Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Mengapa manusia berjuang mati-matian untuk mendapatkan sesuatu yang sia-sia?
"Apa faedah yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya?"
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, sungguh kesia-siaan belaka!
Segala sesuatu adalah sia-sia. Sebab, kalau ada orang berlelah-lelah mencari hikmat, pengetahuan dan kecakapan, maka ia harus meninggalkan bahagianya kepada orang lain yang tidak berlelah- lelah untuk itu. Ini adalah kesia-siaan dan kemalangan yang besar.
Apakah faedah yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati; bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram.
Ini pun adalah kesia-siaan!
Refren: Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan kami turun-temurun.
(Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Ul: 1)
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan
berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti
rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh hati
yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan, berapa lama lagi? Dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu supaya
kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami teguhkanlah!
"Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada."
Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka
carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita. Apabila Dia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Janganlah kamu saling mendustai lagi, karena kamu telah menanggalkan manusia lama beserta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya.
Dalam keadaan yang baru ini tiada lagi orang Yunani atau orang
Yahudi, orang bersunat atau tak bersunat, orang barbar atau orang Sakit, budak atau orang merdeka; yang ada hanyalah Kristus di dalam semua orang.
Alleluya, alleluya.
(Mat 5:3); 2/4
Alleluya, alleluya.
Perumpamaan tentang si kaya ini menggambarkan Kesia-siaan nafsu.
"Bagi siapakah nanti harta yang telah kausediakan itu?"
Ketika Yesus mengajar orang banyak, salah seorang dari orang
banyak itu berkata kepada-Nya, “Guru, katakanlah kepada saudaraku, supaya ia berbagi warisan dengan aku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau penengah bagimu?” Kata Yesus kepada orang banyak itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan! Sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari kekayaannya itu.” Kemudian Yesus mengatakan kepada mereka perumpamaan berikut, “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah hasilnya. Ia bertanya dalam
hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat untuk menyimpan segala hasil tanahku’.” Lalu katanya, “Inilah yang akan kuperbuat: Aku akan merombak lumbung- lumbungku, lalu mendirikan yang lebih besar, dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum serta barang-barangku.
Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya;
beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!”
Tetapi Allah bersabda kepadanya, “Hai orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu! Bagi siapakah nanti apa yang telah kausediakan itu? Demikianlah jadinya dengan orang yang menimbun harta bagi dirinya sendiri, tetapi ia tidak kaya di hadapan Allah.”
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pada hari ini, hari pertama,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Mazmur 103 (104)
Madah kepada Allah Sang Pencipta
Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
AntifonTuhan, Allah kami, dalam kemegahan dan keagungan Engkau berpakaian, terbungkus cahaya seperti jubah, alleluya.
Antifon 2Tuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
AntifonTuhan telah mengeluarkan roti dari bumi, dan anggur untuk menghangatkan hati manusia, alleluya.
Antifon 3Tuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
AntifonTuhan memandang segala yang telah dibuat-Nya dan melihat bahwa itu sangat baik, alleluya.
Responsorium 2 Korintus 7:10, lihat 9
Responsorium 2 Korintus 12:12, 15
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan. Alleluya.
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Marilah kita memuji Allah kita. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Pujilah Tuhan karena kemuliaanNya yang besar. Alleluya.
Bacaan Singkat (Yeh 36,25-27)
Lagu Singkat
Antifon KidungKumpulkanlah bagimu harta di surga, di mana karat dan ngengat tidak merusakkannya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPara murid datang dan melihat tempat Yesus tinggal. Hari itu mereka tinggal bersama Yesus.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah cahaya dan sukacita kami, ya raja mahamulia.
Tuhan Kristus, fajar cemerlang, buah sulung kebangkitan,* semoga kami mengikuti Engkau dalam cahaya kehidupan. ℟.
Tunjukkanlah kepada kami kebaikanMu yang tertera dalam setiap makhluk,* supaya kami melihat kemuliaanMu di mana-mana. ℟.
Janganlah membiarkan kami dikalahkan oleh kejahatan,* tetapi tolonglah kami mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. ℟.
Ketika Engkau dibaptis di sungai Yordan, Engkau diurapi oleh Roh kudus,* semoga kami hari ini bertindak atas dorongan Roh kudus itu juga. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 5, 1-2. 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Antifon 3Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.
Bacaan singkat Rom 8,26
Doa Penutup
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon Kidung(Mi II): Ada perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Cor 1, 21-22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 1Kristus Tuhan adalah imam seperti Melkisedek untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 2Allah kita ada di surga, Ia melakukan semua yang dikehendakiNya, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil mupun besar. Alleluya.
Bacaan singkat 2Tes 2,13-14
Antifon KidungSaudara-saudara, jika kamu sungguh ingin menjadi kaya, cintailah kekayaan yang sejati.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAda perkawinan di Kana Galilea. Yesus dan Maria ibuNya hadir juga.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.
Pada senja hari ini kami mohon kepadaMu, ya Kristus, matahari sejati,* lindungilah seluruh umat manusia dan sinarilah dengan terang cahayaMu. ℟.
Peliharalah perjanjian yang Kauteguhkan dengan darahMu,* dan kuduskanlah GerejaMu supaya tetap suci dan tak bercela. ℟.
Bimbinglah orang yang sedang bepergian, dan hantarlah mereka pada jalan yang aman sentosa,* agar mereka sampai ke tempat tujuannya dengan selamat. ℟.
Sambutlah, ya Tuhan, arwah-arwah para hambaMu,* hapuskanlah dosa mereka dan terimalah mereka dalam kemuliaan abadi. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Petrus Faber
Petrus Faber lahir di Villaret, Prancis pada tanggal 13 April 1506. Semasa remajanya, anak petani ini bekerja sebagai gembala. Setelah menanjak dewasa, ayahnya mengijinkan dia belajar di sekolah setempat. Mula-mula ia masuk di Kolose Thones, dan ketika berusia 19 tahun ia melanjutkan studinya di Kolose Santa Barbe di Paris. Di sana ia berkenalan dengan Ignasius Loyola dan giat mengikuti latihan-latihan rohani yang diprakarsai oleh Igansius. Bersama Fransiskus Xaverius, Layenes, Salmeron, Rodriquez dan Bobodilla, ia menjadi pengikut pertama cita-cita luhur Ignasius Loyola. Bersama mereka, ia mengikrarkan kaul kemiskinan dan kemurnian pada tahun 1534. Pada tahun itu juga ia ditabhiskan menjadi imam dan aktif dalam perjuangan membela kebenaran, keadilan dan kesusilaan. Seturut rencana, ia bersama Ignasius bermaksud menjadi misionaris di Tanah Suci, namun rencana itu dibatalkan karena peperangan yang terjadi di Palestina. Sebagai gantinya, ia dikirim sebagai misionaris ke Parma dan Piacenza, Italia. Di sana ia tidak saja berjuang melawan ajaran-ajaran sesat yang berkembang di kalangan umat, tetapi dengan giat memajukan semangat iman umat dan karya-karya cinta kasih. Selama beberapa tahun ia mengajar juga di sebuah Universitas di Roma.
Sering ia ditugaskan oleh Paus Paulus III (1534-1549) untuk memadamkan api pertikaian keagamaan antara umat Katolik dan Protestan di Jerman, Belgia dan Spanyol. Prinsipnya yang dipegang teguh dalam melaksanakan tugas suci itu ialah "lebih penting membaharui semangat Imam-imam dan Kaum Awam Katolik daripada berdebat dengan orang-orang Protestan".
Sebagai seorang pengkhotbah dan pemberi retret yang terkenal, ia sering diminta untuk berkhotbah di Speyer, Koln, Ratisbon, dan Mainz di Jerman, dan di Louvain, Belgia. Ia lebih terkenal di wilayah Rhine, Jerman Barat karena usahanya memperkokoh semangat iman Katolik di sana dan karena ia berhasil membawa kembali banyak imam, uskup dan kaum bangsawan kepada penghayatan iman yang benar. Pada tahun 1544, ia mendirikan biara Yesuit pertama di Koln, Jerman Barat. Kecuali itu ia juga pergi ke Portugal dan Spanyol untuk berkhotbah dan memberi bimbingan rohani kepada umat. Cara hidupnya yang saleh itu berhasil menarik banyak sekali pemuda untuk mengikuti cita-cita Ignasius. Di Spanyol ia berhasil menarik Fransiskus Borgia, pangeran muda dari Gandia yang kemudian menjadi seorang pembaharu Yesuit terkemuka.
Petrus menjadi seorang Yesuit terkenal karena berhasil membawa kembali banyak orang murtad ke dalam pangkuan Gereja Katolik. Pernah ia berkata: "Barangsiapa yang mau mempertobatkan orang-orang murtad, haruslah bersahabat dengan mereka. Karena dasar kerasulan yang sejati bukanlah perselisihan dan perdebatan melainkan pengertian. Sebagai seorang ahli teologi, ia dipilih menjadi penasehat Paus Paulus III pada waktu Konsili Trente (1545-1563). Tetapi sementara Konsili berlangsung, ia jatuh sakit. Akhirnya ia meninggal dunia pada tahun 1546 di atas pangkuan Ignasius Loyola, Bapa sekaligus sahabatnya.
Beato Yohanes dari Rieti
Yohanes hidup pada awal pertengahan abad keempatbelas. Ia mempunyai seorang saudari yang juga kudus, yaitu Beata Lusia dari Amelia. Mereka adalah putera-puteri keluarga Bufalari dari wilayah Umbria, Italia. Yohanes merasakan panggilan kepada hidup religius. Ia tertarik pada Ordo St Agustinus dan ingin menjadi seorang broeder.
Yohanes diterima masuk ke dalam ordo dan segera merasa kerasan di sana. Ia senang berdoa dan bermeditasi mengenai Yesus, Maria dan para kudus. Ia belajar bagaimana berbicara kepada Tuhan, Bapa-nya, dan teristimewa ia berusaha mendapatkan kesempatan untuk ikut melayani dalam Misa. Orang banyak dari kota-kota terdekat datang untuk ikut ambil bagian dalam Misa di Gereja St Agustinian. Mereka memperhatikan seorang broeder yang senantiasa ada di sana. Ia begitu damai dan lemah lembut. Broeder Yohanes senantiasa menyongsong kedatangan mereka. Ia membuat mereka serasa di rumah.
Apabila orang-orang datang ke biara untuk mendapatkan pertolongan, Broeder Yohanes ada di sana menyalami dan menyambut mereka. Bagi mereka yang tinggal bermalam, ia akan membawa mereka ke kamar-kamar tamu dan melayani mereka. Ia akan memastikan bahwa mereka mendapatkan makanan, obat-obatan dan segala yang lain yang dapat diberikan biara.
Tahun-tahun berlalu. Broeder Yohanes melewatkan kehidupan religiusnya seturut irama jam-jam yang berlalu. Ia teguh dan mantap. Broeder Yohanes tetap penuh sukacita dalam panggilan hidupnya hingga wafatnya pada tahun 1350. Siapapun yang pernah bertemu dengannya pasti akan merasakan kesucian dari Broeder Yohanes. Tak heran banyak mukjizat-mukjizat mulai dilaporkan terjadi di makamnya. Rupanya Broeder Yohanes tak membiarkan kematian menghentikannya dari melakukan pewartaan bagi Yesus.
Arti nama
Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Santo Eusebius Vercelli
Eusebius lahir di pulau Sardinia, Italia kira-kira pada tahun 283. Namanya yang berarti 'kesayangan' sesuai benar dengan kenyataan hidupnya di kemudian hari. Ia disayangi Tuhan dan seluruh Gereja karena dengan gigih membela ajaran iman yang benar di hadapan para penganut Arianisme, dan dengan penuh kasih sayang menggembalakan umatnya di Vercelli hingga meninggal dunia.
Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih kecil. Lalu ia dibawa ibunya ke Roma untuk belajar di sana. Di kota Roma ia ditabhiskan menjadi Lektor dan menjadi pelayan imam dalam setiap setiap perayaan Kurban Misa. Untuk melanjutkan studinya, ia pindah ke Vercelli, Italia Utara. Di sana ia terus bertumbuh menjadi seorang yang saleh hidupnya. Pada tahun 340, ia ditabhiskan menjadi Uskup Vercelli. Sebagai uskup, ia berusaha membina imam-imam yang berkarya dikeuskupannya agar hidup lebih sesuai dengan jabatan mereka. Untuk itu ia membentuk suatu persekutuan hidup seperti biara bersama imam-imamnya. Konon persekutuan hidup bersama yang didirikannya merupakan tahap awal kehidupan monastik di dalam Gereja Barat. Dengan cara hidup itu, Eusebius bermaksud mendidik imam-imamnya menjadi pelayan umat yang tidak saja pandai, tetapi juga suci dan tidak terikat batin dengan hal-hal duniawi. Usahanya itu diberkati Tuhan dengan hasil yang gilang gemilang. Banyak dari imam-imam binaannya menjadi imam dan uskup yang saleh hidupnya.
Menyaksikan kesalehan dan keberhasilan Eusebius, pada tahun 354 Paus Liberius (352-366) bersama uskup-uskup lainnya mengutus dia kepada kaisar Konstantius untuk meminta kesediaan kaisar membuka sebuah konsili demi ketentraman dalam tubuh Gereja dari gangguan bidaah Arianisme. Pada tahun 355 diadakan sebuah sinode para uskup di Milano, Italia untuk membicarakan hukuman atas Uskup Santo Athanasius. Banyak uskup Arian hadir dalam sinode itu. Mereka berusaha keras mempengaruhi uskup-uskup lainnya untuk mengikuti mereka. Eusebius hadir juga dalam sinode itu dengan gigih membela ajaran Athanasius dan menentang ajaran sesat para Uskup Arian, yang tidak mengakui Keallahan Yesus Kristus. Ia pun dengan tegas menolak menandatangani surat keputusan hukuman atas diri Uskup Santo Athanasius.
Karena sikapnya itu, Eusebius menanggung banyak penderitaan dari para Uskup Arian. Sejak bidaah itu didukung oleh Kaisar Konstantius, Eusebius diancam dengan hukuman mati dan dibuang ke Scytopolis, Palestina di bawah pengawasan Uskup Arian Patrophilus. Di sana selama beberapa tahun ia disiksa oleh para musuhnya. Dari Scytopolis, ia dikirim ke Kapadokia dan ke Mesir. Kendatipun banyak siksaan yang dialaminya, ia tetap teguh berpegang pada kebenaran imannya. Sepeninggal Kaisar Konstantius pada tahun 361, Eusebius dibebaskan. Sebelum kembali ke Vercelli, ia masih menghadiri sinode Uskup-uskup Aleksandria pada tahun 362 atas izin Kaisar Yulianus, pengganti Konstantius. Oleh uskup-uskup lainnya, Eusebius diutus ke Antiokia untuk menyelesaikan pertikaian antara pengikut Santo Eustakius dan pengikut Uskup Arian Miletus.
Misinya itu tidak berhasil. Sebagai gantinya ia tanpa mengenal lelah meneruskan usahanya untuk menjaga ketenteraman umat menghadapi pengaruh Arianisme. Ia pergi ke Illiricum, mengunjungi berbagai Gereja dan mendesak para pemimpinnya agar tetap memegang teguh ajaran iman yang benar dari para rasul. Dari sana ia pulang ke Vercelli, Italia Utara pada tahun 363. Dia disambut umatnya seperti seorang pahlawan yang kembali dengan kemenangan. Sisa-sisa hidupnya dimanfaatkan untuk mengajari umat perihal ajaran iman yang benar. Ia masih meninggalkan kepada umatnya satu buku tafsiran mazmur-mazmur. Bersama santo Hilarius dari Poiters Eusebius tampil sebagai seorang penentang Uskup Arian Auxensius. Eusebius akhirnya meninggal dunia di Vercelli pada tahun 371. Oleh Gereja ia dihormati sebagai seorang martir karena kesengsaraan yang dialaminya sewaktu dibuang oleh kaisar dan para penganut Arianis.
Santo Petrus Yulianus Eymard
Pada tahun 1811 Petrus Yulianus Eymard dilahirkan di sebuah kota kecil yang termasuk dalam wilayah keuskupan Grenoble, Perancis. Bersama ayahnya, Petrus bekerja membuat serta memperbaiki pisau hingga usianya delapanbelas tahun. Waktu luangnya dipergunakannya untuk belajar. Ia belajar sendiri bahasa Latin dan menerima bimbingan rohani dari seorang imam yang baik hati.
Petrus ingin sekali menjadi seorang imam. Ketika usianya duapuluh tahun, Petrus memulai pelajarannya di Seminari Grenoble. Petrus Yulianus akhirnya ditahbiskan menjadi seorang imam pada tahun 1834 dan selama lima tahun berikutnya ia melayani di dua paroki. Umat menyadari betapa Pastor Eymard telah menjadi berkat bagi mereka semua.
Ketika P. Eymard meminta ijin kepada Bapa Uskup untuk menggabungkan diri dengan suatu ordo baru, yaitu Ordo Marists, Bapa Uskup memberikan persetujuannya. P. Eymard kemudian menjadi direktur rohani bagi para seminaris Marists. Pada tahun 1845, ia diangkat menjadi Superior (= pembesar biara) Lyon, Perancis. Tetapi meskipun P. Eymard melaksanakan begitu banyak tugas yang dibebankan kepadanya dengan giat sepanjang hidupnya, P. Eymard akan selalu dikenang secara istimewa untuk sesuatu yang lain.
P. Eymard mempunyai cinta yang menyala-nyala kepada Ekaristi Kudus. Ia amat terpesona dengan kehadiran Yesus dalam Ekaristi. Ia suka sekali meluangkan waktu setiap hari untuk melakukan adorasi (= sembah sujud) kepada Sakramen Mahakudus. Pada Pesta Corpus Christi, yaitu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, P. Eymard dianugerahi suatu pengalaman rohani yang amat dahsyat. Sementara ia membawa Hosti Kudus dalam prosesi, ia merasakan kehadiran Yesus, bagaikan suatu kehangatan dari sumber api. Hosti itu serasa menyelebunginya dengan kasih dan cahaya. Dalam hatinya, P. Eymard berdoa kepada Tuhan tentang kebutuhan-kebutuhan rohani dan jasmani umatnya. Ia memohon agar kerahiman dan belas kasih Yesus menyentuh hati setiap orang seperti ia sendiri disentuh melalui Ekaristi.
Pada tahun 1856, P. Eymard mengikuti inspirasi yang telah didoakannya selama bertahun-tahun. Dengan persetujuan dari para pembesarnya, P. Eymard membentuk ordo religius yang beranggotakan para imam yang ber-adorasi kepada Ekaristi Kudus. Mereka dikenal sebagai Para Imam dari Sakramen Mahakudus / Congregation of the Blessed Sacrament (S.S.S.). Dua tahun setelah ordo para imam dibentuk, P. Eymard membentuk ordo untuk para biarawati, Abdi Allah dari Sakramen Mahakudus (Servants of the Blessed Sacrament; SJS ). Sama seperti para imam, para biarawati juga mempunyai cinta yang istimewa kepada Yesus dalam Ekaristi Kudus. Para imam dan biarawati dari Sakramen Mahakudus membaktikan hidup mereka dalam adorasi kepada Yesus. P. Eymard juga membentuk kelompok-kelompok dalam gerejanya guna membantu umatnya mempersiapkan diri untuk menyambut Komuni Kudusnya yang Pertama. Ia menulis beberapa buku mengenai Ekaristi yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai macam bahasa. Buku-buku itu masih beredar hingga sekarang.
P. Eymard hidup pada masa yang sama dengan seorang kudus lainnya yang akan pestanya diperingati pada tanggal 4 Agustus, yaitu St.Yohanes Vianney. Mereka berdua bersahabat dan masing-masing saling mengagumi yang lainnya. Pastor Vianney mengatakan bahwa Pastor Eymard adalah seorang kudus dan ia menambahkan, “Adorasi oleh para imam! Betapa baiknya! Aku akan berdoa setiap hari bagi karya Pastor Eymard.”
St.Petrus Yulianus Eymard melewatkan empat tahun terakhir hidupnya dalam penderitaan hebat. Di samping penderitaan jasmani, ia juga harus menderita karena berbagai masalah dan kecaman. Namun P. Eymard tetap setia dalam adorasinya kepada Sakramen Mahakudus. Kesaksian hidupnya serta pengorbanannya mendorong banyak orang lainnya untuk menjawab panggilan hidup mereka dengan bergabung dalam ordo-ordo religius. P. Eymard wafat pada tanggal 1 Agustus 1868 dalam usia limapuluh tujuh tahun. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes XXIII pada tanggal 9 Desember 1962.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari