Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu XVIII Masa Biasa

Rabu, 5 Agustus 2037· Putih · Pekan Psalterium II
5 Agustus 2037

Bacaan Misa

Rabu XVIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

TUHAN berfirman kepada Musa: "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka." Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan." Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati."

Mazmur Tanggapan

Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa, kami telah bersalah, telah berbuat fasik.
Nenek moyang kami di Mesir tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib, tidak ingat besarnya kasih setia-Mu, tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.
Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya;
mereka dirangsang nafsu di padang gurun, dan mencobai Allah di padang belantara.
Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:
perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham, perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.
Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka, kalau Musa, orang pilihan-Nya, tidak mengetengahi di hadapan-Nya, untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bacaan Injil

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Invitatorium

Rabu XVIII Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Rabu XVIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari semua jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka meninggikan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Mazmur 38 (39)

Doa mendesak orang sakit

Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).

I
Aku berkata: “Aku akan menjaga jalanku

agar jangan aku berdosa dengan lidahku.

Aku akan mengekang bibirku

ketika orang fasik berdiri di hadapanku.”

Aku diam, sunyi dan tenang.

Kemakmurannya membangkitkan dukaku.
Hatiku terbakar di dalam diriku.

Melihatnya, api berkobar

dan lidahku meledak dalam ucapan:

“Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kepadaku akhirku,

betapa singkatnya panjang hari-hariku.

Kini aku tahu betapa singkatnya hidupku.
Engkau telah memberiku rentang hari yang singkat;

hidupku tak berarti di mata-Mu.

Hanya hembusan napas, orang yang berdiri begitu teguh,

hanya bayangan, orang yang lewat,

hanya hembusan napas, kekayaan yang ia timbun,

tidak tahu siapa yang akan memilikinya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

II
Dan sekarang, Tuhan, apa yang harus kutunggu?

Pada-Mu terletak semua harapanku.

Bebaskan aku dari segala dosaku,

jangan jadikan aku ejekan orang bodoh.

Aku diam, tidak membuka bibirku,

karena ini semua adalah perbuatan-Mu.
Singkirkan cambuk-Mu dariku.

Aku hancur oleh pukulan tangan-Mu.

Engkau menghukum dosa manusia dan mengoreksinya;

seperti ngengat Engkau melahap semua yang ia hargai.

Manusia fana tidak lebih dari hembusan napas;

Ya Tuhan, dengarkan doaku.
Ya Tuhan, condongkan telinga-Mu pada tangisanku.

Jangan tuli terhadap air mataku.

Di rumah-Mu aku adalah tamu yang lewat,

seorang musafir, seperti semua bapakku.

Palingkanlah pandangan-Mu agar aku dapat bernapas lagi,

sebelum aku pergi untuk tidak ada lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Melalui Putra-Mu Engkau mengajar kami, Bapa, untuk tidak takut akan hari esok tetapi menyerahkan hidup kami kepada pemeliharaan-Mu. Janganlah menahan Roh-Mu dari kami tetapi bantulah kami menemukan kehidupan damai setelah hari-hari kesusahan ini.

AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Mazmur 51 (52)

Melawan pemfitnah

Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).

Mengapa engkau bermegah akan kejahatanmu,

hai juara kejahatan,

merencanakan kehancuran sepanjang hari,

lidahmu seperti pisau yang diasah,

hai ahli tipu daya?
Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan;

kebohongan daripada kebenaran.

Engkau mencintai perkataan yang merusak,

hai lidah penipu.
Karena ini Allah akan menghancurkanmu

dan menyingkirkanmu selamanya.

Ia akan mencabutmu dari kemahmu dan mencabutmu

dari tanah orang hidup.
Orang benar akan melihat dan takut.

Mereka akan tertawa dan berkata:

“Jadi inilah orang yang menolak

untuk menjadikan Allah sebagai bentengnya,

tetapi percaya pada kebesaran kekayaannya

dan menjadi berkuasa oleh kejahatannya.”
Tetapi aku seperti pohon zaitun yang tumbuh

di rumah Allah.

Aku percaya pada kebaikan Allah

selama-lamanya.
Aku akan bersyukur kepada-Mu selamanya;

karena ini adalah perbuatan-Mu.

Aku akan menyatakan bahwa nama-Mu baik,

di hadapan sahabat-sahabat-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, Engkau memotong cabang yang tidak berbuah untuk dibakar dan memangkas yang subur agar menghasilkan lebih banyak buah. Jadikanlah kami tumbuh seperti pohon zaitun yang berbuah lebat di wilayah-Mu, berakar kuat dalam kuasa dan belas kasihan Putra-Mu, agar Engkau dapat mengumpulkan dari kami buah yang layak untuk hidup abadi.

AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

℟ Tetapi dalam perintah-Mu aku menemukan penghiburan.

Bacaan Pertama

Dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus 10:1–11:6

Pembelaan Paulus
Aku, Paulus, menasihati kamu dengan kelemahlembutan dan kebaikan Kristus, aku yang (kata kamu) ketika hadir di tengah-tengah kamu rendah hati, tetapi ketika tidak hadir berani terhadap kamu. Aku memohon kepadamu agar ketika aku ada di sana, aku tidak perlu bertindak berani, dengan keyakinan itu aku mungkin berani menggunakannya dengan berani terhadap orang-orang tertentu yang menuduh kami berperilaku lemah secara manusiawi. Kami memang hidup dalam tubuh tetapi kami tidak berperang dengan sumber daya manusia. Senjata peperangan kami bukan hanya manusiawi. Mereka memiliki kuasa Allah untuk menghancurkan benteng-benteng. Kami menghancurkan sofisme dan setiap kesombongan yang meninggikan diri terhadap pengetahuan Allah; kami juga menawan setiap pikiran untuk membuatnya taat kepada Kristus. Kami siap menghukum ketidaktaatan pada siapa pun setelah ketaatan kamu sendiri sempurna.
Kamu melihat segala sesuatu secara dangkal. Jika ada yang yakin bahwa ia milik Kristus, biarlah ia merenungkan ini: ia mungkin milik Kristus tetapi sama seperti kami. Jika aku merasa harus membuat beberapa klaim lebih lanjut tentang kuasa yang Tuhan berikan kepada kami untuk pembangunan kamu dan bukan untuk kehancuran kamu, ini sama sekali tidak akan membuat aku malu. Pada saat yang sama, aku tidak ingin mengintimidasi kamu dengan surat-suratku. Surat-suratnya, kata mereka, keras dan kuat, tetapi ketika ia hadir secara pribadi ia tidak mengesankan dan perkataannya tidak terlalu berdampak. Nah, biarlah orang-orang seperti itu memikirkan hal ini, bahwa apa yang kami katakan, dalam surat-surat selama ketidakhadiran kami, itulah yang ingin kami lakukan ketika kami hadir.
Tentu saja kami tidak begitu berani untuk menggolongkan atau membandingkan diri kami dengan orang-orang tertentu yang merekomendasikan diri mereka sendiri. Karena orang-orang seperti itu adalah penilai diri mereka sendiri, membandingkan diri mereka satu sama lain, mereka hanya menunjukkan ketidaktahuan mereka. Ketika kami membuat klaim, kami tidak akan melewati batas tetapi akan tetap dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh Allah yang moderat bagi kami – membawa kami kepada kamu. Kami tidak melampaui batas, seperti yang seharusnya kami lakukan jika kami tidak repot-repot datang kepada kamu. Tetapi memang kami sampai kepada kamu dengan Injil Kristus. Kami tidak membanggakan diri secara berlebihan atas pekerjaan orang lain; kami berharap bahwa seiring dengan pertumbuhan iman kamu, pengaruh kami juga dapat tumbuh di antara kamu dan melimpah. Mengikuti aturan yang ditetapkan bagi kami, kami berharap untuk memberitakan Injil bahkan di luar batas-batas kamu tanpa harus membanggakan pekerjaan yang sudah dilakukan oleh orang lain di wilayah yang telah ditentukan baginya. “Barangsiapa yang hendak bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan.” Bukan orang yang merekomendasikan dirinya sendiri yang disetujui tetapi orang yang direkomendasikan oleh Tuhan.
Kamu harus menanggung sedikit kebodohanku. Bersabarlah denganku, aku mohon! Aku cemburu kepadamu dengan kecemburuan Allah sendiri, karena aku telah menyerahkan kamu dalam pernikahan kepada satu suami, mempersembahkan kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
Ketakutanku adalah, sama seperti ular menipu Hawa dengan kelicikannya, pikiran kamu mungkin rusak dan kamu mungkin menyimpang dari pengabdian kamu yang tulus dan lengkap kepada Kristus. Aku mengatakan ini karena, ketika seseorang datang memberitakan Yesus yang lain dari yang kami beritakan, atau ketika kamu menerima roh yang berbeda dari yang telah kamu terima, atau Injil yang lain dari Injil yang kamu terima, kamu tampaknya menanggungnya dengan cukup baik. Aku menganggap diriku tidak kalah dengan “rasul-rasul super” dalam hal apa pun. Aku mungkin tidak terampil berbicara tetapi aku tahu bahwa aku tidak kekurangan pengetahuan. Kami telah menunjukkan hal ini kepadamu dengan segala cara yang mungkin.

Responsorium 2 Korintus 10:3-4; Efesus 6:16, 17

Meskipun kami hidup di dunia ini,

kami tidak hanya mengandalkan sumber daya dunia untuk berperang.

℟ Peperangan kami tidak dilakukan dengan senjata dunia ini.
Kami mempersenjatai diri dengan perisai iman

dan dengan pedang Roh, yaitu firman Allah.

℟ Peperangan kami tidak dilakukan dengan senjata dunia ini.
Bacaan Kedua

Dari pengajaran katekese oleh Santo Sirilus dari Yerusalem, uskup

Gereja sebagai persekutuan umat Allah
Gereja disebut Katolik atau universal karena telah menyebar ke seluruh dunia, dari satu ujung bumi ke ujung lainnya. Sekali lagi, Gereja disebut Katolik karena mengajarkan secara penuh dan tanpa cela semua doktrin yang harus diketahui manusia, baik yang berkaitan dengan hal-hal yang terlihat maupun yang tidak terlihat, dengan realitas surga atau hal-hal di bumi. Alasan lain untuk nama Katolik adalah bahwa Gereja membawa semua golongan manusia, penguasa dan rakyat, terpelajar dan tidak terpelajar, di bawah ketaatan religius. Akhirnya, Gereja layak menyandang gelar Katolik karena menyembuhkan dan mengobati tanpa batas setiap jenis dosa yang dapat dilakukan dalam jiwa atau tubuh, dan karena memiliki dalam dirinya sendiri setiap jenis kebajikan yang dapat disebutkan, baik yang dilakukan dalam tindakan atau dalam perkataan atau dalam semacam karisma rohani.
Gereja paling tepat disebut gereja, yang berarti “perkumpulan orang-orang yang dipanggil keluar,” karena “memanggil keluar” semua orang dan mengumpulkan mereka bersama, sama seperti yang Tuhan katakan dalam Imamat: Kumpulkanlah seluruh jemaat di pintu kemah pertemuan. Perlu dicatat juga bahwa kata “kumpul” digunakan untuk pertama kalinya dalam Kitab Suci pada saat ini ketika Tuhan mengangkat Harun sebagai imam agung. Jadi dalam Ulangan Allah berkata kepada Musa: Kumpulkanlah umat di hadapan-Ku dan biarlah mereka mendengar perkataan-Ku, agar mereka belajar takut kepada-Ku. Ada penyebutan lebih lanjut tentang perkumpulan dalam bagian tentang loh-loh Hukum: Dan di atasnya tertulis semua perkataan yang telah diucapkan Tuhan kepadamu di gunung dari tengah-tengah api, pada hari perkumpulan; seolah-olah Ia berkata, bahkan lebih jelas, “pada hari kamu dipanggil keluar oleh Allah dan dikumpulkan bersama.” Demikian juga pemazmur berkata: Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam perkumpulan besar, ya Tuhan; dalam kerumunan yang perkasa aku akan memuji Engkau.
Dahulu kala pemazmur bernyanyi: Pujilah Allah dalam perkumpulan; pujilah Tuhan, kamu yang adalah anak-anak Israel. Tetapi sekarang Juruselamat telah membangun perkumpulan kudus kedua, Gereja Kristen kita, dari bangsa-bangsa lain. Tentang inilah Ia berbicara kepada Petrus: Di atas batu ini Aku akan membangun Gereja-Ku, dan kuasa maut tidak akan menguasainya.
Sekarang setelah gereja tunggal yang ada di Yudea telah ditolak, gereja-gereja Kristus sudah berlipat ganda di seluruh dunia, dan tentang mereka dikatakan dalam mazmur: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, biarlah pujian-Nya dinyanyikan dalam perkumpulan orang-orang kudus. Mengambil tema yang sama, nabi berkata kepada orang-orang Yahudi: Aku tidak berkenan kepadamu, firman Tuhan semesta alam; dan segera ia menambahkan: Sebab dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, nama-Ku dimuliakan di antara bangsa-bangsa. Tentang Gereja Katolik yang kudus ini Paulus menulis kepada Timotius: Agar kamu tahu bagaimana seharusnya seseorang berperilaku di rumah Allah, yaitu Gereja Allah yang hidup, tiang dan penopang kebenaran.

Responsorium 1 Petrus 2:9-10

Kamu adalah bangsa yang terpilih, bangsa yang kudus,

umat yang telah diklaim Allah sebagai milik-Nya.

℟ Wartakanlah perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib

yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib.
Dahulu kamu bukan umat

tetapi sekarang kamu adalah umat Allah.

℟ Wartakanlah perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib

yang telah memanggil kita keluar dari kegelapan ke dalam terang-Nya yang ajaib.

Doa Penutup

Ya Allah,

pelindung bagi mereka yang berharap kepada-Mu,

tanpa-Mu tiada yang teguh, tiada yang kudus,

limpahkanlah belas kasihan-Mu kepada kami dan anugerahkanlah agar,

dengan Engkau sebagai penguasa dan pembimbing kami, kami dapat menggunakan hal-hal baik yang berlalu

sedemikian rupa sehingga kami tetap berpegang teguh bahkan sekarang pada hal-hal yang kekal.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu XVIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*
aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.

Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
dan tiada hiburan bagiku.

Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*
apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.

Mataku tiada terpejamkan,*
aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.

Kupikirkan zaman yang lampau,*
tahun yang silam kukenang.

Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*
dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.

"Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*
dan tiada lagi bermurah hati?

Sudah habiskah kasih setiaNya selama-lamanya,*
sudah batalkah janjiNya yang turun-temurun?

Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*
ataukah Ia menutup kerahimanNya dengan kemurkaan?"

Sungguh inilah yang menikam hatiku,*
bahwa Allah merubah sikapNya.

Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*
karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

Segala karyaMu akan kurenungkan,*
akan kukenangkan segala perbuatanMu.

Ya Allah, kuduslah tindakanMu,*
dewa manakah seagung Allah kami?

Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*
Engkau menyatakan kuasaMu di antara bangsa-bangsa.

Dengan tangan kuat Kautebus umatMu,*
keturunan Yakub dan Yusuf.

Air laut melihat Engkau, ya Allah,+
melihat Engkau, lalu gemetar,*
bahkan samudera raya bergetar ketakutan.

Awan-awan mencurahkan air hujan,+
awan meledakkan guntur gemuruh,*
halilintar sambar-menyambar.

Deru gunturMu sabung-menyabung,+
kilapan kilat menyinari jagat,*
bumi gemetar dan berguncang.

JalanMu melalui laut, melalui air yang luas,*
rahasia karyaMu tak terselami.

Demikian umatMu Kaubimbing seperti kawanan domba,*
dengan perantaraan Musa dan Harun.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10

Hatiku bersukaria karena Tuhan,*
aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mengejek musuh,*
karena aku gembira atas pertolonganMu.

Tak ada orang sekudus Tuhan,*
tak ada wadas sekokoh Allah kita.

Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*
membualkan kata yang congkak-congkak.

Tuhan itu Allah yang mahatahu,*
bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!

Sudah patahlah busur para perkasa,*
dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*
orang kelaparan mengaso dari kerjanya.

Orang mandul melahirkan tujuh kali,*
tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.

Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*
menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*
Ia merendahkan dan meninggikan.

Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*
mengangkat dari persampahan orang miskin.

Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*
dan memberinya tempat kehormatan.

Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*
Ia menaruh daratan di atasnya.

Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihiNya,+
dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*
sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.

Tuhan menggentarkan para lawanNya,+
Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*
Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.

Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*
dan menguatkan orang yang diurapiNya.

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*
dan pulau-pulau bersukacita.

Awan kelam menyelubungi Tuhan,*
keadilan dan hukum tumpuan takhtaNya.

Api menjalar di hadapan Tuhan,*
menghanguskan para lawan di sekitarNya.

Halilintar menyinari jagat,*
bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*
di hadapan Tuhan semesta alam.

Langit mewartakan keadilan Tuhan,*
dan segala bangsa melihat kemuliaanNya.

Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.

Sion mendengarnya dan bersukacita,+
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena keputusanMu, ya Tuhan.

Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*
Engkau mahaagung di atas segala dewata.

Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+
sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihiNya,*
dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.

Terang terbit bagi orang benar,*
sukacita bagi orang yang tulus hati.

Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar,*
muliakan namaNya yang kudus.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)

Apakah yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya itu kita akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kita.

Lagu Singkat

℣.Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.℟.Aku.℣.Madah pujian tetap bergema pada bibirku.℟.Setiap waktu.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kita, sebab Ia telah berjanji akan menyertai GerejaNya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berkata:

℟. Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmatMu yang menyinari kami jangan sampai terbenam. ℟.

KepadaMu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan. ℟.

Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahayaMu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat. ℟.

Semoga cinta kasih Roh kudusMu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahayaMu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintahMu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu XVIII Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Dt 1, 16-17a)

Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.

Ayat Singkat

℣.Tuhan itu adil dan mengasihi keadilan.℟.Orang jujur akan memandang wajah-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu XVIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firmanMu,*
itulah kekayaan hatiku.

Aku memohon belaskasihanMu dengan segenap hati,*
kasihanilah aku sesuai dengan janjiMu.

Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*
dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Aku bergegas dan tidak berlambat,*
untuk memenuhi perintahMu.

Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*
tetapi hukumMu tidak pernah kulupakan.

Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepadaMu,*
karena hukum-hukumMu yang adil.

Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*
dengan orang yang menepati perintahMu.

Bumi penuh dengan kasih setiaMu, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I

Ya Allah, dengarkanlah doaku,*
jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.

Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*
aku mengembara dan menangis.

Aku cemas karena teriakan musuh,*
karena aniaya orang berdosa.

Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*
dan dengan geramnya memusuhi aku.

Hatiku gelisah di dalam dadaku,*
kengerian maut mendatangi aku.

Aku ketakutan dan gemetar,*
perasaan seram meliputi aku.

Kataku: "Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*
supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.

Aku ingin lari jauh-jauh,*
dan tinggal di padang gurun.

Aku akan mencari tempat perlindungan,*
terhadap angin ribut dan badai".

Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*
sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.

Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*
di dalam kota ada kelaliman dan bencana.

Kebinasaan merajalela dalam kota,*
lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II

Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*
masih dapat kuterima.

Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*
aku masih dapat menyembunyikan diri.

Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*
sahabat dan orang kepercayaanku;

dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*
bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.

Aku tetap berseru kepada Allah,*
Tuhan akan menyelamatkan daku.

Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*
dan Tuhan mendengarkan jeritanku.

Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*
sebab banyaklah mereka yang melawan daku.

Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*
Dialah hakim sejak sediakala.

Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*
dan tidak mau takut akan Allah.

Orang itu mengepalkan tangannya melawan sahabat,*
dan melanggar perjanjiannya.

Mulutnya licin melebihi mentega,*
tetapi hatinya merancangkan perang.

Kata-katanya lembut melebihi minyak,*
tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*
orang benar tidak dibiarkanNya goyah.

Tetapi orang-orang jahat,*
Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.

Para penumpah darah dan penipu,+
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
tetapi aku ini percaya kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat Ul 1,16-17a

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus kamu dengarkan tanpa memandang muka. Sebab kamu mengadili atas nama Allah.

℣.Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.℟.Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu XVIII Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Sam 16, 7 b)

Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."

Ayat Singkat

℣.Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku.℟.Tuntunlah aku di jalan yang kekal.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu XVIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
sebab dari padaNyalah keselamatanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah,*
bersama-sama mencoba meruntuhkannya!

Seperti menyerang dinding yang miring,*
menggempur tembok yang mau roboh!

Rencana mereka tipuan belaka,*
mereka suka akan dusta.

Dengan mulut, mereka memberkati,*
tetapi dalam hati, mereka mengutuki.

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
dan padaNyalah segala harapanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*
Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Percayalah kepadaNya selalu, hai umatku,+
curahkanlah isi hatimu di hadapanNya,*
Dialah perlindungan kita.

Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*
kehampaan semata, anak-anak manusia.

Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*
berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.

Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*
jangan menggantungkan diri pada perampasan.

Apabila harta milikmu bertambah,*
janganlah hatimu melekat kepadanya.

Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*
Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)

Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepadaNya, sebab Ia memelihara kamu.

Lagu Singkat

℣.Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.℟.Peliharalah.℣.Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.℟.Seperti biji mata.℣.Kemuliaan.℟.Peliharalah.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kita bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umatNya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kita penuh semangat berkata:

℟. Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

Allah kekal, bagiMu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang. ℟.

Kurniakanlah roti surgawi kepada umatMu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi. ℟.

Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang. ℟.

Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah. ℟.

Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Kuduslah namaMu, ya Tuhan, dan kasih sayangMu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umatMu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Rabu XVIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Beato Frederikus Janssoone

Pengaku Iman · 1838-1916

Kerinduan terbesar Beato Frederikusus Janssoone adalah untuk membantu orang lain menjadi lebih dekat pada Tuhan. Pelayanannya sebagai seorang Fransiskan membantu dia untuk melakukan itu, dan membawanya ke banyak tempat, dari Eropa, ke Tanah Suci dan kemudian ke Amerika Utara, tempat dimana ia tutup usia.

Frederikus Janssoone dilahirkan di Ghyvelde, Nord, Perancis pada tahun 1838. Ada banyak perubahan menarik dalam hidupnya, yang bukanlah cara hidup biasa di abad kesembilan belas. Frederikus dilahirkan dalam sebuah keluarga petani yang kaya, sebagai yang bungsu dari tigabelas saudara. Ia baru berusia sembilan tahun ketika ayahnya meninggal dunia, sebab itu ia harus meninggalkan bangku sekolah untuk membantu ibunya. Segera saja ia menyadari bahwa ia mempunyai “keahlian” dalam berjualan. Ia suka bertemu dengan kenalan-kenalan baru dan ia tahu bagaimana menjelaskan produknya.

Ibu Frederikus meninggal dunia pada tahun 1861. Itulah saat ketika pemuda berusia duapuluh tiga tahun ini sampai pada ketetapan hatinya dalam mencari panggilan hidupnya. Ia sadar bahwa ia merasakan suatu kerinduan yang kuat untuk menggabungkan diri dalam Ordo Fransiskan. Setelah masa belajarnya di seminari usai, Frederikus ditahbiskan sebagai seorang imam Fransiskan.

Ia menjadi pastor pendamping bagi pasukan militer untuk beberapa waktu lamanya. Kemudian pada tahun 1876, ia diutus ke Tanah Suci Yerusalem. Pater Frederikus mewartakan Injil di tempat-tempat yang dikuduskan oleh Yesus Sendiri. Ia mempergunakan bakat dan talentanya untuk membantu berbagai kelompok Kristiani agar saling bekerjasama dalam merawat dua gereja kudus. Ia mendirikan sebuah gereja di Betlehem. Frederikus juga dikenang karena menghidupkan kembali kebiasaan kuno melakukan ziarah Jalan Salib menyusuri jalanan Yerusalem (Via Dolorosa).

Pelayanan Pater Frederikus di Kanada dimulai ketika ia ditugaskan ke sana pada tahun 1881. Ia diutus dalam suatu perjalanan untuk mengumpulkan dana. Bakatnya yang bermacam-macam amat berguna dalam pelayanannya. Semangat sukacita dalam memberikan dirinya segera menjadikannya dicintai orang banyak. Khotbah dan ceramahnya penuh dengan fakta-fakta menarik mengenai Tanah Suci. Ia melihat ke dalam wajah dan hati umat dan berdoa agar mereka bertumbuh dalam kekayaan rahmat Tuhan. Pada tahun 1888, ia kembali ke Kanada untuk menetap dan menghabiskan sisa hidupnya di sana.

Pater Frederikus Janssoone adalah seorang pribadi yang menarik dan seorang penulis yang piawai. Ia menulis beberapa artikel dan riwayat hidup para kudus. Tulisan-tulisan itu mengingatkan orang akan antusiasme yang memenuhi jiwanya sendiri. Karya-karyanya merefleksikan sukacita Yesus yang dengan sangat sukahati ia bagikan kepada yang lain. Pater Frederikus wafat pada tanggal 4 Agustus 1916. Ia dimaklumkan sebagai “beato” pada tahun 1988 oleh Paus Yohanes Paulus II

Arti nama

Frederick berarti : " Penjaga Perdamaian " (old German)

Pesta Tabhisan Basilika Santa Perawan Maria di Roma

Pada abad ke-4 sewaktu Paus Liberius (352-366) memegang pucuk pimpinan Gereja Kristus, ia merobah dan menjadikan sebuah rumah di bukit Eskuilina menjadi tempat ibadat bagi umat. Gereja ini kemudian dinamakan Basilika Liberiana. Pada abad berikutnya gereja ini diperluas oleh Paus Sixtus III (432-440) dan disebut Basilika Santa Maria Maggiore.

Menurut cerita tindakan Paus Liberius ini didasarkan pada suatu peristiwa penampakan Bunda Maria di halaman rumah itu. Bulan Agustus adalah bulan terpanas di Roma. Pada suatu ketika, dalam bulan itu, halaman rumah itu berselimutkan salju. Tiba-tiba Bunda Maria menampakkan dirinya kepada dua orang saleh yang menghuni rumah itu dan meminta supaya di atas tanah yang bersalju itu dibangun sebuah gereja. Oleh karena itu, gereja itu kemudian lazim juga disebut Basilika Bunda Maria di Salju.

Santa Ia

Martir

Ia seringkali didera karena usahanya menobatkan banyak orang kafir ketika meringkuk di dalam penjara. Semua penderitaannya itu tak pernah mampu memadamkan semangatnya untuk mewartakan Kristus. Oleh karena itu akhirnya ia dihukum mati pada masa pemerintahan Schapur II, Raja Persia.

Santa Nonna

Pengaku Iman · wafat ± 374

Santa Nonna terkenal sebagai seorang ibu yang beriman dan penuh semangat pengabdian kepada anak-anaknya dan kepada Tuhan. Ia mendidik anak-anak-nya untuk selalu takut akan Tuhan dan menjadi orang yang berguna bagi Kristus dan gerejanya.

Kesalehan dan kesucian hidup santa Nonna, menghantar tiga orang anaknya menjadi orang kudus. Mereka adalah Santo Gregorius dari Nazianz Muda, Santo Caesarius dari Nazianz dan Santa Gorgonia. Nonna juga berhasil mengkristenkan suaminya, Santo Gregorius dari Nazianz Tua; yang sebelum dibabtis, adalah pemimpin sebuah sekte sesat dari agama Yahudi yang disebut Hypsistarian.

Ibu tiga orang kudus ini menurut tradisi wafat pada tanggal 5 Agustus 374 di Cappadocia- Asia Kecil (Sekarang wilayah Turki).

Arti nama

"Nonna" adalah bentuk Feminim dari Nama Latin "Nonus" yang berarti : "Kesembilan"

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari