Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu IV Adven

Rabu, 23 Desember 2037· Ungu · Pekan Psalterium IV
23 Desember 2037

Bacaan Misa

Rabu IV Adven
Bacaan Pertama

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Mazmur Tanggapan

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Bacaan Injil

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

Invitatorium

Rabu IV Adven

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Rabu IV Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Datanglah, Penebus bangsa-bangsa,
tunjukkanlah kelahiran-Mu dari Perawan;
biarlah segala zaman takjub:
kelahiran demikian pantas bagi Allah.

Bukan dari benih laki-laki,
melainkan oleh hembusan Roh yang penuh rahasia,
Sabda Allah telah menjadi daging
dan buah rahim pun mekar.

Rahim Perawan membesar,
pintu kemurnian tetap terkunci,
panji-panji keutamaan berkilau,
Allah berdiam dalam bait-Nya.

Semoga Ia keluar dari kamar pengantin-Nya,
istana kemurnian yang agung,
Sang Raksasa berkodrat ganda,
dengan gembira menempuh jalan-Nya.

Setara dengan Bapa yang kekal,
Engkau bersabuk piala kemenangan daging,
meneguhkan kelemahan tubuh kami
dengan kekuatan yang abadi.

Palungan-Mu kini bercahaya
dan malam menghembuskan terang baru,
yang tak dapat dipadamkan malam mana pun
dan bersinar dalam iman yang tak putus.

Ya Kristus, Raja yang mahakasih,
kemuliaan bagi-Mu dan bagi Bapa
bersama Roh Penghibur,
sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Mazmur 102 (103)

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan,

segala batinku, pujilah nama-Nya yang kudus.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan

dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala dosamu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotai engkau dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Antifon 2Seperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan kerahiman.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.
Sebab setinggi langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;

sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia mekar seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSeperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

III
Tetapi kasih Tuhan kekal abadi

atas mereka yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

apabila mereka memelihara perjanjian-Nya dalam kebenaran,

apabila mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan takhta-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kekuatan, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian kekal agar kami dapat memuji dan memuliakan Engkau selamanya.

AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Semoga kasih setia-Mu datang kepadaku, ya Tuhan.

℟ Keselamatan-Mu, sesuai dengan janji-Mu.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

Yes 51:1-11

Keselamatan dijanjikan kepada anak-anak Abraham
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengejar keadilan,
hai kamu yang mencari Tuhan;
pandanglah gunung batu yang dari padanya kamu terpahat,
dan lubang tambang yang dari padanya kamu tergali.
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu,
dan Sara yang melahirkan kamu;
sebab Aku memanggil dia seorang diri,
dan memberkati dia serta memperbanyak dia.
Sebab Tuhan menghibur Sion,
menghibur segala reruntuhannya;
Ia menjadikan padang gurunnya seperti Eden
dan tanah sunyinya seperti taman Tuhan.
Sukacita dan kegembiraan akan terdapat di dalamnya,
ucapan syukur dan suara pujian.
Perhatikanlah Aku, hai umat-Ku;
dan hai bangsa-bangsa, dengarkanlah Aku,
sebab hukum akan keluar dari pada-Ku,
dan keadilan-Ku akan Kutegakkan menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Keadilan-Ku sudah dekat,
keselamatan-Ku sudah tampil,
dan lengan-Ku akan menghakimi bangsa-bangsa;
kepada-Ku pulau-pulau akan berharap
dan menantikan lengan-Ku.

Angkatlah matamu ke langit
dan pandanglah bumi di bawah,
sebab langit akan lenyap seperti asap,
dan bumi akan usang seperti pakaian,
dan penduduknya akan binasa seperti nyamuk.
Tetapi keselamatan-Ku akan tetap untuk selama-lamanya,
dan keadilan-Ku tidak akan berakhir.
Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengenal keadilan,
hai umat yang menyimpan hukum-Ku dalam hatimu:
janganlah takut akan cela manusia
dan janganlah gentar akan hujatan mereka.
Sebab ngengat akan memakan mereka seperti pakaian,
dan gegat akan memakan mereka seperti bulu domba;
tetapi keadilan-Ku akan tetap untuk selama-lamanya,
dan keselamatan-Ku turun-temurun.
Bangkitlah, bangkitlah, kenakanlah kekuatan,
hai lengan Tuhan;
bangkitlah seperti pada zaman dahulu kala,
pada angkatan-angkatan purbakala.
Bukankah Engkau yang meremukkan Rahab,
yang menikam naga sampai mati?
Bukankah Engkau yang mengeringkan laut,
air samudera raya yang hebat,
yang membuat kedalaman laut menjadi jalan,
supaya orang-orang yang telah ditebus dapat menyeberang?
Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang
dan masuk ke Sion dengan pujian;
sukacita abadi meliputi kepala mereka,
mereka akan memperoleh kegirangan dan sukacita;
kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Responsorium Bdk. Yes 51:4.5; 35:10

Perhatikanlah Aku, hai umat-Ku, dan hai suku-Ku, dengarkanlah Aku;

℟ Sudah dekat Yang Adil-Ku, sudah tampil Penyelamat-Ku.
Dan sekarang orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan pujian.

℟ Sudah dekat Yang Adil-Ku, sudah tampil Penyelamat-Ku.
Bacaan Kedua

Dari Karangan Santo Hippolitus, imam, Melawan Ajaran Sesat Noetus

(Cap. 9-12: PG 10, 815-819)

Penyataan misteri yang tersembunyi
Hanya ada satu Allah, saudara-saudara, dan kita mengenal Dia tidak dari sumber lain selain dari Kitab Suci. Karena itu, apa pun yang diwartakan Kitab Suci, hendaknya kita ketahui; dan apa pun yang diajarkannya, hendaknya kita pahami: sebagaimana Bapa menghendaki agar diimani, demikianlah kita beriman; sebagaimana Ia menghendaki agar Putra dimuliakan, demikianlah kita memuliakan-Nya; dan sebagaimana Ia menghendaki agar Roh Kudus dianugerahkan, demikianlah kita menerima-Nya. Bukan menurut kehendak kita sendiri, bukan menurut pengertian kita sendiri, bukan pula dengan memaksakan apa yang telah diberikan Allah; melainkan sebagaimana Ia sendiri menghendaki untuk mengajar melalui Kitab Suci, demikianlah hendaknya kita memahaminya.

Allah, ketika Ia ada seorang diri dan tidak ada sesuatu pun yang sezaman dengan-Nya, berkehendak menjadikan dunia. Dan dengan memikirkan, menghendaki, dan mengucapkan, Ia menjadikan dunia; dan seketika itu dunia ada bagi-Nya, dijadikan sebagaimana dikehendaki-Nya, dan sebagaimana dikehendaki-Nya, Ia menyempurnakannya. Jadi cukuplah bagi kita mengetahui ini saja, bahwa tidak ada sesuatu pun yang sezaman dengan Allah. Tidak ada apa pun selain Dia; Ia sendiri, seorang diri, adalah banyak. Sebab Ia tidak tanpa akal budi, tidak tanpa kebijaksanaan, tidak tanpa kuasa, tidak tanpa rencana. Segala sesuatu ada di dalam Dia: Ia sendiri adalah segalanya. Ketika Ia menghendaki, dan sebagaimana Ia menghendaki, Ia menampakkan Sabda-Nya pada waktu yang telah ditetapkan-Nya; melalui Sabda itu Ia menjadikan segala sesuatu.

Sabda itu dimiliki-Nya di dalam diri-Nya dan tidak kelihatan bagi dunia yang diciptakan; Ia menjadikan-Nya kelihatan, dengan mengeluarkan suara yang pertama; dan dengan memperanakkan terang dari terang, Ia memperlihatkan kepada ciptaan Tuhannya, yaitu Budi-Nya sendiri; dan Dia yang sebelumnya hanya kelihatan bagi-Nya, tetapi tidak kelihatan bagi dunia, Ia jadikan kelihatan, supaya dunia, dengan melihat Dia yang menampakkan diri, dapat diselamatkan.

Inilah Budi itu, yang ketika tampil ke dalam dunia, dinyatakan sebagai Hamba Allah. Jadi segala sesuatu ada melalui Dia, tetapi Ia sendiri berasal dari Bapa saja.

Dialah yang memberikan hukum Taurat dan para nabi; dan dengan memberikannya Ia mendorong mereka berbicara oleh Roh Kudus, supaya, setelah menerima ilham kuasa Bapa, mereka mewartakan rencana dan kehendak Bapa.

Jadi Sabda telah menjadi nyata, sebagaimana dikatakan Santo Yohanes. Sebab ia mengulang secara ringkas apa yang telah dikatakan para nabi, dengan menunjukkan bahwa inilah Sabda yang oleh-Nya segala sesuatu dijadikan. Demikianlah katanya: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi.” Dan lebih lanjut ia berkata: “Dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.”

Responsorium Bdk. Yes 9:5.6; Luk 1:32; Yoh 1:4

Seorang anak akan lahir bagi kita, dan Ia akan disebut Allah yang Perkasa:

℟ Ia akan duduk di atas takhta Daud, bapa-Nya, dan memerintah: lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya.
Dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia.

℟ Ia akan duduk di atas takhta Daud, bapa-Nya, dan memerintah: lambang pemerintahan ada di atas bahu-Nya.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, kami menyaksikan semakin dekatnya kelahiran Putra-Mu menurut daging; kami mohon, semoga Sabda, yang berkenan menjadi daging dari Perawan Maria dan tinggal di antara kami, menganugerahkan belas kasihan kepada kami, hamba-hamba-Mu yang tidak layak. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu IV Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Dengarkan suara Tuhan
Yang mengecam, kejahatan
Usirlah jauh impian
Serta karya kegelapan.

Bangunlah hati merana
Yang parah terluka dosa
Sebab Kristus bercahaya
Bersinar laksana surya.

Kristus datang bagai domba
Yang menghapus dosa kita
Mari mohon dengan tekun
Supaya diberi ampun.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Yes 7,14b-15)

Lihatlah, seorang gadis akan mengandung dan melahirkan. Anaknya akan diberi nama Imanuel; ia akan makan dadih dan madu, sampai tahu menolak kejahatan dan memilih kebaikan.

Lagu Singkat

℣.Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkaulah yang akan datang ke dunia.℟.Kasihanilah.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Sabda Allah telah sudi hidup diantara kita, agar kita melihat kemuliaanNya. Karena pengharapan ini marilah kita berseru dengan gembira: ℟.

℟. Sertailah kami, ya Imanuel.

Raja yang adil dan jujur,* belalah hak kaum miskin dan orang tertindas. ℟.

Raja damai, Engkau mengubah pedang menjadi bajak, dan tombak menjadi sabit,* ubalah kedengkian kami menjadi kerukunan, dan kecurangan kami menjadi kelurusan. ℟.

Engkau tidak mengadili seturut pandangan mata,* selami hati nurani umat kepunyaanMu. ℟.

Pada saat Engkau datang di atas awan dengan kekuasaanMu yang agung,* himpunkanlah kami dihadapanMu tanpa noda. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan maha murah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga PuteraMu menghibur kami dengan kedatanganNya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu IV Adven

RABU — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (IS 2, 11)

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya Tuhan sajalah yang maha tinggi pada hari itu.

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu IV Adven

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat Kol 3,23-24

Apapun juga yang kamu perbuat, kerjakanlah dengan segenap hati, bagaikan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa kamu akan menerima dari Tuhan warisan sebagai ganjaran. Kristuslah Tuhan yang kamu abdi.

℣.Ingatlah akan kami, ya Tuhan, demi kemurahanMu.℟.Datanglah menyelamatkan kami.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu IV Adven

RABU — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Dn 9, 19)

Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu IV Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus Ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka
Karna umatMu berdosa
Syukurlah Engkau berkenan
Melimpahkan pengampunan.

Pada kepenuhan masa
Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Kor 1:4,5)

Janganlah menjatuhkan hukuman sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang akan menampilkan yang tersembunyi dalam kegelapan dan membuka isi hati setiap orang. Itulah saatnya kita menerima pujian dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.℟.Datanglah.℣.Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.℟.Ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Datanglah.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Allah Bapa yang mengutus PuteraNya untuk membawa damai yang tak berkesudahan. Dengan rendah hati marilah kita memohon kepadaNya: ℟.

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Bapa yang kudus, perhatikanlah nasib GerejaMu,* datanglah, kunjungilah kebun anggur yang Kautanam sendiri. ℟.

Allah yang setia, ingatlah akan semua putera Abraham,* dan penuhilah janjiMu kepada leluhur mereka. ℟.

Allah yang mahamurah, pandanglah semua bangsa di dunia ini,* agar mereka menghormati Engkau karena belas kasihanMu. ℟.

Gembala kekal, kunjungilah kawanan dombaMu,* dan kumpulkanlah mereka semua di padang rumputMu. ℟.

Ingatlah juga, ya Tuhan, akan semua orang yang telah berpulang dalam damaiMu,* terimalah mereka dalam kemuliaan bersama dengan PuteraMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, dengarkanlah dengan rela doa umatMu. Kami bergembira karena kedatangan PuteraMu sebagai manusia lemah. Semoga kami, umatMu, kelak memperoleh kurnia hidup abadi karena kedatanganNya sebagai penguasa mulia. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Rabu IV Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Beato Antonio Rosmini

Pengaku Iman · 1797-1855

Antonio Rosmini lahir pada 24 Maret 1797 dari pasangan Pier Modesto dan Giovanna dei Conti Formenti di kota Rovereto, Trentino Italia. Ia menjalani pendidikan dasar di Trento lalu melanjutkan ke Universitas Padua di mana ia meraih gelar doktor di bidang Teologi dan Hukum Gereja.

Pada bulan Februari 1820 Antonio menemani saudara perempuannya, Margherita, pergi ke Verona dimana mereka bertemu dengan Beata Maddalena di Canossa pendiri Konggregassi Suster Puteri Kasih atau Konggregasi suster Canossian. Beata Maddalena mengajak Antonio bergabung untuk ikut mendirikan Konggregassi imam Canossian yang saat itu tengah dirintis, namun dengan sopan pemuda bergelar Doktor ini menolak.

Pada tanggal 21 April 1821 Antonio ditahbiskan menjadi imam di Chioggia, Italia. Pada tahun 1823 ia diketahui melakukan perjalanan ke Roma bersama Uskup Agung Venesia, untuk sebuah audiensi pribadi dengan Paus Pius VII. Dalam audiensi itu, Paus mendorong mereka untuk melakukan reformasi di bidang filsafat.

Di tahun 1826 Antonio pergi ke Milan untuk melanjutkan penelitian dan menerbitkan hasil studi filsafatnya. Dia adalah seorang penulis produktif yang menulis tentang banyak hal, termasuk tentang Sifat Jiwa Manusia, Etika, Hubungan Antara Gereja dan Negara, Filsafat Hukum, Metafisika, Rahmat, Dosa asal, Sakramen dan Pendidikan. Dua bukunya kelak diterbitkan pada tahun 1829 ("Maxims of Christian Perfection" dan "Origin of Ideas") dan mendapat banyak pujian dari para Sarjana dimasa itu.

Pada tahun 1827 Antonio Rosmini yang masih berada di Milan bertemu dengan Abbé Loewenbruck yang mengajaknya untuk mendirikan sebuah Institusi Religius yang akan mempromosikan Pendidikan dan Spiritualitas yang lebih baik bagi para imam. Pater Antonio dapat merasakan tuntunan Roh Kudus untuk melalui permintaan ini. Ia pun memutuskan untuk bergabung. Namun, karena percaya penuh bahwa Tuhan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan, Antonio tidak pernah mengajak siapa pun untuk bergabung dengan Komunitas Religius yang akan didirikan. Ada dua atau tiga orang yang telah mengenalnya dengan baik yang kemudian bergabung atas keinginan mereka sendiri. Tiga orang anggota perdana Institute of Charity (atau dalam bahasa Latin : Societas a charitate nuncupata, disingkat : I.C.) ini mulai menjalani hidup sesuai Aturan Dasar yang ditulis oleh Antonio Rosmini.

Paus Pius VIII, yang terpilih pada bulan Maret 1829, memanggilnya ke Roma untuk sebuah audiensi. "Anakku Antonio," kata Sri Paus, "Jika kamu berpikir untuk mulai dengan sesuatu yang kecil, dan menyerahkan sisanya kepada Tuhan, kami dengan senang hati menyetujuinya; namun tidak demikian jika kamu berpikir untuk memulai dalam skala besar." Dengan menundukkan muka Antonio menjawab bahwa ia berupaya untuk mengawali karyanya dengan kerendahan hati. Ketika kembali ke Milan, Antonio mulai bekerja keras mengembangkan Institusi yang didirikannya.

Pada tahun 1832, para Rosminian mulai menyebar ke Italia Utara dan pada tahun 1835 biara Rosminian pertama di Inggris didirikan. Masyarakat Inggris menyambut baik para Rosminian karena pola hidup mereka yang kudus. Mereka mempromosikan dan mempraktekkan “Quarantore” (Devosi 40 Jam tanpa jeda di hadapan Sakramen Maha Kudus) dengan penuh disiplin, mempromosikan penggunaan Skapulir, Novena, Prosesi publik dan merayakan bulan Mei sabagai bulan Devosi pada Bunda Maria.

Institute of Charity mendapat pengukuhan resmi dari Paus Gregorius XVI pada tanggal 20 Desember 1838. Pada tanggal 20 September 1839 Antonio Rosmini diangkat menjadi Superior Jenderal Rosminian seumur hidup.

Antonio Rosmini tutup usia pada tanggal 1 Juli 1855 dalam usia 85 tahun. Institusi yang didirikannya saat ini telah menyebar dan berkarya di berbagai negara seperti di New zealand, Irlandia, Amerika Serikat, Africa Timur, Venezuela dan India. (qq)

Arti nama

Antonio = Ejaan Italia untuk Nama Latin : Anthonius

"Mungkin" diturunkan dari bahasa Yunani ανθος (anthos) yang berarti "Bunga"

Santo Antonio Galvão

Pengaku Iman · 1739-1822

Santo Antonio de Santa Anna Galvão adalah putra kelahiran Brasil pertama yang dibeatifikasi dan di kanonisasi oleh Gereja Katolik Roma. Ia adalah seorang biarawan Fransiskan, seorang mistikus, seorang pendoa dan seorang penyembuh yang luar biasa.

Masa kecil dan menjadi imam

Antonio Galvão de França lahir pada tahun 1739 di Guaratinguetá, São Paulo Brasil dalam sebuah keluarga katolik yang sangat religius. Ayahnya, yang juga bernama Antonio Galvão de França, adalah seorang pedagang dan seorang awam Fransiskan (anggota Ordo Ketiga Fransiskan) yang sangat terkenal karena kemurahan hatinya. Ibunya, Izabel Leite de Barros, juga dikenal karena ringan-tangan dan murah hati. Bahkan, ketika Izabel meninggal, tak satu pun dari pakaiannya yang dapat ditemukan karena ia telah membagi-bagikannya pada orang miskin.

Ketika Antonio berusia 13 tahun ayahnya mengirimnya ke Seminari Serikat Jesus di kota Belem. Anthony belajar bersama para Jesuit disana selama beberapa tahun, lalu pindah ke sebuah seminari dari Ordo Fransiskan karena tertarik pada spiritualitas Fransiskan. Antonio diterima masuk novisiat Fransiskan di Biara St.Bonaventura Rio de Janeiro pada tanggal 15 April 1760, saat ia baru berusia 21 tahun. Sepanjang masa novisiat, Frater Antonio sudah dikenal karena kesalehan, semangat spritual dan keteladanannya.

Antonio ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1762. Selanjutnya ia dikirim ke Biara St.Fransiskus di São Paulo, untuk melanjutkan studinya dalam bidang teologi dan filsafat. Setelah tamat, pada 1768 ia ditugaskan untuk menjadi seorang pengkotbah, bapa pengakuan dan juga portir biara.

Mendirikan "Recolhimento"

Pada 1769-1770 Pater Anthony Galvão menjadi sebagai bapa pengakuan untuk para anggota "Recolhimento" (Rumah Ret-ret) St.Teresa di São Paulo. Di sini ia bertemu dengan suter Helena Maria, seorang biarawati kudus yang mengaku memperoleh penglihatan dan pesan dari Yesus yang memintanya untuk mendirikan kelompok "Recolhimento" yang baru. Pater Galvão, sebagai bapa pengakuannya, mempelajari pesan-pesannya ini seraya berkonsultasi dengan pembesar biaranya dan para imam yang ditunjuk gereja untuk menangani hal-hal supranatural seperti ini.

Pada tanggal 2 Februari 1774 Pater Antonio Galvão dan Suster Helena Maria bersama-sama mendirikan Recolhimento “Our Lady of the Conception of Divine Providence” (Rumah ret-ret Maria Dikandung Tanpa Noda dan Penyelenggaraan Ilahi atau yang sekarang dikenal dengan nama “Biara sumber Terang”), yang juga menjadi sebuah rumah biara bagi para wanita yang ingin menjalani kehidupan religius. Setahun kemudian, setelah kematian mendadak Sr.Helena pada tanggal 23 Februari 1775, pater Galvão terpaksa harus menjadi pemimpin dari institusi yang baru seumur jagung ini. Dan jabatan ini ia laksanakan dengan penuh dedikasi dan semangat pengabdian yang tulus sepanjang hidupnya.

Kerja keras pater Antonio membuahkan hasil yang sangat menggembirakan. Recolhimento yang didirikannya terus berkembang, dan Jumlah panggilan terus meningkat hingga dibutuhkan untuk membangun rumah ret-ret yang baru. Selama 28 tahun kemudian Pater Antonio berusaha mengembangkan Recolhimento dan membangun gereja yang kemudian baru dapat terselesaikan dan diresmikan pada tanggal 15 Agustus 1802.

Pil Kertas Ajaib

Pater Galvão adalah seorang mistikus, seorang dan pendoa dan seorang penyembuh yang luar biasa. Banyak mujizat penyembuhan dan fenomena mistik yang dikaitkan dengannya seperti telepati, penglihatan dan levitasi. Dia pernah dilaporkan berada di dua tempat yang berbeda pada saat yang sama untuk merawat orang sakit atau sekarat yang meminta bantuannya.

Banyak orang sakit datang kepada pater Galvão untuk berdoa bersama memohon penyembuhan Ilahi atas penyakit yang diderita dan juga untuk meminta “Pil Kertas” ajaib darinya. Pater Galvão sangat terkenal dengan Pil kertas ajaib yang dibuatnya karena memiliki daya penyembuhan Ilahi yang luar biasa. Dikala ia sedang tenggelam dalam devosinya yang khusuk kepada bunda Maria dalam “Little Office of Our Lady”; pater Galvão biasanya akan menuliskan sebuah doa dalam bahasa Latin diatas selembar kertas yang sangat kecil, menggulungnya seperti sebuah pil, lalu memberkatinya dan memberikannya kepada orang-orang sakit atau kepada mereka yang membutuhkannya.

Ia pernah memberikan pil kertas ini untuk seorang wanita muda yang sangat menderita akibat sakit batu ginjal yang dideritanya. Nyeri pada pinggang wanita tersebut segera berhenti setelah meminum pil kertas Pater Galvão dan sakit batu ginjalnya berangsur-angsur sembuh. Pada kesempatan lain, pater Galvão memberikan pil kertasnya kepada seorang wanita yang susah melahirkan. Setelah meminum pil kertas ajaibnya, ibu tersebut dapat melahirkan dengan lancar tanpa komplikasi lebih lanjut.

Kisah keajaiban pil kertas ini segera menyebar, sampai pater Galvão harus mengajarkan cara pembuatan pil kertas ini kepada para suster di Recollect agar mereka dapat menyediakannya bagi setiap umat beriman yang memintanya. Sampai saat ini para suster di Recolhimento tetap membagi-bagikan pil kertas ini secara gratis kepada sekitar 300 umat yang datang memintanya pada setiap hari.

Pil kertas ajaib inilah yang di kemudian hari, hampir dua abad setelah kematiannya, menghantar pater Galvão sebagai seorang santo. Gereja memilih dua mujizat yang dialami oleh Sandra Grossi de Almeida dan Daniella Cristina da Silva sebagai mukjizat yang terbukti dilakukan melalui perantaraan Santo Antonio Galvão sebagai syarat kanonisasinya.

Sandra Grossi de Almeida adalah seorang ibu dengan malformasi uterus (Kelainan dengan Dua Rahim atau Double Uterus) yang seharusnya membuat ia mustahil untuk dapat mengandung jabang bayi didalam rahimnya selama lebih dari empat bulan. Berkat meminum sebuah pil kertas pater Galvão, dan dengan doa yang penuh iman; ia akhirnya dapat mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Enzo.

Pada tahun 1990, Daniella Cristina da Silva, seorang gadis berusia empat tahun yang menderita sakit hepatitis dan telah divonis dokter tidak dapat disembuhkan; menjadi sembuh setelah meminum pil kertas Galvão.

Pil kertas Santo Galvão kini disertifikasi oleh Gereja sebagai sebuah sarana penyembuhan Ilahi.

Tutup Usia

Pada tahun 1781 Pater Galvão diangkat guru pemula di Rio de Janeiro, lalu pada tahun 1798 diangkat menjadi pemimpin biara Santo Fransiskus di São Paulo. Tahun 1811 pater Galvão mendirikan lagi sebuah biara, yaitu Biara Santa Klara di Sorocaba, São Paulo.

Di masa tuanya, ia memperoleh izin dari Uskup dan wali untuk tinggal di Recolhimento da Luz. Ia tetap tinggal disana sampai tutup usia dengan tenang pada tanggal 23 Desember 1822.
Santo Anthonio Galvão de Santa Anna dikuburkan di Gereja dalam Recolhimento yang didirikannya. Makamnya sampai saat ini terus menjadi tujuan bagi ziarah yang populer bagi umat beriman di Brazil dan Amerika Selatan.

Beato dan Santo pertama dari Brazil

Pada tanggal 25 Oktober 1998, pater Anthonio Galvão de Santa Anna menjadi orang kelahiran Brasil pertama yang dibeatifikasi oleh Vatikan, setelah ia dinyatakan sebagai Venerabilis setahun sebelumnya, pada tanggal 8 Maret 1997. Pada tanggal 11 Mei 2007, ia menjadi orang kelahiran Brasil pertama dikanonisasi oleh Gereja Katolik Roma. Santo Galvão adalah orang suci pertama yang dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI dalam sebuah upacara yang diadakan di luar Kota Vatikan. Pemaklumannya sebagai orang suci datang setelah Gereja Katolik menetapkan dua keajaiban telah terjadi melalui perantaraannya, yaitu mujizat yang dialami oleh Sandra Grossi de Almeida dan Daniella Cristina da Silva.

Arti nama

Nama Antonio mungkin diturunkan dari bahasa Yunani ανθος (anthos) yang berarti "Bunga"

Santo Servulus

Pengaku Iman

Karena tertimpa sesuatu penyakit, sekujur tubuh Servulus menjadi lumpuh. Ia tidak dapat duduk atau berdiri tegak, bahkan menggerakkan tangannya pun ia tidak mampu. Setiap hari ibu dan kakaknya membaringkan dia di pintu gerbang gereja Santo Klemens di Roma. Di situ ia menantikan belaskasih orang-orang yang lewat di pintu gerbang itu. Salah satu keunggulan Servulus ialah ia dengan senang hati menyisihkan sedikit uang dari pendapatannya untuk teman-temannya yang senasib dengannya. Banyak orang kagum akan kesabaran dan ketabahannya dalam menanggung beban penderitaannya.

Servulus pasrah kepada Tuhan. Dalam kemalangannya itu ia tidak lupa berdoa dan bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah diterimanya dari belaskasih begitu banyak orang. Keadaan hina serta penderitaannya menjadi berkat dan sumber keselamatan serta sarana mencapai kesucian hidup. Ketika mendekati ajalnya, si pengemis itu memohon teman-temannya untuk berdoa dan menyanyikan Mazmur baginya. Ia meninggal dunia pada tahun 590.

Santo Yohanes Kansius

Pengaku Iman · 1390-1473

Yohanes Kansius adalah seorang pemuda kota yang berjiwa besar di kota dan Universitas Krakow, Polandia. Ia lahir di Kanty, Polandia pada tahun 1390. Ia bercita-cita menjadi imam. Oleh karena itu, semasa mudanya ia belajar filsafat dan teologi di Krakow. Di sekolah ia terkenal cerdas dan brilian sehingga dengan mudah menyelesaikan studinya dengan menyandang gelar doktor. Ia kemudian ditahbiskan menjadi imam, dan diangkat menjadi profesor Kitab Suci dan Teologi. Ia disukai semua mahasiswa karena caranya mengajar yang sangat memikat dan mendalam serta cara hidupnya yang sesuai dengan apa yang ia ajarkan. Ia dikenal sebagai seorang-mahaguru yang murah hati dan gemar menolong para miskin dan mahasiswanya. Setelah ditahbiskan menjadi imam ia terus belajar untuk memperdalam ilmunya. Perayaan Ekaristi harian yang dirayakannya dimaksudkan untuk memulihkan ke agungan Tuhan yang disepelekan baik oleh perbuatannya sendiri maupun perbuatan sesamanya. Ia mempersembahkan dirinya sebagai pepulih dosa-dosa manusia demi keselamatan jiwa-jiwa. Dalam pada itu, ia menaruh devosi istimewa kepada Kristus yang bersengsara. Ia rajin merenungkan makna kesengsaraan Kristus bagi keselamatan manusia.

Kebaikan dan kehebatannya menimbulkan iri dan pertentangan dengan rekan profesor lainnya sehingga ia terpaksa dipindahkan ke Olkusz sebagai pastor paroki. Sebagai pastor paroki, Yohanes ternyata seorang pastor yang bijaksana dan rendah hati. Ia disenangi umatnya. Ia senantiasa berhati-hati sekali di dalam melaksanakan tugasnya sebagai gembala umat, karena ia sadar bahwa apa yang dipandangnya baik bagi umat tidak selamanya berkenan di hati umat dan menjawabi kebutuhan umat. Akan tetapi kerendahan hati dan kelemah-lembutannya akhirnya toh dapat menarik simpatik umatnya. Setelah berkarya beberapa lama di Olkusz ia dengan berat hati meninggalkan umatnya karena dipanggil kembali ke Krakow untuk mengajar Kitab Suci. Tugas ini diembannya sampai akhir hidupnya.

Yohanes Kansius, seorang imam yang serius dalam menjalankan tugasnya namun ia tetap rendah hati; kebaikan hatinya dikenal oleh semua umat di kota Krakow terutama mereka yang miskin dan malang yang mengalami berbagai kesulitan hidup. Ia membantu orang-orang itu dengan harta dan uangnya. Untuk kebutuhan-kebutuhannya sendiri ia menyisihkan hanya sejumlah kecil uang. Jam tidurnya hanya sedikit dan di lantai saja. Makanannya pun sangat sederhana tanpa lauk-pauk. Cintanya yang besar kepada Kristus tersalib mendorong dia beberapa kali berziarah ke Yerusalem untuk menyaksikan langsung jalan sengsara yang dilalui Yesus sewaktu memikul salib-Nya menuju Golgotha. Ia dengan penuh semangat mewartakan Injil kepada bangsa Turki dengan harapan menjadi martir di tangan bangsa Turki yang Islam itu. Dalam ziarah-ziarah itu biasanya ia memikul sendiri bebannya. Apabila ia ditegur dan dinasehati oleh atasannya agar memperhatikan kesehatannya, ia dengan tenang menjawab: "Hidup kita adalah dalam tangan Tuhan. Lihat saja pada para rahib yang hidup di padang gurun dengan matiraga dan puasa yang keras; namun mereka itu justru berumur panjang."

Yohanes Kansius menanggung beban derita batin yang luar biasa karena kebencian orang lain, namun ia tenang saja menghadapi semuanya itu, malah dengan tekun bermatiraga dan berpuasa. Beberapa kali ia pergi ke Roma untuk bertemu dengan Sri Paus. Ada suatu kejadian kecil yang dialaminya dalam suatu perjalanannya ke Roma. Dari kejadian itu dapat kita membayangkan kebaikan dan kemurahan hatinya: "Pada suatu perjalanannya ke Roma ia disergap dan ditodong oleh beberapa orang perampok. Mereka meminta dari padariya uang atau emas. Dengan tenang ia mengatakan kepada perampok-perampok itu bahwa ia tidak punya apa-apa selain pakaian yang dikenakannya. Lalu ia melanjutkan perjalanannya tanpa memberi apa-apa kepada perampok-perampok itu. Tetapi tak seberapa jauh dari penjahat-penjahat itu, teringatlah dia bahwa di dalam saku mantelnya ada sebutir emas. Maka ia segera kembali mendapatkan perampok-perampok itu untuk menyerahkan emas itu kepada mereka. Perampok-perampok itu begitu malu dan tidak bersedia menerima emas yang disodorkan Yohanes. Mereka lalu membiarkan dia melanjutkan perjalanannya. Banyak sekali tanda heran yang terjadi atas namanya baik sebelum maupun sesudah kematiannya pada malam Natal 1473.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari