Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa XXVIII Masa Biasa

Selasa, 13 Oktober 2037· Hijau · Pekan Psalterium IV
13 Oktober 2037

Bacaan Misa

Selasa XXVIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

Mazmur Tanggapan

Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Bacaan Injil

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Invitatorium

Selasa XXVIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa XXVIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, mencemooh rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka mempersembahkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir dalam perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 101 (102)

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku memanggil.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung pelikan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku berbaring terjaga dan aku meratap

seperti burung yang kesepian di atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencaci maki aku;

mereka yang membenciku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkatku dan menjatuhkanku.

Hari-hariku seperti bayangan yang lewat

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya

dan nama-Mu dari zaman ke zaman.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

sebab inilah saatnya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan tampil dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk zaman yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar rintihan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan kekal di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat dimasyhurkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk mempersembahkan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambilku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari zaman ke zaman.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Mereka semua akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau bersemayam dalam hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau senantiasa menunjukkan kebesaran-Mu melalui perbuatan baik mereka.

AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Roh kami merindukan Tuhan.

℟ Dialah penolong dan pelindung kami.

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Paulus kepada Timotius

3:1-16

Mengenai para pelayan Gereja
Dapatlah diandalkan perkataan ini: siapa pun yang menginginkan jabatan penilik jemaat, ia menginginkan pekerjaan yang mulia. Karena itu, seorang penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu istri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang. Ia tidak boleh menjadi pemabuk. Ia tidak boleh suka bertengkar, melainkan harus ramah, seorang yang cinta damai. Ia juga tidak boleh serakah. Ia haruslah seorang kepala keluarga yang baik, yang menjaga anak-anaknya tetap dalam kendali tanpa mengorbankan martabatnya; sebab jika seseorang tidak tahu bagaimana mengelola rumah tangganya sendiri, bagaimana ia dapat mengurus jemaat Allah? Ia tidak boleh seorang yang baru bertobat, supaya ia jangan menjadi sombong dan dengan demikian jatuh ke dalam hukuman yang pernah ditimpakan kepada iblis. Ia juga haruslah seorang yang memiliki reputasi baik di antara orang-orang di luar jemaat, untuk memastikan bahwa ia tidak jatuh ke dalam aib dan perangkap iblis.
Demikian pula, diakon-diakon haruslah orang-orang yang terhormat, jujur, dan benar. Mereka tidak boleh terlalu banyak minum atau menyerah pada keserakahan. Mereka harus berpegang teguh pada iman yang diwahyukan secara ilahi dengan hati nurani yang bersih. Mereka harus diuji terlebih dahulu; kemudian, jika tidak ada yang menentang mereka, mereka boleh melayani sebagai diakon. Demikian pula para wanita, haruslah terhormat, bukan penggosip yang memfitnah. Mereka haruslah sederhana dan sepenuhnya dapat dipercaya. Diakon-diakon boleh menikah hanya sekali dan haruslah pengelola yang baik bagi anak-anak dan rumah tangga mereka. Mereka yang melayani dengan baik sebagai diakon memperoleh tempat yang layak bagi diri mereka sendiri dan banyak kepastian dalam iman mereka kepada Kristus Yesus.
Meskipun aku berharap untuk segera mengunjungimu, aku menulis kepadamu tentang hal-hal ini agar jika aku tertunda, kamu akan tahu jenis perilaku apa yang pantas bagi anggota rumah tangga Allah, gereja Allah yang hidup, tiang dan penopang kebenaran. Sungguh menakjubkan misteri iman kita, seperti yang kita katakan dalam pengakuan kita:
“Ia dinyatakan dalam daging,

dibenarkan dalam Roh;

Dilihat oleh para malaikat;

diberitakan di antara bangsa-bangsa,

Dipercayai di seluruh dunia,

diangkat dalam kemuliaan.”

Responsorium (Lihat Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 4:2)

Kamu harus memperhatikan setiap anggota kawanan, karena Roh Kudus telah menjadikan kamu gembala mereka.

℟ Kamu harus memerintah Gereja Allah yang telah Ia jadikan milik-Nya melalui darah Putra-Nya.
Kualitas besar seorang pelayan adalah setia pada tugasnya.

℟ Kamu harus memerintah Gereja Allah yang telah Ia jadikan milik-Nya melalui darah Putra-Nya.
Bacaan Kedua

Dari awal surat kepada jemaat Tralles oleh Santo Ignatius dari Antiokhia, uskup dan martir

Aku ingin memperingatkanmu, karena kamu adalah anak-anakku yang terkasih
Ignatius, yang juga disebut Teoforus, kepada gereja kudus di Tralles di provinsi Asia, yang dikasihi oleh Allah Bapa Yesus Kristus, yang terpilih dan layak bagi Allah, menikmati damai sejahtera dalam tubuh dan dalam Roh melalui penderitaan Yesus Kristus, yang adalah harapan kita melalui kebangkitan kita ketika kita bangkit kepada-Nya. Dengan cara para rasul, aku juga mengirimkan salam kepadamu dengan kepenuhan rahmat dan menyampaikan setiap harapan terbaikku.
Laporan tentang karaktermu yang luar biasa telah sampai kepadaku: betapa kamu tak bercacat dan selalu tak tergoyahkan dalam ketekunanmu yang sabar—kualitas-kualitas yang tidak kamu peroleh tetapi adalah milikmu secara alami. Informanku adalah uskupmu sendiri, Polibius, yang atas kehendak Allah dan Yesus Kristus mengunjungiku di sini di Smirna. Ia begitu sepenuhnya masuk ke dalam sukacitaku karena terbelenggu demi Kristus sehingga aku melihat seluruh komunitasmu terwujud dalam dirinya. Terlebih lagi, ketika aku mengetahui darinya tentang kebaikanmu yang diberikan Allah kepadaku, aku memuji Allah. Dialah, aku menemukan, yang kamu jadikan pola hidupmu.
Ketaatanmu kepada uskupmu, yang menggantikan Yesus Kristus, menunjukkan kepadaku bahwa kamu tidak hidup seperti manusia biasanya tetapi dengan cara Yesus sendiri, yang mati bagi kita agar kamu dapat luput dari kematian dengan percaya pada kematian-Nya. Jadi satu hal yang perlu, dan kamu sudah mengamatinya, bahwa kamu tidak melakukan apa pun tanpa uskupmu; memang, tunduklah juga kepada para klerus, melihat dalam diri mereka para rasul Yesus Kristus harapan kita, karena jika kita hidup di dalam Dia, kita akan ditemukan di dalam Dia.
Diakon-diakon juga, yang adalah pelayan misteri-misteri Yesus, harus dalam segala hal menyenangkan semua orang. Karena mereka bukan hanya pelayan dengan makanan dan minuman, tetapi utusan Gereja Allah; oleh karena itu mereka harus menjaga diri mereka dari apa pun yang pantas dicela seperti mereka menjaga diri dari api.
Demikian pula, semua orang harus menghormati diakon-diakon sebagai Yesus Kristus, sama seperti semua orang harus menganggap uskup sebagai gambaran Bapa, dan para klerus sebagai senat Allah dan dewan para rasul. Tanpa ketiga tatanan ini kamu tidak dapat mulai berbicara tentang gereja. Aku yakin kamu berbagi perasaanku dalam hal ini, karena aku telah memiliki contoh kasihmu dalam diri uskupmu yang bersamaku sekarang. Seluruh perilakunya adalah pelajaran besar, dan kelembutannya sendiri memiliki pengaruh yang besar.
Dengan rahmat Allah ada banyak hal yang aku pahami, tetapi aku tetap berada dalam batas-batasku karena takut bahwa kesombongan akan menjadi kehancuranku. Saat ini, maka, aku harus lebih cemas dari sebelumnya dan sama sekali tidak memperhatikan mereka yang menyanjungku; pujian mereka bagaikan cambuk. Karena meskipun aku memiliki keinginan yang kuat untuk menderita kemartiran, aku tidak tahu apakah aku layak untuk itu. Kebanyakan orang tidak menyadari kerinduanku yang membara, tetapi itu menyerangku dengan intensitas yang meningkat. Kebutuhanku saat ini, maka, adalah kerendahan hati yang dengannya pangeran dunia ini digulingkan.
Maka aku sangat mendesakmu, bukan aku begitu banyak melainkan kasih Yesus Kristus, untuk diberi makan secara eksklusif dengan makanan Kristen, menjauhkan diri dari makanan asing yaitu bidat. Dan ini akan kamu lakukan jika kamu tidak sombong atau terputus dari Allah, dari Yesus Kristus, dan dari uskup serta ajaran para rasul. Siapa pun yang berada di dalam tempat kudus adalah murni; tetapi siapa pun yang tidak, adalah najis. Artinya, siapa pun yang bertindak terpisah dari uskup dan para klerus dan para diakon tidak murni dalam hati nuraninya. Dalam menulis ini, bukan berarti aku menyadari hal semacam itu di antara kamu; aku hanya ingin memperingatkanmu, karena kamu adalah anak-anakku yang terkasih.

Responsorium Efesus 4:3-6; 1 Korintus 3:11

Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera. Hanya ada satu tubuh, satu Roh, sama seperti kamu telah dipanggil kepada satu harapan ketika kamu dipanggil.

℟ Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.
Tidak seorang pun dapat meletakkan dasar lain selain dasar yang telah diletakkan, yaitu Kristus Yesus.

℟ Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.

Doa Penutup

Allah yang Mahakuasa dan kekal,

yang dalam kelimpahan kebaikan-Mu

melampaui jasa dan keinginan

mereka yang memohon kepada-Mu,

curahkanlah belas kasihan-Mu kepada kami

untuk mengampuni apa yang ditakuti hati nurani

dan untuk memberi apa yang tidak berani diminta oleh doa.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa XXVIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi ataupun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Bacaan Singkat (Yes 55,1)

Hai kamu sekalian yang kehausan, datanglah ke air; walaupun tidak punya uang, datanglah! Datanglah saja, ambil gandum dan makan, ambil anggur dan susu tanpa bayar.

Lagu Singkat

℣.Perhatikanlah suaraku, ya Tuhan,* Aku berharap pada sabdaMu.℟.Perhatikanlah.℣.Aku bangun pagi-pagi dan berseru.℟.Aku berharap pada sabdaMu.℣.Kemuliaan.℟.Perhatikanlah.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.

Doa Permohonan

Allah menguatkan pengharapan dan menggembirakan hati kita. Ia memberi kita kesempatan untuk memuji Dia pada pagi ini. Sebab itu marilah kita dengan penuh kepercayaan berkata:

℟. Dengarkanlah kami, ya Tuhan, demi kemuliaanMu.

Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah dan Bapa Tuhan Yesus, penyelamat kami,* atas pengetahuan dan kehidupan abadi yang Kauberikan dalam Dia. ℟.

Anugerahilah kami kerendahan hati,* supaya kami saling mengabdi dalam Kristus. ℟.

Penuhilah kami dengan RohMu,* supaya kami saling mencintai dengan tulus ikhlas. ℟.

Engkau telah memerintahkan manusia untuk bekerja guna menaklukkan dunia,* semoga kami bekerja untuk memuliakan Dikau dan menguduskan saudara-saudara kami. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, kuatkanlah kiranya iman kami kepadaMu dan sempurnakanlah madah pujian kami, supaya kami dapat menghasilkan buah surgawi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa XXVIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 IO 3, 17-18)

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Ayat Singkat

℣.Berbahagialah orang yang menaruh belas kasih dan memberi pinjaman.℟.Orang benar itu akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa XXVIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Bacaan singkat 1Yoh 3,17-18

Barang siapa mempunyai harta benda dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah tinggal dalam hatinya? Anak-anakku, hendaklah kita mengasihi bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata.

℣.Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.℟.Ia akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa XXVIII Masa Biasa

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Is 55, 10-11)

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Ayat Singkat

℣.Tuhan menyampaikan firman-Nya ke bumi.℟.Dengan segera firman-Nya melaju.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa XXVIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira,*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan".

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Kol 3,16)

Semoga sabda Kristus berakar dan bertumbuh subur dalam hatimu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan bijaksana. Lagukanlah mazmur dan madah pujian bagi Allah, terdorong oleh rahmat Roh kudus.

Lagu Singkat

℣.Engkau telah melimpahi aku dengan kegembiraan,* Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℟.Engkau.℣.Tangan kananMu menyediakan kebahagiaan sempurna.℟.Di hadapan wajahMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Engkau.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.

Doa Permohonan

Kristus tetap menguatkan dan meneguhkan umatNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan dengan segenap hati berdoa:

℟. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.

Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu. ℟.

Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai. ℟.

Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar. ℟.

Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia. ℟.

Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami berdoa di hadapan hadiratMu dan mohon dengan bersembah sujud, semoga ucapan bibir kami ini tetap kami renungkan dalam hati. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa XXVIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Beata Alexandrina Maria da Costa

Pengaku Iman · 1904-1955

Para pendosa :

Jika abu tubuhku dapat berguna untuk keselamatanmu, kemarilah : berjalanlah di atasnya, injaklah sampai lenyap tak berbekas; tetapi janganlah berbuat dosa lagi! Janganlah menghina Yesus lagi.

Saya ingin mengatakan banyak hal kepada kalian. Makam yang luas ini tidak cukup untuk menulis semuanya! Bertobatlah! Jangan sampai kehilangan Yesus selama-lamanya. Ia begitu baik. Berhentilah berbuat dosa! Cintailah Dia! Cintailah Dia!

--Pesan Beata Alexandrina pada tahun 1948 yang diukir pada Makamnya di Balazar, Portugal.

Awal Kehidupan dan Kelumpuhan

Alexandrina Maria da Costa lahir pada tanggal 30 Maret 1904, di Balazar, sebuah paroki pedesaan Póvoa de Varzim, Portugal. Ayahnya pergi meninggalkan mereka ketika dia masih bayi dan keluarganya pun hidup dalam kemiskinan. Namun biarpun hidup serba kekurangan, ibunya saleh tetap membesarkan Alexandrina sesuai ajaran iman Kristiani. Alexandrina tumbuh menjadi seorang anak yang religius, periang, santun, dan disukai semua orang. Namun kemiskinan membuatnya terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan bekerja di sebuah pertanian saat usianya baru 9 tahun.

Ketika berusia duabelas tahun, Alexandrina menderita sakit parah akibat infeksi dan hampir meninggal dunia. Dampak penyakit ini terasa sampai ia bertumbuh dewasa, dan menjadi tanda awal akan kehendak Tuhan bagi darinya; yaitu menderita sebagai Jiwa yang berkurban (Victim Soul).

Pada bulan Maret 1918, Alexandrina yang telah berusia empat belas tahun mengalami insiden yang mengubah perjalanan hidupnya. Mantan majikannya di pertanian, bersama dua pria lainnya, berupaya menerobos kamarnya untuk memperkosanya. Demi mempertahankan kemurniannya, Alexandrina melarikan diri dengan melompat dari jendela setinggi empat meter dari permukaan tanah. Ia terjatuh dan tulang punggungnya patah. Ia juga mengalami luka-luka serius. Para dokter yang mengobatinya menyatakan bahwa kondisinya tak dapat disembuhkan dan ia akan mengalami kelumpuhan.

Jiwa yang berkurban (Victim Soul)

Selama tahun-tahun awal kelumpuhannya, Alexandrina berdoa dengan tekun meminta rahmat kesembuhan. Demi penyembuhannya, Alexandrina bernazar akan menjadi seorang misionaris, ia juga berjanji untuk membagi-bagikan segala yang ia miliki, memotong rambutnya dan mengenakan pakaian berkabung sepanjang hidupnya, asal saja ia disembuhkan dari kelumpuhan. Sampai usianya 19 tahun, Alexandrina masih bisa "menyeret dirinya" ke gereja di mana, sambil membungkuk, dia akan tetap berdoa, yang membuat umat paroki takjub. Akan tetapi kondisinya semakin memburuk hingga gerakan sekecil apapun akan membuatnya kesakitan. Sejak tanggal 14 April 1924 hingga akhir hayatnya ia lumpuh total dan tetap terbaring di atas pembaringan. Ia beberapa kali berada di ambang maut dan menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

Setelah beberapa tahun berlalu, perlahan-lahan Alexandrina dapat melihat bahwa ia menerima panggilan istimewa untuk menjadi kurban bagi Tuhan. Semakin ia memahami panggilan hidupnya ini, semakin ia berpasrah dan bersukacita menerimanya. Ia lalu mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai jiwa yang berkurban demi pertobatan orang-orang berdosa. Penyerahan dirinya pada semua kehendak Tuhan membuatnya dikaruniai berbagai penampakkan Tuhan Yesus dan Hati Maria yang Tak Bernoda.

Karunia-karunia Rohani

Pada tanggal 20 November 1933, ia menerima penampakkan Tuhan Yesus didalam kamarnya sesaat setelah merayakan misa kudus bersama pembimbing rohaninya, padre Pinho, SJ. Saat ini kamar tersebut telah menjadi tujuan peziarah umat Katolik dari berbagai penjuru dunia.

Pada 6 September 1934, Alexandrina mengalami ekstasi rohani yang luar biasa, di mana suara Kristus yang penuh belas kasih mengundangnya untuk mendekati Hati-Nya yang Mahakudus dan ikut ambil bagian dalam dahsyatnya api derita penebusan-Nya. Dalam beberapa ekstasi rohani, Yesus mempercayakan kepada Alexandrina untuk menyebarluaskan pesan Santa Perawan Maria dari Fatima. Pada suatu pagi setelah menyambut Komuni kudus, Alexandrina mengalami ekstasi rohani dan kembali menerima penampakkan Tuhan Yesus yang berkata kepadanya :

“Dengan kasih yang engkau miliki bagi BundaKu Tersuci, katakanlah kepada pembimbing rohanimu bahwa sebagaimana Aku meminta Margareta Maria (Santa Margareta Maria Alacoque) berdevosi kepada Hati Ilahi-Ku, demikianlah Aku memintamu untuk mendorong penyerahan dunia kepada Hati BundaKu yang tak bernoda.”

Sejak hari itu, Alexandrina mempersembahkan dirinya sebagai kurban demi tercapainya tujuan ini. Pada bulan September 1936, padre Mariano Pinho SJ menyampaikan hal ini kepada Kardinal Eugenio Pacelli (kelak menjadi Paus Pius XII) dan enam tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1942, Paus Pius XII mempersembahkan dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda dengan mempergunakan gelar-gelar seperti diwahyukan kepada Alexandrina : “Ratu Alam Semesta, Ratu Rosario Tersuci, Pengungsian Umat Manusia, Pemenang dalam Semua Pertempuran Allah.”

Sejak tanggal 3 Oktober 1938 hingga 27 Maret 1942, Alexandrina mengalami tiga jam “sengsara” Yesus setiap hari Jumat. Ia menerima rahmat mistik untuk mengalami dalam tubuh dan jiwanya sengsara Kristus di jam-jam terakhir hidup-Nya. Selama tiga jam ini kelumpuhannya lenyap. Dalam ekstase ia mampu bangun dari tempat tidur, dan mengalami kembali sengsara Kristus selama tiga jam dalam penderitaan jasmani dan rohani yang luar biasa.

Pada tanggal 27 Maret 1942, Alexandrina menerima karunia Inedia, yaitu hidup tanpa makanan apapun selain Ekaristi Kudus. Keadaan ini berlangsung selama tiga belas tahun tujuh bulan, sampai hari kematiannya. Dalam suatu ekstasi Yesus mengatakan kepada Alexandriana :

“Engkau tidak akan menyantap makanan lagi di dunia. Yang akan menjadi makananmu adalah Daging-Ku; yang akan menjadi darahmu adalah Darah Ilahi-Ku, yang akan menjadi hidupmu adalah Hidup-Ku. Engkau menerimanya dari-Ku bilamana Aku mempersatukan Hati-Ku dengan hatimu. Janganlah takut, puteri-Ku. Engkau tidak akan disalibkan lagi seperti di masa lalu.... Dan sekarang suatu pencobaan baru menantimu, yang akan menjadi yang paling menyakitkan dari semua. Tetapi, pada akhirnya Aku akan membawamu ke Surga dan Bunda Tersuci akan menemanimu.”

Salesian Awam

Pada tahun 1944, Alexandrina bertemu dengan padre Umberto Pasquale SDB, seorang imam Salesian yang kemudian menjadi pembimbing rohani dan penulis biografinya. Padre Pasquale menanyakan apakah Alexandrina bersedia membaktikan sebagian dari penderitaannya dan doa-doanya yang tak kunjung henti bagi keselamatan kaum muda. Alexandrina segera menyanggupi dan pada tanggal 26 Februari 1945, ia resmi menjadi anggota Association of Salesian Cooperators (ASC), atau Ordo ketiga Salesian (Salesian awam). Alexandria sangat bersuka-cita dan kepada segenap komunitas Salesian, Alexandrina menulis :

“Di atas segalanya, jadilah yang terkecil. Taat buta. Jangan pernah berdosa. Menderita dalam diam. Kasihilah Yesus. Kasih, hanya kasih! ”

Akhir Perjalanan

Sejak awal tahun 1955 kondisi kesehatan Alexandrina semakin memburuk. Pagi-pagi benar pada tanggal 13 Oktober 1955, pada peringatan 38 tahun penampakan terakhir Santa Perawan Maria di Fatima dan mukjizat matahari, Alexandrina menerima serangkaian penglihatan akan Hati Maria yang tak bernoda dengan lembut meyakinkannya, “Aku akan segera membawamu.” Melalui suatu cahaya putih ia mendengar Yesus berkata, “Engkau termasuk dalam bilangan para kudus-KU.” Dan juga suara Bapa yang kekal, “Inilah puteri Kita yang terkasih.”

Menjelang pukul 8 pagi, Alexandrina menyambut Komuni Kudus, komuninya yang terakhir, dengan kasih dan devosi yang berkobar. Kemudian, sementara keheningan kamar bergetar dengan sanak saudara, para imam dan para peziarah yang berdoa, Alexandrina menyampaikan kepada mereka dan kepada segenap umat manusia:

“Jangan berdosa. Kesenangan hidup ini tak bearti apapun. Sambutlkah Komuni, berdoalah Rosario setiap hari. Ini meringkas semuanya.”

Tengah hari, ia gemetar karena sukacita, “O, aku begitu bahagia, begitu bahagia, sebab akhirnya aku akan segera ke surga!” Mgr.Mendes berlutut disisi pembaringannya dan memimpin semua yang hadir berdoa bersama. Rasa sakitnya yang tiada henti, menyiksa Alexandrina hingga akhir hidupnya. Menjelang petang dengan sisa-sisa tenaganya ia mencium salib dan medali Santa Maria Bunda Berdukacita. “Selamat tinggal,” bisiknya nyaris tak kedengaran, “kita akan bertemu lagi di surga. Ya, di surga! Aku pergi ke surga… segera… sekarang!”

Pada tanggal 13 Oktober 1955, pukul 8.29 petang, jiwanya yang kudus kembali ke Rumah Bapa.

Beatifikasi

Dua tahun sesudah wafatnya, sebuah kapel kecil dibangun di atas makamnya. Pada tahun 1978 Jenazah Alexandrina disemayamkan dalam Gereja Paroki Santa Eulalia Balazar hingga hari ini.

Pada tanggal 12 Januari 1996, Alexandrina dimaklumkan sebagai Venerabilis oleh Paus Santo Yohanes Paulus II. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 25 April 2004, Alexandrina di Beatifikasi oleh Paus yang sama. Pestanya dirayakan sesuai hari kematiannya pada tanggal 13 Oktober.

Semasa hidupnya, Alexandrina telah menubuatkan bahwa tubuhnya akan menjadi abu, tanpa mengalami pembusukan. Dan demikianlah yang terjadi. Saat makamnya dibuka tidak ditemukan tubuh ataupun tulang-belulang, hanya abu. Abu sisa-sisa tubuh Alexandrian ini pada kesempatan-kesempatan tertentu memancarkan harum surgawi (osmogenisia) yang sama seperti yang biasa terpancar dari tubuh Alexandrina semasa hidupnya.(qq)

Arti nama

Variasi bentuk Feminim dari nama Latin : Alexander.

Alexander berasal dari nama Yunani Αλεξανδρος (Alexandros), yang berarti "Sang Pembela, Sang Penolong "

Diturunkan dari kata Yunani : αλεξω (alexo) = "membela, menolong" dan ανηρ (aner) = "Orang, Lelaki" (genitive ανδρος).

Santa Eustokia OSB

Pengaku Iman

Eustokia lahir sebagai anak haram seorang suster yang tergoda. Ia sering sakit dan kerasukan roh jahat. Tetapi karena berpegang teguh pada kerahiman Tuhan, lagi pula sangat sabar dan taat pada bimbingan bapa pengakuannya, suster di Padua, Italia ini menjadi suci. Jenazahnya tetap utuh sampai sekarang. Ia meninggal dunia pada tahun 1469.

Santo Eduardus

Raja Inggris dan Pengaku Iman · lahir 1003

Eduardus lahir di Islip Oxford, sebuah kota terkenal di Inggris kira-kira pada tahun 1004. Ayahnya, Ethelred, terhitung sebagai salah satu Raja Inggris yang tersohor namanya, sedang ibunya, Emma, adalah Ratu Normandia, Prancis Barat. Semenjak kecil, ia dididik di sekolah biara. Oleh pendidikan para biarawan itu, ia berkembang menjadi seorang putera raja yang berhati mulia, berbakti kepada Allah dan sesama, terutama rakyat kecil. Ketika berusia 10 tahun, ia lari ke tanah air ibunya, karena percobaan pembunuhan atas dirinya oleh bangsa Denmark yang menyerang Inggris. Di sana ia tinggal bersama pamannya, seorang panglima di Normandia, Prancis Barat. Di Normandia, ia tetap hidup suci dan menunjukkan sikap hidup yang terpuji di tengah-tengah segala kejahatan bangsa Normandia. Sebuah ungkapannya yang terkenal ialah: "Lebih baik saya kehilangan kerajaan daripada memperolehnya dengan darah dan pembunuhan."

Sepeninggal saudaranya Hardecanute, Eduardus terpilih mengganti sebagai raja pada tahun 1042. Sebetulnya ia sendiri tidak suka menjadi raja, tetapi rakyat sangat mencintainya dan mendesak dia menjadi raja. Ia menerima jabatan itu dengan penuh pengorbanan dan tanggungjawab. Sebagai raja ia berusaha keras meniadakan semua kesan permusuhan, memperhatikan nasib kaum miskin dan rakyat kecil dan membantu perkembangan Gereja. Untuk menyemarakkan lagi penghayatan iman umat ia merombak semua kuil menjadi gereja bagi upacara-upacara suci. Walaupun ia mempunyai istri, namun ia hidup penuh pantang bersama Edith istrinya. Perhatiannya kepada para miskin begitu besar sehingga ia dijuluki 'Bapa Kaum Miskin'.

Dalam Gereja, ia dikenal sangat berjasa. Ia mendirikan banyak gereja dan berusaha meningkatkan semangat iman umat. Ia sendiri rajin mengikuti Kurban Misa meskipun banyak kesibukannya. Ia mendirikan biara Westminster. Orang menjuluki dia 'The Confessor' artinya 'Pengaku Iman'. Ia sangat membantu Gereja dalam menyebarkan ajaran Kristen. Ia wafat pada tanggal 13 Oktober 1066. Tahun 1617 dinyatakan sebagai 'santo'; dua tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke biara Westminster oleh Santo Thomas Becket.

Santo Geraldus

Pengaku Iman · 855-909

Santo Geraldus atau santo Gerald berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ayahnya yang juga bernama Geraldus, adalah Count of Aurillac, dan ibunya adalah Santa Adeltrude (Adeltrude of Aurillac, pesta : 14 November). Santo Geraldus memiliki fisik yang lemah. Ia sering sakit-sakitan sehingga ia akhirnya menjadi buta.

Setelah kematian ayahnya, Geraldus menggantikannya menjadi Count of Aurillac. Dikemudian hari, ia melepaskan jabatan tersebut, menjual semua harta bendanya dan mempersembahkan hidupnya untuk melayani sesama dalam nama Yesus. Meskipun ia tidak bergabung dengan konggregasi atau Ordo religius tertentu, namun ia hidup selibat, bermati-raga setiap hari dan selalu mengucapkan doa brevir sebagaimana layaknya seorang biarawan.

Geraldus juga mendirikan sebuah biara dan gereja di tanah keluarganya di Aurillac. Di gereja inilah kelak ia dimakamkan setelah meninggal dunia pada tanggal 13 Oktober, mungkin di tahun 909.

Santo Geraldus adalah contoh dari bangsawan Kristen yang kudus di abad pertengahan. Ia dinyatakan Gereja sebagai santo pelindung bagi para bangsawan, para bujangan dan para orang cacat. Kisah hidupnya kelak ditulis oleh santo Oddo, abbas biara Benediktin di Cluny. Hari pestanya ditetapkan pada setiap tanggal 13 Oktober sesuai dengan hari kematiannya.

Arti nama

Geraldus adalah nama Jermanik yang berarti : "Rule of the Spear" (bahasa kiasan untuk menyebut seorang Pemimpin atau Jenderal. Berasal dari masa dimana peperangan masih menggunakan tombak).

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari