Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Maka berkatalah para pemuka itu kepada raja: "Baiklah orang ini dihukum mati! Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap rakyat. Sungguh, orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini, melainkan kemalangan." Raja Zedekia menjawab: "Baiklah, ia ada dalam kuasamu! Sebab raja tidak dapat berbuat apa-apa menentang kamu!" Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu. maka keluarlah Ebed-Melekh dari istana raja itu, lalu berkata kepada raja: "Ya tuanku raja, perbuatan orang-orang ini jahat dalam segala apa yang mereka lakukan terhadap nabi Yeremia, yakni memasukkan dia ke dalam perigi; ia akan mati kelaparan di tempat itu! Sebab tidak ada lagi roti di kota." Lalu raja memberi perintah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, katanya: "Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!"
Refren: Tuhan bersegera lah menolong aku!
Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,
Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Alleluya, alleluya.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.
Alleluya, alleluya.
"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
AntifonSiapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Antifon 2Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 65 (66)
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
AntifonBerkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Ia telah memberi kita hidup, alleluya.
Antifon 3Dengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
AntifonDengarkanlah aku, hai kamu sekalian yang menghormati Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu betapa besar hal-hal yang telah Ia lakukan bagiku, alleluya.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium Hosea 11:8, 9; Yeremia 31:3
Bacaan Kedua
Responsorium Mazmur 101:1-2
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.
Antifon 3Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.
Bacaan Singkat (2Tim 2,8.11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungAku harus menerima baptisan, dan betapa susahnya hati-Ku sebelum hal itu berlangsung!
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungOrang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.
Doa Permohonan
℟. Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kami berharap padaMu.
Kami memuji Engkau, raja semesta alam, sebab Engkau memanggil kami, orang yang sesat dan berdosa,* untuk mengenal dan mengabdi Engkau, Allah yang benar. ℟.
Engkau telah membuka pintu kemurahanMu bagi kami, ya Allah,* semoga kami tak pernah menyimpang dari jalan kehidupan. ℟.
Kami merayakan kebangkitan PuteraMu yang tercinta,* semoga kami sepanjang hari dipenuhi dengan kegembiraan rohani. ℟.
Kurniakanlah, ya Tuhan, semangat doa kepada umat beriman,* supaya dalam segala-galanya kami tetap mengucap syukur kepadaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 6, 19-20)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat Kid 8,6b-7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ct 8, 6b-7a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.
Antifon 1Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.
Antifon 2Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.
Bacaan singkat Ibr 12,22-24
Antifon KidungKamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSemua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.
Doa Permohonan
℟. Tuhan, kabulkanlah doa kami.
Bapa semesta alam dan Tuhan kami, Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia supaya namaMu dimuliakan di mana-mana,* teguhkanlah penyaksian GerejaMu di antara para bangsa. ℟.
Semoga kami terbuka bagi pewartaan para rasul,* dan hidup sesuai dengan kebenaran iman kami. ℟.
Engkau mencintai orang yang benar,* belalah perkara orang yang diperlakukan tidak adil. ℟.
Bebaskanlah para tawanan, terangilah orang buta,* bantulah orang yang diperas, lindungilah orang asing. ℟.
Penuhilah keinginan orang yang berpulang dalam damaiMu,* dan hantarkanlah mereka kepada kebangkitan berkat jasa PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Benediktus Yoseph Labre
Benediktus Yoseph Labre, putera tertua dari limabelas bersaudara, lahir di Ammettes, Flanders, Prancis pada tanggal 26 Maret 1748. Ayah dan ibunya Yohanes Baptista Labre dan Anne Babre Grandsire adalah petani sederhana di desa Ammettes. Pendidikan keras ayahnya membuat Benediktus bertumbuh menjadi seorang pekerja keras, cermat, cekatan dan beriman.
Satu-satunya cita-cita yang membakar hatinya ialah menjadi abdi Allah sebagai imam atau biarawan. Pada umur 12 tahun, ia mulai menjalani pendidikan imamatnya di bawah bimbingan pamannya, Pater Francois Labre. Empat tahun kemudian, ia diterima di biara pertapaan Kartusian di Montreul-sur-Mer. Aturan hidup di biara ini terkenal keras. Di biara ini Benediktus hanya bertahan 1 bulan lamanya karena gangguan kesehatan. Tak lama kemudian ia mengajukan permohonan ke sebuah biara di La Trappe, tetapi permohonannya ditolak karena ia masih muda. Benediktus kemudian di terima di sebuah biara Trapist di Sept-Fonts. Enam bulan kemudian dia terpaksa meninggalkan biara itu karena gangguan kesehatannya.
Sejak itu Benediktus mulai sadar bahwa panggilannya untuk menjadi Abdi Allah harus ditempuhnya dengan tetap menjadi seorang awam sebagaimana Yesus dan para Rasul. Karena itu ia berkeputusan untuk menjadi peziarah. Antara tahun 1770 dan 1777, ia menjelajahi semua kota besar di Eropa Barat sepertil: Jerman, Prancis, Spanyol dan Italia. Akhirnya ia menetap di Roma. Di sana Benediktus menjadi pengemis yang hidup dari belaskasihan orang lain. Ia rajin mengunjungi gereja-gereja untuk berdoa dan merayakan Ekaristi. Pada awal masa Puasa pada tahun 1783, ia jatuh sakit lalu meninggal pada hari Jumat Agung tanggal 7 April 1783.
Benediktus Yoseph Labre dikagumi banyak orang karena kesalehannya, tetapi sekaligus diejek dan diolok-olok oleh orang-orang yang mengenalnya. Keramahan dan kerendahan hatinya, cinta dan kesalehannya mengilhami banyak orang di kota Roma. Semasa hidupnya yang diliputi kesengsaraan itu, ia dikaruniai banyak penglihatan ajaib. Satu abad setelah kematiannya, Benediktus dinyatakan kudus oleh Paus Leo XIII (1878-1903).
Santo Stefanus dari Hungaria
St.Stefanus dilahirkan sekitar tahun 969 di Hungaria. Nama yang diberikan kepadanya adalah Vaik. Ketika ia menjadi seorang Kristen pada usia sepuluh tahun, ia diberi nama Stefanus. Pada saat yang sama, ayahnya, Pangeran Hungaria, dan juga banyak kaum bangsawan lainnya menjadi Kristen.
Namun demikian, ketika Stefanus menjadi raja, di negerinya itu masih banyak orang kafir. Sebagian penduduknya masih suka kekerasan dan kekejian. Jadi, Stefanus memutuskan untuk membangun Gereja yang kokoh di Hungaria. Usahanya itu diberkati Tuhan. Rahasia keberhasilan St. Stefanus dalam membimbing rakyatnya secara gemilang kepada iman Kristiani adalah devosinya kepada Bunda Maria. Ia mempercayakan seluruh kerajaannya dalam perlindungan Bunda Maria dan ia membangun sebuah gereja yang amat indah untuk menghormati Bunda Allah (Gereja itu sekarang dikenal dengan nama Basilika St.Stefanus Budapest Hungaria).
Paus Sylvester II mengirimkan sebuah mahkota raja yang indah bagi Stefanus. Pusaka ini kemudian dikenal sebagai Mahkota St. Stefanus. Dalam masa Perang Dunia II, tentara Amerika merampas mahkota tersebut, tetapi akhirnya diserahkan kembali pada Hungaria pada tahun 1978.
Stefanus seorang pemimpin yang tegas serta gagah berani. Ia menerapkan hukum yang adil. Namun demikian, ia juga lemah lembut serta penuh belas kasihan kepada mereka yang miskin. Sebisa-bisanya ia menghindari peperangan. Ia suka memberi bingkisan uang kepada para pengemis tanpa memberitahukan kepada mereka siapa dia sebenarnya. Suatu ketika ia sedang menyamar dan membagi-bagikan bingkisan, sekelompok pengemis dengan brutal menyerang serta memukulnya. Mereka menarik-narik rambutnya, jenggotnya serta merampok kantong uangnya. Tak pernah terbayangkan oleh mereka bahwa mereka sedang mempermainkan raja mereka. Dan mereka tidak pernah tahu akan hal itu.
Raja menerima segala penghinaan itu dengan diam-diam dan dengan rendah hati. Sekuat tenaga ia mengarahkan pikirannya pada Bunda Maria dan berdoa: “Lihatlah, Ratu Surgawi, bagaimana umatmu memperlakukan dia yang engkau jadikan raja. Jika mereka musuh-musuh iman, aku tahu apa yang harus aku lakukan terhadap mereka. Tetapi, karena mereka adalah kesayangan Putera-mu, aku menerima ini semua dengan sukacita. Aku mengucap syukur karenanya.”
Kejadian ini tidak membuatnya berhenti untuk menyamar sebagai rakyat biasa dan membagi-bagikan bingkisan. Malahan Raja Stefanus berjanji untuk berderma lebih banyak lagi bagi para pengemis. Stefanus menjadi raja Hungaria selama empat puluh dua tahun. Ia wafat pada tanggal 15 Agustus 1038. St. Stefanus dinyatakan kudus oleh Paus St. Gregorius VII pada tahun 1083.
Arti nama
Stefanus Berasal dari kata Yunani Στεφανος (Stephanos) yang berarti : "Mahkota"
Santo Stefenus
Stefanus lahir pada tahun 969. Ketika itu agama Kristen baru mulai menanamkan pengaruhnya di Hungaria. Ayahnya, raja Hungaria dan ibunya sendiri belum menjadi Kristen. Pada umur 10 tahun, Stefanus baru dipermandikan bersama kedua orangtuanya. Ketika ayahnya meninggal dunia, ia menggantikannya sebagai raja Hungaria. Stefanus yang masih muda ini-didukung oleh permaisurinya Santa Gisela-ternyata tampil sangat bijaksana dan tegas dalam memimpin rakyatnya. Ia disenangi rakyatnya karena selalu memperhatikan kepentingan mereka. Setelah kedudukan dan kuasanya tidak lagi dirongrong oleh para lawannya, ia mulai memusatkan perhatian pada kemajuan Gereja dan pewartaan Injil di seluruh wilayah kerajaan. Upacara-upacara kekafiran perlahan-lahan diganti upacara-upacara iman Kristiani. Hari minggu diumumkan sebagai hari yang khusus untuk Tuhan. Orang tidak boleh bekerja.
Untuk mendukung usahanya itu, ia berusaha mendirikan banyak gereja dan biara yang kelak menjadi pusat kebudayaan Hungaria. Ia mengutus beberapa pembantu dekatnya kepada Sri Paus Silvester II (999-1003) untuk meminta tenaga-tenaga imam dan memohon agar kiranya Sri Paus mengurapinya menjadi Raja Hungaria. Sri Paus dengan senang hati mengabulkan dua permohonan itu.
Pembentukan Kerajaan Hungaria sebagai suatu Kerjaan Kristen yang berdaulat dan merdeka merupakan jasa terbesar dari Stefanus. Seluruh negeri dipersembahkan kepada perlindungan Santa Perawan Maria. Stefanus sendiri terus memohon kepada Tuhan umur yang panjang dan jangan dulu mati sebelum seluruh negerinya dikristenkan. Penghormatannya kepada Santa Perawan Maria diabadikan dengan mendirikan sebuah gereja yang luas dan indah, gereja Santa Perawan Maria.
Puteranya, Santo Emerikus, dididiknya dengan sungguh-sungguh mengikuti tata cara Kristiani karena ia berharap bahwa kelak ia dapat menggantikannya sebagai raja. Namun sayang, maut terlalu cepat datang menjemput dia. Emerikus mati dalam suatu kecelakaan tak terduga ketika sedang berburu. Kematian Emerikus menimbulkan penderitaan batin yang luar biasa bagi Stefanus. Hilanglah segala harapannya akan Emerikus sebagai penggantinya. Diantara kaum kerabatnya timbullah percekcokan tentang siapa yang pantas menggantikannya kelak bila dia meninggal. Sehubungan dengan itu, Stefanus mendesak para pembantunya agar mereka tetap adil dan jujur serta taat kepada undang-undang kerajaan dan kepada Sri Paus di Roma. Raja yang suci ini meninggal dunia pada tanggal 15 Agustus 1038. Bersama puteranya Emerikus, Stefanus dihormati Gereja sebagai orang Kudus.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari