Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa IX Masa Biasa

Selasa, 2 Juni 2037· Merah · Pekan Psalterium I
2 Juni 2037

Bacaan Misa

Selasa IX Masa Biasa
Bacaan Pertama

Pada malam itu juga aku membasuh diriku, lalu pergi ke pelataran rumah dan tidur di dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena panas. Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku. Muncullah bintik-bintik putih. Akupun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke kota Elumais. Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan perempuan. Pekerjaan itu diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya dibayar kepadanya dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan. Tetapi setibanya di rumahku maka anak kambing itu mengembik. Lalu isteriku kupanggil dan berkata: "Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak diperbolehkan makan barang curian!" Sahut isteriku: "Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upahku." Tetapi aku tidak percaya kepadanya. Maka kusuruh kembalikan kepada pemiliknya -- Karena perkara itu aku merah padam karena dia! -- Tetapi isteriku membantah, katanya: "Di mana gerangan kebajikanmu? Di mana amalmu itu? Betul, sudah ketahuan juga gunanya bagimu!"

Mazmur Tanggapan

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.
Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Injil

Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?" Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!" Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.

Invitatorium

Selasa IX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa IX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah berdiam dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu saja,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima wujudnya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan petang yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami sekarang selagi kesusahan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Mazmur 10

Doa syukur

Berbahagialah orang miskin; kerajaan surga adalah milik mereka (Lukas 6:20).

I
Tuhan, mengapa Engkau berdiri jauh

dan menyembunyikan diri-Mu di masa kesusahan?

Orang miskin dimakan oleh kesombongan orang fasik:

ia terperangkap dalam rencana yang dibuat orang lain.
Sebab orang fasik membanggakan keinginan hatinya;

orang serakah menghujat dan mencemooh Tuhan.

Dalam kesombongannya orang fasik berkata: “Ia tidak akan menghukum.

Tidak ada Allah.” Demikianlah pikirannya.
Jalannya selalu tanpa masalah;

penghakiman-Mu jauh dari pikirannya.

Musuh-musuhnya ia pandang dengan hina.

Ia berpikir: “Aku tidak akan pernah goyah;

kemalangan tidak akan pernah menjadi bagianku.”
Mulutnya penuh kutuk, tipu daya, penindasan,

kejahatan dan penipuan di bawah lidahnya.

Ia bersembunyi di antara alang-alang;

orang tak bersalah ia bunuh secara rahasia.
Matanya mengawasi orang yang tak berdaya.

Ia mengintai dalam persembunyian seperti singa di sarangnya;

ia mengintai dalam persembunyian untuk menangkap orang miskin;

ia menangkap orang miskin dan menyeretnya pergi.
Ia berjongkok, bersiap menerkam,

dan orang tak berdaya jatuh di bawah kekuatannya.

Ia berpikir dalam hatinya: “Allah lupa,

Ia menyembunyikan wajah-Nya, Ia tidak melihat.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan itu adil; Ia akan membela orang miskin.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

II
Bangkitlah, ya Tuhan, angkatlah tangan-Mu!

Ya Allah, jangan lupakan orang miskin!

Mengapa orang fasik mencemooh Tuhan

dan berpikir dalam hatinya: “Ia tidak akan menghukum”?
Tetapi Engkau telah melihat kesusahan dan dukacita,

Engkau mencatatnya, Engkau menanganinya.

Orang tak berdaya mempercayakan dirinya kepada-Mu;

sebab Engkau adalah penolong anak yatim.
Hancurkanlah kekuatan orang fasik dan pendosa!

Hukumlah kejahatannya sampai tidak tersisa!

Tuhan adalah raja untuk selama-lamanya.

Orang kafir akan binasa dari tanah yang diperintah-Nya.
Tuhan, Engkau mendengar doa orang miskin;

Engkau menguatkan hati mereka; Engkau memalingkan telinga-Mu

untuk melindungi hak-hak anak yatim dan yang tertindas

agar manusia fana tidak lagi menimbulkan ketakutan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bangkitlah, ya Tuhan, membela umat-Mu; jangan sembunyikan wajah-Mu dari kesusahan kami. Bapa anak yatim, kekayaan orang miskin, kami bersukacita dalam memberitakan Engkau; semoga kami menemukan penghiburan dan keamanan di masa sakit dan kecemasan.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui beban dukacitaku.

Antifon 3Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Mazmur 11 (12)

Seruan minta tolong kepada Allah melawan penindas yang berkuasa

Bapa mengutus Putra-Nya ke dunia untuk membela orang miskin (Santo Agustinus).
Tolonglah, ya Tuhan, sebab orang baik telah lenyap:

kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.

Dusta mereka ucapkan satu sama lain,

dengan bibir yang berdusta, dengan hati yang palsu.
Semoga Tuhan menghancurkan semua bibir yang berdusta,

lidah yang mengucapkan kata-kata muluk,

mereka yang berkata: “Lidah kami adalah kekuatan kami;

bibir kami adalah milik kami sendiri, siapa tuan kami?”
“Karena orang miskin yang tertindas dan orang yang membutuhkan yang mengeluh

Aku sendiri akan bangkit,” firman Tuhan.

“Aku akan menganugerahkan kepada mereka keselamatan yang mereka dambakan.”
Firman Tuhan adalah firman tanpa campuran,

perak dari perapian, tujuh kali dimurnikan.
Engkaulah, ya Tuhan, yang akan memelihara kami

dan melindungi kami selamanya dari generasi ini.

Lihatlah bagaimana orang fasik berkeliaran di setiap sisi,

sementara orang yang tidak berharga sangat dihargai oleh anak-anak manusia.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Terang-Mu adalah terang yang sejati, Tuhan, dan kebenaran-Mu bersinar seperti siang. Arahkanlah kami kepada keselamatan melalui firman-Mu yang memberi hidup. Semoga kami diselamatkan dengan selalu merangkul firman-Mu.

AntifonFirman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan mengajar orang rendah hati jalan-Nya.

℟ Ia membimbing orang yang berhati lembut di jalan yang benar.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Ayub

3:1-26

Ratapan Ayub
Ayub membuka mulutnya dan mengutuk harinya. Ayub berbicara dan berkata:
Biarlah binasa hari kelahiranku,

malam ketika mereka berkata, “Anak itu laki-laki!”

Biarlah hari itu menjadi kegelapan:

janganlah Allah di atas memanggilnya,

pun janganlah terang bersinar padanya!

Biarlah kegelapan dan kesuraman mengklaimnya,

awan menetap di atasnya,

kegelapan malam menakutinya!

Biarlah kegelapan merebut hari itu;

janganlah itu terjadi di antara hari-hari dalam setahun,

pun janganlah masuk dalam hitungan bulan!

Biarlah malam itu mandul;

janganlah seruan sukacita menyambutnya!

Biarlah mereka mengutuknya yang mengutuk laut,

para pengganggu Leviathan yang telah ditetapkan!

Biarlah bintang-bintang senjanya digelapkan;

biarlah ia mencari siang, tetapi tidak ada,

pun janganlah menatap mata fajar,

Karena ia tidak menutup pintu rahim

untuk melindungi mataku dari kesusahan!

Mengapa aku tidak binasa saat lahir,

keluar dari rahim dan mati?

Atau mengapa aku tidak dikuburkan seperti bayi yang lahir prematur,

seperti bayi yang belum pernah melihat terang?

Mengapa lutut menerima aku?

atau mengapa aku menyusu pada payudara?

Sebab maka aku akan berbaring dan tenang;

jika aku tidur, aku akan beristirahat

Bersama raja-raja dan penasihat-penasihat bumi

yang membangun di tempat yang sekarang menjadi reruntuhan

Atau bersama pangeran-pangeran yang memiliki emas

dan memenuhi rumah-rumah mereka dengan perak.

Di sana orang fasik berhenti mengganggu,

di sana orang yang lelah beristirahat.

Di sana para tawanan merasa nyaman bersama,

dan tidak mendengar suara mandor budak.

Kecil dan besar sama di sana,

dan hamba bebas dari tuannya.

Mengapa terang diberikan kepada para pekerja keras,

dan hidup kepada yang pahit dalam roh?

Mereka menunggu kematian dan itu tidak datang;

mereka mencarinya daripada mencari harta tersembunyi,

Bersukacita di dalamnya dengan gembira,

dan senang ketika mereka mencapai kubur:

Orang-orang yang jalannya tersembunyi dari mereka,

dan yang telah dikepung oleh Allah!

Sebab keluhan datang lebih mudah kepadaku daripada makanan,

dan eranganku mengalir seperti air.

Sebab apa yang kutakutkan menimpaku,

dan apa yang kuhindari datang kepadaku.

Aku tidak memiliki kedamaian pun kemudahan;

Aku tidak memiliki istirahat, sebab kesusahan datang!

Responsorium Ayub 3:24-26; 6:13

Keluh kesahku telah menjadi makananku, dan air mataku mengalir seperti sungai yang mengalir; apa pun yang kutakutkan terjadi, apa pun yang kukhawatirkan menimpaku,

℟ dan kesusahan datang, ya Tuhan.
Aku adalah manusia tanpa pertolongan, dan bantuan di luar jangkauanku.

℟ Dan kesusahan datang, ya Tuhan.
Bacaan Kedua

Dari Pengakuan-Pengakuan Santo Agustinus, Uskup

Siapa pun aku, Tuhan, aku terhampar di hadapan pengamatan-Mu
Tuhan, Engkau mengenal aku. Biarlah aku mengenal Engkau. Biarlah aku mengenal Engkau sebagaimana aku dikenal. Engkau adalah kekuatan jiwaku; masuklah ke dalamnya dan jadikanlah itu tempat yang cocok untuk kediaman-Mu, milik tanpa noda atau cacat. Inilah harapanku dan alasan aku berbicara. Dalam harapan ini aku bersukacita, ketika aku bersukacita dengan benar. Adapun hal-hal lain dalam hidup ini, semakin sedikit mereka pantas ditangisi, semakin besar kemungkinan mereka akan diratapi; dan semakin mereka pantas ditangisi, semakin kecil kemungkinan orang akan berduka untuk mereka. Sebab lihatlah, Engkau telah mencintai kebenaran, karena orang yang melakukan apa yang benar masuk ke dalam terang. Aku ingin melakukan kebenaran ini di hadapan-Mu sendiri dengan memuji Engkau, dan di hadapan banyak saksi dengan menulis tentang Engkau.

Ya Tuhan, kedalaman hati nurani manusia terhampar di hadapan mata-Mu. Mungkinkah ada sesuatu yang tersembunyi dalam diriku, meskipun aku tidak ingin mengakuinya kepada-Mu? Dalam hal itu aku hanya akan menyembunyikan Engkau dari diriku sendiri, bukan diriku dari Engkau. Tetapi sekarang keluh kesahku adalah bukti yang cukup bahwa aku tidak senang dengan diriku sendiri; bahwa Engkau adalah terangku dan sumber sukacitaku; bahwa Engkau dicintai dan diinginkan. Aku sangat malu pada diriku sendiri; aku telah menyangkal diriku dan memilih Engkau, menyadari bahwa aku tidak dapat menyenangkan Engkau pun diriku sendiri kecuali Engkau memampukan aku untuk melakukannya.

Siapa pun aku, Tuhan, aku terhampar di hadapan pengamatan-Mu. Aku telah menceritakan keuntungan yang kudapatkan ketika aku mengaku kepada-Mu. Dan aku tidak membuat pengakuan dengan kata-kata jasmani, ucapan jasmani, tetapi dengan kata-kata jiwaku dan seruan pikiranku yang Engkau dengar dan pahami. Ketika aku jahat, pengakuanku kepada-Mu adalah ungkapan ketidakpuasan dengan diriku sendiri. Tetapi ketika aku berbuat baik, itu terdiri dari tidak mengaitkan kebaikan ini pada diriku sendiri. Sebab Engkau, ya Tuhan, memberkati orang yang benar, tetapi pertama-tama Engkau membenarkan orang yang jahat. Dan demikianlah aku membuat pengakuan di hadapan-Mu dalam keheningan, namun tidak dalam keheningan. Suaraku hening, tetapi hatiku berseru.

Engkau, ya Tuhan, adalah hakimku. Sebab meskipun tidak seorang pun mengenal diri terdalam seseorang kecuali roh orang itu sendiri di dalamnya, namun ada sesuatu dalam diri seseorang yang bahkan rohnya sendiri tidak tahu. Tetapi Engkau tahu semua tentang dia, sebab Engkau telah menciptakannya. Adapun aku, aku meremehkan diriku sendiri di hadapan-Mu, mengetahui bahwa aku hanyalah debu dan abu; namun aku tahu sesuatu tentang Engkau yang tidak aku ketahui tentang diriku sendiri.

Memang, kita sekarang melihat secara tidak jelas seperti dalam cermin, tetapi belum berhadapan muka. Oleh karena itu, selama aku dalam pengasingan dari Engkau, aku lebih hadir pada diriku sendiri daripada pada Engkau. Namun aku tahu bahwa Engkau tidak dapat dikalahkan, sementara aku tidak yakin godaan mana yang dapat aku lawan dan mana yang tidak. Meskipun demikian, aku memiliki harapan, karena Engkau setia dan tidak membiarkan kami dicobai melampaui kekuatan kami, tetapi bersama dengan godaan Engkau memberi kami sarana untuk menahannya.

Oleh karena itu, aku akan mengakui apa yang aku ketahui tentang diriku sendiri, dan juga apa yang tidak aku ketahui. Pengetahuan yang aku miliki tentang diriku sendiri, aku miliki karena Engkau telah menerangi aku; sedangkan pengetahuan tentang diriku sendiri yang belum aku miliki tidak akan menjadi milikku sampai kegelapanku dijadikan seperti matahari tengah hari di hadapan wajah-Mu.

Responsorium Mazmur 139:1, 2, 7

Ya Tuhan, Engkau telah menyelidiki aku dan Engkau mengenal aku;

℟ Engkau memahami pikiranku dari jauh.
Ke mana aku akan pergi dari roh-Mu? Ke mana aku akan lari dari hadirat-Mu?

℟ Engkau memahami pikiranku dari jauh.

Doa Penutup

Kami mohon, ya Tuhan,

kiranya perjalanan dunia kami

diarahkan oleh pemerintahan-Mu yang damai

dan kiranya Gereja-Mu bersukacita,

tanpa gangguan dalam pengabdiannya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa IX Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Mazmur 23

Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,*
jagat dan semua penghuninya.

Sebab Tuhan yang mendasarkan bumi atas laut,*
menegakkannya atas samudera raya.

Siapakah boleh mendaki gunung Tuhan,*
siapakah berdiri di tempatNya yang kudus?

Yang bersih tangannya dan murni hatinya,*
yang tidak bersikap curang dan tidak bersumpah palsu.

Dia yang menerima berkat Tuhan,*
dan memperoleh balas jasa dari Allah, penyelamatnya.

Orang demikianlah yang mencari Tuhan,*
yang menghadap hadirat Allah Yakub.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan yang perkasa dan perwira,*
Tuhan yang jaya dalam peperangan.

Tinggikanlah tiangmu, hai gapura-gapura,+
dan lebarkanlah dirimu, gerbang abadi,*
supaya masuklah Raja mulia.

Siapakah Raja mulia itu?+
Tuhan semesta alam,*
Dialah Raja mulia.

Antifon 1Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Tb 13,1-9

Terpujilah Allah yang hidup selama-lamanya,*
kerajaanNya tetap untuk segala abad.

Allah menyiksa dan mengasihani,+
Allah mematikan dan menghidupkan,*
tak seorangpun lolos dari kuasaNya.

Luhurkanlah Allah di hadapan bangsa-bangsa, hai umat Israel,+
sebab kita disebarkan di antara mereka,*
untuk mewartakan keagunganNya.

Luhurkanlah Dia di hadapan semua orang,+
sebab Dialah Tuhan, Dialah Allah kita,*
Dialah Bapa kita sepanjang segala abad.

Allah menyiksa kita karena kita jahat,*
namun Ia akan mengasihani kita lagi.

Dan mengumpulkan kita dari antara semua bangsa,*
tempat kita terpencar-pencar.

Jika kamu dengan segenap hati bertobat kepada Tuhan,*
Dan melakukan kebenaran;

Maka Tuhan akan berbalik kepadaMu,*
dan tidak lagi menyembunyikan wajahNya.

Saksikanlah karya agung yang akan dikerjakan Tuhan bagimu,*
dan bersyukurlah dengan suara lantang.

Pujilah Tuhan yang adil,*
agungkanlah raja kekal.

Adapun aku, aku meluhurkan Tuhan di tanah pembuangan,*
mewartakan kuasaNya kepada bangsa yang berdosa ini.

Bertobatlah, kaum pendosa, dan lakukanlah yang baik di hadapan Tuhan,*
barangkali Tuhan akan berbelaskasihan kepadamu.

Aku hendak mengagungkan Allahku, raja surga,*
dan memuliakan keagunganNya dengan segenap hati.

Antifon 2Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Mazmur 32

Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,*
patutlah orang saleh memuji-muji.

Bersyukurlah kepada Tuhan: dengan kecapi,*
bermazmurlah bagiNya dengan iringan gambus.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
padukanlah seruanmu dengan petikan dawai.

Sebab firman Tuhan selalu benar,*
segala sesuatu dikerjakanNya dengan setia.

Tuhan mencintai keadilan dan hukum,*
bumi penuh dengan kasih setiaNya.

Oleh firman Tuhan langit dijadikan,*
dan segala bintang oleh nafas mulutNya.

Bagaikan dalam kantung, air laut dikumpulkanNya,*
dan samudera raya dalam bejana.

Hendaknya segenap bumi takut akan Tuhan,*
semua penduduk gemetar terhadapNya.

Sebab Tuhan berfirman, maka semua terjadi,*
Dia memerintahkan, maka semua ada.

Tuhan menggagalkan rencana para bangsa,*
Ia meniadakan maksud segala kaum.

Rencana Tuhan tetap selamanya,*
rencana Tuhan turun-temurun.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan,*
umat yang terpilih menjadi milikNya.

Dari surga Allah mengamati,*
memandang umat manusia.

Dari kediamanNya Ia menilik,*
semua penduduk bumi.

Hati setiap orang dibentukNya,*
segala tingkah laku diselamiNya.

Raja tak akan menang karena besarnya tentara,*
orang perkasa takkan selamat karena kekuatannya.

Kuda tidak berguna untuk merebut kemenangan,*
betapapun kuat dan tangkasnya.

Sebab Tuhan menjaga hambaNya yang takwa,*
yang berharap akan kasih setiaNya.

Untuk melepaskan mereka dari maut,*
dan menghidupi mereka di masa kelaparan.

Maka kita berharap akan Tuhan,*
Dialah penolong dan perisai kita.

Demi Dialah hati kita bergembira,*
pada namaNya yang kudus kita percaya.

Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan,*
sebab padaMulah kami berharap.

Antifon 3Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.

Bacaan Singkat (Rom 13,11-13)

Sudah tiba waktunya kita harus bangun dari tidur. Malam hampir lewat, hari mulai siang. Maka, hentikanlah segala perbuatan yang tak tahan cahaya. Mari kita mengenakan senjata cahaya. Marilah hidup dengan pantas seperti pada siang hari.

Lagu Singkat

℣.Allahku, Engkaulah penolongku,* PadaMu aku berharap.℟.Allahku.℣.Engkaulah pelindung dan pembebasku℟.PadaMu aku berharap.℣.Kemuliaan.℟.Allahku.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, kita telah menerima panggilan surgawi. Sebab itu marilah kita meluhurkan Yesus, imam agung kepercayaan kita dengan berkata: ℟.

℟. Ya Tuhan, Engkaulah Allah dan penyelamat kami.

Raja yang mahakuasa, dalam pembaptisan Engkau telah mengangkat kami menjadi imam dan raja,* semoga kami tetap mempersembahkan kurban pujian kepadaMu. ℟.

Doronglah kami untuk melaksanakan perintah perintahMu,* supaya berkat kurnia Roh Kudus, kami selalu tinggal dalam Engkau, dan Engkau dalam kami. ℟.

Anugerahilah kami kebijaksanaanMu,* agar menyertai kami hari ini dan mendampingi pekerjaan kami. ℟.

Semoga hari ini kami tidak menyakiti hati siapapun juga,* tetapi menyenangkan hati setiap orang yang kami jumpai. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, pandanglah dengan rela doa kami pada pagi ini dan terangilah kegelapan hati kami dengan sinar rahmatMu yang menyembuhkan. Semoga kami dapat menguasai dorongan nafsu yang menggelapkan hati, sebab Engkau telah menyinari kami dengan cahaya rahmat surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa IX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 17, 7-8)

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Ayat Singkat

℣.Tuhan tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tak bercela.℟.Ya Tuhan semesta alam, berbahagialah orang yang berharap pada-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa IX Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),1-8

Berbahgialah mereka yang hidupnya tidak bercela,*
yang hidup menurut sabda Tuhan.

Berbahagialah yang berpegang teguh pada perintah Tuhan,*
yang mencari Tuhan dengan segenap hati.

Yang tidak melakukan kejahatan,*
tetapi selalu mengikuti bimbingan Tuhan.

Engkau telah menyampaikan titahMu,*
supaya ditepati dengan sungguh-sungguh.

Semoga tetaplah jalan hidupku,*
untuk melaksanakan ketetapanMu.

Maka aku takkan kecewa,*
sebab aku menjalankan segala perintahMu.

Aku akan memuliakan Dikau dengan hati tulus,*
dalam mempelajari hukumMu yang adil.

Aku akan berpegang teguh pada ketetapanMu,*
janganlah aku Kautinggalkan sama sekali.

Antifon 1Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Mazmur 12 (13)

Berapa lama lagi, ya Tuhan, Engkau melupakan daku sama sekali?*
Berapa lama lagi Kausembunyikan wajahMu dari padaku?

Berapa lama lagi hatiku harus merana,*
dan bersedih sepanjang hari?

Berapa lama lagi musuhku masih bermegah-megah melawan daku?*
Pandanglah, jawablah aku, ya Tuhan, Allahku.

Buatlah mataku bersinar, jangan sampai aku tertidur dalam maut,+
agar musuh jangan berkata: "Dia kukalahkan",*
dan lawan jangan menyoraki kemalanganku.

Tapi aku percaya akan kasih setiaMu,+
hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku,*
aku bernyanyi bagiMu karena kebaikanMu terhadapku.

Antifon 2Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Mazmur 13 (14)

Orang dungu berpikir: "Tidak ada Allah",+
Busuk dan jijik perbuatannya,*
tidak seorangpun yang berbuat baik.

Dari surga Tuhan memandang manusia,*
apakah ada orang arif yang mencari Allah?

Tetapi semuanya tersesat, semua telah bejat,*
tak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

Tidak pernah sadarkah orang jahat,+
yang menelan habis umatku seperti makanan,*
orang jahat yang tidak mau mengakui Allah?

Pasti, ia akan gentar ketakutan,*
sebab Allah mendampingi orang yang jujur.

Biarlah harapan orang miskin ditertawakan,*
namun Tuhan melindunginya.

Siapakah dari Sion yang menyelamatkan Israel?+
Tuhan, Dia memulihkan nasib umatNya,*
sehingga Yakub bersorak-sorai dan Israel bersukacita.

Antifon 3Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.

Bacaan singkat Ams 3,13-15

Berbahagialah orang yang mendapat hikmat dan memperoleh kebijaksanaan. Sebab lebih baik mendapat kebijaksanaan dari pada memperoleh perak dan emas murni. Lebih berhargalah hikmat dari pada permata, dan lebih mahal dari pada harta benda. Apapun juga yang dapat diinginkan hati tak mungkin mengimbangi kebijaksanaan.

℣.Tuhan, Engkau berkenan akan ketulusan hati.℟.Engkau meresapkan kebijaksaan ke dalam batinku.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa IX Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Iob 5, 17-18)

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

Ayat Singkat

℣.Perlakukanlah hamba-Mu menurut kasih setia-Mu, ya Tuhan.℟.Ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa IX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Mazmur 19

Semoga Tuhan mendengarkan doamu dalam kesesakan,*
dan kekuasaan Allah Yakub melindungi engkau.

Hendaklah Tuhan mengirim pertolongan dari tempat kudus,*
dan menyokong engkau dari gunung Sion.

Hendaklah Ia mengingat segala persembahanmu,*
dan berkenan pada kurban bakaranmu.

Semoga Tuhan memenuhi keinginan hatimu,*
dan membuat rencanamu berhasil.

Maka kita akan merayakan kemenanganmu,+
dan mengangkat panji dengan menyerukan nama Allah kita,*
semoga Tuhan mengabulkan semua doamu.

Kini aku tahu, bahwa Tuhan memberikan kemenangan,*
kepada yang diurapiNya.

Dari surga Tuhan mengabulkan doanya,*
dengan kemenangan gilang-gemilang, karya tanganNya.

Yang satu memegahkan kereta, yang lain membanggakan kuda,*
tetapi kita menyerukan nama Tuhan, Allah kita.

Mereka tersandung dan rebah,*
tetapi kita tetap tegak dan bertahan.

Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja,*
jawablah pada waktu kami berseru.

Antifon 1Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Mazmur 20,2-8.14

Karena kuasaMu, ya Tuhan, raja bergembira,*
atas penyelamatanMu ia bersukaria.

Keinginan hatinya telah Kaupenuhi,*
permintaan doanya tidak Kautolak.

Sejak dahulu Kaukurniai dia berkat berlimpah,*
di atas kepalanya Kautaruh mahkota emas murni.

Hidup dimintanya; Kauberikan kepadanya,*
umur panjang untuk selamanya.

Besarlah kemuliaannya berkat pertolonganMu,*
keagungan dan semarak Kau anugerahkan kepadanya.

Kaujadikan dia berkat untuk selamanya,*
seri wajahMu membahagiakan dia.

Sungguh, raja berjaya akan Tuhan,*
dan karena kasih setia Allah yang mahatinggi ia tidak goyah.

Bangkitlah, ya Tuhan, dan nyatakanlah kuasaMu,*
kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 2Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Bacaan Singkat (1Yoh 3,la.2)

Lihatlah, betapa Bapa mengasihi kita, sampai kita dinamakan anak-anak Allah, dan kita sungguh benar anak-anak Allah. Saudara-saudara terkasih, sekarang ini kita sudah anak-anak Allah. Bagaimana keadaan kita kelak belum dinyatakan. Akan tetapi kita tahu, bila Kristus menyatakan diri, kita menjadi serupa dengan Dia. Sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya.

Lagu Singkat

℣.SabdaMu kekal abadi, ya Tuhan,* Teguh dan tidak berubah.℟.SabdaMu.℣.KebenaranMu tingal sepanjang masa.℟.Teguh dan tidak berubah.℣.Kemuliaan.℟.SabdaMu.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Doa Permohonan

Tuhan Kristus hidup di tengah-tengah kita, umat milikNya sendiri. Marilah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berdoa:

℟. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Tuhan, raja dan penguasa seluruh umat manusia, dampingilah para bangsa dan semua pemimpin negara,* supaya mereka sehati mencari kesejahteraan umum seturut kehendakMu. ℟.

Engkau telah diutus untuk mewartakan pembebasan bagi orang tawanan,* maka hantarlah para tawanan kepada kemerdekaan sejati anak-anak Allah. ℟.

Semoga pemuda-pemudi kami berusaha hidup tanpa cela di hadapanMu,* dan dengan rela hati mengikuti panggilanMu. ℟.

Semoga kaum muda meneladan Engkau,* dan dikuatkan oleh rahmat dan kebijaksanaanMu. ℟.

Semoga orang-orang mati Kauterima dalam kerajaanMu yang abadi,* dan kami pun Kauizinkan meraja bersama Engkau dalam kemuliaan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan Allah yang mahakuasa, kami bersyukur kepadaMu, sebab Engkau telah mengantar kami sampai pada sore hari ini. Engkau telah mengizinkan kami memanjatkan doa di hadapanMu. Maka kami mohon dengan rendah hati: terimalah kiranya doa kami sebagai persembahan yang menyenangkan Dikau. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa IX Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Para Martir dari Lyon

Prancis

Pada tahun 177 sewaktu kekaisaran Romawi diperintah oleh Kaisar Markus Aurelius, terjadi penganiayaan besar terhadap orang-orang Kristen, baik di Roma maupun daerah-daerah jajahan Roma.

Pada waktu itu, kota Lyon, Prancis Selatan, sudah terkenal sebagai pusat perdagangan dan pusat kehidupan orang-orang kafir. Disana juga ada banyak orang Kristen. Sebagaimana di Roma, orang-orang Kristen di Lyon juga dikejar-kejar, dipenjarakan bahkan dibunuh. Harta milik mereka disita. Dari surat-surat yang dikirim umat di Lyon dan Vienne kepada umat di Asia Kecil, diketahui ada 48 orang martir di sana dan sebagian besar berasal dari kota Lyon.

Yang pantas dicatat adalah Uskup Lyon, Potinus, Blandina bersama saudaranya Pontikus, Maturus yang baru saja dibaptis dan Sanktus, yang dengan gagah berani mempertahankan imannya di hapadan para penganiaya mereka. Penganiayaan itu sungguh kejam.

Potinus, terhadap pertanyaan hakim di pengadilan “Siapakah Allah orang Kristen?”, dengan tegas menjawab: “Jika tuan layak, tuan akan mengetahuinya nanti!” Jawaban ini menghantar Potinus kepada penganiyaan yang keras hingga mati dua hari kemudian. Blandina, gadis budak belian itu menguatkan hati saudaranya Pontikus yang kurang tahan terhadap beratnya penyiksaan atas mereka. Maturus yang baru dibaptis dan Sanktus, dengan gagah berani menahan derita sengsara yang dilakukan atas mereka, hingga para algojo kafir itu tercengang dan menanyai asal-usul mereka. Mereka mati demi mempertahankan imannya kepada Kristus.

Santo Erasmus

Uskup dan Martir · wafat ± 303

Erasmus, yang juga dipanggil Elmo, dikenal sebagai Uskup kota Farmiae, Italia. Kemungkinan ia dihukum mati sekitar tahun 303 tatkala terjadi penganiyaan atas orang-orang Kristen di masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Kisah menyeluruh tentang masa hidupnya tidak banyak diketahui. Dari laporan Paus Gregorius I pada abad ke nam diketahui bahwa relikiunya disemayankan di Katedral Famiae.

Banyak cerita yang beredar waktu itu sering menyamakan Elmo dengan Erasmus lain, orang kudus kebangsaan Syria yang menjadi Uskup Antiokia. Menurut cerita ini, Erasmus atau Elmo adalah uskup Antiokia yang dikejar-kejar oleh para musuh sampai akhirnya ditangkap dan dibunuh di Farmiae.

Erasmus atau Elmo dihormati sebagai pelindung para pelaut Italia. Hal ini mungkin didasarkan pada cerita bahwa kemartirannya terjadi di atas sebuah kapal. Para pelaut Italia percaya bahwa cahaya biru yang sering dilihat di puncak tiang kapal sebelum dan sesudah kilatan halilintar, menandakan perlindungan Santo Erasmus. Oleh karena itu, cahaya ini dinamakan “Cahaya Santo Elmo”. Erasmus dihormati sebagai pelindung para pelaut.

Santo Marselinus dan Petrus

Martir · wafat ± 304

Santo Marcellinus adalah seorang imam dan excorsis (pengusir setan) di kota Roma. Ia dihukum mati bersama-sama dengan pembantunya Petrus (St.peter the Excorsis) karena iman kristiani mereka pada masa penganiayaan Kaisar Diocletianus,.

Nama kedua martir ini tercantum dalam Doa Syukur Agung Pertama dalam Misa Kudus. Mereka secara luas dihormati dan dimohon bantuan doanya oleh umat Kristiani perdana. Pesta kedua martir ini tertera dalam kalender para kudus Roma sejak jaman Paus Vigilius pada tahun 555.

Pada masa penganiayaan ini, keduanya dengan gagah berani tetap mempraktekkan iman Kristiani mereka. Mereka melayani komunitas Kristiani dengan pengurbanan diri yang besar. Saat itu banyak umat Kristiani yang ditangkap dan dibunuh, termasuk Marcelinus dan Petrus. Keduanya dihukum mati dengan cara dipenggal kepala. Tetapi, agaknya sebelum dibunuh mereka dipaksa untuk menggali liang kubur mereka sendiri disebuah hutan yang disebut Silva Nigra.

Beberapa waktu kemudian, kubur mereka dapat ditemukan setelah algojo yang mengeksekusi mereka akhirnya bertobat dan menjadi seorang Kristiani. Ia menghantar umat Kristiani ke sisa-sisa jenazah kedua orang kudus itu, yang kemudian dimakamkan kembali dalam katakombe St.Tiberius.

Pada tahun 827 Paus Gregorius IV mengirimkan sebagian relikwi kedua martir ini ke Frankfurt, Jerman. Sri Paus yakin bahwa relikui kedua orang martir ini akan mendatangkan berkat bagi Gereja di negeri itu.

Arti nama

Gemar Berperang, Kesatria (Latin)

Santo Nicephorus dari Konstantinopel

Pengaku Iman

Nicephorus dikenal sebagai negarawan dan filsuf. Ia lahir di Konstantinopel kira-kira pada tahun 758. Putra sekretaris Konstantin V (741-775) ini bekerja sebagai komisaris kekaisaran. Ketika Konsili Nicea (787) berlangsung, ia diangkat sebagai sekretaris Konsili.

Dari statusnya sebagai seorang awam, ia dipilih dan ditabhiskan menjadi Patriakh Konstantinopel pada tahun 806. Kemudian pada tahun 815, ia dibuang oleh Kaisar Leo, seorang Armenia karena melawan gerakan bidaah yang melarang penghormatan gambar-gambar Kudus (ikonklasme). Hari-hari terakhir hidupnya dihabiskan di dalam sebuah biara yang ia dirikan di Bosphorus.

Santo Petrus Diakon

Martir · wafat ± 304

St.Petrus adalah pelayan Santo Marcellinus, seorang imam dan excorsist di kota Roma. Kedua orang kudus ini namanya dicantumkan dalam Doa Syukur Agung Pertama Misa Kudus. Mereka secara luas dihormati dan dimohon bantuan doanya oleh umat Kristiani perdana. Pesta kedua martir ini tertera dalam kalender para kudus Roma sejak jaman Paus Vigilius pada tahun 555.

Keduanya amat gagah berani dalam mempraktekkan iman Kristiani mereka. Mereka melayani komunitas Kristiani dengan pengurbanan diri yang besar. Pada masa penganiayaan oleh Diocletianus, banyak umat Kristiani dibunuh. Termasuk di antaranya adalah kedua orang ini; mereka dipenggal kepalanya. Tetapi, agaknya sebelum dibunuh mereka dipaksa untuk menggali liang kubur mereka sendiri. Mereka dibawa ke suatu lokasi rahasia untuk melaksanakan tugas berat tersebut. Lokasi itu adalah sebuah hutan yang disebut Silva Nigra.

Beberapa waktu kemudian, kubur mereka ditemukan di tempat terpencil tersebut setelah algojo yang mengeksekusi mereka akhirnya bertobat dan menjadi seorang Kristiani. Ia menghantar umat Kristiani ke sisa-sisa jenazah kedua orang kudus itu, yang kemudian dimakamkan kembali dalam katakomba St.Tiberius.

Pada tahun 827 Paus Gregorius IV mengirimkan sebagian dari relikwi mereka ke Frankfurt, Jerman. Sri Paus yakin bahwa relikui kedua orang martir ini akan mendatangkan berkat bagi Gereja di negeri itu.

Arti nama

Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari