Doa Katolik
Doa Hari Ini

Sabtu XXV Masa Biasa

Sabtu, 26 September 2037· Hijau · Pekan Psalterium I
26 September 2037

Bacaan Misa

Sabtu XXV Masa Biasa
Bacaan Pertama

Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya." Ayo, ayo, larilah dari Tanah Utara, demikianlah firman TUHAN; sebab ke arah keempat mata angin Aku telah menyerakkan kamu, demikianlah firman TUHAN. Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel! Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--: "Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.

Mazmur Tanggapan

Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.
Pada waktu itu anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai, orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira. Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan, akan menghibur mereka dan menyukakan mereka sesudah kedukaan mereka.

Bacaan Injil

Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.(9-43b) Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.

Invitatorium

Sabtu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Sabtu XXV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Berbahagialah yang suci hatinya,

karena mereka akan melihat Allah kita;

rahasia Tuhan adalah milik mereka,

jiwa mereka adalah kediaman Kristus.
Tuhan, yang meninggalkan surga

untuk membawa hidup dan damai bagi kita,

tinggal dalam kerendahan hati bersama kita,

teladan dan Raja kita;
Dia kepada jiwa yang rendah hati

akan tetap menganugerahkan diri-Nya

dan untuk kediaman dan takhta-Nya

akan memilih yang suci hatinya.
Tuhan, kami mencari kehadiran-Mu;

semoga berkat ini menjadi milik kami;

berikanlah kami hati yang murni dan rendah hati,

bait yang layak bagi-Mu.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Barang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Mazmur 130 (131)

Kepercayaan seperti anak kecil kepada Allah

Belajarlah dari-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29).

Ya Tuhan, hatiku tidak sombong

dan mataku tidak congkak.

Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar

atau keajaiban yang melampaui diriku.
Sungguh, aku telah menenangkan jiwaku

dalam keheningan dan damai.

Seperti anak kecil yang beristirahat dalam pelukan ibunya,

demikianlah jiwaku.
Hai Israel, berharaplah kepada Tuhan

sekarang dan selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, yang lemah lembut dan rendah hati, Engkau menyatakan bahwa barang siapa menerima seorang anak kecil dalam nama-Mu, ia menerima Engkau, dan Engkau menjanjikan Kerajaan-Mu kepada mereka yang seperti anak-anak. Jangan biarkan kesombongan berkuasa dalam hati kami, tetapi semoga belas kasihan Bapa membalas dan merangkul semua yang dengan rela memikul kuk-Mu yang lembut.

AntifonBarang siapa merendahkan diri seperti anak kecil, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.

Antifon 2Dengan ketulusan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.

Mazmur 131 (132)

Janji-janji Allah kepada keluarga Daud

Tuhan Allah akan menganugerahkan kepada-Nya takhta Daud, leluhur-Nya (Lukas 1:32).

I
Ya Tuhan, ingatlah Daud

dan segala kesusahan yang ia alami,

sumpah yang ia ucapkan kepada Tuhan,

nazarnya kepada Yang Mahakuat dari Yakub.
“Aku tidak akan masuk ke rumah tempat aku tinggal

atau pergi ke tempat tidur tempat aku beristirahat.

Aku tidak akan membiarkan mataku tidur,

kelopak mataku tidak akan kubiarkan terlelap

sampai aku menemukan tempat bagi Tuhan,

kediaman bagi Yang Mahakuat dari Yakub.”
Di Efrata kami mendengar tentang tabut;

kami menemukannya di dataran Yearim.

“Marilah kita pergi ke tempat kediaman-Nya;

marilah kita pergi berlutut di tumpuan kaki-Nya.”
Bangkitlah, Tuhan, ke tempat peristirahatan-Mu,

Engkau dan tabut kekuatan-Mu.

Para imam-Mu akan mengenakan kekudusan:

umat-Mu yang setia akan bersorak-sorai.

Demi Daud, hamba-Mu,

janganlah menolak orang yang Engkau urapi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonDengan ketulusan hati, aku telah dengan gembira mempersembahkan segalanya kepada-Mu, ya Allahku.

Antifon 3Tuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selama-lamanya.

II
Tuhan bersumpah kepada Daud;

Dia tidak akan menarik kembali firman-Nya;

“Seorang putra, buah tubuhmu,

akan Aku tempatkan di atas takhtamu.
Jika mereka memelihara perjanjian-Ku dengan setia

dan hukum-hukum-Ku yang telah Aku ajarkan kepada mereka,

anak-anak mereka juga akan memerintah

di atas takhtamu dari zaman ke zaman.”
Sebab Tuhan telah memilih Sion;

Dia menginginkannya sebagai kediaman-Nya:

“Inilah tempat peristirahatan-Ku selama-lamanya,

di sini Aku telah memilih untuk tinggal.
Aku akan sangat memberkati hasil buminya,

Aku akan mengisi orang miskinnya dengan roti.

Aku akan mengenakan keselamatan kepada para imamnya

dan umat-Nya yang setia akan bersorak-sorai.
Di sana keturunan Daud akan berkembang:

Aku akan menyiapkan pelita bagi orang yang Aku urapi.

Aku akan menutupi musuh-musuhnya dengan rasa malu

tetapi di atasnya mahkota-Ku akan bersinar.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Engkau memilih untuk menderita dan dikalahkan oleh kematian untuk membuka gerbang kematian dalam kemenangan. Tinggallah bersama kami untuk membantu kami dalam ziarah kami; bebaskan kami dari segala kejahatan oleh kuasa kebangkitan-Mu. Dalam persekutuan dengan para kudus-Mu dan senantiasa mengingat kasih-Mu kepada kami, semoga kami menyanyikan keajaiban-Mu di rumah Bapa kami.

AntifonTuhan telah bersumpah kepada Daud; kerajaan-Nya akan berdiri selama-lamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan menuntun orang kudus ini di jalan yang pasti.

℟ Dia menunjukkan kepadanya Kerajaan Allah.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

18:1-13, 20-32

Setiap orang akan menerima upah sesuai perbuatannya
Firman Tuhan datang kepadaku: Hai anak manusia, apakah arti peribahasa yang kamu ucapkan di tanah Israel ini:
“Bapa-bapa makan buah anggur asam,

maka gigi anak-anaknya menjadi ngilu”?
Demi Aku hidup, firman Tuhan Allah: Aku bersumpah bahwa tidak akan ada lagi di antara kamu yang akan mengulangi peribahasa ini di Israel. Sebab semua jiwa adalah milik-Ku; jiwa bapa sama seperti jiwa anak, keduanya adalah milik-Ku; hanya orang yang berdosa yang akan mati.
Jika seseorang saleh—jika ia melakukan apa yang benar dan adil, jika ia tidak makan di gunung-gunung, pun tidak mengangkat matanya kepada berhala-berhala kaum Israel; jika ia tidak menajiskan istri sesamanya, pun tidak bersetubuh dengan wanita yang sedang haid; jika ia tidak menindas siapa pun, mengembalikan gadai yang diterima untuk utang, tidak melakukan perampokan; jika ia memberi makan orang lapar dan memberi pakaian kepada orang telanjang; jika ia tidak meminjamkan dengan bunga pun tidak menuntut riba; jika ia menjauhkan diri dari perbuatan jahat, menghakimi dengan adil antara seseorang dan lawannya; jika ia hidup menurut ketetapan-Ku dan berhati-hati mematuhi perintah-perintah-Ku, orang itu saleh—ia pasti akan hidup, firman Tuhan Allah.
Tetapi jika ia memperanakkan seorang putra yang adalah pencuri, pembunuh, atau yang melakukan salah satu dari hal-hal ini (meskipun bapa tidak melakukan salah satu pun dari hal-hal itu), seorang putra yang makan di gunung-gunung, menajiskan istri sesamanya, menindas orang miskin dan yang membutuhkan, melakukan perampokan, tidak mengembalikan gadai, mengangkat matanya kepada berhala-berhala, melakukan hal-hal yang keji, meminjamkan dengan bunga dan menuntut riba—putra ini pasti tidak akan hidup. Karena ia melakukan semua kekejian ini, ia pasti akan mati; kematiannya akan menjadi kesalahannya sendiri.
Hanya orang yang berdosa yang akan mati. Anak tidak akan dituntut atas kesalahan bapanya, pun bapa tidak akan dituntut atas kesalahan anaknya. Kebajikan orang saleh akan menjadi miliknya sendiri, sebagaimana kejahatan orang fasik akan menjadi miliknya sendiri.
Tetapi jika orang fasik berbalik dari semua dosa yang telah dilakukannya, jika ia mematuhi semua ketetapan-Ku dan melakukan apa yang benar dan adil, ia pasti akan hidup, ia tidak akan mati. Tidak ada kejahatan yang telah dilakukannya yang akan diingat terhadapnya; ia akan hidup karena kebajikan yang telah dilakukannya. Apakah Aku memang mendapatkan kesenangan dari kematian orang fasik? firman Tuhan Allah. Bukankah Aku lebih bersukacita ketika ia berbalik dari jalan jahatnya agar ia dapat hidup? Dan jika orang saleh berbalik dari jalan kebajikan untuk melakukan kejahatan, jenis kekejian yang sama yang dilakukan orang fasik, dapatkah ia melakukan ini dan tetap hidup? Tidak ada perbuatan baiknya yang akan diingat, karena ia telah melanggar iman dan melakukan dosa; karena ini, ia akan mati. Kamu berkata, “Jalan Tuhan tidak adil!” Dengarlah sekarang, kaum Israel: Apakah jalan-Ku yang tidak adil, ataukah jalan-jalanmu yang tidak adil? Ketika orang saleh berbalik dari kebajikan untuk melakukan kejahatan, dan mati, itu karena kejahatan yang dilakukannya sehingga ia harus mati. Tetapi jika orang fasik, berbalik dari kejahatan yang telah dilakukannya, melakukan apa yang benar dan adil, ia akan memelihara hidupnya; karena ia telah berbalik dari semua dosa yang telah dilakukannya, ia pasti akan hidup, ia tidak akan mati. Namun kaum Israel berkata, “Jalan Tuhan tidak adil!” Apakah jalan-Ku yang tidak adil, kaum Israel, ataukah jalan-jalanmu yang tidak adil?
Oleh karena itu Aku akan menghakimimu, kaum Israel, setiap orang menurut jalan-jalannya, firman Tuhan Allah. Berbaliklah dan bertobatlah dari semua kejahatanmu, agar itu tidak menjadi penyebab kesalahan bagimu. Buanglah darimu semua kejahatan yang telah kamu lakukan, dan buatlah bagimu hati yang baru dan roh yang baru. Mengapa kamu harus mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak bersukacita atas kematian siapa pun yang mati, firman Tuhan Allah. Berbaliklah dan hiduplah!

Responsorium Yeremia 31:29; Yehezkiel 18:20, 30

Tidak akan pernah lagi mereka berkata: Bapa-bapa makan buah anggur asam; gigi anak-anaknya menjadi ngilu.

℟ Hanya jiwa yang berdosa yang akan mati.
Aku akan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya sendiri. Anak tidak akan menanggung dosa bapa, pun bapa tidak akan menanggung dosa anaknya.

℟ Hanya jiwa yang berdosa yang akan mati.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Tentang Para Gembala oleh Santo Agustinus, uskup

Tawarkanlah balutan penghiburan
Kitab Suci berkata: Allah menghajar setiap anak yang diakui-Nya. Tetapi gembala yang jahat berkata: “Mungkin aku akan dibebaskan.” Jika ia dibebaskan dari penderitaan hajaran-Nya, maka ia tidak terhitung di antara anak-anak Allah. Kamu akan berkata: “Apakah Allah memang menghukum setiap anak?” Ya, setiap orang, sama seperti Ia menghajar Putra tunggal-Nya. Putra tunggal-Nya, yang lahir dari hakikat Bapa, setara dengan Bapa dalam wujud Allah, Firman yang oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, Ia tidak dapat dihajar. Karena alasan ini Ia mengenakan daging agar Ia dapat mengenal hajaran. Allah menghukum Putra tunggal-Nya yang tanpa dosa; apakah Ia kemudian membiarkan tanpa hukuman seorang anak angkat yang berdosa? Rasul berkata bahwa kita telah dipanggil untuk adopsi. Kita telah diangkat sebagai anak, agar kita menjadi ahli waris bersama dengan Putra tunggal, dan juga agar kita menjadi warisan-Nya: Mintalah kepada-Ku dan Aku akan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan-Mu. Kristus memberikan kita teladan melalui penderitaan-Nya sendiri.
Tetapi jelas bahwa orang yang lemah tidak boleh ditipu dengan harapan palsu pun tidak boleh dihancurkan oleh ketakutan. Jika tidak, ia mungkin gagal ketika pencobaan datang. Katakan kepadanya: Siapkanlah jiwamu untuk pencobaan. Mungkin ia mulai goyah, gemetar ketakutan, mungkin ia tidak mau mendekat. Kamu memiliki bagian Kitab Suci lain untuknya: Allah setia. Ia tidak mengizinkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Buatlah janji itu saat berkhotbah tentang penderitaan yang akan datang, dan kamu akan menguatkan orang yang lemah. Ketika seseorang tertahan karena ketakutan yang berlebihan, janjikanlah kepadanya belas kasihan Allah. Bukan berarti pencobaan tidak akan ada, tetapi Allah tidak akan mengizinkan siapa pun dicobai melampaui apa yang dapat ia tanggung. Dengan cara ini kamu akan membalut orang yang patah.
Ketika mereka mendengar tentang cobaan yang akan datang, beberapa orang mempersenjatai diri lebih dan, boleh dikatakan, bersemangat untuk menghabiskan cawan. Obat biasa bagi orang beriman tampaknya bagi mereka hanyalah hal kecil; bagi mereka, mereka mencari kematian para martir yang mulia. Orang lain mendengar tentang pencobaan yang akan datang, dan ketika itu tiba, sebagaimana memang harus tiba, mereka menjadi patah dan lumpuh. Namun adalah benar bahwa hal-hal seperti itu menimpa orang Kristen, dan tidak ada yang menghargainya kecuali orang yang ingin menjadi orang Kristen sejati.
Tawarkanlah balutan penghiburan, balutlah apa yang telah patah. Katakanlah ini: “Jangan takut. Allah yang kamu percayai tidak meninggalkanmu dalam pencobaan. Allah setia. Ia tidak mengizinkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Bukan aku yang mengatakan ini, tetapi Rasul, dan ia berkata selanjutnya: Bersediakah kamu menerima cobaan-Nya, cobaan Kristus yang berbicara dalam diriku? Ketika kamu mendengar ini, kamu mendengarnya dari Kristus sendiri, kamu mendengarnya dari gembala yang menggembalakan Israel. Sebab tentang Dia dikatakan: Engkau akan memberi kami air mata untuk diminum secukupnya. Rasul berkata: Ia tidak mengizinkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Ini juga yang dimaksudkan oleh nabi dengan menambahkan kata-kata: secukupnya. Allah menegur tetapi juga mendorong, Ia membawa ketakutan dan Ia membawa penghiburan, Ia memukul dan Ia menyembuhkan. Jangan menolak Dia.”

Responsorium Mazmur 44:23; Roma 8:37; Mazmur 44:12

Demi Engkau, ya Tuhan, kami dibunuh sepanjang hari, dan kami diperlakukan seperti domba untuk disembelih,

℟ tetapi meskipun demikian kami telah menjadi pemenang karena Dia yang mengasihi kami.
Engkau telah menyerahkan kami seperti domba untuk disembelih dan Engkau telah menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

℟ Tetapi meskipun demikian kami telah menjadi pemenang karena Dia yang mengasihi kami.

Doa Penutup

Pandanglah kami,

ya Allah, Pencipta dan penguasa segala sesuatu,

dan, agar kami merasakan karya belas kasihan-Mu,

anugerahkanlah agar kami melayani Engkau dengan segenap hati kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Sabtu XXV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah, kami menunggu
Kami siap menyambutMu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah, kami menanti
Sudah rindu hati kami.

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah, jangan terlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh kudus
Yang hidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Pagi-pagi buta aku bangun dan mohon pertolonganMu.

Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Kel 15,1-4;8-13;17-18

Aku hendak bernyanyi bagi Tuhan, sebab teramat luhurlah Ia,*
kuda dan penunggangnya dilemparkannya ke dalam laut.

Tuhanlah kekuatan dan sumber penyelamatanku,*
Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Allah dan bapaku, kuluhurkan Dia,*
pejuang yang perkasa, Tuhanlah namaNya.

Ke dalam laut dicampakkanNya kereta Firaun dan tentaranya,*
ke dalam laut dibenamkanNya pejuang pilihan Mesir.

Nafas kemurkaanMu meniup-niup laut,+
sampai ombaknya menjulang bagaikan tembok,*
dan arusnya mengental di tengah laut.

Musuh berteriak: "Mari kita kejar sampai dapat,*
lalu kita membagi-bagi jarahan sepuas-puasnya.

Mari kita menghunus pedang,*
mari kita tumpas mereka!"

Tetapi Kautiupkan nafasMu,+
maka laut menutup mereka,*
laksana timah mereka tenggelam dalam ombak yang dahsyat.

Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan,+
siapa seperti Engkau termashur dan kudus,*
ditakuti karena karya yang mengagumkan!

Engkau mengulurkan tangan, mereka ditelan bumi.+
Dengan kasih setia Kaubimbing bangsaMu yang Kautebus,*
kekuatanMu menghantarkan mereka ke tempat kediamanMu yang kudus.

UmatMu Kaubawa dan Kautempatkan,*
di atas gunung, milik pusakaMu.

Tempat itu Kaujadikan kediamanMu,+
tempat kudus yang telah Kaubuat, ya Tuhan,*
Tuhan memerintah selama-lamanya.

Antifon 2Tuhan kekuatan dan sumber penyelamatanku, Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala bangsa.

Bacaan Singkat (2Petr 1,10-11)

Saudara-saudara, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilanmu sebagai orang pilihan semakin teguh. Sebab dengan demikian kamu tidak akan jatuh. Maka kamu akan menerima hak penuh untuk memasuki kerajaan kekal, kerajaan Tuhan dan penyelamat kita Yesus Kristus.

Lagu Singkat

℣.Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,* Engkaulah yang melindungi aku.℟.Aku.℣.Engkaulah warisanku yang menghidupkan.℟.Engkaulah yang melindungi aku.℣.Kemuliaan.℟.Aku berseru.

Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan telah mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.

Doa Permohonan

Kristus telah rela menjadi sama dengan saudara-saudaraNya dalam segala hal, supaya Ia menjadi imam agung yang berbelaskasihan dan setia. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Limpahkanlah cintaMu kepada kami, ya Tuhan.

Kristus, matahari sejati, kepadaMu kami baktikan hari ini,* sebab Engkau telah menerangi kami dalam pembaptisan. ℟.

Semoga hari ini kami memuji Engkau dalam doa dan karya,* dan dalam segala hal meluhurkan namaMu. ℟.

BundaMu Maria selalu terbuka bagi sabdaMu,* maka bimbinglah juga langkah kami hari ini seturut perkataanMu. ℟.

Semoga kami merindukan kehidupan abadi di surga, selama masih mengembara di dunia fana ini,* supaya kami sudah dapat mengecap kebahagiaanMu dalam iman, harapan dan cintakasih. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, semoga kebangkitan Kristus yang mulia menyinari hati kami, sehingga kami luput dari kegelapan maut dan masuk ke dalam cahaya abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Sabtu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Reg 8, 60-61)

supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain, dan hendaklah kamu berpaut kepada Tuhan, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."

Ayat Singkat

℣.Ya Allahku, ajarkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.℟.Bimbinglah aku dalam kebenaran-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Sabtu XXV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Mazmur 118,33-40

Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan ketetapanMu,*
aku akan berpegang kepadanya sampai saat terakhir.

Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukumMu,*
aku akan menepatinya dengan segenap hati.

Bimbinglah aku pada jalan perintahMu,*
sebab aku menyukainya.

Condongkan hatiku kepada perintahMu,*
jangan kepada keuntungan.

Jauhkanlah perhatianku dari yang sia-sia,*
buatlah aku hidup menurut hukumMu.

Tepatilah janjiMu kepada hambaMu,*
sabdaMu yang Kausampaikan kepada orang takwa.

Singkirkanlah dari aku cela yang menggelisahkan daku,*
karena baiklah segala ketetapanMu.

Sungguh aku rindu kepada titahMu,*
berilah aku hidup demi keadilanMu.

Antifon 1Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu.

Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*
mulutku tetap menyanyikan pujianNya.

Karena Tuhan aku bermegah-megah,*
hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.

Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*
mari kita bersama memasyhurkan namaNya.

Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*
Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.

Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*
Ia tak akan mengecewakan dikau.

Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*
Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.

Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*
untuk melindunginya terhadap bahaya.

Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*
berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*
sebab yang takwa tidak berkekurangan.

Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*
yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Antifon 2Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun.

Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*
kuajar kamu menjadi takwa.

Siapakah yang merindukan hidup,*
merindukan umur panjang penuh bahagia?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*
dan bibirmu jangan menipu.

Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*
perjuangkanlah damai sejahtera.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*
telingaNya kepada seruan mereka

Wajah Tuhan menentang para penjahat,*
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*
dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.

Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat,*
Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.

Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*
tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.

Tuhan melindungi segala tulangnya,*
tak satupun akan dipatahkan.

Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*
yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.

Tuhan menyelamatkan para hambaNya,*
semua yang berlindung kepadaNya tidak menanggung hukuman.

Antifon 3Perjuangkanlah damai sejahtera.

Bacaan singkat 1Raj 8,60-61

Segala bangsa di dunia ini akan mengetahui bahwa Tuhan itu Allah, dan tak ada Allah selain Dia. Hendaknya hati kita sempurna di hadapan Tuhan Allah kita, sehingga kita hidup menurut ketetapanNya dan menepati perintahNya.

℣.Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan.℟.Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Sabtu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Sap 7, 27a; 8, 1)

Meskipun tunggal namun kebijaksanaan mampu akan segala-galanya, dan walaupun tinggal di dalam dirinya, namun membaharui semuanya. Dari angkatan yang satu ke angkatan yang lain ia beralih masuk ke dalam jiwa-jiwa yang suci, yang olehnya dijadikan sahabat Allah dan nabi. Dialah yang lebih kuutamakan dari pada tongkat kerajaan dan takhta, dan dibandingkan dengannya kekayaan kuanggap bukan apa-apa. Akupun manusia yang fana sama seperti yang lain, keturunan orang yang pertama dibentuk dari tanah. Di dalam rahim ibu aku diwujudkan menjadi daging,

Ayat Singkat

℣.Betapa besarnya karya-karya-Mu, ya Tuhan.℟.Sangat dalamlah rancangan-rancangan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Sabtu XXV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 118 (119), 105-112

FirmanMu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapanMu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan aku sesuai dengan firmanMu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukumMu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titahMu.

KesaksianMu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendakMu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 1FirmanMu pelita bagi langkahku, ya Tuhan, alleluya.

Antifon 2Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Antifon 2Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah, ya Tuhan, alleluya.

Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi, alleluya.

Bacaan Singkat (Kol 1,3-6a)

Semoga Allah Bapa serta Tuhan kita Yesus Kristus memberikan rahmat dan damai kepadamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu. Sebab kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus berdasarkan harapan yang disediakan bagimu di surga. Tentang harapan itu sudah kamu dengar dalam sabda kebenaran, yaitu Injil. Injil itu telah sampai kepadamu seperti kepada seluruh dunia, dan berbuah serta berkembang di mana-mana seperti di antara kamu.

Lagu Singkat

℣.Dari terbitnya matahari sampai terbenamnya,* Nama Tuhan patut dipuji.℟.Dari.℣.Kemuliaan Tuhan mengatasi langit.℟.Nama Tuhan patut dipuji.℣.Kemuliaan.℟.Dari.

Antifon KidungOrang miskin itu mati, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungDialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, alleluya.

Doa Permohonan

Allah membantu umat yang dipilihNya sebagai milik pusakaNya sendiri, dan melindunginya supaya tetap bahagia. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan, mengenangkan kebaikanNya dan berkata:

℟. PadaMulah kami berharap, ya Tuhan.

Bapa yang mahamurah, kami berdoa kepadaMu bagi paus kami... dan uskup kami...* lindungilah dan kuduskanlah mereka dengan kekuatanMu. ℟.

Semoga orang-orang sakit menyatukan penderitaan mereka dengan penderitaan Kristus,* dan diikutsertakan juga dalam kebahagiaan PuteraMu. ℟.

Perhatikanlah kiranya para tunawisma,* agar mereka berhasil memperoleh perumahan yang pantas. ℟.

Tumbuhkanlah dan kembangkanlah kiranya hasil tanah,* supaya semua orang mendapat rezeki secukupnya. ℟.

Bermurahhatilah, ya Tuhan, terhadap orang-orang yang telah berpulang,* dan kurniakanlah kepada mereka tempat kediaman di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menyatakan kemahakuasaan-Mu terutama dengan mengampuni dan mengasihani. Curahkanlah rahmat-Mu atas kami tanpa henti, agar dalam mengejar janji-janji-Mu, kami Engkau jadikan peserta dalam kebahagiaan surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Sabtu XXV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo Damianus

Martir · wafat ± 303

Damianus adalah Saudara kembar dari Santo Kosmas. Mereka berdua merupakan siswa-siswa yang sangat terkenal dalam bidang ilmu pengetahuan dan keduanya menjadi dokter yang hebat. Kosmas dan Damianus memandang setiap pasien sebagai saudara dan saudari dalam Kristus.

Karena itu, mereka memberikan perhatian besar kepada mereka semua dan melakukan yang terbaik dengan segenap kemampuan mereka. Betapa pun banyaknya perhatian yang harus mereka curahkan terhadap seorang pasien, baik Kosmas maupun Damianus, tidak pernah menerima uang sebagai imbalan atas pelayanan mereka. Sebab itu, mereka diberi nama julukan dalam bahasa Yunani artinya “tanpa uang sepeser pun”.

Setiap ada kesempatan, kedua orang kudus ini akan bercerita kepada para pasiennya tentang Yesus Kristus, Putra Allah. Orang banyak menyukai kedua dokter kembar ini, karenanya dengan senang hati mereka mendengarkan. Kosmas dan Damianus seringkali memulihkan kesehatan, baik jiwa maupun raga, para pasien yang datang mohon bantuan mereka.

Ketika penganiayaan oleh Kaisar Diocletianus terhadap umat Kristiani dimulai di kota mereka, kedua dokter ini segera ditangkap. Tak pernah sekali pun mereka berusaha menyembunyikan cinta mereka yang begitu besar terhadap iman Kristiani. Mereka disiksa dan dianiaya, tetapi tak ada yang dapat memaksa mereka untuk mengingkari iman kepada Kristus. Mereka hidup bagi Dia dan menarik begitu banyak orang kepada cinta-Nya. Setelah disiksa mereka berdua akhirnya dijatuhi hukuman mati dengan cara dipenggal pada tahun 303.

Arti nama

Berasal dari nama Yunani : Δαμιανος (Damianos) yang diturunkan dari kata δαμαω (damao) yang berarti "Menenangkan".

Santo Kosmas dan Damianus

Martir · wafat ± 303

Kedua kakak beradik ini berkebangsaan Arabia. Nama mereka tertera pada alat-alat kedokteran, tetapi sedikit saja kisah yang dapat kita peroleh tentang mereka. Konon mereka dibesarkan oleh ibunya yang sudah menjanda sejak masa kecilnya. Dengan kasih sayang yang besar dan kerja keras, ibunya mendidik dan menyekolahkan mereka di Syria hingga berhasil menjadi dokter. Setelah menyelesaikan studinya di Syria, mereka bekerja sebagai dokter di Silisia, Asia Kecil. Sebagai orang beriman, cintakasih sungguh-sungguh mewarnai hidup mereka. Mereka mengabdikan seluruh kepandaian dan ilmu mereka guna menolong orang orang sakit tanpa memungut bayaran. Semua orang menyanjung dan menghormati mereka sebagai orang-orang Kristen yang benar-benar menghayati ajaran Kristus. Dalam karyanya mereka juga turut mewartakan Injil Kristus kepada orang-orang sekitar.

Dalam bahasa Yunani kedua kakak beradik ini dijuluki "Anarguroi" yang berarti 'Orang-orang yang tidak menghiraukan uang'. Julukan ini tepat karena pengabdian mereka sebagai dokter tanpa memungut uang dari para pasiennya. Sering sekali mereka menyembuhkan orang sakit bukan karena keahliannya tetapi karena imannya akan Kristus dan perhatiannya yang besar pada kesembuhan orang-orang sakit. Karena perbuatan cinta kasih mereka itu, mereka ditangkap dan dipenjarakan oleh Prefek Lysias, dan dipaksa menyembah dewa-dewi kafir. Namun mereka tidak gentar sedikit pun menghadapi segala siksaan itu. Kepada Lysias mereka menegaskan bahwa agama Kristen sangat penting untuk keselamatan yang kekal. Setiap siksaan yang dikenakan pada mereka tidak mempan untuk mematahkan iman mereka. Tuhan ada dipihak mereka. Akhirnya Prefek itu memutuskan untuk memenggal saja kepala mereka untuk menghabisi nyawa mereka. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 27 September 303 pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus yang kejam itu.

Kisah lain mengungkapkan peristiwa pembunuhan mereka secara mendetail. Keduanya disalibkan dan dilempari batu serta dipanah. Tetapi batu-batu itu memental dan mengenai para pelempar itu sendiri. Demikian juga para pemanah terkena sendiri panah yang mereka tembakkan. Sesudah kematian mereka, banyak terjadi mujizat penyembuhan. Di antara orang-orang besar yang disembuhkan ialah Raja Yustianus I. Oleh karena itu raja mendirikan sebuah gerea besar di Konstantinopel untuk menghormati mereka. Paus Felig IV (526-530) mendirikan sebuah gereja lagi bagi mereka di Roma. Nama mereka dimasukkan dalam Doa Syukur Agung Misa. Para dokter menghormati mereka dan menjadikan mereka pelindung para dokter dan alat-alat kedokteran.

Santo Paulus VI

Paus · 1897-1978

Santo Paus Paulus VI adalah paus kita yang ke-262 menggantikan Santo Paus Yohannes XXIII yang wafat pada tanggal 3 juni 1963. Masa Pontifikatnya berlangsung sejak tanggal 21 Juni 1963 hingga kematiannya pada tanggal 6 Agustus 1978.

Awal Kehidupan

Lahir di Concesio, Provinsi Brescia Italia, pada tanggal 26 September 1897 dan dibabtis pada tanggal 30 September 1897 dengan nama Giovanni Battista Enrico Antonio Maria Montini. Ayahnya yang bernama Giorgio Montini adalah seorang pengacara, wartawan, direktur Aksi Katolik dan anggota Parlemen Italia. Ibunya bernama Giudetta Alghisidan. Ia memiliki dua orang saudara, yaitu Francesco Montini, yang menjadi dokter, dan Lodovico Montini, yang menjadi pengacara dan politikus.

Menjadi imam dan bekerja di Sekretariat Negara Vatican

Giovanni Battista menjalani pendidikan Cesare ARICI, sebuah sekolah yang dikelola oleh para Yesuit, namun pada tahun 1916, ia menerima ijazah dari Arnaldo da Brescia, sekolah umum di Brescia. Pendidikannya sering terganggu karena fisiknya yang lemah dan sering sakit-sakitan.

Pada tahun 1916, ia masuk seminari dan Ia ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 29 Mei 1920 di Brescia. Misa pertamanya dirayakan di Basilika Santa Maria delle Grazie di Brescia.

Pater Montini kemudian melanjutkan studinya di kota Milan dan meraih gelar doktor Hukum Kanonik. Setelah itu ia belajar di Universitas Gregoriana, Universitas Roma La Sapienza, dan atas permintaan Pater Giuseppe Pizzardo (mentornya yang kelak diangkat menjadi seorang Kardinal) ia juga melanjutkan pendidikannya di Accademia dei Nobili Ecclesiastici (atau The Pontifical Ecclesiastical Academy, sebuah sekolah akademi yang didedikasikan untuk melatih para imam untuk melayani di korps diplomatik dan Sekretariat Negara Vatican.)

Pada usia dua puluh lima tahun, sekali lagi atas permintaan Giuseppe Pizzardo, Montini bekerja di Sekretariat Negara Vatican pada 1922, di mana ia bekerja membantu Mgr.Pizzardo bersama dengan Mgr.Francesco Borgongini-Duca, Mgr.Alfredo Ottaviani, Mgr.Carlo Grano, Mgr.Domenico Tardini (Tokoh-tokoh ini adalah para pembantu paus yang sangat berpengaruh pada masa itu, kelak mereka semua diangkat menjadi kardinal) dan Mgr. Francis Spellman (Uskup agung New York yang diangkat menjadi Kardinal pada tahun 1946).

Tahun 1923 Pater Montini ditugaskan untuk menjadi duta besar Vatican bagi Polandia. Namun tidak lama kemudian ia dipanggil pulang ke Vatican dan kembali bekerja di Sekretariat Negara.

Menjadi Uskup Agung Milan

Setelah kematian Uskup Agung Milan, Kardinal Alfredo Ildefonso Schuster, OSB pada tahun 1954, Montini terpilih menggantikannya. Paus Pius XII mengatakan bahwa Uskup Agung Giovanni Battista Montini adalah "Hadiah pribadinya pada Milan". Mgr.Montini ditahbiskan sebagai Uskup Agung Milan di Basilika Santo Petrus oleh Kardinal Eugène Tisserant bukan oleh Paus Pius XII yang saat itu tengah sakit keras dan terpaksa tinggal di tempat tidur. Namun Paus tetap menyampaikan kotbah dalam misa pentahbisan ini dari tempat tidurnya melalui radio kepada para umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada tanggal 12 Desember 1954.

Pada tanggal 6 Januari 1955 Mgr.Montini resmi menjalankan tugasnya sebagai uskup Agung Milan, sebuah keuskupan dengan 1.000 buah gereja, 2.500 orang imam dan 3.500.000 jiwa umat katolik. Mgr.Montini sangat menyukai tugas barunya sebagai seorang uskup agung, yang membuat ia dapat berhubungan langsung dengan berbagai kalangan umatnya di Milan.

Selama di Milan, bapa uskup Montini dikenal sebagai anggota yang sangat mendukung pambaharuan Gereja. Ia menggunakan cara-cara baru dalam pelayanan pastoralnya. Dia menggunakan kekuasaannya untuk memastikan bahwa reformasi liturgi Paus Pius XII dilaksanakan dengan baik dan menggunakan metode-metode yang inovatif untuk setiap umat di Milan.

Ia menggunakan media poster yang besar untuk mengumumkan kepada umatnya di Milan bahwa 1.000 suara akan berbicara kepada mereka. Ia lalu mengorganisir lebih dari 500 orang imam dan para uskup, para kardinal dan para ketekis awam agar dapat mengunjungi umat dan membimbing mereka. Pada masa ini telah disampaikan lebih dari 7.000 khotbah yang berlangsung tidak hanya di dalam gereja tetapi juga di pabrik-pabrik, di balai pertemuan, di rumah umat, di taman kota, di sekolah, kantor, barak militer, rumah sakit, hotel dan tempat-tempat lain, di mana terdapat orang-orang berkumpul.

Bapa uskup ingin memperkenalkan kembali iman yang sejati kepada umatnya dengan cara melayani mereka secara langsung. Ia selalu berkata : "Kalau saja kita bisa mengucapkan doa Bapa Kami dan tahu apa artinya, maka kita akan memahami iman Kristiani."

Pada bulan Oktober 1957 Paus Pius XII meminta Uskup Agung Montini datang Roma untuk memberikan presentasi utama dalam Kongres Kerasulan Awam Sedunia Yang Kedua. Sebelumnya saat masih bekerja di Sekretariat Negara Vatican, Uskup Montini telah bekerja keras untuk menyatukan organisasi Kerasulan Awam di seluruh dunia. Dalam kesempatan ini Uskup Montini mengekspresikan kerasulan awam dalam istilah modern: "Kerasulan berarti cinta, Kita mencintai semua manusia, terutama mencintai mereka yang membutuhkan bantuan...; Kita mencintai waktu kita, Kita mencintai teknologi kita, seni kita, olahraga kita dan dunia kita."

Menjadi Kardinal

Meskipun beberapa kardinal tampaknya telah melihat Uskup Montini sebagai seorang "papabile" (seorang yang cocok untuk menjadi Paus), dan meskipun ia tampaknya telah dipilih oleh beberapa orang kardinal dalam konklaf yang digelar pada tahun 1958 setelah meninggalnya Paus Pius XII, namun Uskup Agung Montini bukan seorang anggota Dewan Kardinal. Dan dengan demikian ia bukanlah kandidat serius pada konklaf yang akhirnya memilih Kardinal Angelo Roncalli sebagai Paus ke-261 dengan nama Yohannes XXIII.

Pada tanggal 15 Desember 1958 Paus baru mengangkat Uskup Agung Montini sebagai seorang Kardinal.

Sebagai seorang Kardinal, Montini banyak ditugaskan mewakili paus dalam kunjungan kenegaraan. Ia mengunjungi Afrika (1962), di mana ia mengunjungi Ghana, Sudan, Kenya, Kongo, Rhodesia, Afrika Selatan, dan Nigeria. Kelak, dia menjadi paus pertama yang mengunjungi Afrika. Dalam lima belas perjalanan lain ia mengunjungi Brasil (1960) dan Amerika Serikat (1960), termasuk New York City, Washington DC, Chicago, University of Notre Dame di Indiana, Boston, Philadelphia, dan Baltimore. Saat menjadi Kardinal, Mgr. Montini biasanya menghabiskan masa liburannya dalam sebuah biara Benediktin yang tertutup dan tenang di Abbey Engelberg di Swiss.

Menjadi Paus.

Kardinal Montini secara umum sudah dipandang sebagai seorang "Papabile" karena kedekatannya dengan Paus Pius XII dan Paus Yohannes XXIII, latar belakang pastoralnya, wawasan dan tekadnya serta pengalamannya dala bekerja bersama para Curia Romano karena ia pernah bekerja disitu selama hampir satu generasi.

Tidak seperti dua orang papabile lainnya yaitu kardinal Giacomo Lercaro dari Bologna dan Kardinal Giuseppe Siri dari Genoa, Montini tidak diihat sebagai seorang yang konservatif atau seorang reformis radikal. Ia dipandang sebagai yang seorang yang paling mampu melanjutkan Konsili Vatikan II, yang tengah berlangsung, tapi belum memperoleh hasil yang nyata. Konsili telah berlangsung lebih lama dari yang direncanakan oleh Paus Yohannes XXIII, yang dikatakan memiliki “visi yang baik”, tetapi "tidak memiliki agenda yang jelas”. Ketika Paus Yohannes XXIII meninggal dunia pada tanggal 3 Juni 1963, konklaf pun segera digelar ditengah konsili yang masih berlangsung.

Kardinal Montini terpilih sebagai paus setelah melewati pemungutan suara untuk keenam kalinya dalam konklaf pada tanggal 21 Juni 1963. Ia mengambil nama "Paulus VI". Ketika Ketua Dewan Kardinal Eugene Tisserant bertanya apakah ia menerima hasil pemilihan; dengan tegas Kardinal Montini berkata : "Accepto, in nomine Domini" ("Saya menerima, dalam nama Tuhan").

Asap putih pertama naik dari cerobong Kapel Sistina pada pukul 11:22, Kardinal Alfredo Ottaviani dalam kapasitanya sebagai Protodiakon mengumumkan kepada umat yang berjejal di Lapangan Santo Petrus sebuah pengumuman yang didasarkan pada tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad :

Annuntio vobis gaudium magnum : Habemus Papam!
Eminentissimum ac reverendissimum Dominum,
Dominum Giovanni Battista Enrico Antonio Maria,
Sanctæ Romanæ Ecclesiæ Cardinalem Montini,
Qui sibi nomen imposuit Paolo VI.

Kami umumkan kepada anda sebuah berita gembira : Kita memiliki Paus baru!
Yaitu yang mulia dan terhormat
Tuan Giovanni Battista Enrico Antonio Maria
Kardinal Gereja Katolik Roma Montini
Yang menamai dirinya sebagai Paulus VI

Paus Paulus VI kemudian muncul di balkon, memberikan berkat apostoliknya dan menyampaikan Urbi et Orbi (Kotbah pertama Paus).

Reformasi Lembaga Kepausan

Paus Paulus VI menghindari segala upacara agung dan mewah dalam lembaga kepausan. Ia adalah paus terakhir yang dimahkotai; Ia meninggalkan pemakaian Mahkota (Tiara) kepausan dalam Konsili Vatikan II, dan meletakkan mahkota tersebut sebagai simbol di atas altar Basilika Santo Petrus

Pada tahun 1968, dengan moto “proprio Pontificalis Domus”, ia menghapus sebagian besar acara seremonial mewah dalam istana kepausan yang sudah berlangsung sejak jaman kekaisaran Romawi. Paus yang penuh semangat pembaharuan ini juga membubarkan Guardia Palatina d'Onore (atau Palatine Guard; sebuah unit militer Vatican yang dibentuk pada tahun 1850 oleh paus Pius IX), dan Guardia Nobile (atau The Noble Guard; sebuah resimen Infateri yang bertugas mengawal Tahta Suci Vatican. Resimen ini dibentuk oleh Paus Pius VII pada tahun 1801 dan terkenal saat mengawal paus Pius VII pergi-pulang dari Roma ke Paris untuk menghadiri penobatan Napoleon Bonaparte pada tanggal 2 Desember 1804) dan meninggalkan Garda Swiss sebagai satu-satunya Ordo militer di Vatikan.

Menyelesaikan Konsili Vatican II

Paulus VI memutuskan untuk melanjutkan Vatikan II walau hukum kanonik menyatakan bahwa konsili akan dihentikan pada kematian seorang paus. Ia memimpin Konsili besar ini sampai selesai pada tahun 1965.

Selama Konsili berlangsung, para Bapa Konsili selalu berusaha menghindari pernyataan yang bisa menimbulkan gesekan dengan orang-orang Kristen dari gereja lain. Kardinal Augustin Bea, Presiden dari Sekretariat Persatuan Kristen, selalu mendapat dukungan penuh dari Paulus VI dalam setiap upayanya untuk memastikan bahwa bahasa yang digunakan dalam Konsili akan ramah dan terbuka bagi Gereja Protestan dan Gereja Ortodoks, yang telah diundang untuk mengikuti semua sesi Konsili atas undangan Paus Yohanes XXIII. Kardinal Bea juga sangat terlibat dalam penyusunan Nostra Aetate, yang mengatur hubungan antara Gereja dengan iman Yahudi dan anggota agama lain.

Semangat Mempersatukan Gereja

Setelah konsili vatican II, Paus Paulus VI terus mengembangkan dialog ekumenis. “Saudara-saudara yang terpisah”, begitulah cara ia menyebut Gereja Kristen yang lain. Walau “Saudara-sadara yang terpisah” ini tidak memberikan banyak kontribusi saat sidang Konsili Vatikan II berlangsung sebagaimana yang diharapkan, namun setelah konsili selesai, banyak dari mereka mengambil inisiatif untuk menjalin kemitraan dengan Gereja Katolik dan Paus di Roma.

Dialog ekumenis, dalam pandangan Paulus VI, membutuhkan dari seorang Katolik : Seseorang seluruh alasan, kemauan dan dan kebesaran hati. Paus Paulus VI merasa terdorong oleh semangat Injil untuk menjadi “segalanya bagi semua orang” dan untuk “membantu semua orang”. Sebagai penerus Rasul Petrus, ia merasa pertanyaan Kristus kepada Petrus ini, "Apakah engkau mengasihi Aku.?” bagaikan pisau tajam yang menembus ke sumsum jiwanya. Pertanyaan ini dimaknai oleh Paulus VI sebagai cinta tanpa batas, menekankan pendekatan fundamental Gereja bagi ekumenisme.

Merangkul Gereja Ortodox

Paulus VI mengunjungi para Patriarch Ortodhox di Yerusalem dan Konstantinopel pada tahun 1964 dan 1967. Ia adalah paus pertama sejak abad kesembilan yang mengunjungi Wilayah Gereja Timur, dan menyebut Gereja-gereja Timur sebagai “Sister Churches“. Dia juga Paus pertama selama berabad-abad yang bertemu muka dengan berbagai pemimpin Gereja Ortodoks Timur. Khususnya, pertemuannya dengan Ecumenical Patriarch Athenagoras I tahun 1964 di Yerusalem, yang membawa perubahan besar dalam hubungan Gereja barat dan Timur pasca perpecahan dalam Skisma Besar tahun 1054.

Ini adalah langkah yang signifikan menuju pemulihan persekutuan antara Roma dan Konstantinopel. Pertemuan ini melahirkan keputusan yang disebut “Deklarasi Bersama Katolik-Ortodhox” di tahun 1965, yang dibacakan pada tanggal 7 Desember 1965, pada sebuah pertemuan dalam Konsili Vatikan II di Roma dan pada sebuah upacara khusus di Konstantinopel (Istambul). Deklarasi tersebut tidak mengakhiri perpecahan, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat untuk rekonsiliasi antara kedua gereja.

Pada bulan Mei 1973, Paus Koptik yang juga Patriark Alexandria, Shenouda III mengunjungi Vatikan, di mana ia bertemu tiga kali dengan Paus Paulus VI. Sebuah deklarasi bersama yang dikeluarkan setelah kunjungan ini menunjukkan bahwa hampir tidak ada lagi perbedaan teologis antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Katolik Koptik.

Hubungan dengan Gereja Anglikan

Paulus VI adalah paus pertama yang menerima Uskup Agung Anglikan dari Canterbury, Michael Ramsey dalam sebuah audiensi resmi sebagai seorang Kepala Gereja, setelah kunjungan audiensi pribadi dari Uskup Agung Geoffrey Fisher kepada Paus Yohanes XXIII pada tanggal 2 Desember 1960. Ramsey bertemu paus Paulus VI sebanyak tiga kali selama kunjungannya dan membuka sebuah Anglikan Centre di Roma untuk meningkatkan pengetahuan bersama mereka. Dia memuji Paulus VI dan kontribusinya dalam mengupayakan persatuan gereja. Paulus menjawab bahwa "Dengan memasuki rumah kami, Anda memasuki rumah Anda sendiri, kami senang untuk membuka pintu kami dan hati Anda. ".

Kedua pemimpin Gereja menandatangani deklarasi umum, yang mengakhiri perselisihan masa lalu dan menguraikan agenda bersama untuk masa depan.

Gereja Anglikan digambarkan oleh paus Paulus VI sebagai "Our beloved sister Church".

Membina hubungan dengan Gereja Protestan

Pada tahun 1965, Paulus VI memutuskan pembentukan kelompok kerja bersama dengan Dewan Gereja sedunia untuk memetakan semua kemungkinan jalan dialog dan kerjasama. Dalam tiga tahun berikutnya, delapan sesi diadakan yang mengakibatkan banyak usulan bersama. Hal ini diusulkan untuk bekerja sama di bidang keadilan sosial dan pengembangan dan Dunia Ketiga Isu-isu seperti kelaparan dan kemiskinan. Di sisi religius, disepakati untuk berbagi bersama dalam Pekan Doa untuk Persatuan Umat Kristen, yang akan diadakan setiap tahun. Kelompok kerja ini juga bekerja mempersiapkan teks yang akan digunakan oleh semua orang Kristen. Pada tanggal 19 Juli 1968, pertemuan Dewan Gereja Dunia berlangsung di Uppsala, Swedia, yang oleh Paus Paulus VI disebut tanda zaman. Dia mengirimkan berkatnya secara ekumenis : "Semoga Tuhan memberkati semua yang anda lakukan untuk Persatuan Umat Kristen"

The Lutheran adalah Gereja Protestan pertama yang menawarkan dialog dengan Gereja Katolik pada bulan September 1964 di Reykjavík, Islandia. Hal ini berlanjut dengan dibentuknya kelompok studi bersama untuk mengatasi beberapa isu.

Presiden Lutheran World Federation dan anggota Komite sentral Dewan Gereja Dunia Fredrik A. Schiotz menyatakan dalam ulang tahun 450 dari Reformasi, bahwa peringatan sebelumnya dipandang hampir sebagai sebuah kemenangan. Reformasi harus dirayakan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan, bahwa kebenarannya dan hidupnya diperpanjang. Dia menyambut pengumuman Paus Paulus VI untuk merayakan ulang tahun ke-1900 kematian Rasul Petrus dan Rasul Paulus, dan berjanji partisipasi dan bekerjasama dalam perayaan tersebut.

Paulus VI mendukung upaya harmonisasi dan kerjasama dengan Gereja Protestan pada begitu banyak tingkatan. Ketika Kardinal Augustin Bea menemuinya untuk meminta izin bagi kerjasama terjemahan Alkitab Katolik-Protestan; paus berjalan ke arahnya dan berseru, "Selama kerjasama ini adalah bersama masyarakat Alkitab, saya benar-benar mendukung."

Paus mengeluarkan persetujuan resmi Vatican untuk kerjasama ini pada hari Pentakosta tahun 1967, pesta di mana Roh Kudus turun atas orang-orang Kristen dan mengatasi semua kesulitan berbahasa.

Wafat dan Kanonisasi

Pada tanggal 14 Juli tahun 1978 Paus Paulus VI meninggalkan Vatikan untuk pergi ke kediaman musim panas Paus, di Castel Gandolfo. Ia juga mengunjungi makam Kardinal Giuseppe Pizzardo, mentornya yang telah membawanya ke Vatikan setengah abad sebelumnya. Meskipun ia sakit, ia setuju bertemu dengan Presiden Italia yang baru, Sandro Pertini selama lebih dari dua jam. Pada malam hari ia merasa dan memiliki masalah pernapasan hingga membutuhkan oksigen. Pada hari Minggu pagi paus begitu lelah, namun ia tetapi ingin mengucapkan doa Angelus.

Dari tempat tidurnya ia berpartisipasi dalam Misa hari Minggu pagi. Setelah menerima komuni, paus mengalami serangan jantung hebat, setelah itu ia terus hidup selama tiga jam. Pada tanggal 6 Agustus 1978, Paus Paulus VI tutup usia di Castel Gandolfo. Dia dimakamkan pemakaman para paus di lantai bawah Basilika Santo Petrus bersama para paus sebelumnya. Dalam wasiatnya, ia meminta untuk dimakamkan di "benar-benar di bumi" dan oleh karena itu, ia tidak dimakamkan dalam sarkofagus hiasan tetapi di kuburan benar-benar di dalam tanah.

Proses kanonisasi Paus Paulus VI dimulai pada tanggal 11 mei 1993 pada masa Pontifikat paus Yohanes Paulus II. Tanggal 20 Desember 2012, paus Benediktus XVI menyetujui deklarasi yang menyatakan Paus Paulus VI sebagai seorang “Venerabilis” (decree of heroic virtue).

Pada bulan Desember 2013, Vatikan menyetujui sebuah Mujizat penyembuhan seorang anak yang belum lahir di California, Amerika Serikat pada tahun 1990-an, yang terjadi dengan perantaraan Paus Paulus VI. Mujizat penyembuhan ini secara resmi diakui oleh Vatican pada tanggal 9 Mei 2014.

Upacara beatifikasi paus Paulus VI diselenggarakan pada tanggal 19 Oktober 2014.

Santo Paus Paulus VI dikanonisasi oleh Paus Fransiskus tanggal 14 Oktober 2018 di Basilika Santo Petrus Roma - Vatican

Arti nama

Berasal dari bahasa Latin yang berarti "Kecil" atau "Rendah hati"

Santo Siprianus dan Yustina

Martir

Di Antiokia, Syria, Siprianus dikenal sebagai seorang dukun. Banyak orang datang kepadanya untuk disembuhkan dari penyakitnya. Tapi praktek kedukunannya tidak mendapat tanggapan baik dari orang-orang Kristen. Ia sendiri tidak berdaya menghadapi orang-orang Kristen. Sekali peristiwa ia menggoda Yustina, seorang gadis Kristen namun ia tidak berhasil. Oleh pengaruh Yustina, ia lalu sadar akan keberdosaannya, bertobat dan dipermandikan. Ia kemudian menikahi Yustina dan menjadi seorang Kristen yang saleh.

Kegiatan-kegiatan iman yang dilakukan kedua suami-isteri ini mengakibatkan kematian mereka sebagai saksi iman. Mereka ditangkap, didera dan dipenjarakan dengan tujuan agar keduanya murtad dari imannya. Tetapi karena mereka tetap pada pendiriannya, maka mereka dibunuh di Nikomedia. Jenazah mereka ditinggalkan saja di tempat pembantaian. Tetapi kemudian diangkut ke Roma oleh beberapa orang pelaut yang beragama Kristen.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari