Bacaan Misa
Aku harus bermegah, sekalipun memang hal itu tidak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterima dari Tuhan. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau--entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya--orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya-- ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. Atas orang itu aku hendak bermegah, tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku. Sebab sekiranya aku hendak bermegah juga, aku bukan orang bodoh lagi, karena aku mengatakan kebenaran. Tetapi aku menahan diriku, supaya jangan ada orang yang menghitungkan kepadaku lebih dari pada yang mereka lihat padaku atau yang mereka dengar dari padaku. Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMilik Tuhanlah bumi dan segala isinya; marilah kita menyembah Dia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Marilah kita memuji Tuhan atas belas kasihan-Nya dan atas karya-karya ajaib yang telah Dia lakukan bagi manusia.
Mazmur 106 (107)
Syukur atas pembebasan
Inilah pesan Allah kepada bani Israel; kabar baik tentang damai sejahtera yang diwartakan melalui Yesus Kristus (Kis. 10:36).
AntifonMarilah kita memuji Tuhan atas belas kasihan-Nya dan atas karya-karya ajaib yang telah Dia lakukan bagi manusia.
Antifon 2Manusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Dia lakukan.
AntifonManusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Dia lakukan.
Antifon 3Mereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
AntifonMereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
Responsorium Yosua 26:16,24; 1 Korintus 8:5-6
Responsorium Mazmur 92:2-4
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Mazmur 118,145-152
Antifon 1Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Antifon 2Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Kebij 9,1-12
Antifon 2Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Mazmur 116 (117)
Antifon 3Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Flp 2,14-15)
Lagu Singkat
Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYa Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Doa Permohonan
℟. Indahkanlah bunda PuteraMu, dan dengarkanlah kami.
Bapa yang mahamurah, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah memberi kami Maria sebagai bunda dan teladan,* sucikanlah hati kami berkat doanya. ℟.
Engkau mendorong Maria untuk menerima sabdaMu dan menjadi hambaMu yang setia,* berilah kami buah hasil Roh kudus berkat doanya. ℟.
Engkau telah menguatkan Maria ketika berdiri di kaki salib, dan Engkau menggembirakan dia ketika PuteraMu bangkit,* ringankanlah kesukaran kami dan teguhkanlah harapan kami berkat doanya. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Sam 15, 22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119), 121-128
Antifon 1Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Mazmur 33 I
Antifon 2Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Antifon 3Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Mazmur 33 II
Antifon 3Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Bacaan singkat Gal 5,26; 6,2
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Mich 6, 8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.
Mazmur 121 (122)
Antifon 1Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem.
Antifon 2Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Aku menantikan Tuhan lebih dari penjaga menantikan fajar.
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.
Flp 2,6-11
Antifon 3Semoga dalam nama Yesus bertekuklah setiap lutut di surga tinggi dan di bumi.
Bacaan Singkat (2Ptr 1,19-20)
Antifon KidungYesus bersabda kepada murid-murid-Nya: Menurut kamu, siapakah Aku ini? Jawab Petrus: Mesias dari Allah.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungMelihat orang banyak datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah dia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus mulai berbicara.
Doa Permohonan
℟. Pandanglah dan dengarkanlah kami, ya Tuhan.
Kristus, Engkaulah saksi yang setia, Engkau telah bangkit dari alam maut, dan dalam darahMu Engkau menyucikan kami dari dosa,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang luhur. ℟.
Semoga semua orang yang Kaupanggil sebagai pewarta Injil,* melayani rahasia kerajaanMu dengan tekun dan setia. ℟.
Raja damai, semoga RohMu memenuhi hati para pemimpin bangsa-bangsa,* supaya mereka memperhatikan orang yang miskin dan papa. ℟.
Bantulah semua orang yang dipandang hina karena suku atau warna kulit, karena tingkat hidup, bahasa atau agamanya,* agar hak dan mertabat mereka diakui sepenuhnya. ℟.
Terimalah semua orang yang telah meninggal dalam cintaMu dan ikut sertakanlah mereka dalam kebahagiaan,* bersama santa perawan Maria dan semua orang kudusMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Michelina
Michelina dilahirkan pada tahun 1300 di Pesaro, Italia. Keluarganya kaya dan ia menikah dengan seorang kaya pula. Michelina punya pembawaan riang gembira. Ia senantiasa tampak seperti tidak punya masalah apa pun. Tetapi, ketika usianya baru dua puluh tahun, suaminya meninggal. Tiba-tiba saja, Michelina merasa sendirian di dunia ini dengan seorang putera kecil untuk dibesarkan.
Ibu muda ini tampak bersemangat menemukan kebahagiaan dari segala yang ada di sekelilingnya. Hidupnya menjadi serangkaian pesta pora, hura-hura dan santapan mewah. Rasanya ia tidak akan pernah puas menikmati segala kesenangan yang ditawarkan dunia. Setelah beberapa waktu berselang, ia sadar bahwa ia harus menyisihkan lebih banyak waktu untuk puteranya. Ia juga harus bertanggung jawab atas cara ia mempergunakan harta dan waktunya. Ia merasa jiwanya kosong. Akhirnya, Michelina mulai tenang dan menjadi seorang dewasa yang bertanggung jawab.
Di Pesaro, tinggallah seorang Fransiskan awam yang kudus bernama Syriaca. Ia tahu bahwa Michelina adalah seorang yang baik yang membutuhkan pertolongan serta bimbingan agar lebih beriman. Syriaca dan Michelina menjadi sahabat. Syriaca memberikan pengaruh yang besar kepada sahabatnya itu.
Michelina mulai rajin berdoa. Ia merawat anaknya dan mengurus rumahnya dengan penuh perhatian. Ia melewatkan waktu luangnya untuk melayani mereka yang miskin dan yang membutuhkan pertolongan. Ia mengunjungi mereka yang kesepian dan merawat mereka yang terlalu tua atau terlalu sakit untuk dapat mengurus dirinya sendiri. Pada akhirnya, ia menjadi seorang Fransiskan awam. Awalnya, para sanak saudara khawatir ketika ia meninggalkan baju-baju mewahnya dan mulai makan makanan sederhana. Tetapi kemudian, mereka yakin bahwa Michelina sungguh telah menjadi seorang beriman.
Michelina tinggal di rumah yang sama di Pesaro sepanjang hidupnya. Ia wafat pada tahun 1356 dalam usia lima puluh enam tahun. Untuk mengenangnya, penduduk kota Pesaro memasang sebuah lampu yang senantiasa menyala di rumahnya. Pada tahun 1590, rumah Beata Michelina dibangun menjadi gereja.
Arti nama
Michelina adalah bentuk feminim dari nama Michael.
Michael berasal dari nama Ibrani מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti "siapakah yang seperti Allah?".
Santa Florentina
Santa Florentina adalah saudari dari tiga orang kudus dari Iberia Spanyol yaitu; Santo Leander, Santo Isidorus, dan Santo Fulgentius. Dia lebih muda dari Santo Leander dan Santo Fulgensius, tapi lebih tua dari Santo Isidorus.
Mengikuti teladan saudara-saudaranya, Florentina juga mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Ia menjalani pola hidup asketis dengan sangat keras dan mengumpulkan para wanita yang tertarik untuk menjalani kehidupan religius lalu membentuk sebuah komunitas biarawati di kota Ecija (Astigis), dimana kakaknya Fulgentius menjadi uskup. Biara itu dikenal dengan nama biara Santa Maria de Valle.
Santa Florentina menulis sendiri peraturan hidup (Regula) para biarawati ("Regula sive Libellus de institutione virginum et de contemptu mundi ad Florentinam sororem") dimana ia mengatur para biarawati agar menjalani hidup asketis dengan ketat, menghindari interaksi dengan para wanita yang hidup untuk dunia, dan dengan laki-laki, terutama kaum muda; merekomendasikan kesederhanaan dalam pola makan dan minum, memberikan saran mengenai pembacaan dan meditasi pada Kitab Suci, dan memerintahkan untuk saling mengasihi bagi sesama anggota biara, masyarakat dan negara.
Santa Florentina sendiri hidup dengan teladan yang tidak pernah menyimpang dari segala ketetapan yang telah di tulisnya, sehingga para biarawati sangat menghormati dan mencintainya. Ia meninggal dengan tenang di Ecija pada sekitar tahun 636.
Arti nama
Bentuk Feminim dari nama Florentinus. Berasal dari kata latin flos yang berarti : Bunga / Berkembang
Santo Adelbertus dari Magdeburg
Santo Adalbert dari Magdeburg, mungkin lahir di Alsace Perancis. Ia adalah seorang biarawan Benediktin dari Biara Santo Maximinus dari Trier di Jerman. Adelbertus ditahbiskan sebagai uskup dan pada tahun 961 dan dikirim ke Kievan Rus, atas permintaan Ratu Olga kepada Kaisar Otto Agung dari Kekaisaran Romawi Suci agar mengirimkan para misionaris ke Kievan Rus demi mengajarkan iman Katolik kepada mereka.
Kievan-Rus adalah sebuah kerajaan yang eksis pada abad ke-9 sampai abad ke-13. Pusat kerajaan terdapat di Kiev Ukrania dan wilayahnya mencakup seluruh daerah Ukraina, Belarusia dan bagian tengah Rusia sekarang. Kerajaan ini runtuh setelah ditaklukkan bangsa Mongol pada tahun 1240.
Namun Misi Uskup Adelbertus dan rombongannya tidak membuahkan hasil karena sesaat setelah tiba di Kievan Rus; rombongan misionaris ini diserang oleh Putera Ratu Olga, Raja Svyatoslav yang telah mengambil alih tahta dari ibunya. Raja Svyatoslav kemudian membunuh semua misionaris dalam rombongan Adelbertus. Uskup Adelbertus nyaris tertangkap, namun Tuhan menuntun Uskup Adelbertus hingga ia dapat meloloskan diri dari Kievan Rus.
Adalbert kemudian pergi ke kota Mainz, di mana ia kemudian diangkat menjadi abbas (kepala biara) Wissembourg di Alsace. Dalam biara ia bekerja sangat keras untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi para biarawan. Beberapa tahun kemudian Adelbertus diangkat menjadi Uskup Agung di Magdeburg, sebuah kota di Saxony - Anhalt.
Ketika Keuskupan Agung Magdeburg ditunjuk Bapa Suci Paus untuk menyediakan para misionaris bagi wilayah Slavia Eropa Timur; Uskup Agung Adelbertus melaksanakan tugas berat ini dengan sangat gemilang. Hanya dalam beberapa dekade Jumlah umat beriman berkembang dengan sangat pesat sehingga Uskup Adalbert kemudian ditugaskan juga untuk membentuk beberapa keuskupan baru seperti Keuskupan Naumburg, Meissen, Merseburg, Brandenburg, Havelberg dan Keuskupan Poznań di Polandia.
Seorang anak didik Uskup Adelbertus di kemudian hari melanjutkan pekerjaan besarnya. Anak didiknya tersebut juga menggunakan nama Adelbertus sebagai kenangan akan gurunya; dan kini ia dikenal sebagai Santo Adalbertus dari Praha.
Santo Adelbertus dari Magdeburg tutup usia dengan tenang pada tanggal 20 Juni tahun 981 di Merseburg Jerman.
Arti nama
Adelbertus adalah variasi lain dari nama : Albertus. Berasal dari Bahasa Jerman Kuno “Adal” yang berarti : bangsawan dan “beraht” yang berarti : “Terang”, “Bersinar” atau “Cemerlang”
Santo Silverius
Silverius dikenal sebagai seorang yang bersemangat, berani, jujur dan tidak takut melakukan kewajibannya. Tetapi justru karena sifat-sifat ini, ia mengalami banyak penderitaan.
Ia terpilih menjadi Paus pada tahun 536 menggantikan Paus Agapitus. Dalam kepemimpinannya ia memecat Batrik Anthimus di Konstantinopel karena ajaran bidaah yang disebarkannya. Tetapi Batrik Anthimus dilindungi oleh Teodosia, istri kaisar. Teodosia meminta kepada Paus Silverius agar Batrik Anthimus dimaafkan dan diangkat kembali sebagai Patriark Konstantinopel.
Tetapi karena Anthimus sendiri tidak bersedia mengubah sikapnya, maka permintaan Teodosia itu secara halus ditolak oleh Silverius. Silverius berani mengatakan penolakan itu meskipun ia tahu bahwa tindakannya itu akan mendatangkan malapetaka atas dirinya. Kepada seorang anak Teodosius, Silverius mengatakan: “Sudah jelas bagiku apa yang akan terjadi atas diri. Penolakanku terhadap permintaan Teodosia, ibumu, tentu menimbulkan kemarahan besar.”
Akhirnya terjadi pula apa yang dirasakannya. Ia ditangkap oleh panglima Belisarius di Roma, dan dibuang sebagai tawanan di sebuah tempat sunyi di Asia Kecil. Kemudian atas usul kaisar Vigilius, Paus Silverius kembali ke tahktanya. Tetapi ia tetap tidak bersedia mengangkat seorang pengajar aliran sesat menjadi patriark. Ia sekali lagi ditangkap dan dibuang ke Palmaria, tempat ia meninggal dunia dalam keadaan serba kekurangan dan penderitaan besar pada tahun 538. Ia memimpin Gereja selama dua tahun dengan penuh penderitaan.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari