Bacaan Misa
Maka aku sedih hati, mengeluh dan menangis. Dengan keluh kesah aku angkat doa begini: "Engkaulah adil, ya Tuhan, semua perbuatanMupun adil pula; semua tindakan-Mu belas kasihan dan kebenaran, dan dunia semesta diadili oleh-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah kepadaku, pandangilah aku! Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosaku dan setimpal dengan kekhilafanku kepadaMu, atau sekedar dosa yang diperbuat nenek moyangku! Aku telah tidak taat kepada segala perintah-Mu, maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, dan untuk ditawan dan dibunuh, dan untuk menjadi sindiran, tertawaan dan orang ternista di tengah sekalian bangsa di mana kami Kaucerai-beraikan. Segala hukuman-Mu memang benar, apabila kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku. Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu, dan tidak berjalan benar di hadapan-Mu. Kini berbuatlah kepadaku menurut apa yang berkenan kepada-Mu, dan sudilah mencabut nyawaku, sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup, karena aku mesti mendengar nista dan fitnah dan sangat sedih rasa hatiku. Ya Tuhan, suruhlah supaya aku lepas dari susah ini, biarlah aku lenyap menuju tempat abadi; janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan. Sebab lebih bergunalah mati saja dari pada melihat banyak susah dalam hidupku. Nista tidak dapat kudengar lagi!" Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara anak perempuan Raguel di kota Ekbatana di negeri Media mendengar nista dari pihak seorang pelayan perempuan ayahnya. Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh laki-laki. Tetapi mereka semua sudah dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat itu, sebelum Sara bersetubuh dengan mereka, sebagaimana pantasnya bagi para isteri. Kata pelayan itu kepada Sara: "Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu! Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang, tetapi tidak ada seorangpun yang engkau nikmati juga! Masakan kami kaucambuki karena mereka mati! Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya seorang anak laki-laki atau perempuan dari engkau jangan pernah kami lihat!" Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati, lalu menangis tersedu-sedu. Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya dengan maksud menggantung diri. Tetapi berpikir dan berkatalah ia dalam hati: "Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu dan orang akan berkata kepadanya: Bapak hanya punya satu anak perempuan yang kekasih. Celakalah, ia telah menggantung diri! Niscaya karena sedihnya, maka uban ayahku kubawa ke dunia orang mati. Lebih baiklah aku tidak menggantung diri, melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja sehingga tidak usah mendengar lagi nista selama hidupku." Segera tangan dikedangkannya ke arah jendela, lalu berdoa. Katanya: "Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang! Moga-moga terpujilah nama-Mu selama-lamanya, dan semoga segala buatan-Mu memuji Engkau selama-lamanya. Pada saat itu juga kedua orang itu, yakni Tobit dan Sara, dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah. Diutuslah Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya, yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri, dan dengan memberikan Sara anak perempuan Raguel kepada Tobia bin Tobit sebagai isteri dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu. Memang Tobia lebih berhak memperoleh Sara dari semua orang lain yang ingin mengambilnya. Pada saat yang sama Tobit kembali dari pelataran itu masuk ke rumahnya dan Sara anak Raguel turun dari bilik atas itu.
Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga. Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati. Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah. Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga. Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para martir.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Raja Kasih Gembalaku,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Mazmur 17 (18)
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).
AntifonAku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Antifon 2Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
AntifonTuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Antifon 3Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
AntifonTuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
Responsorium 1 Yohanes 4:10, 16; Yesaya 63:8, 9
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46 (47)
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat (2Kor 1,3-5)
Lagu Singkat
Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBerbahagialah orang yang dianiaya karena taat kepada Tuhan, sebab bagi mereka kerajaan Allah.
Doa Permohonan
℟. Engkau telah menebus kami dengan darahMu.
Ya Tuhan, para martirMu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami. ℟.
Para martirMu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya,* berilah kami kemurnian dan keteguhan iman. ℟.
Para martirMu mengikuti jejakMu dengan memanggul salib mereka,* semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup. ℟.
Para martirMu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba,* semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 13-14)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat 1Ptr 5,10-11
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Iac 4, 7-8a. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Antifon 2Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Antifon 2WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (1Ptr 4,13-14)
Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPara kudus bergembira di surga, sebab mereka mengikuti jejak Kristus. Mereka mempertaruhkan nyawa demi Kristus, sehingga kini bertakhta di surga bersama Dia.
Doa Permohonan
℟. Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau telah mengasihi kami sampai akhir. Engkaulah penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Berkat rahmatMu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Kami percaya bahwa arwah orang beriman Kauterima dalam kemuliaanMu. ℟.
Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Para Martir Uganda
Sebagian besar dari para Martir Uganda tewas dipertengahan tahun 1886. Pada tanggal 25 mei 1886 para martir ini dipaksa berjalan sejauh tiga puluh tujuh mil (± 60 km) ke tempat pelaksanaan hukuman mati. Santo Pontianus Ngondwe, Santo Athanasius Bazzekuketta dan Santo Gonzaga Gonza, tewas dibunuh ditengah perjalanan. Setelah beberapa hari ditahan ditempat pelaksanaan hukuman mati, pada tanggal 3 Juni 1886, Santo Karolus Lwangga bersama 11 orang martir dieksekusi. Mereka dibakar hidup-hidup sampai menjadi abu. Dikisahkan, ketika api mulai membakar tubuhnya, Karolus Lwanga sempat berkata berkata kepada para algojo, "Rasanya seperti kalian tengah menyirami saya dengan air. Semoga kalian bertobat dan menjadi seorang Kristen seperti saya".
Seorang Martir lainnya, Santo Mbaga Tuzinde, dipukuli dahulu sampai mati lalu tubuhnya dibakar bersama dengan Karolus Lwanga dan yang lainnya.
Para Martir ini dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV pada tanggal 6 Juni 1920 dan dikanonisasi oleh Paus Paus Paulus VI pada 18 Oktober 1964.
Daftar 22 Martir Uganda :
- Santo Achileo Kiwanuka
- Santo Adolofu Mukasa Ludigo
- Santo Ambrosio Kibuuka
- Santo Anatoli Kiriggwajjo
- Santo Anderea Kaggwa
- Santo Antanasius Bazzekuketta
- Santo Bruno Sserunkuuma
- Santo Karolus Lwanga
- Santo Denis Ssebuggwawo
- Santo Gonzaga Gonza
- Santo Gyavire
- Santo James Buzabaliao
- Santo John Maria Muzeyi
- Santo Joseph Mukasa
- Santo Kizito
- Santo Lukka Baanabakintu
- Santo Matiya Mulumba
- Santo Mbaga Tuzinde
- Santo Mugagga
- Santo Mukasa Kiriwawanvu
- Santo Nowa Mawaggali
- Santo Ponsianus Ngondwe
Santa Klotilda
Klotilda adalah puteri raja Burgundia, ia menuntut calon suaminya, Raja Klodwig dari Franken yang masih kafir, supaya tetap diperbolehkan melaksanakan kewajiban agamanya. Ketika anak sulung mereka meninggal sesudah pembaptisannya, Klodwig suaminya hampir membatalkan janjinya. Namun berkat kesabaran dan kelemah-lembutan Klotilda, Klodwig bertobat menjadi Kristen setelah memenangkan pertempuran atas musuhnya. Klotilda meninggal dunia pada tahun 545.
Santo Karolus Lwanga
Kebenaran dan keluhuran ajaran Yesus dibela mati-matian oleh para pengikut-Nya dimana-mana meskipun hal itu mengakibatkan kematian. Di Afrika, terutama di Uganda, pembelaan iman ini telah mengakibatkan pembunuhan banyak martir.
Penganiyaan dan pembunuhan atas orang-orang Kristen itu disebabkan oleh ajaran Kristen yang dianggap sebagai perintah utama pelaksanaan adat-istiadat kafir di Uganda. Ketika itu, adat-istiadat disana masih tergolong sangat primitif. Perdagangan budak, poligami dan pemerkosaan anak-anak dianggap hal yang biasa. Demikian juga pelestarian adat-istiadat dan animisme masih dianggap sebagai perkara budaya yang harus digalakkan.
Oleh karena itu kedatangan misionaris-misionaris Katolik pada tahun 1879 untuk mewartakan Injil Kristus dianggap sebagai penghalang keberlangsungan praktek adat-istiadat dan kebiasaan buruk diatas. Akibatnya, penguasa setempat melancarkan aksi pembunuhan terhadap para misionaris itu. Banyak juga pemuda-pemuda Uganda yang sudah menjadi Kristen dibunuh. Karoluk Lwanga adalah salah seorang anak yang melayani raja Muanga. Ia menggantikan temannya Yosef Mukasa. Muanga dikenal sebagai raja yang bejat. Ia biasa memuaskan nafsu seksnya pada anak-anak lelaki yang melayaninya. Melihat kebejatan Muanga ini, Karolus Lwanga selalu bersikap hati-hati. Ia juga mengawaskan anak-anak Kristen Uganda yang sudah menjadi Kristen agar tidak tercemar oleh perbuatan bejat Muanga. Raja Muanga sangat benci terhadap ajaran-ajaran Kristen. Hasutan orang-orang Arab semakin menambah kebencian Muanga terhadap keluhuran ajaran iman Kristen sekaligus misionarisnya. Anak-anak Uganda yang sudah menjadi Kristen tidak terlepas dari berbagai ancaman. Namun anak-anak ini semakin kuat imannya dan tidak menghiraukan segala bentuk ancaman itu.
Pada tanggal 25 Maret 1886, raja mendapati para pelayannya sedang mengikuti pelajaran agama dari seorang misionaris. Ia sangat marah dan lalu membunuh anak-anak itu. Keesokan harinya, ia mengumpulkan para ketua suku dan meminta pertimbangan mereka untuk menghukum anak-anak Kristen yang lain. Hal ini sama sekali tidak menggentarkan hati mereka. Mereka rela mati demi imannya.
Anak-anak Kristen yang belum dibunuh, termasuk di dalamnya Karolus Lwanga, ditangkap dan dipenjarakan. Karolus yang tertua segera mempermandikan dan mengajar mereka tentang ajaran-ajaran iman Kristen. Ia menguatkan hati mereka untuk menerima segala akibat yang paling buruk. Iman mereka teguh dan mereka bersedia menjalani hukuman bakar yang ditimpakan atas mereka.
Karolus dibunuh bersama kawan-kawannya demi membela iman Kristen. Mereka yakin bahwa Tuhan akan memberi mereka pahala di surga yang jauh lebih membahagiakan. Oleh Sri Paus Paulus VI, Karolus dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1964.
Santo Kevin
Puing-puing biara Glendalough di wilayah Wicklow, Irlandia, mengingatkan kita akan santo Kevin, seorang rahib abad keenam. Konon beliaulah yang mendirikan biara Glendalough yang terkenal itu. Umurnya kurang lebih 120 tahun (498-618). Ada berbagai versi cerita tentang santo Kevin, namun semuanya tidak memiliki nilai sejarah yang kokoh karena tidak ada suatu tanggal pasti tentang masa hidupnya sendiri. Kemungkinan Kevin dididik oleh rahib-rahib kemudian ditabhiskan menjadi imam. Ketika meninjak usia dewasanya, ia memilih hidup sebagai pertapa di Glendalough, salah satu tempat paling indah di Irlandia. Menurut tradisi, ia tinggal disebuah gua sempit di gunung lugduf. Gua itu, yang masih ada sampai sekarang, dapat dicapai dengan sebuah perahu menyusuri sebuah danau yang ada disitu. Kevin hidup akrab dengan alam, makan ikan dan hasil-hasil hutan dan bersahabat dengan binatang-binatang liar.
Kehidupan Kevin yang keras sebagai pertapa berakhir ketika sekelompok orang mengetahui tentang keberadaannya dan mulai menyebarkan berita-berita tentang hidupnya di gua itu. Semenjak itu, banyak orang datang untuk berguru padanya dan hidup bersamanya. Akhirnya lahirlah sebuah komunitas pertapaan di tempat itu. Demi kehidupan yang lebih baik, Kevin bersama murid-muridnya pindah dari gua itu dan mendirikan sebuah biara di lembah gunung Lugduf. Setelah kematian Kevin, Glendalough tetap merupakan pusat keagamaan dan pendidikan yang terkenal selama berabad-abad. Semenjak itu seorang uskup di tempatkan di Glendalough sampai tahun 1214, ketika Glendalough disatukan dengan tahkta keuskupan Dublin. Dewasa ini banyak wisatawan datang ke Glendalough untuk melihat bekas biara Kevin berupa sebuah bekas bangunan biara, sebuah katedral dan beberapa buah gereja. Glendalough merupakan salah satu tempat ziarah ramai di Irlandia.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari