Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Agustinus

Jumat, 28 Agustus 2037· Putih · Pekan Psalterium I
28 Agustus 2037

Bacaan Misa

S. Agustinus
Bacaan Pertama

Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan, supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan, bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah, dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.

Mazmur Tanggapan

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!
Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.
Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan! Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.
Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bacaan Injil

"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Invitatorium

S. Agustinus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.

Ibadat Bacaan

S. Agustinus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah membantu aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka menaikkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang abad untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menempuh jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Mazmur 34 (35)

Tuhan sebagai Juruselamat di masa penganiayaan

Mereka berkumpul… dan merencanakan untuk menangkap Yesus dengan tipu daya dan membunuh-Nya (Matius 26:3-4).

I
Ya Tuhan, belalah perkaraku melawan musuh-musuhku;

perangilah mereka yang memerangi aku.

Ambillah perisai dan tameng-Mu;

bangkitlah menolong aku.
Ya Tuhan, katakanlah kepada jiwaku:

“Akulah keselamatanmu.”
Tetapi jiwaku akan bersukacita dalam Tuhan

dan bersukaria dalam keselamatan-Nya.

Seluruh keberadaanku akan berkata:

“Tuhan, siapakah seperti Engkau

yang menyelamatkan yang lemah dari yang kuat

dan yang miskin dari penindas?”
Saksi-saksi dusta bangkit

dan menuduh aku secara tidak adil.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan:

jiwaku terlantar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Antifon 2Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

II
Ketika mereka sakit aku berkabung,

menderita dengan berpuasa.

Doaku selalu di bibirku,

seperti untuk saudara, seorang teman.

Aku pergi seolah-olah berkabung untuk seorang ibu,

tertunduk dalam kesedihan.
Sekarang aku dalam kesulitan mereka berkumpul,

mereka berkumpul dan mengejek aku.

Mereka mengejutkan aku dan memukul aku

dan mencabik-cabik aku.

Mereka memprovokasi aku dengan ejekan demi ejekan

dan menggeretakkan gigi mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

Antifon 3Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

III
Ya Tuhan, berapa lama Engkau akan memandang?

Datanglah menyelamatkan aku!

Selamatkanlah hidupku dari binatang-binatang buas ini,

jiwaku dari singa-singa ini.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam jemaat besar,

di tengah keramaian aku akan memuji Engkau.
Jangan biarkan musuh-musuhku yang berdusta

bersukacita atas aku.

Jangan biarkan mereka yang membenci aku secara tidak adil

mengedipkan mata satu sama lain.
Ya Tuhan, Engkau telah melihat, janganlah diam,

janganlah berdiri jauh!

Bangunlah, bergeraklah untuk membela aku,

untuk perkaraku, ya Allah!
Biarlah ada sukacita bagi mereka yang mencintai perkaraku.

Biarlah mereka berkata tanpa henti:

“Besarlah Tuhan yang bersukacita

dalam damai hamba-Nya.”

Maka lidahku akan berbicara tentang keadilan-Mu,

sepanjang hari tentang pujian-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau menyelamatkan orang miskin dari penindas mereka, dan Engkau bangkit menolong Putra-Mu yang terkasih melawan mereka yang secara tidak adil mencari nyawa-Nya. Pandanglah Gereja-Mu saat kami berjalan menuju Engkau, agar orang miskin dan lemah dapat mengenali pertolongan yang Engkau berikan dan mewartakan karya keselamatan-Mu.

AntifonLidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

℟ Tetapi dalam perintah-Mu aku telah menemukan penghiburan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

3:1-5, 19–4:4

Panggilan untuk bertobat
Sabda Tuhan ini datang kepadaku:

Jika seorang pria menceraikan istrinya

dan, setelah meninggalkannya,

ia menikah dengan pria lain,

Apakah suami pertama akan kembali kepadanya?

Bukankah tanah itu akan sepenuhnya tercemar?

Tetapi engkau telah berzina dengan banyak kekasih,

namun engkau ingin kembali kepada-Ku! firman Tuhan.

Angkatlah matamu ke tempat tinggi, dan lihatlah,

di mana orang tidak berbaring denganmu?

Di pinggir jalan engkau menunggu mereka

seperti orang Arab di padang gurun.

Engkau mencemari tanah

dengan perzinaanmu yang jahat.

Oleh karena itu hujan ditahan,

hujan musim semi gagal.

Tetapi karena engkau memiliki dahi pelacur,

engkau menolak untuk tersipu.

Bahkan sekarang tidakkah engkau memanggil-Ku, “Bapaku,

Engkau yang adalah mempelai priaku di masa muda”?

“Akankah Dia menyimpan murka-Nya selamanya,

akankah Dia menyimpan dendam-Nya sampai akhir?”

Inilah yang engkau katakan; namun engkau melakukan

segala kejahatan yang engkau bisa.

Aku telah berpikir:

Betapa Aku ingin memperlakukanmu sebagai anak-anak,

Dan memberimu tanah yang menyenangkan,

warisan yang paling indah di antara bangsa-bangsa!

Engkau akan memanggil-Ku, “Bapaku,” pikir-Ku,

dan tidak pernah berhenti mengikuti-Ku.

Tetapi seperti wanita yang tidak setia kepada kekasihnya,

demikianlah engkau tidak setia kepada-Ku,

hai kaum Israel, firman Tuhan.

Tangisan terdengar di tempat tinggi!

ratapan pilu anak-anak Israel,

Karena mereka telah memutarbalikkan jalan mereka

dan melupakan Tuhan, Allah mereka.

Kembalilah, anak-anak yang memberontak,

dan Aku akan menyembuhkanmu dari pemberontakanmu.

“Inilah kami, kami sekarang datang kepada-Mu

karena Engkau adalah Tuhan, Allah kami.

Menipu sungguh bukit-bukit itu,

gunung-gunung yang ramai;

Hanya pada Tuhan, Allah kami,

adalah keselamatan Israel.

Berhala yang memalukan telah melahap

jerih payah bapa-bapa kami sejak masa muda kami,

Domba-domba dan ternak mereka,

putra-putra dan putri-putri mereka.

Marilah kita berbaring dalam rasa malu kita,

biarlah aib kita menutupi kita,

karena kami telah berdosa terhadap Tuhan, Allah kami,

Dari masa muda kami sampai hari ini, kami dan bapa-bapa kami juga;

kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami.”

Jika engkau ingin kembali, hai Israel, firman Tuhan,

kembalilah kepada-Ku.

Jika engkau menyingkirkan hal-hal menjijikkanmu dari pandangan-Ku,

dan tidak menyimpang,

Maka engkau dapat bersumpah, “Demi Tuhan yang hidup,”

dalam kebenaran, dalam penghakiman, dan dalam keadilan;

Maka bangsa-bangsa akan menggunakan nama-Nya dalam berkat,

dan bermegah dalam Dia.

Sebab kepada orang-orang Yehuda dan kepada Yerusalem, demikianlah firman Tuhan:

Garaplah tanahmu yang belum digarap,

jangan menabur di antara duri.

Demi Tuhan, bersunatlah,

buanglah kulit khatan hatimu,

hai orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem;

Jangan sampai murka-Ku meledak seperti api,

dan membakar sampai tidak ada yang bisa memadamkannya,

karena perbuatan jahatmu.

Responsorium Yeremia 14:7; Mazmur 130:3

Meskipun dosa-dosa kami bersaksi melawan kami, bertindaklah, ya Tuhan, demi nama-Mu.

℟ Kami telah berkali-kali tidak setia dan telah berdosa terhadap-Mu.
Jika Engkau, ya Tuhan, mencatat kesalahan-kesalahan kami, Tuhan, siapa yang dapat menanggungnya?

℟ Kami telah berkali-kali tidak setia dan telah berdosa terhadap-Mu.
Bacaan Kedua

Dari Pengakuan-pengakuan Santo Agustinus, Uskup

O kebenaran abadi, kasih sejati dan kekekalan yang terkasih
Didorong untuk merenungkan diriku sendiri, aku masuk di bawah bimbingan-Mu ke kedalaman jiwaku yang paling dalam. Aku dapat melakukannya karena Engkau adalah penolongku. Saat masuk ke dalam diriku, aku melihat, seolah-olah dengan mata jiwa, apa yang melampaui mata jiwa, melampaui rohku: terang-Mu yang tak berubah. Itu bukan terang biasa yang dapat dirasakan oleh semua daging, juga bukan sekadar sesuatu yang lebih besar tetapi masih pada dasarnya serupa, bersinar lebih jelas dan menyebar ke mana-mana oleh intensitasnya. Tidak, itu adalah sesuatu yang sama sekali berbeda, sesuatu yang sama sekali lain dari semua hal ini; dan itu tidak berada di atas pikiranku seperti minyak di permukaan air, juga tidak berada di atasku seperti langit di atas bumi. Terang ini berada di atasku karena Ia telah menciptakan aku; aku berada di bawahnya karena aku diciptakan olehnya. Siapa pun yang telah mengenal kebenaran, mengenal terang ini.

O Kebenaran abadi, kasih sejati dan kekekalan yang terkasih. Engkau adalah Allahku. Kepada-Mu aku menghela napas siang dan malam. Ketika aku pertama kali mengenal-Mu, Engkau menarikku kepada-Mu agar aku dapat melihat bahwa ada hal-hal yang harus kulihat, tetapi aku sendiri belum siap untuk melihatnya. Sementara itu Engkau mengatasi kelemahan penglihatanku, memancarkan sinar terang-Mu dengan sangat kuat, dan aku segera gemetar dengan kasih dan ketakutan. Aku belajar bahwa aku berada di wilayah yang tidak seperti wilayah-Mu dan jauh dari-Mu, dan aku pikir aku mendengar suara-Mu dari atas: “Akulah makanan orang dewasa; bertumbuhlah, maka engkau akan makan Aku. Engkau tidak akan mengubah Aku menjadi dirimu seperti makanan jasmani, tetapi engkau akan diubah menjadi Aku.”

Aku mencari cara untuk mendapatkan kekuatan yang kubutuhkan untuk menikmati-Mu.

Tetapi aku tidak menemukannya sampai aku memeluk perantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang di atas segalanya, Allah yang terpuji selama-lamanya. Ia memanggilku dan berkata: Akulah jalan kebenaran, Akulah hidup. Ia menawarkan makanan yang tidak kumiliki kekuatan untuk mengambilnya, makanan yang telah Ia campurkan dengan daging kami. Sebab Firman menjadi daging, agar hikmat-Mu, dengan mana Engkau menciptakan segala sesuatu, dapat menyediakan susu bagi kami anak-anak.

Terlambat aku mencintai-Mu, O Keindahan yang selalu kuno, selalu baru, terlambat aku mencintai-Mu! Engkau ada di dalam diriku, tetapi aku di luar, dan di sanalah aku mencari-Mu. Dalam ketidakindahanku aku tenggelam dalam hal-hal indah yang Engkau ciptakan. Engkau bersamaku, tetapi aku tidak bersama-Mu. Hal-hal ciptaan menjauhkan aku dari-Mu; namun jika mereka tidak ada di dalam-Mu, mereka tidak akan ada sama sekali. Engkau memanggil, Engkau berteriak, dan Engkau menembus ketulianku. Engkau memancar, Engkau bersinar, dan Engkau menghilangkan kebutaanku. Engkau menghembuskan keharuman-Mu kepadaku; aku menarik napas dan sekarang aku terengah-engah untuk-Mu. Aku telah merasakan-Mu, sekarang aku lapar dan haus akan lebih banyak lagi. Engkau menyentuhku, dan aku terbakar untuk kedamaian-Mu.

Responsorium

O Kebenaran, Engkau adalah terang hatiku. Biarlah terang-Mu berbicara kepadaku, bukan kegelapanku sendiri. Aku tersesat, tetapi aku mengingat-Mu

℟ dan sekarang aku kembali merindukan dan haus akan sumber-Mu.
Aku sendiri tidak dapat memberi hidup. Dari diriku sendiri aku telah hidup dengan salah; di dalam-Mu aku telah menemukan hidup kembali.

℟ Dan sekarang aku kembali merindukan dan haus akan sumber-Mu.

Doa Penutup

Perbaharuilah dalam Gereja-Mu,

kami mohon, ya Tuhan,

roh yang Engkau anugerahkan

kepada Uskup-Mu Santo Agustinus agar,

dipenuhi dengan roh yang sama,

kami dapat haus akan Engkau,

satu-satunya sumber hikmat sejati,

dan mencari Engkau, pencipta kasih surgawi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Agustinus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Guru abadi Kristus Tuhan kami
Satu-satunya guru bijaksana
Yang menyampaikan sabda kehidupan
Kepada insan.

Dengarkan kami Gembala sejati
S'moga Gereja Kauberi cahaya
Supaya rela menyiarkan warta
Kabar gembira.

Kauberi kami pujangga teruji
Yang menerangi budi serta hati
Supaya kami lebih menyelami
Kasih ilahi.

Semoga ia yang kini berpesta
Menghantar kami ke hidup yang suci
Hingga akhirnya kami bahagia
Di alam baka. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

"Akulah Tuhan, tiada yang lain,+
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,+
'sia-sialah kamu mencari Aku'.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,+
'Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?'

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,+
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,+
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

'KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah'.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan".

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Bacaan Singkat (Keb 7,13-14)

Aku telah mempelajari kebijaksanaan dengan tulus ikhlas dan mewartakannya dengan rela hati. Keluhurannya tidak kusembunyikan. Sebab kebijaksanaan itu amat berharga bagi manusia, dan orang yang memperolehnya menjadi sahabat Allah.

Lagu Singkat

℣.Kebijaksanaan orang suci,* Dikenangkan turun-temurun.℟.Kebijaksanaan.℣.Nama mereka harum selamanya.℟.Dikenangkan turun-temurun.℣.Kemuliaan.℟.Kebijaksanaan.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.

Doa Permohonan

Kristus, gembala yang baik, telah menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:

℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.

Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.

Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.

Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Perbaharuilah dalam Gereja-Mu, kami mohon, ya Tuhan, roh yang Engkau anugerahkan kepada Uskup-Mu Santo Agustinus agar, dipenuhi dengan roh yang sama, kami dapat haus akan Engkau, satu-satunya sumber hikmat sejati, dan mencari Engkau, pencipta kasih surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Agustinus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Philp 2, 2 b-4)

karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

Ayat Singkat

℣.Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran.℟.Bagi orang yang memegang perjanjian dan peringatan-peringatan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Agustinus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Mazmur 118 (119),25-32

Dengan hati sedih aku rebah ke tanah,*
hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.

Suka dukaku kuceritakan kepadamu, dan engkau menanggapinya,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Berilah aku pengertian akan perintah-perintahMu,*
maka aku merenungkan segala kurniaMu yang mengagumkan.

Hatiku hancur luluh karena susah,*
tabahkanlah aku menurut firmanMu.

Jauhkanlah aku dari jalan yang sesat,*
dan kurniakanlah hukumMu kepadaku.

Aku telah memilih jalan yang benar,*
aku ingin berpegang pada ketetapanMu.

Aku telah berpaut pada firmanMu, ya Tuhan,*
janganlah aku Kaukecewakan.

Dengan rajin kuikuti perintahMu,*
sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Mazmur 25 (26)

Ya Tuhan, belalah hakku, sebab hidupku tulus,*
kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Uji dan cobailah aku, ya Tuhan,*
selidikilah hati dan batinku.

Karena kasih setiaMu tetap di hadapan mataku,*
maka aku tetap setia kepadaMu.

Aku tidak duduk bersama para penipu,*
dan tidak bergaul dengan para munafik.

Kubenci himpunan orang durjana,*
dan dengan kaum penjahat aku tidak bersidang.

Aku membasuh tanganku, tanda tak bersalah,*
lalu mengitari mesbahMu, ya Tuhan,

sambil memperdengarkan lagu syukur,*
dan mewartakan karyaMu yang luhur.

Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu,*
tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Jangan mencabut nyawaku bersama para pendosa,*
bersama para penumpah darah.

Tangan mereka penuh kebusukan,*
mereka suka menerima suapan.

Tetapi aku hidup dengan jujur,*
bebaskanlah dan kasihanilah aku.

Kakiku berdiri pada jalan yang rata,*
aku akan memuliakan Tuhan dalam himpunan umat.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Mazmur 27 (28),1-3.6-9

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
pelindungku, jangan menutup telinga terhadap aku.

Jika Engkau tetap membisu,*
pasti terjerumus aku ke dalam liang kubur.

Dengarkanlah doaku, jika aku berseru kepadaMu,*
sambil menadahkan tangan ke arah rumahMu yang kudus.

Janganlah menyeret aku bersama kaum pendosa,*
bersama orang yang berbuat jahat.

Mereka berbicara ramah dengan sahabatnya,*
tetapi hatinya penuh kejahatan.

Terpujilah Tuhan, sebab Ia mendengarkan doaku,*
Tukanlah kekuatan dan perisaiku.

KepadaNya hatiku percaya, dan aku tertolong,*
maka aku bersorak gembira dan bernyanyi memujiNya.

Tuhanlah kekuatan umatNya, dan benteng keselamatan,*
bagi raja yang diurapiNya.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan, berkatilah pusakaMu,*
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Bacaan singkat 1Tim 4,16

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah pengajaranmu. Bertekunlah di dalamnya. Sebab dengan berbuat demikian, engkau akan menyelamatkan dirimu dan para pendengarmu.

℣.Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah.℟.Sia-sialah para pembangun bekerja.

Doa Penutup

Perbaharuilah dalam Gereja-Mu, kami mohon, ya Tuhan, roh yang Engkau anugerahkan kepada Uskup-Mu Santo Agustinus agar, dipenuhi dengan roh yang sama, kami dapat haus akan Engkau, satu-satunya sumber hikmat sejati, dan mencari Engkau, pencipta kasih surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Agustinus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 12-13)

Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Ayat Singkat

℣.Tuhan itu pengasih dan penyayang.℟.Panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Agustinus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Kristus surya abadi
Engkau sudi menerangi
Budi serta hati kami
Dengan cahaya sejati.

Engkau mengutus pujangga
Yang suci dan bijaksana
Untuk mengajar dunia
Agar sungguh bahagia.

S'moga kami didoakan
Supaya menempuh jalan
Yang menunju kebenaran
Dan menjamin kehidupan.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Mazmur 40

Berbahagialah yang menaruh perhatian pada orang yang lemah,*
Tuhan akan membebaskannya pada hari yang malang.

Tuhan melindunginya dan memelihara nyawanya,+
Tuhan membahagiakannya di bumi,*
dan tidak menyerahkan dia ke tangan musuh.

Tuhan membantu dia waktu sakit,*
dan menyembuhkan penyakitnya.

Aku berseru: Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa terhadapMu.

Musuh berbicara jahat tentang diriku,*
"Kapan ia mati? Kapan dihapus namanya?"

Orang datang menjenguk aku dengan mulut manis,+
tetapi hatinya memikirkan kejahatan,*
lalu ia keluar dan menjelekkan daku di jalan.

Semua yang membenci aku berbisik-bisik tentang aku,*
mereka merencanakan yang jahat terhadapku:

"Penyakit jahanam telah menimpa dia,*
sekali berbaring, dia takkan bangun lagi".

Bahkan kawan karibku yang kupercayai,*
yang makan sehidangan dengan daku, mengkhianati aku.

Tetapi Engkau, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, agar dapat membalas mereka.

Maka aku akan tahu, bahwa Engkau cinta padaku,*
bila musuhku tidak lagi bersukacita atas diriku.

Engkau menopang aku karena ketulusanku,*
dan menempatkan daku di hadapanMu untuk selama-lamanya.

Antifon 1Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (Yak 3,17-18)

Kebijaksanaan yang datang dari atas pertama-tama bersifat suci, lalu cinta damai, sopan santun, rela menerima nasihat, cinta akan kebaikan, penuh belaskasihan dan menghasilkan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak bersikap munafik. Buah-buah kebenaran ditaburkan dalam damai bagi mereka yang membawa damai.

Lagu Singkat

℣.Ia membuka mulutnya,* Untuk mengajar umat.℟.Ia.℣.Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya.℟.Untuk mengajar umat.℣.Kemuliaan.℟.Ia.

Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Agustinus doakanlah kami di hadapan Putera Allah.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santo Agustinus doakanlah kami di hadapan Putera Allah.

Doa Permohonan

Kristus ditetapkan sebagai imam agung untuk manusia dalam hubungan mereka dengan Allah. Marilah kita meluhurkan Dia dengan pujian yang pantas dan berdoa:

℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.

Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.

Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.

Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.

Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Perbaharuilah dalam Gereja-Mu, kami mohon, ya Tuhan, roh yang Engkau anugerahkan kepada Uskup-Mu Santo Agustinus agar, dipenuhi dengan roh yang sama, kami dapat haus akan Engkau, satu-satunya sumber hikmat sejati, dan mencari Engkau, pencipta kasih surgawi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Agustinus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Yoakima Vedruna Vidal de Mas

Biarawati · 1783-1854

Santa Joaquina Vedruna Vidal de Mas lahir pada tanggal 16 April 1783 di Barcelona Spanyol. Ayahnya bernama Lorenzo de Vedruna, seorang aristokrat Spanyol yang bekerja untuk Kerajaan, dan ibunya bernama Teresa Vidal. Sejak kecil Joaquina sudah menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang biarawati namun tidak pernah ditanggapi oleh kedua orang tuanya. Mereka tetap mengatur perjodohannya dengan seorang pemuda bangsawan sebagaimana kebiasaan para aristokrat Eropa dimasa itu.

Pada tanggal 24 Maret 1799 Joaquina dinikahkan dengan seorang bangsawan bernama Teodoro de Mas. Pasangan ini segera dikenal sebagai pasangan suami isteri katolik yang saleh. Mereka menjadi anggota setia Ordo Ketiga Fransiskan yang senantiasa hidup sesuai regula Ordo tersebut. Pernikahan mereka juga diberkati Tuhan dengan sembilan orang putera-puteri. Kelak, empat orang putri mereka menjadi biarawati, dua putera mereka menikah dan menjadi awam katolik yang saleh, sementara tiga anak lainnya meninggal dunia saat masih kanak-kanak.

Pada tahun 1808, kaisar Perancis Napoleon Bonaparte menyerang Kerajaan Spanyol. Perang yang berkecamuk karena Invasi ini (The Peninsula War) seketika menghancurkan kebahagiaan keluarga Teodoro dan Joaquina.

The Peninsula War adalah perang yang terjadi antara persekutuan kerajaan Spanyol, Britania Raya dan Portugal melawan Perancis di semenanjung Iberia selama periode Perang Napoleon. Perang ini bermula ketika Perancis menduduki Portugal pada 1807 dan Spanyol pada 1808. Perang terus berlangsung sampai pada Perang Koalisi Keenam yang berakhir dengan kekalahan Napoleon Bonaparte pada tahun 1814.

Joaquina harus menyelamatkan diri bersama anak-anaknya sementara Teodoro ikut wajib militer dan bertempur melawan tentara Perancis. Ia terluka dalam sebuah pertempuran dan meninggal dunia akibat luka-lukanya pada tanggal 6 Maret 1816.

Sepeninggal suaminya, Joaquina dan anak-anaknya pindah dari kota Barcelona ke tanah milik keluarga de Vedruna, yang disebut "Manso Eseorial", di kota Vic, sekitar 70 kilometer dari Barcelona. Disini Joaquinna mulai mendekatkan diri kepada Tuhan dan menghabiskan waktunya dalam doa. Ia selalu mengenakan Jubah Ordo ketiga Fransiskan dan memulai karya amal dengan membantu merawat orang-orang sakit. Pembimbing rohaninya, seorang imam Kapusin bernama Esteban de Olot, mengagumi semangat pengabdian Joaquina dan menyarankan agar dia mendirikan sebuah konggregasi apostolik yang membaktikan diri dalam karya-karya amal. Upaya ini didukung oleh Uskup Vic, Mgr.Pablo Jesús Corcuera, yang menyarankan agar konggregasi-nya mengadopsi regula Ordo Karmel. Bapa uskup sendiri yang kemudian merumuskan dan menulis regula bagi konggregasi tersebut.

Konggregasi Carmelite Sisters of Charity (Latin : Institutum Sororum Carmelitarum a Caritate; singkatan : C.C.V. atau C.aCh) resmi berdiri pada tanggal 6 Februari 1826. Selanjutnya dipagi hari tanggal 26 Februari 1826, Joquina bersama delapan orang wanita mengucapkan kaul sebagai biarawati perdana dalam konggregasi tersebut. Upacara pengucapan kaul dilanjutkan dengan misa pagi di sebuah gereja biara kapusin lalu kembali ke "Manso Eseorial" dan memulai biara baru mereka. Pada tahun-tahun awal biara ini berdiri, moeder Joaquina banyak berkonsultasi dengan Santo Antonius Maria Claret tentang cara hidup membiara dan tata kelola konggregasi apostolik. Konggregasi ini kemudian mendapat persetujuan resmi dari Paus Leo XIII pada tanggal 20 Juli 1880.

Dari Catalonia, biara ini mulai menyebar ke seluruh wilayah Spanyol di Iberia dan di berbagai belahan dunia. Para suster berkarya dengan mendirikan banyak rumah sakit, panti jompo dan sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu.

Pada awal tahun 1850 Joaquina harus beristirahat karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Ia tutup usia pada tanggal 28 Agustus 1854 ketika wabah kolera menyerang Catalonia. Moeder Joaquina dimakamkan di biara yang didirikannya di Vic, Osona, Barcelona. Ia dibeatifikasi pada 19 Mei 1940, di Basilika Santo Petrus, Roma Vatican oleh Paus Pius XII dan di kanonisasi oleh Paus Yohanes XXIII pada 12 April 1959.

Pada tahun 2008, Konggregassi suster Carmelite Sisters of Charity tercatat telah berkarya di berbagai negara di benua Eropa, Asia, Africa, dan Amerika; serta memiliki 280 biara dan 2012 orang biarawati. (qq)

Lihat situs resmi Konggregasi suster Carmelite Sisters of Charity

Arti nama

Joaquina adalah bentuk Feminim Spanyol untuk nama : Yoakim.

Berasal dari kata Ibrani kuno יְהוֹיָכִין (JEHOIACHIN) yang berarti : "Yang ditinggikan YAHWEH" atau “Yang ditinggikan Tuhan”

Santo Agustinus dari Hippo

Uskup, Pujangga Gereja · 354–430

Agustinus lahir tahun 354 di Tagaste, Afrika Utara. Ibunya, Santa Monika, seorang Katolik yang saleh; ayahnya, Patricius, seorang kafir. Berbakat luar biasa, Agustinus muda justru memberontak: ia hidup liar, memiliki anak di luar nikah, dan selama bertahun-tahun menganut ajaran Manikean yang menyangkal kebaikan tubuh dan dunia. Monika tak pernah berhenti mendoakan pertobatannya, mengiringinya dengan air mata selama hampir dua dekade.

Sebagai guru retorika, Agustinus pindah ke Milan dan di sana berjumpa Uskup Ambrosius, yang khotbahnya perlahan meruntuhkan tembok intelektualnya. Titik baliknya terjadi pada musim panas 386 di sebuah taman: gelisah dan menangis, ia mendengar suara anak-anak bernyanyi tolle, lege, ambil dan baca. Ia membuka Surat Roma, dan kalimat yang dibacanya menaklukkan hatinya. Pada malam Paskah 387, ia dibaptis oleh Ambrosius.

Ia kembali ke Afrika, ditahbiskan imam, lalu menjadi Uskup Hippo hingga wafat. Dari sana mengalir salah satu warisan pemikiran terbesar Gereja: Confessiones (Pengakuan-Pengakuan), otobiografi rohani yang jujur menelanjangi jiwanya, dan De Civitate Dei (Kota Allah), yang membentuk pandangan Kristen tentang sejarah selama berabad-abad. Kalimatnya yang termasyhur merangkum seluruh hidupnya: Engkau telah menciptakan kami bagi-Mu, dan hati kami gelisah sampai beristirahat dalam Engkau.

Agustinus wafat tahun 430 saat Hippo dikepung bangsa Vandal. Ia dihormati sebagai salah satu dari empat Pujangga besar Gereja Barat.

Pelindung: para teolog, pencetak, dan mereka yang mencari pertobatan.

Santo Hermes

Martir

Hermes adalah prefek kota Roma yang kemudian bertobat dan menjadi Kristen. Ia dibunuh bersama Paus Aleksander I pada tahun 116 pada masa pemerintahan Kaisar Hadrianus. Jenazahnya dimakamkan di Jalan Salasia, Roma.

Santo Musa Hitam

Pengaku Iman

Musa berasal dari Etiopia. Ia bekerja pada seorang majikan kaya raya, namun kemudian dipecat karena melakukan banyak kesalahan dalam tugasnya. Lalu ia menjadi pemimpin suatu kawanan perampok yang merajalela di Mesir. Oleh sentuhan rahmat Tuhan, ia sekonyong-konyong bertobat dan menjadi biarawan yang saleh sehingga dianggap layak untuk ditabhiskan menjadi imam. Ketika ia mengenakan jubah putih untuk merayakan misa pertama, Uskup berseru: “Lihatlah, orang hitam ini kini telah menjadi putih bersih!” Musa menjawab: “Itu bagian luarnya saja! Tuhan lebih tahu, bahwa hatiku masih hitam seperti kulitku”.

Pada waktu suku Berber mengobrak-abrik biaranya, ia tidak melawan sedikitpun dan membiarkan diri dibunuh. Di biaranya-Dair al-Baramus di Wadi Natrun-hingga kini para biarawan masih terus mendendangkan madah pujian kepada Tuhan dan berdoa dengan perantaraannya. Ia meninggal pada tahun 395.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari