Bacaan Misa
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!
Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!
Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;
ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.
Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.
Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Mazmur 10
Doa syukur
Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).
AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.
Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.
Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
Mazmur 11 (12)
Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.
Responsorium Yes 2:11; Mat 24:30
Responsorium Bdk. Gal 4:4-5; Ef 2:4; Rm 8:3
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Mazmur 23
Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Tb 13,1-9
Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Mazmur 32
Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Bacaan Singkat (Kej 49:10)
Lagu Singkat
Antifon KidungSuatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memenuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat selamat Allah kita.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSuatu tunas akan terbit dari akar Isai, kemuliaan Tuhan memenuhi seluruh bumi, dan semua orang melihat selamat Allah kita.
Doa Permohonan
Allah, Bapa yang mahakuasa, berulang kali mengulurkan tangan untuk menyelamatkan umatNya. Marilah kita memohon kepadaNya: ℟.
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Bermurahhatilah, ya Tuhan, agar kami menghasilkan buah pertobatan yang sejati,* untuk menerima kerajaanMu yang telah mendekat. ℟.
Persiapkanlah hati kami, ya Tuhan, untuk menerima kedatangan sabdaMu,* agar kemuliaanNya dinyatakan dalam diri kami. ℟.
Rendahkanlah gunung kesombongan kami,* timbunlah jurang kelemahan kami. ℟.
Runtuhkanlah tembok kebenciaan yang memecahbelahkan umat manusia,* dan bukalah jalan lebar bagi kerukunan dan damai. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Ier 23, 5)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),1-8
Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Mazmur 12 (13)
Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Mazmur 13 (14)
Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Bacaan singkat Ams 3,13-15
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. Ez 34, 15-16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Mazmur 19
Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Mazmur 20,2-8.14
Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Antifon KidungCarilah Tuhan, selama Ia dapat ditemui. Serukanlah Tuhan, selama Ia dekat, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungCarilah Tuhan, selama Ia dapat ditemui. Serukanlah Tuhan, selama Ia dekat, alleluya.
Doa Permohonan
Sabda kekal menjadi manusia lemah dan menunjukkan kepada kita jalan baru menuju kediaman Allah yang kudus. Marilah kita mohon dengan rendah hati: ℟.
℟. Datanglah dan selamatkanlah kami, ya Tuhan.
Ya Allah, dalam diriMu kami hidup, bergerak dan ada,* datanglah dan nyatakanlah bahwa kami puteraMu. ℟.
Engkau tidak jauh dari kami masing-masing,* tunjukkanlah diriMu segera kepada mereka yang mencari Engkau. ℟.
Bapa kaum miskin dan penghibur orang yang bersusah,* bebaskanlah para tawanan dan hiburlah yang bersedih hati. ℟.
Engkau membenci kematian dan mencintai kehidupan,* bebaskanlah kami dan semua arwah dari kematian kekal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Charles de Foucauld
Charles Eugenie de Foucauld lahir pada tanggal 15 September 1858 di Strasbourg Perancis, dalam keluarga Aristokat Kerajaan. Pada usia enam tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Ia dan adiknya Maria lalu dibesarkan oleh kakek mereka. Sebagai keluarga bangsawan, Charles mendapat pendidikan yang baik. Ia belajar di Sekolah Jesuit di Nancy dan Paris, lalu melanjutkan pendidikannya di Akademi Militer pada tahun 1876.
Tamat dari Akademi militer, Charles menjadi seorang perwira muda yang ditugaskan pada resimen ke-4 Hussar angkatan perang Perancis dan dikirim ke wilayah koloni Perancis di Setif Aljazair. Ditempat ini ia dan resimennya terlibat dalam banyak pertempuran melawan para pemberontak Bon Mama di wilayah Oran Selatan.
Dalam pergaulannya dengan masyarakat setempat, Charles menjadi sangat tertarik dengan masyarakat suku Bedoin yang hidup di padang pasir. Ia mengajukan permohonan cuti agar dapat mempelajari budaya mereka, namun permohonannya ditolak. Tidak patah arang, Charles lalu mengundurkan diri dari militer lalu pergi ke padang gurun dan tinggal bersama mereka. Hidup di padang gurun menuntun Charles pada peningkatan kehidupan rohani yang luar biasa. Dalam kesendirian dan keheningan di gurun pasir, ia dapat mendengar panggilan Tuhan yang mengetuk pintu hatinya setiap saat. Setelah lima belas bulan dipadang gurun Afrika Utara, Charles akhirnya siap menjawab panggilan-NYA.
Charles de Foucauld kembali ke Perancis pada bulan Februari 1886 sebagai seorang yang berbeda dengan Charles yang dulu berangkat ke Afrika Utara. Pemuda aristokrat mantan komandan resimen Hussar ke-4 Angkatan Perang Kerajaan Perancis Raya itu tiba di Paris dengan penampilan nyaris seperti seorang pegemis dengan kepribadian seorang pertapa. Ia mencengangkan keluarga besarnya dengan cara hidupnya yang miskin dan religius. Ia selalu tidur di lantai, dan menghabiskan berjam-jam setiap hari dalam doa di rumah dan di gereja.
Pada tahun 1888 sampai pertengahan tahun 1889, Charles berziarah ke tanah suci Yerusalem. Kembali dari Israel, Charles menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mengikuti berbagai retret dan pembinaan rohani. Tanggal 16 Januari 1890 menjadi hari bersejarah dalam kehidupan spiritual Charles. Ia bergabung dengan Ordo Cistercian Trappist di biara Notre Dames-des-Neiges dan mengucapkan kaul sebagai seorang Bruder. Charles tinggal beberapa lama di sana, kemudian di tempatkan di biara Akbès di dekat perbatasan Turki dan Suriah. Pada tahun 1897 bruder Charles pergi ke tanah Israel dan hidup sebagai seorang pertapa di kota tempat Tuhan Yesus menghabiskan masa kecilnya; Nazareth. Namun Charles tidak lama tinggal di Nazareth. Ia diminta kembali ke Paris untuk belajar Theologi agar bisa ditahbiskan menjadi imam.
Pada tahun 1901, dalam usia 43 tahun, Charles de Foulcald ditahbiskan menjadi seorang imam di Viviers Perancis. Tugas pertamanya sebagai seorang imam adalah kembali ke Afrika Utara untuk mewartakan Injil dan membangun biara sebagai pusat kegiatan misionaris. Ia tiba di Afrika Utara pada tahun itu juga dan mulai berkarya di Béni Abbès, sebuah kota kecil di provinsi Béchar sebelah barat Aljazair, dekat perbatasan Maroko. Disini Charles membangun sebuah tempat pertapaan kecil sebagai pusat sementara bagi karya misinya.
Charles memulai karyanya dengan membeli para budak dan membebaskan mereka. Ratusan budak berhasil ia bebaskan. Sebagian dari mereka kemudian tinggal di Biara, membantu karya misi dan upaya pembebasan para budak. Pada tahun 1904 ia merintis karya misi bagi suku nomaden Tauregs yang hidup berpindah-pindah di wilayah selatan dan tengah gurun Sahara. Ia menerjemahkan Injil ke dalam bahasa Tauregs dan menghabiskan setahun lebih untuk menulis kamus bahasa Taureg. Karyanya berkembang dengan pesat dan pada bulan Maret 1909 Charles mendirikan sebuah institusi religius yang disebut: The Union of Brothers and Sisters of the Sacred Heart untuk mendukung karyanya di Afrika Utara.
The Union of Brothers and Sisters of the Sacred Heart kini telah berkembang menjadi sepuluh Kongregasi Religius dan Sembilan Asosiasi Spiritual yang tergabung dalam The Spiritual Family of Brother Charles Foulcauld atau Fraternity of Priests Iesus Caritas of Charles de Foucauld yang disingkat Fraternity Jesus Caritas. Lebih Jauh tentang Fraternity Jesus Caritas; link DISINI.Pada tanggal 1 Desember 1916, pater Charles de Foucauld diculik oleh sekelompok bandit bersenjata yang dipimpin oleh El Madani ag Soba, seorang anggota sekte Senussi yang sebelumnya telah menyatakan Jihad terhadap pemerintah Perancis. Pater Charles lalu dieksekusi oleh seorang bandit bernama Sermi ag Thora dengan ditembak di bagian kepala, yang membuatnya tewas seketika. Pembunuhan itu disaksikan oleh koster Paul Embarek, seorang mantan budak yang telah dibebaskan oleh pater Charles de Foucauld.
Pemerintah Perancis selama bertahun-tahun terus memburu para bandit yang terlibat dalam pembunuhan pater Charles de Foucauld. Pada tahun 1943 pemimpin para bandit, El Madani ag Soba disergap pasukan Perancis di Libya namun ia berhasil meloloskan diri dan menghilang di padang gurun di wilayah Fezzan Selatan. Sang eksekutor, Sermi ag Thora, ditangkap dan dihukum mati di Djanet sebelah Tenggara Aljazair pada tahun 1944.
Pater Charles de Foucauld dihormati Gereja sebagai seorang martir. Decree of Martyrdom (Venerasi) diumumkan oleh Paus Yohannes Paulus II pada tanggal 24 April 2001. Pada tanggal 13 November 2005 Charles dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI.(qq)
Arti nama
Berasal dari nama Jermanik “Karl” yang berarti "Laki-laki / Jantan / Perkasa".
Beato Dionisius dan Redemptus a Cruce
Pierre Berthelot - demikian nama Santo Dionisius - lahir di kota Honfleur, Prancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya Berthelot dan Ibunya Fleurie Morin adalah bangsawan Prancis yang harum namanya. Semua adiknya: Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Sang ayah adalah seorang dokter dan nakoda kapal. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung. Selain darah pelaut, ia juga mewarisi dari ayahnya hidup keagamaan yang kuat, yang tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan imannya, kemurnian dan kesediaan berkorban. Ia kemudian memasuki dinas perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.
Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).
Di biara Karmel itulah, ia bertemu dengan Redemptus a Cruce, seorang bruder yang bertugas sebagai penjaga pintu biara dan koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak. Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tahun 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Thomas Rodriguez da Cunha. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Ia kemudian menarik diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan untuk mengabdikan dirinya pada tugas-tugas keagamaan. Ia diterima sebagai bruder di biara Karmel.
Suatu ketika Raja Muda di Goa bermaksud mengirim utusan ke Aceh, Indonesia, yang baru saja berganti sultan dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Ia ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu.
Pastor tentara Dionisius bersama rombongannya berangkat ke Aceh pada tanggal 25 September 1638 dengan tiga buah kapal: satu kapal dagang dan dua kapal perang. Penumpang kapal itu ialah: Don Fransisco de Sosa (seorang bangsawan Portugis), Pater Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico dan Soza, dua orang Fransiskan Rekolek, seorang pribumi dan 60 orang lainnya. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah.
Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanya merupakan tipu muslihat saja. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk meng-katolik-kan bangsa Aceh yang sudah memeluk agama Islam. Mereka semua segera ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan beriman KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan mulailah pembantaian massal.
Sepeninggal teman-temannya, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaan itu akhirnya dikabulkan Tuhan. Dionisius menyerahkan diri kepada algojo-algojo itu. Seorang algojo - orang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan disambarkan keras-keras mengenai kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya.
Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Martir-martir itu dibunuh pada tanggal 29 Nopember 1638. Bersama Redemptus, Dionisius digelarkan 'beato' pada tahun 1900.
Santa Natalia dari Nikomedia
Santa Natalia adalah isteri dari Santo Adrianus, seorang perwira tentara romawi yang menjadi martir Kristus pada masa penganiayaan orang kristen oleh kaisar Maximian (286-305). Pada masa itu tentara Romawi sering diperintahkan mengejar dan menangkapi orang Kristen. Tak sampai disitu saja, tidak jarang nyawa orang Kristen juga dirampas. Saat itu Natalia sudah dibabtis, namun Adrianus masih seorang katekumen. Suatu ketika Adrianus harus memimpin anak buahnya melakukan penangkapan dan penganiayaan terhadap umat Kristen. Walau masih seorang katekumen, namun dengan berani Adrianus menolak perintah tersebut. Karena itu ia segera ditangkap dan digiring ke dalam penjara.
Santa Natalia menjenguk suaminya dan mengatur, supaya ia tetap mendapat pelajaran agama dan dibaptis dalam penjara. Saat Adrianus dijatuhi hukuman mati, ia sudah tidak boleh lagi dikunjungi oleh isterinya. Natalia tak kehabisan akal, ia menyamar sebagai seorang pemuda dan berhasil menemui suaminya. Natalia minta, agar bila nanti telah di surga Adrianus berdoa untuknya.
Natalia menyaksikan pelaksanaan hukuman mati suaminya, melihat bagaimana anggota tubuh suaminya dicincang. Dan ia hampir tak dapat dibendung keinginannya untuk ikut terjun ke dalam bara api, ketika tubuh Adrianus dilempar ketengah gulungan api bersama martir-martir lain. Api kemudian padam, karena sekonyong-konyong turun hujan lebat.
Orang Kristen mengumpulkan sisa jenasah dan menguburkannya dekat Argypolis, di pantai Bosporus (Sekarang Turki). Natalia menyimpan relikwi berupa sepotong tangan suaminya. Dan sejak itu ia memutuskan untuk hidup tidak jauh dari makam suaminya. Ketika Natalia tutup usia, ia dikuburkan di samping suaminya Adrianus dan diantara para martir Kristus.
Arti nama
Berasal dari kata Latin : “Natale Domini” yang berarti “Hari Kelahiran Tuhan” atau “Hari Natal”
Santo Edmundus Campion
Santo Edmund (Edmundus) Campion adalah salah satu dari Empat puluh martir dari Inggris dan Wales. Hidup pada abad keenambelas, Edmundus adalah seorang pelajar muda Inggris yang cerdas dan amat populer. Ia juga seorang ahli pidato yang mengagumkan. Edmund terpilih untuk menyampaikan pidato sambutan kepada Ratu Elizabeth I ketika ratu mengunjungi perguruan tingginya. Sekelompok temannya tertarik akan sikapnya yang periang dan bakat-bakatnya yang beranekaragam. Mereka menjadikan Edmund sebagai pemimpin mereka. Bahkan ratu dan para menterinya pun menyukai pemuda yang menarik ini. Ratu kemudian menawarinya untuk menjadi seorang diakon pada Gereja Anglikan Inggris.
Tetapi, Edmund ternyata mempunyai persoalan tentang iman dan keyakinannya. Walaupun seluruh keluarganya telah dikonversi menjadi pemeluk Gereja Anglikan; Edmund tetaplah seorang pengikut Gereja Katolik Roma yang setia, dan ia sama sekali tidak menyembunyikan keyakinannya itu. Padahal masa itu adalah masa penganiayaan bagi Gereja Katolik di Inggris. Ratu Elizabeth berusaha menindas serta membinasakan iman Katolik dengan peraturan-peraturan yang keji. Para imam dan umat yang setia kepada Bapa Suci dijebloskan ke dalam penjara. Kerapkali mereka disiksa, dianiaya dan dibunuh. Santo Edmund Campion tetap memegang teguh Imannya. Ia dengan berani lalu menolak tawaran Ratu Elizabeth I tersebut lalu melarikan diri dari Inggris dan bergabung dengan Serikat Jesus. Edmund menyelesaikan studinya dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1578.
Ketika Bapa Suci memutuskan untuk mengirimkan imam-imam Yesuit ke Inggris, Pastor Campion termasuk di antara imam-imam pertama yang diutus. Malam sebelum ia pergi, salah seorang rekan imam merasa terdorong untuk menuliskan kata-kata ini di pintu kamarnya: “Pastor Edmund Campion, martir.” Meskipun Pastor Campion tahu akan bahaya yang menghadangnya, imam yang kudus ini berangkat juga dengan riang. Malahan, ia banyak tertawa oleh karena ia kembali ke Inggris dengan cara menyamar sebagai seorang pedagang permata.
Di Inggris, ia berkhotbah dengan berhasil di hadapan umat Katolik yang menjumpainya secara rahasia. Edmund bekerja bersama dengan sesama Imam Jesuit lainnya yaitu Santo Nicholas Owen. Di London ia menulis deskripsi misi barunya di mana ia menjelaskan bahwa karyanya adalah karya religius, bukan politik. Tulisannya ini kemudian dikenal sebagai Campion’s Brag dan didistribusikan secara luas, hal itu mendorong banyak umat Katolik untuk tetap setia kepada iman mereka.
Beberapa kali Pastor Edmund hendak ditangkap, namun ia berhasil meloloskan diri. Mata-mata Ratu disebar di mana-mana untuk menangkapnya. Pastor Edmund menulis: “Sebentar lagi aku tidak akan terlepas dari tangan mereka. Kadang-kadang aku membaca tulisan yang berbunyi 'Campion telah tertangkap'!” Seorang pengkhianatlah yang pada akhirnya menyebabkan imam Yesuit ini tertangkap. Ia lalu dipenjarakan di Tower of London.
Dalam penjara, Pastor Campion banyak dikunjungi oleh para pejabat kerajaan yang mengaguminya. Bahkan Ratu Elizabeth I sendiri juga datang menjenguknya. Tetapi tidak satu pun dari ancaman ataupun janji-janji mereka yang dapat membuatnya mengingkari iman Katoliknya. Segala macam bentuk penyiksaan juga tidak menggoyahkan imannya. Walaupun harus banyak menderita, ia masih tetap mempertahankan diri dan rekan-rekan imam lainnya dengan cara yang demikian mengagumkan sehingga tidak seorang pun mampu mendebatnya.
Karena itu Pastor Edmund Campion kemudian dijatuhi hukuman mati. Sebelum hukuman dilaksanakan, Edmund mengampuni orang yang telah mengkhianatinya. Ia bahkan membantu menyelamatkan nyawa orang itu. St. Edmund Campion wafat sebagai martir pada tahun 1581 pada usia empat puluh satu tahun.
Arti nama
Old English; Ead = “Rich/blessed” dan Mund = "protector". Edmund = "Rich protector"
Santo Eligius
Santo Eligius atau Eloi adalah seorang pandai emas dan pencetak uang logam di kota Paris pada abad yang ketujuh. Oleh raja Klotar, ia diminta membuat sebuah takhta. Tetapi dengan emas dan permata yang diserahkan raja untuk keperluan itu, Eloi berhasil menciptakan dua buah takhta yang indah sekali. Raja sangat mengagumi kejujurannya itu dan mengangkatnya menjadi kepala percetakan uang logam kerajaan.
Sejak saat itu Eloi menjadi seorang petinggi kerajaan dengan pendapatan yang lumayan pula; namun semuanya dimanfaatkan untuk menolong para tawanan dan fakir miskin. Rumahnya, bahkan meja makannya sendiri selalu dikelilingi orang-orang miskin. Di samping pandai mencetak uang logam, ia juga seorang seniman. Kegemarannya ialah membuat tabut yang indah sebagai tempat penyimpanan relikui-relikui orang suci. Tabut yang pernah dikerjakannya antara lain tabut penyimpanan relikui Santo Martinus dan Santa Genoveva.
Eloi seorang yang saleh dan bijaksana; karena itu ia diangkat sebagai penasehat raja dan uskup-uskup. Tahun 641, ketika Uskup Noyon, Prancis meninggal dunia, ia sendiri yang dinobatkan menjadi Uskup Noyon. Di negeri Vlandria dan Zeelandia, ia berhasil membawa banyak orang kafir kepada Kristus. Selama 20 tahun ia berusaha keras memajukan Kerajaan Kristus disertai banyak mujizat sebagai peneguh kebenaran iman yang diwartakannya. Segala macam takhayul serta kepercayaan yang sia-sia dilawan dan ditentangnya. Sesudah bekerja keras memperluas Kerajaan Kristus di dunia ini, Eloi meninggal dunia pada tahun 660.
Santo & Santa Adrianus dan Natalia
Suami-istri ini mati sebagai martir pada abad ke-4 di Nikomedia pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus - Licinius. Adrianus adalah seorang perwira Romawi yang bertugas di Nikomedia. Ia belum dipermandikan, namun sudah beriman kepada Yesus, sedangkan isterinya, Natalia, seorang Kristen yang saleh.
Suatu ketika Adrianus diperintahkan untuk mengejar, menangkap, dan menganiaya umat Kristen. Maklumlah penguasa Romawi sangat benci kepada umat Kristen karena mereka tidak mau menyembah dewa-dewa Romawi. Adrianus bingung. Ia sendiri pernah menyaksikan penganiayaan terhadap 23 orang Kristen. Hatinya tidak tahan karena ia merasa seiman dengan mereka. Terdorong oleh cintanya kepada orang-orang seiman, dengan berani ia mengatakan kepada para serdadu Romawi lainnya: "Tangkaplah dan siksalah juga aku sebab aku sendiri pun orang Kristen." Ia rela menyerahkan diri untuk ditangkap dan digiring ke penjara. Mendengar peristiwa penangkapan Adrianus, Natalia datang ke penjara untuk menemuinya. Kepada Adrianus, ia berkata: "Adrian, engkau diberkati Allah karena berani mengakui imanmu di hadapan orang-orang kafir. Sesungguhnya engkau telah menemukan harta kekayaan yang tidak diwariskan orangtuamu . . . " Natalia meminta dengan sangat kepada Adrianus agar menguatkan juga hati teman-temannya di penjara. Selain itu ia berusaha agar Adrianus mendapat pelajaran agama dan dibaptis di dalam penjara. Hal itu diketahui penjaga penjara, sehingga mulai saat itu ia tidak diizinkan lagi menemui suaminya di penjara. Namun ia tidak kehabisan akal: ia menyamar sebagai pemuda dan berhasil menemui Adrianus di penjara. Kepadanya ia berpesan agar berdoa untuknya bila sudah berada di surga.
Adrianus bersama orang-orang Kristen lainnya dijatuhi hukuman mati. Pelaksanaan hukuman mati itu disaksikan Natalia. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana anggota tubuh suaminya dicincang. Keinginannya untuk ikut serta terjun ke dalam bara api sungguh tak terbendung, ketika tubuh suaminya dilemparkan ke tengah jilatan api bersama martir-martir lainnya. Api kemudian padam karena sekonyong-konyong turun hujan lebat. Orang-orang Kristen mengumpulkan sisa-sisa jenazahnya dan memakamkannya dekat Argyropolis, di pantai Bosporus, Turki.
Natalia sendiri menyimpan tangan suaminya sebagai relikui kudus. Ia tidak mau menetap di Nikomedia karena merasa terancam oleh penguasa Romawi yang kafir. Ia memutuskan untuk tinggal tidak jauh dari makam suaminya. Beberapa lama setelah berada di Argyropolis, ia pun wafat dengan damai dan dimakamkan dekat kubur Adrianus di antara para martir lainnya. Ia dimasukkan dalam bilangan para martir karena situasi kematiannya. Adrianus adalah martir populer waktu itu dan dijadikan pelindung para serdadu. Ia juga sering dimintai perlindungannya apabila ada wabah penyakit.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari