Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Refren: Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri.
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus. Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.
Alleluya, alleluya.
Engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi: karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. D Alleluya...
Alleluya, alleluya.
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Kristus Penebus, betapa Kau tunjukkan cinta-Mu
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.
Mazmur 20 (21):2-8, 14
Syukur atas kemenangan raja
betapa pertolongan-Mu menyelamatkan dia!
AntifonTuhan memanggil aku sebelum aku lahir; dari rahim ibuku Ia menyebut namaku.
Antifon 2Tuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.
Mazmur 91 (92)
Pujian kepada Allah Sang Pencipta
untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,
AntifonTuhan menjadikan lidahku pedang yang tajam; Ia menyembunyikan aku dalam bayangan tangan-Nya.
Antifon 3Yohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.
AntifonYohanes bersaksi: Dia yang akan datang sesudah aku telah ada sebelum aku.
Responsorium Yeremia 1:5, 9, 10
Responsorium Lukas 1:76-77
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Maleakhi 3,23-24)
Antifon KidungTerbukalah mulut Zakharia, dan ia bernubuat: Terpujilah Allah Israel.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTerbukalah mulut Zakharia, dan ia bernubuat: Terpujilah Allah Israel.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat Kol 3,23-24
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat 2Kor 1,3-4
Antifon KidungAnak yang lahir bagi kita lebih besar daripada nabi; sebab tentang dialah Sang Penyelamat bersabda: Di antara mereka yang dilahirkan wanita, tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungAnak yang lahir bagi kita lebih besar daripada nabi; sebab tentang dialah Sang Penyelamat bersabda: Di antara mereka yang dilahirkan wanita, tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis.
Doa Permohonan
℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.
Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.
Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.
Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.
Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Madah
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat Why 22,4-5
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
Ayah Yohanes ialah Zakarias, seorang imam di Yerusalem. Ibunya Elisabeth adalah seorang puteri keturunan kaum Harun. Kedua orang tua ini saleh tetapi tidak mempunyai anak sampai hari tuanya, sebab Elisabeth mandul. Mereka sungguh mengharapkan seorang anak, namun usia yang sudah lanjut sungguh menipiskan harapan itu. Meski demikian mereka tetap berharap pada Tuhan dan berkanjang dalam dosa.
Doa-doa mereka kiranya dikabulkan Tuhan. Sekali peristiwa, ketika Zakarias mendapat giliran melayani Tuhan di Bait Allah, tampaklah kepadanya Malaikat Gabriel. “Jangan takut Zakarias, karena Allah mengabulkan permohonanmu; Elisabeth isterimu akan mengandung dan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki dan haruslah kau namai dia Yohanes… Ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati-hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”, kata malaikat itu kepadanya (Luk1:5-25).
Zakarias menjadi bisu dan tidak dapat berbicara karena ia ragu dan tidak percaya kepada khabar dari malaikat Allah itu. Ia baru dapat sembuh dan dapat berbicara lagi ketika Yohanes lahir, terutama ketika nama Yohanes diberikan kepada sang bayi itu. Ketika Yohanes lahir, banyak orang berkata: “Akan menjadi apakah anak ini kelak? Sebab tangan Tuhan menyertai dia.”
Tugas Yohanes sebagaimana tertulis dalam Injil, ialah menjadi bentara Al-Masih, Yesus Kristus, Sang Penebus. Kuasa roh didalam dirinya telah terasa semenjak ada dalam kandungan ibunya. Hal ini dapat terlihat dalam peristiwa pertemuan Maria dan Elisabeth (Luk1:39-45).
Hidup dan peranannya berkaitan dengan pribadi Yesus, Al-Masih. Ia adalah utusan Allah yang mendahului kedatangan Al-Masih. Yesus sendiri menyebut Yohanes ‘sang nabi’, bahkan lebih besar daripada para nabi. Karena itu kelahirannya sungguh menggembirakan banyak orang. Sebagaimana nabi-nabi lain ditolak dan dianiaya oleh umat, kepada siapa mereka di utus Allah, kematian Yohanes Pemandi pun sangat tragis. Atas perintah Herodes, raja wilayah Yudea, Yohanes Pemandi ditangkap dan dipenjarakan karena ia berani mengecam Herodes yang berani mengambil Herodias-isteri saudaranya, Filipus-menjadi isteri. Akhirnya, atas bujukan dan akal busuk Herodias, Herodes memerintahkan untuk memenggal kepala Yohanes Pemandi (Mat14:1-12; Luk9:9-7).
Setelah kematiannya, selesailah tugas dan mulailah Yesus tampil di hadapan umum untuk mewartakan datangnya Kerajaan Allah.
Santa María Guadalupe García Zavala
María García Guadalupe Zavala lahir pada 27 April 1878 di Zapopan, Jalisco, Meksiko. Sejak kecil ia sudah memiliki devosi yang mendalam pada Bunda Maria dari Zapopan. Ayahnya, Fortino García dan ibunya, Refugio Zavala García adalah pedagang benda-benda rohani yang tokonya terletak di depan Basilika Bunda Maria dari Zapopan. Oleh karena itu, Maria García sering sekali meluangkan waktunya untuk berkunjung ke Basilika tersebut. Cintanya pada Tuhan terutama ia tunjukkan dengan kepedulian kepada masyarakat miskin.
Meskipun pada awalnya Maria berencana untuk menikah dan berumah-tangga, namun dia kemudian memutuskan pertunangannya karena merasakan panggilan yang kuat untuk menjalani kehidupan religius, dan ia percaya bahwa dia dipanggil untuk memberikan bantuan kepada orang miskin dan sakit.
Bapa pembimbing Maria García, Pater Cipriano Iñiguez, menyambut baik keputusannya untuk menjalani kehidupan religius. Pater Cipriano kemudian mengundangnya untuk bergabung dengan sebuah Konggregasi Religius yang sedang didirikannya. Konggregasi ini akan bekerja untuk membantu dan melayani orang sakit, khususnya bagi orang-orang miskin.
Kongregasi baru ini secara resmi dimulai pada tanggal 13 Oktober 1901, dan dikenal dengan nama “Congregación de las Siervas de Santa Margarita María y de los Pobres” (“Congregation of the Handmaids of St Margaret Mary Alacoque and the Poor”atau “Konggregasi Suster Abdi St.Margaret Mary (Alacoque) dan Kaum Miskin”). Suster María García dipercayakan sebagai Superior General (Pemimpin Umum) yang pertama dari Kongregasi ini.
Bersama Konggregasinya, Suster María bekerja sebagai seorang perawat. Ia bersama para Suster akan menyambut para pasien yang datang ke “Rumah Sakit” kecil yang mereka dirikan dengan penuh kasih; dan melayani pasien tanpa memandang status sosial mereka. Kasih dan kepedulian bagi kesehatan jasmani dan kesehatan rohani para pasien adalah perhatian utama dari Konggregasi ini. Suster María Garcia memberikan seluruh hidupnya untuk melaksanakan tugas cinta kasih ini.
Kesederhanaan dan kesucian dari Suster Maria sangat mempengaruhi kehidupan para suster yang lain. Ia mengajar mereka dengan memberikan teladan nyata akan pentingnya menjalani hidup dengan sederhana dan apa-adanya. Dia yakin bahwa hanya melalui cinta dan kesederhanaan, maka seseorang bisa benar-benar menjadi "miskin bersama para miskin". Memang, Suster Maria dikenal karena kesederhanaannya, kerendahan hatinya, dan kesediaannya untuk menjawab semua panggilan Tuhan.
Disaat mereka mengalami kesulitan keuangan, Suster María García tidak akan segan untuk meminta ijin pada pembimbing rohaninya agar ia dapat pergi mengemis dan mengumpulkan uang bagi kebutuhan rumah sakit. Bersama para suster lainnya, ia akan mencari sumbangan sampai dapat mencukupi kebutuhan rumah sakit dan para pasien. Ia tidak pernah meminta lebih dari yang diperlukan. Para suster juga bekerja di paroki-paroki untuk membantu para imam dan mengajar agama.
Dari tahun 1911 sampai tahun 1936, situasi politik-keagamaan di Meksiko menjadi tidak menentu dan Gereja Katolik mengalami masa penganiayaan. Suster María García tanpa kenal takut membantu para imam dan Uskup Agung Guadalajara Mgr.Francisco Orozco y Jiménez yang sedang dikejar-kejar oleh pemerintah Sosialis untuk "bersembunyi" di rumah sakit. Suster Maria tidak hanya membantu mereka yang “benar” dan teraniaya; tetapi ia juga memberi makanan dan merawat para serdadu dan penganiaya yang tinggal di dekat rumah sakit. Hal ini sangat menyentuh mereka hingga mereka mulai membela orang-orang sakit di rumah sakit yang dikelola oleh para suster.
Suster María García tutup usia tanggal 24 Juni 1963 dalam usia 85 tahun. Selama hidupnya ia telah mendirikan 11 yayasan di wilayah Republik Meksiko. Saat ini, Kongregasi yang didirikannya telah memiliki 22 yayasan di beberapa negara : Meksiko, Peru, Islandia, Yunani dan Italia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari