Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia.
Sekali peristiwa Tuhan berkata kepada Nabi Elia, “Elisa bin Safat dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.” Maka pergilah Elia menemui Elisa bin Safat. Pada waktu itu, Elisa sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, dan ia sendiri mengendalikan yang kedua belas. Elia lewat di dekatnya dan melemparkan jubahnya kepada Elisa. Segera Elisa meninggalkan lembu-lembunya, mengejar Elia dan berkata, “Perkenankanlah aku mencium ayah dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawab Elia kepadanya, “Baiklah! Pulanglah dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.” Elisa lalu meninggalkan Elia, mengambil pasangan lembu itu dan menyembelihnya. Lalu ia memasak dagingnya dengan kayu bajak itu sebagai kayu api, dan memberikan daging itu kepada orang-orangnya, dan mereka pun memakannya. Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.
Refren: Bahagia kuteringat pada Yahwe, harapanku pada Allah Tuhanku.
Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku, Engkaulah bagian warisan dari pialaku, Engkaulah sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
Aku memuji Tuhan yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan karena ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku, ya Allah, jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmati yang abadi.
Kamu dipanggil untuk merdeka.
Saudara-saudara, Kristus telah memerdekakan kita, supaya kita benar-benar merdeka. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau tunduk lagi di bawah kuk perhambaan. Memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain karena kasih. Sebab seluruh Hukum Taurat tercakup dalam satu Firman ini, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Akan tetapi, kalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, jangan-jangan kamu saling membinasakan. Maksudku ialah: Hiduplah olah Roh maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging – karena keduanya bertentangan – sehingga setiapkali kamu tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. Sebaliknya, kalau kamu membiarkan diri dibimbing oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah Hukum Taurat.
elu ya, alleluya.
Bersabdalah, ya Tuhan, sebab hamba-Mu mendengarkan, Sabda-Mu adalah Sabda hidup yang kekal.
elu ya, alleluya.
Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Aku akan mengikuti Engkau ke mana saja Engkau pergi.
Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga, Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Maka, diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata, “Tuhan, bolehkah kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka, “Kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya.” Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan, datanglah seorang di tengah jalan dan berkata kepada Yesus, “Aku akan mengikuti Engkau ke mana pun Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu kepada seorang lain Yesus berkata, “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata, “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus menjawab, Biarlah orang mati mengubur orang mati; tetapi engkau, pergilah, dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Dan seorang lain lagi berkata, “Tuhan, aku akan mengikuti Engkau, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan Sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
MADAH (1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan)
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Lihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Mazmur 1
Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
AntifonLihatlah bagaimana salib Tuhan dinyatakan sebagai pohon kehidupan.
Antifon 2Inilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
AntifonInilah Raja pilihan-Ku yang akan memerintah di Gunung Sion.
Antifon 3Tuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Mazmur 3
Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan
Betapa banyak yang bangkit melawan aku!
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
AntifonTuhan, Engkau adalah pelindungku; Engkau telah mengangkatku dalam kemuliaan.
Responsorium Mazmur 89:20, 22, 21
Responsorium
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Antifon KidungBiarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.
Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.
Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.
Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.
Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Io 4, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat Gal 6,9-10
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Mazmur 116 (117)
Antifon 1Kamulah yang tinggal besertaKu dalam cobaanKu, (M.P. Alleluya).
Antifon 2Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).
Mazmur 147 (147B)
Antifon 2Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Tuhan penebus, (M.P. Alleluya).
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Kidung Ef 1,3-10
Antifon 3Kamu tidak lagi Kusebut hamba, melainkan sahabat, sebab segala yang Kudengar dari BapaKu telah Kunyatakan kepadamu, (M.P. Alleluya).
Bacaan Singkat (Ef 4,11-13)
Lagu Singkat
Antifon KidungPara rasul Kristus yang mulia: sebagaimana mereka saling mengasihi dalam hidupnya, demikian pula dalam kematian mereka tak terpisahkan.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPara rasul Kristus yang mulia: sebagaimana mereka saling mengasihi dalam hidupnya, demikian pula dalam kematian mereka tak terpisahkan.
Doa Permohonan
℟. Ingatlah akan GerejaMu, ya Tuhan.
Ya Bapa, Kristus yang bangkit dari alam maut, menyatakan diri pertama-tama kepada para rasul,* semoga kami memberi kesaksian tentang Dia sampai ke ujung bumi. ℟.
Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia untuk mewartakan kabar gembira kepada orang papa,* semoga kami mewartakan Injil dengan ikhlas dan berani. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk menaburkan benih sabdaMu,* semoga sabdaMu membawa hasil yang menggembirakan hati. ℟.
Engkau mengutus PuteraMu untuk memperdamaikan dunia dengan Dikau dalam darahNya,* semoga semua orang hidup dalam damai dengan Dikau dan dengan sesamanya. ℟.
Engkau mentakhtakan PuteraMu di sisi kananMu dalam kemuliaan surgawi,* semoga orang beriman yang telah meninggal Kauterima dalam kerajaanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Sabas Ji Hwang
Santo Sabas Ji Hwang (atau Ji Hong) adalah salah seorang dari 103 Martir Korea. Ia lahir pada tahun 1767 dari keluarga musisi di istana kerajaan. Ketika para missionaris mulai mewartakan Injil di Korea, Ji Hwang dengan sukarela mulai mempelajari iman Kristiani dan pada akhirnya ia memberikan dirinya untuk dibabtis sebagai anggota Gereja Kudus dengan nama babtis : Sabas (atau “Saba” dalam Ejaan Korea).
Sabas adalah seorang yang jujur dan rajin, yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Tuhan dan Gereja-NYA. Ia bahkan bertekad untuk mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan. Demi imannya akan Yesus Kristus, Sabas tidak pernah merasa takut menghadapi ancaman kemiskinan atau penderitaan.
Sejak tahun 1789, para pemimpin umat Katolik di Korea telah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan imam ke Korea. Pada masa itu, umat Katolik di Korea diperkirakan berjumlah sekitar empat ribu orang dengan tidak memiliki seorang imam pun selama puluhan tahun. Upaya pertama dilakukan pada tahun 1791 dengan mengirimkan utusan ke Beijing untuk meminta uskup Beijing mengirimkan imam bagi umat Katolik Korea. Upaya ini mengalami kegagalan karena penganiayaan yang terjadi pada akhir tahun itu. Pada Tahun 1793, umat Katolik Korea kembali berupaya mengirim utusan ke Beijing yang membawa permohonan umat Katolik Korea pada Uskup Beijing agar mengirimkan seorang imam bagi mereka. Paulus Yun Yu-il (yang pernah tinggal di Beijing), Sabas Ji dan Yohanes Pak terpilih sebagai utusan umat Katolik Korea untuk berangkat ke Beijing.
Para utusan ini berangkat secara rahasia dengan berjalan kaki menempuh jarak lebih dari 1200 KM dari Seoul Korea ke Beijing China. Mereka bersama-sama tiba di perbatasan Utara Korea - China. Untuk alasan yang tidak diketahui, Paulus Yun tetap tinggal di perbatasan sementara Sabas Ji Hwang dan Yohanes Pak menyeberangi Sungai Amnok dan meneruskan perjalanan ke Beijing. Ketika mereka tiba di Beijing, bapa Uskup Alexandre de Gouvea (Uskup Beijing sejak tahun 1782 sampai tahun 1808) sangat terkesan dengan kesalehan hidup dua katekis dari Seoul Korea ini. Dalam catatannya dan bapa uskup menulis tentang Sabas Ji-Hwang :
“Kami menjadi saksi atas iman Sabas Ji di tahun 1793. Selama Empat Puluh hari ia tinggal di Beijing, ia menerima Sakramen Krisma, Sakramen Tobat, dan Komuni Kudus dengan penuh devosi dan air mata di pipinya. Melihat hal ini, umat beriman di Beijing menjadi sangat terharu.”Walau jumlah imam Beijing masih sangat terbatas, namun bapa uskup bersedia membantu umat Korea dan mengutus seorang imam terbaiknya, Yakobus Zhou Wen-Mo untuk menjadi missionaris di semenanjung Korea. Sabas Ji-Hwang dan Pater Yakobus Zhou lalu mengatur waktu dan rute perjalanan dari Beijing menuju perbatasan. Mereka akan menempuh rute perjalanan yang berbeda menuju perbatasan karena adanya pengawasan yang sangat ketat bagi orang asing yang ingin memasuki wilayah Korea.
Setelah bertemu kembali diperbatasan, mereka harus berpisah lagi sambil menunggu datangnya musim dingin (Sungai Yalu akan membeku di musim dingin. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyelundupkan pater Yakobus ke wilayah Korea secara diam-diam tanpa melewati pos pemeriksaan). Sabas Ji Hwang dan Yohanes Pak kembali ke Seoul sedangkan pater Yakobus Zhou mengisi waktunya dengan melayani umat Katolik di wilayah Liao-dong selama beberapa bulan.
Pada tengah malam tanggal 24 Desember (3 Desember pada penanggalan Lunar), Sabas Ji dan Yohanes Pak berhasil menyelundupkan pater Yakobus Zhou ke wilayah Korea lewat sungai Yalu yang tengah membeku. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dan tiba di Seoul dua belas hari kemudian.
Di Kota Seoul, Pater Zhou tinggal di rumah Matias Choe In-gil, di wilayah Gyedong (Sekarang Gye-dong, Jongno-gu, Seoul). Dia mulai belajar bahasa Korea dan merayakan misa perdananya bersama umat Katolik Korea pada hari Minggu Paskah tahun 1795. Setelah beberapa waktu, keberadaannya diketahui oleh polisi Kerajaan dan mereka berupaya untuk menangkapnya. Dalam sebuah penggrebekkan Pater Yakobus Zhou berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di rumah Kolumbanus Kang Wan-suk. Namun, Matias Choe In-gil (pemilik rumah), Paulus Yun Yu-il dan Sabas Ji-Hwang semuanya di tangkap.
Sabas Ji dan para sahabatnya dibawa ke Kantor Polisi dan harus menjalani hukuman berat. Mereka disiksa berulang-ulang agar menunjukkan keberadaan pater Yakobus Zhou, namun mereka semua menolak untuk mengkhianatinya. Walaupun mereka terus disiksa, namun kebahagiaan surgawi memenuhi hati mereka. Para penganiaya kemudian menyadari bahwa Sabas Ji tidak akan mengkhianati pater Yakobus Zhou. Mereka lalu memukuli katekis ini sampai tubuhnya hancur dan tulang-tulangnya remuk. Sabas Ji-Hwang tewas sebagai martir Kristus yang jaya pada tanggal 28 Juni 1795 dalam usia 28 tahun.
Uskup Alexandre Gouvea, yang mendengar kisah kemartiran mereka melalui seorang utusan, menulis tentang kepahlawanan Sabas Ji dan para sahabatnya :
“Untuk menjawab pertanyaan penganiaya; “Apakah kalian menyembah Yesus yang wafat di kayu salib?”. Mereka menjawab dengan berani, “Ya!.” Ketika mereka diminta untuk meninggalkan iman mereka kepada Kristus, mereka menyatakan, “Kami siap mati ribuan kali daripada meninggalkan iman kami kepada Juru Selamat Sejati kami, Yesus Kristus.”Arti nama
Sabas = Orang Tua, Yang dituakan, Yang Terhormat (Yunani)
Santo Ireneus dari Lyons
Ireneus lahir di Asia Kecil kira-kira pada tahun 140. Pendidikannya berlangsung di Smyrna. Pelajaran agama diperolehnya dari Santo Polykarpus, seorang murid Santo Yohanes Rasul. Riwayat hidupnya kurang diketahui, tetapi dari tulisan-tulisannya sendiri dapatlah diperoleh banyak informasi tentang dirinya. Pada masa tuanya, ia mengirimkan sepucuk surat kepada seorang temannya di Smyrna. Dari surat itu diketahui kesannya terhadap pengajaran Santo Polykarpus. Sebagian suratnya dapat dibaca dalam kutipan berikut: “Peristiwa-peristiwa pada masa itu masih kuingat baik daripada yang terjadi baru-baru ini. Karena yang kita pelajari pada masa muda tumbuh subur dan mengakar dalam batin. Saya masih mengingat dimana Polykarpus duduk ketika ia mengajar, bagaimana caranya berjalan dan bagaimana sikapnya. Saya masih ingat akan khotbah-khotbahnya kepada umat, dan bagaimana ia mengisahkan pergaulannya dengan Yohanes serta orang-orang lain yang menjadi saksi hidup Tuhan. Polykarpus mengajarkan apa yang didengarnya dari saksi-saksi mata kehidupan Yesus dan mukzijat-mukzijatNya. Semua berkat kemurahan Allah itu telah kuterima dengan sepenuh hati dan kucatat bukannya di atas selembar kertas, melainkan di dalam hatiku, serta oleh rahmat Allah selalu kurenungkan dengan seksama”.
Irenues bekerja di Lyons sebagai seorang imam. Pada tahun 177, timbullah aksi penghambatan agama di Lyons. Uskup kota Lyons, Potinus, meninggal karena suatu penganiayaan yang kejam atas dirinya. Ireneus diangkat menjadi penggantinya. Sebagai uskup, ia menggembalakan umatnya dengan penuh perhatian dan cinta. Kepada umatnya ia selalu berkhotbah dalam bahasa setempat, meskipun ia sendiri dibesarkan dalam bahasa Yunani. Dalam kepemimpinannya, ia selalu berusaha membela ajaran iman yang benar. Ia juga memperjuangkan kesatuan Gereja dan menegakkan kewibawaan Paus.
Namanya Ireneus, yang berarti pencinta damai, diusahakan menjadi kenyataan di dalam seluruh hidupnya. Dalam perselisihan antara Gereja Latin dan Yunani tentang tanggal hari raya Paska, ia menjadi juru bicara Sri Paus. Ia meninggal pada tahun 202 selaku seorang martir Kristus
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari