Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Kornelius dan Siprianus

Rabu, 16 September 2037· Merah · Pekan Psalterium IV
16 September 2037

Bacaan Misa

S. Kornelius dan Siprianus
Bacaan Pertama

Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

Mazmur Tanggapan

Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

Bacaan Injil

Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."

Invitatorium

S. Kornelius dan Siprianus

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.

Ibadat Bacaan

S. Kornelius dan Siprianus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Demi indahnya bumi,

Demi indahnya langit,

Demi kasih yang sejak lahir

Meliputi dan mengelilingi kita,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi indahnya setiap jam

Siang dan malam,

Bukit dan lembah, pohon dan bunga,

Matahari dan bulan, serta bintang-bintang terang,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita telinga dan mata,

Demi kegembiraan hati dan pikiran,

Demi harmoni mistis,

Menghubungkan indra dengan suara dan penglihatan;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita kasih insani,

Saudara laki-laki, saudara perempuan, orang tua, anak,

Sahabat di bumi dan sahabat di surga,

Demi segala pikiran yang lembut dan halus;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi setiap anugerah-Mu yang sempurna,

Yang begitu bebas Kau berikan kepada umat kami,

Rahmat insani dan ilahi,

Bunga-bunga bumi dan kuncup-kuncup surga.
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Mazmur 102 (103)

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan,

segala batinku, pujilah nama-Nya yang kudus.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan

dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala dosamu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotai engkau dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Antifon 2Seperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan kerahiman.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.
Sebab setinggi langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;

sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia mekar seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSeperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

III
Tetapi kasih Tuhan kekal abadi

atas mereka yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

apabila mereka memelihara perjanjian-Nya dalam kebenaran,

apabila mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan takhta-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kekuatan, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian kekal agar kami dapat memuji dan memuliakan Engkau selamanya.

AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, buatlah aku mengerti jalan perintah-perintah-Mu.

℟ Dan aku akan mengagumi hikmat-Mu.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

8:1-6,16-9:11

Penghakiman atas Yerusalem yang berdosa
Pada hari kelima bulan keenam, pada tahun keenam, ketika aku duduk di rumahku, dan para tua-tua Yehuda duduk di hadapanku, tangan Tuhan Allah jatuh atasku di sana.
Aku mendongak dan melihat suatu bentuk yang menyerupai seorang manusia. Dari apa yang tampak seperti pinggangnya ke bawah, ada api; dari pinggangnya ke atas tampak ada cahaya seperti kilauan elektrum. Ia mengulurkan apa yang tampak seperti tangan dan mencengkeram rambut kepalaku. Roh mengangkatku ke udara dan membawaku dalam penglihatan ilahi ke Yerusalem, ke pintu gerbang utara, tempat berdirinya patung kecemburuan yang membangkitkan kecemburuan.
Aku melihat di sana kemuliaan Allah Israel, seperti penglihatan yang telah kulihat di dataran. Kerubim ditempatkan di sebelah kanan Bait Suci; Ia berkata kepadaku: Anak manusia, lihatlah ke utara! Aku melihat ke utara dan melihat di sebelah utara gerbang itu mezbah patung kecemburuan. Anak manusia, Ia bertanya kepadaku, apakah engkau melihat apa yang mereka lakukan? Apakah engkau melihat kekejian-kekejian besar yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus meninggalkan tempat kudus-Ku? Tetapi engkau akan melihat kekejian-kekejian yang lebih besar lagi!
Kemudian Ia membawaku ke pelataran dalam rumah Tuhan, dan di sana di pintu Bait Suci Tuhan, antara serambi dan mezbah, ada sekitar dua puluh lima orang dengan punggung menghadap Bait Suci Tuhan dan wajah menghadap ke timur; mereka menyembah matahari. Apakah engkau melihat, anak manusia? Ia bertanya kepadaku. Apakah begitu sepele bagi kaum Yehuda untuk melakukan hal-hal keji yang telah mereka lakukan di sini – karena mereka telah memenuhi negeri itu dengan kekerasan, dan berulang kali mereka telah memprovokasi Aku – sehingga sekarang mereka juga harus menaruh ranting ke hidung-Ku? Oleh karena itu Aku pun akan bertindak dengan murka: Aku tidak akan memandang mereka dengan belas kasihan, dan tidak akan menunjukkan rahmat.
Kemudian Ia berseru dengan suara nyaring agar aku mendengar: Datanglah, hai para penghukum kota! Dengan itu aku melihat enam orang datang dari arah gerbang atas yang menghadap ke utara, masing-masing dengan senjata pemusnah di tangannya. Di tengah-tengah mereka ada seorang pria berpakaian linen, dengan tempat alat tulis di pinggangnya. Mereka masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga.
Kemudian Ia memanggil pria berpakaian linen dengan tempat alat tulis di pinggangnya, seraya berkata kepadanya: Lewatilah kota (melalui Yerusalem) dan berilah tanda X pada dahi mereka yang meratap dan mengerang atas segala kekejian yang dilakukan di dalamnya. Kepada yang lain aku mendengar Ia berkata: Lewatilah kota setelah dia dan pukul! Janganlah memandang mereka dengan belas kasihan, dan janganlah menunjukkan rahmat! Orang tua, pemuda dan gadis, wanita dan anak-anak – musnahkanlah mereka! Tetapi janganlah menyentuh siapa pun yang bertanda X; mulailah dari tempat kudus-Ku.
Maka mereka mulai dengan orang-orang (para tua-tua) yang berada di depan Bait Suci. Najiskanlah Bait Suci, Ia berkata kepada mereka, dan penuhilah pelataran dengan orang-orang yang terbunuh; kemudian keluarlah dan pukul di kota.
Ketika mereka mulai memukul, aku ditinggalkan sendirian. Aku jatuh tersungkur, berseru, Aduh, Tuhan Allah! Apakah Engkau akan memusnahkan semua yang tersisa dari Israel ketika Engkau mencurahkan murka-Mu atas Yerusalem?” Ia menjawabku: Dosa-dosa kaum Israel sangat besar melampaui batas; negeri itu dipenuhi dengan pertumpahan darah, kota itu dengan pelanggaran hukum. Mereka berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan negeri itu, bahwa Ia tidak melihat mereka. Aku, bagaimanapun, tidak akan memandang mereka dengan belas kasihan, dan tidak akan menunjukkan rahmat. Aku akan menimpakan perbuatan mereka ke atas kepala mereka.
Kemudian aku melihat pria berpakaian linen dengan tempat alat tulis di pinggangnya membuat laporannya: “Aku telah melakukan seperti yang Engkau perintahkan.”

Responsorium Matius 24:15,21, 21; Wahyu 7:3

Apabila kamu melihat “kekejian yang membinasakan” berdiri di tempat kudus, maka akan ada kesengsaraan besar.

Jika waktu itu tidak dipersingkat, tidak ada manusia yang dapat bertahan hidup,

℟ tetapi demi orang-orang pilihan, masa penderitaan akan dipersingkat.
Janganlah merusak bumi atau laut sampai kami membubuhkan meterai pada dahi hamba-hamba Allah kami.

℟ tetapi demi orang-orang pilihan, masa penderitaan akan dipersingkat.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Siprianus, uskup dan martir

Iman yang siap dan tak tergoyahkan
Siprianus mengirim salam kepada saudaranya Kornelius. Saudaraku yang terkasih, kami telah mendengar kesaksian mulia yang diberikan oleh imanmu yang berani. Setelah mengetahui kehormatan yang Engkau raih melalui kesaksianmu, kami dipenuhi dengan sukacita sedemikian rupa sehingga kami merasa diri kami turut serta dan menjadi rekan dalam pencapaianmu yang patut dipuji. Bagaimanapun, kami memiliki Gereja yang sama, pikiran yang sama, harmoni yang sama yang tak terputus. Mengapa seorang imam tidak boleh bangga atas pujian yang diberikan kepada sesama imam seolah-olah itu diberikan kepadanya? Persaudaraan mana yang gagal bersukacita dalam kebahagiaan saudara-saudaranya di mana pun mereka berada?
Kata-kata tidak dapat mengungkapkan betapa besar kegembiraan dan kesenangan di sini ketika kami mendengar tentang keberuntunganmu dan perbuatanmu yang berani: bagaimana Engkau menonjol sebagai pemimpin saudara-saudaramu dalam pernyataan iman mereka, sementara pengakuan pemimpin diperkuat saat mereka menyatakan iman mereka. Engkau memimpin jalan menuju kemuliaan, tetapi Engkau memperoleh banyak rekan dalam kemuliaan itu; menjadi yang terdepan dalam kesiapanmu untuk bersaksi atas nama semua, Engkau membujuk umatmu untuk menjadi satu kesaksian. Kami tidak dapat memutuskan mana yang harus kami puji, imanmu sendiri yang siap dan tak tergoyahkan atau kasih saudara-saudaramu yang tidak akan meninggalkanmu. Sementara keberanian uskup yang demikian memimpin telah ditunjukkan, pada saat yang sama kesatuan persaudaraan yang mengikutinya telah dimanifestasikan. Karena Engkau memiliki satu hati dan satu suara, Gereja Roma secara keseluruhan yang demikian telah bersaksi.
Saudaraku terkasih, terang dan bersinar adalah iman yang dipuji oleh Rasul yang terberkati dalam komunitasmu. Ia melihat ke depan dalam roh pujian yang layak atas keberanianmu dan kekuatan yang tidak dapat dipatahkan; ia mengumumkan masa depan ketika ia bersaksi tentang pencapaianmu; pujiannya terhadap para bapa adalah tantangan bagi para putra. Kesatuanmu, kekuatanmu telah menjadi contoh-contoh bersinar dari kebajikan-kebajikan ini bagi saudara-saudara yang lain.
Penyelenggaraan ilahi kini telah mempersiapkan kita. Rencana belas kasihan Allah telah memperingatkan kita bahwa hari perjuangan kita sendiri, pertandingan kita sendiri, sudah dekat. Dengan kasih bersama yang mengikat kita erat, kita melakukan segala yang kita bisa untuk menasihati jemaat kita, untuk menyerahkan diri kita tanpa henti pada puasa, berjaga-jaga, dan doa bersama. Inilah senjata surgawi yang memberi kita kekuatan untuk berdiri teguh dan bertahan; inilah pertahanan rohani, persenjataan yang diberikan Allah yang melindungi kita.
Maka marilah kita saling mengingat, bersatu dalam pikiran dan hati. Marilah kita berdoa tanpa henti, Engkau untuk kami, kami untuk Engkau; dengan kasih yang kita bagi, kita akan meringankan ketegangan dari cobaan-cobaan besar ini.

Responsorium

Kami adalah prajurit sekarang, berjuang di medan perang iman, dan Allah melihat semua yang kami lakukan; para malaikat menyaksikan dan demikian pula Kristus.

℟ Betapa suatu kehormatan dan kemuliaan dan sukacita, untuk berperang di hadapan Allah, dan memiliki Kristus yang menyetujui kemenangan kami.
Marilah kita mempersenjatai diri dengan kekuatan penuh dan mempersiapkan diri untuk perjuangan terakhir dengan hati yang tak bercela, iman yang sejati, dan keberanian yang tak tergoyahkan.

℟ Betapa suatu kehormatan dan kemuliaan dan sukacita, untuk berperang di hadapan Allah, dan memiliki Kristus yang menyetujui kemenangan kami.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang menganugerahkan Santo Kornelius dan Siprianus kepada umat-Mu

sebagai gembala yang tekun dan martir yang gagah berani,

berilah kiranya melalui perantaraan mereka

kami dikuatkan dalam iman dan keteguhan

serta menyerahkan diri kami tanpa batas

demi kesatuan Gereja.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Kornelius dan Siprianus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Marilah kita bernyanyi
Dengan gembira memuji
Kejayaan para kudus
Yang dibunuh demi Kristus.

Berkat imannya yang kuat
Dan dibantu oleh rahmat
Mereka bertekad bulat
Setya sampai akhir hayat.

Meskipun diancam maut
Tidaklah mereka takut
Sebab Tuhan mendampingi
Dengan kuasa ilahi.

Mari mohon pada Tuhan
Agar kita digabungkan
Pada rombongan pahlawan
Sepanjang segala zaman. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (2Kor 1,3-5)

Terpujilah Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belaskasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab sebagaimana penderitaan Kristus melimpah dalam diri kita, demikian pula berlimpahlah penghiburan kita demi Kristus.

Lagu Singkat

℣.Orang-orang jujur hidup,* Untuk selama-lamanya.℟.Orang.℣.Dan Tuhanlah ganjaran mereka.℟.Untuk selama-lamanya.℣.Kemuliaan.℟.Orang.

Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, para martir wafat demi sabda Allah. Marilah kita memuji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:

℟. Engkau telah menebus kami dengan darahMu.

Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.

Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.

Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.

Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menganugerahkan Santo Kornelius dan Siprianus kepada umat-Mu sebagai gembala yang tekun dan martir yang gagah berani, berilah kiranya melalui perantaraan mereka kami dikuatkan dalam iman dan keteguhan serta menyerahkan diri kami tanpa batas demi kesatuan Gereja. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Kornelius dan Siprianus

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)

Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Ayat Singkat

℣.Baiklah bersyukur kepada Tuhan.℟.Dan bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Kornelius dan Siprianus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11

Allah, sumber segala rahmat, telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya yang kekal. Ia akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita sejurus lamanya. Dialah yang berkuasa sepanjang segala abad. Amin.

℣.Orang kudus yang berharap kepada Tuhan.℟.Akan dikuatkan dan takkan jatuh.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menganugerahkan Santo Kornelius dan Siprianus kepada umat-Mu sebagai gembala yang tekun dan martir yang gagah berani, berilah kiranya melalui perantaraan mereka kami dikuatkan dalam iman dan keteguhan serta menyerahkan diri kami tanpa batas demi kesatuan Gereja. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Kornelius dan Siprianus

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Ayat Singkat

℣.Tuhanlah bagian warisanku dan pialaku.℟.Engkaulah yang meneguhkan bagian yang diundikan bagiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Kornelius dan Siprianus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Kawan sekalian mari melambungkan
Nyanyian pujian untuk memulyakan
Angkatan pahlawan yang tak terkalahkan
Rela mati demi Tuhan.

Mereka dihina dibenci dunia.
Akhirnya disiksa hingga tak bernyawa
Namun sesungguhnya mereka berjaya
Hidup mulya selamanya.

Sungguh mengagumkan semangat pahlawan
Yang tak tergoncangkan di tengah siksaan
Di mana gerangan sumber ketabahan
Jika bukan dalam Tuhan?

Terpujilah Bapa Allah mahaesa
Terpujilah Putra penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 4,13-14)

Saudara-saudara, sebenarnya kamu harus bersuka hati, bila turut memikul sebagian dari penderitaan Kristus, sebab dengan demikian kamupun akan turut bersukacita, bila Kristus akan tampak dalam kemuliaanNya. Alangkah bahagia kamu, kalau dicaci maki karena menjadi pengikut Kristus; sebab dengan demikian Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.

Lagu Singkat

℣.Bersukacitalah, hai orang-orang suci,* Dan bergembiralah dalam Tuhan.℟.Bersukacitalah.℣.Bermadah-madahlah, hai orang jujur.℟.Dan bergembiralah dalam Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Bersukacitalah.

Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.

Doa Permohonan

Raja para martir sudah mempersembahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidupNya di salib. Marilah kita mengucap syukur kepadaNya dengan berkata:

℟. Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu. ℟.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang menganugerahkan Santo Kornelius dan Siprianus kepada umat-Mu sebagai gembala yang tekun dan martir yang gagah berani, berilah kiranya melalui perantaraan mereka kami dikuatkan dalam iman dan keteguhan serta menyerahkan diri kami tanpa batas demi kesatuan Gereja. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin.

Ibadat Penutup

S. Kornelius dan Siprianus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Beato Viktor III

Paus · 1027-1087

Viktor III lahir di Benevento, Italia pada tahun 1026/1027. Mulanya ia masuk biara Santa Sophia di Benevento, Italia dan mendapat nama Desiderius. Kemudian ia masuk Ordo Benediktin di Monte Casino. Ia dikenal sebagai seorang rahib yang saleh dan bijaksana. Oleh karena itu pada tahun 1085, ia diangkat menjadi pemimpin biara (= Abbas) Monte Casino. Setahun kemudian ia ditahbiskan menjadi imam kardinal. Sebagai Abbas, ia berusaha memperbaiki kembali gereja biara Monte Casino dan membaharui disiplin hidup para Benediktin di dalam biara itu. Kecuali itu, ia berusaha menciptakan kedamaian bagi orang-orang Normandia.

Pada bulan Mei 1086, Desiderius diminta menjadi Paus. Dengan rendah hati, ia menolak jabatan mulia itu karena merasa diri tidak layak. Namun ia dipaksa untuk menjadi Paus demi kelanjutan kepemimpinan di dalam Gereja Kristus. Ia akhirnya menerima juga jabatan mulia itu dan mulai mengenakan pakaian kebesaran sebagai Paus. Tetapi pada waktu itu, ia tidak bisa dengan leluasa memimpin Gereja karena situasi di dalam Gereja penuh dengan pertikaian antar berbagai pihak. Pertikaian itu memuncak dengan hadirnya Guibertus dari Ravenna sebagai Paus tandingan dengan nama Klemens III. Demi menghindari pertikaian yang semakin besar, Desiderius tidak berdiam di Roma sebagaimana mestinya seorang Paus. Ia pergi ke biaranya di Monte Casino. Di sana ia meletakkan lencana kePausan.

Setelah orang-orang Normandia berhasil mengusir Klemens III dari Roma, barulah dia datang ke Roma untuk memimpin Gereja Kristus. Di sana ia dilantik secara resmi menjadi Paus dengan nama Viktor III. Ia memimpin Gereja Kristus dari tahun 1086 sampai tahun 1087. Sumbangan terbesar Paus Viktor III ialah melancarkan Perang Salib untuk mengusir orang-orang Muslim dari Tanah Suci. Serdadu-serdadunya tidak saja memaksa orang-orang Muslim dari Tunis membayar upeti kepada Takhta Suci di Roma tetapi juga membebaskan para budak belian yang beragama Kristen dari penguasaan orang-orang Muslim. Paus Viktor III meninggal dunia di Monte Casino pada tanggal16 September 1087.

Santa Eufemia

Perawan dan Martir · ± 290-305

Santa Eufemia hidup di akhir abad ke-3 sampai awal abad ke-4 Masehi. Menurut tradisi, ia adalah putri dari seorang senator Romawi bernama Philophronos dan istrinya Theodosia di kota Chalcedon (kota ini sekarang bernama Kadıköy dan berada dalam wilayah administrasi kota Istambul Turki). Sejak masih kecil Eufemia sudah bercita-cita ingin hidup kudus dan menjadi seorang biarawati.

Menurut tradisi kristen, suatu hari, Gubernur Chalcedon yang bernama Priskus, memerintahkan agar semua penduduk kota ikut mempersembahkan korban dalam upacara penyembahan dewa Ares. Santa Eufemia bersama empat puluh sembilan orang Kristen lainnya menolak melakukan kekejian tersebut. Karena itu mereka ditangkap dan disiksa selama beberapa hari, kemudian diserahkan kepada Kaisar Diokletianus. Eufemia adalah yang termuda di antara mereka, ia dipisah dari teman-temannya dan mengalami penyiksaan yang sangat mengerikan. Setelah disiksa, ia dikirim ke arena gladiator untuk menjadi mangsa binatang buas.

Sebuah gereja yang indah didirikan di atas makamnya di chalcedon. Nama Santa Eufemia semakin harum ketika Konsili Kalsedon yang besar itu diselenggarakan didalam Gereja tempat relikwinya disemayamkan. Gereja tersebut masih berdiri hingga hari ini, dan dikenal dengan nama Katedral Santa Eufemia Kadıköy Istambul Turki.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Eufemia = “memiliki nama baik” atau “suka berbicara baik” (Greek).

Berasal dari kata Yunani () "yang baik" dan φημι (phemi) "untuk berbicara / untuk menyatakan".

Santo Kornelius

Paus dan Martir · abad ke-3 (wafat 253 dan 258)

Sepeninggal Paus Fabianus pada tahun 250, Takhta Suci mengalami kekosongan kepemimpinan. Masalah-masalah yang menyelimuti Gereja terus saja meningkat. Akhirnya pada 25 Maret 251 kekosongan itu terisi lagi oleh terpilihnya Kornelius sebagai Paus.

Kornelius lahir kira-kira pada awal abad ke-3 di Roma. Ia seorang imam yang saleh dan bijaksana. Namun kepilihannya sebagai Paus tidak menyelesaikan semua masalah yang melanda Gereja. Gereja terus saja dirongrong baik dari luar maupun dari dalam. Pihak kekaisaran terus melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan banyak orang Kristen murtad dari imannya. Dalam tubuh Gereja sendiri, banyak imam baik di Roma maupun di Afrika bersikap keras terhadap orang-orang yang murtad itu. Di bawah kendali Novatianus, imam-imam itu mengajarkan bahwa tak seorang pun yang telah menyangkal imannya dapat diterima kembali dalam persekutuan Gereja Kristus, kendatipun mereka membayarnya dengan sesal dan tobat yang mendalam serta denda yang besar. Ajaran ini dimaksudkan untuk melindungi tata tertib Gereja, namun secara tidak sadar justru bertentangan dengan asas-asas Injil Kristus.

Terhadap ajaran Novatianus, Paus Kornelius tidak segan-segan bertindah. Ia segera memanggil semua uskup untuk mengadakan konsili guna membahas ajaran dan sikap Novatianus dkk demi tegaknya kemurnian ajaran Injil suci. Semua uskup yang hadir dalam konsili itu mengutuk ajaran Novatianus dan mencapnya sebagai bidaah. Hal itu didasarkan pada sikap Kristus sendiri yang datang bukan untuk memanggil orang-orang yang saleh melainkan untuk memanggil orang-orang berdosa.

Sepeninggal Kaisar Gayus Decius, keadaan Gereja bertambah genting. Kaisar baru Gayus Vibius Trebunianus Gallus terus melanjutkan pengejaran terhadap umat Kristen. Atas perintahnya, Paus Kornelius ditangkap pada tahun 253 dan dibuang ke Civita Vecchia, sebelah utara kota Roma. Dari tempat pembuangannya, Kornelius tetap menyurati sahabatnya Siprianus, Uskup Kartago untuk meneguhkan hatinya dalam memimpin umatnya. Akhirnya Kornelius meninggal dunia di tempat pembuangannya sebagai akibat dari penderitaan hebat yang dialaminya. Jenazahnya dibawa kembali ke Roma dan dimakamkan di pekuburan Santo Kallistus.

Santo Siprianus dari Kartago

Uskup dan Martir · wafat ± 258

Santo Siprianus lahir sekitar tahun 200 dalam keluarga kafir yang kaya dan berbudaya. Tahun 246 Siprianus dibabtis menjadi seorang Kristen. Ia lalu menanggalkan pola hidup lamanya, membagi-bagikan uang dan hartanya kepada orang miskin, serta bersumpah akan hidup suci. Tentang perubahan ini ia menulis: "Kelahiran kedua ini telah menciptakan manusia baru dalam diri saya, dengan hembusan Roh dari surga." Beberapa waktu kemudian, Siprianus ditahbiskan sebagai imam dan pada tahun 248 ia dilantik sebagai uskup Kartago.

Saat itu gereja sedang mengalami penganiayaan dan terpecah-pecah karena pertentangan teologis. Siprianus berupaya sekuat tenaga dan mencoba menyatukan orang-orang Kristen melalui kuasa para uskup. Ia sangat mendambakan persatuan dalam gereja Kristus.

Pada masa itu, Kaisar Decius telah menganiaya orang-orang Kristen dan menyebabkan beberapa orang menyangkal iman mereka. Decius tidak berniat menjadikan mereka martir, karena hal itu justru akan menarik perhatian yang lebih besar bagi kekristenan. Tetapi, ia akan terus menyiksa orang-orang Kristen dan baru berhenti setelah mereka mengakui bahwa "Kaisar adalah Tuhan". Orang Kristen yang berbuat demikian dikenal sebagai orang-orang yang telah "murtad".

Orang-orang Kristen yang bertahan, yang disebut "pengikut setia" itu seringkali memandang rendah orang-orang murtad tersebut. Maka sebuah konsili para uskup dibentuk untuk membuat peraturan-peraturan dalam hal penerimaan kembali para orang murtad tersebut. Hasil konsili ini ditentang oleh seorang imam bernama Novatianus yang menolak memberi pengampunan dan tidak menerima orang-orang yang murtad tersebut dalam jemaat. Ia memulai sebuah gereja saingan yang menolak menerima orang-orang murtad itu menjadi anggotanya. Paus Santo Kornelius kemudian meng-ekskomunikasi Novatianus dan para pengikutnya. Dalam perpecahan ini St. Siprianus bersama para uskup dari Afrika Utara dan Gereja timur dengan tegas menyatakan dukungan mereka pada Tahta Suci.

Meskipun Siprianus tidak mengalami penyiksaan karena imannya, ia tidak setuju dengan perpisahan ini. Ia yakin bahwa orang percaya sejati harus menjalani hukuman untuk menebus dosa, untuk membuktikan imannya.

Hukuman untuk penebusan dosa itu terdiri dari penyesalan selama suatu masa tertentu dan setelah itu, orang tersebut dapat diterima kembali dalam Perjamuan Kudus. Begitu ia menyelesaikan "masa penyesalannya", ia akan tampil di hadapan jemaat dengan berpakaian goni serta melumuri badan dengan abu, dan di situlah sang uskup akan menyatakan pengampunan baginya. Siprianus merumuskan ini sebagai sistem berskala , semakin besar dosanya, maka semakin lama pula masa penyesalannya. Idenya mendapat sambutan dan menjadi disiplin gereja paling kuat , yang kadang-kadang disalah gunakan.

Pada tahun 251 Siprianus mengadakan konsili di Kartago dan di situlah ia membacakan karyanya, "Persatuan di dalam gereja", karyanya yang terkenal dan yang sangat berpengaruh dalam sejarah gereja. Gereja, katanya, adalah lembaga ilahi, yaitu mempelai Kristus, dan hanya ada satu mempelai. Hanya di dalam gereja manusia akan mendapatkan keselamatan, di luar itu yang ada hanyalah kegelapan dan kebingungan. Di luar gereja, sakramen dan para rohaniwan , bahkan Alkitab , tidak ada artinya. Seseorang, secara pribadi, tidak dapat menjalankan kehidupan Kristen melalui kontak langsung dengan Allah; ia membutuhkan gereja.

Dengan diterimanya ide ini, tentu saja, para uskup mendapat kuasa lebih besar. Siprianus juga mencetuskan ide bahwa misa adalah pengorbanan tubuh dan darah Kristus. Karena para imam menjalankan fungsinya dalam ibadah atas nama Kristus, maka hal ini pun meningkatkan kuasa mereka.

Siprianus meninggal karena penyiksaan Kaisar Valerianus. Karena ia menolak melakukan persembahan korban bagi dewa-dewa kafir, maka kepala Uskup Kartago itu dipenggal pada tahun 258.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Siprianus = Berasal dari Siprus / Orang Siprus (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari