Doa Katolik
Doa Hari Ini

Jumat I Adven

Jumat, 4 Desember 2037· Putih · Pekan Psalterium I
4 Desember 2037

Bacaan Misa

Jumat I Adven
Bacaan Pertama

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Mazmur Tanggapan

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan--kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya-- supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.

Bacaan Injil

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Invitatorium

Jumat I Adven

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Jumat I Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Sabda yang luhur, Engkau datang,
terang yang terbit dari Bapa,
yang lahir untuk menolong dunia
pada perjalanan waktu yang menurun:

Terangilah kini hati kami
dan bakarlah dengan cinta-Mu;
oleh warta yang telah kami dengar
semoga akhirnya terusir segala yang menyesatkan.

Dan bila kelak Engkau hadir sebagai Hakim
untuk menyelidiki perbuatan hati,
membalas setimpal segala yang tersembunyi
dan memberi kerajaan kepada orang benar atas kebaikannya,

Janganlah akhirnya kami disesakkan oleh hukuman
menurut beratnya kesalahan,
melainkan bersama para kudus
jadilah kami warga surga untuk selamanya.

Kristus, Raja yang mahabaik,
bagi-Mu dan bagi Bapa kemuliaan,
bersama Roh Penghibur,
sepanjang segala abad. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Mazmur 34 (35)

Tuhan sebagai Juruselamat di masa penganiayaan

Mereka berkumpul… dan merencanakan untuk menangkap Yesus dengan tipu daya dan membunuh-Nya (Matius 26:3-4).

I
Ya Tuhan, belalah perkaraku melawan musuh-musuhku;

perangilah mereka yang memerangi aku.

Ambillah perisai dan tameng-Mu;

bangkitlah menolong aku.
Ya Tuhan, katakanlah kepada jiwaku:

“Akulah keselamatanmu.”
Tetapi jiwaku akan bersukacita dalam Tuhan

dan bersukaria dalam keselamatan-Nya.

Seluruh keberadaanku akan berkata:

“Tuhan, siapakah seperti Engkau

yang menyelamatkan yang lemah dari yang kuat

dan yang miskin dari penindas?”
Saksi-saksi dusta bangkit

dan menuduh aku secara tidak adil.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan:

jiwaku terlantar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.

Antifon 2Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

II
Ketika mereka sakit aku berkabung,

menderita dengan berpuasa.

Doaku selalu di bibirku,

seperti untuk saudara, seorang teman.

Aku pergi seolah-olah berkabung untuk seorang ibu,

tertunduk dalam kesedihan.
Sekarang aku dalam kesulitan mereka berkumpul,

mereka berkumpul dan mengejek aku.

Mereka mengejutkan aku dan memukul aku

dan mencabik-cabik aku.

Mereka memprovokasi aku dengan ejekan demi ejekan

dan menggeretakkan gigi mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.

Antifon 3Lidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

III
Ya Tuhan, berapa lama Engkau akan memandang?

Datanglah menyelamatkan aku!

Selamatkanlah hidupku dari binatang-binatang buas ini,

jiwaku dari singa-singa ini.

Aku akan bersyukur kepada-Mu dalam jemaat besar,

di tengah keramaian aku akan memuji Engkau.
Jangan biarkan musuh-musuhku yang berdusta

bersukacita atas aku.

Jangan biarkan mereka yang membenci aku secara tidak adil

mengedipkan mata satu sama lain.
Ya Tuhan, Engkau telah melihat, janganlah diam,

janganlah berdiri jauh!

Bangunlah, bergeraklah untuk membela aku,

untuk perkaraku, ya Allah!
Biarlah ada sukacita bagi mereka yang mencintai perkaraku.

Biarlah mereka berkata tanpa henti:

“Besarlah Tuhan yang bersukacita

dalam damai hamba-Nya.”

Maka lidahku akan berbicara tentang keadilan-Mu,

sepanjang hari tentang pujian-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau menyelamatkan orang miskin dari penindas mereka, dan Engkau bangkit menolong Putra-Mu yang terkasih melawan mereka yang secara tidak adil mencari nyawa-Nya. Pandanglah Gereja-Mu saat kami berjalan menuju Engkau, agar orang miskin dan lemah dapat mengenali pertolongan yang Engkau berikan dan mewartakan karya keselamatan-Mu.

AntifonLidahku akan berbicara tentang kebaikan-Mu sepanjang hari.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Semoga kasih setia-Mu datang kepadaku, ya Tuhan.

℟ Keselamatan-Mu, sesuai dengan janji-Mu.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

Yes 19:16-25

Pertobatan orang Mesir dan Asyur yang akan datang
Pada hari itu orang Mesir akan seperti perempuan; mereka akan gemetar dan ketakutan terhadap tangan Tuhan semesta alam yang diacungkan-Nya terhadap mereka. Maka tanah Yehuda akan menjadi kengerian bagi Mesir: setiap orang yang teringat kepadanya akan gentar terhadap keputusan Tuhan semesta alam yang direncanakan-Nya terhadap mereka.

Pada hari itu akan ada lima kota di tanah Mesir yang berbicara dalam bahasa Kanaan dan bersumpah demi Tuhan semesta alam. Salah satunya akan disebut Kota Matahari.

Pada hari itu akan ada mezbah bagi Tuhan di tengah-tengah tanah Mesir, dan tugu peringatan bagi Tuhan di dekat perbatasannya. Itu akan menjadi tanda dan kesaksian bagi Tuhan semesta alam di tanah Mesir. Sebab mereka akan berseru kepada Tuhan karena orang-orang yang menindas mereka, dan Ia akan mengutus kepada mereka seorang penyelamat dan pembela, yang akan melepaskan mereka. Tuhan akan dikenal oleh Mesir, dan orang Mesir akan mengenal Tuhan pada hari itu; mereka akan beribadah kepada-Nya dengan kurban sembelihan dan persembahan, mereka akan mengucapkan nazar kepada Tuhan dan menepatinya. Tuhan akan memukul Mesir dengan tulah, tetapi juga menyembuhkannya; mereka akan berbalik kepada Tuhan, dan Ia akan mengabulkan doa mereka dan menyembuhkan mereka.

Pada hari itu akan ada jalan raya dari Mesir ke Asyur; orang Asyur akan masuk ke Mesir, dan orang Mesir ke Asyur, dan orang Mesir akan beribadah bersama-sama dengan orang Asyur.

Pada hari itu Israel akan menjadi yang ketiga bersama Mesir dan Asyur, suatu berkat di tengah-tengah bumi, yang diberkati oleh Tuhan semesta alam dengan berfirman: “Diberkatilah Mesir, umat-Ku, dan Asyur, buatan tangan-Ku, dan Israel, milik pusaka-Ku.”

Responsorium Yes 19:21; Luk 13:29

Orang Mesir akan mengenal Tuhan pada hari itu,

℟ Dan mereka akan beribadah kepada-Nya dengan kurban sembelihan dan persembahan.
Orang akan datang dari timur dan barat, dari utara dan selatan, dan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

℟ Dan mereka akan beribadah kepada-Nya dengan kurban sembelihan dan persembahan.
Bacaan Kedua

Dari buku “Proslogion” Santo Anselmus, uskup

(Cap. 1: Opera omnia, Edit. Schmitt, Seccovii, 1938, 1, 97-100)

Kerinduan memandang Allah
Ayolah sekarang, hai manusia kecil, larilah sejenak dari kesibukanmu, sembunyikanlah dirimu sebentar dari pikiran-pikiranmu yang gaduh. Buanglah sekarang kekhawatiran-kekhawatiran yang memberatkan, dan tangguhkanlah kesibukan-kesibukanmu yang melelahkan. Luangkanlah waktu sedikit bagi Allah, dan beristirahatlah sejenak dalam Dia.

Masuklah ke dalam bilik budimu; singkirkanlah segala sesuatu kecuali Allah dan apa yang menolongmu untuk mencari Dia, dan setelah menutup pintu, carilah Dia. Katakanlah sekarang, hai seluruh hatiku, katakanlah sekarang kepada Allah: “Aku mencari wajah-Mu; wajah-Mu, ya Tuhan, kucari.”

Maka sekarang, ya Tuhan Allahku, ajarlah hatiku di mana dan bagaimana ia harus mencari Engkau, di mana dan bagaimana ia dapat menemukan Engkau.

Ya Tuhan, jika Engkau tidak ada di sini, di manakah aku akan mencari Engkau yang tidak hadir? Tetapi jika Engkau ada di mana-mana, mengapa aku tidak melihat Engkau yang hadir? Sungguh, Engkau diam dalam terang yang tak terhampiri. Di manakah terang yang tak terhampiri itu, atau bagaimana aku dapat mendekati terang yang tak terhampiri? Atau siapakah yang akan menuntun aku dan memasukkan aku ke dalamnya, supaya aku melihat Engkau di dalamnya? Lagi pula, dengan tanda-tanda apa, dengan rupa apa aku harus mencari Engkau? Aku belum pernah melihat Engkau, ya Tuhan Allahku; aku tidak mengenal wajah-Mu.

Apakah yang harus dilakukannya, ya Tuhan yang mahatinggi, apakah yang harus dilakukan orang buangan-Mu yang jauh ini? Apakah yang harus dilakukan hamba-Mu, yang gelisah karena cinta kepada-Mu, dan terbuang jauh dari wajah-Mu? Ia mendambakan melihat Engkau, tetapi wajah-Mu terlalu jauh darinya. Ia ingin mendekati Engkau, tetapi kediaman-Mu tak terhampiri. Ia rindu menemukan Engkau, tetapi tidak mengetahui tempat-Mu. Ia berusaha mencari Engkau, tetapi tidak mengenal wajah-Mu.

Ya Tuhan, Engkaulah Allahku, dan Engkaulah Tuhanku, namun aku belum pernah melihat Engkau. Engkau telah menjadikan aku dan membarui aku, dan segala kebaikan yang kumiliki telah Kauanugerahkan kepadaku, namun aku belum mengenal Engkau. Akhirnya, aku dijadikan untuk melihat Engkau; namun aku belum melakukan apa yang untuknya aku dijadikan.

Dan Engkau, ya Tuhan, berapa lama lagi? Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan kami, berapa lama lagi Engkau memalingkan wajah-Mu dari kami? Kapankah Engkau memandang dan mendengarkan kami? Kapankah Engkau menerangi mata kami dan menunjukkan wajah-Mu kepada kami? Kapankah Engkau memulihkan diri-Mu bagi kami?

Pandanglah, ya Tuhan, dengarkanlah, terangilah kami, tunjukkanlah diri-Mu kepada kami. Pulihkanlah diri-Mu bagi kami, supaya kami berbahagia; sebab tanpa Engkau kami amat sengsara. Kasihanilah jerih payah dan usaha kami untuk sampai kepada-Mu, kami yang tidak berdaya tanpa Engkau.

Ajarlah aku mencari Engkau, dan tunjukkanlah diri-Mu kepada dia yang mencari; sebab aku tidak dapat mencari Engkau, jika Engkau tidak mengajar; dan tidak dapat menemukan Engkau, jika Engkau tidak menunjukkan diri-Mu. Semoga aku mencari Engkau dengan merindukan, merindukan Engkau dengan mencari, menemukan Engkau dengan mengasihi, mengasihi Engkau dengan menemukan.

Responsorium Mzm 80:19-20; 106:4

Kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; hidupkanlah kami, ya Tuhan, maka kami akan menyerukan nama-Mu:

℟ Buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
Ingatlah akan kami, ya Tuhan, dalam perkenanan-Mu kepada umat-Mu; kunjungilah kami dengan keselamatan-Mu.

℟ Buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

Doa Penutup

Kami mohon, ya Tuhan, bangkitkanlah kuasa-Mu dan datanglah, supaya kami, dengan perlindungan-Mu, layak diluputkan dari bahaya dosa yang mengancam kami, dan dengan pembebasan-Mu diselamatkan. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa bersama Allah Bapa dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Jumat I Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Dengarkan suara Tuhan
Yang mengecam, kejahatan
Usirlah jauh impian
Serta karya kegelapan.

Bangunlah hati merana
Yang parah terluka dosa
Sebab Kristus bercahaya
Bersinar laksana surya.

Kristus datang bagai domba
Yang menghapus dosa kita
Mari mohon dengan tekun
Supaya diberi ampun.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Mazmur 50

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Yes 45,15-26

Sungguh, Engkaulah Allah yang tersembunyi,*
Allah Israel, penyelamat.

Semua penyembah berhala malu tersipu-sipu,*
pergilah mereka penuh kehinaan.

Tetapi Israel diselamatkan Tuhan,*
dengan keselamatan kekal.

Kamu tak akan malu tersipu-sipu,*
untuk selama-lamanya.

Sebab demikianlah firman Tuhan, pencipta langit,*
Dialah Allah yang membentuk dan mengalaskan bumi.

Ia tidak menciptakan bumi kosong.*
tetapi sebagai kediaman manusia:

"Akulah Tuhan, tiada yang lain,+
Aku tidak berbicara sembunyi-sembunyi,*
tidak pernah di tempat yang gelap.

Tidak pernah Aku berkata kepada keturunan Yakub,+
'sia-sialah kamu mencari Aku'.*
Akulah Tuhan yang berkata benar dan memberitahukan yang lurus.

Berhimpun dan marilah, kamu semua,*
yang diselamatkan dari antara sekalian bangsa.

Bodohlah orang, yang mengusung berhala dari kayu,*
yang berseru kepada dewa yang tidak mampu menyelamatkan.

Beritahukanlah dan kemukakanlah buktinya, bermufakatlah bersama,+
'Siapakah dari sediakala memaklumkan masa depan?*
Siapa yang sudah lama memberitahukannya?'

Bukankah Aku, Tuhanmu yang memberitahukannya,+
tiada Allah lain kecuali Aku,*
kecuali Aku tak ada Allah yang benar dan menyelamatkan.

Bertobatlah kepadaKu untuk diselamatkan,*
hai segala ujung bumi.

Akulah Allah, tiada yang lain,+
Aku bersumpah demi diriKu sendiri,*
dari mulutKu keluarlah sabda jujur yang tak terbatalkan ini:

'KepadaKu segala lutut bertekuk,*
demi Aku semua lidah bersumpah'.

Setiap orang akan berkata: Hanya pada Tuhanlah,*
kemenangan dan kekuatan.

KepadaNya kembali dengan malu,*
yang dulu melawan Dia.

Oleh Tuhan seluruh keturunan Israel,*
dinyatakan benar dan dimuliakan".

Antifon 2Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur 99

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
berbaktilah kepadaNya dengan gembira.

Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria,*
ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

Dialah pencipta, dan kita milikNya,*
kita umatNya, domba penggembalaanNya.

Masukilah pintu gerbangNya dengan lagu syukur,*
pelataranNya dengan puji-pujian.

Bersyukurlah kepadaNya, pujilah namaNya,*
sebab Tuhan itu baik.

Cinta kasihNya tetap selama-lamanya,*
dan kesetiaanNya turun-temurun.

Antifon 3Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Bacaan Singkat (Yer 30:21-22)

Inilah firman Tuhan: seorang pemimpin akan muncul dari keturunan Yakub, dan penguasa akan keluar dari tengah-tengahnya. Ia akan Kudekatkan kepadaKu dan ia kan menghampiri Aku. Kamu akan menjadi umatKu, dan Aku akan menjadi Allahmu.

Lagu Singkat

℣.Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkaulah yang akan datang ke dunia.℟.Kasihanilah.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungSungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, alleluya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSungguh Allah akan datang sebagai putera Daud. Ia akan menjadi raja, alleluya.

Doa Permohonan

Allah Bapa telah menyatakan kemuliaanNya kepada manusia dengan perantaraan PuteraNya. Oleh sebab itu, marilah kita dengan senang hati menyerukan: ℟.

℟. Dimuliakanlah namaMu, ya Tuhan.

Ya Tuhan, ajarlah kami menerima satu sama lain,* seperti Kristus juga menerima kami dalam kemuliaan Allah. ℟.

Penuhilah kami dengan kegembiraan dan kedamaian iman,* agar kami berjalan dalam pengharapan dan kekuatan Roh Kudus. ℟.

Ya Tuhan, tolonglah semua orang menurut besarnya belaskasihanMu,* terimalah mereka, yang tak sempat mengenal Engkau, tetapi yang berharap akan Dikau. ℟.

Engkau memanggil dan menguduskan kaum pilihanMu,* angkatlah kami orang berdosa untuk menerima mahkota kebahagian abadi. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, perkenankanlah umatMu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan PuteraMu yang tunggal. Semoga kami dengarkan nasihat penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsongNya dengan pelita bernyala. Sebab Dialah Putera dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Jumat I Adven

JUMAT — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 29, 11. 13)

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati,

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Jumat I Adven

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Mazmur 118 (119),25-32

Dengan hati sedih aku rebah ke tanah,*
hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu.

Suka dukaku kuceritakan kepadamu, dan engkau menanggapinya,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Berilah aku pengertian akan perintah-perintahMu,*
maka aku merenungkan segala kurniaMu yang mengagumkan.

Hatiku hancur luluh karena susah,*
tabahkanlah aku menurut firmanMu.

Jauhkanlah aku dari jalan yang sesat,*
dan kurniakanlah hukumMu kepadaku.

Aku telah memilih jalan yang benar,*
aku ingin berpegang pada ketetapanMu.

Aku telah berpaut pada firmanMu, ya Tuhan,*
janganlah aku Kaukecewakan.

Dengan rajin kuikuti perintahMu,*
sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 1Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Mazmur 25 (26)

Ya Tuhan, belalah hakku, sebab hidupku tulus,*
kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Uji dan cobailah aku, ya Tuhan,*
selidikilah hati dan batinku.

Karena kasih setiaMu tetap di hadapan mataku,*
maka aku tetap setia kepadaMu.

Aku tidak duduk bersama para penipu,*
dan tidak bergaul dengan para munafik.

Kubenci himpunan orang durjana,*
dan dengan kaum penjahat aku tidak bersidang.

Aku membasuh tanganku, tanda tak bersalah,*
lalu mengitari mesbahMu, ya Tuhan,

sambil memperdengarkan lagu syukur,*
dan mewartakan karyaMu yang luhur.

Tuhan, aku mencintai rumah kediamanMu,*
tempat Engkau bersemayam dalam kemuliaan.

Jangan mencabut nyawaku bersama para pendosa,*
bersama para penumpah darah.

Tangan mereka penuh kebusukan,*
mereka suka menerima suapan.

Tetapi aku hidup dengan jujur,*
bebaskanlah dan kasihanilah aku.

Kakiku berdiri pada jalan yang rata,*
aku akan memuliakan Tuhan dalam himpunan umat.

Antifon 2Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Mazmur 27 (28),1-3.6-9

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
pelindungku, jangan menutup telinga terhadap aku.

Jika Engkau tetap membisu,*
pasti terjerumus aku ke dalam liang kubur.

Dengarkanlah doaku, jika aku berseru kepadaMu,*
sambil menadahkan tangan ke arah rumahMu yang kudus.

Janganlah menyeret aku bersama kaum pendosa,*
bersama orang yang berbuat jahat.

Mereka berbicara ramah dengan sahabatnya,*
tetapi hatinya penuh kejahatan.

Terpujilah Tuhan, sebab Ia mendengarkan doaku,*
Tukanlah kekuatan dan perisaiku.

KepadaNya hatiku percaya, dan aku tertolong,*
maka aku bersorak gembira dan bernyanyi memujiNya.

Tuhanlah kekuatan umatNya, dan benteng keselamatan,*
bagi raja yang diurapiNya.

Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan, berkatilah pusakaMu,*
gembalakan dan dukunglah mereka selama-lamanya.

Antifon 3Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.

Bacaan singkat Kol 3,12-13

Kamulah umat pilihan Allah; sebab Ia telah menguduskan dan mengasihi kamu. Maka, hendaknya kamupun berbelaskasihan serta bersikap ramah-tamah dan rendah hati, lemah lembut lagi sabar. Hendaknya kamu tanggung-menanggung dan suka mengampuni, bila hatimu disakiti. Sebagaimana Kristus memberi ampun kepadamu, demikian pula kamu hendaknya.

℣.Bangkitlah dan angkatlah mukamu.℟.Sebab penyelamatanmu sudah dekat.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Jumat I Adven

JUMAT — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Bar 3, 5-6 a)

Jangan ingat kepada kefasikan nenek moyang kami, tetapi sudilah kiranya pada saat ini juga ingat kepada tangan-Mu dan nama-Mu sendiri. Oleh karena Engkaulah Tuhan, Allah kami, maka kami hendak memuji Engkau, ya Tuhan.

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Jumat I Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus Ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka
Karna umatMu berdosa
Syukurlah Engkau berkenan
Melimpahkan pengampunan.

Pada kepenuhan masa
Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Mazmur 40

Berbahagialah yang menaruh perhatian pada orang yang lemah,*
Tuhan akan membebaskannya pada hari yang malang.

Tuhan melindunginya dan memelihara nyawanya,+
Tuhan membahagiakannya di bumi,*
dan tidak menyerahkan dia ke tangan musuh.

Tuhan membantu dia waktu sakit,*
dan menyembuhkan penyakitnya.

Aku berseru: Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa terhadapMu.

Musuh berbicara jahat tentang diriku,*
"Kapan ia mati? Kapan dihapus namanya?"

Orang datang menjenguk aku dengan mulut manis,+
tetapi hatinya memikirkan kejahatan,*
lalu ia keluar dan menjelekkan daku di jalan.

Semua yang membenci aku berbisik-bisik tentang aku,*
mereka merencanakan yang jahat terhadapku:

"Penyakit jahanam telah menimpa dia,*
sekali berbaring, dia takkan bangun lagi".

Bahkan kawan karibku yang kupercayai,*
yang makan sehidangan dengan daku, mengkhianati aku.

Tetapi Engkau, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
sembuhkanlah aku, agar dapat membalas mereka.

Maka aku akan tahu, bahwa Engkau cinta padaku,*
bila musuhku tidak lagi bersukacita atas diriku.

Engkau menopang aku karena ketulusanku,*
dan menempatkan daku di hadapanMu untuk selama-lamanya.

Antifon 1Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mazmur 45

Allah itu perlindungan dan kekuatan kita,*
pertolonganNya terbukti dalam kesesakan kita.

Maka kita tidak takut, sekalipun bumi bergetar,*
sekalipun gunung-gemunung tenggelam ke dasar laut.

Sekalipun gelora lautan berbuih mengamuk,*
sekalipun gunung-gemunung goncang diempas ombak.

Kota kediaman Allah yang mahatinggi,*
digembirakan oleh aliran sungai.

Karena Allah mendiamiNya, kota itu tidak akan goncang,*
Allah menolongnya waktu fajar merekah.

Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,*
Allah memperdengarkan suaranya, maka hancurlah bumi.

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Mari, pandanglah karya Tuhan yang agung,*
dan karyaNya yang dahsyat di seluruh bumi.

DihentikanNya semua peperangan sampai ke ujung bumi,+
busur dipatahkanNya, tombak diremukkanNya,*
dibakarNya kereta perang.

"Jangan banyak bicara, akuilah aku sebagai Allah,*
agung di antara bangsa-bangsa, agung di seluruh dunia".

Tuhan semesta alam menyertai kita,*
benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 2Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (2Ptr 3:8b-9)

Untuk Tuhan satu hari sama dengan seribu tahun, dan seribu tahun sama dengan satu hari. Tuhan tidak akan menangguhkan janjiNya, seperti disangka beberapa orang. Tetapi Tuhan masih bersabar dengan kamu, karena Ia menghendaki agar tak seorangpun binasa, melainkan semuanya bertobat kembali.

Lagu Singkat

℣.Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.℟.Datanglah.℣.Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.℟.Ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Datanglah.

Antifon KidungDari Mesir kupanggil PuteraKu. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsaNya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungDari Mesir kupanggil PuteraKu. Ia akan datang untuk menyelamatkan bangsaNya.

Doa Permohonan

Kristuslah gembala dan pembimbing hati kita. Marilah kita berkata dengan penuh kepercayaan: ℟.

℟. Peliharalah umatMu, ya Tuhan.

Gembala kawanan Allah yang baik,* datanglah untuk mempersatukan seluruh kawananMu di dalam GerejaMu. ℟.

Ya Tuhan, berilah pertolongan kepada para gembala umatMu yang sedang mengembara ini,* agar mereka menggembalakan kawananMu dengan tekun hingga saat kedatanganMu. ℟.

Pilihlah dari antara umatMu orang yang menjadi bentara sabdaMu,* untuk mewartakan InjilMu sampai ke ujung bumi. ℟.

Kasihanilah semua orang yang bersusah payah dan yang putus asa ditengah jalan,* supaya mereka bertemu dengan seorang sahabat yang suka menolong. ℟.

Perlihatkanlah kemuliaanMu dalam perjamuan surgawi,* kepada mereka yang mendengarkan sabdaMu di dunia ini. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, perkenankanlah umatMu selalu berjaga sambil menantikan kedatangan PuteraMu yang tunggal. Semoga kami dengarkan nasihat penyelamat kami, sehingga pada saat Ia datang, kami dapat menyongsongNya dengan pelita bernyala. Sebab Dialah Putera dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Jumat I Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santa Barbara

Perawan dan Martir · abad ke-3

Barbara dihormati sebagai pelindung orang-orang yang tertimpa bahaya angin taufan, dan pelindung para arsitek. Legenda tentang riwayat hidupnya baru mulai beredar pada abad ketujuh dan menjadi sangat populer sekitar abad kesembilan. Kebenaran legenda itu sulit dibuktikan, namun apa yang dibeberkan di bawah ini adalah cerita yang ditemukan di dalam buku-buku tua.

Konon, Barbara hidup di Yunani pada awal abad ketiga, dan meninggal dunia pada tanggal 4 Desember tahun 300. Ia anak Dioscorus, seorang pedagang Romawi yang kaya raya. Apabila ayahnya mengadakan perjalanan jauh untuk urusan-urusan perdagangan, Barbara ditinggal sendiri terkunci di dalam kamarnya di atas menara rumah mereka. Pada suatu ketika ayahnya harus pergi karena sesuatu urusan bisnis: "Manisku, ayah harus pergi!" kata Dioscorus kepada Barbara. "Selama ayah pergi", lanjutnya, "ayah akan menguncimu di loteng atas menara rumah kita, supaya kau selamat. Dalam menara itu akan ku buatkan dua buah jendela untukmu supaya kau dapat memandang keindahan laut dan bila ayah kembali, kau bisa mengetahuinya." Ketika Dioscorus pulang, ia melihat suatu keganjilan pada menara puterinya: ada tiga jendela dan di atas pintu menara terpaku sebuah salib. Dengan teliti dan tertegun ia heran akan semuanya itu. Ia cemas. Kemudian dengan lantang ia menghardik Barbara: "Apa yang telah kau lakukan?" Dengan tenang Barbara menerangkan apa yang terjadi selama ayahnya bepergian: "Ketika ayah pergi, aku memanggil seorang imam. Ia sangat baik dan mengajariku tentang Bapa yang Mahabaik yang mengutus Putera Tunggal-Nya ke dunia ini untuk menyelamatkan kita. Tetapi Putera yang bernama Yesus itu dibunuh di kayu salib." "Lalu??" kata ayahnya dengan gusar. Kata Barbara lebih lanjut: "Kini Tuhan Yesus mengutus Roh Kudus untuk membimbing kita kepada Bapa di surga. Aku sungguh yakin dan mohon diselamatkan Tuhan Yesus. Maka imam itu membaptis aku. Untuk menghormati Tritunggal Mahakudus itu, aku menyuruh orang membuat jendela ketiga; dan supaya Yesus yang di salib itu tetap melindungi aku, maka kupasang salib di atas pintu masuk."

Ayahnya melotot! Ia geram dan tidak senang dengan perbuatan Barbara. Sebab ayah itu masih percaya kepada dewa-dewa. Dengan mata gelap, Dioscorus menyeret Barbara yang amat dicintainya itu sambil berteriak: "Ikuti aku ke pengadilan. Kau harus menyangkal kepercayaanmu yang tidak masuk akal itu!" Ketika itu Barbara baru berusia 14 tahun, sehingga hakim tidak berani berbuat apa-apa. Ayahnya bertambah berang dan menyeret Barbara untuk diserahkan kepada para algojo agar disiksa dan bisa menyangkal imannya. Namun sia-sia saja usahanya. Barbara tetap setia pada imannya. Akhirnya, ia menghunus pedangnya dan menebas leher Barbara, buah hatinya sendiri. Pada saat itu pun Dioscorus disambar petir dan mati seketika.

Konon Henry Koch, pria berkebangsaan Belanda, yang hidup pada abad kelimabelas, menaruh devosi besar kepada Barbara. Ketika rumahnya terbakar, ia diselamatkan secara ajaib dari amukan api dan bertahan hidup sampai ia menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sejak saat itu, banyak orang berdoa dengan perantaraan Santa Barbara agar bisa mati dengan damai. Barbara juga dihormati sebagai santa pelindung orang-orang yang menghadapi ajalnya dan pelindung orang-orang yang mengalami kematian mendadak.

Santo Kristian

Uskup dan Pengaku Iman · wafat ± 1245

Kristian adalah misionaris suku bangsa Preussen, Jerman dan uskup pertama Kulm. Ia mendirikan banyak gereja dan menyebarkan Injil di daerah yang luas itu. Selama enam tahun Kristian ditahan oleh orang-orang kafir di negeri itu, sampai akhirnya ia wafat pada tahun 1245.

Santo Osmund

Uskup dan Pengaku Iman · wafat ± 1099

Osmund, seorang pegawai tinggi Raja William dari Normandia. Ketika Raja William mengalahkan Raja Harold II dari Inggris dalam pertempuran bersejarah di Hastings pada tahun 1066, Osmund diangkat menjadi Kanselir Inggris. Osmund dikenal jujur, berbakat pemimpin dan pandai. Namun ia tidak lama menduduki jabatan terhormat itu karena lebih menyukai suasana hidup yang tenang; ia sendiri lebih gemar membaca dan menyalin buku-buku rohani. Perhatiannya lebih difokuskan pada kemajuan rohani umat terdorong oleh tuntutan dari tahbisan-tahbisan rendah yang sudah diterimanya. Oleh karena itu ia berusaha membaharui semangat iman umat yang sudah merosot sekali terutama karena peperangan yang terus-menerus terjadi.

Pada tahun 1078, Osmund ditahbiskan menjadi Uskup Salisbury, Inggris. Usahanya yang pertama adalah menyelesaikan pembangunan katedral yang sudah lama didirikan dan membaharui liturgi Gereja. Untuk menjamin kesatuan liturgis, ia mengeluarkan peraturan-peraturan tentang perayaan ekaristi, ofisi ilahi dan pemberian sakramen-sakramen. Peraturan-peraturan yang disebutnya Ritus Sarum ini berlaku selama lima abad.

Uskup Osmund bersikap tegas terhadap orang-orang berdosa bersama imam-imamnya. Ketegasan itu dimulainya dari dirinya sendiri. Selama kepemimpinannya sebagai uskup ia menulis banyak buku dan mendirikan banyak gereja di seluruh keuskupannya. Osmund memimpin keuskupan Salisbury selama 20 tahun. Ia meninggal dunia pada tahun 1099. Kanonisasi dari Gereja atas dirinya sebagai 'santo' pada tahun 1457 adalah kanonisasi terakhir di Inggris sebelum masa reformasi.

Santo Yohanes dari Damsyik, Pujangga Gereja dan Pengaku Iman Yohanes lahir pada tahun 650 di kota Damsyik. Pada masa itu Damsyik berada di bawah kekuasaan kaum Sarasin. Semenjak kecil ia dididik oleh seorang rahib Yunani. Ayahnya, Sargun bin Mansur (seorang Arab Kristen) adalah menteri keuangan pada Khalif Abdel Malek di Damsyik (685-705). Sepeninggal ayahnya, Yohanes-lah yang menggantikannya sebagai menteri keuangan. Tetapi beberapa tahun kemudian ia meletakkan jabatan itu, lalu menjadi rahib di biara Mar Saba, dekat Yerusalem. Di biara itulah ia menulis buku-buku pembelaan iman, khususnya yang berhubungan dengan penghormatan kepada arca-arca para orang kudus.

Dalam tiga buku apologetik yang ditulisnya, ia menegaskan bahwa umat Kristen menjunjung tinggi para kudus dan memberikan hormat istimewa kepada mereka karena keteladanan hidup mereka dalam menghayati iman Kristiani dan dalam menaati kehendak Allah. Arca-arca para kudus itu menjadi bagaikan kaca, tempat umat Kristen bercermin diri perihal perilaku hidupnya sebagai orang Kristen. Ia mengatakan: "Di dalam arca-arca itu, kami menyatakan perbuatan dan penderitaan orang-orang kudus, dan dengan memandangnya kami menjadi semakin suci dan semakin dikuatkan untuk mengikuti teladannya."

Bersama seorang rahib lainnya, ia mencipta banyak syair dan madah-pujian. Karya ini dicemooh oleh para rahib yang lebih tua, karena pada masa itu, pekerjaan menulis syair dianggap sebagai pekerjaan tercela, meskipun karya-karya itu bernafaskan nilai-nilai keagamaan. Meskipun demikian Yohanes terus saja mencipta dan beberapa madah-pujian yang digubahnya masih tetap dinyanyikan hingga kini. Yohanes meninggal dunia pada tahun 749. Ia dihormati sebagai Pujangga Gereja dan Bapa Gereja Yunani yang terakhir.

Santo Yohanes dari Damaskus

Pertapa dan Pujangga Gereja · 676-749

St. Yohanes dari Damaskus (John Damascene) hidup pada abad 7 - 8. Ia dilahirkan di kota Damaskus dari keluarga Kristen yang taat. Ketika ayahnya wafat, Yohanes diangkat menjadi gubernur kota Damaskus. Pada waktu itu, merebaklah perpecahan antara umat Kristiani akibat konflik Ikonoklass (Iconoclasm).

Kaisar Romawi Timur di Konstantinopel mengeluarkan perintah yang melarang umat Kristiani untuk memiliki patung atau pun gambar-gambar Yesus Kristus dan para kudus. St. Yohanes tahu bahwa kaisar salah. Karenanya, ia bergabung dengan yang lainnya untuk mempertahankan tradisi yang sudah berakar dalam hati umat Kristiani. Paus sendiri meminta Gubernur Yohanes untuk terus memberi bimbingan pada umat bahwa memiliki patung atau pun gambar-gambar kudus adalah suatu hal yang amat baik. Patung maupun gambar-gambar para kudus adalah sarana yang membantu kita untuk tetap mengingat akan kehadiran Sang Ilahi.

Tetapi kaisar tidak mau taat kepada Bapa Suci. Ia bahkan mengirimkan pasukan untuk menangkap Paus dan tetap melarang penggunaan patung dan gambar-gambar para kudus untuk ditempatkan di tempat-tempat umum. St.Yohanes dengan berani menulis tiga pucuk surat kepada kaisar. Ia meminta kaisar untuk mengakhiri jalan pemikirannya yang salah.

Akibatnya kaisar menjadi amat murka dan ingin melampiaskan dendamnya. Yohanes memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur. Ia lalu menyumbangkan segala kekayaannya kepada para miskin dan menjadi seorang rahib. Ia terus menulis buku-buku yang mengagumkan untuk mempertahankan iman Katolik. Antara lain :

Tiga "Risalah Apologetik menentang mereka yang mencela Gambar-gambar Suci"; Risalah-risalah ini berisi penjelasan-penjelasan terperinci dan tanggapan atas maklumat Kaisar Romawi Timur Leo III yang melarang pemajangan gambar-gambar para suci.

Sumber Air Kebijaksanaan, Sebuah karya Santo Yohanes dari Damaskus yang luar biasa yang terbagi menjadi tiga bagian :

Kephalaia philosophika (Bab-bab Filosofis) Umumnya dinamai 'Dialectic', sebagian besar membahas masalah logika, tujuan utamanya adalah untuk menyiapkan para pembaca supaya bisa mengerti lebih baik lagi dari isi buku ini.

Peri haireseon (Mengenai Penyimpangan Terhadap Ajaran Gereja) membahas Penyimpangan Kaum Ishmael dari Ajaran Gereja. Berbeda dengan bab-bab sebelumnya yang membahas mengenai penyimpangan terhadap ajaran gereja yang biasanya hanya beberapa baris panjangnya, bab ini memakan tempat beberapa halaman dalam karya tulisnya ini. Dokumen ini menjadi salah satu karya tulis polemik Kristiani pertama yang menentang Islam, dan yang pertama ditulis oleh seorang Ortodoks Yunani/Melkite.

Ekdosis akribes tes orthodoxou pisteos (Sebuah Penjelasan Terperinci yang Tepat mengenai Iman Ortodoks) - Bagian ketiga buku ini dikenal sebagai bagian yang paling penting dari warisan Santo Yohanes dari Damaskus, dan merupakan sebuah peninggalan Kristiani yang sangat berharga.

Selain menulis Santo Yohanes juga melakukan segala pekerjaan kasar sebagaimana para rahib di biara tersebut. Suatu hari ia pergi untuk berjualan keranjang di pinggir jalan kota Damaskus. Orang-orang yang mengenali sang mantan Gubernur itu banyak yang mencemooh dan menjadikannya sebagai bahan tertawaan. “Ini dia orang yang dahulunya adalah gubernur kota yang hebat, sekarang dia berjualan keranjang....”

Berat sekali penderitaan yang harus ditanggung oleh St.Yohanes. Namun dalam penderitaannya ia belajar bagaimana menjadi seorang pengikut kristus yang sejati; seorang yang rendah hati. Ia senantiasa memikirkan Yesus, Putera Allah, yang memilih untuk dilahirkan di sebuah kandang yang hina. Kemudian, ia merasa berbahagia dapat meneladani kerendahan hati Kristus.

St. Yohanes wafat dengan damai dan tenang pada tahun 749 dan ia dihormati oleh para bapa Gereja saat itu sebagai seorang yang Kudus. Oleh Gereja Khatolik Roma Ia sering disebut-sebut sebagai “The last of the Church Fathers” (Bapa Gereja yang terakhir).

Pada tahun 1883 ia maklumkan sebagai Doktor Gereja (Doctor of the Church) oleh paus Leo XIII.

Arti nama

Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari