Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu XXV Masa Biasa

Minggu, 20 September 2037· Hijau · Pekan Psalterium I
20 September 2037

Bacaan Misa

Minggu XXV Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
Am. 8:4-7

Amos dengan tegas mengecam perilaku para pedagang yang mengejar keuntungan finansial dengan melakukan berbagai kecurangan. Kecurangan ini pasti akan menghancurkan perdagangan yang beradab dan akan merugikan banyak pembeli, lebih-lebih orang miskin. Amos menegaskan bahwea perdagangan ataupun kehidupan yang lain tidak bisa dilaksanalan dengan curang maupun menghalalkan segala cara. Pencarian keuntungan finansial maupun perilaku yang lain wajib mengindahkan nildi-nilai keimanan dan sosial.

L Pembacaan darí Nubuat Amos:

Peringatan terhadap orang yang membeli orang papa karena uang.

Dengarkanlah ini, hai kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini, dan yang berpikir, ‘Kapan pesta bulan-baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum; kapan hari Sabat berlaku, supaya kita boleh berdagang terigu; kita akan memperkecil takaran, menaikkan harga dan menipu dengan neraca palsu; kita akan membeli orang papa karena uang, dan membeli orang miskin karena sepasang kasut; kita akan menjual terigu tua.’ Beginilah Tuhan telah bersumpah demi kebanggaan Yakub, “Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!”

U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan (PS 153)

Refren: Pujilah, puji Allah, Tuhan Yang Maharahim.

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan. Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.

Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. Siapakah seperti Tuhan Allah Kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

Bacaan Kedua
1 Tim. 2:1-8

Panjatkanlah permohonan untuk semua orang. Itulah yang berkenan kepada Allah, yang menghendaki agar semua orang diselamatkan.

Saudaraku yang terkasih, pertama-tama aku menasihatkan: Panjatkanlah permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur kepada Allah bagi semua orang, bagi pemerintah dan penguasa, agar kita dapat hidup aman dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan berkenan kepada Allah, Penyelamat kita. Ia menghendaki agar semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Allah itu esa, dan esa pula Dia yang menjadi Pengantara Allah dan manusia, yaitu Manusia Kristus Yesus. Ia telah menyerahkan diri sebagai tebusan bagi semua orang: suatu kesaksian pada waktu yang tepat. Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pewarta dan rasul. Yang kukatakan ini benar, dan aku tidak berdusta! Aku ditetapkan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi dalam iman dan kebenaran. Oleh karena itu aku ingin, agar di mana pun kaum laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa kemarahan dan perselisihan.

Bait Pengantar Injil
2 Kor. 8:9

Alleluya, alleluya.

Yesus Kristus menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil
Luk.16:1-13

Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu si kaya itu memanggil bendahara itu dan berkata, ‘Apakah yang telah kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.’ Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.’Lalu bendahara itu memanggil satu demi satu orang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama, ‘Berapakah hutangmu kepada tuanku?’ Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak.’ Lalu kata bendahara itu kepadanya, ‘Inilah surat hutangmu! Duduklah dan buatlah surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.’ Kemudian ia berkata kepada yang kedua, ‘Dan Saudara, berapakah hutangmu?’ Jawab orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’ Katanya kepada orang ini, ‘Inilah surat hutangmu! Buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.’ Bendahara yang tidak jujur itu dipuji oleh tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang. Maka, Aku berkata kepadamU Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi. Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jika kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Dan jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.

U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Bacaan Injil (Singkat) - Luk.16:10-13

Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jika kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan harta sejati kepadamu? Dan jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain; atau ia akan setia kepada yang seorang, dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya.

U Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Invitatorium

Minggu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu XXV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)

Anak-anak-Mu datang bernyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia yang dibawa kerajaan-Mu.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.
2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja terurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.
3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang Mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Penuhilah kelemahan kami sekarang.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Mazmur 1

Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia

Berbahagialah mereka yang, dengan menaruh seluruh kepercayaan pada salib, telah terjun ke dalam air kehidupan (dari seorang penulis abad kedua).
Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi kesukaannya adalah Taurat Tuhan

dan yang merenungkan Taurat-Nya siang dan malam.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya

dan daunnya tidak akan layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Sebab mereka seperti sekam yang ditiup

akan diterbangkan oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

tidak akan menemukan tempat di antara orang-orang yang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau adalah kepenuhan hidup kekudusan dan sukacita. Penuhilah hari dan malam kami dengan kasih hikmat-Mu, agar kami dapat berbuah dalam keindahan kekudusan, seperti pohon yang diairi oleh aliran sungai.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).

Mengapa keributan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara umat manusia gumaman yang tidak berguna ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran berkomplot melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari, kita buang kuk mereka.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menyerang mereka dengan teror.

“Akulah yang telah mengangkat raja-Ku

di Sion, gunung kudus-Ku.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:
Tuhan berfirman kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

letakkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan menghancurkan mereka,

memecahkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Sekarang, ya raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan hormat

dan gemetar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia marah dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau memberikan bangsa-bangsa di dunia sebagai warisan Putra tunggal-Mu; Engkau memahkotai-Nya sebagai Raja Sion, kota suci-Mu, dan memberikan Gereja-Mu untuk menjadi mempelai-Nya. Ketika Dia memberitakan hukum kerajaan-Mu yang kekal, semoga kami melayani-Nya dengan setia, dan dengan demikian berbagi kuasa kerajaan-Nya selamanya.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Antifon 3Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Mazmur 3

Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan

Kristus tertidur dalam kematian, tetapi Dia bangkit dari antara orang mati, karena Allah adalah penyelamat-Nya (Santo Ireneus).
Betapa banyak musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyak yang bangkit melawan aku!

Betapa banyak yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Dia menjawab dari gunung kudus-Nya.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, karena Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawan aku.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Bangkitlah, Tuhan; selamatkan aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mendengar seruan Putra-Mu ketika Dia tertindas dan menyelamatkan-Nya dari tidur kematian. Bangkitlah, Tuhan, tolonglah Gereja-Mu. Jadilah perisainya agar ia dapat mengangkat kepalanya dan memancarkan kemuliaan kebangkitan.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Semoga sabda Kristus senantiasa memenuhi hati-Mu.

℟ Bagikanlah satu sama lain hikmat yang Engkau terima.

Bacaan Pertama

Dari awal Kitab Nabi Yehezkiel

1:3-13, 22-28

Penglihatan kemuliaan Allah di tanah pembuangan
Firman Tuhan datang kepada imam Yehezkiel, anak Buzi, di tanah Kasdim di tepi sungai Kebar.—Di sana tangan Tuhan datang kepadaku.
Ketika aku melihat, angin badai datang dari Utara, awan besar dengan api yang menyala-nyala [diselimuti kecerahan], dari tengah-tengahnya [tengah-tengah api] sesuatu berkilauan seperti elektrum. Di dalamnya ada sosok-sosok yang menyerupai empat makhluk hidup yang tampak seperti ini: bentuk mereka manusia, tetapi masing-masing memiliki empat wajah dan empat sayap, dan kaki mereka lurus ke bawah; telapak kaki mereka bulat. Mereka berkilauan dengan kilau seperti perunggu yang digosok.
Wajah mereka seperti ini: masing-masing dari keempatnya memiliki wajah manusia, tetapi di sisi kanan ada wajah singa, dan di sisi kiri wajah lembu, dan akhirnya masing-masing memiliki wajah elang. Wajah mereka [dan sayap mereka] menghadap ke keempat sisi mereka; mereka tidak berbalik ketika bergerak, tetapi masing-masing maju lurus ke depan. [Masing-masing maju lurus ke depan; ke mana pun roh ingin pergi, ke sanalah mereka pergi; mereka tidak berbalik ketika bergerak.]
Tangan manusia ada di bawah sayap mereka, dan sayap yang satu menyentuh sayap yang lain. Masing-masing memiliki dua sayap yang terentang di atas sehingga saling menyentuh, sementara dua sayap lainnya menutupi tubuhnya. Di antara makhluk-makhluk hidup itu terlihat sesuatu seperti bara api yang menyala-nyala; mereka tampak seperti obor, bergerak ke sana kemari di antara makhluk-makhluk hidup itu. Api berkilauan, dan darinya keluar kilatan petir. Di atas kepala makhluk-makhluk hidup itu, terlihat sesuatu seperti cakrawala, tampak seperti kristal berkilauan, terentang lurus di atas kepala mereka. Di bawah cakrawala sayap mereka terentang, satu ke arah yang lain. [Masing-masing dari mereka memiliki dua yang menutupi tubuhnya.] Kemudian aku mendengar suara sayap mereka, seperti deru air yang dahsyat, seperti suara Yang Mahakuasa. Ketika mereka bergerak, suara hiruk-pikuk itu seperti hiruk-pikuk tentara. [Dan ketika mereka berdiri diam, mereka menurunkan sayap mereka.]
Di atas cakrawala di atas kepala mereka terlihat sesuatu seperti takhta, tampak seperti safir. Di atasnya duduk, di atas, seseorang yang memiliki penampilan seorang pria. Dari apa yang menyerupai pinggang-Nya ke atas aku melihat apa yang berkilauan seperti elektrum; dari apa yang menyerupai pinggang-Nya ke bawah aku melihat apa yang tampak seperti api; Dia dikelilingi oleh kemegahan. Seperti pelangi yang muncul di awan pada hari hujan adalah kemegahan yang mengelilingi-Nya. Demikianlah penglihatan akan rupa kemuliaan Tuhan.

Responsorium Lihat Yehezkiel 1:26; 2:12; Wahyu 5:13

Aku melihat sesuatu seperti takhta

dan tinggi di atasnya duduk

seseorang yang memiliki penampilan seorang pria;

dan aku mendengar seruan gemuruh yang keras:

℟ Pujian bagi kemuliaan Tuhan di tempat kediaman-Nya.
Pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa bagi Dia yang duduk di takhta,

dan bagi Anak Domba selama-lamanya.

℟ Pujian bagi kemuliaan Tuhan di tempat kediaman-Nya.
Bacaan Kedua

Dari awal khotbah Tentang Para Gembala oleh Santo Agustinus, uskup

Aku adalah seorang Kristen sekaligus seorang pemimpin
Engkau sering belajar bahwa semua harapan kita ada di dalam Kristus dan bahwa Dia adalah kemuliaan dan keselamatan kita yang sejati. Engkau adalah anggota kawanan Gembala Baik, yang menjaga Israel dan memelihara umat-Nya. Namun ada gembala-gembala yang ingin memiliki gelar gembala tanpa ingin memenuhi tugas seorang gembala; marilah kita mengingat apa yang Allah katakan kepada gembala-gembala-Nya melalui nabi. Engkau harus mendengarkan dengan penuh perhatian; aku harus mendengarkan dengan takut dan gentar.
Firman Tuhan datang kepadaku dan berkata: Anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel dan berbicaralah kepada gembala-gembala Israel. Kita baru saja mendengar bacaan ini beberapa saat yang lalu, saudara-saudaraku, dan aku telah memutuskan untuk berbicara kepadamu tentang bagian ini. Tuhan akan membantuku untuk mengatakan kebenaran jika aku tidak berbicara atas wewenangku sendiri. Sebab jika aku berbicara atas wewenangku sendiri, aku akan menjadi gembala yang memelihara diriku sendiri dan bukan domba. Namun, jika kata-kataku adalah milik Tuhan, maka Dia memelihara Engkau tidak peduli siapa yang berbicara. Demikianlah firman Tuhan Allah: Gembala-gembala Israel, yang hanya memelihara diri mereka sendiri! Bukankah seharusnya gembala-gembala memelihara domba? Dengan kata lain, gembala-gembala sejati merawat domba-domba mereka, bukan diri mereka sendiri. Inilah alasan utama mengapa Allah mengutuk gembala-gembala itu: mereka merawat diri mereka sendiri daripada domba-domba mereka. Siapakah mereka yang memelihara diri mereka sendiri? Mereka adalah gembala-gembala yang digambarkan oleh Rasul ketika dia berkata: Mereka semua mencari apa yang menjadi milik mereka dan bukan apa yang menjadi milik Kristus.
Aku harus membedakan dengan cermat antara dua aspek peran yang telah Tuhan berikan kepadaku, peran yang menuntut pertanggungjawaban yang ketat, peran yang didasarkan pada kebesaran Tuhan daripada pada jasa-jasaku sendiri. Aspek pertama adalah bahwa aku adalah seorang Kristen; yang kedua, bahwa aku adalah seorang pemimpin. Aku adalah seorang Kristen untuk kepentinganku sendiri, sedangkan aku adalah seorang pemimpin untuk kepentinganmu; fakta bahwa aku adalah seorang Kristen adalah untuk keuntunganku sendiri, tetapi aku adalah seorang pemimpin untuk keuntunganmu.
Banyak orang datang kepada Allah sebagai orang Kristen tetapi bukan sebagai pemimpin. Mungkin mereka menempuh jalan yang lebih mudah dan kurang terhalang karena mereka memikul beban yang lebih ringan. Selain fakta bahwa aku adalah seorang Kristen dan harus mempertanggungjawabkan hidupku kepada Allah, aku sebagai pemimpin juga harus mempertanggungjawabkan kepengurusanku kepada-Nya.

Responsorium Mazmur 23:1-2, 3

Tuhan adalah gembalaku;

takkan kekurangan aku.

℟ Di padang rumput hijau Dia membaringkan aku.
Dia menuntun aku di jalan yang benar demi nama-Nya.

℟ Di padang rumput hijau Dia membaringkan aku.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa dan kekuatan,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Di dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

Doa Penutup

Pandanglah kami,

ya Allah, Pencipta dan penguasa segala sesuatu,

dan, agar kami merasakan karya belas kasihan-Mu,

anugerahkanlah agar kami melayani Engkau dengan segenap hati kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu XXV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Why 7,10.12)

Selamat bagi Allah kita yang duduk di atas takhta dan bagi Anakdomba. Pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sepanjang segala masa. Amin.

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungBarangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar, sabda Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau meletakkan seluruh isi hukum-Mu yang kudus dalam kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Berilah agar dengan menaati perintah-perintah-Mu kami layak sampai kepada hidup yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Io 4, 16)

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Ayat Singkat

℣.Condongkanlah hatiku, ya Allah, kepada peringatan-peringatan-Mu.℟.Hidupkanlah aku di jalan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu XXV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kita jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, asal saja kita tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.℟.KetetapanMu hendak kupegang.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau meletakkan seluruh isi hukum-Mu yang kudus dalam kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Berilah agar dengan menaati perintah-perintah-Mu kami layak sampai kepada hidup yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu XXV Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Ayat Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati, jawablah aku, ya Tuhan.℟.Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu XXV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungSeorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon, sabda Tuhan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungGuru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau meletakkan seluruh isi hukum-Mu yang kudus dalam kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Berilah agar dengan menaati perintah-perintah-Mu kami layak sampai kepada hidup yang kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Minggu XXV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Para Martir Korea

Martir · wafat 1839

Para martir Korea adalah 103 orang yang dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 6 Mei 1984. mereka berasal dari kalangan pribumi Korea dan para Missionaris Eropa. Diantara para pahlawan iman ini terdapat para imam, biarawan- biarawati, uskup, katekis dan umat awam.

Berikut daftar para martir Korea yang gugur karena beriman kepada Yesus pada masa-masa awal perkembangan Gereja di Korea. Sebagian besar dibunuh selama masa penganiayaan pada tahun 1839, 1846 dan 1867.

Daftar Para Martir Korea

  • Agatha Chon Kyong-Hyob
  • Agatha Kim A-Gi
  • Agatha Kwon Chin-I
  • Agatha Yi Kan-Nan
  • Agatha Yi Kyong-I
  • Agatha Yi Sosa
  • Agatha Yi
  • Andrew Kim Taegon
  • Cecilia Yu Sosa
  • Jung Hye
  • Paul Chong Hasang
  • Agnes Kim Hyoju
  • Alex U Seyong
  • Andrew-Chong Kwagyong (katekis)
  • Anna Kim
  • Anna Pak A-gi
  • Anna Pak Agi
  • Anthony Daveluy (uskup)
  • Anthony Kim Son-u
  • Augustine Pak Chong-won
  • Augustine Yi Chin-gil
  • Augustine Yi Kwang-hon
  • Barbara Ch’oe Yong-i
  • Barbara Cho Chung-i
  • Barbara Han Agi
  • Barbara Kim
  • Barbara Ko Suni
  • Barbara Kwon Hui
  • Barbara Yi Chong-hui
  • Barbara Yi
  • Bartholomew Chong Munho
  • Benedicta Hyon Kyongnyon
  • Catherine Chong Ch’oryom
  • Catherine Yi
  • Charles Cho Shin-ch’ol
  • Charles Hyon Songmun
  • Columba Kim Hyo-im
  • Columba Kim
  • Damianus Nam Myong-hyog (katekis)
  • Damien Nam Myong-hyok
  • Elisabeth Chong Chong-hye (virgin)
  • Francis Ch’oe Hyong-hwan
  • Ignatius Kim Chejun (katekis)
  • Jacob Chastan (Imam)
  • John Baptist Chong Chang-un (katekis)
  • John Baptist Nam Chongsam
  • John Baptist Yi Kwangnyol (katekis)
  • John Nam Chong-sam
  • John Pak
  • John Yi Kwong-hai
  • John Yi Munu
  • John Yi Yunil (katekis)
  • Joseph Chang Chugi (Imam)
  • Joseph Chang Songjib
  • Joseph Cho Yunho
  • Joseph Im Ch’ibaeg
  • Joseph Peter Han Wonso (katekis)
  • Juliet Kim (virgin)
  • Justin de Bretenières (Imam)
  • Lawrence Han Ihyong (katekis)
  • Lawrence Imbert (uskup)
  • Lucia Kim
  • Lucia Park Huisun
  • Ludovicus Beaulieu (Imam)
  • Luke Hwang Soktu
  • Magalena Ho Kye-im
  • Magdalene Cho
  • Magdalene Han Yong-i
  • Magdalene Kim Obi
  • Magdalene Pak Pongson (Janda)
  • Magdalene Son Sobyog
  • Magdalene Yi Yong-hui
  • Magdalene Yi Yongdog
  • Maria Park K’unagi
  • Maria Won Kwi-im (virgin)
  • Maria Yi Indog
  • Maria Yi Yonhui
  • Mark Chong Uibae (katekis)
  • Martha Kim
  • Martin Luke Huin (Imam)
  • Mary Yi Yon-hui
  • Paul Ho
  • Paul Hong Yongju (katekis)
  • Perpetua Hong Kumju (Janda)
  • Peter Aumaitre (Imam)
  • Peter Ch’oe Ch’ang-hub (katekis)
  • Peter Ch’oe Hyong (katekis)
  • Peter Cho Kwaso
  • Peter Chong Wonji
  • Peter Henricus Dorie (Imam)
  • Peter Hong Pyongju
  • Peter Kwon Tugin
  • Peter Maubant (Imam MEP)
  • Peter Nam Kyongmun (katekis)
  • Peter Ryau
  • Peter Son Sonji (katekis)
  • Peter Y Taech’ol
  • Peter Yi Hoyong
  • Peter Yi Myongs
  • Peter Yu Chongyul (katekis)
  • Peter Yu Tae-Chol
  • Protasius Chong Kurbo
  • Rosa Kim (Janda)
  • Sebastian Nam
  • Simon Berneux (uskup)
  • Stephen Min Kukka (katekis)
  • Susanna U Surim
  • Teresa Kim Imi
  • Teresa Kim
  • Teresa Yi Mae-im
  • Thomas Son Chason

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

S. Andreas Kim dan kawan-kawan

Imam dan Para Martir Korea · 1821-1846 (dan para martir 1839-1867)

Andreas Kim Taegon lahir pada tahun 1821 dari keluarga Katolik Korea. Zaman itu iman Kristen dilarang keras dan pemeluknya dikejar-kejar. Ayahnya, Ignatius Kim, gugur sebagai martir. Setelah dibaptis pada usia lima belas tahun, Andreas menempuh perjalanan sangat jauh ke seminari di Makau. Sesudah bertahun-tahun belajar, ia ditahbiskan di Shanghai dan menjadi imam Katolik Korea yang pertama.

Kembali ke tanah airnya, ia bertugas mengatur jalur rahasia agar para misionaris dapat masuk ke Korea melewati penjagaan perbatasan. Ia tertangkap, disiksa, lalu dipenggal di tepi Sungai Han dekat Seoul pada tahun 1846, dalam usia dua puluh lima tahun.

Andreas Kim tidak sendiri. Ia mewakili lebih dari seratus martir Korea yang gugur antara tahun 1839 dan 1867, termasuk Paulus Chong Hasang, seorang awam yang menjadi pemimpin dan pemersatu umat. Sebagian besar dari mereka justru kaum awam, para ibu dan bapak, tua dan muda, yang memilih setia kepada Kristus sampai mati. Umat Katolik Korea sungguh tumbuh dari darah para martir ini, bukan dibawa oleh misionaris asing, melainkan dimulai oleh kaum awam sendiri.

Pada tahun 1984 Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi Andreas Kim bersama 102 martir Korea lainnya.

Pelindung: para imam dan umat Katolik Korea.

Santa Kolumba dan Pamposa

Martir

Kolumba dan Pamposa adalah dua orang biarawati Benediktin. Ketika biara mereka diserang dan dihancurkan oleh Sultan Muhammed I dari Cordova, Spanyol, semua suster lain melarikan diri, kecuali Suster Kolumba. Di hadapan para penangkapnya ia mengakui diri sebagai biarawati. Oleh karena itu dia dipenggal kepalanya. Menyaksikan peristiwa itu, Pamposa menghadap raja untuk mempertobatkannya, tetapi ia mengalami nasib yang sama seperti Suster Kolumba. Peristiwa berdarah itu terjadi atas diri kedua suster itu pada tahun 853.

Santo Eustakius

Martir · wafat ± 188

Eustakius berasal dari Madrid, Spanyol. Dalam jajaran para kudus, ia dihormati sebagai salah seorang santo pelindung bagi para pemburu dan penolong dalam kesukaran hidup. Kisah hidupnya tidak cukup jelas diketahui. Namun dari cerita yang berkembang di kalangan umat beriman, diketahui bahwa ia adalah seorang panglima militer Romawi yang sangat masyhur.

Keanggotaannya di dalam Gereja Kristus terjadi secara ajaib. Konon sementara ia berburu di Guadagnolo, Italia Tengah, tampaklah padanya seekor rusa jantan yang menyandang sebuah 'salib' di antara tanduktanduknya. Ia terpaku memandang rusa itu dan tidak berani membunuhnya. Semenjak itu ia mulai banyak merenung perihal arti penglihatan ajaib itu. Lalu ia memutuskan untuk menjadi Kristen bersama anak isterinya. Keputusan ini mengakibatkan ia dipecat dari jajaran militer Romawi dan dari jabatannya sebagai panglima perang. Ia kemudian mengalami banyak kesulitan hidup, menjadi miskin dan melarat. Isteri dan anak-anaknya dipisahkan dari padanya.

Krisis di dalam kekaisaran Romawi menyebabkan ia dipanggil kembali oleh Kaisar Trajanus untuk memimpin pasukan ke Eropa Timur. Dalam ekspedisi itu secara tak terduga ia bertemu kembali dengan isteri dan anak-anaknya jauh dari Roma. Dalam peperangan itu, Eustakius memperoleh kemenangan yang gemilang atas pasukan musuh, dan disambut dengan meriah oleh rakyat Roma. Sebagai ucapan syukur kaisar mengadakan upacara korban untuk menghormati dewa-dewi Romawi. Eustakius menolak mengikuti upacara kafir itu justru karena imannya akan Kristus. Ia memang sadar sepenuhnya bahwa kekafiran merupakan lawan yang berat dan berbahaya, namun demi imannya ia dengan tegas menolak setiap bujukan kaisar untuk ikut serta di dalam upacara syukur kafir itu. Karena pendiriannya yang tegas itu, akhirnya ia bersama keluarganya dicampakkan ke dalam api hingga hangus terbakar pada tahun 120.

Santo Paulus Chong Hasang

Martir · 1795-1839

Santo Paulus Chong Hasang adalah salah seorang pendiri Gereja Katolik di Korea. Ia juga salah satu dari 103 Martir Korea yang wafat sebagai saksi Kristus pada masa penganiayaan umat kristen di Korea (1839 -1867).

Ayahnya adalah Yak Jong yang tewas sebagi martir pada tahun 1801 dimasa penganiayaan Shin-Yu. Pada masa itu penganiayaan terhadap iman kristen telah menewaskan semua pemuka Kristiani di Korea. Ibunya adalah santa Cecilia Yu, dan seorang saudaranya juga menjadi seorang kudus yaitu santo Jung Hye.

Paulus Chong Hasang berusaha keras untuk mempersatukan kembali umat Kristen yang tercerai-berai, dan mendorong mereka untuk menjaga iman dan menjalankan keyakinan mereka. Dia menulis Sang-Je-Sang-Su yang menjelaskan kepada pemerintah Korea bahwa Gereja Katolik bukanlah sebuah ancaman bagi mereka.

Paulus menyeberang ke Cina sembilan kali, bekerja sebagai pelayan untuk korps diplomatik Korea. Di sana ia juga berusaha meminta bantuan uskup Beijing agar dapat mengirimkan lebih banyak imam ke Korea. Paulus bahkan memohon bantuan langsung ke Roma. Usahanya membuahkan hasil nyata ketika pada tanggal 9 September 1831, Paus Gregorius X resmi mendirikan sebuah keuskupan di Korea.

Ketika para misionaris mulai diutus ke Korea, Paulus masuk seminari. Namun sebelum sempat ditahbiskan menjadi seorang imam, Paulus tewas sebagai martir pada tahun 1839, ketika Kaisar Hye Gi mulai menganiaya orang-orang Kristen.

Berikut daftar para martir Korea, imam, misionaris dan orang awam yang meninggal pada hari-hari awal Gereja di Korea. Sebagian besar dibunuh selama masa penganiayaan pada tahun 1839, 1846 dan 1867.

Daftar Para Martir Korea

  • Agatha Chon Kyong-Hyob
  • Agatha Kim A-Gi
  • Agatha Kwon Chin-I
  • Agatha Yi Kan-Nan
  • Agatha Yi Kyong-I
  • Agatha Yi Sosa
  • Agatha Yi
  • Andrew Kim Taegon
  • Cecilia Yu Sosa
  • Jung Hye
  • Paul Chong Hasang
  • Agnes Kim Hyoju
  • Alex U Seyong
  • Andrew-Chong Kwagyong (katekis)
  • Anna Kim
  • Anna Pak A-gi
  • Anna Pak Agi
  • Anthony Daveluy (uskup)
  • Anthony Kim Son-u
  • Augustine Pak Chong-won
  • Augustine Yi Chin-gil
  • Augustine Yi Kwang-hon
  • Barbara Ch’oe Yong-i
  • Barbara Cho Chung-i
  • Barbara Han Agi
  • Barbara Kim
  • Barbara Ko Suni
  • Barbara Kwon Hui
  • Barbara Yi Chong-hui
  • Barbara Yi
  • Bartholomew Chong Munho
  • Benedicta Hyon Kyongnyon
  • Catherine Chong Ch’oryom
  • Catherine Yi
  • Charles Cho Shin-ch’ol
  • Charles Hyon Songmun
  • Columba Kim Hyo-im
  • Columba Kim
  • Damianus Nam Myong-hyog (katekis)
  • Damien Nam Myong-hyok
  • Elisabeth Chong Chong-hye (virgin)
  • Francis Ch’oe Hyong-hwan
  • Ignatius Kim Chejun (katekis)
  • Jacob Chastan (Imam)
  • John Baptist Chong Chang-un (katekis)
  • John Baptist Nam Chongsam
  • John Baptist Yi Kwangnyol (katekis)
  • John Nam Chong-sam
  • John Pak
  • John Yi Kwong-hai
  • John Yi Munu
  • John Yi Yunil (katekis)
  • Joseph Chang Chugi (Imam)
  • Joseph Chang Songjib
  • Joseph Cho Yunho
  • Joseph Im Ch’ibaeg
  • Joseph Peter Han Wonso (katekis)
  • Juliet Kim (virgin)
  • Justin de Bretenières (Imam)
  • Lawrence Han Ihyong (katekis)
  • Lawrence Imbert (uskup)
  • Lucia Kim
  • Lucia Park Huisun
  • Ludovicus Beaulieu (Imam)
  • Luke Hwang Soktu
  • Magalena Ho Kye-im
  • Magdalene Cho
  • Magdalene Han Yong-i
  • Magdalene Kim Obi
  • Magdalene Pak Pongson (Janda)
  • Magdalene Son Sobyog
  • Magdalene Yi Yong-hui
  • Magdalene Yi Yongdog
  • Maria Park K’unagi
  • Maria Won Kwi-im (virgin)
  • Maria Yi Indog
  • Maria Yi Yonhui
  • Mark Chong Uibae (katekis)
  • Martha Kim
  • Martin Luke Huin (Imam)
  • Mary Yi Yon-hui
  • Paul Ho
  • Paul Hong Yongju (katekis)
  • Perpetua Hong Kumju (Janda)
  • Peter Aumaitre (Imam)
  • Peter Ch’oe Ch’ang-hub (katekis)
  • Peter Ch’oe Hyong (katekis)
  • Peter Cho Kwaso
  • Peter Chong Wonji
  • Peter Henricus Dorie (Imam)
  • Peter Hong Pyongju
  • Peter Kwon Tugin
  • Peter Maubant (Imam MEP)
  • Peter Nam Kyongmun (katekis)
  • Peter Ryau
  • Peter Son Sonji (katekis)
  • Peter Y Taech’ol
  • Peter Yi Hoyong
  • Peter Yi Myongs
  • Peter Yu Chongyul (katekis)
  • Peter Yu Tae-Chol
  • Protasius Chong Kurbo
  • Rosa Kim (Janda)
  • Sebastian Nam
  • Simon Berneux (uskup)
  • Stephen Min Kukka (katekis)
  • Susanna U Surim
  • Teresa Kim Imi
  • Teresa Kim
  • Teresa Yi Mae-im
  • Thomas Son Chason

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Paulus = Kecil (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari