Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu XXI Masa Biasa

Rabu, 26 Agustus 2037· Hijau · Pekan Psalterium I
26 Agustus 2037

Bacaan Misa

Rabu XXI Masa Biasa
Bacaan Pertama

Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

Mazmur Tanggapan

Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?
Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau.
Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut,
juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,"
maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang.

Bacaan Injil

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

Invitatorium

Rabu XXI Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Ibadat Bacaan

Rabu XXI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Raja Kasih Gembalaku,

Kebaikan-Nya tak pernah pudar.

Tak kurang suatu pun jika aku milik-Nya,

dan Dia milikku selamanya.
Di mana aliran air hidup mengalir,

jiwaku yang ditebus Dia pimpin;

dan di mana padang rumput hijau tumbuh,

dengan makanan surgawi Dia beri.
Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,

namun dalam kasih Dia mencariku;

dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,

dan pulang, bersukacita, Dia bawaku.
Di lembah gelap kematian aku tak takut celaka,

bersama-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;

tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,

salib-Mu di depan untuk membimbingku.
Engkau menghidangkan meja di hadapanku;

pengurapan-Mu menganugerahkan rahmat;

dan oh, betapa sukacita yang meluap

dari piala-Mu yang murni mengalir!
Maka sepanjang hari-hari,

kebaikan-Mu tak pernah pudar;

Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu

di dalam rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Aku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Mazmur 17 (18)

Syukur atas keselamatan dan kemenangan

Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).

I
Aku mengasihi-Mu, Tuhan, kekuatanku,

gunung batuku, bentengku, penyelamatku.

Allahku adalah gunung batu tempat aku berlindung;

perisaiku, pertolonganku yang perkasa, kubuku.
Tuhan layak menerima segala pujian;

ketika aku berseru, aku diselamatkan dari musuh-musuhku.
Gelombang maut mengelilingiku;

banjir kehancuran menyerangku;

jerat kubur menjeratku;

perangkap maut menghadangku.
Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan;

aku berseru kepada Allahku minta tolong.

Dari bait-Nya Dia mendengar suaraku;

seruanku sampai ke telinga-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Antifon 2Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.

II
Maka bumi berguncang dan bergoncang;

gunung-gunung terguncang sampai ke dasarnya:

mereka berguncang karena murka-Nya yang dahsyat.

Asap keluar dari hidung-Nya

dan api yang membakar dari mulut-Nya:

bara api menyala karena panasnya.
Dia menurunkan langit dan turun,

awan hitam di bawah kaki-Nya.

Dia datang bertakhta di atas kerubim,

Dia terbang di atas sayap angin.
Dia menjadikan kegelapan sebagai penutup-Nya,

air gelap awan-awan, kemah-Nya.

Cahaya bersinar di hadapan-Nya

dengan hujan es dan kilatan api.
Tuhan menggelegar di langit;

Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

Dia menembakkan panah-Nya, menyerakkan musuh,

memancarkan kilat-Nya dan membuat mereka lari.
Dasar samudra terungkap;

fondasi dunia tersingkap

pada guntur ancaman-Mu, ya Tuhan,

pada hembusan napas murka-Mu.
Dari atas Dia menjangkau dan menangkapku;

Dia menarikku dari air yang dahsyat.

Dia merebutku dari musuhku yang perkasa,

dari musuh-musuhku yang kekuatannya tidak dapat aku tandingi.
Mereka menyerangku pada hari kemalanganku,

tetapi Tuhan adalah penopangku.

Dia membawaku ke dalam kebebasan,

Dia menyelamatkanku karena Dia mengasihiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.

Antifon 3Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

III
Dia membalas aku karena aku benar,

membalas aku, karena tanganku bersih,

sebab aku telah menempuh jalan Tuhan

dan tidak menyimpang dari Allahku.
Sebab segala penghakiman-Nya ada di hadapanku:

aku tidak pernah mengabaikan perintah-perintah-Nya.

Aku selalu lurus di hadapan-Nya;

aku menjaga diriku dari kesalahan.
Dia membalas aku karena aku benar

dan tanganku bersih di mata-Nya.

Engkau penuh kasih kepada mereka yang mengasihi-Mu:

Engkau menunjukkan diri-Mu sempurna kepada yang sempurna.
Dengan yang tulus Engkau menunjukkan diri-Mu tulus,

tetapi yang licik Engkau kalahkan dalam kelicikan.

Sebab Engkau menyelamatkan umat yang rendah hati

tetapi merendahkan mata yang sombong.
Engkau, ya Tuhan, adalah pelitaku,

Allahku yang menerangi kegelapanku.

Bersama-Mu aku dapat menembus setiap penghalang,

bersama Allahku aku dapat memanjat setiap tembok.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan biarkan kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

AntifonTuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Aku katakan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

9:7–10:4

Murka Allah terhadap Israel
Tuhan telah mengirimkan firman terhadap Yakub,

itu menimpa Israel;

Dan seluruh bangsa mengetahuinya,

Efraim dan mereka yang tinggal di Samaria,

mereka yang berkata dalam kesombongan dan keangkuhan hati,

“Batu bata telah jatuh,

tetapi kami akan membangun dengan batu pahat;

Pohon ara telah ditebang,

tetapi kami akan menggantinya dengan pohon aras.”

Tetapi Tuhan membangkitkan musuh-musuh mereka melawan mereka

dan menggerakkan musuh-musuh mereka untuk bertindak:

Aram di timur dan Filistin di barat

melahap Israel dengan mulut terbuka.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

dan tangan-Nya masih terulur!
Umat tidak berbalik kepada Dia yang memukul mereka,

pun tidak mencari Tuhan semesta alam.

Maka Tuhan memotong dari Israel kepala dan ekor,

pelepah palem dan alang-alang dalam satu hari.

[Orang tua dan bangsawan adalah kepala,

nabi yang mengajarkan kepalsuan adalah ekor.]

Para pemimpin bangsa ini menyesatkan mereka

dan mereka yang harus dipimpin ditelan.

Karena alasan ini, Tuhan tidak menyayangkan pemuda-pemuda mereka,

dan anak yatim serta janda mereka tidak Ia kasihani;

Mereka sepenuhnya tercemar dan berdosa,

dan setiap mulut melampiaskan kebodohan.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!
Sebab kejahatan membakar seperti api,

melahap semak duri dan onak;

Ia menyulut belukar hutan,

yang naik dalam tiang-tiang asap.

Atas murka Tuhan semesta alam, bumi bergetar,

dan umat seperti bahan bakar untuk api;

Tidak seorang pun menyayangkan saudaranya,

masing-masing melahap daging sesamanya.

Meskipun mereka menebang di kanan, mereka lapar;

meskipun mereka makan di kiri, mereka tidak kenyang.

Manasye melahap Efraim, dan Efraim Manasye;

bersama-sama mereka berbalik melawan Yehuda.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!
Celakalah mereka yang membuat undang-undang yang tidak adil

dan yang menulis dekrit-dekrit yang menindas,

Merampas hak orang miskin

dan merampok hak-hak orang miskin umat-Ku,

Menjadikan janda-janda rampasan mereka,

dan anak yatim mangsa mereka!

Apa yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman,

ketika kehancuran datang dari jauh?

Kepada siapa kamu akan lari meminta pertolongan?

Di mana kamu akan meninggalkan kekayaanmu,

Agar tidak tenggelam di bawah tawanan

atau jatuh di bawah yang terbunuh?

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!

Responsorium Ratapan 2:1

Betapa Tuhan dalam murka-Nya telah mendatangkan kegelapan atas putri Sion;

℟ Ia telah melemparkan kemuliaan Israel dari surga ke bumi.
Pada hari murka-Nya, Ia telah melupakan Sion, tumpuan kaki-Nya.

℟ Ia telah melemparkan kemuliaan Israel dari surga ke bumi.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Barang siapa bertahan sampai akhir akan diselamatkan
Setiap kali kita menderita suatu kesengsaraan, kita harus menganggapnya sebagai hukuman dan juga sebagai koreksi. Kitab Suci kita sendiri tidak menjanjikan kita kedamaian, keamanan, dan istirahat. Sebaliknya, Injil tidak merahasiakan masalah dan pencobaan yang menanti kita, tetapi juga mengatakan bahwa barang siapa bertahan sampai akhir akan diselamatkan. Kebaikan apa yang pernah ada dalam hidup ini sejak saat manusia pertama menerima hukuman mati yang adil dan kutukan dari mana Kristus Tuhan kita telah membebaskan kita?
Jadi kita tidak boleh mengeluh, saudara-saudaraku, sebab seperti yang dikatakan Rasul: Beberapa dari mereka bersungut-sungut dan dibinasakan oleh ular. Adakah kesengsaraan yang sekarang diderita oleh umat manusia yang tidak diderita oleh bapa-bapa kita sebelum kita? Penderitaan kita yang mana yang bahkan sebanding dengan apa yang kita ketahui tentang penderitaan mereka? Namun Anda mendengar orang-orang mengeluh tentang zaman sekarang ini karena segala sesuatu jauh lebih baik di masa lalu. Saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi jika mereka dapat dibawa kembali ke zaman nenek moyang mereka – bukankah kita masih akan mendengar mereka mengeluh? Anda mungkin berpikir zaman dulu itu baik, tetapi itu hanya karena Anda tidak hidup di dalamnya.
Saya heran bahwa Anda yang sekarang telah dibebaskan dari kutukan, yang telah percaya kepada Putra Allah, yang telah diajar dalam Kitab Suci – bahwa Anda dapat berpikir zaman Adam itu baik. Dan nenek moyang Anda menanggung kutukan Adam, Adam yang kepadanya kata-kata ini ditujukan: Dengan peluh di dahimu engkau akan makan rotimu; engkau akan mengolah tanah dari mana engkau diambil, dan itu akan menghasilkan duri dan onak bagimu. Inilah yang pantas ia terima dan yang harus ia derita; inilah hukuman yang dijatuhkan kepadanya oleh penghakiman Allah yang adil. Lalu bagaimana Anda bisa berpikir bahwa zaman dulu lebih baik daripada zaman Anda sendiri? Sejak Adam pertama itu hingga zaman keturunannya hari ini, nasib manusia adalah kerja keras dan peluh, duri dan onak. Apakah kita telah melupakan banjir dan masa-masa kelaparan dan perang yang dahsyat yang sejarahnya telah dicatat justru untuk mencegah kita mengeluh kepada Allah karena zaman kita sendiri? Pikirkan saja bagaimana zaman dulu itu! Adakah di antara kita yang tidak bergidik mendengar atau membacanya? Jauh dari membenarkan keluhan tentang zaman kita sendiri, mereka mengajarkan kepada kita betapa banyak yang harus kita syukuri.

Responsorium Mazmur 77:6-7, 3; lihat 11, 10

Aku merenungkan hari-hari yang lampau,

Aku mengingat tahun-tahun yang telah berlalu.

Sepanjang malam aku bermeditasi dalam hatiku,

℟ Aku berseru: Ya Allah, kasihanilah aku.
Aku mencari Allah pada hari penderitaanku,

Aku mengulurkan tanganku kepada-Nya sepanjang malam.

℟ Aku berseru: Ya Allah, kasihanilah aku.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang telah menyiapkan bagi mereka yang mengasihi Engkau

hal-hal baik yang tidak dapat dilihat oleh mata,

penuhilah hati kami, kami mohon,

dengan kehangatan kasih-Mu, sehingga,

mengasihi Engkau dalam segala hal dan di atas segala hal,

kami dapat mencapai janji-janji-Mu,

yang melampaui setiap keinginan manusia.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu XXI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*
"Tak perlu takut akan Allah".

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,+
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)

Apa yang tidak kausukai sendiri, jangan kauperbuat kepada orang lain. Bagilah rezekimu dengan orang miskin dan papa dan berikanlah pakaianmu kepada yang tidak punya. Mintalah selalu nasihat kepada orang yang bijaksana. Pujilah Allah setiap waktu dan berdoalah kepadaNya, supaya Ia membimbing jalanmu dan merestui segala rencanamu.

Lagu Singkat

℣.Arahkanlah hatiku, ya Allah,* kepada ketetapanMu.℟.Arahkanlah.℣.Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku.℟.Kepada ketetapanMu.℟.Kemuliaan.℟.Arahkanlah.

Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus menyebut saudara setiap orang yang disucikanNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan memuji Dia dengan berkata:

℟. Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.

Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu. ℟.

Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu. ℟.

Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin. ℟.

Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, Penyelamat kami, kami telah Kaulahirkan menjadi putera-putera cahaya. Tolonglah kami mencintai cahaya dan mengerjakan yang benar. Semoga dengan demikian kami dapat memberi kesaksian tentang Engkau di hadapan semua orang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu XXI Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Pe 1, 13-14)

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

Ayat Singkat

℣.Tunjukkanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan.℟.Dan ajarkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu XXI Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*
Dengan memperhatikan firmanMu.

Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*
jangan biarkan aku menyimpang dari perintahMu.

Dalam hatiku kusimpan sabdaMu,*
agar aku jangan berdosa terhadapMu.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Bibirku akan mewartakan,*
segala ucapan mulutMu.

Aku bergembira atas perintahMu,*
melebihi segala harta.

TitahMu selalu kurenungkan,*
jalanMu selalu kuamat-amati.

KehendakMulah kesukaanku,*
firmanMu takkan kulupakan.

Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) I

Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*
perhatikanlah seruanku.

Indahkanlah doaku,*
yang keluar dari hati yang ikhlas.

Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*
sebab Engkau tahu siapa yang benar.

Bila Engkau menguji hatiku,+
dan menelitinya waktu malam,*
bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.

Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*
sabda bibirMu selalu kuperhatikan.

Langkahku menempuh jalan perintahMu,*
maka kakiku tidak goyah.

Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*
condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.

Tunjukkanlah keagungan kasih setiaMu,*
Engkau penyelamat orang yang berlindung kepadaMu.

Dengan kekuasaanMu Kauselamatkan mereka,*
dari tangan kaum durhaka.

Peliharalah aku bagaikan biji mata,*
sembunyikan daku di bawah naungan sayapMu.

Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*
terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*
mereka bicara dengan angkuh.

Kini mereka mengerumuni aku,*
mengintai hendak mengempaskan daku ke tanah.

Rupanya seperti singa yang siap menerkam,*
seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.

Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,+
dengan pedangMu luputkan daku dari orang berdosa,*
dengan kuasaMu bebaskan daku dari kematian.

Karena kejujuranku aku memandang wajahMu,*
waktu bangun aku menikmati hadiratMu.

Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Bacaan singkat 1Ptr 1,15-16

Allah yang kudus telah memanggil kamu. Maka hendaklah kamu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Allah. Sebab ada tertulis: Hendaknya kamu kudus, sebab Aku ini kudus.

℣.Para imam mengenakan pakain kesucian.℟.Dan umat akan bersorak gembira.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu XXI Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Iac 4, 7-8a. 10)

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Ayat Singkat

℣.Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut akan Dia.℟.Kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu XXI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Mazmur 26

Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?*
Tuhanlah benteng hidupku, siapa 'kan kugentari?

Bila penjahat menyerang untuk memangsa aku,*
maka seteru dan lawanku sendirilah yang tergelinjir dan jatuh

Biarpun sepasukan tentara melawan daku,*
hatiku tidak gentar.

Biarpun pertempuran berkecamuk di kelilingku,*
aku tetap percaya.

Hanya satu yang kuminta pada Tuhan, hanya inilah yang kukehendaki,*
diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.

Untuk merasakan kebaikan Tuhan,*
dan menikmati rumahNya.

Tuhan melindungi aku terhadap bahaya,+
menyembunyikan daku dalam kemahNya,*
memindahkan daku ke benteng yang tinggi.

Kini aku berjaya,*
atas musuh di sekelilingku.

Kini aku mempersembahkan kurban syukur dengan gembira,*
aku menyanyikan mazmur dalam kemah Tuhan.

Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Antifon 2Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Mazmur 26 II

Tuhan, dengarkanlah suara seruanku,*
kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku.

Seturut firmanMu kucari wajahMu,*
wajahMu kucari, ya Tuhan.

Jangan wajahMu Kausembunyikan dari padaku,*
jangan hambaMu Kautolak dengan murka.

Sebab Engkau penolongku, jangan membuang aku,*
jangan meninggalkan daku, ya Allah penyelamatku.

Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan daku,*
namun Tuhan selalu menyambut aku.

Tunjukkan jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
bimbinglah aku di jalan yang aman sentosa.

Jangan aku Kauserahkan kepada kekuasaan lawanku,*
sebab mereka bersaksi dusta dan bersumpah palsu melawan daku.

Aku yakin aku merasakan kebaikan Tuhan,*
selagi aku masih hidup.

Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,*
berharaplah kepada Tuhan.

Antifon 2WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)

Hendaknya kamu menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar yang menipu diri. Telitilah hukum sempurna yang memberi kemerdekaan, dan tinggallah dalam hukum itu. Janganlah hanya mendengar serta melupakan, tetapi laksanakanlah sungguh-sungguh. Sebab barang siapa berbuat demikian, akan berbahagia.

Lagu Singkat

℣.Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku.℟.Bebaskanlah.℣.Jauhkanlah aku dari orang jahat.℟.Dan kasihanilah aku.℣.Kemuliaan.℟.Bebaskanlah.

Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Doa Permohonan

Tuhan tetap melimpahi umat pilihanNya dengan cinta kasih yang tak terbatas. Sebab itu marilah kita meluhurkan namaNya dan memanjatkan doa dengan berkata:

℟. Tunjukkanlah cinta kasihMu, ya Tuhan.

Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu dan lindungilah umatMu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasihMu. ℟.

Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, PuteraMu yang telah Kauutus. ℟.

Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya. ℟.

Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina. ℟.

Semoga pintu belaskasihanMu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaanMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Indahkanlah doa kami, ya Tuhan, dan lindungilah kami siang malam. Engkau telah menempatkan kami dalam dunia yang berubah-ubah ini. Maka, teguhkanlah kami selalu dengan kekuatanMu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Rabu XXI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santa Elizabeth Bichier

Biarawati · 1773-1838

Elizabeth dilahirkan pada tahun 1773. Ketika masih kanak-kanak, permainan kesukaannya ialah membuat benteng-benteng di pasir. Bertahun-tahun kemudian, wanita Perancis yang kudus ini memikul tanggung jawab pembangunan biara-biara bagi ordo para biarawati yang didirikannya.

“Aku rasa membangun memang dimaksudkan untuk menjadi pekerjaanku,” katanya bergurau, “sebab aku telah memulainya sejak masih kanak-kanak!” Sesungguhnya, hingga tahun 1830, yaitu delapan tahun sebelum wafatnya, Elizabeth telah mendirikan lebih dari enampuluh biara.

Selama masa Revolusi Perancis, keluarga Elizabeth kehilangan segala harta milik mereka. Hal ini terjadi karena kaum republik menyita harta milik para bangsawan. Tetapi, gadis muda berusia sembilan belas tahun yang sangat pandai ini belajar hukum agar dapat memenangkan kasus keluarganya di pengadilan. Ketika Elizabeth berhasil memenangkan perkaranya dan menyelamatkan keluarganya dari kehancuran, tukang sepatu desa berseru, “Sekarang, satu-satunya hal yang perlu engkau lakukan adalah menikah dengan seorang kaum Republik yang baik!” Namun demikian, Elizabeth tidak memiliki niat untuk menikah dengan siapa pun, entah dari kalangan republik atau pun dari kalangan bangsawan. Di balik sebuah gambar Bunda Maria, ia menulis, “Aku membaktikan serta mempersembahkan diriku kepada Yesus dan Maria untuk selama-lamanya.”

Dengan bantuan St.Andreas Fournet, Elizabeth membentuk suatu ordo religius baru yang diberi nama Putri-putri Salib. Ordo baru ini berkarya dengan mengajar anak-anak dan melayani orang sakit. Elizabeth siap menghadapi segala bahaya demi menolong sesama. Suatu ketika ia mendapati seorang gelandangan terbaring sakit di sebuah gudang. Ia membawanya ke rumah sakit biara dan melakukan segala yang ia mampu untuknya hingga gelandangan itu meninggal dunia. Keesokan paginya, kepala polisi datang memberitahu bahwa ia ditangkap karena melindungi seseorang yang diyakini sebagai seorang penjahat. Elizabeth tidak takut, “Aku hanya melakukan apa yang mungkin engkau sendiri akan lakukan, Tuan,” katanya. “Aku menemukan orang sakit yang malang ini, dan merawatnya hingga ia meninggal. Aku siap untuk mengatakan kepada hakim apa yang telah terjadi.” Tentu saja, kejujuran dan belas kasihan santa kita ini mendapat banyak simpati. Orang banyak mengagumi jawaban-jawabannya yang jujur, tegas dan jelas.

Sahabat yang membantunya mendirikan ordo, St. Andreas Fournet, wafat pada tahun 1834. St. Elizabeth menulis kepada para biarawatinya, “Inilah kehilangan kita yang paling besar dan paling menyedihkan.” St. Elizabeth wafat pada tanggal 26 Agustus 1838. Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius XII pada tahun 1947

Arti nama

Berasal dari kata Yunani : Ελισαβετ (Elisabet), yang aslinya berasal dari kata Ibrani : אֱלִישֶׁבַע ('Elisheva') yang berarti : Tuhan adalah Hidup saya / Tuhan saya adalah kelimpahan / Pemuja Tuhan

Santa Mariam Baouardy

Biarawati · 1846-1878

Santa Mariam Baouardy adalah seorang biarawati Karmel yang berasal dari keluarga Katolik Melkite Yunani. Ayahnya, Giries (Georgius) Baouardy, berasal dari desa Horfesch di Palestina sedangkan ibunya, Mariam Shahine, berasal dari Tarshiha, Palestina. Kedua desa tersebut didiami oleh orang Druze (Kristen Arab) yang kebanyakan merupakan rakyat jelata yang hidup sederhana.

Melkite adalah sebutan untuk Gereja Kristen yang beribadat menurut ritus Byzantine di Timur Tengah. Gereja ini terbagi dalam dua kelompok yaitu Gereja Ortodoks Melkite/Antiokhia, ar-Rumi Urtuduks yang terpisah dari Paus dan Gereja Katholik Melkite yang berada dalam persekutuan penuh dengan Paus. Gereja Katolik Melkite Yunani merupakan salah satu dari 22 gereja otonom dalam persekutuan penuh dengan Paus di Roma.

Kelahiran dan Masa Kecil

Selama masa perkawinannya, pasangan Giries dan Mariam Shahine dikaruniai 12 anak laki-laki, namun tak seorangpun yang tetap hidup saat infansi, sehingga menimbulkan kesedihan yang besar bagi mereka. Mariam yang rajin berdevosi kepada Bunda Maria membujuk suaminya untuk pergi ke Betlehem dan memohon kepada Tuhan melalui Bunda Maria agar dikaruniai seorang anak perempuan. Maka mereka pun melakukan hal itu. Di depan gua tempat Kelahiran Yesus, mereka mengutarakan permintaan mereka dalam doa. Mereka percaya bahwa Allah akan mengabulkan doa dan permohonan mereka itu. Karena iman mereka tersebut, maka pada tanggal 5 Januari 1846, pada malam Epifani, seorang bayi perempuan dilahirkan. Kelahiran bayi perempuan itu membawakan sukacita yang besar bagi pasangan Giries dan Mariam. Ketika si bayi berumur 10 hari, mereka membawanya ke sebuah Gereja lokal Melkite untuk menerima Sakramen Babtis. Bayi itu dipersembahkan di bawah perlindungan Perawan Marian dan diberi nama Mariam Baouardy.

Dua tahun kemudian keluarga tersebut dikaruniai seorang anak laki-laki, yang diberi nama Boulos (Paul). Kebahagiaan semakin mewarnai kehidupan keluarga kecil itu. Namun rupanya kebahagiaan yang mereka rasakan itu hanya berlangsung dalam waktu yang singkat. Kedua orang tua Mariam dan Paul meninggal saat mereka masih sangat kecil dan membutuhkan kasih sayang. Sesaat sebelum meninggal dunia, Giries menatap gambar Santo Yosef dan menyerahkan anak-anaknya kepada perlindungan Santo Yosef dan Bunda Maria. Sepeninggal kedua orang tua mereka, Paul kecil lalu dibawa oleh bibi dari pihak ibu di daerah Tarshiha, sedangkan Mariam diadopsi oleh paman dari pihak ayah di Abellin Galilea.

Pindah ke Galilea

Abellin adalah suatu daerah yang memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Dari puncak desa terlihat seluruh bagian atas Galilea. Mariam kecil sangat menyukai pemandangan itu. Ia sering memandang alam sambil mengenang kembali kehidupannya. Dari daerah itu jika memandang ke arah utara, nampak barisan gunung yang tinggi, perbatasan Lebanon. Di Timur Laut terdapat Jebel Shaykh yang megah dan awan menutupinya sepanjang tahun. Di sebelah Timur, gelombang bukit-bukit melandai lembut ke bawah menuju Danau Galilea, yang disebut juga Tiberias; di sebelah Selatan, dataran yang kaya Esdralon membentang sampai ke Gunung Karmel. Di sebelah Barat Laut melalui bukit pasir terdapat Laut Mediterania yang biru berkilauan.

Mariam tinggal bersama keluarga yang menyenangkan, pamannya sangat menyayangi dan memperhatikannya. Ia merasa senang tinggal bersama keluarga pamannya itu. Suatu ketika, Mariam mengalami suatu peristiwa kecil yang membawa kesan tersediri baginya. Peristiwa itu terjadi di tengah-tengah kebun buah pamannya. Di sana ia mempunyai sebuah kandang kecil yang didiami oleh burung-burung kecil, hadiah yang diberikan kepadanya. Suatu hari terdorong oleh perhatian dan kasihnya, ia berniat memandikan mereka, namun karena Mariam kecil belum mengerti cara yang tepat, maka menyebabkan burung-burung itu mati karena basah. Kematian mereka melukai hati kecil gadis kecil itu. Dengan penuh dukacita ia menguburkan mereka, dan saat itu di lubuk hatinya ia mendengar suatu suara yang jelas, “Seperti ini, betapa segala sesuatu berlalu. Jika engkau memberikan hatimu, Aku akan selalu tetap bersamamu.”

Keteguhan Iman Marian

Saat Mariam berumur delapan tahun pamannya meninggalkan Palestina bersama seluruh keluarga dan menetap di Alexandria, Mesir. Ia tidak lagi melihat Ibillin yang dicintainya itu. Ketika Mariam berumur 13 tahun, ia dijodohkan dengan seorang pemuda, hal ini dilakukan menurut adat istiadat mereka. Pernikahan diatur tanpa persetujuan kedua pengantin. Kebiasaan ini terjadi di kalangan orang-orang Timur Tengah. Mengetahui hal tersebut, Mariam terkejut dan hatinya menjadi sangat sedih. Pada malam sebelum acara pernikahan itu diadakan, ia tidak dapat tidur. Ia tidak siap sama sekali untuk hidup sebagai seorang wanita yang menikah. Malam itu dengan sungguh-sungguh ia berdoa memohon bimbingan dan penghiburan. Kemudian dari kedalaman hatinya ia mendengar kembali suara yang begitu meneduhkan, “Segala sesuatu berlalu! Jika engkau berharap memberikan hatimu kepada-Ku, Aku akan tetap bersamamu.” Mariam mengetahui dengan pasti bahwa ini adalah suara dari kekasih satu-satunya yang ia miliki yaitu Yesus. Malam itu ia lalui dengan doa yang mendalam di depan gambar Perawan Bunda Yesus; kemudian ia mendengar suara, “Mariam, Aku besertamu, ikuti bimbingan yang Kuberikan kepadamu. Aku akan menolongmu.”

Keesokan harinya, ketika Mariam menyatakan keberatannya untuk menikah dan ingin tetap perawan, paman yang mengadopsinya menjadi sangat marah. Ia meledak dalam kemarahan, berteriak, memukul dan menampar Mariam, tetapi tidak ada yang dapat mengubah ketetapan hati Mariam. Maka pamannya terpaksa mempekerjakan ia sebagai pekerja domestik, memberikan tugas-tugas dapur yang paling berat dan menempatkannya pada posisi yang lebih rendah daripada pembantu lainnya.

Mariam tenggelam dalam perasaan kesepian dan kehilangan harapan. Ia minta tolong kepada saudara laki-lakinya Paul. Ia menulis surat kepadanya dan memintanya supaya datang dan melihatnya di Alexandria. Dalam pengasingan oleh keluarga pamannya ini Mariam meminta bantuan kepada seorang pemuda muslim agar mengirim suratnya ke Nazaret. Pemuda itu menganjurkan Mariam mengungkapkan masalah pribadinya. Namun kemudian ia mencoba merayu Mariam untuk meninggalkan imannya. Kata-kata dan tindakannya secara langsung menyerang Kekristenan Mariam. Namun Mariam menolak rayuan pemuda itu dan dengan tegas menyatakan imannya akan Gereja Kristus; “Aku seorang putri Gereja Katolik, dan aku berharap oleh rahmat Allah untuk bertekun sampai mati di dalam kepercayaanku”.

Penolakan Mariam membuat pemuda muslim itu marah. Dengan mata penuh kebencian, ia memukul Mariam hingga roboh. Setelah itu ia mengambil pedang dan menggorok leher gadis itu. Mengira bahwa Mariam sudah mati, ia membuang tubuh berdarah itu di sebuah lorong gelap. Peristiwa mengerikan ini terjadi pada tanggal 8 September 1858.

Apa yang terjadi kemudian yaitu suatu peristiwa aneh dan indah. Mariam merasa ada seorang perempuan berpakaian biru membawanya ke atas dan menjahit luka di lehernya. Pengalaman ini terjadi di suatu gua. Beberapa tahun kemudian, Mariam menceritakan pengalamannya itu kepada salah seorang suster di Marseilles, katanya,

“Saya merasa diri saya berada di surga bersama Perawan Terberkati, para malaikat dan para kudus. Mereka merawat saya dengan baik sekali, dengan penuh kasih. Di antara mereka ada kedua orang tua saya. Saya melihat suatu tahta cemerlang Tritunggal Maha Kudus dan Yesus Kristus dalam kemanusiaan‑Nya. Tidak ada matahari, tidak ada lampu, namun segala sesuatu bersinar terang. Seseorang berbicara kepada saya. Mereka mengatakan bahwa saya seorang perawan, namun kitab saya belum selesai. Saat luka disembuhkan saya harus meninggalkan gua dan Bunda Maria membawa saya ke Gereja St. Katharina; saya dilayani oleh rahib Fransiskan. Saya pergi untuk mengaku dosa. Ketika kembali, perempuan berpakaian biru itu telah menghilang.”

Beberapa tahun kemudian saat dalam keadaan ekstase, pada tanggal 8 September 1874, pada hari peringatan kelahiran Bunda Maria, Mariam mengatakan, “Pada hari yang sama pada tahun 1858, saya ada bersama Bunda Maria dan mengabdikan hidup kepadanya. Seseorang telah berusaha menggorok leher saya, tetapi pada hari berikutnya Bunda Maria merawat saya.”

Menjadi Biarawati Karmel

Sejak hidup terpisah dari pamannya, Mariam tidak pernah lagi melihat pamannya. Ia menyokong hidupnya sendiri dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada sebuah keluarga Kristen Arab, Najjar. Selama itu kerinduan Mariam untuk mempersembahkan hidupnya pada Yesus semakin besar. Kemudian atas anjuran Bapa pengakuannya, Mariam bergabung dengan suster-suster St. Yosef. Bersama beberapa postulan dari Lebanon dan Palestina, ia tinggal bersama dengan para suster tersebut. Namun tak lama setelah itu kesehatannya menurun dan kejadian-kejadian mistik mulai dialaminya. Hal itu mengganggu kongregasi di mana ia tinggal. Mereka terkejut melihat gerakan-gerakan dan pancaran mistik yang terjadi. Berdasarkan alasan tersebut, maka Mariam tidak diperkenankan untuk memasuki masa novisiat. Kemudian oleh pembimbing novis di sana, Sr. Veronica, Mariam dimasukkan ke biara Karmel Pau. Mariam memasuki Karmel saat berumur 21 tahun sebagai seorang suster biasa. Ia mengambil nama Suster Maria dari Yesus yang Disalib.

Pengalaman Mistik

Suster Maria dari Yesus yang Disalib, mengucapkan kaul pertamanya pada tanggal 21 November 1871 sebagai Religius Karmel. Sebelum kejadian itu ia menderita kesengsaraan yang hebat. Salah satu yang paling mengerikan yaitu gangguan roh jahat selama 40 hari. Ia bertekun dalam kesederhanaan dan kepercayaan seorang anak kecil kepada Allah Putera dan Bunda-Nya yang Kudus, Maria. Penghargaan atas hal-hal itu mendatangkan hak paling istimewa bagi manusia. Ia menerima anugerah tetap stigmata dari Penyelamat yang disalib, mengalami levitasi, menerima karunia nubuat dan pengetahuan atas hati, dikuasai oleh malaikat baik, dan memiliki muka yang bercahaya. Ia berkata, “Segala sesuatu berlalu di atas bumi. Siapakah kita? Tidak lain selain debu, kehampaan, dan Allah sangat besar, sangat indah, sangat patut dicintai, namun tidak dicintai.”

Devosi Kepada Roh Kudus

Suster Maria dari Yesus yang Disalib berdevosi rutin kepada Roh Kudus, pemilik kebenaran tanpa kesalahan dan penyimpangan. Melalui Patriark Melkite Gregorius II, ia mengirim sebuah pesan kepada Paus Pius IX yang mengatakan bahwa Gereja, bahkan seminari-seminari, mengabaikan devosi sebenarnya kepada Roh Kudus, Sang Penghibur. Doanya kepada Yang Tak Dikenal :

“Roh Kudus, inspirasikan aku. Cintakasih Allah pakailah aku. Sepanjang jalan kebenaran pimpinlah aku. Maria ibuku yang baik, tengoklah aku. Bersama Yesus berkatilah aku. Dari segala yang jahat, segala ilusi, semua bahaya, lindungilah aku.”

Doa sederhana dari Suster Maria ini menyebar ke seluruh dunia.

Akhir kehidupan

Suatu hari dalam bulan Agustus 1878, ketika sedang melakukan pekerjaannya di biara, Suster Maria mengalami suatu rasa kesakitan yang sangat hebat. Saat itu ia berusia 33 tahun. Ganggren timbul dengan cepat dan menyebar ke bagian pernafasannya. Ia tidak pernah sembuh dari luka tersebut. Ia begitu menderita akibat sakitnya itu, namun ia menerimanya dengan tabah dan tulus hati. Pada tanggal 26 Agustus 1878, Suster Maria kembali mengalami serangan kesulitan pernafasan yang amat hebat dan mengancam hidupnya. Setelah beberapa saat penderitaan yang dialaminya itu, Suster Maria meninggal dunia. Pada saat terakhir hidupnya itu, ia berbisik dengan lirih, “Yesusku, berbelaskasihlah.” Suster Maria menyerahkan dirinya kepada Yesus yang amat dicintainya, ia meninggalkan dunia ini untuk bertemu dan bersatu dengan kekasihnya. Saat itu pukul lima lewat sepuluh menit di pagi hari.

Ketika ia dimakamkan, pada batu nisan makamnya terukir tulisan: “Di sini dalam damai Tuhan beristirahatlah Suster Maria dari Yesus yang Disalib, profesi religius dengan kerudung putih. Suatu jiwa dengan rahmat-rahmat luar biasa. Ia dikenal karena kerendahan hatinya, ketaatannya, dan cintakasihnya. Yesus satu-satunya cinta dalam hatinya memanggil dia untuk diri-Nya dalam usia 33 tahun dan 12 tahun dari hidup religiusnya di Betlehem, 26 Agustus 1878.

Kanonisasi

Saat ini Suster Maria dari Yesus yang Disalib dikenal sebagai “Al Qiddisa” (yang kudus) di Ibillin, Palestina. Ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 November 1983 dan dikanonisasi pada tanggal 17 Mei 2015 bersama 3 orang kudus lainnya yaitu : Santa Jeanne-Emilie de Villeneuve, Santa Maria Cristina Brando dan Santa Maria Alfonsina Ghattas.

Misa kanonisasinya digelar di lapangan Santo Petrus Vatikan dan dihadiri oleh 2.000 warga Kristen Palestina, termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Arti nama

Mariam ==> Ejaan Arab dan Ibrani untuk nama : Maria.

Maria = Versi Latin untuk nama Yunani Μαριαμ (Mariam) dan Μαρια (Maria). Ejaan Yunani ini adalah terjemahan yang digunakan dalam Kitab Perjanjian Baru untuk nama Ibrani : מִרְיָם (Miryam).
Dalam Kitab Suci, nama ini pertama kali di temukan pada kitab Keluaran 15:20 (nama saudari Musa dan Harun).

Arti nama "Maria" tidak diketahui secara pasti.
Ada beberapa teori yang menyebutkan nama ini berarti : "Pahit, Pedih, Lautan kepedihan, Lautan Kesedihan", dan "pemberontakan".
Teori lain menyebutkan nama ini berasal dari kata Mesir Kuno : "mr" (cinta) atau: "mry" (kekasih, yang dicintai).

Santa Teresia Yornet

Perawan · 1843-1897

Teresia lahir di Aytona, Spanyol pada tanggal 9 Januari 1843. Orangtuanya adalah petani miskin yang saleh dan sangat beribadat kepada Tuhan. Teresia belajar di sekolah setempat hingga memperoleh ijazah guru. Selama beberapa tahun ia mengajar di sekolah dasar Argensola. Masyarakat sekitar senang sekali dengannya karena carana mendidik anak-anak sangat baik.

Meskipun dunia pendidikan merupakan bidang kerja yang disenanginya, namun dia mencita-citakan sesuatu yang lebih mulia, yakni menjadi biarawati. Tak lama kemudian ia masuk novisiat suster-suster Klaris. Tetapi karena kesehatannya terganggu, Teresia tidak diperkenankan mengikrarkan kaulnya yang pertama. Ia lalu keluar dari tarekat suster-suster Klaris. Kemudian oleh seorang imam yang saleh, Teresia diminta untuk turut mendirikan sebuah kongregasi suster yang diabdikan untuk pelayanan dan perawatan orang-orang tua renta yang sakit dan miskin.

Pada tahun 1873 Teresia bersama beberapa orang gadis membentuk Kongregasi suster-suster Kecil. Dia diangkat sebagai pemimpin Kongregasi baru ini. Oleh suster-suster rekannya, dia disebut sebagai Teresia a Jesu. Dibawah kepemimpinannya, kongregasi ini berkembang pesat. Limabelas tahun kemudian, tatkala tarekat baru tersebut disahkan oleh Tahkta Suci, anggota-anggotanya telah bekerja di 58 rumah perawatan orang-orang jompo di Spanyol dan kemudian di Amerika Selatan. Sulit sekali membayangkan berbagai penderitaan yang harus ditanggung oleh suster-suster tersebut. Salah satu peristiwa yang baru menimpa mereka adalah meninggalnya 24 orang suster serta 70 orang tua karena serangan penyakit kolera. Menghadapi musibah besar ini, Teresia tak bisa berbuat apa-apa kecuali menyerahkan diri kepada penyelenggaraan Ilahi Allah. Imannya yang kokoh akan Allah memberi keteguhan kepada suster-suster lainnya yang melanjutkan karyanya demi kebahagiaan orang-orang tua yang dipercayakan Tuhan kepada mereka. Teresia Yornet meinggal dunia pada tanggal 26 Agustus.

Santo Zepherinus

Paus dan Martir · wafat ± 217

Zepherinus terpilih menjadi Paus pada tahun 199. Ia memimpin Gereja dalam situasi yang sangat sulit karena aksi penganiayaan terhadap umat oleh Kaisar Lucius Septimus Severus. Di samping harus berusaha keras mengembalikan orang-orang beriman yang murtad, Zepherinus pun harus berjuang menegakkan iman yang benar dihadapan petinggi Kekaisaran Roma dan para heretic trinitarian. Untuk itu ia dengan setia dan penuh kasih sayang mendampingi para tahanan dan orang-orang berdosa yang bertobat. Paus Zepherinus mati sebagai martir Kristus pada tahun 217. Jenasahnya dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma di samping Santo Tarsisius, martir Ekaristi pada abad ketiga.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari