Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu II Adven

Rabu, 9 Desember 2037· Merah · Pekan Psalterium II
9 Desember 2037

Bacaan Misa

Rabu II Adven
Bacaan Pertama

Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Mazmur Tanggapan

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

Bacaan Injil

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Invitatorium

Rabu II Adven

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Rabu II Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Sabda yang luhur, Engkau datang,
terang yang terbit dari Bapa,
yang lahir untuk menolong dunia
pada perjalanan waktu yang menurun:

Terangilah kini hati kami
dan bakarlah dengan cinta-Mu;
oleh warta yang telah kami dengar
semoga akhirnya terusir segala yang menyesatkan.

Dan bila kelak Engkau hadir sebagai Hakim
untuk menyelidiki perbuatan hati,
membalas setimpal segala yang tersembunyi
dan memberi kerajaan kepada orang benar atas kebaikannya,

Janganlah akhirnya kami disesakkan oleh hukuman
menurut beratnya kesalahan,
melainkan bersama para kudus
jadilah kami warga surga untuk selamanya.

Kristus, Raja yang mahabaik,
bagi-Mu dan bagi Bapa kemuliaan,
bersama Roh Penghibur,
sepanjang segala abad. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Mazmur 38 (39)

Doa mendesak orang sakit

Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).

I
Aku berkata: “Aku akan menjaga jalanku

agar jangan aku berdosa dengan lidahku.

Aku akan mengekang bibirku

ketika orang fasik berdiri di hadapanku.”

Aku diam, sunyi dan tenang.

Kemakmurannya membangkitkan dukaku.
Hatiku terbakar di dalam diriku.

Melihatnya, api berkobar

dan lidahku meledak dalam ucapan:

“Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kepadaku akhirku,

betapa singkatnya panjang hari-hariku.

Kini aku tahu betapa singkatnya hidupku.
Engkau telah memberiku rentang hari yang singkat;

hidupku tak berarti di mata-Mu.

Hanya hembusan napas, orang yang berdiri begitu teguh,

hanya bayangan, orang yang lewat,

hanya hembusan napas, kekayaan yang ia timbun,

tidak tahu siapa yang akan memilikinya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

II
Dan sekarang, Tuhan, apa yang harus kutunggu?

Pada-Mu terletak semua harapanku.

Bebaskan aku dari segala dosaku,

jangan jadikan aku ejekan orang bodoh.

Aku diam, tidak membuka bibirku,

karena ini semua adalah perbuatan-Mu.
Singkirkan cambuk-Mu dariku.

Aku hancur oleh pukulan tangan-Mu.

Engkau menghukum dosa manusia dan mengoreksinya;

seperti ngengat Engkau melahap semua yang ia hargai.

Manusia fana tidak lebih dari hembusan napas;

Ya Tuhan, dengarkan doaku.
Ya Tuhan, condongkan telinga-Mu pada tangisanku.

Jangan tuli terhadap air mataku.

Di rumah-Mu aku adalah tamu yang lewat,

seorang musafir, seperti semua bapakku.

Palingkanlah pandangan-Mu agar aku dapat bernapas lagi,

sebelum aku pergi untuk tidak ada lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Melalui Putra-Mu Engkau mengajar kami, Bapa, untuk tidak takut akan hari esok tetapi menyerahkan hidup kami kepada pemeliharaan-Mu. Janganlah menahan Roh-Mu dari kami tetapi bantulah kami menemukan kehidupan damai setelah hari-hari kesusahan ini.

AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Mazmur 51 (52)

Melawan pemfitnah

Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).

Mengapa engkau bermegah akan kejahatanmu,

hai juara kejahatan,

merencanakan kehancuran sepanjang hari,

lidahmu seperti pisau yang diasah,

hai ahli tipu daya?
Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan;

kebohongan daripada kebenaran.

Engkau mencintai perkataan yang merusak,

hai lidah penipu.
Karena ini Allah akan menghancurkanmu

dan menyingkirkanmu selamanya.

Ia akan mencabutmu dari kemahmu dan mencabutmu

dari tanah orang hidup.
Orang benar akan melihat dan takut.

Mereka akan tertawa dan berkata:

“Jadi inilah orang yang menolak

untuk menjadikan Allah sebagai bentengnya,

tetapi percaya pada kebesaran kekayaannya

dan menjadi berkuasa oleh kejahatannya.”
Tetapi aku seperti pohon zaitun yang tumbuh

di rumah Allah.

Aku percaya pada kebaikan Allah

selama-lamanya.
Aku akan bersyukur kepada-Mu selamanya;

karena ini adalah perbuatan-Mu.

Aku akan menyatakan bahwa nama-Mu baik,

di hadapan sahabat-sahabat-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, Engkau memotong cabang yang tidak berbuah untuk dibakar dan memangkas yang subur agar menghasilkan lebih banyak buah. Jadikanlah kami tumbuh seperti pohon zaitun yang berbuah lebat di wilayah-Mu, berakar kuat dalam kuasa dan belas kasihan Putra-Mu, agar Engkau dapat mengumpulkan dari kami buah yang layak untuk hidup abadi.

AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ya Tuhan, Allah kami, pulihkanlah kami.

℟ Dan tunjukkanlah wajah-Mu, maka kami akan selamat.
Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

Yes 25:6-26:6

Perjamuan Allah. Nyanyian orang-orang yang ditebus
Tuhan semesta alam akan menyediakan
bagi segala bangsa di gunung ini
perjamuan dengan masakan yang berlemak,
perjamuan dengan anggur yang tua,
masakan berlemak yang bersumsum,
anggur tua yang disaring.
Di gunung ini Ia akan mengoyakkan
kain perkabungan yang menudungi segala bangsa
dan selubung yang terbentang di atas segala suku bangsa.
Ia akan meniadakan maut untuk selama-lamanya,
dan Tuhan Allah akan menghapus air mata dari setiap wajah,
dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi,
sebab Tuhan telah mengatakannya.

Pada hari itu orang akan berkata: “Lihatlah, inilah Allah kita,
kita telah menantikan Dia, supaya Ia menyelamatkan kita;
inilah Tuhan, kita telah menanti-nantikan Dia:
marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena keselamatan-Nya.
Sebab tangan Tuhan akan berdiam di gunung ini.”
Tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya,
seperti jerami diinjak-injak dalam lubang kotoran;
ia akan merentangkan tangannya di tengah-tengahnya,
seperti perenang merentangkan tangan untuk berenang;
tetapi kecongkakannya akan direndahkan
bersama dengan sepak terjang tangannya.
Benteng tembokmu yang kukuh dirobohkan-Nya,
dijatuhkan dan dicampakkan ke tanah sampai ke debu.

Pada hari itu nyanyian ini akan dinyanyikan
di tanah Yehuda:
“Kota yang kuat ada pada kita untuk keselamatan;
Ia memasang tembok dan benteng.
Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar,
yang tetap setia.
Hatinya teguh;
Engkau memelihara damai sejahtera,
sebab ia percaya kepada-Mu.
Percayalah kepada Tuhan untuk selama-lamanya,
Tuhanlah gunung batu yang kekal.
Sebab Ia telah menjatuhkan penghuni tempat tinggi,
kota yang menjulang direndahkan-Nya;
direndahkan-Nya sampai ke tanah,
dicampakkan-Nya sampai ke debu.
Kaki akan menginjak-injaknya, kaki orang-orang miskin,
langkah orang-orang melarat.”

Responsorium Why 21:3; Yes 25:8

Aku mendengar suara yang nyaring dari takhta berkata: Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia, dan Ia akan diam bersama mereka:

℟ Mereka akan menjadi umat-Nya, dan Allah sendiri akan ada bersama mereka sebagai Allah mereka.
Tuhan Allah akan meniadakan maut untuk selama-lamanya, dan akan menghapus air mata dari setiap wajah.

℟ Mereka akan menjadi umat-Nya, dan Allah sendiri akan ada bersama mereka sebagai Allah mereka.
Bacaan Kedua

Dari Uraian Santo Agustinus, uskup, tentang Mazmur

(In ps. 109, 1-3: CCL 40, 1601-1603)

Janji-janji Allah diberikan kepada kita melalui Putra
Allah telah menetapkan waktu bagi janji-janji-Nya, dan waktu bagi penggenapan apa yang dijanjikan-Nya.

Masa janji berlangsung dari zaman para nabi sampai Yohanes Pembaptis; sedangkan dari dia dan seterusnya sampai akhir zaman adalah masa penggenapan apa yang telah dijanjikan.

Setialah Allah, yang telah menjadikan diri-Nya berutang kepada kita, bukan karena menerima sesuatu dari kita, melainkan karena menjanjikan begitu banyak kepada kita. Janji saja belum cukup; Ia mau terikat juga dengan tulisan, seolah-olah membuat surat perjanjian tertulis dengan kita tentang janji-janji-Nya; supaya, ketika Ia mulai melunasi apa yang dijanjikan-Nya, kita dapat melihat dalam tulisan janji-janji itu urutan pelunasannya. Maka masa nubuat, seperti sudah sering kita katakan, adalah pemberitahuan akan janji-janji.

Ia telah menjanjikan keselamatan kekal, hidup bahagia bersama para malaikat tanpa akhir, warisan yang tidak dapat layu, kemuliaan abadi, kemanisan wajah-Nya, rumah kekudusan-Nya di surga, dan sesudah kebangkitan dari antara orang mati tidak ada lagi ketakutan akan mati. Inilah janji-Nya yang terakhir, tujuan seluruh usaha kita berlari; bila kita telah sampai ke sana, kita tidak akan mencari apa-apa lagi, tidak menuntut apa-apa lagi. Tetapi dengan urutan bagaimana orang sampai kepada apa yang akan terjadi pada akhirnya, hal ini pun tidak didiamkan-Nya dalam janji dan pemberitahuan-Nya.

Sebab Ia telah menjanjikan keilahian kepada manusia, kebakaan kepada yang fana, pembenaran kepada orang berdosa, pemuliaan kepada yang hina.

Namun, saudara-saudara, karena bagi manusia tampak tak terpercaya apa yang dijanjikan Allah, yaitu bahwa dari kefanaan, kebinasaan, kehinaan, kelemahan, debu dan abu ini manusia akan menjadi setara dengan para malaikat Allah, maka Ia tidak hanya membuat tulisan dengan manusia supaya mereka percaya, tetapi juga menetapkan seorang pengantara bagi kesetiaan-Nya, bukan sembarang pangeran, atau sembarang malaikat atau malaikat agung, melainkan Putra-Nya yang tunggal: supaya melalui Putra-Nya sendiri Ia memperlihatkan dan menyediakan jalan yang akan dipakai-Nya untuk mengantar kita kepada tujuan yang dijanjikan-Nya itu.

Sebab bagi Allah belum cukup bila Ia menjadikan Putra-Nya penunjuk jalan; Ia menjadikan Dia sendiri jalan, supaya engkau berjalan melalui Dia yang memimpin engkau, dan yang berjalan melalui diri-Nya sendiri.

Maka Putra Allah yang tunggal akan datang kepada manusia, mengenakan kodrat manusia, dan melalui kodrat yang dikenakan-Nya itu menjadi manusia; Ia akan mati, bangkit, naik ke surga, duduk di sisi kanan Bapa, dan menggenapi di antara bangsa-bangsa apa yang dijanjikan-Nya; dan sesudah menggenapi janji-janji-Nya di antara bangsa-bangsa, Ia akan menggenapi juga ini, yaitu datang untuk menuntut apa yang telah dipinjamkan-Nya, memisahkan bejana-bejana murka dari bejana-bejana belas kasih, membalas kepada orang-orang fasik apa yang diancamkan-Nya, dan kepada orang-orang benar apa yang dijanjikan-Nya.

Maka semuanya ini harus dinubuatkan, harus diberitahukan lebih dahulu, harus dipercayakan sebagai yang akan datang, supaya kedatangan-Nya yang tiba-tiba tidak menimbulkan kengerian, melainkan dinantikan dengan iman.

Responsorium Mi 7:19; Kis 10:43

Allah kita akan kembali dan berbelas kasihan kepada kita;

℟ Ia akan menginjak-injak kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir laut.
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya menerima pengampunan dosa dalam nama-Nya.

℟ Ia akan menginjak-injak kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir laut.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, Engkau memerintahkan kami menyiapkan jalan bagi Kristus Tuhan; perkenankanlah dengan rela, supaya kami yang menantikan kehadiran Tabib surgawi yang menghibur tidak dilelahkan oleh kelemahan apa pun. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu II Adven

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Dengarkan suara Tuhan
Yang mengecam, kejahatan
Usirlah jauh impian
Serta karya kegelapan.

Bangunlah hati merana
Yang parah terluka dosa
Sebab Kristus bercahaya
Bersinar laksana surya.

Kristus datang bagai domba
Yang menghapus dosa kita
Mari mohon dengan tekun
Supaya diberi ampun.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*
aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.

Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
dan tiada hiburan bagiku.

Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*
apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.

Mataku tiada terpejamkan,*
aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.

Kupikirkan zaman yang lampau,*
tahun yang silam kukenang.

Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*
dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.

"Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*
dan tiada lagi bermurah hati?

Sudah habiskah kasih setiaNya selama-lamanya,*
sudah batalkah janjiNya yang turun-temurun?

Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*
ataukah Ia menutup kerahimanNya dengan kemurkaan?"

Sungguh inilah yang menikam hatiku,*
bahwa Allah merubah sikapNya.

Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*
karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

Segala karyaMu akan kurenungkan,*
akan kukenangkan segala perbuatanMu.

Ya Allah, kuduslah tindakanMu,*
dewa manakah seagung Allah kami?

Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*
Engkau menyatakan kuasaMu di antara bangsa-bangsa.

Dengan tangan kuat Kautebus umatMu,*
keturunan Yakub dan Yusuf.

Air laut melihat Engkau, ya Allah,+
melihat Engkau, lalu gemetar,*
bahkan samudera raya bergetar ketakutan.

Awan-awan mencurahkan air hujan,+
awan meledakkan guntur gemuruh,*
halilintar sambar-menyambar.

Deru gunturMu sabung-menyabung,+
kilapan kilat menyinari jagat,*
bumi gemetar dan berguncang.

JalanMu melalui laut, melalui air yang luas,*
rahasia karyaMu tak terselami.

Demikian umatMu Kaubimbing seperti kawanan domba,*
dengan perantaraan Musa dan Harun.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10

Hatiku bersukaria karena Tuhan,*
aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mengejek musuh,*
karena aku gembira atas pertolonganMu.

Tak ada orang sekudus Tuhan,*
tak ada wadas sekokoh Allah kita.

Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*
membualkan kata yang congkak-congkak.

Tuhan itu Allah yang mahatahu,*
bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!

Sudah patahlah busur para perkasa,*
dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*
orang kelaparan mengaso dari kerjanya.

Orang mandul melahirkan tujuh kali,*
tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.

Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*
menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*
Ia merendahkan dan meninggikan.

Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*
mengangkat dari persampahan orang miskin.

Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*
dan memberinya tempat kehormatan.

Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*
Ia menaruh daratan di atasnya.

Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihiNya,+
dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*
sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.

Tuhan menggentarkan para lawanNya,+
Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*
Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.

Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*
dan menguatkan orang yang diurapiNya.

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*
dan pulau-pulau bersukacita.

Awan kelam menyelubungi Tuhan,*
keadilan dan hukum tumpuan takhtaNya.

Api menjalar di hadapan Tuhan,*
menghanguskan para lawan di sekitarNya.

Halilintar menyinari jagat,*
bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*
di hadapan Tuhan semesta alam.

Langit mewartakan keadilan Tuhan,*
dan segala bangsa melihat kemuliaanNya.

Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.

Sion mendengarnya dan bersukacita,+
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena keputusanMu, ya Tuhan.

Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*
Engkau mahaagung di atas segala dewata.

Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+
sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihiNya,*
dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.

Terang terbit bagi orang benar,*
sukacita bagi orang yang tulus hati.

Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar,*
muliakan namaNya yang kudus.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Yes 7,14b-15)

Lihatlah, seorang gadis akan mengandung dan melahirkan. Anaknya akan diberi nama Imanuel; ia akan makan dadih dan madu, sampai tahu menolak kejahatan dan memilih kebaikan.

Lagu Singkat

℣.Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkaulah yang akan datang ke dunia.℟.Kasihanilah.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungIa akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungIa akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.

Doa Permohonan

Sabda Allah telah sudi hidup diantara kita, agar kita melihat kemuliaanNya. Karena pengharapan ini marilah kita berseru dengan gembira: ℟.

℟. Sertailah kami, ya Imanuel.

Raja yang adil dan jujur,* belalah hak kaum miskin dan orang tertindas. ℟.

Raja damai, Engkau mengubah pedang menjadi bajak, dan tombak menjadi sabit,* ubalah kedengkian kami menjadi kerukunan, dan kecurangan kami menjadi kelurusan. ℟.

Engkau tidak mengadili seturut pandangan mata,* selami hati nurani umat kepunyaanMu. ℟.

Pada saat Engkau datang di atas awan dengan kekuasaanMu yang agung,* himpunkanlah kami dihadapanMu tanpa noda. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan maha murah, kabulkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam kesusahan. Semoga PuteraMu menghibur kami dengan kedatanganNya, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu II Adven

RABU — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (IS 2, 11)

Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya Tuhan sajalah yang maha tinggi pada hari itu.

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu II Adven

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firmanMu,*
itulah kekayaan hatiku.

Aku memohon belaskasihanMu dengan segenap hati,*
kasihanilah aku sesuai dengan janjiMu.

Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*
dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Aku bergegas dan tidak berlambat,*
untuk memenuhi perintahMu.

Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*
tetapi hukumMu tidak pernah kulupakan.

Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepadaMu,*
karena hukum-hukumMu yang adil.

Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*
dengan orang yang menepati perintahMu.

Bumi penuh dengan kasih setiaMu, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I

Ya Allah, dengarkanlah doaku,*
jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.

Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*
aku mengembara dan menangis.

Aku cemas karena teriakan musuh,*
karena aniaya orang berdosa.

Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*
dan dengan geramnya memusuhi aku.

Hatiku gelisah di dalam dadaku,*
kengerian maut mendatangi aku.

Aku ketakutan dan gemetar,*
perasaan seram meliputi aku.

Kataku: "Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*
supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.

Aku ingin lari jauh-jauh,*
dan tinggal di padang gurun.

Aku akan mencari tempat perlindungan,*
terhadap angin ribut dan badai".

Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*
sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.

Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*
di dalam kota ada kelaliman dan bencana.

Kebinasaan merajalela dalam kota,*
lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II

Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*
masih dapat kuterima.

Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*
aku masih dapat menyembunyikan diri.

Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*
sahabat dan orang kepercayaanku;

dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*
bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.

Aku tetap berseru kepada Allah,*
Tuhan akan menyelamatkan daku.

Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*
dan Tuhan mendengarkan jeritanku.

Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*
sebab banyaklah mereka yang melawan daku.

Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*
Dialah hakim sejak sediakala.

Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*
dan tidak mau takut akan Allah.

Orang itu mengepalkan tangannya melawan sahabat,*
dan melanggar perjanjiannya.

Mulutnya licin melebihi mentega,*
tetapi hatinya merancangkan perang.

Kata-katanya lembut melebihi minyak,*
tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*
orang benar tidak dibiarkanNya goyah.

Tetapi orang-orang jahat,*
Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.

Para penumpah darah dan penipu,+
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
tetapi aku ini percaya kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat Ul 1,16-17a

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus kamu dengarkan tanpa memandang muka. Sebab kamu mengadili atas nama Allah.

℣.Ingatlah akan kami, ya Tuhan, demi kemurahanMu.℟.Datanglah menyelamatkan kami.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu II Adven

RABU — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Dn 9, 19)

Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu II Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus Ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka
Karna umatMu berdosa
Syukurlah Engkau berkenan
Melimpahkan pengampunan.

Pada kepenuhan masa
Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
sebab dari padaNyalah keselamatanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah,*
bersama-sama mencoba meruntuhkannya!

Seperti menyerang dinding yang miring,*
menggempur tembok yang mau roboh!

Rencana mereka tipuan belaka,*
mereka suka akan dusta.

Dengan mulut, mereka memberkati,*
tetapi dalam hati, mereka mengutuki.

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
dan padaNyalah segala harapanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*
Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Percayalah kepadaNya selalu, hai umatku,+
curahkanlah isi hatimu di hadapanNya,*
Dialah perlindungan kita.

Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*
kehampaan semata, anak-anak manusia.

Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*
berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.

Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*
jangan menggantungkan diri pada perampasan.

Apabila harta milikmu bertambah,*
janganlah hatimu melekat kepadanya.

Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*
Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Kor 1:4,5)

Janganlah menjatuhkan hukuman sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang akan menampilkan yang tersembunyi dalam kegelapan dan membuka isi hati setiap orang. Itulah saatnya kita menerima pujian dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.℟.Datanglah.℣.Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.℟.Ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Datanglah.

Antifon KidungHai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.

Doa Permohonan

Allah Bapa yang mengutus PuteraNya untuk membawa damai yang tak berkesudahan. Dengan rendah hati marilah kita memohon kepadaNya: ℟.

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Bapa yang kudus, perhatikanlah nasib GerejaMu,* datanglah, kunjungilah kebun anggur yang Kautanam sendiri. ℟.

Allah yang setia, ingatlah akan semua putera Abraham,* dan penuhilah janjiMu kepada leluhur mereka. ℟.

Allah yang mahamurah, pandanglah semua bangsa di dunia ini,* agar mereka menghormati Engkau karena belas kasihanMu. ℟.

Gembala kekal, kunjungilah kawanan dombaMu,* dan kumpulkanlah mereka semua di padang rumputMu. ℟.

Ingatlah juga, ya Tuhan, akan semua orang yang telah berpulang dalam damaiMu,* terimalah mereka dalam kemuliaan bersama dengan PuteraMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, dengarkanlah dengan rela doa umatMu. Kami bergembira karena kedatangan PuteraMu sebagai manusia lemah. Semoga kami, umatMu, kelak memperoleh kurnia hidup abadi karena kedatanganNya sebagai penguasa mulia. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa, dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Rabu II Adven

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santa Gorgonia

Pengaku Iman · wafat ± 374

Santa Gorgonia adalah saudari dari dua santo pada abad ke-4 di Asia Kecil yaitu Santo Gregorius dari Nazianz Muda, dan Santo Caesarius dari Nazianz. Mereka bertiga adalah putera-puteri dari pasangan suami isteri kudus; Santo Gregorius dari Nazianz Tua dan Santa Nonna.

Ia menikah dengan seorang pria yang berpengaruh di Pisidia, yang namanya kadang-kadang disebut Vitolian, kadang Meletius (sumber bervariasi). Santa Gorgonia dikatakan memiliki beberapa putra dan tiga putri. Dua kali dalam hidupnya Gorgonia secara ajaib sembuh dari sakit parah dengan hanya mengandalkan iman dan kekuatan doa.

Yang pertama adalah ketika ia terinjak-injak segerombolan bagal (hewan persilangan antara kuda dan Keledai) dan membuat tulang-tulangnya patah dan organ tubuhnya hancur. Santa Gorgonia menolak untuk memanggil dokter, karena saat itu tidak ada dokter wanita dan ia merasa tidak sopan bila diperiksa oleh dokter laki-laki. Menurut legenda, kesopanan-nya serta doa-doa yang ia daraskan setiap malam akhirnya membuat Gorgonia pulih kembali. Dilain kesempatan, Santa Gorgonia sembuh secara ajaib dari sakit kepala, demam, dan kelumpuhan melalui kekuatan doanya.

Santa Gorgonia tutup usia mendahului kedua orang tua dan saudara-saudaranya pada sekitar tahun 375. Misa pemakamannya dipimpin oleh Uskup Nazianz, kakaknya Santo Gregorius dari Nazianz Muda.

Arti nama

Gorgonia berasal dari kata Yunani kuno gorgós yang berarti : "Menakutkan"

Awalnya adalah nama sebuah figur dalam mitologi Yunani : Gorgon

Santo Fransiskus Antonius

Pengaku Iman

Fransiskus Antonius lahir di Lucera, Apulia, Italia pada tahun 1681. Nama kecilnya ialah Antonius Yohanes Nikolas dan dipanggil dengan nama Yohanie. Ayahnya, Fasani, seorang petani miskin di daerah itu. Tatkala Yohanie berusia 10 tahun, ayahnya meninggal dunia. Dengan itu ia tidak begitu dalam mengalami pendidikan dan kehangatan cinta seorang ayah di dalam keluarga. Namun hal itu dialaminya kembali ketika ibunya menikah lagi dengan seorang petani di situ. Ayah tirinya sangat baik hati dan mendidiknya sungguh-sungguh seperti anak kandungnya sendiri. Atas bimbingan ayah tirinya, Yohanie dapat berkembang baik dan kemudian masuk sekolah dasar di Lucera. Setelah menamatkan studinya Yohanie masuk biara di Lucera atas kehendaknya sendiri yang direstui kedua orangtuanya.

Pada usia 15 tahun ia sudah mengenakan jubah novisiat dan tinggal di kota Monte Gargano. Pada tahun 1707 ia ditahbiskan menjadi imam di kota Asisi. Kemungkinan pada waktu itulah ia mengambil nama 'Fransiskus Antonius'. Setelah menjadi imam ia masih melanjutkan studinya dalam bidang filsafat. Berkat ketekunan dan kecerdasannya maka dalam waktu singkat ia dapat menyelesaikan pelajarannya. Selanjutnya ia menjabat dosen filsafat di Kolese Lucera, sambil berkarya melayani umat. Ia giat berkotbah demi pengembangan iman umatnya dan rekan sebiaranya.

Masa tuanya dihabiskan di Lucera. Keberhasilan hidupnya tidak terletak pada jabatannya sebagai dosen yang terkenal, tetapi karena cinta kasih dan pelayanannya yang tulus. kepada umatnya. Ia pun sering berkotbah di Apulia. Dengan aktif ia mengumpulkan dana bagi kaum miskin dan menghibur para tahanan yang menghadapi hukuman mati. Meskipun berbagai kesibukannya, ia tetap menyediakan waktu untuk menerima orang-orang yang datang untuk meminta nasehatnya. Umatnya sungguh mencintai dia: menerima dia apa adanya, kebaikan dan kekurangannya. Fransiskus sering mengajak umatnya untuk berdoa rosario bersama, berziarah dan mengadakan novena. Ia wafat pada tahun 1742.

Santo Juan Diego

Pengaku Iman · 1474-1548

Juan Diego adalah orang Kudus pertama yang berasal dari kalangan seorang pribumi Amerika (Indian) di Meksiko. Ia terlahir dengan nama Cuauhtlatoatzin pada tanggal 12 Juli 1474 dari klan Chichimeca Suku Indian Aztec.

Cuauhtlatoatzin berusia 47 tahun ketika bangsa Spanyol datang di Amerika Selatan; Ia bersama dan istrinya menyambut para misionaris Fransiskan dan merupakan generasi pribumi Mexico pertama yang memberikan diri mereka untuk dibabtis. Dia mengambil nama Kristen Juan Diego sedangkan istrinya dibabtis dengan nama Maria Lucia. Kemudian, mereka pindah ke Tolpetlac agar lebih dekat dengan Tenochtitlan (Mexico City) dimana misi Katolik yang telah didirikan oleh para biarawan Fransiskan.

Menurut legenda, setelah mendengar khotbah para Fransiskan tentang kemurnian hidup, Juan Diego dan istrinya memutuskan untuk menjalani hidup suci dan selibat. Pada tahun 1529 Maria Lucia meninggal dunia. Juan diego sangat sedih namun ia tetap menerima kepergian istrinya sebagai sebuah berkat.

Setelah menduda, Juan semakin tenggelam dalam kehidupan rohani. Ia berdoa setiap hari. Setiap hari Sabtu dan Minggu; pagi-pagi sekali Juan Diego sudah terlihat berjalan kaki ke gereja. Dinginnya udara pagi tidak menyurutkan langkahnya untuk bertemu Tuhan. Walau hanya mengenakan kain tenun tradisional yang disebut tilma atau ayate, juan dengan penuh semangat menembus kabut yang pekat dan dinginnya udara pagi menuju ke Gereja.

Pada Sabtu pagi, 9 Desember 1531, Saat dalam perjalanan ke gereja, Juan mendengar suara burung bernyanyi di Tepeyac bukit dan seseorang memanggil namanya. Dia berlari ke atas bukit, dan ada melihat Seorang wanita yang sangat anggun dan dikelilingi oleh cahaya yang terang benderang. Wanita itu berbicara kepadanya dalam bahasa Indian Nahuatl, bahasa ibunya; meminta Juan Diego untuk memberitahu uskup Meksiko, seorang biarawan Fransiskan bernama Juan de Zumárraga, bahwa ia ingin agar sebuah Gereja dibangun di tempat di mana ia berdiri.

Menyadari bahwa yang sedang menampakkan diri adalah Santa Perawan Maria, dengan patuh Juan Diego pergi ke uskup seperti yang diperintahkan kepadanya. Tapi bapa uskup meragukan kesaksian Juan Diego dan mengatakan bahwa ia membutuhkan tanda. Juan Diego kembali ke bukit Tepeyac dan menjelaskan kepada Bunda Maria bahwa bapa uskup tidak percaya padanya. Juan juga meminta Bunda Maria untuk mengutus orang lain saja karena merasa bahwa dirinya tidak layak dipermuliakan dengan menerima tugas seperti ini. Namun Bunda maria mengatakan; yang paling penting ialah bahwa Diego berbicara kepada uskup atas namanya. Pada hari Minggu, Juan Diego melakukan seperti yang dikatakan oleh Bunda Maria; tapi sekali lagi bapa uskup yang berasal dari Castille Spanyol itu tidak percaya dan tetap meminta tanda. Kemudian pada hari itu, Bunda Maria berjanji pada Juan Diego bahwa dia akan memberinya tanda pada hari berikutnya.

Juan Diego kembali ke rumah malam itu lalu ia pergi menjenguk pamannya Juan Bernardino, dan menemukannya sedang sakit parah. Keesokan paginya Juan Diego memutuskan untuk tidak pergi ke bukit Tepeyac untuk bertemu dengan Bunda Maria, tetapi ia akan mencari seorang imam yang bisa memberikan Sakramen Minyak suci kepada pamannya yang sedang sekarat. Namun ketika ia mencoba untuk berjalan melingkar untuk menghindar dari gunung Tepeyac, Bunda Maria menahannya, dan mengatakan bahwa pamannya tidak akan mati. Bunda meminta Juan untuk untuk mendaki bukit dan mengumpulkan bunga-bunga yang ditemukan di sana. Saat itu bulan Desember, ketika biasanya bunga tidak akan mekar karena udara yang begitu dingin. Namun keajaiban terjadi. Dipuncak bukit itu Diego menemukan bunga-bunga mawar yang hanya tumbuh di wilayah Castille Spanyol, di bekas rumah uskup Zumárraga. Bunda Maria meminta Juan Diego untuk membawa mawar-mawar tersebut dengan hati-hati dalam lipatan baju tilmanya. Ia tidak boleh membukanya bagi siapa pun kecuali untuk uskup Zumárraga.

Dihadapan Sang Uskup; ketika Juan Diego membuka tilmanya; tampaklah bunga mawar Castille yang masih segar yang semerbak wanginya sangat akrab dengan bapa uskup karena mawar jenis tersebut banyak tumbuh di bekas rumahnya di Castille Spanyol. Juga secara ajaib, pada tilma Juan Diego tampaklah sebuah lukisan Bunda Maria yang kini menjadi ikon Bunda Maria dari Guadalupe. Mukjizat ini membuat bapa uskup segera jatuh berlutut. Dalam waktu dua minggu, Ia memerintahkan untuk mendirikan sebuah Gereja di tempat dimana Bunda Maria menampakkan diri; sesuai dengan pesan Bunda Maria melalui Juan Diego. Gereja tersebut saat ini dikenal dengan nama Basilica of Our Lady of Guadalupe Mexico City

Sesudah misi utama Juan selesai, dikatakan bahwa ia menjadi seorang pertapa. Ia melewatkan seluruh sisa hidupnya dengan berdoa dan bermatiraga. Gubugnya yang kecil terletak dekat kapel pertama yang dibangun di Bukit Tepeyac. Juan amat dikagumi. Para orangtua mendambakan agar anak-anak mereka kelak menjadi seperti Juan Diego. Juan merawat kapel dan menemui para peziarah yang mulai berdatangan ke sana untuk menghormati Bunda Maria dari Guadalupe. Ia akan menunjukkan kepada mereka tilma atau jubah yang menakjubkan dimana terlukis gambar Bunda Maria yang amat indah.

Paus Yohanes Paulus II menyatakan Juan Diego sebagai “beato” pada tanggal 9 April 1990. Paus secara pribadi mengunjungi Gereja Bunda Maria dari Guadalupe yang agung dan indah. Ia berdoa di sana bagi segenap rakyat Meksiko. Ia berdoa teristimewa bagi mereka yang wafat selama masa penganiayaan Gereja yang dahsyat yang terjadi pada awal abad. Ia juga berdoa bagi segenap peziarah yang datang mengunjungi gereja yang indah tersebut dengan iman yang begitu besar kepada Bunda Allah.

Pada tanggal 31 Juli 2002, di Basilika Santa Perawan Maria Guadalupe, Meksiko, paus yang sama memaklumkan Juan Diego sebagai “Santo”.

Arti nama

Juan : Bentuk Spanyol dari → Yohanes
Diego : berasal dari kata Latin Didacus, yang kemungkinan diambil dari kata Yunani διδαχη (didache) yang berarti : "Mengajarkan"

Santo Petrus Fourier

Pengaku Iman · 1565-1640

Pria berkebangsaan Prancis ini lahir pada tahun 1560. Pada waktu berumur 20 tahun ia melanjutkan studinya di biara imam-imam regulir sampai menjadi imam. Meskipun ia kadang-kadang terganggu oleh teman-temannya yang kurang disiplin, namun semua peraturan diikutinya dengan cermat. Tugas dan kewajibannya pun dikerjakan dengan sempurna.

Pada tahun 1597 ia ditugaskan di sebuah paroki yang sudah lama diterlantarkan. Dengan ramah dan sabar ia mulai membenahi kembali paroki itu. Kesederhanaan hidupnya dan kerendahan hatinya menggugah perhatian umat yang sudah lama merindukan kehadiran seorang gembala. Paroki yang hampir binasa itu mulai lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Umat mulai melakukan lagi kewajiban-kewajiban imannya dan kembali merayakan hari-hari Tuhan dan menerima sakramen-sakramen.

Pastor Petrus terkenal saleh. Ia mempunyai devosi yang besar kepada Santa Perawan Maria yang tak bernoda. Dalam hal ini umatnya turut pula meneladaninya. Kepentingan jasmani rakyat tak luput dari perhatiannya. Dengan bantuan beberapa orang ahli ia membuka bank tabungan, usaha asuransi dan suatu lembaga pengadilan untuk menyelesaikan perkara-perkara kecil secara damai.

Ia mendampingi Suster Beata Alix Leclerc dalam membina kongregasi baru yaitu Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria. Anggota kongregasi ini terdiri dari Suster-suster yang rela bekerja di luar biara di bidang pendidikan anak-anak. Dalam suatu penglihatan, Petrus menyaksikan banyak rumah biara dari kongregasi ini terbentang luas di suatu daerah. Makna penglihatan ini terwujud nyata di kemudian hari: kongregasi ini berkembang pesat sekali dan sebelum Petrus meninggal dunia, sudah terdapat 32 biara Kongregasi Santa Perawan Maria lengkap dengan sekolahnya.

Petrus Fourier diberi tugas memulihkan tata tertib di rumah-rumah tarekatnya dan akhirnya dipilih menjadi superior jenderal. Ia meninggal dunia pada tahun 1640.

Abel, Anak Adam dan Hawa

Abel adalah putera kedua Adam dan Hawa, dan adik Kain. Lain daripada kakaknya Kain yang menjadi petani, Abel dilukiskan sebagai seorang gembala yang dicintai Allah. Ia dibunuh oleh Kain. Kain merasa cemburu pada adiknya Abel karena Tuhan menolak persembahannya yang terdiri dari hasil kebun, dan menerima persembahan adiknya Abel berupa seekor anak domba dari kawanannya.

Dalam Perjanjian Baru, Abel digolongkan dalam bilangan orang-orang adil dari Perjanjian Lama (Mat 23:25; lYoh 3:12). Penulis surat Hibrani melukiskan Abel di samping mereka yang lainnya sebagai contoh orang beriman (Ibr 11:4). Kecuali itu dalam Kanon Misa Abel juga dipandang sebagai seorang yang benar.

Santo Yohanes Robertus

Martir · 1577-1610

Santo Yohanes Robertus dilahirkan pada tahun 1577 di Trawsfynydd, sebuah desa kecil di Snowdonia, Wales Utara. Ayahnya masih memiliki garis keturunan dari para raja Inggris, namun mereka hidup sangat sederhana sebagai seorang petani.

Masa itu adalah masa penganiayaan bagi Gereja Khatolik di seluruh wilayah Kerajaan Inggris. Jadi walau yohanes kecil sempat mendapat pendidikan iman katolik dari para biarawan, namun ia kemudian menerima pembabtisan Protestan. Jadi, sepeti katanya di kemudian hari, walau dibabtis sebagai seorang protestan, namun dalam hati ia senantiasa seorang Katolik.

Yohanes belajar di Universitas Oxford di Inggris selama beberapa waktu, kemudian ia pergi ke Perancis untuk bersenang-senang. Nyatanya, perjalanan ini memberinya lebih dari sekedar kesenangan. Di Paris, Perancis, ia malah meninggalkan kuliah hukumnya dan menjadi seorang Katolik. Sesudah itu, Yohanes tidak ingin setengah-setengah menjalani hidup sebagai seorang Katolik. Ia ingin menjadi seorang biarawan. Karena itu ia pergi ke Spanyol dan masuk biara Benediktin di Valladolid. Ia menjalani novisiat pada tahun 1598 di Biara Santo Martin di Compostela, Spanyol dan kemudian ditahbiskan sebagai seorang imam pada tahun 1600.

Sebagai seorang Inggris, pater Yohanes memiliki kerinduan yang besar untuk dapat berkarya di tanah kelahirannya; dimana saudara-saudaranya umat katolik hidup dalam penganiayaan dan membutuhkan pelayanan iman. Pada tanggal 26 Desember 1602, Yohanes Robertus bersama seorang rekan Benediktin berangkat menuju Inggris. Mereka tahu marabahaya yang akan menghadang namun mereka tidak gentar. Mereka tiba Inggis pada bulan April 1603 dan menyamar sebagai tentara; mengenakan topi bulu dan pedang di pinggang.

Ia berkarya siang malam demi memelihara iman umat yang menderita karena penganiayaan keji oleh Ratu Elizabeth. Beberapa kali ia tertangkap, dijebloskan ke dalam penjara dan dibuang, tetapi ia selalu kembali. Terakhir kali ditangkap, Pater Yohanes baru saja selesai merayakan Misa. Tak ada jalan untuk melarikan diri. Ketika ditanya, ia memaklumkan dengan gagah bahwa ia seorang imam dan bairawan. Ia menjelaskan bahwa ia datang ke Inggris untuk berkarya demi keselamatan umat. “Andai aku hidup lebih lama,” tambahnya, “aku akan terus melakukan apa yang sekarang aku lakukan.”

Yohanes Robertus diadili secara tidak adil dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan menjadi seorang Biarawan Katolik.

Malam sebelum pelaksanaan hukuman gantung, seorang perempuan Spanyol yang baik mengatur agar pater John diperbolehkan mengunjungi delapanbelas tahanan Katolik lainnya. Mereka juga menderita demi Kristus. Sepanjang makan malam bersama, St Yohanes dipenuhi sukacita. Lalu terpikir olehnya mungkin sebaiknya ia tidak mengungkapkan kebahagiaannya begitu rupa. “Apakah kau pikir aku memberikan teladan yang buruk dengan sukacitaku ini?” tanyanya kepada perempuan yang baik itu. “Tentu saja tidak,” jawabnya, “Pater tak dapat melakukan yang terlebih baik selain dari membiarkan semua orang melihat kegagah-beranian penuh sukacita yang Pater miliki sementara Pater menyongsong maut demi Kristus.”

Keesokan harinya Yohanes dihukum gantung. Khalayak ramai begitu terpesona oleh pribadi imam muda ini hingga mereka tak hendak membiarkan para algojo membuatnya menderita. St Yohanes Roberts wafat sebagai martir pada tanggal 10 Desember 1610.

Arti nama

Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari