Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa I Adven

Selasa, 1 Desember 2037· Ungu · Pekan Psalterium I
1 Desember 2037

Bacaan Misa

Selasa I Adven
Bacaan Pertama

Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.

Mazmur Tanggapan

Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

Bacaan Injil

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Invitatorium

Selasa I Adven

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Selasa I Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Sabda yang luhur, Engkau datang,
terang yang terbit dari Bapa,
yang lahir untuk menolong dunia
pada perjalanan waktu yang menurun:

Terangilah kini hati kami
dan bakarlah dengan cinta-Mu;
oleh warta yang telah kami dengar
semoga akhirnya terusir segala yang menyesatkan.

Dan bila kelak Engkau hadir sebagai Hakim
untuk menyelidiki perbuatan hati,
membalas setimpal segala yang tersembunyi
dan memberi kerajaan kepada orang benar atas kebaikannya,

Janganlah akhirnya kami disesakkan oleh hukuman
menurut beratnya kesalahan,
melainkan bersama para kudus
jadilah kami warga surga untuk selamanya.

Kristus, Raja yang mahabaik,
bagi-Mu dan bagi Bapa kemuliaan,
bersama Roh Penghibur,
sepanjang segala abad. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Mazmur 10

Doa syukur

Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).

I
Tuhan, mengapa Engkau berdiri jauh

dan menyembunyikan diri-Mu di masa kesusahan?

Orang miskin dimakan oleh kesombongan orang fasik:

ia terperangkap dalam rencana yang dibuat orang lain.
Sebab orang fasik membanggakan keinginan hatinya;

orang serakah menghujat dan mencemooh Tuhan.

Dalam kesombongannya orang fasik berkata: “Ia tidak akan menghukum.

Tidak ada Allah.” Demikianlah pikirannya.
Jalannya selalu tanpa masalah;

penghakiman-Mu jauh dari pikirannya.

Musuh-musuhnya ia pandang dengan hina.

Ia berpikir: “Aku tidak akan pernah goyah;

kemalangan tidak akan pernah menjadi bagianku.”
Mulutnya penuh kutuk, tipu daya, penindasan,

kejahatan dan penipuan di bawah lidahnya.

Ia bersembunyi di antara alang-alang;

orang tak bersalah ia bunuh secara rahasia.
Matanya mengawasi orang yang tak berdaya.

Ia mengintai dalam persembunyian seperti singa di sarangnya;

ia mengintai dalam persembunyian untuk menangkap orang miskin;

ia menangkap orang miskin dan menyeretnya pergi.
Ia berjongkok, bersiap menerkam,

dan orang tak berdaya jatuh di bawah kekuatannya.

Ia berpikir dalam hatinya: “Allah lupa,

Ia menyembunyikan wajah-Nya, Ia tidak melihat.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

II
Bangkitlah, ya Tuhan, angkatlah tangan-Mu!

Ya Allah, jangan lupakan orang miskin!

Mengapa orang fasik mencemooh Tuhan

dan berpikir dalam hatinya: “Ia tidak akan menghukum”?
Tetapi Engkau telah melihat kesusahan dan dukacita,

Engkau mencatatnya, Engkau menanganinya.

Orang tak berdaya mempercayakan dirinya kepada-Mu;

sebab Engkau adalah penolong anak yatim.
Hancurkanlah kekuatan orang fasik dan pendosa!

Hukumlah kejahatannya sampai tidak tersisa!

Tuhan adalah raja untuk selama-lamanya.

Orang kafir akan binasa dari tanah yang diperintah-Nya.
Tuhan, Engkau mendengar doa orang miskin;

Engkau menguatkan hati mereka; Engkau memalingkan telinga-Mu

untuk melindungi hak-hak anak yatim dan yang tertindas

agar manusia fana tidak lagi menimbulkan ketakutan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bangkitlah, ya Tuhan, membela umat-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dari kesusahan kami. Bapa anak yatim, kekayaan orang miskin, kami bersukacita dalam memberitakan Engkau; semoga kami menemukan penghiburan dan keamanan di masa sakit dan kecemasan.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Mazmur 11 (12)

Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa

Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia untuk membela orang miskin (Santo Agustinus).
Tolonglah, ya Tuhan, sebab orang baik telah lenyap:

kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.

Dusta mereka ucapkan satu sama lain,

dengan bibir yang berdusta, dengan hati yang palsu.
Semoga Tuhan menghancurkan semua bibir yang berdusta,

lidah yang mengucapkan kata-kata muluk,

mereka yang berkata: “Lidah kami adalah kekuatan kami;

bibir kami adalah milik kami sendiri, siapa tuan kami?”
“Karena orang miskin yang tertindas dan orang yang membutuhkan yang mengeluh

Aku sendiri akan bangkit,” firman Tuhan.

“Aku akan menganugerahkan kepada mereka keselamatan yang mereka dambakan.”
Firman Tuhan adalah firman tanpa campuran,

perak dari perapian, tujuh kali dimurnikan.
Engkaulah, ya Tuhan, yang akan memelihara kami

dan melindungi kami selamanya dari generasi ini.

Lihatlah bagaimana orang fasik berkeliaran di setiap sisi,

sementara orang yang tidak berharga sangat dihargai oleh anak-anak manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Terang-Mu adalah terang yang sejati, Tuhan, dan kebenaran-Mu bersinar seperti siang. Arahkanlah kami kepada keselamatan melalui firman-Mu yang memberi hidup. Semoga kami diselamatkan dengan selalu merangkul firman-Mu.

AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Suara orang yang berseru di padang gurun: Persiapkanlah jalan Tuhan.

℟ Luruskanlah lorong-lorong bagi Allah kita.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

Yes 2:6-22; 4:2-6

Penghakiman Allah
Engkau telah membuang umat-Mu, kaum keturunan Yakub,
sebab mereka penuh dengan tukang tenung dari Timur,
mempunyai para peramal seperti orang Filistin,
dan berjabat tangan dengan orang-orang asing.
Negerinya penuh dengan perak dan emas,
dan tak terhingga harta bendanya;
negerinya penuh dengan kuda,
dan tak terbilang keretanya;
negerinya penuh dengan berhala:
mereka menyembah buatan tangannya sendiri,
yang dibuat oleh jari-jarinya.
Maka manusia ditundukkan,
dan orang direndahkan:
janganlah Engkau mengampuni mereka.

Masuklah ke dalam gunung batu, sembunyikanlah dirimu dalam debu
dari hadapan kedahsyatan Tuhan dan dari kemuliaan keagungan-Nya.
Mata manusia yang sombong akan direndahkan,
dan keangkuhan orang akan ditundukkan;
hanya Tuhan sajalah yang ditinggikan pada hari itu.
Sebab Tuhan semesta alam menetapkan suatu hari
terhadap semua yang congkak dan tinggi hati
dan terhadap semua yang sombong, supaya direndahkan;
terhadap semua pohon aras Libanon yang tinggi dan menjulang
dan terhadap semua pohon tarbantin Basan;
terhadap semua gunung yang tinggi
dan terhadap semua bukit yang menjulang;
terhadap semua menara yang tinggi
dan terhadap semua tembok yang kokoh;
terhadap semua kapal Tarsis
dan terhadap semua perahu yang indah.
Maka kesombongan manusia akan ditundukkan,
dan keangkuhan orang akan direndahkan;
hanya Tuhan sajalah yang ditinggikan pada hari itu,
dan berhala-berhala akan hancur sama sekali.
Orang akan masuk ke dalam gua-gua gunung batu
dan ke dalam liang-liang tanah
dari hadapan kedahsyatan Tuhan dan dari kemuliaan keagungan-Nya,
apabila Ia bangkit menggoncangkan bumi.

Pada hari itu manusia akan melemparkan berhala-berhala peraknya dan patung-patung emasnya, yang dibuatnya untuk disembah, kepada tikus mondok dan kelelawar. Ia akan masuk ke dalam celah-celah gunung batu dan rekahan-rekahan bukit batu dari hadapan kedahsyatan Tuhan dan dari kemuliaan keagungan-Nya, apabila Ia bangkit menggoncangkan bumi. Jangan lagi berharap kepada manusia, yang hidupnya hanya napas dalam hidungnya. Sebab seberapakah ia harus dihargai?

Pada hari itu tunas Tuhan akan menjadi
kepermaian dan kemuliaan,
dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kesukaan
bagi mereka yang terluput dari Israel.
Maka akan terjadi: setiap orang yang tertinggal di Sion,
dan yang tersisa di Yerusalem, akan disebut kudus,
setiap orang yang tercatat untuk hidup di Yerusalem.
Apabila Tuhan telah membersihkan kotoran putri-putri Sion
dan menghapus noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya
dengan roh penghakiman dan roh yang membakar,
maka Tuhan akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion
dan di atas perhimpunannya
awan pada siang hari
dan asap serta cahaya api yang menyala pada malam hari:
sebab di atas segala kemuliaan ada naungan,
dan akan ada pondok sebagai naungan dari panas terik pada siang hari
dan sebagai tempat perlindungan dan persembunyian
dari angin ribut dan hujan.

Responsorium Yes 2:11; Mat 24:30

Mata manusia yang sombong akan direndahkan, dan keangkuhan orang akan ditundukkan:

℟ Dan hanya Tuhan sajalah yang ditinggikan pada hari itu.
Mereka akan melihat Anak Manusia datang di atas awan-awan di langit dengan kuasa dan kemuliaan yang besar.

℟ Dan hanya Tuhan sajalah yang ditinggikan pada hari itu.
Bacaan Kedua

Dari Khotbah Santo Gregorius dari Nazianze, uskup

(Or. 45, 9, 22. 26. 28: PG 36, 634-635. 654. 658-659. 662)

O pertukaran yang mengagumkan
Putra Allah sendiri, Dia yang lebih dahulu daripada segala abad, yang tak kelihatan, yang tak terpahami, yang tak bertubuh, Awal dari Awal, Terang dari Terang, sumber hidup dan kebakaan, ungkapan Pola Asali, meterai yang tak tergoyahkan, citra yang serupa dalam segala hal, batas dan hikmat Bapa: Dia, kataku, mendatangi citra-Nya sendiri, mengenakan daging demi daging, dan menyatukan diri dengan jiwa yang berakal demi jiwaku, untuk memurnikan yang serupa dengan yang serupa, dan Ia mengambil seluruh kemanusiaan, kecuali dosa. Ia dikandung dari Perawan, yang jiwa dan badannya telah dimurnikan lebih dahulu oleh Roh (sebab kelahiran harus dihormati, dan keperawanan harus diutamakan); dan Ia tampil sebagai Allah bersama kemanusiaan yang diambil-Nya, satu dari dua hal yang saling berlawanan, yaitu daging dan roh, yang satu memberikan keilahian, yang lain menerimanya.

Dia yang memperkaya orang lain menjadi miskin; sebab Ia memikul kemiskinan dagingku, supaya aku memperoleh kekayaan keilahian-Nya. Dia yang penuh mengosongkan diri; sebab Ia mengosongkan diri dari kemuliaan-Nya untuk sementara waktu, supaya aku mengambil bagian dalam kepenuhan-Nya.

Betapa kayanya kebaikan ini? Misteri apakah ini bagiku? Aku telah menerima citra ilahi, tetapi tidak menjaganya. Ia mengambil dagingku, untuk menyelamatkan citra itu dan menganugerahkan kebakaan kepada daging; Ia mengadakan persekutuan yang kedua dengan kita, yang jauh lebih mengagumkan daripada yang pertama.

Melalui kemanusiaan yang diambil Allah, kekudusan harus dianugerahkan kepada manusia; supaya, setelah mengalahkan si tiran dengan kekuatan, Ia membebaskan kita dan membawa kita kembali kepada diri-Nya melalui Putra sebagai pengantara, yang mengatur semuanya ini demi kehormatan Bapa, yang kepada-Nya Ia tampak tunduk dalam segala hal.

Gembala yang baik itu, yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, datang kepada domba yang tersesat, ke gunung-gunung dan bukit-bukit tempat domba itu dahulu mempersembahkan kurban; Ia menemukan yang tersesat, dan setelah menemukannya, memikulnya di atas bahu yang sama yang memikul kayu salib, lalu membawanya kembali kepada hidup surgawi.

Pelita yang mendahului diikuti oleh Terang yang amat cemerlang, suara diikuti oleh Sabda, pengiring mempelai oleh Sang Mempelai, yang menyiapkan bagi Tuhan suatu umat pilihan, dan memurnikannya terlebih dahulu dengan air bagi Roh.

Kita memerlukan Allah yang mengambil daging dan mati, supaya kita hidup. Kita telah mati bersama Dia, supaya kita dimurnikan; kita bangkit bersama Dia, karena kita telah mati bersama Dia; kita dimuliakan bersama Dia, karena kita telah bangkit bersama Dia.

Responsorium Bdk. Gal 4:4-5; Ef 2:4; Rm 8:3

Lihatlah, kini telah tiba kegenapan waktu, ketika Allah mengutus Putra-Nya ke bumi, lahir dari Perawan, takluk kepada hukum Taurat:

℟ Untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat.
Karena kasih-Nya yang besar, yang dengannya Allah mengasihi kita, Ia mengutus Putra-Nya dalam rupa daging yang berdosa.

℟ Untuk menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat.

Doa Penutup

Ya Tuhan Allah, berkenanlah mendengarkan permohonan kami, dan kami mohon, anugerahkanlah pertolongan kasih-Mu kepada kami yang menderita, supaya kami, yang dihibur oleh kehadiran Putra-Mu yang datang, tidak lagi dinodai oleh cemaran manusia lama. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa I Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Dengarkan suara Tuhan
Yang mengecam, kejahatan
Usirlah jauh impian
Serta karya kegelapan.

Bangunlah hati merana
Yang parah terluka dosa
Sebab Kristus bercahaya
Bersinar laksana surya.

Kristus datang bagai domba
Yang menghapus dosa kita
Mari mohon dengan tekun
Supaya diberi ampun.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Mazmur 23

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*
jagat dan semua penghuninya.

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*
menegakkannya atas samudera raya.

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*
siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*
yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

Dia yang menerima berkat Tuhan,*
dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*
yang menghadap hadirat Allah Yakub.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan yang perkasa dan perwira,*
Tuhan yang jaya dalam peperangan.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan semesta alam,*
Dialah Raja mulia.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Tb 13,1-9

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,*
kerajaanNya tetap untuk segala abad.

Allah menyiksa dan mengasihani,+
Allah mematikan dan menghidupkan,*
tak seorangpun lolos dari kuasaNya.

Luhurkanlah Allah di hadapan bangsa-bangsa, hai umat Israel,+
sebab kita disebarkan di antara mereka,*
untuk mewartakan keagunganNya.

Luhurkanlah Dia di hadapan semua orang,+
sebab Dialah Tuhan, Dialah Allah kita,*
Dialah Bapa kita sepanjang segala abad.

Allah menyiksa kita karena kita jahat,*
namun Ia akan mengasihani kita lagi.

Dan mengumpulkan kita dari antara semua bangsa,*
tempat kita terpencar-pencar.

Jika kamu dengan segenap hati bertobat kepada Tuhan,*
Dan melakukan kebenaran;

Maka Tuhan akan berbalik kepadaMu,*
dan tidak lagi menyembunyikan wajahNya.

Saksikanlah karya agung yang akan dikerjakan Tuhan bagimu,*
dan bersyukurlah dengan suara lantang.

Pujilah Tuhan yang adil,*
agungkanlah raja kekal.

Adapun aku, aku meluhurkan Tuhan di tanah pembuangan,*
mewartakan kuasaNya kepada bangsa yang berdosa ini.

Bertobatlah, kaum pendosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan,*
barangkali Tuhan akan berbelaskasihan kepadamu.

Aku hendak mengagungkan Allahku, raja surga,*
dan memuliakan keagunganNya dengan segenap hati.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Mazmur 32

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*
patutlah orang saleh memuji-muji.

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*
bermazmurlah bagiNya dengan iringan gambus.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

Sebab firman Tuhan selalu benar,*
segala sesuatu dikerjakanNya dengan setia.

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*
bumi penuh dengan kasih setiaNya.

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*
dan segala bintang oleh nafas mulutNya.

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkanNya,*
dan samudera raya dalam bejana.

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*
semua penduduk gemetar terhadapNya.

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*
Dia memerintahkan, maka semua ada.

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*
Ia meniadakan maksud segala kaum.

Rencana Tuhan tetap selamanya,*
rencana Tuhan turun-temurun.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*
umat yang terpilih menjadi milikNya.

Dari surga Allah mengamati,*
memandang umat manusia.

Dari kediamanNya Ia menilik,*
semua penduduk bumi.

Hati setiap orang dibentukNya,*
segala tingkah laku diselamiNya.

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*
orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*
betapapun kuat dan tangkasnya.

Sebab Tuhan menjaga hambaNya yang takwa,*
yang berharap akan kasih setiaNya.

Untuk melepaskan mereka dari maut,*
dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

Maka kita berharap akan Tuhan,*
Dialah penolong dan perisai kita.

Demi Dialah hati kita bergembira,*
pada namaNya yang kudus kita percaya.

Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan,*
sebab padaMulah kami berharap.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Bacaan Singkat (Kej 49:10)

Tongkat kerajaan takkan mundur dari Yehuda, dan martabat raja takkan lenyap dari keturunannya, sampai pemegang haknya datang, dia yang dinantikan oleh para bangsa.

Lagu Singkat

℣.Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkaulah yang akan datang ke dunia.℟.Kasihanilah.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungSuatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memenuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat selamat Allah kita.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSuatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memenuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat selamat Allah kita.

Doa Permohonan

Allah, Bapa yang mahakuasa, berulang kali mengulurkan tangan untuk menyelamatkan umatNya. Marilah kita memohon kepadaNya: ℟.

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Bermurahhatilah, ya Tuhan, agar kami menghasilkan buah pertobatan yang sejati,* untuk menerima kerajaanMu yang telah mendekat. ℟.

Persiapkanlah hati kami, ya Tuhan, untuk menerima kedatangan sabdaMu,* agar kemuliaanNya dinyatakan dalam diri kami. ℟.

Rendahkanlah gunung kesombongan kami,* timbunlah jurang kelemahan kami. ℟.

Runtuhkanlah tembok kebenciaan yang memecahbelahkan umat manusia,* dan bukalah jalan lebar bagi kerukunan dan damai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan mahamurah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga PuteraMu menghibur kami dengan kedatanganNya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa I Adven

SELASA — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 23, 5)

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa I Adven

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),1-8

Berbahgialah mereka yang hidupnya tidak bercela,*
yang hidup menurut sabda Tuhan.

Berbahagialah yang berpegang teguh pada perintah Tuhan,*
yang mencari Tuhan dengan segenap hati.

Yang tidak melakukan kejahatan,*
tetapi selalu mengikuti bimbingan Tuhan.

Engkau telah menyampaikan titahMu,*
supaya ditepati dengan sungguh-sungguh.

Semoga tetaplah jalan hidupku,*
untuk melaksanakan ketetapanMu.

Maka aku takkan kecewa,*
sebab aku menjalankan segala perintahMu.

Aku akan memuliakan Dikau dengan hati tulus,*
dalam mempelajari hukumMu yang adil.

Aku akan berpegang teguh pada ketetapanMu,*
janganlah aku Kautinggalkan sama sekali.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Mazmur 12 (13)

Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan daku sama sekali?*
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajahMu dari padaku?

Berapa lama lagi hatiku harus merana,*
dan bersedih sepanjang hari?

Berapa lama lagi musuhku masih bermegah-megah melawan daku?*
Pandanglah, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku.

Buatlah mataku bersinar, jangan sampai aku tertidur dalam maut,+
agar musuh jangan berkata: "Dia kukalahkan",*
dan lawan jangan menyoraki kemalanganku.

Tapi aku percaya akan kasih setiaMu,+
hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku,*
aku bernyanyi bagiMu karena kebaikanMu terhadapku.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Mazmur 13 (14)

Orang dungu berpikir: "Tidak ada Allah",+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Tuhan memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah?

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatku seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Pasti, ia akan gentar ketakutan,*
sebab Allah mendampingi orang yang jujur.

Biarlah harapan orang miskin ditertawakan,*
namun Tuhan melindunginya.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Tuhan, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai dan Israel bersukacita.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Bacaan singkat Ams 3,13-15

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat dan memperoleh kebijaksanaan. Sebab lebih baik mendapat kebijaksanaan dari pada memperoleh perak dan emas murni. Lebih berhargalah hikmat dari pada permata, dan lebih mahal dari pada harta benda. Apapun juga yang dapat diinginkan hati tak mungkin mengimbangi kebijaksanaan.

℣.Tuhan menyampaikan firmanNya kepada Yakub.℟.Ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa I Adven

SELASA — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Cf. Ez 34, 15-16)

Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Allah. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa I Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus Ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka
Karna umatMu berdosa
Syukurlah Engkau berkenan
Melimpahkan pengampunan.

Pada kepenuhan masa
Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Mazmur 19

Semoga Tuhan mendengarkan doamu dalam kesesakan,*
dan kekuasaan Allah Yakub melindungi engkau.

Hendaklah Tuhan mengirim pertolongan dari tempat kudus,*
dan menyokong engkau dari gunung Sion.

Hendaklah Ia mengingat segala persembahanmu,*
dan berkenan pada kurban bakaranmu.

Semoga Tuhan memenuhi keinginan hatimu,*
dan membuat rencanamu berhasil.

Maka kita akan merayakan kemenanganmu,+
dan mengangkat panji dengan menyerukan nama Allah kita,*
semoga Tuhan mengabulkan semua doamu.

Kini aku tahu, bahwa Tuhan memberikan kemenangan,*
kepada yang diurapiNya.

Dari surga Tuhan mengabulkan doanya,*
dengan kemenangan gilang-gemilang, karya tanganNya.

Yang satu memegahkan kereta, yang lain membanggakan kuda,*
tetapi kita menyerukan nama Tuhan, Allah kita.

Mereka tersandung dan rebah,*
tetapi kita tetap tegak dan bertahan.

Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja,*
jawablah pada waktu kami berseru.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Mazmur 20,2-8.14

Karena kuasaMu, ya Tuhan, raja bergembira,*
atas penyelamatanMu ia bersukaria.

Keinginan hatinya telah Kaupenuhi,*
permintaan doanya tidak Kautolak.

Sejak dahulu Kaukurniai dia berkat berlimpah,*
di atas kepalanya Kautaruh mahkota emas murni.

Hidup dimintanya; Kauberikan kepadanya,*
umur panjang untuk selamanya.

Besarlah kemuliaannya berkat pertolonganMu,*
keagungan dan semarak Kau anugerahkan kepadanya.

Kaujadikan dia berkat untuk selamanya,*
seri wajahMu membahagiakan dia.

Sungguh, raja berjaya akan Tuhan,*
dan karena kasih setia Allah yang mahatinggi ia tidak goyah.

Bangkitlah, ya Tuhan, dan nyatakanlah kuasaMu,*
kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Bacaan Singkat (1Kor 1:7b-9)

Kita menantikan penampakkan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia akan meneguhkan kita sampai kesudahan, agar kita tidak bercela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. Sungguh setia Allah yang telah memanggil kita kepada persekutuan dengan PuteraNya.

Lagu Singkat

℣.Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.℟.Datanglah.℣.Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.℟.Ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Datanglah.

Antifon KidungCarilah Tuhan, selama Ia dapat ditemui. Serukanlah Tuhan, selama Ia dekat, alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungCarilah Tuhan, selama Ia dapat ditemui. Serukanlah Tuhan, selama Ia dekat, alleluya.

Doa Permohonan

Sabda kekal menjadi manusia lemah dan menunjukkan kepada kita jalan baru menuju kediaman Allah yang kudus. Marilah kita mohon dengan rendah hati: ℟.

℟. Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan.

Ya Allah, dalam diriMu kami hidup, bergerak dan ada,* datanglah dan nyatakanlah bahwa kami puteraMu. ℟.

Engkau tidak jauh dari kami masing-masing,* tunjukkanlah diriMu segera kepada mereka yang mencari Engkau. ℟.

Bapa kaum miskin dan penghibur orang yang bersusah,* bebaskanlah para tawanan dan hiburlah yang bersedih hati. ℟.

Engkau membenci kematian dan mencintai kehidupan,* bebaskanlah kami dan semua arwah dari kematian kekal. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan mahamurah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga PuteraMu menghibur kami dengan kedatanganNya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Selasa I Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Beato Charles de Foucauld

Pertapa dan Martir · 1858-1916

Charles Eugenie de Foucauld lahir pada tanggal 15 September 1858 di Strasbourg Perancis, dalam keluarga Aristokat Kerajaan. Pada usia enam tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Ia dan adiknya Maria lalu dibesarkan oleh kakek mereka. Sebagai keluarga bangsawan, Charles mendapat pendidikan yang baik. Ia belajar di Sekolah Jesuit di Nancy dan Paris, lalu melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer pada tahun 1876.

Tamat dari Akademi militer, Charles menjadi seorang perwira muda yang ditugaskan pada resimen ke-4 Hussar angkatan perang Perancis dan dikirim ke wilayah koloni Perancis di Setif Aljazair. Ditempat ini ia dan resimennya terlibat dalam banyak pertempuran melawan para pemberontak Bon Mama di wilayah Oran Selatan.

Dalam pergaulannya dengan masyarakat setempat, Charles menjadi sangat tertarik dengan masyarakat suku Bedoin yang hidup di padang pasir. Ia mengajukan permohonan cuti agar dapat mempelajari budaya mereka, namun permohonannya ditolak. Tidak patah arang, Charles lalu mengundurkan diri dari militer lalu pergi ke padang gurun dan tinggal bersama mereka. Hidup di padang gurun menuntun Charles pada peningkatan kehidupan rohani yang luar biasa. Dalam kesendirian dan keheningan di gurun pasir, ia dapat mendengar panggilan Tuhan yang mengetuk pintu hatinya setiap saat. Setelah lima belas bulan dipadang gurun Afrika Utara, Charles akhirnya siap menjawab panggilan-NYA.

Charles de Foucauld kembali ke Perancis pada bulan Februari 1886 sebagai seorang yang berbeda dengan Charles yang dulu berangkat ke Afrika Utara. Pemuda aristokrat mantan komandan resimen Hussar ke-4 Angkatan Perang Kerajaan Perancis Raya itu tiba di Paris dengan penampilan nyaris seperti seorang pegemis dengan kepribadian seorang pertapa. Ia mencengangkan keluarga besarnya dengan cara hidupnya yang miskin dan religius. Ia selalu tidur di lantai, dan menghabiskan berjam-jam setiap hari dalam doa di rumah dan di gereja.

Pada tahun 1888 sampai pertengahan tahun 1889, Charles berziarah ke tanah suci Yerusalem. Kembali dari Israel, Charles menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mengikuti berbagai retret dan pembinaan rohani. Tanggal 16 Januari 1890 menjadi hari bersejarah dalam kehidupan spiritual Charles. Ia bergabung dengan Ordo Cistercian Trappist di biara Notre Dames-des-Neiges dan mengucapkan kaul sebagai seorang Bruder. Charles tinggal beberapa lama di sana, kemudian di tempatkan di biara Akbès di dekat perbatasan Turki dan Suriah. Pada tahun 1897 bruder Charles pergi ke tanah Israel dan hidup sebagai seorang pertapa di kota tempat Tuhan Yesus menghabiskan masa kecilnya; Nazareth. Namun Charles tidak lama tinggal di Nazareth. Ia diminta kembali ke Paris untuk belajar Theologi agar bisa ditahbiskan menjadi imam.

Pada tahun 1901, dalam usia 43 tahun, Charles de Foulcald ditahbiskan menjadi seorang imam di Viviers Perancis. Tugas pertamanya sebagai seorang imam adalah kembali ke Afrika Utara untuk mewartakan Injil dan membangun biara sebagai pusat kegiatan misionaris. Ia tiba di Afrika Utara pada tahun itu juga dan mulai berkarya di Béni Abbès, sebuah kota kecil di provinsi Béchar sebelah barat Aljazair, dekat perbatasan Maroko. Disini Charles membangun sebuah tempat pertapaan kecil sebagai pusat sementara bagi karya misinya.

Charles memulai karyanya dengan membeli para budak dan membebaskan mereka. Ratusan budak berhasil ia bebaskan. Sebagian dari mereka kemudian tinggal di Biara, membantu karya misi dan upaya pembebasan para budak. Pada tahun 1904 ia merintis karya misi bagi suku nomaden Tauregs yang hidup berpindah-pindah di wilayah selatan dan tengah gurun Sahara. Ia menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Tauregs dan menghabiskan setahun lebih untuk menulis kamus bahasa Taureg. Karyanya berkembang dengan pesat dan pada bulan Maret 1909 Charles mendirikan sebuah institusi religius yang disebut: The Union of Brothers and Sisters of the Sacred Heart untuk mendukung karyanya di Afrika Utara.

The Union of Brothers and Sisters of the Sacred Heart kini telah berkembang menjadi sepuluh Kongregasi Religius dan Sembilan Asosiasi Spiritual yang tergabung dalam The Spiritual Family of Brother Charles Foulcauld atau Fraternity of Priests Iesus Caritas of Charles de Foucauld yang disingkat Fraternity Jesus Caritas. Lebih Jauh tentang Fraternity Jesus Caritas; link DISINI.

Pada tanggal 1 Desember 1916, pater Charles de Foucauld diculik oleh sekelompok bandit bersenjata yang dipimpin oleh El Madani ag Soba, seorang anggota sekte Senussi yang sebelumnya telah menyatakan Jihad terhadap pemerintah Perancis. Pater Charles lalu dieksekusi oleh seorang bandit bernama Sermi ag Thora dengan ditembak di bagian kepala, yang membuatnya tewas seketika. Pembunuhan itu disaksikan oleh koster Paul Embarek, seorang mantan budak yang telah dibebaskan oleh pater Charles de Foucauld.

Pemerintah Perancis selama bertahun-tahun terus memburu para bandit yang terlibat dalam pembunuhan pater Charles de Foucauld. Pada tahun 1943 pemimpin para bandit, El Madani ag Soba disergap pasukan Perancis di Libya namun ia berhasil meloloskan diri dan menghilang di padang gurun di wilayah Fezzan Selatan. Sang eksekutor, Sermi ag Thora, ditangkap dan dihukum mati di Djanet sebelah Tenggara Aljazair pada tahun 1944.

Pater Charles de Foucauld dihormati Gereja sebagai seorang martir. Decree of Martyrdom (Venerasi) diumumkan oleh Paus Yohannes Paulus II pada tanggal 24 April 2001. Pada tanggal 13 November 2005 Charles dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI.(qq)

Arti nama

Berasal dari nama Jermanik “Karl” yang berarti "Laki-laki / Jantan / Perkasa".

Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce

Martir Indonesia

Pierre Berthelot - demikian nama Santo Dionisius - lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung. Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.

Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).

Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas keagamaan. Ia diterima sebagai bruder di biara Karmel.

Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.

Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.

Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal.

Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo - orang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.

Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan 'beato' pada tahun 1900.

Santa Natalia dari Nikomedia

Pengaku Iman · wafat ± 311

Santa Natalia adalah isteri dari Santo Adrianus, seorang perwira tentara romawi yang menjadi martir Kristus pada masa penganiayaan orang kristen oleh kaisar Maximian (286-305). Pada masa itu tentara Romawi sering diperintahkan mengejar dan menangkapi orang Kristen. Tak sampai disitu saja, tidak jarang nyawa orang Kristen juga dirampas. Saat itu Natalia sudah dibabtis, namun Adrianus masih seorang katekumen. Suatu ketika Adrianus harus memimpin anak buahnya melakukan penangkapan dan penganiayaan terhadap umat Kristen. Walau masih seorang katekumen, namun dengan berani Adrianus menolak perintah tersebut. Karena itu ia segera ditangkap dan digiring ke dalam penjara.

Santa Natalia menjenguk suaminya dan mengatur, supaya ia tetap mendapat pelajaran agama dan dibaptis dalam penjara. Saat Adrianus dijatuhi hukuman mati, ia sudah tidak boleh lagi dikunjungi oleh isterinya. Natalia tak kehabisan akal, ia menyamar sebagai seorang pemuda dan berhasil menemui suaminya. Natalia minta, agar bila nanti telah di surga Adrianus berdoa untuknya.

Natalia menyaksikan pelaksanaan hukuman mati suaminya, melihat bagaimana anggota tubuh suaminya dicincang. Dan ia hampir tak dapat dibendung keinginannya untuk ikut terjun ke dalam bara api, ketika tubuh Adrianus dilempar ketengah gulungan api bersama martir-martir lain. Api kemudian padam, karena sekonyong-konyong turun hujan lebat.

Orang Kristen mengumpulkan sisa jenasah dan menguburkannya dekat Argypolis, di pantai Bosporus (Sekarang Turki). Natalia menyimpan relikwi berupa sepotong tangan suaminya. Dan sejak itu ia memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam suaminya. Ketika Natalia tutup usia, ia dikuburkan di samping suaminya Adrianus dan diantara para martir Kristus.

Arti nama

Berasal dari kata Latin : “Natale Domini” yang berarti “Hari Kelahiran Tuhan” atau “Hari Natal”

Santo Edmundus Campion

Martir · 1540-1581

Santo Edmund (Edmundus) Campion adalah salah satu dari Empat puluh martir dari Inggris dan Wales. Hidup pada abad keenambelas, Edmundus adalah seorang pelajar muda Inggris yang cerdas dan amat populer. Ia juga seorang ahli pidato yang mengagumkan. Edmund terpilih untuk menyampaikan pidato sambutan kepada Ratu Elizabeth I ketika ratu mengunjungi perguruan tingginya. Sekelompok temannya tertarik akan sikapnya yang periang dan bakat-bakatnya yang beranekaragam. Mereka menjadikan Edmund sebagai pemimpin mereka. Bahkan ratu dan para menterinya pun menyukai pemuda yang menarik ini. Ratu kemudian menawarinya untuk menjadi seorang diakon pada Gereja Anglikan Inggris.

Tetapi, Edmund ternyata mempunyai persoalan tentang iman dan keyakinannya. Walaupun seluruh keluarganya telah dikonversi menjadi pemeluk Gereja Anglikan; Edmund tetaplah seorang pengikut Gereja Katolik Roma yang setia, dan ia sama sekali tidak menyembunyikan keyakinannya itu. Padahal masa itu adalah masa penganiayaan bagi Gereja Katolik di Inggris. Ratu Elizabeth berusaha menindas serta membinasakan iman Katolik dengan peraturan-peraturan yang keji. Para imam dan umat yang setia kepada Bapa Suci dijebloskan ke dalam penjara. Kerapkali mereka disiksa, dianiaya dan dibunuh. Santo Edmund Campion tetap memegang teguh Imannya. Ia dengan berani lalu menolak tawaran Ratu Elizabeth I tersebut lalu melarikan diri dari Inggris dan bergabung dengan Serikat Jesus. Edmund menyelesaikan studinya dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1578.

Ketika Bapa Suci memutuskan untuk mengirimkan imam-imam Yesuit ke Inggris, Pastor Campion termasuk di antara imam-imam pertama yang diutus. Malam sebelum ia pergi, salah seorang rekan imam merasa terdorong untuk menuliskan kata-kata ini di pintu kamarnya: “Pastor Edmund Campion, martir.” Meskipun Pastor Campion tahu akan bahaya yang menghadangnya, imam yang kudus ini berangkat juga dengan riang. Malahan, ia banyak tertawa oleh karena ia kembali ke Inggris dengan cara menyamar sebagai seorang pedagang permata.

Di Inggris, ia berkhotbah dengan berhasil di hadapan umat Katolik yang menjumpainya secara rahasia. Edmund bekerja bersama dengan sesama Imam Jesuit lainnya yaitu Santo Nicholas Owen. Di London ia menulis deskripsi misi barunya di mana ia menjelaskan bahwa karyanya adalah karya religius, bukan politik. Tulisannya ini kemudian dikenal sebagai Campion’s Brag dan didistribusikan secara luas, hal itu mendorong banyak umat Katolik untuk tetap setia kepada iman mereka.

Beberapa kali Pastor Edmund hendak ditangkap, namun ia berhasil meloloskan diri. Mata-mata Ratu disebar di mana-mana untuk menangkapnya. Pastor Edmund menulis: “Sebentar lagi aku tidak akan terlepas dari tangan mereka. Kadang-kadang aku membaca tulisan yang berbunyi 'Campion telah tertangkap'!” Seorang pengkhianatlah yang pada akhirnya menyebabkan imam Yesuit ini tertangkap. Ia lalu dipenjarakan di Tower of London.

Dalam penjara, Pastor Campion banyak dikunjungi oleh para pejabat kerajaan yang mengaguminya. Bahkan Ratu Elizabeth I sendiri juga datang menjenguknya. Tetapi tidak satu pun dari ancaman ataupun janji-janji mereka yang dapat membuatnya mengingkari iman Katoliknya. Segala macam bentuk penyiksaan juga tidak menggoyahkan imannya. Walaupun harus banyak menderita, ia masih tetap mempertahankan diri dan rekan-rekan imam lainnya dengan cara yang demikian mengagumkan sehingga tidak seorang pun mampu mendebatnya.

Karena itu Pastor Edmund Campion kemudian dijatuhi hukuman mati. Sebelum hukuman dilaksanakan, Edmund mengampuni orang yang telah mengkhianatinya. Ia bahkan membantu menyelamatkan nyawa orang itu. St. Edmund Campion wafat sebagai martir pada tahun 1581 pada usia empat puluh satu tahun.

Arti nama

Old English; Ead = “Rich/blessed” dan Mund = "protector". Edmund = "Rich protector"

Santo Eligius

Uskup dan Pengaku Iman · ± 588-660

Santo Eligius atau Eloi adalah seorang pandai emas dan pencetak uang logam di kota Paris pada abad yang ketujuh. Oleh raja Klotar, ia diminta membuat sebuah takhta. Tetapi dengan emas dan permata yang diserahkan raja untuk keperluan itu, Eloi berhasil menciptakan dua buah takhta yang indah sekali. Raja sangat mengagumi kejujurannya itu dan mengangkatnya menjadi kepala percetakan uang logam kerajaan.

Sejak saat itu Eloi menjadi seorang petinggi kerajaan dengan pendapatan yang lumayan pula; namun semuanya dimanfaatkan untuk menolong para tawanan dan fakir miskin. Rumahnya, bahkan meja makannya sendiri selalu dikelilingi orang-orang miskin. Di samping pandai mencetak uang logam, ia juga seorang seniman. Kegemarannya ialah membuat tabut yang indah sebagai tempat penyimpanan relikui-relikui orang suci. Tabut yang pernah dikerjakannya antara lain tabut penyimpanan relikui Santo Martinus dan Santa Genoveva.

Eloi seorang yang saleh dan bijaksana; karena itu ia diangkat sebagai penasehat raja dan uskup-uskup. Tahun 641, ketika Uskup Noyon, Prancis meninggal dunia, ia sendiri yang dinobatkan menjadi Uskup Noyon. Di negeri Vlandria dan Zeelandia, ia berhasil membawa banyak orang kafir kepada Kristus. Selama 20 tahun ia berusaha keras memajukan Kerajaan Kristus disertai banyak mujizat sebagai peneguh kebenaran iman yang diwartakannya. Segala macam takhayul serta kepercayaan yang sia-sia dilawan dan ditentangnya. Sesudah bekerja keras memperluas Kerajaan Kristus di dunia ini, Eloi meninggal dunia pada tahun 660.

Santo & Santa Adrianus dan Natalia

Martir

Suami-istri ini mati sebagai martir pada abad ke-4 di Nikomedia pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus - Licinius. Adrianus adalah seorang perwira Romawi yang bertugas di Nikomedia. Ia belum dipermandikan, namun sudah beriman kepada Yesus, sedangkan isterinya, Natalia, seorang Kristen yang saleh.

Suatu ketika Adrianus diperintahkan untuk mengejar, menangkap, dan menganiaya umat Kristen. Maklumlah penguasa Romawi sangat benci kepada umat Kristen karena mereka tidak mau menyembah dewa-dewa Romawi. Adrianus bingung. Ia sendiri pernah menyaksikan penganiayaan terhadap 23 orang Kristen. Hatinya tidak tahan karena ia merasa seiman dengan mereka. Terdorong oleh cintanya kepada orang-orang seiman, dengan berani ia mengatakan kepada para serdadu Romawi lainnya: "Tangkaplah dan siksalah juga aku sebab aku sendiri pun orang Kristen." Ia rela menyerahkan diri untuk ditangkap dan digiring ke penjara. Mendengar peristiwa penangkapan Adrianus, Natalia datang ke penjara untuk menemuinya. Kepada Adrianus, ia berkata: "Adrian, engkau diberkati Allah karena berani mengakui imanmu di hadapan orang-orang kafir. Sesungguhnya engkau telah menemukan harta kekayaan yang tidak diwariskan orangtuamu . . . " Natalia meminta dengan sangat kepada Adrianus agar menguatkan juga hati teman-temannya di penjara. Selain itu ia berusaha agar Adrianus mendapat pelajaran agama dan dibaptis di dalam penjara. Hal itu diketahui penjaga penjara, sehingga mulai saat itu ia tidak diizinkan lagi menemui suaminya di penjara. Namun ia tidak kehabisan akal: ia menyamar sebagai pemuda dan berhasil menemui Adrianus di penjara. Kepadanya ia berpesan agar berdoa untuknya bila sudah berada di surga.

Adrianus bersama orang-orang Kristen lainnya dijatuhi hukuman mati. Pelaksanaan hukuman mati itu disaksikan Natalia. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana anggota tubuh suaminya dicincang. Keinginannya untuk ikut serta terjun ke dalam bara api sungguh tak terbendung, ketika tubuh suaminya dilemparkan ke tengah jilatan api bersama martir-martir lainnya. Api kemudian padam karena sekonyong-konyong turun hujan lebat. Orang-orang Kristen mengumpulkan sisa-sisa jenazahnya dan memakamkannya dekat Argyropolis, di pantai Bosporus, Turki.

Natalia sendiri menyimpan tangan suaminya sebagai relikui kudus. Ia tidak mau menetap di Nikomedia karena merasa terancam oleh penguasa Romawi yang kafir. Ia memutuskan untuk tinggal tidak jauh dari makam suaminya. Beberapa lama setelah berada di Argyropolis, ia pun wafat dengan damai dan dimakamkan dekat kubur Adrianus di antara para martir lainnya. Ia dimasukkan dalam bilangan para martir karena situasi kematiannya. Adrianus adalah martir populer waktu itu dan dijadikan pelindung para serdadu. Ia juga sering dimintai perlindungannya apabila ada wabah penyakit.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari