Bacaan Misa
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan dalam mengajar. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua. Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.
Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh,
kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.
Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Mazmur 43 (44)
Kemalangan umat Allah
Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).
AntifonKekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.
Antifon 2Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
AntifonKembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.
Antifon 3Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
AntifonBangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.
Responsorium Ayub 16:17; Ratapan 1:16, 18, 12
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Mazmur 142 (143),1-11
Antifon 1Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.
Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Yes 66,10-14a
Antifon 2Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.
Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.
Mazmur 146 (147A)
Antifon 3Betapa indahnya memuji Allah kita.
Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.
Doa Permohonan
℟. Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut. ℟.
Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu. ℟.
Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus. ℟.
Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),153-160
Antifon 1Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.
Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Mazmur 127 (128)
Antifon 2Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.
Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Mazmur 128 (129)
Antifon 3Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.
Bacaan singkat Keb 1,1-2
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Heb 12, 1b-2)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Mazmur 143 (144) - I
Antifon 1Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.
Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Mazmur 143 (144) - II
Antifon 2Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.
Bacaan singkat lh. Kol 1,23
Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.
Doa Permohonan
℟. Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.
Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka. ℟.
Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih. ℟.
Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang. ℟.
Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya. ℟.
Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahayaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Hildegardis
Hildegardis lahir di Bockelheim, Jerman pada tahun 1098. Ia seorang biarawati Ordo Benediktin yang saleh, di bawah bimbingan Santa Yutta. Santa Yutta sendiri dikenal sebagai seorang rubiah dan penghimpun para wanita yang ingin bersemadi, hidup tenang dan banyak berdoa. Setelah Yutta meninggal dunia, Hildegradis menggantikannya sebagai pemimpin biara Benediktin di Diessenberg, dekat tempat kelahirannya. Pada tahun 1148 ia memindahkan biara itu ke Rupertsberg, dekat Bingen, Jerman. Sekalipun usianya mencapai 80 tahun, namun kesehatannya sangat rapuh: sering sakit dan sangat emosional.
Semenjak usia mudanya ia dianugerahi pengalaman rohani yang luar biasa: dapat meramalkan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi, mengalami berbagai penglihatan, dan banyak membuat mujizat. Biarawati Benediktin ini senantiasa mengajak orang lain agar mau merubah cara hidupnya, menerima penderitaan dan bersemangat tobat. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan rohani padanya: para bangsawan, uskup-uskup, rahib-rahib dan suster-suster. Meskipun demikian banyak pula orang yang bersikap sinis padanya. Mereka ini menganggap Hildegardis sebagai wanita yang tidak waras. Memang, Hildegardis adalah biarawati yang sungguh luar biasa pada Abad Pertengahan. Buah penanya sangat banyak. Biasanya ia mendiktekan pikiran-pikirannya kepada seorang biarawati pembantunya, yang kemudian mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Latin. Salah satu bukunya ialah 'Scivias' (= Semoga Anda Tahu) yang berisi tentang berbagai pengalaman mistiknya. Buku yang lain berisi penjelasan tentang Injil, kehidupan rohani dan peraturan Santo Benediktus. Ia menulis juga mengenai ilmu pengetahuan alam, tentang tubuh manusia, penyakit serta obat-obatnya. Kisah Orang-orang Kudus tidak luput dari perhatiannya, sehingga ia bukukan juga. Ia menggubah syair, berbagai hymne dan musik.
Hildegardis selalu sibuk. Namun ia masih juga menyempatkan diri melakukan perjalanan keliling Jerman untuk memperingatkan para bangsawan, imam dan uskup tentang cara hidup mereka yang tidak sesuai dengan ajaran iman Kristen dan semangat Injil. Keprihatinannya terhadap keadaan Gereja yang bobrok mendorong dia rajin berkotbah di alun-alun. Orang-orang yang mendengar kotbahnya terpukau, insyaf lalu bertobat. Ia tak jemu jemunya menyurati para pemimpin seperti Paus, kaisar, raja dan tokoh-tokoh masyarakat yang besar pengaruhnya, seperti misalnya Santo Bernardus Clairvaux. Hildegardis akhirnya meninggal dunia di Rupertsberg, Jerman pada tanggal 17 September 1179.
Santo Albertus dari Yerusalem
Santo Albertus Avogadro lahir di Gualtieri Parma Italia. Ia adalah seorang yang terdidik di bidang teologi dan hukum. Walau berdarah bangsawan dan terpelajar, namun kehidupan duniawi rupanya tidak menarik bagi Albertus. Ia malah memutuskan untuk masuk biara Konggregasi C.R.L (Canons Regular of the Lateran) di Mortara dan menjadi seorang imam. Selanjutnya pada tahun 1180 ia terpilih menjadi Prior biara tersebut.
Pada tahun 1184 Albert ditunjuk paus Klemens III untuk menjadi Uskup di kota Bobbio. Setahun kemudian ia diangkat menjadi Uskup di Vercelli dan juga menjadi pembantu paus sebagai mediator dan diplomat bagi Takhtah Suci dan Kaisar Frederick Barbarossa. Ia menjabat wakil sebagai paus pada tahun 1199 dan membantu mengakhiri perang antara Parma dan Piacenza, Italia.
Pada tahun 1205 Albertus diangkat menjadi Patriark Yerusalem oleh Paus Innosensius III, dan menjabat sebagai wakil paus di tanah suci. Karyanya yang terkenal saat menjabat sebagai Patriark Yerusalem adalah membantu mendirikan Ordo Karmel dengan menulis Aturan Dasar (Regula) bagi Ordo tersebut. Regula yang di kemudian hari disebut Karmel Rule of St. Albert masih menjadi Aturan Dasar bagi Ordo Karmel sampai hari ini. Selain itu ia berhasil menjadi mediator dalam perselisihan yang terjadi antara Kerajaan Yerusalem dan Kerajaan Siprus, dan perselisihan antara para Crusaders dan Kerjaan Armenia Kilikia.
Pada tahun 1214 patriark Albertus dipanggil paus untuk menghadiri Konsili Lateran Keempat di Roma. Namun sebelum ia berangkat ke Italia, pada tanggal 14 september 1214 Albertus tewas ditikam saat sedang memimpin prosesi dalam misa hari peringatan Exaltation of the Holy Cross didalam Gereja Santo Yohanes di Acre. Pembunuhnya adalah seorang kepala rumah sakit Katolik yang sebelumnya telah dipecat Albertus karena ketahuan berbuat zinah.
Santo Albertus dari Yerusalem dihormati sebagai seorang kudus dan martir. Gereja merayakan pestanya pada setiap tanggal 17 September.
Arti nama
Albertus = "Bangsawan yang Cemerlang" atau "Bangsawan Terkenal"
Berasal dari Bahasa Jerman Kuno “Adal” yang berarti : “bangsawan” dan “beraht” yang berarti : “Terang”, “Bersinar” atau “Cemerlang”
Santo Lambertus
Santo Lambertus berasal dari keluarga bangsawan, anak dari pangeran Aper dan Herisplindis. Ia memperoleh pendidikan agama yang baik dari Santo Theodardus, pamannya yang juga Uskup Maastricht, Belanda. Ketika Uskup Theodardus menjadi martir pada tahun 670, lambertus terpilih menggantikannya.
Lambertus terkenal sebagai seorang uskup yang saleh. Seperti pamannya, Lambertus juga gigih membela umat dari penindasan para bangsawan dan tuan-tuan tanah. Karena itu pada tahun 674 ia diusir paksa dari Maastricht dan diasingkan di Liège (Belgia) selama tujuh tahun. Di pengasingan Lambertus tetap berkarya dengan mendirikan sebuah biara yaitu Biara Stavelot, yang masih berdiri hingga saat ini. Uskup Lambertus baru kembali ke Maastricht pada tahun 681. Ia kembali memimpin umatnya dan membangun banyak biara-biara baru.
Disekitar tahun 700, Lambertus dengan tegas menegur seorang bangsawan yang hidupnya tidak bermoral dan memelihara banyak gundik. Teguran bapa Uskup membuat bangsawan tua ini marah dan mengancam untuk mencelakainya. Beberapa waktu kemudian, saat sedang mempersembahkan misa di kapela Santo Kosmas dan Damianus di Liège, sekelompok orang suruhan sang bangsawan menyerangnya. Mereka mengepungnya di atas altar lalu menikamnya dengan tombak tepat di jantungnya sehingga ia tewas seketika.
Santo Lambertus dari Maastricht, tewas sebagai martir karena membela kesucian sakramen perkawinan. Awalnya ia dimakamkan di Maastricht, lalu dipindahkan ke Liège oleh seorang anak didiknya yang terpilih menggantikan kedudukannya sebagai uskup Maastricht, yaitu Santo Hubertus. Kini makam Santo Lambertus berada di Katedral St.Lambertus, Liège - Belgia.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Lambertus = "Tanah Yang indah" (Old Germanic)
Berasal dari kata Old Germanic : " Land " yang berarti “tanah atau daratan" dan " beraht " yang berarti : "terang".
Santo Robertus Bellarminus
Robertus Bellarminus lahir di Montepulciano, dekat Siena, Italia pada tanggal 4 Oktober 1542. Oleh ibunya, adik Sri Paus Marsellus II, Robertus memperoleh pendidikan dasar yang sangat baik. Di kolese Yesuit setempat, Robertus terkenal cerdas dan ramah. Semua guru dan kawannya senang padanya. Ia senang berorganisasi dan menghimpun kawan-kawannya untuk mendiskusikan berbagai persoalan penting. Sastera Latin sangat digemarinya sehingga kadang-kadang ia semalaman sibuk mengarang dan membaca.
Ayahnya menginginkan dia menjadi dokter agar kelak dapat merawat para raja dan pangeran. Semua angan-angan ayahnya seolah sirna seketika pada waktu dia menyatakan keinginannya untuk menjalani hidup membiara dalam Serikat Yesus. Dengan tegas ayahnya menolak cita-citanya itu. Sebaliknya ibunya sangat mendukung bahkan menghendaki agar kelima anaknya menjadi imam dalam Serikat Yesus. Dengan berbagai cara ayahnya menghalangi dia. Robertus tetap tenang menghadapi ayahnya. "Aku rasa, tugas seorang imam pun tidak jauh berbeda dengan tugas seorang dokter. Bukankah banyak orang membutuhkan pertolongan seorang imam? Lihat! Betapa banyak orang yang terlantar jiwanya karena kekurangan imam," demikian kata-kata Robert kepada ayahnya. "Baiklah Robert, kalau itulah yang kaukehendaki. Ayah tidak bisa menghalang-halangi kehendak Tuhan atas dirimu," jawab ayahnya.
Pada tanggal 19 September 1560, Robertus meninggalkan Montepulciano menuju Roma. Ketika itu ia berumur 18 tahun. Setibanya di Roma, ia menghadapi Pater Laynez, Jenderal Serikat Yesus masa itu. Pater Laynez menerima dia dengan senang hati dalam pangkuan Serikat Yesus. Ia diizinkan menjalani masa novisiat bersama rekan-rekannya yang lain. Masa novisiat ini dipersingkat karena kepintaran dan kepribadiannya yang mengesankan. Ia lalu disuruh belajar Filsafat di Collegium Romanum di Roma selama tiga tahun, dan belajar Teologi di Universitas Padua selama dua tahun.
Karya imamatnya dimulai dengan mengajar Teologi di Universitas Louvain, Belgia. Di sini ia meningkatkan pengajaran bahasa Hibrani dan mempersiapkan perbaikan terjemahan Alkitab Vulgata. Dari Universitas ini pula, ia melancarkan perlawanan gencar terhadap ajaran Protestan dengan menerbitkan bukunya berjudul "Disputationes." Dari Louvain, Pater Robertus dipindahkan ke Collegium Romanum, alma maternya dahulu. Di sana ia diangkat menjadi pembimbing rohani, rektor sekaligus Provinsial Yesuit. Di kalangan istana kePausan, Robertus dikenal sebagai penolong dalam memecahkan berbagai persoalan iman dan soal-soal lain yang menyangkut keselamatan umum. Ia juga biasa dimintai nasehatnya oleh Sri Paus dan dipercayakan menangani perkara-perkara Gereja yang penting.
Menyaksikan semua prestasinya, Sri Paus Klemens VIII (1592-1605) mengangkatnya menjadi Kardinal pada tahun 1599 dan tak lama kemudian ia ditahbiskan menjadi Uskup Capua. Tugas baru ini dilaksanakannya dengan mengadakan kunjungan ke semua paroki yang ada di dalam keuskupannya. Tugas sebagai mahaguru ditinggalkannya. Masa kerja di Capua tidak terlalu lama, karena dipanggil oleh Paus Paulus V (1605-1621) ke Roma untuk menangani beberapa tugas yang penting bagi Gereja. Di sana ia mulai kembali menekuni kegemarannya menulis buku-buku, rohani. Tahun-tahun terakhir hidupnya diisinya dengan menulis tafsiran Kitab Mazmur dan 'Ketujuh Sabda Terakhir Yesus sebelum wafat di kayu salib. Dua buku katekismus yang dikarangnya sangat laris dan beredar luas di kalangan umat sebagai bahan pengajaran bagi para katekumen. Buku terakhir yang ditulisnya ialah 'Ars Moriendi' yang melukiskan persiapannya menghadapi kematiannya yang sudah dekat. Buku ini ditulis pada saat-saat terakhir hidupnya di novisiat St. Andreas di Roma.
Setelah membaktikan seluruh dirinya demi kepentingan Gereja, Robertus Bellarminus menghembuskan nafasnya terakhir pada tanggal 17 September 1621 di novisiat St. Andreas, Roma. Beliau dikenal luas sebagai seorang ahli teologi yang sangat gigih membela Gereja dan jabatan kePausan dalam kemelut zaman Reformasi Protestan. Ia hidup sederhana dan suci serta mempunyai pengaruh yang sangat besar. Ia dinyatakan sebagai 'Beato' oleh Paus Pius XI (1922-1939) pada tanggal13 Mei 1923, dan sebagai 'Santo' pada tanggal 29 Juni 1930, lalu sebagai 'Pujangga Gereja' pada tanggal 17 September 1931.
Santo Satyrus
Santo Satyrus dari Milan (Italia: San Satiro di Milano) adalah saudara dari Santo Ambrosius dan Santa Marcellina. Ia lahir di Trier Jerman lalu hijrah bersama seluruh keluarganya ke ibukota kerajaan, Roma, dimana ia kemudian dididik untuk menjadi seorang pengacara.
Satyrus sempat menjabat sebagai prefek (kepala daerah atau gubernur) untuk salah satu provinsi di kekaisaran Romawi, namun ia mengundurkan diri dari jabatan itu menyusul pelantikan saudaranya Ambrosius sebagai uskup agung Milan. Satyrus membaktikan dirinya membantu sang uskup untuk urusan administrasi dan finansial di keuskupan agung tersebut.
Ia meninggal dengan tiba-tiba di Milan pada tahun 378. Santo Ambrosius yang memimpin upacara pemakaman, memuji Satyrus atas semua pengorbanannya, rasa kedilan, integritas dan kemurahan hatinya. Khotbah Santo Ambrosius ini begitu menyentuh, sehingga kelak dibukukan dengan Judul : De excessu fratris Satyri (Saat Kematian Saudara Satyrus).
Santo Satyrus dimakamkan di Basilika Santo Ambrosius di Milan, disamping saudaranya Santo Ambrosius dan saudarinya Santa Marcellina.
Arti nama
Nama Satyrus diturunkan dari kata Latin : “Satura” yang berarti : “Satire” atau “Sindiran”
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari