Doa Katolik
Doa Hari Ini

Minggu XIII Masa Biasa

Minggu, 28 Juni 2037· Hijau · Pekan Psalterium I
28 Juni 2037

Bacaan Misa

Minggu XIII Masa Biasa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama
1 Raja 19:16b.19-21

Bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia.

Sekali peristiwa Tuhan berkata kepada Nabi Elia, “Elisa bin Safat dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Maka pergilah Elia menemui Elisa bin Safat. Pada waktu itu, Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan ia sendiri mengendalikan yang kedua belas. Elia lewat di dekatnya dan melemparkan jubahnya kepada Elisa. Segera Elisa meninggalkan lembu-lembunya, mengejar Elia dan berkata, “Perkenankanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawab Elia kepadanya, “Baiklah! Pulanglah dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.” Elisa lalu meninggalkan Elia, mengambil pasangan lembu itu dan menyembelihnya. Lalu ia memasak dagingnya dengan kayu bajak itu sebagai kayu api, dan memberikan daging itu kepada orang-orangnya, dan mereka pun memakannya. Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Mazmur Tanggapan (PS 143)

Refren: Bahagia kuteringat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.

Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dari pialaku, Engkaulah sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”

Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmati yang abadi.

Bacaan Kedua

Kamu dipanggil untuk merdeka.

Saudara-saudara, Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain karena kasih. Sebab seluruh Hukum Taurat tercakup dalam satu Firman ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Akan tetapi, kalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, jangan-jangan kamu saling membinasakan. Maksudku ialah: Hiduplah olah Roh maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga setiapkali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Sebaliknya, kalau kamu membiarkan diri dibimbing oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah Hukum Taurat.

Bait Pengantar Injil

elu ya, alleluya.

Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan, Sabda-Mu adalah Sabda hidup yang kekal.

elu ya, alleluya.

Bacaan Injil

Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi.

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Maka, diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan dan berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada seorang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.

Invitatorium

Minggu XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Minggu XIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)

Anak-anak-Mu datang bernyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia yang dibawa kerajaan-Mu.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.
2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja terurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.
3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang Mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Penuhilah kelemahan kami sekarang.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, dimuliakanlah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Mazmur 1

Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia

Berbahagialah mereka yang, dengan menaruh seluruh kepercayaan pada salib, telah terjun ke dalam air kehidupan (dari seorang penulis abad kedua).
Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi kesukaannya adalah Taurat Tuhan

dan yang merenungkan Taurat-Nya siang dan malam.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya

dan daunnya tidak akan layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Sebab mereka seperti sekam yang ditiup

akan diterbangkan oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

tidak akan menemukan tempat di antara orang-orang yang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau adalah kepenuhan hidup kekudusan dan sukacita. Penuhilah hari dan malam kami dengan kasih hikmat-Mu, agar kami dapat berbuah dalam keindahan kekudusan, seperti pohon yang diairi oleh aliran sungai.

AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.

Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).

Mengapa keributan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara umat manusia gumaman yang tidak berguna ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran berkomplot melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari, kita buang kuk mereka.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menyerang mereka dengan teror.

“Akulah yang telah mengangkat raja-Ku

di Sion, gunung kudus-Ku.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:
Tuhan berfirman kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

letakkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan menghancurkan mereka,

memecahkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Sekarang, ya raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan hormat

dan gemetar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia marah dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau memberikan bangsa-bangsa di dunia sebagai warisan Putra tunggal-Mu; Engkau memahkotai-Nya sebagai Raja Sion, kota suci-Mu, dan memberikan Gereja-Mu untuk menjadi mempelai-Nya. Ketika Dia memberitakan hukum kerajaan-Mu yang kekal, semoga kami melayani-Nya dengan setia, dan dengan demikian berbagi kuasa kerajaan-Nya selamanya.

AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.

Antifon 3Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Mazmur 3

Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan

Kristus tertidur dalam kematian, tetapi Dia bangkit dari antara orang mati, karena Allah adalah penyelamat-Nya (Santo Ireneus).
Betapa banyak musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyak yang bangkit melawan aku!

Betapa banyak yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Dia menjawab dari gunung kudus-Nya.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, karena Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawan aku.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Bangkitlah, Tuhan; selamatkan aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mendengar seruan Putra-Mu ketika Dia tertindas dan menyelamatkan-Nya dari tidur kematian. Bangkitlah, Tuhan, tolonglah Gereja-Mu. Jadilah perisainya agar ia dapat mengangkat kepalanya dan memancarkan kemuliaan kebangkitan.

AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Semoga sabda Kristus senantiasa memenuhi hati-Mu.

℟ Bagikanlah satu sama lain hikmat yang Engkau terima.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

16:1-13

Daud diurapi menjadi raja
Tuhan berfirman kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau akan berdukacita karena Saul, yang telah Kutolak sebagai raja Israel? Isilah tandukmu dengan minyak, dan berangkatlah. Aku mengutus engkau kepada Isai dari Betlehem, karena Aku telah memilih raja-Ku dari antara putra-putranya.” Tetapi Samuel menjawab: “Bagaimana aku bisa pergi? Saul akan mendengarnya dan membunuhku.” Terhadap ini Tuhan menjawab: “Bawalah seekor sapi betina dan katakan, ‘Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan.’ Undanglah Isai ke kurban itu, dan Aku sendiri akan memberitahumu apa yang harus dilakukan; engkau harus mengurapi bagi-Ku orang yang Kutunjukkan kepadamu.”
Samuel melakukan seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Ketika ia masuk ke Betlehem, para tua-tua kota datang dengan gemetar untuk menemuinya dan bertanya, “Apakah kunjunganmu damai, hai pelihat?” Ia menjawab: “Ya! Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Jadi, sucikanlah dirimu dan bergabunglah denganku hari ini untuk perjamuan.” Ia juga menyuruh Isai dan putra-putranya menyucikan diri dan mengundang mereka ke kurban itu. Ketika mereka datang, ia melihat Eliab dan berpikir, “Pasti orang yang diurapi Tuhan ada di hadapan-Nya.” Tetapi Tuhan berfirman kepada Samuel: “Janganlah menilai dari penampilannya atau dari perawakannya yang tinggi, karena Aku telah menolaknya. Bukan seperti manusia melihat, Allah melihat, karena manusia melihat penampilan tetapi Tuhan melihat ke dalam hati.”
Kemudian Isai memanggil Abinadab dan memperkenalkannya di hadapan Samuel, yang berkata, “Tuhan tidak memilih dia.” Selanjutnya Isai memperkenankan Syama, tetapi Samuel berkata, “Tuhan tidak memilih yang ini juga.” Dengan cara yang sama Isai memperkenankan tujuh putra di hadapan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Tuhan tidak memilih salah satu pun dari mereka.” Kemudian Samuel bertanya kepada Isai, “Apakah ini semua putra yang kau miliki?” Isai menjawab, “Masih ada yang termuda, yang sedang menggembalakan domba.” Samuel berkata kepada Isai, “Suruhlah dia datang; kita tidak akan memulai perjamuan kurban sampai dia tiba di sini.”
Isai menyuruh dan membawa pemuda itu kepada mereka. Ia kemerah-merahan, seorang pemuda yang tampan dipandang dan berpenampilan cemerlang. Tuhan berfirman, “Itu dia—urapilah dia, karena inilah dia!” Kemudian Samuel, dengan tanduk minyak di tangan, mengurapinya di tengah-tengah saudara-saudaranya; dan sejak hari itu, Roh Tuhan berkuasa atas Daud. Ketika Samuel pergi, ia pergi ke Rama.

Responsorium Mazmur 89:20, 22, 21

Aku telah menaruh mahkota di atas pahlawan-Ku, dan telah meninggikan orang yang terpilih dari antara umat.

℟ Tangan kanan-Ku yang kuat akan selalu menyertainya.
Aku telah menemukan Daud, hamba-Ku; dengan minyak kudus-Ku Aku telah mengurapinya.

℟ Tangan kanan-Ku yang kuat akan selalu menyertainya.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Tritunggal oleh Faustus Luciferanus, imam

Kristus, raja dan imam untuk selama-lamanya
Penyelamat kita menerima pengurapan jasmani dan dengan demikian menjadi raja sejati dan imam sejati. Baik raja maupun imam Ia adalah dari diri-Nya sendiri; seorang penyelamat tidak mungkin kurang dari itu. Dengarkan dalam sabda-Nya sendiri bagaimana Ia sendiri menjadi raja: Aku telah diangkat menjadi raja oleh Allah di Sion, gunung-Nya yang kudus. Dengarkan dalam sabda Bapa bahwa Ia adalah seorang imam: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut tata Melkisedek. Harun adalah yang pertama di bawah hukum yang dijadikan imam dengan diurapi dengan krisma, namun Bapa tidak mengatakan, “menurut tata Harun,” agar tidak dipercaya bahwa imamat Penyelamat dapat diwariskan, karena pada waktu itu imamat Harun diturunkan secara garis keturunan. Tetapi imamat Penyelamat tidak diwariskan karena imam ini hidup untuk selama-lamanya. Oleh karena itu Kitab Suci mengatakan: Engkau adalah imam untuk selama-lamanya menurut tata Melkisedek.
Oleh karena itu, ada seorang penyelamat dalam daging yang adalah raja dan imam, meskipun pengurapan-Nya bukan jasmani melainkan rohani. Di antara orang Israel, raja-raja dan imam-imam yang benar-benar diurapi dengan minyak adalah raja atau imam. Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi raja dan imam; ia harus salah satu dari keduanya. Hanya Kristus yang adalah raja dan imam; karena Ia datang untuk menggenapi hukum, Ia sendiri memiliki kesempurnaan ganda dari kerajaan dan imamat.
Mereka yang telah diurapi dengan minyak kerajaan atau imamat, meskipun mereka hanya menerima salah satu pengurapan ini, disebut mesias. Penyelamat kita, yang adalah Kristus, diurapi oleh Roh Kudus agar bagian dalam Kitab Suci dapat digenapi: Allah, Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak kegembiraan dan mengangkat Engkau di atas rekan-rekan-Mu. Perbedaannya, antara satu Kristus dan banyak kristus adalah dalam pengurapan, karena Ia diurapi dengan minyak kegembiraan, yang tidak berarti lain selain Roh Kudus.
Ini kita ketahui benar dari Penyelamat sendiri. Ketika Ia mengambil kitab Yesaya, Ia membukanya dan membaca: Roh Tuhan ada pada-Ku karena Ia telah mengurapi Aku. Ia kemudian mengatakan bahwa nubuat itu digenapi di hadapan mereka yang mendengarkan.
Petrus, pangeran para rasul, juga mengajarkan bahwa krisma yang menjadikan Penyelamat seorang kristus adalah Roh Kudus; yaitu, kuasa Allah. Ketika dalam Kisah Para Rasul Petrus berbicara kepada orang yang setia dan berbelas kasihan itu, perwira seratus, ia mengatakan antara lain: Setelah baptisan yang diberitakan Yohanes, Yesus dari Nazaret, yang diurapi Allah dengan Roh Kudus dan dengan kuasa, mulai di Galilea dan berkeliling melakukan mukjizat-mukjizat yang dahsyat, dan membebaskan semua orang yang kerasukan setan.
Jadi Anda lihat bahwa Petrus juga mengatakan bahwa Yesus dalam kemanusiaan-Nya diurapi dengan Roh Kudus dan dengan kuasa. Demikianlah Yesus dalam kemanusiaan-Nya benar-benar menjadi Kristus. Dengan pengurapan Roh Kudus, Ia dijadikan raja dan imam untuk selama-lamanya.

Responsorium

Lihatlah betapa agungnya Dia yang datang untuk menyelamatkan bangsa-bangsa.

℟ Dialah raja keadilan yang kerajaannya tidak akan pernah berakhir.
Demi kita,

Yesus pergi mendahului kita ke surga

dan Ia telah menjadi imam agung untuk selama-lamanya

menurut tata Melkisedek.

℟ Dialah raja keadilan yang kerajaannya tidak akan pernah berakhir.

Te Deum

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu untuk selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Anugerahilah, ya Tuhan,

agar kami selalu menghormati dan mengasihi nama-Mu yang kudus

karena Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Minggu XIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Why 7,10.12)

Selamat bagi Allah kita yang duduk di atas takhta dan bagi Anakdomba. Pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sepanjang segala masa. Amin.

Lagu Singkat

℣.Kristus, Putera Allah, yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkau yang duduk di sisi kanan Bapa.℟.Kasihanilah kami.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon KidungBiarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, karena rahmat pengangkatan sebagai anak, Engkau menghendaki kami menjadi anak-anak terang. Kami mohon, jangan biarkan kami diliputi kegelapan kesesatan, tetapi semoga kami selalu tampak cemerlang dalam cahaya kebenaran. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Minggu XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Io 4, 16)

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Ayat Singkat

℣.Condongkanlah hatiku, ya Allah, kepada peringatan-peringatan-Mu.℟.Hidupkanlah aku di jalan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Minggu XIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kita jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, asal saja kita tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.℟.KetetapanMu hendak kupegang.

Doa Penutup

Ya Allah, karena rahmat pengangkatan sebagai anak, Engkau menghendaki kami menjadi anak-anak terang. Kami mohon, jangan biarkan kami diliputi kegelapan kesesatan, tetapi semoga kami selalu tampak cemerlang dalam cahaya kebenaran. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Minggu XIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Ayat Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati, jawablah aku, ya Tuhan.℟.Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Minggu XIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Ibadat Sore I Hari Raya S. Petrus dan Paulus (malam menjelang perayaan).

Madah

Langit bersorak gembira
Dan bumi bersukacita
Merayakan hari pesta
Para rasul yang mulia.

Diangkat menjadi duta
Bentara warta gembira
Mereka dikuasakan
Memberikan pengampunan.

S'moga pada akhir zaman
Pada saat pengadilan
Kami terima lindungan
Agar selamat dan aman.

Dimuliakanlah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua. Amin.

Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).

Antifon 2Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Antifon 2Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).

Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Kidung Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).

Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)

Umat di Yerusalem rajin mengikuti pengajaran para rasul dan turut dalam perjamuan persaudaraan dan dalam kebaktian doa. Seluruh masyarakat takjub karena para rasul membuat banyak mukjizat dan tanda-tanda lain.Semua orang beriman bersatu hati dan memiliki segala-galanya bersama. Harta milik mereka jual dan mereka bagi-bagikan menurut keperluan masing-masing.

Lagu Singkat

℣.Inilah tandanya,* Kamu menjadi murid-muridKu.℟.Inilah.℣.Kalau kamu saling mencintai.℟.Kamu menjadi murid-muridKu.℣.Kemuliaan.℟.Inilah.

Antifon KidungPara rasul Kristus yang mulia: sebagaimana mereka saling mengasihi dalam hidupnya, demikian pula dalam kematian mereka tak terpisahkan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPara rasul Kristus yang mulia: sebagaimana mereka saling mengasihi dalam hidupnya, demikian pula dalam kematian mereka tak terpisahkan.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, kita dibangun atas dasar kedua belas rasul. Marilah kita berdoa kepada Bapa yang mahakuasa bagi umatNya:

℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.

Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi. ℟.

Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani. ℟.

Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati. ℟.

Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya. ℟.

Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Kami mohon, ya Tuhan Allah kami, agar kami diteguhkan oleh perantaraan para Rasul terberkati Petrus dan Paulus, agar, sebagaimana melalui mereka Engkau memberikan Gereja-Mu dasar-dasar tugas surgawi-Nya, demikian pula melalui mereka Engkau menolongnya menuju keselamatan abadi. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

Minggu XIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Beato Sabas Ji Hwang

Martir · 1767-1795

Santo Sabas Ji Hwang (atau Ji Hong) adalah salah seorang dari 103 Martir Korea. Ia lahir pada tahun 1767 dari keluarga musisi di istana kerajaan. Ketika para missionaris mulai mewartakan Injil di Korea, Ji Hwang dengan sukarela mulai mempelajari iman Kristiani dan pada akhirnya ia memberikan dirinya untuk dibabtis sebagai anggota Gereja Kudus dengan nama babtis : Sabas (atau “Saba” dalam Ejaan Korea).

Sabas adalah seorang yang jujur dan rajin, yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja-NYA. Ia bahkan bertekad untuk mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan. Demi imannya akan Yesus Kristus, Sabas tidak pernah merasa takut menghadapi ancaman kemiskinan atau penderitaan.

Sejak tahun 1789, para pemimpin umat Katolik di Korea telah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan imam ke Korea. Pada masa itu, umat Katolik di Korea diperkirakan berjumlah sekitar empat ribu orang dengan tidak memiliki seorang imam pun selama puluhan tahun. Upaya pertama dilakukan pada tahun 1791 dengan mengirimkan utusan ke Beijing untuk meminta uskup Beijing mengirimkan imam bagi umat Katolik Korea. Upaya ini mengalami kegagalan karena penganiayaan yang terjadi pada akhir tahun itu. Pada Tahun 1793, umat Katolik Korea kembali berupaya mengirim utusan ke Beijing yang membawa permohonan umat Katolik Korea pada Uskup Beijing agar mengirimkan seorang imam bagi mereka. Paulus Yun Yu-il (yang pernah tinggal di Beijing), Sabas Ji dan Yohanes Pak terpilih sebagai utusan umat Katolik Korea untuk berangkat ke Beijing.

Para utusan ini berangkat secara rahasia dengan berjalan kaki menempuh jarak lebih dari 1200 KM dari Seoul Korea ke Beijing China. Mereka bersama-sama tiba di perbatasan Utara Korea - China. Untuk alasan yang tidak diketahui, Paulus Yun tetap tinggal di perbatasan sementara Sabas Ji Hwang dan Yohanes Pak menyeberangi Sungai Amnok dan meneruskan perjalanan ke Beijing. Ketika mereka tiba di Beijing, bapa Uskup Alexandre de Gouvea (Uskup Beijing sejak tahun 1782 sampai tahun 1808) sangat terkesan dengan kesalehan hidup dua katekis dari Seoul Korea ini. Dalam catatannya dan bapa uskup menulis tentang Sabas Ji-Hwang :

“Kami menjadi saksi atas iman Sabas Ji di tahun 1793. Selama Empat Puluh hari ia tinggal di Beijing, ia menerima Sakramen Krisma, Sakramen Tobat, dan Komuni Kudus dengan penuh devosi dan air mata di pipinya. Melihat hal ini, umat beriman di Beijing menjadi sangat terharu.”

Walau jumlah imam Beijing masih sangat terbatas, namun bapa uskup bersedia membantu umat Korea dan mengutus seorang imam terbaiknya, Yakobus Zhou Wen-Mo untuk menjadi missionaris di semenanjung Korea. Sabas Ji-Hwang dan Pater Yakobus Zhou lalu mengatur waktu dan rute perjalanan dari Beijing menuju perbatasan. Mereka akan menempuh rute perjalanan yang berbeda menuju perbatasan karena adanya pengawasan yang sangat ketat bagi orang asing yang ingin memasuki wilayah Korea.

Setelah bertemu kembali diperbatasan, mereka harus berpisah lagi sambil menunggu datangnya musim dingin (Sungai Yalu akan membeku di musim dingin. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyelundupkan pater Yakobus ke wilayah Korea secara diam-diam tanpa melewati pos pemeriksaan). Sabas Ji Hwang dan Yohanes Pak kembali ke Seoul sedangkan pater Yakobus Zhou mengisi waktunya dengan melayani umat Katolik di wilayah Liao-dong selama beberapa bulan.

Pada tengah malam tanggal 24 Desember (3 Desember pada penanggalan Lunar), Sabas Ji dan Yohanes Pak berhasil menyelundupkan pater Yakobus Zhou ke wilayah Korea lewat sungai Yalu yang tengah membeku. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dan tiba di Seoul dua belas hari kemudian.

Di Kota Seoul, Pater Zhou tinggal di rumah Matias Choe In-gil, di wilayah Gyedong (Sekarang Gye-dong, Jongno-gu, Seoul). Dia mulai belajar bahasa Korea dan merayakan misa perdananya bersama umat Katolik Korea pada hari Minggu Paskah tahun 1795. Setelah beberapa waktu, keberadaannya diketahui oleh polisi Kerajaan dan mereka berupaya untuk menangkapnya. Dalam sebuah penggrebekkan Pater Yakobus Zhou berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di rumah Kolumbanus Kang Wan-suk. Namun, Matias Choe In-gil (pemilik rumah), Paulus Yun Yu-il dan Sabas Ji-Hwang semuanya di tangkap.

Sabas Ji dan para sahabatnya dibawa ke Kantor Polisi dan harus menjalani hukuman berat. Mereka disiksa berulang-ulang agar menunjukkan keberadaan pater Yakobus Zhou, namun mereka semua menolak untuk mengkhianatinya. Walaupun mereka terus disiksa, namun kebahagiaan surgawi memenuhi hati mereka. Para penganiaya kemudian menyadari bahwa Sabas Ji tidak akan mengkhianati pater Yakobus Zhou. Mereka lalu memukuli katekis ini sampai tubuhnya hancur dan tulang-tulangnya remuk. Sabas Ji-Hwang tewas sebagai martir Kristus yang jaya pada tanggal 28 Juni 1795 dalam usia 28 tahun.

Uskup Alexandre Gouvea, yang mendengar kisah kemartiran mereka melalui seorang utusan, menulis tentang kepahlawanan Sabas Ji dan para sahabatnya :

“Untuk menjawab pertanyaan penganiaya; “Apakah kalian menyembah Yesus yang wafat di kayu salib?”. Mereka menjawab dengan berani, “Ya!.” Ketika mereka diminta untuk meninggalkan iman mereka kepada Kristus, mereka menyatakan, “Kami siap mati ribuan kali daripada meninggalkan iman kami kepada Juru Selamat Sejati kami, Yesus Kristus.”

Arti nama

Sabas = Orang Tua, Yang dituakan, Yang Terhormat (Yunani)

Santo Ireneus dari Lyons

Uskup dan Martir · ± 130-202

Ireneus lahir di Asia Kecil kira-kira pada tahun 140. Pendidikannya berlangsung di Smyrna. Pelajaran agama diperolehnya dari Santo Polykarpus, seorang murid Santo Yohanes Rasul. Riwayat hidupnya kurang diketahui, tetapi dari tulisan-tulisannya sendiri dapatlah diperoleh banyak informasi tentang dirinya. Pada masa tuanya, ia mengirimkan sepucuk surat kepada seorang temannya di Smyrna. Dari surat itu diketahui kesannya terhadap pengajaran Santo Polykarpus. Sebagian suratnya dapat dibaca dalam kutipan berikut: “Peristiwa-peristiwa pada masa itu masih kuingat baik daripada yang terjadi baru-baru ini. Karena yang kita pelajari pada masa muda tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Saya masih mengingat dimana Polykarpus duduk ketika ia mengajar, bagaimana caranya berjalan dan bagaimana sikapnya. Saya masih ingat akan khotbah-khotbahnya kepada umat, dan bagaimana ia mengisahkan pergaulannya dengan Yohanes serta orang-orang lain yang menjadi saksi hidup Tuhan. Polykarpus mengajarkan apa yang didengarnya dari saksi-saksi mata kehidupan Yesus dan mukzijat-mukzijatNya. Semua berkat kemurahan Allah itu telah kuterima dengan sepenuh hati dan kucatat bukannya di atas selembar kertas, melainkan di dalam hatiku, serta oleh rahmat Allah selalu kurenungkan dengan seksama”.

Irenues bekerja di Lyons sebagai seorang imam. Pada tahun 177, timbullah aksi penghambatan agama di Lyons. Uskup kota Lyons, Potinus, meninggal karena suatu penganiayaan yang kejam atas dirinya. Ireneus diangkat menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkhotbah dalam bahasa setempat, meskipun ia sendiri dibesarkan dalam bahasa Yunani. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus.

Namanya Ireneus, yang berarti pencinta damai, diusahakan menjadi kenyataan di dalam seluruh hidupnya. Dalam perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari