Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa X Masa Biasa

Selasa, 9 Juni 2037· Hijau · Pekan Psalterium II
9 Juni 2037

Bacaan Misa

Selasa X Masa Biasa
Bacaan Pertama

Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak". Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya". Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah. Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.

Mazmur Tanggapan

Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya.
Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.
Mulutku kungangakan dan megap-megap, sebab aku mendambakan perintah-perintah-Mu.
Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebagaimana sepatutnya terhadap orang-orang yang mencintai nama-Mu.
Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku.
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Bacaan Injil

"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Invitatorium

Selasa X Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa X Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,

Para kudus-Mu telah berdiam dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum bukit-bukit berdiri tegak,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan malam yang telah berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.

Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati pada awal hari.

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.

Mazmur 36 (37)

Nasib orang fasik dan orang baik

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).

I
Janganlah gelisah karena orang fasik;

janganlah iri kepada orang yang berbuat jahat:

sebab mereka cepat layu seperti rumput

dan pudar seperti hijaunya padang.

Jika engkau percaya kepada Tuhan dan berbuat baik,

maka engkau akan tinggal di negeri itu dan aman.

Jika engkau menemukan kesukaanmu pada Tuhan,

Ia akan mengabulkan keinginan hatimu.

Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan,

percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak,

sehingga keadilanmu memancar seperti terang,

perkaramu seperti matahari di siang bolong.

Diamlah di hadapan Tuhan dan tunggulah dengan sabar;

janganlah gelisah karena orang yang berhasil;

orang yang membuat rencana jahat

untuk menjatuhkan orang yang membutuhkan dan miskin.

Tenangkanlah amarahmu dan lupakanlah kemarahanmu;

janganlah gelisah, itu hanya membawa kepada kejahatan.

Sebab orang yang berbuat jahat akan binasa;

orang yang sabar akan mewarisi negeri itu.

Sebentar lagi—dan orang fasik akan lenyap.

Lihatlah tempatnya, ia tidak ada di sana.

Tetapi orang yang rendah hati akan memiliki negeri itu

dan menikmati kepenuhan damai.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBerserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.

Antifon 2Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.

II
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar

dan menggertakkan giginya terhadapnya;

tetapi Tuhan menertawakan orang fasik

sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.

Pedang orang fasik telah terhunus,

busurnya telah direntangkan untuk membantai orang yang jujur.

Pedang mereka akan menembus hati mereka sendiri

dan busur mereka akan hancur berkeping-keping.

Harta benda orang benar yang sedikit

lebih baik daripada kekayaan orang fasik;

sebab kuasa orang fasik akan dipatahkan

dan Tuhan akan menopang orang benar.

Ia melindungi kehidupan orang yang jujur,

warisan mereka akan kekal selamanya.

Mereka tidak akan dipermalukan di hari-hari yang jahat,

di masa kelaparan makanan mereka tidak akan habis.

Tetapi orang fasik akan binasa

dan semua musuh Tuhan.

Mereka seperti keindahan padang rumput,

mereka akan lenyap, mereka akan lenyap seperti asap.

Orang fasik meminjam tanpa membayar,

tetapi orang benar murah hati dan memberi.

Mereka yang diberkati oleh Tuhan akan memiliki negeri itu,

tetapi mereka yang dikutuk-Nya akan dihancurkan.

Tuhan membimbing langkah-langkah seseorang

dan membuat aman jalan orang yang dikasihi-Nya.

Meskipun ia tersandung ia tidak akan pernah jatuh

sebab Tuhan memegang tangannya.

Aku muda dan sekarang aku tua,

tetapi aku tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan

atau anak-anaknya mengemis roti.

Sepanjang hari ia murah hati dan meminjamkan

dan anak-anaknya menjadi berkat.

Maka jauhilah kejahatan dan berbuatlah baik

dan engkau akan memiliki rumah selamanya;

sebab Tuhan mencintai keadilan

dan tidak akan pernah meninggalkan sahabat-sahabat-Nya.

Orang yang tidak adil akan dilenyapkan selamanya

dan anak-anak orang fasik dihancurkan.

Orang benar akan mewarisi negeri itu;

di sana mereka akan hidup selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonJauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau taat kepada-Nya.

Antifon 3Tunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

III
Mulut orang benar mengucapkan hikmat

dan bibirnya berbicara yang benar;

hukum Allahnya ada di dalam hatinya,

langkah-langkahnya akan diselamatkan dari tersandung.

Orang fasik mengawasi orang benar

dan mencari kesempatan untuk membunuhnya.

Tuhan tidak akan meninggalkannya dalam kuasanya

atau membiarkannya dihukum ketika ia diadili.

Maka tunggulah Tuhan, tetaplah pada jalan-Nya.

Dialah yang akan membebaskanmu dari orang fasik,

mengangkatmu untuk memiliki negeri itu

dan melihat orang fasik dihancurkan.

Aku telah melihat orang fasik berjaya,

menjulang seperti pohon aras Libanon.

Aku lewat lagi; ia sudah tiada.

Aku mencari; ia tidak ditemukan di mana pun.

Lihatlah orang benar, perhatikanlah orang yang jujur,

bagi orang yang damai ada masa depan yang menanti,

tetapi orang berdosa akan dihancurkan semua.

Tidak ada masa depan yang menanti orang fasik.

Keselamatan orang benar datang dari Tuhan,

benteng mereka di masa kesusahan.

Tuhan menolong mereka dan membebaskan mereka

dan menyelamatkan mereka: sebab perlindungan mereka ada pada-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau menyatakan orang miskin berbahagia, Tuhan Yesus, sebab kerajaan surga diberikan kepada mereka. Penuhilah kami dengan murah hati dengan anugerah-Mu. Ajarlah kami untuk menaruh kepercayaan kami kepada Bapa dan untuk mencari kerajaan-Nya yang utama daripada meniru orang yang berkuasa dan iri kepada orang kaya.

AntifonTunggulah Tuhan memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ajarlah aku kebaikan dan hikmat suci.

℟ Sebab aku telah menaruh kepercayaanku pada bimbingan-Mu.

Bacaan Pertama

Permulaan Kitab Yosua

1:1-18

Yosua, yang dipanggil Allah, mendorong suku-suku untuk bersatu
Setelah Musa, hamba Tuhan, meninggal, Tuhan berfirman kepada Yosua, anak Nun, pembantu Musa: “Hamba-Ku Musa telah mati. Maka sekarang bersiaplah untuk menyeberangi sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, ke negeri yang akan Kuberikan kepada orang Israel. Seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa, setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu akan Kuberikan kepadamu. Daerahmu akan meliputi seluruh tanah orang Het, dari padang gurun dan dari Libanon ke timur sampai ke sungai besar Efrat dan ke barat sampai ke Laut Besar. Tidak seorang pun akan dapat bertahan di hadapanmu selama engkau hidup. Aku akan menyertai engkau seperti Aku menyertai Musa: Aku tidak akan meninggalkan engkau dan tidak akan membiarkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, supaya engkau dapat memberikan kepada bangsa ini tanah yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka.
“Terutama, kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dengan berhati-hati untuk melakukan seluruh hukum yang telah diperintahkan hamba-Ku Musa kepadamu. Jangan menyimpang darinya ke kanan atau ke kiri, agar engkau berhasil ke mana pun engkau pergi. Janganlah kitab Taurat ini jauh dari bibirmu. Renungkanlah itu siang dan malam, agar engkau berhati-hati melakukan segala yang tertulis di dalamnya; maka engkau akan berhasil mencapai tujuanmu. Aku memerintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu! Jangan takut dan jangan gentar, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau ke mana pun engkau pergi.”
Maka Yosua memerintahkan para pemimpin bangsa itu: “Jalanilah perkemahan dan perintahkanlah kepada bangsa itu, ‘Siapkanlah bekalmu, sebab tiga hari lagi kamu akan menyeberangi sungai Yordan ini, untuk masuk dan menduduki negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.’”
Yosua mengingatkan orang Ruben, orang Gad, dan setengah suku Manasye: “Ingatlah apa yang diperintahkan Musa, hamba Tuhan, kepadamu ketika ia berkata, ‘Tuhan, Allahmu, akan mengizinkan kamu menetap di negeri ini.’ Istri-istrimu, anak-anakmu, dan ternakmu akan tinggal di negeri yang diberikan Musa kepadamu di seberang Yordan ini. Tetapi semua prajurit di antara kamu harus menyeberang bersenjata di depan saudara-saudaramu dan kamu harus membantu mereka sampai Tuhan menempatkan saudara-saudaramu, dan mereka seperti kamu menduduki negeri yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepada mereka. Sesudah itu kamu boleh kembali dan menduduki negerimu sendiri, yang telah diberikan Musa, hamba Tuhan, kepadamu di sebelah timur Yordan.”
“Kami akan melakukan segala yang telah Engkau perintahkan kepada kami,” jawab mereka kepada Yosua, “dan kami akan pergi ke mana pun Engkau mengutus kami. Kami akan menaati Engkau sepenuhnya seperti kami menaati Musa. Tetapi semoga Tuhan, Allahmu, menyertai Engkau seperti Ia menyertai Musa. Jika ada yang memberontak terhadap perintah-Mu dan tidak menaati setiap perintah yang Engkau berikan kepadanya, ia akan dihukum mati. Tetapi kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

Responsorium Yosua 1:5, 6, 7, 9; Ulangan 31:20

Tuhan berfirman: Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau.

℟ Kuatkan dan teguhkanlah hatimu; engkau akan memimpin umat-Ku ke tanah yang berlimpah susu dan madu.
Jangan takut sebab Aku menyertai engkau. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau, dan tidak akan membiarkan engkau ke mana pun engkau pergi.

℟ Kuatkan dan teguhkanlah hatimu; engkau akan memimpin umat-Ku ke tanah yang berlimpah susu dan madu.
Bacaan Kedua

Dari sebuah khotbah oleh Santo Sofronius, uskup

Melalui Maria berkat Bapa telah bersinar atas umat manusia
Salam, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Sukacita apa yang dapat melampaui ini, ya Perawan Bunda? Rahmat apa yang dapat melebihi yang telah Allah anugerahkan hanya kepadamu? Apa yang dapat dibayangkan lebih memukau atau lebih menyenangkan? Di hadapan mukjizat yang kita saksikan padamu, segala sesuatu yang lain memudar; segala sesuatu yang lain lebih rendah jika dibandingkan dengan rahmat yang telah diberikan kepadamu. Segala sesuatu yang lain, bahkan yang paling diinginkan, harus menempati tempat kedua dan menikmati kepentingan yang lebih kecil.
Tuhan sertamu. Siapa yang berani menantangmu? Engkau adalah Bunda Allah; siapa yang tidak akan segera tunduk kepadamu dan senang memberikan kepadamu keutamaan dan kehormatan yang lebih besar? Oleh karena itu, ketika aku melihat keistimewaan yang Engkau miliki di atas semua makhluk, aku memuji Engkau dengan pujian tertinggi: Salam, penuh rahmat, Tuhan sertamu. Karena Engkau, sukacita tidak hanya menghiasi manusia, tetapi juga dianugerahkan kepada kuasa-kuasa surga.
Sesungguhnya, Engkau diberkati di antara wanita. Sebab Engkau telah mengubah kutuk Hawa menjadi berkat; dan Adam, yang selama ini berada di bawah kutuk, telah diberkati karena Engkau.
Sesungguhnya, Engkau diberkati di antara wanita. Melalui Engkau berkat Bapa telah bersinar atas umat manusia, membebaskan mereka dari kutuk kuno mereka.
Sesungguhnya, Engkau diberkati di antara wanita, karena melalui Engkau nenek moyangmu telah menemukan keselamatan. Sebab Engkau akan melahirkan Sang Penyelamat yang akan memenangkan keselamatan bagi mereka.
Sesungguhnya, Engkau diberkati di antara wanita, karena tanpa benih Engkau telah melahirkan, sebagai buah-Mu, Dia yang menganugerahkan berkat kepada seluruh dunia dan menebusnya dari kutuk yang membuatnya menumbuhkan duri.
Sesungguhnya, Engkau diberkati di antara wanita, karena, meskipun seorang wanita secara kodrat, Engkau akan menjadi, dalam kenyataan, Bunda Allah. Jika Dia yang akan Engkau lahirkan benar-benar Allah yang menjadi daging, maka dengan tepat kita menyebut Engkau Bunda Allah. Sebab Engkau benar-benar telah melahirkan Allah.
Terlingkup dalam rahim-Mu adalah Allah sendiri. Ia membuat kediaman-Nya di dalam Engkau dan keluar dari Engkau seperti mempelai pria, membawa sukacita bagi semua dan menganugerahkan terang Allah kepada semua.
Engkau, ya Perawan, seperti langit yang jernih dan bersinar, di mana Allah telah mendirikan kemah-Nya. Dari Engkau Ia keluar seperti mempelai pria meninggalkan kamarnya. Seperti raksasa yang berlari di jalurnya, Ia akan menempuh jalan hidup-Nya yang akan membawa keselamatan bagi semua yang akan hidup, dan membentang dari surga tertinggi sampai ke ujungnya, itu akan memenuhi segala sesuatu dengan kehangatan ilahi dan dengan kecerahan yang memberi hidup.

Responsorium

Sesungguhnya Engkau adalah wanita yang paling diberkati;

di mana Hawa membawa kutuk, Engkau membawa berkat.

℟ Melalui Engkau Karunia Bapa telah dianugerahkan kepada kami.
Melalui Engkau, nenek moyangmu telah menemukan keselamatan.

℟ Melalui Engkau Karunia Bapa telah dianugerahkan kepada kami.

Doa Penutup

Ya Allah, Bapa segala kerahiman,

Putra Tunggal-Mu, ketika tergantung di Salib,

memilih Santa Perawan Maria, Bunda-Nya,

untuk menjadi Bunda kami juga,

kami mohon, berikanlah, agar dengan bantuan kasih-Nya

Gereja-Mu semakin berbuah setiap hari

dan, bersukacita dalam kekudusan anak-anaknya,

dapat menarik ke dalam pelukannya semua keluarga bangsa-bangsa.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa X Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Mazmur 42 (43)

Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Allah,+
dan belalah hakku terhadap orang jahat,*
luputkanlah aku dari orang yang curang dan penipu.

Engkaulah Allah pelindungku, mengapa aku Kaubuang?*
Mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?

Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu untuk menuntun aku,*
dan mengantar aku ke gunungMu yang kudus, ke tempat kediamanMu.

Maka aku akan menuju ke mesbah Allah,+
menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,*
dan bersyukur kepadaMu dengan kecapi, ya Allah, Allahku!

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Antifon 1Kirimkanlah cahaya dan kebenaranMu, ya Tuhan.

Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup,*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Antifon 2Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan kami sepanjang hidup kami.

Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Mazmur 64 (65)

Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion,*
dan kepadaMulah nadar dipenuhi.

Engkau biasa mendengarkan doa,+
semua makhluk yang lemah datang kepadaMu,*
karena merasa bersalah.

Walaupun dosa melebihi kekuatan kami,*
namun Engkau mengampuninya.

Berbahagialah orang yang Kaupilih dan Kauundang,*
untuk diam di pelataranMu.

Semoga kami turut menikmati kebaikan rumahMu,*
di dalam baitMu yang suci.

Secara mengagumkan Kaukabulkan doa kami,*
ya Allah yang adil, penyelamat kami.

Engkaulah kepercayaan seluruh bumi,*
sampai ke batas-batas samudera.

Engkau membuat gunung yang kokoh kuat,*
pinggangMu berikatkan keperkasaan.

Engkau meredakan deru lautan,*
meredakan gemuruh gelombangnya.

Para penghuni seluruh bumi,*
takut akan kuasaMu yang dahsyat.

Dari timur sampai ke barat,*
Kaupenuhi dunia dengan sorak-sorai.

Tanah kami Kaukunjungi dengan kelimpahanMu,*
Kaubuat kaya dan subur.

Mega langit penuh air,*
yang Kausediakan untuk kesuburan tanah.

Begini Engkau mengerjakannya,+
Engkau menggenangi alur bajak dan membasahi gumpalan tanah,*
menggemburkan tanah dengan hujan dan memberkati tumbuhnya tanam-tanaman.

Dengan demikian seluruh tahun Kaumahkotai dengan kebaikanMu,*
jejakMu membawa kesuburan.

Bahkan padang gurunpun menjadi subur,*
dan bukit-bukit menghijau permai.

Padang rumput berdandanan kambing domba,+
lembah-lembah berselimutkan panenan,*
semuanya bersorak-sorai dan menyanyikan pujian.

Antifon 3Ya Allah, Engkau pantas dipuji di Sion.

Bacaan Singkat (1Tes 5,4-5)

Saudara-saudara, kamu tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari Tuhan tiba-tiba dapat mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.

Lagu Singkat

℣.Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.℟.Perhatikanlah.℣.Aku bangun pagi-pagi dan berseru.℟.Aku berharap pada sabdaMu.℣.Kemuliaan.℟.Perhatikanlah.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah menerangi dunia dengan kebangkitanNya. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berkata:

℟. Bimbinglah kami pada jalanMu, ya Tuhan.

KebangkitanMu, ya Tuhan Yesus, kami kenangkan dalam doa pagi ini,* semoga harapan akan kemuliaanMu menerangi kami sepanjang hari. ℟.

Terimalah, ya Tuhan, keinginan dan rencana kami,* dan berkatilah segala usaha kami pada hari ini. ℟.

Semoga kami hari ini maju dalam cinta kasihMu,* agar segala hal-ihkwal berguna bagi kami dan bagi semua orang. ℟.

Ya Tuhan, semoga terang kami bercahaya di depan orang,* sehingga mereka melihat perbuatan kami yang baik dan memuliakan Bapa di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah cahaya sejati yang menyinari semua orang untuk menyelamatkan mereka. Kuatkanlah kami agar dapat menyiapkan bagiMu jalan perdamaian dan keadilan. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa X Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 12, 4-6)

Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Ayat Singkat

℣.Keselamatan-Nya dekat pada orang yang takut akan Dia.℟.Supaya kemuliaan diam di negeri kita.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa X Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Mazmur 118 (119),49-56

Ya Allah, ingatlah akan firmanMu kepadaku,*
firmanMu Kaujadikan pokok pengharapanku.

Inilah penghiburan dalam sengsaraku,*
bahwa janjiMu menghidupkan daku.

Orang sombong sangat mencemoohkan daku,*
namun aku tidak menyimpang dari perintahMu.

Aku ingat akan hukumMu yang berlaku sedari dulu,*
maka terhiburlah aku, ya Tuhan.

Aku gusar terhadap orang yang berdosa,*
yang tidak mempedulikan hukumMu.

HukumMu menjadi lagu pujian bagiku,*
di perantauanku.

Waktu malam aku menyebut-nyebut namaMu, ya Tuhan,*
dan aku tetap berpegang pada perintahMu.

Satu-satunya peganganku ialah,*
mematuhi titahMu.

Antifon 1Di perantuan aku mematuhi titahMu.

Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Mazmur 52 (53)

Orang dungu berpikir: Tidak ada Allah.+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Allah memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah.

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatKu seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Mereka dihinggapi ketakutan,*
sedang tiada yang menakutkan.

Mereka mengancam engkau,*
tetapi Allah menghancurkan mereka.

Mereka pasti dipermalukan,*
sebab Allah menolak mereka.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Allah, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai, dan Israel bersukacita.

Antifon 2Allah akan memulihkan nasib umatNya, dan kita akan bersukacita.

Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Mazmur 53 (54),3-6.8-9

Allah, selamatkan daku demi namaMu,*
tolonglah aku dengan kuasaMu.

Dengarkanlah, ya Allah, permohonanku,*
perhatikanlah kata-kata mulutku.

Sebab orang angkuh menyerang aku,+
orang sombong mau mencabut nyawaku,*
tanpa mempedulikan Allah.

Namun Allah menjadi penolongku,*
Tuhanlah penopang hidupku.

Maka dengan rela aku mempersembahkan kurban,*
dan memuji kebaikanMu, ya Tuhan.

Sebab Tuhan melepaskan daku dari kesesakan,*
dan aku melihat musuhku direndahkan.

Antifon 3Allah menjadi penolongku, Tuhanku penopang hidupku.

Bacaan singkat 1Kor 12,24b.25-26

Allah telah menyusun tubuh kita sedemikian rupa, sehingga tidak terjadi perpecahan dalam tubuh, melainkan semua anggota saling memperhatikan. Karena itu, jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita. Jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

℣.Ya Tuhan, Allah kami, himpunkanlah kami dari antara para bangsa.℟.Supaya kami bersyukur kepadaMu.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa X Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Cor 12, 24b. 25-26)

Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Ayat Singkat

℣.Ya Tuhan Allah kami, kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.℟.Supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa X Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Mazmur 48 (49) I

Dengarlah, hai bangsa-bangsa,*
pasanglah telinga, hai penduduk dunia,

baik yang biasa maupun yang terkemuka,*
baik yang kaya maupun yang miskin.

Mulutku akan mengucapkan kata-kata bijaksana,*
dan buah renunganku ialah kearifan.

Aku hendak membawakan wejanganku,*
dan memaparkannya sambil memetik kecapi.

Mengapa aku takut pada hari-hari sial,*
waktu aku dikepung oleh musuh yang jahat?

Mereka mengandalkan harta bendanya,*
dan memegahkan kekayaannya yang besar.

Tak seorangpun dapat menebus dirinya sendiri,*
atau membayar uang tebusannya kepada Allah.

Terlalu mahal harga tebusan nyawanya,+
tak terbayar untuk hidup selamanya,*
tanpa turun ke liang kubur.

Ia melihat orang bijak mati,+
orang bodoh dan dungu, semuanya binasa,*
harta bendanya mereka tinggalkan bagi orang lain.

Kubur menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya,*
di situlah kediaman mereka turun-temurun.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Antifon 1Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Mazmur 48 (49) II

Beginilah nasib orang yang percaya pada diri sendiri,*
beginilah kesudahan orang yang bermulut besar.

Seperti kawanan domba, mereka terkurung dalam alam maut,*
mautlah gembala dan penguasa mereka.

Hancurlah keelokan tubuh mereka,*
dan kediaman mereka di alam maut.

Tetapi Allah akan menebus nyawaku,*
menghindarkan daku dari cengkeraman maut.

Maka janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,*
apabila kemewahan keluarganya bertambah.

Sebab waktu mati tak ada yang dapat dibawanya serta,*
kekayaannya tidak akan mengikutinya.

Walaupun selama hidupnya ia memuji dirinya bahagia,*
"Aku beruntung: segalanya berlangsung baik";

namun ia akan mati mengikuti nenek moyangnya,*
yang tak pernah lagi melihat terang.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,*
tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.

Antifon 2Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Rom 3,23-25a)

Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Dan semua orang diselamatkan dengan cuma-cuma, hanya oleh rahmat Allah, berkat pahala Kristus Yesus, yang menebus mereka. Kristus Yesus ditetapkan oleh Allah, supaya darahNya menjadi tebusan bagi mereka yang percaya padaNya.

Lagu Singkat

℣.Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℟.Engkau.℣.Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna.℟.Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Engkau.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus mencintai dan melindungi umatNya, sebab Dialah gembala dan pemelihara hidup kita. Marilah kita memuji Dia, menaruh harapan padaNya dan berkata:

℟. Lindungilah umatMu, ya Tuhan.

Ya gembala abadi, lindungilah uskup kami bapa...* dan semua gembala umatMu. ℟.

Ya Tuhan, perhatikanlah penuh belaskasihan semua orang yang dianiaya,* dan bebaskanlah mereka segera dari segala kesusahan. ℟.

Kasihanilah, ya Tuhan, semua orang yang papa,* dan berikanlah rezeki kepada yang lapar. ℟.

Terangilah para anggota dewan perwakilan rakyat,* supaya mereka menetapkan undang-undang yang adil dan bijaksana. ℟.

Dampingilah orang-orang yang sudah Kautebus dengan darahMu dan yang kini sudah meninggal,* izinkanlah mereka mengambil bagian dalam perjamuan nikah bersama Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah, milikMulah malam. Semoga Kristus, matahari sejati, tetap bersinar dalam hati kami, supaya kami diizinkan masuk ke dalam cahaya yang Kaudiami. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa X Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Beata Anna Maria Taigi

Pengaku Iman

“Keluargaku seperti Firdaus tampaknya, dan hatiku sungguh bahagia”, demikian kata Dominiko Taigi waktu berlangsungnya proses pernyataan beata atas diri Anna Taigi, isterinya. Kegembiraan dan kebahagiaan yang sama meliputi anak-anaknya serta pembantu yang melayaninya. Mereka semua kagum akan kesucian hidup Anna Maria yang sangat mencintai mereka dengan perhatian dan kebaikannya yang luar biasa.

Anna Maria Taigi hidup antara 1769-1837 dan terlahir di Siena.Ketika berumur enam tahun, ia berada di Roma untuk mengikuti pendidikan disana. Ia kelihatan saleh dan sederhana. Ia gemar mengenakan pakaian yang indah-indah serta gemar akan kesenangan-kesenangan dunia yang pantas. Perkawinannya dengan Dominiko Taigi berlangsung pada usia 21 tahun. Tuhan menganugerahkan kepadanya tujuh orang anak. Hidup mereka sederhana namun bahagia. Untuk menambah pendapatan keluarga, ia menerima pesanan jahitan. Memang banyak sekali pengalaman pahit dialaminya, namun semuanya dipersembahkan kepada Tuhan. Tuhan selalu meneguhkan hatinya dengan menganugerahkan kedamaian batin kepadanya. Baginya, mendidik dan membesarkan tujuh orang anak bukanlah perkara yang mudah. Ibu kandungnya sendiri tinggal bersama mereka. Beban tanggungannya semakin bertambah berat ketika Sophia anaknya menjadi janda dan kembali tinggal dengannya bersama enam orang anaknya yang lain.

Untuk mereka semua, Anna benar-benar menjadi seorang malaikat pelindung dan pendamai. Bagi tetangga-tetangganya, ia juga menjadi seorang penghibur. Pada suatu hari Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam rupa sebuah bulatan cahaya Ilahi. Dalam bulatan cahaya itu, ia dapat melihat segala sesuatu yang terjadi, baik di masa lampau, kini dan yang akan datang. Tuhan pun menganugerahkan kepadanya kemampuan mengenal keadaan batin orang lain dan mengetahui nasih orang lain.

Terdorong akan pengalaman akan Allah itu, Anna semakin yakin akan perlindungan Tuhan atas dirinya. Ia menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah sebagai kurban silih atas dosa-dosa dunia dan bagi keselamatan Gereja ditengah banyak masalah. Banyak sekali orang datang kepadanya untuk meminta bimbingan. Banyak waktu dihabiskannya untuk melayani orang-orang itu. Kesucian hidupnya ternyata berpengaruh besar terhadap lingkungan disekitarnya. Meski banyak kali disibukkan untuk melayani orang lain, namun apa yang menjadi kewajibannya sebagai ibu rumah tangga tidak pernah dilalaikannya. Suami dan anak cucunya dilayani dengan penuh kasih sayang. Ia pun banyak membantu orang-orang susah dan menyembuhkan banyak orang sakit tanpa meminta bayaran.

Anna Taigi diberi gelar ‘beata’ bukan karena penglihatan ajaib yang dilihatnya tetapi karena kebaikan hatinya, kemiskinannya, kerendahan hatinya serta kerelaannya untuk menderita bagi jiwa-jiwa.

Beata Diana

Sesilia dan Amata, Perawan

Santo Dominikus memperluas karyanya ke Italia dan memilih kota Bologna sebagai pusat karyanya, karena buah-buah pikirannya diterima baik di Universitas Bologna.

Pada mulanya karya Dominikus di kota ini tidak terlalu berhasil. Banyak rintangan menghadang, terutama karena Tuan Andalo, seorang tuan tanah yang berkuasa di Bologna, tidak suka pada agama Kristen. Meski demikian, Dominikus tidak berputus asa. Tuhan tetap memberkati karyanya dan memberinya jalan keluar dari segala kesulitan. lewat Diana, puteri kesayangan Andalo, Dominikus mendapat jalan keluar untuk menanamkan pengaruhnya di Bologna. Diana menjadi sahabat baik Dominikus, dan sangat tertarik pada ajaran iman Katolik. Ia lalu memutuskan untuk mengikuti pelajaran agama dan ingin menjadi seorang biarawati. Ia yakin bahwa ia dapat membujuk ayahnya dan keluarganya agar tidak bersikap antipati terhadap agama Katolik. Kecuali itu, ia merasa yakin sekali bahwa ayahnya akan bersikap lunak dan akan membantu mendirikan sebuah biara Dominikan di kota Bologna.

Tetapi apa yang diyakininya tidak terjadi dengan mulus. Tatkala ia memberitahukan dan seluruh anggota keluarganya tentang niat sucinya untuk menjadi seorang biarawati, ia dimarahi dan cita-citanya ditolak mentah-mentah. Menghadapi kemarahan dan penolakan keluarganya itu, Diana segera mengambil keputusan berani untuk meninggalkan rumah dan lari mencari perlindungan pada para imam Agustinian di Roxana. Keputusan ini dilaksanakannya secara diam-diam. Hal ini sangat mengejutkan keluarganya. Mereka segera mencari Diana. Akhirnya mereka menemukan dia di Biara Roxana dan membawanya pulang ke rumah. Disana ia dipukul dan dikurung dalam sel. Tetapi beberapa hari kemudian, Diana berhasil meloloskan diri dan kembali ke Roxana. Keluarganya tidak berusaha mencarinya lagi.

Beato Yordan dari Saxon turut berusaha menenangkan keluarganya dan melembutkan hati tuan Andalo bersama anak-anaknya yang lain. Usaha Yordan ini disambut dengan baik dan berhasil. Tuan Andalo bersama anak-anaknya dapat menerima panggilan Diana dan membantu mendirikan sebuah biara kecil bagi biara Dominikan. Biara kecil ini kemudian dihuni Diana bersama empat orang kawannya. Cara hidup mereka menarik banyak orang sehingga dalam waktu relatif singkat merka mendapat tambahan anggota baru. Dua orang dari anggota baru adalah Sisilia dan Amata, sahabat karib Diana. Bersama Diana, Sisilia dan Amata berkembang dalam hidup rohani dan dalam pengabdian tulus kepada Allah. Kemudian mereka digelari ‘beata’(yang berbahagia) oleh Gereja pada tahun 1891.

Santo Efrem

Pujangga Gereja · ± 306-373

Lahir di Nisibis tahun 306, Mesopotamia (sekarang: Nusaybin, Turki) dan meninggal tahun 373. Ia sebagai seorang penyair, guru, orator dan pembela iman, Efrem dikenal luas serta menjadi tokoh kebanggaan umat Kristen Syria. Semasa remajanya ia mengikuti pendidikan agama dari uskup Yakob dari Nasibis. Uskup Yakob-kemudian digelari ‘Kudus’ oleh Gereja-membimbing Efrem hingga di permandikan.

Ketika orang-orang Syria menduduki kota Nasibis pada tahun 363, orang-orang Kristen di Nasibis dipaksa keluar dari Nasibis. Efrem bersama orang-orang Kristen Nasibis mengungsi ke Edessa (Urfa di Irak). Di tempat pengungsian itu, umat mengangkatnya sebagai pemimpin rohani mereka. Efrem menerima tugas ini sebagai kesempatan emas untuk membaktikan diri pada umat. Ia mengajarkan mereka ajaran iman Kristen serta membesarkan hati mereka. Sementara itu ia sendiri menjalani suatu corak hidup yang keras sampai saat ajalnya. Ia rajin menulis buku-buku pembelaan iman. Buku-buku apologetisnya, homili-homilinya dalam bentuk puisi, berbagai nyanyian dan kidung Gereja ciptaannya, membuat dia dikenal luas dan berpengaruh besar di kalangan umatnya di Edessa, bahkan diseluruh Gereja. Di Gereja Timur ia dijuluki ‘Cahaya bangsa Syria’, ‘Rasul Bangsa Syria’, ‘Pujangga Gereja’, dan ‘Kecapi Roh Kudus’. Dua puluh tahun setelah kematiannya, Santo Yerome memasukkan namanya dalam daftar orang-orang Kristen yang masyur namanya.

Efrem dikenal karena ajaran-ajaran dogmatis dan pengetahuannya yang luas. Ia rajin membaca Kitab Suci dan merefleksikan misteri-misteri Allah. Komentar-komentarnya tentang Kitab Suci sangat bermanfaat pula waktu itu. Sebagai seorang komentator, ia lebih suka akan arti harafiah Kitab Suci dan enggan menafsirkannya secara alegoris. Ia ramah kepada orang-orang miskin dan yang menderita. Tatkala umat Edessa tertimpa kelaparan hebat pada tahun 378, ia berjuang keras untuk menyelamatkan mereka dari kematian. Kunci sukses hidupnya ialah kerendahan hatinya: ia tidak pernah menaruh kepercayaan pada diri sendiri melainkan pada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan akan senantiasa membimbingnya. Ia menolak di tabhiskan menjadi imam dan memilih tetap sebagai diakon sampai akhir hidupnya. Kepada Santo Basilius yang ditemuinya, ia berkata: “Sayalah Efrem, orang yang tersesat dari jalan ke surga. Karena itu kasihanilah saya orang berdosa ini. Bimbinglah saya melalui jalan yang sempit.”

Santo Felisianus

Martir · wafat ± 297

Santo Primus dan saudaranya Santo Felicianus adalah martir-martir gereja perdana yang menjadi saksi Kristus pada masa penganiayaan kaisar Diokletianus. Kakak beradik ini berasal dari keluarga kafir di kota Roma. Meskipun mereka masih kafir, namun mereka dikenal sebagai orang baik-baik yang disenangi banyak orang. Semenjak kecil, Primus dan Felicianus hidup di lingkungan kafir dan dididik oleh guru-guru kafir pula.

Pengenalannya akan iman Kristen sampai menjadi martir, berawal dari perkenalan mereka dengan Paus Feliks I (269-274). Dari bimbingannya kedua bersaudara ini mengenal iman Katolik dan dipermandikan.

Setelah permandiannya, mereka rajin berdoa dan melakukan kegiatan-kegiatan amal kasih, mengunjungi orang-orang Kristen di penjara untuk menghibur dan meneguhkan hati mereka. Tuhan melimpahkan rahmatNya kepada mereka dan melindungi mereka dari segala tindakan kejam para penguasa negara. Selama bertahun-tahun berkarya di tengah-tengah aksi penganiayaan terhadap orang-orang Kristen oleh kaisar Diokletianus, Primus dan Felicianus selalu terhindar dari usaha penangkapan.

Tetapi akhirnya mereka di tangkap juga pada tahun 297 dan dipenjarakan bersama orang-orang Kristen lainnya. Didalam penjara mereka saling menghibur dan dengan tekun saling meneguhkan sesamanya yang lain. Setelah beberapa waktu, mereka di bawa ke Nomentum, kota kecil yang berjarak 12 mil dar Roma. Mereka diadili oleh Promotus. Dakwaan dan berbagai ancaman dikenakan pada mereka, namun iman mereka tetap teguh. Akhirnya mereka dijatuhi hukuman mati dengan cara dipancung.

Jenazah mereka dimakamkan di Nomentum. Pada tahun 649, Sri Paus Theodorus I (642-649) menyuruh memindahkan jasad mereka ke kota San Stephanus Rotondo. Inilah peristiwa pertama, dimana tulang-belulang para martir boleh dibawa keluar kota dari kota Roma.

Arti nama

Bentuk Latin dari nama : Felix; yang berarti : Beruntung, Sukses

Santo Joseph Anchieta

Pengaku Iman · 1534-1597

Santo Joseph Anchieta, SJ (José de Anchieta y Díaz de Clavijo) adalah seorang misionaris Jesuit dari Spanyol yang berkarya di Brasil pada paruh kedua abad ke-16. Ia adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah Brasil di masa awal kolonisasi wilayah di Amerika Selatan tersebut. Rasul bangsa Brazil ini adalah salah seorang pendiri kota São Paulo di tahun 1554 dan kota Rio de Janeiro pada tahun 1565.

Awal kehidupan

Misionaris Jesuit yang kudus ini lahir pada tanggal 19 Maret 1534 di San Cristobal de La Laguna, Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Ayahnya yang bernama Juan Anchieta y Zelaiaran adalah kerabat dekat dari pendiri Serikat Jesus, Santo Ignasius de Loyola. Ibunya bernama Mencia Díaz de Clavijo y Llarena, putri dari Sebastián de Llarena, seorang bangsawan Converso “Marrano” dari kerajaan Castile.

Converso (Feminim = Cenversa) adalah terminologi yang digunakan di Andalusia (wilayah semenanjung Iberia yang saat ini menjadi negara Spanyol dan Portugis) pada abad ke-14 sampai abad ke-15 untuk menyebut seseorang (atau sekelompok orang), berserta keturunannya yang dibabtis menjadi Katolik setelah Reqonquista.

Terdapat dua golongan Converso; “Morisco” atau “Mourisco” (Portugis) yaitu para Converso yang berasal dari etnis Moor (yang beragama Islam) dan “Marrano” yaitu Converso yang berasal dari etnis Yahudi (penganut Judaisme). Perpindahan keyakinan secara masal ini terjadi akibat tekanan politik dari pemerintah dan Euforia pasca Reqonquista (Penaklukan kembali Andalusia dari tangan bangsa Moor) setelah takluknya Sultan Abu Abdullah Muhammad XII (Sultan Granada dan penguasa muslim terakhir di Andalusia), ditangan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella pada tanggal 25 November 1491.

Saat berusia 14 tahun, Joseph Anchieta pindah ke Portugal untuk melanjutkan studi di Portugal di Royal College of Arts di Coimbra. Ditempat inilah Joseph merasakan panggilan Tuhan untuk menjadi seorang missionaris. Karena itu Setelah menamatkan studi di Sekolah Menengah, Joseph melamar ke Serikat Jesus dan diterima di Seminari Tinggi Jesuit di Coimbra pada tanggal 1 Mei 1551.

Pada masa Novisiat, Joseph menjalani laku silih yang berat dan berpantang secara berlebihan hingga kesehatannya terganggu. Ia menderita radang tulang punggung yang membuatnya menderita sakit berkepanjangan dan tulang punggungnya terlihat bungkuk.

Menjadi Missionaris

Pada tahun 1553, Joseph Anchieta termasuk diantara para misionaris Jesuit gelombang ketiga yang dikirim Serikat Jesus ke koloni Portugis di Brazil. Para pembesar biaranya mengharapkan iklim yang sejuk di Amerika Selatan dapat memulihkan kesehatannya. Namun kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Punggung nya tidak pernah membaik dan Joseph selalu merasa kesakitan selama 44 tahun ia berkarya di Brazil.

Setelah menempuh perjalanan panjang yang melelahkan, dan harus mengalami beberapa kali kecelakaan di kapal, para missionaris tiba wilayah yang kini dikenal dengan nama São Vicente, desa pertama yang didirikan misi Jesuit di Brasil pada tahun 1534. Disanalah Joseph melakukan kontak pertama dengan orang-orang suku Indian Tapuia yang mendiami wilayah tersebut.

Pada akhir tahun 1553, Manuel da Nóbrega,SJ sebagai Provinsial Serikat Jesus pertama untuk wilayah Brasil, mengirimkan Joseph Anchieta bersama 12 orang Jesuit lainnya untuk menginisiasi karya misi di Piratininga, yang terletak di dataran tinggi sepanjang Sungai Tietê di Serra do Mar. Diwilayah terpencil ini 13 Jesuit ini mendirikan sebuah permukiman misionaris kecil dan merayakan misa untuk pertama kalinya pada tanggal 25 Januari 1554, tanggal yang menurut tradisi adalah tanggal pertobatan Santo Paulus (Ejaan Portugal = São Paulo). Sejak saat itu pula Piratininga dikenal sebagai São Paulo, dan tanggal 25 Januari dirayakan sebagai hari berdirinya kota tersebut.

Saat ini São Paulo adalah kota terbesar di Brasil dan di belahan bumi selatan. Kota ini juga merupakan wilayah Metropolitan terbesar ke-7 di seluruh dunia.

Dari São Paulo, para Jesuit mulai berkarya diantara suku-suku indian. Mereka mulai mengajar katekese dan membabtis penduduk pribumi dalam nama Jesus. Selain itu mereka juga berkarya dalam bidang pendidikan dan berbagai karya amal kasih lainnya. Dimasa ini padre Joseph diketahui mengajarkan bahasa Latin pada suku Indian dan mulai mempelajari bahasa Indian Tupi. Kelak ia berhasil menyusun kamus dan buku tata bahasa Indian Tupi.

Karya para Jesuit ini berkembang sangat pesat hingga beberapa tahun kemudian didirikanlah Pátio do Colégio sebuah lembaga pendidikan tinggi pertama di São Paulo yang dikelola oleh Serikat Jesus.

Padre Joseph Anchieta sangat berjasa bagi pemerintah Kolonial Portugis saat terjadi pemberontakan dari suku-suku Indian di sepanjang pantai São Paulo, Rio de Janeiro dan Espírito Santo. Pemberontakan terjadi setelah suku-suku Indian membentuk sebuah aliansi yang disebut Konfederasi Tamoyo, dan bersekutu dengan pihak Prancis. Kemampuan Joseph Anchieta berbicara dalam bahasa Tupi sangat membantunya dalam upaya negosiasi dan ia juga berhasil mendapatkan kepercayaan dari orang-orang Indian hingga kesepakatan damai dapat disepakati antara Konfederasi Tamoyo dan pihak Portugis.

Dalam masa ini Joseph pernah disandera selama lima bulan oleh pihak Tamoyo. Selama dalam tahanan ia menyibukkan diri dengan menulis puisi dalam bahasa Latin untuk menghormati Kesucian Bunda Maria. Karena tidak memiliki perlengkapan menulis, Joseph menulis puisi tersebut di pasir basah dan menghafal baris demi baris puisi tersebut. Ketika akhirnya ia dibebaskan, Joseph berhasil menyalin kembali 4.172 baris puisi tersebut keatas kertas.

Misionaris ulung ini tercatat sukses membawa seluruh anggota suku Indian Maramomis kedalam iman Kristiani. Ia juga menggubah sandiwara yang dimainkan oleh murid-muridnya, dan menuliskan naskah sandiwaranya dalam bahasa Latin, Spanyol, Portugis, dan bahasa Indian Tupi. Karena naskah dramanya adalah yang pertama ditulis di Brasil, Joseph Anchieta kelak dinyatakan sebagai Bapak Sastra Brasil.

Tutup Usia dan Kanonisasi

Pada tahun 1570 Joseph Anchieta terpilih menjadi Provincial Serikat Jesus wilayah Brazil menggantikan mentornya, Manuel Nóbrega yang baru saja tutup usia. Ditahun itu juga misi Jesuit Brazil mendirikan sebuah Perguruan Tinggi di Rio de Janiero.

Meskipun kesehatannya tidak pernah prima dan punggungnya yang sering sakit, selama sepuluh tahun berikutnya padre Joseph Anchieta terus melakukan perjalanan ke Rio de Janeiro, Bahia, Espírito Santo dan São Paulo, demi mengkonsolidasikan karya misi Yesuit di Brasil. Pada tahun 1577, superior jenderal keempat Yesuit, Everard Mercurian, menunjuk Anchieta sebagai Superior Serikat Jesus di Brasil.

Seiring kesehatannya yang semakin memburuk, pada tahun 1591 Joseph Anchieta memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan dan tugas-tugasnya. Ia menyepi ke biara Serikat Jesus di Reritiba, Espírito Santo, Brazil dan hidup dengan tenang dalam keheningan biara tersebut sampai tutup usia pada tanggal 9 Juni 1597.

Padre Joseph Anchieta dikanonisasi oleh Paus Fransiskus pada 3 April 2014. Ia adalah Santo ketiga dari negara Brasil dan menjadi warga asli Kepulauan Canary yang kedua (setelah Santo Petrus dari Santo Joseph Betancur, yang juga seorang misionaris di Amerika Latin) yang dinyatakan kudus oleh Gereja Katolik. (qq)

Arti nama

Joseph Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani Ιωσηφ (Ioseph), yang aslinya dari bahasa Ibrani יוֹסֵף (Yosef) yang berarti : "Yang ditambahkan Tuhan".

Santo Primus dan Felicianus

Martir · wafat ± 297

Kedua bersaudara kandung ini berasal dari keluarga kafir di kota Roma. Meskipun mereka masih kafir, namun mereka dikenal sebagai orang baik-baik yang disenangi banyak orang. Semenjak kecil, Primus dan Felicianus hidup di lingkungan kafir dan dididik oleh kafir pula.

Pengenalannya akan iman Kristen sampai menjadi martir, berawal dari perkenalan mereka dengan Paus Feliks I (269-274). Dari bimbingannya kedua bersaudara ini mengenal iman Katolik dan dipermandikan.

Setelah permandiannya, mereka rajin berdoa dan melakukan kegiatan-kegiatan amal kasih, mengunjungi orang-orang Kristen di penjara untuk menghibur dan meneguhkan hati mereka. Tuhan melimpahkan rahmatNya kepada mereka dan melindungi mereka dari segala tindakan kejam para penguasa negara. Selama bertahun-tahun berkarya di tengah-tengah aksi penganiayaan terhadap orang-orang Kristen oleh kaisar Diokletianus, Primus dan Felicianus selalu terhindar dari usaha penangkapan.

Tetapi akhirnya mereka di tangkap juga pada tahun 297 dan dipenjarakan bersama orang-orang Kristen lainnya. Namun demikian iman mereka tidak goncang sedikitpun. Mereka saling menghibur dan dengan tekun saling meneguhkan sesamanya yang lain. Setelah beberapa waktu, mereka di bawa ke Nomentum, kota kecil yang berjarak 12 mil dar Roma. Mereka diadili oleh Promotus. Dakwaan dan berbagai ancaman dikenakan pada mereka, namun iman mereka tidak goyah. Akhirnya mereka dijatuhi hukuman mati penggal kepala.

Jenazah mereka dimakamkan di Nomentum. Pada tahun 649, Sri Paus Theodorus I (642-649) menyuruh memindahkan jasad mereka ke kota San Stephanus Rotondo. Inilah peristiwa pertama, dimana tulang-belulang para martir boleh dibawa keluar kota dari kota Roma.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari