Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa XIII Masa Biasa

Selasa, 30 Juni 2037· Merah · Pekan Psalterium I
30 Juni 2037

Bacaan Misa

Selasa XIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bacaan Kedua

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Invitatorium

Selasa XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa XIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah berdiam dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu saja,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima wujudnya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan petang yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami sekarang selagi kesusahan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Mazmur 10

Doa syukur

Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).

I
Tuhan, mengapa Engkau berdiri jauh

dan menyembunyikan diri-Mu di masa kesusahan?

Orang miskin dimakan oleh kesombongan orang fasik:

ia terperangkap dalam rencana yang dibuat orang lain.
Sebab orang fasik membanggakan keinginan hatinya;

orang serakah menghujat dan mencemooh Tuhan.

Dalam kesombongannya orang fasik berkata: “Ia tidak akan menghukum.

Tidak ada Allah.” Demikianlah pikirannya.
Jalannya selalu tanpa masalah;

penghakiman-Mu jauh dari pikirannya.

Musuh-musuhnya ia pandang dengan hina.

Ia berpikir: “Aku tidak akan pernah goyah;

kemalangan tidak akan pernah menjadi bagianku.”
Mulutnya penuh kutuk, tipu daya, penindasan,

kejahatan dan penipuan di bawah lidahnya.

Ia bersembunyi di antara alang-alang;

orang tak bersalah ia bunuh secara rahasia.
Matanya mengawasi orang yang tak berdaya.

Ia mengintai dalam persembunyian seperti singa di sarangnya;

ia mengintai dalam persembunyian untuk menangkap orang miskin;

ia menangkap orang miskin dan menyeretnya pergi.
Ia berjongkok, bersiap menerkam,

dan orang tak berdaya jatuh di bawah kekuatannya.

Ia berpikir dalam hatinya: “Allah lupa,

Ia menyembunyikan wajah-Nya, Ia tidak melihat.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

II
Bangkitlah, ya Tuhan, angkatlah tangan-Mu!

Ya Allah, jangan lupakan orang miskin!

Mengapa orang fasik mencemooh Tuhan

dan berpikir dalam hatinya: “Ia tidak akan menghukum”?
Tetapi Engkau telah melihat kesusahan dan dukacita,

Engkau mencatatnya, Engkau menanganinya.

Orang tak berdaya mempercayakan dirinya kepada-Mu;

sebab Engkau adalah penolong anak yatim.
Hancurkanlah kekuatan orang fasik dan pendosa!

Hukumlah kejahatannya sampai tidak tersisa!

Tuhan adalah raja untuk selama-lamanya.

Orang kafir akan binasa dari tanah yang diperintah-Nya.
Tuhan, Engkau mendengar doa orang miskin;

Engkau menguatkan hati mereka; Engkau memalingkan telinga-Mu

untuk melindungi hak-hak anak yatim dan yang tertindas

agar manusia fana tidak lagi menimbulkan ketakutan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bangkitlah, ya Tuhan, membela umat-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dari kesusahan kami. Bapa anak yatim, kekayaan orang miskin, kami bersukacita dalam memberitakan Engkau; semoga kami menemukan penghiburan dan keamanan di masa sakit dan kecemasan.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Mazmur 11 (12)

Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa

Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia untuk membela orang miskin (Santo Agustinus).
Tolonglah, ya Tuhan, sebab orang baik telah lenyap:

kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.

Dusta mereka ucapkan satu sama lain,

dengan bibir yang berdusta, dengan hati yang palsu.
Semoga Tuhan menghancurkan semua bibir yang berdusta,

lidah yang mengucapkan kata-kata muluk,

mereka yang berkata: “Lidah kami adalah kekuatan kami;

bibir kami adalah milik kami sendiri, siapa tuan kami?”
“Karena orang miskin yang tertindas dan orang yang membutuhkan yang mengeluh

Aku sendiri akan bangkit,” firman Tuhan.

“Aku akan menganugerahkan kepada mereka keselamatan yang mereka dambakan.”
Firman Tuhan adalah firman tanpa campuran,

perak dari perapian, tujuh kali dimurnikan.
Engkaulah, ya Tuhan, yang akan memelihara kami

dan melindungi kami selamanya dari generasi ini.

Lihatlah bagaimana orang fasik berkeliaran di setiap sisi,

sementara orang yang tidak berharga sangat dihargai oleh anak-anak manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Terang-Mu adalah terang yang sejati, Tuhan, dan kebenaran-Mu bersinar seperti siang. Arahkanlah kami kepada keselamatan melalui firman-Mu yang memberi hidup. Semoga kami diselamatkan dengan selalu merangkul firman-Mu.

AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan mengajar orang rendah hati jalan-Nya.

℟ Ia membimbing orang yang berhati lembut di jalan yang benar.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

17:57-18:9, 20-30

Kecemburuan Saul terhadap Daud
Ketika Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu, Abner mengambilnya dan mempersembahkannya kepada Saul. Daud masih memegang kepala orang Filistin itu. Saul kemudian bertanya kepadanya, “Anak siapakah engkau, pemuda?” Daud menjawab, “Aku adalah anak hamba-Mu Isai dari Betlehem.”
[Pada saat Daud selesai berbicara dengan Saul, Yonatan telah menjadi sangat menyukai Daud seolah-olah hidupnya bergantung padanya; ia mengasihi Daud seperti ia mengasihi dirinya sendiri. Saul mengklaim Daud pada hari itu dan tidak mengizinkannya kembali ke rumah ayahnya. Dan Yonatan mengikat perjanjian dengan Daud, karena ia mengasihi Daud seperti dirinya sendiri. Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya dan memberikannya kepada Daud, bersama dengan pakaian militernya, dan pedangnya, busurnya, dan ikat pinggangnya. Daud kemudian berhasil melaksanakan setiap misi yang diutus Saul kepadanya. Maka Saul menempatkannya sebagai kepala tentaranya, dan ini disetujui oleh seluruh pasukan, bahkan oleh para perwira Saul sendiri.]
Pada saat Saul dan Daud mendekat (setelah Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu), para wanita keluar dari setiap kota Israel untuk menyambut Raja Saul, bernyanyi dan menari, dengan rebana, lagu-lagu gembira, dan sistrum. Para wanita bermain dan bernyanyi:
“Saul telah membunuh ribuan,

dan Daud puluhan ribu.”
Saul sangat marah dan kesal dengan lagu itu, karena ia berpikir: “Mereka memberi Daud puluhan ribu, tetapi hanya ribuan kepadaku. Semua yang tersisa baginya adalah kerajaan.” [Dan sejak hari itu, Saul cemburu terhadap Daud.]
Sekarang Mikhal, putri Saul, mencintai Daud, dan ini dilaporkan kepada Saul, yang senang akan hal ini, karena ia berpikir, “Aku akan menyerahkannya kepadanya untuk menjadi jerat baginya, agar orang Filistin dapat menyerangnya.” [Demikianlah untuk kedua kalinya Saul berkata kepada Daud, “Engkau akan menjadi menantuku hari ini.”] Saul kemudian memerintahkan hamba-hambanya untuk berbicara kepada Daud secara pribadi dan berkata: “Raja menyukai engkau, dan semua perwiranya mencintai engkau. Engkau harus menjadi menantu raja.” Tetapi ketika hamba-hamba Saul menyebutkan ini kepada Daud, ia berkata: “Apakah menurutmu mudah menjadi menantu raja? Aku miskin dan tidak berarti.”
Ketika hamba-hambanya melaporkan kepadanya sifat jawaban Daud, Saul memerintahkan mereka untuk mengatakan ini kepada Daud: “Raja tidak menginginkan harga lain untuk pengantin wanita selain kulit khatan seratus orang Filistin, agar ia dapat membalas dendam kepada musuh-musuhnya.” Saul bermaksud dengan cara ini untuk menyebabkan kematian Daud melalui orang Filistin. Ketika hamba-hambanya melaporkan tawaran ini kepada Daud, ia senang dengan prospek menjadi menantu raja. [Sebelum tahun berakhir,] Daud membuat persiapan dan menyerbu keluar dengan anak buahnya dan membunuh dua ratus orang Filistin. Ia membawa kembali kulit khatan mereka dan menghitungnya di hadapan raja, agar ia dapat menjadi menantu raja. Maka Saul memberinya Mikhal, putrinya, sebagai istri.
Saul demikian mengakui bahwa Tuhan menyertai Daud; selain itu, putrinya sendiri Mikhal mencintai Daud. Oleh karena itu Saul semakin takut kepada Daud [dan menjadi musuhnya selamanya].
[Para kepala Filistin terus melakukan serangan, tetapi setiap kali mereka turun ke medan perang, Daud lebih berhasil melawan mereka daripada perwira Saul lainnya, dan sebagai hasilnya ia memperoleh ketenaran besar.]

Responsorium Mazmur 56:2, 4, 14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab manusia menginjak-injak aku; sepanjang hari mereka menganiaya aku dengan serangan-serangan mereka yang terus-menerus.

℟ Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Sebab Engkau telah menyelamatkan jiwaku dari kematian dan Engkau telah menjaga kakiku dari tersandung.

℟ Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Kesempurnaan Kristiani oleh Santo Gregorius dari Nyssa, uskup.

Kristus harus nyata dalam seluruh hidup kita
Kehidupan Kristiani memiliki tiga aspek pembeda: perbuatan, perkataan, dan pikiran. Pikiran datang lebih dahulu, kemudian perkataan, karena perkataan kita secara terbuka mengungkapkan kesimpulan batin pikiran. Akhirnya, setelah pikiran dan perkataan, datanglah tindakan, karena perbuatan kita melaksanakan apa yang telah dikandung oleh pikiran. Jadi, ketika salah satu dari ini menghasilkan tindakan atau perkataan atau pikiran kita, kita harus memastikan bahwa semua pikiran, perkataan, dan perbuatan kita dikendalikan oleh cita-cita ilahi, wahyu Kristus. Sebab, barulah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak akan kurang dari kemuliaan implikasinya.
Lalu, apa yang harus kita lakukan, kita yang telah dianggap layak menyandang nama Kristus? Setiap kita harus memeriksa pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, untuk melihat apakah semuanya diarahkan kepada Kristus atau berpaling dari-Nya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan berbagai cara. Perbuatan atau pikiran atau perkataan kita tidak selaras dengan Kristus jika muncul dari nafsu. Maka, semuanya itu menanggung tanda musuh yang mengotori mutiara hati dengan lumpur nafsu, meredupkan bahkan menghancurkan kilau permata yang berharga itu.
Di sisi lain, jika semuanya itu bebas dan tidak tercemar oleh setiap kecenderungan nafsu, semuanya itu diarahkan kepada Kristus, penulis dan sumber kedamaian. Ia seperti aliran yang murni, tidak tercemar. Jika Engkau mengambil dari-Nya pikiran dalam benak-Mu dan kecenderungan hati-Mu, Engkau akan menunjukkan kemiripan dengan Kristus, sumber dan asal-Mu, seperti air yang berkilau dalam bejana menyerupai air mengalir dari mana ia diperoleh.
Sebab kemurnian Kristus dan kemurnian yang nyata dalam hati kita adalah identik. Kemurnian Kristus, bagaimanapun, adalah mata air; kemurnian kita memiliki sumbernya di dalam Dia dan mengalir dari Dia. Hidup kita dicap dengan keindahan pikiran-Nya. Manusia batiniah dan lahiriah diselaraskan dalam semacam musik. Pikiran Kristus adalah pengaruh pengendali yang menginspirasi kita untuk kesederhanaan dan kebaikan dalam perilaku kita. Sebagaimana yang kulihat, kesempurnaan Kristiani terdiri dari ini: berbagi gelar-gelar yang mengungkapkan makna nama Kristus, kita mengeluarkan makna ini dalam pikiran, doa, dan cara hidup kita.

Responsorium Kolose 3:17; Roma 14:7

Apa pun yang kamu lakukan dalam perkataan dan perbuatan,

℟ lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.
Tidak seorang pun dari kita hidup hanya untuk dirinya sendiri,

dan tidak seorang pun dari kita mati hanya untuk dirinya sendiri.

℟ Lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.

Doa Penutup

Anugerahkanlah, ya Tuhan,

agar kami senantiasa menghormati dan mencintai nama-Mu yang kudus,

sebab Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa XIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Mazmur 23

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*
jagat dan semua penghuninya.

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*
menegakkannya atas samudera raya.

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*
siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*
yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

Dia yang menerima berkat Tuhan,*
dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*
yang menghadap hadirat Allah Yakub.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan yang perkasa dan perwira,*
Tuhan yang jaya dalam peperangan.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan semesta alam,*
Dialah Raja mulia.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Tb 13,1-9

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,*
kerajaanNya tetap untuk segala abad.

Allah menyiksa dan mengasihani,+
Allah mematikan dan menghidupkan,*
tak seorangpun lolos dari kuasaNya.

Luhurkanlah Allah di hadapan bangsa-bangsa, hai umat Israel,+
sebab kita disebarkan di antara mereka,*
untuk mewartakan keagunganNya.

Luhurkanlah Dia di hadapan semua orang,+
sebab Dialah Tuhan, Dialah Allah kita,*
Dialah Bapa kita sepanjang segala abad.

Allah menyiksa kita karena kita jahat,*
namun Ia akan mengasihani kita lagi.

Dan mengumpulkan kita dari antara semua bangsa,*
tempat kita terpencar-pencar.

Jika kamu dengan segenap hati bertobat kepada Tuhan,*
Dan melakukan kebenaran;

Maka Tuhan akan berbalik kepadaMu,*
dan tidak lagi menyembunyikan wajahNya.

Saksikanlah karya agung yang akan dikerjakan Tuhan bagimu,*
dan bersyukurlah dengan suara lantang.

Pujilah Tuhan yang adil,*
agungkanlah raja kekal.

Adapun aku, aku meluhurkan Tuhan di tanah pembuangan,*
mewartakan kuasaNya kepada bangsa yang berdosa ini.

Bertobatlah, kaum pendosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan,*
barangkali Tuhan akan berbelaskasihan kepadamu.

Aku hendak mengagungkan Allahku, raja surga,*
dan memuliakan keagunganNya dengan segenap hati.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Mazmur 32

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*
patutlah orang saleh memuji-muji.

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*
bermazmurlah bagiNya dengan iringan gambus.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

Sebab firman Tuhan selalu benar,*
segala sesuatu dikerjakanNya dengan setia.

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*
bumi penuh dengan kasih setiaNya.

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*
dan segala bintang oleh nafas mulutNya.

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkanNya,*
dan samudera raya dalam bejana.

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*
semua penduduk gemetar terhadapNya.

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*
Dia memerintahkan, maka semua ada.

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*
Ia meniadakan maksud segala kaum.

Rencana Tuhan tetap selamanya,*
rencana Tuhan turun-temurun.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*
umat yang terpilih menjadi milikNya.

Dari surga Allah mengamati,*
memandang umat manusia.

Dari kediamanNya Ia menilik,*
semua penduduk bumi.

Hati setiap orang dibentukNya,*
segala tingkah laku diselamiNya.

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*
orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*
betapapun kuat dan tangkasnya.

Sebab Tuhan menjaga hambaNya yang takwa,*
yang berharap akan kasih setiaNya.

Untuk melepaskan mereka dari maut,*
dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

Maka kita berharap akan Tuhan,*
Dialah penolong dan perisai kita.

Demi Dialah hati kita bergembira,*
pada namaNya yang kudus kita percaya.

Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan,*
sebab padaMulah kami berharap.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Bacaan Singkat (Rom 13,11-13)

Sudah tiba waktunya kita harus bangun dari tidur. Malam hampir lewat, hari mulai siang. Maka, hentikanlah segala perbuatan yang tak tahan cahaya. Mari kita mengenakan senjata cahaya. Marilah hidup dengan pantas seperti pada siang hari.

Lagu Singkat

℣.Allahku, Engkaulah penolongku,* PadaMu aku berharap.℟.Allahku.℣.Engkaulah pelindung dan pembebasku℟.PadaMu aku berharap.℣.Kemuliaan.℟.Allahku.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, kita telah menerima panggilan surgawi. Sebab itu marilah kita meluhurkan Yesus, imam agung kepercayaan kita dengan berkata: ℟.

℟. Ya Tuhan, Engkaulah Allah dan penyelamat kami.

Raja yang mahakuasa, dalam pembaptisan Engkau telah mengangkat kami menjadi imam dan raja,* semoga kami tetap mempersembahkan kurban pujian kepadaMu. ℟.

Doronglah kami untuk melaksanakan perintah perintahMu,* supaya berkat kurnia Roh Kudus, kami selalu tinggal dalam Engkau, dan Engkau dalam kami. ℟.

Anugerahilah kami kebijaksanaanMu,* agar menyertai kami hari ini dan mendampingi pekerjaan kami. ℟.

Semoga hari ini kami tidak menyakiti hati siapapun juga,* tetapi menyenangkan hati setiap orang yang kami jumpai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, pandanglah dengan rela doa kami pada pagi ini dan terangilah kegelapan hati kami dengan sinar rahmatMu yang menyembuhkan. Semoga kami dapat menguasai dorongan nafsu yang menggelapkan hati, sebab Engkau telah menyinari kami dengan cahaya rahmat surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 17, 7-8)

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ayat Singkat

℣.Tuhan tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tak bercela.℟.Ya Tuhan semesta alam, berbahagialah orang yang berharap pada-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa XIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),1-8

Berbahgialah mereka yang hidupnya tidak bercela,*
yang hidup menurut sabda Tuhan.

Berbahagialah yang berpegang teguh pada perintah Tuhan,*
yang mencari Tuhan dengan segenap hati.

Yang tidak melakukan kejahatan,*
tetapi selalu mengikuti bimbingan Tuhan.

Engkau telah menyampaikan titahMu,*
supaya ditepati dengan sungguh-sungguh.

Semoga tetaplah jalan hidupku,*
untuk melaksanakan ketetapanMu.

Maka aku takkan kecewa,*
sebab aku menjalankan segala perintahMu.

Aku akan memuliakan Dikau dengan hati tulus,*
dalam mempelajari hukumMu yang adil.

Aku akan berpegang teguh pada ketetapanMu,*
janganlah aku Kautinggalkan sama sekali.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Mazmur 12 (13)

Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan daku sama sekali?*
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajahMu dari padaku?

Berapa lama lagi hatiku harus merana,*
dan bersedih sepanjang hari?

Berapa lama lagi musuhku masih bermegah-megah melawan daku?*
Pandanglah, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku.

Buatlah mataku bersinar, jangan sampai aku tertidur dalam maut,+
agar musuh jangan berkata: "Dia kukalahkan",*
dan lawan jangan menyoraki kemalanganku.

Tapi aku percaya akan kasih setiaMu,+
hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku,*
aku bernyanyi bagiMu karena kebaikanMu terhadapku.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Mazmur 13 (14)

Orang dungu berpikir: "Tidak ada Allah",+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Tuhan memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah?

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatku seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Pasti, ia akan gentar ketakutan,*
sebab Allah mendampingi orang yang jujur.

Biarlah harapan orang miskin ditertawakan,*
namun Tuhan melindunginya.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Tuhan, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai dan Israel bersukacita.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Bacaan singkat Ams 3,13-15

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat dan memperoleh kebijaksanaan. Sebab lebih baik mendapat kebijaksanaan dari pada memperoleh perak dan emas murni. Lebih berhargalah hikmat dari pada permata, dan lebih mahal dari pada harta benda. Apapun juga yang dapat diinginkan hati tak mungkin mengimbangi kebijaksanaan.

℣.Tuhan, Engkau berkenan akan ketulusan hati.℟.Engkau meresapkan kebijaksaan ke dalam batinku.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Iob 5, 17-18)

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Ayat Singkat

℣.Perlakukanlah hamba-Mu menurut kasih setia-Mu, ya Tuhan.℟.Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa XIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Mazmur 19

Semoga Tuhan mendengarkan doamu dalam kesesakan,*
dan kekuasaan Allah Yakub melindungi engkau.

Hendaklah Tuhan mengirim pertolongan dari tempat kudus,*
dan menyokong engkau dari gunung Sion.

Hendaklah Ia mengingat segala persembahanmu,*
dan berkenan pada kurban bakaranmu.

Semoga Tuhan memenuhi keinginan hatimu,*
dan membuat rencanamu berhasil.

Maka kita akan merayakan kemenanganmu,+
dan mengangkat panji dengan menyerukan nama Allah kita,*
semoga Tuhan mengabulkan semua doamu.

Kini aku tahu, bahwa Tuhan memberikan kemenangan,*
kepada yang diurapiNya.

Dari surga Tuhan mengabulkan doanya,*
dengan kemenangan gilang-gemilang, karya tanganNya.

Yang satu memegahkan kereta, yang lain membanggakan kuda,*
tetapi kita menyerukan nama Tuhan, Allah kita.

Mereka tersandung dan rebah,*
tetapi kita tetap tegak dan bertahan.

Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja,*
jawablah pada waktu kami berseru.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Mazmur 20,2-8.14

Karena kuasaMu, ya Tuhan, raja bergembira,*
atas penyelamatanMu ia bersukaria.

Keinginan hatinya telah Kaupenuhi,*
permintaan doanya tidak Kautolak.

Sejak dahulu Kaukurniai dia berkat berlimpah,*
di atas kepalanya Kautaruh mahkota emas murni.

Hidup dimintanya; Kauberikan kepadanya,*
umur panjang untuk selamanya.

Besarlah kemuliaannya berkat pertolonganMu,*
keagungan dan semarak Kau anugerahkan kepadanya.

Kaujadikan dia berkat untuk selamanya,*
seri wajahMu membahagiakan dia.

Sungguh, raja berjaya akan Tuhan,*
dan karena kasih setia Allah yang mahatinggi ia tidak goyah.

Bangkitlah, ya Tuhan, dan nyatakanlah kuasaMu,*
kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Bacaan Singkat (1Yoh 3,la.2)

Lihatlah, betapa Bapa mengasihi kita, sampai kita dinamakan anak-anak Allah, dan kita sungguh benar anak-anak Allah. Saudara-saudara terkasih, sekarang ini kita sudah anak-anak Allah. Bagaimana keadaan kita kelak belum dinyatakan. Akan tetapi kita tahu, bila Kristus menyatakan diri, kita menjadi serupa dengan Dia. Sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.

Lagu Singkat

℣.SabdaMu kekal abadi, ya Tuhan,* Teguh dan tidak berubah.℟.SabdaMu.℣.KebenaranMu tingal sepanjang masa.℟.Teguh dan tidak berubah.℣.Kemuliaan.℟.SabdaMu.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Doa Permohonan

Tuhan Kristus hidup di tengah-tengah kita, umat milikNya sendiri. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berdoa:

℟. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Tuhan, raja dan penguasa seluruh umat manusia, dampingilah para bangsa dan semua pemimpin negara,* supaya mereka sehati mencari kesejahteraan umum seturut kehendakMu. ℟.

Engkau telah diutus untuk mewartakan pembebasan bagi orang tawanan,* maka hantarlah para tawanan kepada kemerdekaan sejati anak-anak Allah. ℟.

Semoga pemuda-pemudi kami berusaha hidup tanpa cela di hadapanMu,* dan dengan rela hati mengikuti panggilanMu. ℟.

Semoga kaum muda meneladan Engkau,* dan dikuatkan oleh rahmat dan kebijaksanaanMu. ℟.

Semoga orang-orang mati Kauterima dalam kerajaanMu yang abadi,* dan kami pun Kauizinkan meraja bersama Engkau dalam kemuliaan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahakuasa, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah mengantar kami sampai pada sore hari ini. Engkau telah mengizinkan kami memanjatkan doa di hadapanMu. Maka kami mohon dengan rendah hati: terimalah kiranya doa kami sebagai persembahan yang menyenangkan Dikau. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa XIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santa Giacinta Marescotti

Pengaku Iman

Giacinta lahir di Vignarello, Italia pada tahun 1585 dari sebuah keluarga bangsawan. Ia dididik di biara suster-suster Fransiskan. Seorang kakaknya sudah menjadi suster di biara itu. Semasa kecilnyaGiacinta dikenal sebagai anak yang baik namun ia kemudian bertingkah laku jelek ketika adik bungsunya lebih cepat menikah (dengan Marquis Cassizuchi). Dia tersinggung karena merasa dilangkahi oleh adik-adiknya. Sifat baiknya merosot, sebaliknya ia menjadi seorang pendendam di dalam keluarganya. Ia memutuskan masuk biara sekedar iseng-iseng. Ia masuk Ordo Ketiga Santo Fransiskus di Viterbo dengan mengambil nama Giacinta. Sekalipun sudah menjadi seorang suster, namun ia tidak melepaskan cara hidup foyanya dengan harta keluarganya; selama 10 tahun ia benar-benar menjadi batu sandungan bagi rekan-rekannya yang lain.

Pada suatu hari ia jatuh sakit keras. Seorang imam Fransiskan datang mendengarkan pengakuannya dan memberikan peringatan keras tentang cara hidupnya yang tidak sesuai dengan semangat ordonya. Ia bertobat, namun jatuh lagi ke dalam cara hidup seperti sedia kala. Tuhan mencobainya lagi dengan sakit lebih berat. Semenjak itu ia mulai tekun berdoa, bermatiraga dan merobah tingkah laku hidupnya. Lama kelamaan ia berubah menjadi seorang suster yang saleh dan menjadi pembimbing rohani rekan-rekannya. Nasehat-nasehatnya sangat praktis berdasarkan pengalaman rohaninya sendiri. Ia menekankan pentingnya mengahayati kerendahan hati, menghilangkan sifat-sifat cinta diri, kesabaran memikul salib penderitaan sehari-hari. Cinta dan perhatiannya sangat besar, bukan saja terhadap rekan-rekan susternya tetapi juga terhadap komunitas biara suster lainnya. Ia turut serta mendirikan dua biara di Viterbo yang mengabdikan diri pada bidang pelayanan orang-orang sakit, orang-orang jompo, dan miskin di Viterbo. Ia sendiri mencari dana dengan minta-minta. Giacinta wafat pada tanggal 30 Januari 1640 pada usia 55 tahun. Ia dinyatakan sebagai ‘santa’ pada tahun 1807.

Santo Bertrandus

Uskup dan Pengaku Iman

Bertrandus adalah seorang imam abad ke enam. Ia lahir pada tahun 553. Keluarganya tergolong kaya raya. Ia dikenal sebagai seorang imam yang pemurah: ia menghadiahkan beberapa bidang tanah warisannya kepada Gereja dan kepada orang-orang miskin.

Ia ditabhiskan imam di Paris dan kemudian dipilih menjadi pemimpin sebuah sekolah. Pada tahun 587, ia dipilih menjadi uskup di Le Mans, sebuah kota kecil yang dihuni orang-orang Perancis.

Ketika pertentangan politik antara kaum Neustria (Perancis Barat) dan kaum Austrasia (Perancis Timur) terjadi, Bertrandus diusir dari takhta keuskupannya selama beberapa tahun. Kemudian raja Clotaire II dari kelompok Neustria memanggilnya kembali untuk memimpin keuskupan.

Dari tuan-tuan tanah yang kaya, Bertrandus menerima sejumlah besar tanah untuk kepentingan Gereja. Tanah-tanah itu dimanfaatkannya untuk membangun gereja dan biara, dan sebuah rumah penginapan untuk para peziarah. Bertrandus meninggal dunia pada tahun 625, pada usia 70 tahun.

Santo Theobaldus

Pertapa · 1017-1066

Theobaldus lahir pada tahun 1017 di Provins, Prancis, dari sebuah keluarga bangsawan. Semasa mudanya, ia banyak membaca buku-buku tentang kehidupan Santo Yohanes Pemandi dan riwayat hidup orang-orang kudus lainnya. Bacaan-bacaan ini menimbulkan dalam hatinya benih panggilan Allah untuk menjalani hidup seperti orang-orang kudus itu. Ia sungguh mengagumi cara hidup dan perjuangan para kudus untuk meraih kesempurnaan hidup Kristiani.

Terdorong hasrat besar untuk meniru cara hidup para kudus itu,ia meninggalkan rumah mereka pada tahun 1054 tanpa sepengetahuan orang-tuanya. Ia pergi ke Luxemburg. Disana ia bekerja sepanjang hari di hutan Petingen sebagai pembakar arang bagi tetangga-tetangganya yang bekerja sebagai tukang besi. Sementara itu, ia terus menjalani hidup tapa dan doa secara diam-diam.

Ketika semua orang tahu akan kesucian hidup Theobaldus, banyak orang datang untuk menjadi muridnya. Ia lalu mengasingkan diri ke Salanigo untuk menjalani hidup tapa. Teteapi ia diikuti oleh orang-orang yang tertarik untuk mendapat bimbingannya. Ia kemudian ditabhiskan menjadi imam agar lebih pantas menjalankan tugas-tugas misioner.

Pada tanggal 30 Juni 1066, Theobaldus meninggal dunia karena terserang penyakit yang berbahaya. Ia digelari ‘kudus’ oleh Paus Alexander II pada tahun 1073.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari