi Daud selamat di bawah perlindungan Samuel (1Sam19:18).
Ketika Samuel meninggal dunia, semua orang Israel berkumpul dan meratapi dia. Mereka menguburkan dia dalam rumahnya di Ramatha (1Sam 25:1).
Santo Bernardus Tolomei
Giovanni Tolomei (Yohanes Tolomei) lahir pada tanggal 10 Mei 1272 dalam sebuah keluarga bangsawan di Siena, Italia. Ia dididik oleh pamannya, Christopher Tolomeo, seorang biarawan Dominikan yang saleh. Sejak kecil, Yohanes berkeinginan untuk menjadi seorang biarawan dan ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan. Namun ayahnya menentang cita-cita mulia itu. Giovanni dijauhkan dari kehidupan membiara dengan disekolahkan ke Sekolah Umum.
Setelah menamatkan studi filsafat dan matematika, Giovanni melanjutkan pendidikannya dengan belajar Theologi, Hukum Sipil dan Hukum Kanonik. Dimasa ini Giovanni diketahui sempat mengabdi sebagai seorang Ksatria (Perwira) Militer dalam Pasukan Raja Rudolph I dari Jerman.
Setelah kembali ke Siena, Giovanni Tolomei bekerja sebagai Profesor Hukum di Universitas Siena dan mendapat kedudukkan tinggi dalam Dewan Pemerintahan kota. Ia juga aktif sebagai anggota Confraternity of the Disciplinati di Santa Maria della Notte, sebuah Serikat Persaudaraan religius awam yang berkarya membantu orang-orang sakit di Rumah Sakit Santa Maria della Scala.
Suatu saat di tahun 1313, Giovanni jatuh sakit dan mengalami kebutaan. Ia baru sembuh secara ajaib setelah mendapat penampakkan dari Bunda Maria. Mujizat ini membuat Giovanni teringat kembali akan cita-cita masa kecilnya. Datang lagi kerinduannya untuk menjadi seorang biarawan.
Setelah kesehatannya pulih, Giovanni memutuskan untuk pensiun dari semua jabatan duniawi. Bersama dua rekannya di Confraternity, Patrizio di Francesco Patrizi dan Ambrogio di Nino Piccolomini, ia menyepi ke Accona, sebuah wilayah terpencil 10 mil jauhnya dari kota Sienna. Tiga orang bangsawan berpendidikan tinggi ini membangun sebuah pertapaan dan menjalani hidup asketis dengan keras dalam doa, puasa dan meditasi. Giovanni mengganti namanya menjadi : Bernardus (Bernardo -Italian) karena ia amat mengagumi Santo Bernardus Clairvaux, abbas biara Cistercian yang kudus itu.
Beberapa tahun berlalu dan kabar tentang 3 orang bangsawan yang menjadi pertapa miskin di Accona telah menjadi buah bibir warga Sienna. Umat mulai berdatangan ke pertapaan untuk berdoa bersama dan memohon berkat mereka. Banyak doa terkabulkan dan pertapaan ini menjadi ramai dikunjungi umat. Banyak umat beriman yang datang untuk belajar hidup religius dan menjadi pertapa.
Menjelang akhir tahun 1318 (atau pada awal tahun 1319), ketika sedang tenggelam dalam meditasi, Bernardus mendapat sebuah penglihatan. Ia melihat sebuah tangga menuju surga dimana para biarawan berjubah putih sedang naik dengan dibantu oleh para malaikat, dan ditunggu oleh Yesus dan Maria. Kejadian ini menginspirasi Bernardus untuk mendirikan sebuah Ordo Religius yang disebut Konggregasi Santa Maria Monte Oliveto ( Latin : Congregatio Sanctae Mariae Montis Oliveti ) atau yang lebih dikenal sebagai Konggregasi “Olivetan”.
Konggregasi ini mengadopsi Regula Ordo Benediktin dengan tambahan Devosi Khusus kepada Santa Perawan Maria. Biara Olivetan segera mendapat persetujuan dari Uskup Guido dari Keuskupan Arezzo, (Otoritas Gereja setempat), dan mendapat pengukuhan dari Paus Yohanes XXII dan Paus Klemens VI pada tahun 1334. Karena dalam Regula Ordo Benediktin tidak ada pengaturan untuk warna pakaian biara, para Olivetan menggunakan jubah berwarna putih, berbeda dengan para Benediktin lainnya yang menggunakan jubah berwarna hitam.
Nama Monte Oliveto berasal dari Nama Biara Induk Olivetan yaitu : Biara Monte Oliveto (Biara Bukit Zaitun). Penggunaan nama ini demi mengenang sengsara Yesus Kristus di Taman Getsemani, Bukit Zaitun, Yerusalem. Biara ini kemudian disebut sebagai "Monte Oliveto Maggiore" (Maggiore artinya lebih besar) untuk membedakannya dari biara-biara Olivetan yang dibangun kemudian di Florence, San Gimignano, Naples dan di tempat lain. Sampai saat ini Monte Oliveto Maggiore masih menjadi Biara induk Olivetan.Sejak tahun 1960 Konggregasi ini menjadi anggota keluarga besar “Konfederasi Benediktin” dan mulai disebut sebagai Ordo Benediktin Olivetan. Biarawan Olivetan saat ini memakai inisial OSB.Oliv dibelakang nama biara mereka.
Ketika bencana wabah penyakit (kemungkinan besar wabah penyakit Pes atau Sampar) melanda Sienna di tahun 1348, Bernardus dan para Olivetan bergegas meninggalkan kesunyian biara Monte Oliveto menuju kota Sienna demi membantu para korban. Tanpa mempedulikan resiko yang harus dihadapi, Abbas Bernardus dan para biarawannya bekerja keras merawat para korban, membenahi sanitasi kota yang buruk dan menguburkan mereka yang telah meninggal dunia.
Setelah hampir sebulan bekerja, satu persatu biarawan Olivetan mulai tertular wabah penyakit dan meninggal dunia. Abbas Bernardus Tolomei ikut tertular penyakit mematikan ini dan tewas pada tanggal 20 Agustus 1348. Setelah bencana ini berlalu, diketahui terdapat 80 biarawan Olivetan yang tewas menjadi korban bersama pemimpin mereka Abbas Bernardus.
Pengorbanan Abbas Bernardus dan para biarawan Olivetan ditahun 1348 menjadikannya sebagai teladan akan wujud Cinta Kasih Kristiani dalam diri seorang pengikut Kristus yang Sejati. Bahkan sejak hari kematiannya warga Sienna telah menyebutnya sebagai “San Bernardo” (Santo Bernardus). Tiga abad kemudian, tepatnya pada tanggal 24 November 1644, Bernardus Tolomei di Beatifikasi oleh Paus Innosensius X (cultus confirmed). Ia lalu dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI pada tanggal 26 April 2009. Santo Bernardus Tolomei juga disebut sebagai “Martir Cinta Kasih”.
Arti nama
Bernardus = "Pemberani" , "Berani seperti beruang"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari