Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."
Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
Diapun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.'
Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonDatanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Mazmur 23 (24)
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.
Antifon 2Bergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
Mazmur 65 (66)
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
AntifonBergembiralah dan bersukacitalah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.
Antifon 3Menjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
AntifonMenjelang kedatangan Raja yang mahatinggi, hendaklah hati manusia disucikan, supaya kita dengan layak berjalan menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.
Responsorium Yes 48:10.11; 54:8
Responsorium Bdk. Luk 1:31.42
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Antifon 2Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Antifon 3Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Mazmur 150
Antifon 3Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-12)
Lagu Singkat
Antifon KidungBerjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBerjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
Doa Permohonan
Allah Bapa telah menganugerahi kita rahmatNya, agar kita dapat menantikan Tuhan Yesus Kristus yang datang dengan mulia. Marilah kita berdoa: ℟.
℟. Tunjukkanlah belaskasihMu kepada kami, ya Tuhan.
Kuduskanlah semangat kami, jiwa dan raga kami, ya Tuhan,* dan peliharalah kami tak bercela hingga kedatangan PuteraMu. ℟.
Bimbinglah kami pada hari ini di jalan kebaikan,* supaya kami hidup dengan layak dan jujur di dunia ini. ℟.
Perkenankanlah kami mengenakan Tuhan kami Yesus Kristus,* dan jiwailah kami dengan RohMu yang kudus. ℟.
Ya Tuhan, kasihanilah kami, agar kami tetap berjaga,* hingga penampakan mulia PuteraMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Rom 13, 13-14 a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Antifon 1Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Antifon 2Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Antifon 3Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat Kid 8,6b-7
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. 2 Thess 1, 6. 7. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Antifon 1Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Antifon 2Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Mazmur 111 (112)
Antifon 2Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Antifon 3Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Why 19,1-7
Antifon 3Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Bacaan singkat Flp 4,4-5
Antifon KidungDatanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungDatanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Doa Permohonan
Penebus kita Yesus Kristus, adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U : Datanglah dan tinggallah beserta kami, ya Tuhan. ℟.
Yesus, Putera Allah yang mahatinggi, kedatanganMu telah diwartakan Gabriel kepada perawan Maria,* datanglah untuk meraja atas bangsaMu selama-lamanya. ℟.
Yesus, Allah yang kudus, dalam kandungan Elisabeth bersoraklah Yohanes yang menjadi perintis bagiMu, * datanglah untuk memberikan kegembiraan dan keselamatan kepada segenap bumi. ℟.
Yesus, penebus, namaMu telah diwartakan malaikat kepada santo Yusuf,* datanglah untuk menyelamatkan bangsaMu dari dosanya. ℟.
Yesus, terang dunia, Engkau telah dinanti-nantikan oleh Simeon beserta orang-orang saleh lainnya,* datanglah untuk menghiburkan kami. ℟.
Yesus, fajar cemerlang, Engkau telah mengunjungi kami seturut sabda Zakharia,* datanglah untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Dominikus dari Silo
Santo Dominikus dari silos adalah salah satu Orang Kudus yang sangat di cintai di Spanyol. Ia lahir dari keluarga petani yang amat bersahaja. Di masa mudanya Ia melewatkan sebagian besar waktunya seorang diri dengan ditemani kawanan dombanya di lembah pegunungan Pyrenees. Di sanalah ia mulai mencintai doa. Karena cintanya pada kehidupan doa, maka Dominikus kemudian masuk biara Benediktin di San Millán de Cogolla. Segera dominikus menjadi biarawan yang amat baik dan saleh. Ia diangkat menjadi abbas (pemimpin biara) dan membawa banyak kemajuan bagi biaranya.
Suatu hari Raja Garcia III dari Navarre, Spanyol mengklaim bahwa sebagian dari harta milik biara adalah miliknya. St. Dominikus menolak memberikannya kepada raja. Ia berpendapat bahwa tidaklah benar menyerahkan harta milik Gereja kepada raja. Keputusannya ini membuat raja amat murka. Ia kemudian mengusir Dominikus beserta para biarawan dengan paksaan untuk segera meninggalkan kerajaannya.
Dengan sedih mereka kemudian mencari perlindungan pada Raja Ferdinand I di Castille. Raja Ferdinand menyambut para biarawan yang terusir ini dengan hangat dan menempatkan mereka pada sebuah biara tua; Biara San Sebastian di Silo. Dominikus kemudian diangkat menjadi Abbas di biara baru tersebut.
Awalnya keadaan biara tersebut amat memprihatinkan baik kondisi fisik maupun spritual. Hanya ada 6 orang biarawan dalam bangunan tua yang sudah tidak layak huni. Abbas Dominikus kemudian bekerja keras membangun kembali kehidupan rohani dan keadaan finansial biara tersebut. Bangunan biara yang rusak parah ia benahi kembali. Dan segera saja Biara itu menjadi pusat spiritual di seluruh negeri. Selain itu Biara ini juga terkenal akan terkenal karena desain buku, seni cetak, kerajinan emas dan perak, dan juga karya amal para biarawan untuk masyarakat miskin setempat. Bangunan biara yang dibangunnya kembali kini dikenal sebagai Biara Santo Dominikus. Bangunan biara itu bertahan hingga hari ini, dan dianggap sebagai salah satu peninggalan arsitektur spanyol.
St. Dominikus dari Silos wafat dengan tenang pada tanggal 20 Desember 1073 di Silo Spanyol.
Suatu hari, kurang lebih seratus tahun setelah kematian St.Dominikus, seorang ibu sedang berdoa dengan khusuk di gereja Biara Silo. Ibu tersebut memohon agar Tuhan memberikannya lagi seorang putra. St.Dominikus kemudian menampakkan diri kepada wanita tersebut dan mengatakan kepadanya bahwa Tuhan telah mendengar doanya. Ia akan mengirimkan seorang anak laki-laki lagi kepadanya. Ketika anak itu lahir, ia diberi nama Dominikus sebagai ungkapan rasa syukur ibunya. Ibu tersebut bernama Yoana, yang kita kenal sekarang sebagai Beata Yoana dari Aza. Dan putranya yang diberi nama Dominikus itu kelak menjadi Santo Dominikus, seorang Pengkotbah ulung, pendiri Ordo Para Pengkotbah; Ordo Dominikan.
Arti nama
Milik Tuhan
Santo Filigon
Filigon terkenal sebagai seorang pengacara kawakan di kota Antiokia, Asia Kecil, pada abad keempat. Ia terkenal karena pidato-pidatonya yang berapi-api dan keberaniannya membela kliennya di muka pengadilan: Ia tidak pernah kalah dalam semua perkara yang dibelanya. Ia orang jujur dan biasanya tidak bersedia membela orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah. Sebagai orang Kristen, ia lebih dikenal karena kesalehan dan perbuatan-perbuatan amalnya. Pada waktu Vitalis, uskup kota Antiokia meninggal dunia, Filigon terpilih menjadi Uskup Antiokia. Pengangkatan Filigon ini menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dalam hal pemilihan calon uskup di antara imam-imam yang ada. Filigon menolak pilihan itu, namun atas desakan umat, ia akhirnya bersedia ditahbiskan menjadi uskup. Sejak itu keahliannya diabdikannya demi kepentingan Gereja dan pembelaan iman para rasul terhadap serangan kaum bidat.
Santo Yohanes Krisostomus memujinya sebagai seorang uskup yang suci, bijaksana, lagi rajin. Ia juga memuji kemurahan hati Filigon dalam memperhatikan kepentingan umatnya. Dalam kamus hidupnya tidak terdapat kata-kata yang menaburkan benih kebencian diantara manusia, seperti: "saya punya" dan "engkau punya'". Miliknya menjadi juga milik orang miskin. Ketenangan jiwanya tidak pernah terganggu oleh kecemasan akan harta benda duniawi; hatinya tiada pernah ke sana. Lima tahun sesudah menjabat uskup, Filigon meninggal dunia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari