Bacaan Misa
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 38 (39)
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 51 (52)
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Responsorium Why 21:3; Yes 25:8
Responsorium Mi 7:19; Kis 10:43
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
1Sam 2,1-10
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Bacaan Singkat (Yes 7,14b-15)
Lagu Singkat
Antifon KidungIa akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungIa akan duduk di takhta Daud dan akan memerintah selama-lamanya.
Doa Permohonan
Sabda Allah telah sudi hidup diantara kita, agar kita melihat kemuliaanNya. Karena pengharapan ini marilah kita berseru dengan gembira: ℟.
℟. Sertailah kami, ya Imanuel.
Raja yang adil dan jujur,* belalah hak kaum miskin dan orang tertindas. ℟.
Raja damai, Engkau mengubah pedang menjadi bajak, dan tombak menjadi sabit,* ubalah kedengkian kami menjadi kerukunan, dan kecurangan kami menjadi kelurusan. ℟.
Engkau tidak mengadili seturut pandangan mata,* selami hati nurani umat kepunyaanMu. ℟.
Pada saat Engkau datang di atas awan dengan kekuasaanMu yang agung,* himpunkanlah kami dihadapanMu tanpa noda. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (IS 2, 11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Mazmur 118 (119),57-64
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Bacaan singkat Ul 1,16-17a
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Dn 9, 19)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Mazmur 61 (62)
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Mazmur 66 (67)
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Kor 1:4,5)
Antifon KidungHai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungHai Sion, engkau akan dibaharui oleh Penyelamat yang datang padamu.
Doa Permohonan
Allah Bapa yang mengutus PuteraNya untuk membawa damai yang tak berkesudahan. Dengan rendah hati marilah kita memohon kepadaNya: ℟.
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Bapa yang kudus, perhatikanlah nasib GerejaMu,* datanglah, kunjungilah kebun anggur yang Kautanam sendiri. ℟.
Allah yang setia, ingatlah akan semua putera Abraham,* dan penuhilah janjiMu kepada leluhur mereka. ℟.
Allah yang mahamurah, pandanglah semua bangsa di dunia ini,* agar mereka menghormati Engkau karena belas kasihanMu. ℟.
Gembala kekal, kunjungilah kawanan dombaMu,* dan kumpulkanlah mereka semua di padang rumputMu. ℟.
Ingatlah juga, ya Tuhan, akan semua orang yang telah berpulang dalam damaiMu,* terimalah mereka dalam kemuliaan bersama dengan PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Gorgonia
Santa Gorgonia adalah saudari dari dua santo pada abad ke-4 di Asia Kecil yaitu Santo Gregorius dari Nazianz Muda, dan Santo Caesarius dari Nazianz. Mereka bertiga adalah putera-puteri dari pasangan suami isteri kudus; Santo Gregorius dari Nazianz Tua dan Santa Nonna.
Ia menikah dengan seorang pria yang berpengaruh di Pisidia, yang namanya kadang-kadang disebut Vitolian, kadang Meletius (sumber bervariasi). Santa Gorgonia dikatakan memiliki beberapa putra dan tiga putri. Dua kali dalam hidupnya Gorgonia secara ajaib sembuh dari sakit parah dengan hanya mengandalkan iman dan kekuatan doa.
Yang pertama adalah ketika ia terinjak-injak segerombolan bagal (hewan persilangan antara kuda dan Keledai) dan membuat tulang-tulangnya patah dan organ tubuhnya hancur. Santa Gorgonia menolak untuk memanggil dokter, karena saat itu tidak ada dokter wanita dan ia merasa tidak sopan bila diperiksa oleh dokter laki-laki. Menurut legenda, kesopanan-nya serta doa-doa yang ia daraskan setiap malam akhirnya membuat Gorgonia pulih kembali. Dilain kesempatan, Santa Gorgonia sembuh secara ajaib dari sakit kepala, demam, dan kelumpuhan melalui kekuatan doanya.
Santa Gorgonia tutup usia mendahului kedua orang tua dan saudara-saudaranya pada sekitar tahun 375. Misa pemakamannya dipimpin oleh Uskup Nazianz, kakaknya Santo Gregorius dari Nazianz Muda.
Arti nama
Gorgonia berasal dari kata Yunani kuno gorgós yang berarti : "Menakutkan"
Awalnya adalah nama sebuah figur dalam mitologi Yunani : Gorgon
Santo Fransiskus Antonius
Fransiskus Antonius lahir di Lucera, Apulia, Italia pada tahun 1681. Nama kecilnya ialah Antonius Yohanes Nikolas dan dipanggil dengan nama Yohanie. Ayahnya, Fasani, seorang petani miskin di daerah itu. Tatkala Yohanie berusia 10 tahun, ayahnya meninggal dunia. Dengan itu ia tidak begitu dalam mengalami pendidikan dan kehangatan cinta seorang ayah di dalam keluarga. Namun hal itu dialaminya kembali ketika ibunya menikah lagi dengan seorang petani di situ. Ayah tirinya sangat baik hati dan mendidiknya sungguh-sungguh seperti anak kandungnya sendiri. Atas bimbingan ayah tirinya, Yohanie dapat berkembang baik dan kemudian masuk sekolah dasar di Lucera. Setelah menamatkan studinya Yohanie masuk biara di Lucera atas kehendaknya sendiri yang direstui kedua orangtuanya.
Pada usia 15 tahun ia sudah mengenakan jubah novisiat dan tinggal di kota Monte Gargano. Pada tahun 1707 ia ditahbiskan menjadi imam di kota Asisi. Kemungkinan pada waktu itulah ia mengambil nama 'Fransiskus Antonius'. Setelah menjadi imam ia masih melanjutkan studinya dalam bidang filsafat. Berkat ketekunan dan kecerdasannya maka dalam waktu singkat ia dapat menyelesaikan pelajarannya. Selanjutnya ia menjabat dosen filsafat di Kolese Lucera, sambil berkarya melayani umat. Ia giat berkotbah demi pengembangan iman umatnya dan rekan sebiaranya.
Masa tuanya dihabiskan di Lucera. Keberhasilan hidupnya tidak terletak pada jabatannya sebagai dosen yang terkenal, tetapi karena cinta kasih dan pelayanannya yang tulus. kepada umatnya. Ia pun sering berkotbah di Apulia. Dengan aktif ia mengumpulkan dana bagi kaum miskin dan menghibur para tahanan yang menghadapi hukuman mati. Meskipun berbagai kesibukannya, ia tetap menyediakan waktu untuk menerima orang-orang yang datang untuk meminta nasehatnya. Umatnya sungguh mencintai dia: menerima dia apa adanya, kebaikan dan kekurangannya. Fransiskus sering mengajak umatnya untuk berdoa rosario bersama, berziarah dan mengadakan novena. Ia wafat pada tahun 1742.
Santo Juan Diego
Juan Diego adalah orang Kudus pertama yang berasal dari kalangan seorang pribumi Amerika (Indian) di Meksiko. Ia terlahir dengan nama Cuauhtlatoatzin pada tanggal 12 Juli 1474 dari klan Chichimeca Suku Indian Aztec.
Cuauhtlatoatzin berusia 47 tahun ketika bangsa Spanyol datang di Amerika Selatan; Ia bersama dan istrinya menyambut para misionaris Fransiskan dan merupakan generasi pribumi Mexico pertama yang memberikan diri mereka untuk dibabtis. Dia mengambil nama Kristen Juan Diego sedangkan istrinya dibabtis dengan nama Maria Lucia. Kemudian, mereka pindah ke Tolpetlac agar lebih dekat dengan Tenochtitlan (Mexico City) dimana misi Katolik yang telah didirikan oleh para biarawan Fransiskan.
Menurut legenda, setelah mendengar khotbah para Fransiskan tentang kemurnian hidup, Juan Diego dan istrinya memutuskan untuk menjalani hidup suci dan selibat. Pada tahun 1529 Maria Lucia meninggal dunia. Juan diego sangat sedih namun ia tetap menerima kepergian istrinya sebagai sebuah berkat.
Setelah menduda, Juan semakin tenggelam dalam kehidupan rohani. Ia berdoa setiap hari. Setiap hari Sabtu dan Minggu; pagi-pagi sekali Juan Diego sudah terlihat berjalan kaki ke gereja. Dinginnya udara pagi tidak menyurutkan langkahnya untuk bertemu Tuhan. Walau hanya mengenakan kain tenun tradisional yang disebut tilma atau ayate, juan dengan penuh semangat menembus kabut yang pekat dan dinginnya udara pagi menuju ke Gereja.
Pada Sabtu pagi, 9 Desember 1531, Saat dalam perjalanan ke gereja, Juan mendengar suara burung bernyanyi di Tepeyac bukit dan seseorang memanggil namanya. Dia berlari ke atas bukit, dan ada melihat Seorang wanita yang sangat anggun dan dikelilingi oleh cahaya yang terang benderang. Wanita itu berbicara kepadanya dalam bahasa Indian Nahuatl, bahasa ibunya; meminta Juan Diego untuk memberitahu uskup Meksiko, seorang biarawan Fransiskan bernama Juan de Zumárraga, bahwa ia ingin agar sebuah Gereja dibangun di tempat di mana ia berdiri.
Menyadari bahwa yang sedang menampakkan diri adalah Santa Perawan Maria, dengan patuh Juan Diego pergi ke uskup seperti yang diperintahkan kepadanya. Tapi bapa uskup meragukan kesaksian Juan Diego dan mengatakan bahwa ia membutuhkan tanda. Juan Diego kembali ke bukit Tepeyac dan menjelaskan kepada Bunda Maria bahwa bapa uskup tidak percaya padanya. Juan juga meminta Bunda Maria untuk mengutus orang lain saja karena merasa bahwa dirinya tidak layak dipermuliakan dengan menerima tugas seperti ini. Namun Bunda maria mengatakan; yang paling penting ialah bahwa Diego berbicara kepada uskup atas namanya. Pada hari Minggu, Juan Diego melakukan seperti yang dikatakan oleh Bunda Maria; tapi sekali lagi bapa uskup yang berasal dari Castille Spanyol itu tidak percaya dan tetap meminta tanda. Kemudian pada hari itu, Bunda Maria berjanji pada Juan Diego bahwa dia akan memberinya tanda pada hari berikutnya.
Juan Diego kembali ke rumah malam itu lalu ia pergi menjenguk pamannya Juan Bernardino, dan menemukannya sedang sakit parah. Keesokan paginya Juan Diego memutuskan untuk tidak pergi ke bukit Tepeyac untuk bertemu dengan Bunda Maria, tetapi ia akan mencari seorang imam yang bisa memberikan Sakramen Minyak suci kepada pamannya yang sedang sekarat. Namun ketika ia mencoba untuk berjalan melingkar untuk menghindar dari gunung Tepeyac, Bunda Maria menahannya, dan mengatakan bahwa pamannya tidak akan mati. Bunda meminta Juan untuk untuk mendaki bukit dan mengumpulkan bunga-bunga yang ditemukan di sana. Saat itu bulan Desember, ketika biasanya bunga tidak akan mekar karena udara yang begitu dingin. Namun keajaiban terjadi. Dipuncak bukit itu Diego menemukan bunga-bunga mawar yang hanya tumbuh di wilayah Castille Spanyol, di bekas rumah uskup Zumárraga. Bunda Maria meminta Juan Diego untuk membawa mawar-mawar tersebut dengan hati-hati dalam lipatan baju tilmanya. Ia tidak boleh membukanya bagi siapa pun kecuali untuk uskup Zumárraga.
Dihadapan Sang Uskup; ketika Juan Diego membuka tilmanya; tampaklah bunga mawar Castille yang masih segar yang semerbak wanginya sangat akrab dengan bapa uskup karena mawar jenis tersebut banyak tumbuh di bekas rumahnya di Castille Spanyol. Juga secara ajaib, pada tilma Juan Diego tampaklah sebuah lukisan Bunda Maria yang kini menjadi ikon Bunda Maria dari Guadalupe. Mukjizat ini membuat bapa uskup segera jatuh berlutut. Dalam waktu dua minggu, Ia memerintahkan untuk mendirikan sebuah Gereja di tempat dimana Bunda Maria menampakkan diri; sesuai dengan pesan Bunda Maria melalui Juan Diego. Gereja tersebut saat ini dikenal dengan nama Basilica of Our Lady of Guadalupe Mexico City
Sesudah misi utama Juan selesai, dikatakan bahwa ia menjadi seorang pertapa. Ia melewatkan seluruh sisa hidupnya dengan berdoa dan bermatiraga. Gubugnya yang kecil terletak dekat kapel pertama yang dibangun di Bukit Tepeyac. Juan amat dikagumi. Para orangtua mendambakan agar anak-anak mereka kelak menjadi seperti Juan Diego. Juan merawat kapel dan menemui para peziarah yang mulai berdatangan ke sana untuk menghormati Bunda Maria dari Guadalupe. Ia akan menunjukkan kepada mereka tilma atau jubah yang menakjubkan dimana terlukis gambar Bunda Maria yang amat indah.
Paus Yohanes Paulus II menyatakan Juan Diego sebagai “beato” pada tanggal 9 April 1990. Paus secara pribadi mengunjungi Gereja Bunda Maria dari Guadalupe yang agung dan indah. Ia berdoa di sana bagi segenap rakyat Meksiko. Ia berdoa teristimewa bagi mereka yang wafat selama masa penganiayaan Gereja yang dahsyat yang terjadi pada awal abad. Ia juga berdoa bagi segenap peziarah yang datang mengunjungi gereja yang indah tersebut dengan iman yang begitu besar kepada Bunda Allah.
Pada tanggal 31 Juli 2002, di Basilika Santa Perawan Maria Guadalupe, Meksiko, paus yang sama memaklumkan Juan Diego sebagai “Santo”.
Arti nama
Juan : Bentuk Spanyol dari → Yohanes
Diego : berasal dari kata Latin Didacus, yang kemungkinan diambil dari kata Yunani διδαχη (didache) yang berarti : "Mengajarkan"
Santo Petrus Fourier
Pria berkebangsaan Prancis ini lahir pada tahun 1560. Pada waktu berumur 20 tahun ia melanjutkan studinya di biara imam-imam regulir sampai menjadi imam. Meskipun ia kadang-kadang terganggu oleh teman-temannya yang kurang disiplin, namun semua peraturan diikutinya dengan cermat. Tugas dan kewajibannya pun dikerjakan dengan sempurna.
Pada tahun 1597 ia ditugaskan di sebuah paroki yang sudah lama diterlantarkan. Dengan ramah dan sabar ia mulai membenahi kembali paroki itu. Kesederhanaan hidupnya dan kerendahan hatinya menggugah perhatian umat yang sudah lama merindukan kehadiran seorang gembala. Paroki yang hampir binasa itu mulai lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Umat mulai melakukan lagi kewajiban-kewajiban imannya dan kembali merayakan hari-hari Tuhan dan menerima sakramen-sakramen.
Pastor Petrus terkenal saleh. Ia mempunyai devosi yang besar kepada Santa Perawan Maria yang tak bernoda. Dalam hal ini umatnya turut pula meneladaninya. Kepentingan jasmani rakyat tak luput dari perhatiannya. Dengan bantuan beberapa orang ahli ia membuka bank tabungan, usaha asuransi dan suatu lembaga pengadilan untuk menyelesaikan perkara-perkara kecil secara damai.
Ia mendampingi Suster Beata Alix Leclerc dalam membina kongregasi baru yaitu Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria. Anggota kongregasi ini terdiri dari Suster-suster yang rela bekerja di luar biara di bidang pendidikan anak-anak. Dalam suatu penglihatan, Petrus menyaksikan banyak rumah biara dari kongregasi ini terbentang luas di suatu daerah. Makna penglihatan ini terwujud nyata di kemudian hari: kongregasi ini berkembang pesat sekali dan sebelum Petrus meninggal dunia, sudah terdapat 32 biara Kongregasi Santa Perawan Maria lengkap dengan sekolahnya.
Petrus Fourier diberi tugas memulihkan tata tertib di rumah-rumah tarekatnya dan akhirnya dipilih menjadi superior jenderal. Ia meninggal dunia pada tahun 1640.
Abel, Anak Adam dan Hawa
Abel adalah putera kedua Adam dan Hawa, dan adik Kain. Lain daripada kakaknya Kain yang menjadi petani, Abel dilukiskan sebagai seorang gembala yang dicintai Allah. Ia dibunuh oleh Kain. Kain merasa cemburu pada adiknya Abel karena Tuhan menolak persembahannya yang terdiri dari hasil kebun, dan menerima persembahan adiknya Abel berupa seekor anak domba dari kawanannya.
Dalam Perjanjian Baru, Abel digolongkan dalam bilangan orang-orang adil dari Perjanjian Lama (Mat 23:25; lYoh 3:12). Penulis surat Hibrani melukiskan Abel di samping mereka yang lainnya sebagai contoh orang beriman (Ibr 11:4). Kecuali itu dalam Kanon Misa Abel juga dipandang sebagai seorang yang benar.
Santo Yohanes Robertus
Santo Yohanes Robertus dilahirkan pada tahun 1577 di Trawsfynydd, sebuah desa kecil di Snowdonia, Wales Utara. Ayahnya masih memiliki garis keturunan dari para raja Inggris, namun mereka hidup sangat sederhana sebagai seorang petani.
Masa itu adalah masa penganiayaan bagi Gereja Khatolik di seluruh wilayah Kerajaan Inggris. Jadi walau yohanes kecil sempat mendapat pendidikan iman katolik dari para biarawan, namun ia kemudian menerima pembabtisan Protestan. Jadi, sepeti katanya di kemudian hari, walau dibabtis sebagai seorang protestan, namun dalam hati ia senantiasa seorang Katolik.
Yohanes belajar di Universitas Oxford di Inggris selama beberapa waktu, kemudian ia pergi ke Perancis untuk bersenang-senang. Nyatanya, perjalanan ini memberinya lebih dari sekedar kesenangan. Di Paris, Perancis, ia malah meninggalkan kuliah hukumnya dan menjadi seorang Katolik. Sesudah itu, Yohanes tidak ingin setengah-setengah menjalani hidup sebagai seorang Katolik. Ia ingin menjadi seorang biarawan. Karena itu ia pergi ke Spanyol dan masuk biara Benediktin di Valladolid. Ia menjalani novisiat pada tahun 1598 di Biara Santo Martin di Compostela, Spanyol dan kemudian ditahbiskan sebagai seorang imam pada tahun 1600.
Sebagai seorang Inggris, pater Yohanes memiliki kerinduan yang besar untuk dapat berkarya di tanah kelahirannya; dimana saudara-saudaranya umat katolik hidup dalam penganiayaan dan membutuhkan pelayanan iman. Pada tanggal 26 Desember 1602, Yohanes Robertus bersama seorang rekan Benediktin berangkat menuju Inggris. Mereka tahu marabahaya yang akan menghadang namun mereka tidak gentar. Mereka tiba Inggis pada bulan April 1603 dan menyamar sebagai tentara; mengenakan topi bulu dan pedang di pinggang.
Ia berkarya siang malam demi memelihara iman umat yang menderita karena penganiayaan keji oleh Ratu Elizabeth. Beberapa kali ia tertangkap, dijebloskan ke dalam penjara dan dibuang, tetapi ia selalu kembali. Terakhir kali ditangkap, Pater Yohanes baru saja selesai merayakan Misa. Tak ada jalan untuk melarikan diri. Ketika ditanya, ia memaklumkan dengan gagah bahwa ia seorang imam dan bairawan. Ia menjelaskan bahwa ia datang ke Inggris untuk berkarya demi keselamatan umat. “Andai aku hidup lebih lama,” tambahnya, “aku akan terus melakukan apa yang sekarang aku lakukan.”
Yohanes Robertus diadili secara tidak adil dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan menjadi seorang Biarawan Katolik.
Malam sebelum pelaksanaan hukuman gantung, seorang perempuan Spanyol yang baik mengatur agar pater John diperbolehkan mengunjungi delapanbelas tahanan Katolik lainnya. Mereka juga menderita demi Kristus. Sepanjang makan malam bersama, St Yohanes dipenuhi sukacita. Lalu terpikir olehnya mungkin sebaiknya ia tidak mengungkapkan kebahagiaannya begitu rupa. “Apakah kau pikir aku memberikan teladan yang buruk dengan sukacitaku ini?” tanyanya kepada perempuan yang baik itu. “Tentu saja tidak,” jawabnya, “Pater tak dapat melakukan yang terlebih baik selain dari membiarkan semua orang melihat kegagah-beranian penuh sukacita yang Pater miliki sementara Pater menyongsong maut demi Kristus.”
Keesokan harinya Yohanes dihukum gantung. Khalayak ramai begitu terpesona oleh pribadi imam muda ini hingga mereka tak hendak membiarkan para algojo membuatnya menderita. St Yohanes Roberts wafat sebagai martir pada tanggal 10 Desember 1610.
Arti nama
Yohanes Berasal dari nama Yunani Ιωαννης (Ioannes), yang aslinya berasal dari nama Ibrani יוֹחָנָן (Yochanan) yang berarti "YAHWEH Maha pengasih", "Allah Maha Baik"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari