Bacaan Misa
Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
Tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Mazmur 101 (102)
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
Responsorium (Lihat Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 4:2)
Responsorium Efesus 4:3-6; 1 Korintus 3:11
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Mazmur 100 (101)
Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Dan 3,26.27.29.34-41
Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Mazmur 143 (144), 1-10
Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Bacaan Singkat (Yes 55,1)
Lagu Singkat
Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSelamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Dengarkanlah kami, ya Tuhan, demi kemuliaanMu.
Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah dan Bapa Tuhan Yesus, penyelamat kami,* atas pengetahuan dan kehidupan abadi yang Kauberikan dalam Dia. ℟.
Anugerahilah kami kerendahan hati,* supaya kami saling mengabdi dalam Kristus. ℟.
Penuhilah kami dengan RohMu,* supaya kami saling mencintai dengan tulus ikhlas. ℟.
Engkau telah memerintahkan manusia untuk bekerja guna menaklukkan dunia,* semoga kami bekerja untuk memuliakan Dikau dan menguduskan saudara-saudara kami. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 IO 3, 17-18)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Mazmur 118 (119),137-144
Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88) I
Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Mazmur 87 (88) II
Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Bacaan singkat 1Yoh 3,17-18
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 55, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Mazmur 136 (137),1-6
Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Mazmur 137 (138)
Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Kol 3,16)
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
℟. Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan, yang kami puji.
Kristus, kekuatan kami, berikanlah iman dan ketabahan hati kepada setiap orang yang percaya kepadaMu,* sebab Engkau telah memanggil kami semua kepada kebenaranMu. ℟.
Tuhan, bimbinglah semua orang yang memegang tampuk pemerintahan,* agar mereka bertindak seturut keinginan hatiMu dan memimpin kami dalam damai. ℟.
Engkau telah memuaskan orang banyak dengan roti,* maka ajarlah kami untuk membagi milik kami sendiri dengan orang yang lapar. ℟.
Semoga para pemimpin negara tidak memperhatikan hanya kepentingan negaranya sendiri,* tetapi menaruh perhatian terhadap kepentingan seluruh umat manusia. ℟.
Berikanlah kiranya kebangkitan dan kebahagiaan kepada saudara-saudara kami yang telah meninggal,* bila Engkau datang kelak untuk dimuliakan dalam semua orang beriman. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beata Alexandrina Maria da Costa
Para pendosa :
Jika abu tubuhku dapat berguna untuk keselamatanmu, kemarilah : berjalanlah di atasnya, injaklah sampai lenyap tak berbekas; tetapi janganlah berbuat dosa lagi! Janganlah menghina Yesus lagi.
Saya ingin mengatakan banyak hal kepada kalian. Makam yang luas ini tidak cukup untuk menulis semuanya! Bertobatlah! Jangan sampai kehilangan Yesus selama-lamanya. Ia begitu baik. Berhentilah berbuat dosa! Cintailah Dia! Cintailah Dia!
--Pesan Beata Alexandrina pada tahun 1948 yang diukir pada Makamnya di Balazar, Portugal.
Awal Kehidupan dan Kelumpuhan
Alexandrina Maria da Costa lahir pada tanggal 30 Maret 1904, di Balazar, sebuah paroki pedesaan Póvoa de Varzim, Portugal. Ayahnya pergi meninggalkan mereka ketika dia masih bayi dan keluarganya pun hidup dalam kemiskinan. Namun biarpun hidup serba kekurangan, ibunya saleh tetap membesarkan Alexandrina sesuai ajaran iman Kristiani. Alexandrina tumbuh menjadi seorang anak yang religius, periang, santun, dan disukai semua orang. Namun kemiskinan membuatnya terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan bekerja di sebuah pertanian saat usianya baru 9 tahun.
Ketika berusia duabelas tahun, Alexandrina menderita sakit parah akibat infeksi dan hampir meninggal dunia. Dampak penyakit ini terasa sampai ia bertumbuh dewasa, dan menjadi tanda awal akan kehendak Tuhan bagi darinya; yaitu menderita sebagai Jiwa yang berkurban (Victim Soul).
Pada bulan Maret 1918, Alexandrina yang telah berusia empat belas tahun mengalami insiden yang mengubah perjalanan hidupnya. Mantan majikannya di pertanian, bersama dua pria lainnya, berupaya menerobos kamarnya untuk memperkosanya. Demi mempertahankan kemurniannya, Alexandrina melarikan diri dengan melompat dari jendela setinggi empat meter dari permukaan tanah. Ia terjatuh dan tulang punggungnya patah. Ia juga mengalami luka-luka serius. Para dokter yang mengobatinya menyatakan bahwa kondisinya tak dapat disembuhkan dan ia akan mengalami kelumpuhan.
Jiwa yang berkurban (Victim Soul)
Selama tahun-tahun awal kelumpuhannya, Alexandrina berdoa dengan tekun meminta rahmat kesembuhan. Demi penyembuhannya, Alexandrina bernazar akan menjadi seorang misionaris, ia juga berjanji untuk membagi-bagikan segala yang ia miliki, memotong rambutnya dan mengenakan pakaian berkabung sepanjang hidupnya, asal saja ia disembuhkan dari kelumpuhan. Sampai usianya 19 tahun, Alexandrina masih bisa "menyeret dirinya" ke gereja di mana, sambil membungkuk, dia akan tetap berdoa, yang membuat umat paroki takjub. Akan tetapi kondisinya semakin memburuk hingga gerakan sekecil apapun akan membuatnya kesakitan. Sejak tanggal 14 April 1924 hingga akhir hayatnya ia lumpuh total dan tetap terbaring di atas pembaringan. Ia beberapa kali berada di ambang maut dan menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
Setelah beberapa tahun berlalu, perlahan-lahan Alexandrina dapat melihat bahwa ia menerima panggilan istimewa untuk menjadi kurban bagi Tuhan. Semakin ia memahami panggilan hidupnya ini, semakin ia berpasrah dan bersukacita menerimanya. Ia lalu mempersembahkan diri kepada Tuhan sebagai jiwa yang berkurban demi pertobatan orang-orang berdosa. Penyerahan dirinya pada semua kehendak Tuhan membuatnya dikaruniai berbagai penampakkan Tuhan Yesus dan Hati Maria yang Tak Bernoda.
Karunia-karunia Rohani
Pada tanggal 20 November 1933, ia menerima penampakkan Tuhan Yesus didalam kamarnya sesaat setelah merayakan misa kudus bersama pembimbing rohaninya, padre Pinho, SJ. Saat ini kamar tersebut telah menjadi tujuan peziarah umat Katolik dari berbagai penjuru dunia.
Pada 6 September 1934, Alexandrina mengalami ekstasi rohani yang luar biasa, di mana suara Kristus yang penuh belas kasih mengundangnya untuk mendekati Hati-Nya yang Mahakudus dan ikut ambil bagian dalam dahsyatnya api derita penebusan-Nya. Dalam beberapa ekstasi rohani, Yesus mempercayakan kepada Alexandrina untuk menyebarluaskan pesan Santa Perawan Maria dari Fatima. Pada suatu pagi setelah menyambut Komuni kudus, Alexandrina mengalami ekstasi rohani dan kembali menerima penampakkan Tuhan Yesus yang berkata kepadanya :
“Dengan kasih yang engkau miliki bagi BundaKu Tersuci, katakanlah kepada pembimbing rohanimu bahwa sebagaimana Aku meminta Margareta Maria (Santa Margareta Maria Alacoque) berdevosi kepada Hati Ilahi-Ku, demikianlah Aku memintamu untuk mendorong penyerahan dunia kepada Hati BundaKu yang tak bernoda.”
Sejak hari itu, Alexandrina mempersembahkan dirinya sebagai kurban demi tercapainya tujuan ini. Pada bulan September 1936, padre Mariano Pinho SJ menyampaikan hal ini kepada Kardinal Eugenio Pacelli (kelak menjadi Paus Pius XII) dan enam tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 31 Oktober 1942, Paus Pius XII mempersembahkan dunia kepada Hati Maria yang Tak Bernoda dengan mempergunakan gelar-gelar seperti diwahyukan kepada Alexandrina : “Ratu Alam Semesta, Ratu Rosario Tersuci, Pengungsian Umat Manusia, Pemenang dalam Semua Pertempuran Allah.”
Sejak tanggal 3 Oktober 1938 hingga 27 Maret 1942, Alexandrina mengalami tiga jam “sengsara” Yesus setiap hari Jumat. Ia menerima rahmat mistik untuk mengalami dalam tubuh dan jiwanya sengsara Kristus di jam-jam terakhir hidup-Nya. Selama tiga jam ini kelumpuhannya lenyap. Dalam ekstase ia mampu bangun dari tempat tidur, dan mengalami kembali sengsara Kristus selama tiga jam dalam penderitaan jasmani dan rohani yang luar biasa.
Pada tanggal 27 Maret 1942, Alexandrina menerima karunia Inedia, yaitu hidup tanpa makanan apapun selain Ekaristi Kudus. Keadaan ini berlangsung selama tiga belas tahun tujuh bulan, sampai hari kematiannya. Dalam suatu ekstasi Yesus mengatakan kepada Alexandriana :
“Engkau tidak akan menyantap makanan lagi di dunia. Yang akan menjadi makananmu adalah Daging-Ku; yang akan menjadi darahmu adalah Darah Ilahi-Ku, yang akan menjadi hidupmu adalah Hidup-Ku. Engkau menerimanya dari-Ku bilamana Aku mempersatukan Hati-Ku dengan hatimu. Janganlah takut, puteri-Ku. Engkau tidak akan disalibkan lagi seperti di masa lalu.... Dan sekarang suatu pencobaan baru menantimu, yang akan menjadi yang paling menyakitkan dari semua. Tetapi, pada akhirnya Aku akan membawamu ke Surga dan Bunda Tersuci akan menemanimu.”
Salesian Awam
Pada tahun 1944, Alexandrina bertemu dengan padre Umberto Pasquale SDB, seorang imam Salesian yang kemudian menjadi pembimbing rohani dan penulis biografinya. Padre Pasquale menanyakan apakah Alexandrina bersedia membaktikan sebagian dari penderitaannya dan doa-doanya yang tak kunjung henti bagi keselamatan kaum muda. Alexandrina segera menyanggupi dan pada tanggal 26 Februari 1945, ia resmi menjadi anggota Association of Salesian Cooperators (ASC), atau Ordo ketiga Salesian (Salesian awam). Alexandria sangat bersuka-cita dan kepada segenap komunitas Salesian, Alexandrina menulis :
“Di atas segalanya, jadilah yang terkecil. Taat buta. Jangan pernah berdosa. Menderita dalam diam. Kasihilah Yesus. Kasih, hanya kasih! ”
Akhir Perjalanan
Sejak awal tahun 1955 kondisi kesehatan Alexandrina semakin memburuk. Pagi-pagi benar pada tanggal 13 Oktober 1955, pada peringatan 38 tahun penampakan terakhir Santa Perawan Maria di Fatima dan mukjizat matahari, Alexandrina menerima serangkaian penglihatan akan Hati Maria yang tak bernoda dengan lembut meyakinkannya, “Aku akan segera membawamu.” Melalui suatu cahaya putih ia mendengar Yesus berkata, “Engkau termasuk dalam bilangan para kudus-KU.” Dan juga suara Bapa yang kekal, “Inilah puteri Kita yang terkasih.”
Menjelang pukul 8 pagi, Alexandrina menyambut Komuni Kudus, komuninya yang terakhir, dengan kasih dan devosi yang berkobar. Kemudian, sementara keheningan kamar bergetar dengan sanak saudara, para imam dan para peziarah yang berdoa, Alexandrina menyampaikan kepada mereka dan kepada segenap umat manusia:
“Jangan berdosa. Kesenangan hidup ini tak bearti apapun. Sambutlkah Komuni, berdoalah Rosario setiap hari. Ini meringkas semuanya.”
Tengah hari, ia gemetar karena sukacita, “O, aku begitu bahagia, begitu bahagia, sebab akhirnya aku akan segera ke surga!” Mgr.Mendes berlutut disisi pembaringannya dan memimpin semua yang hadir berdoa bersama. Rasa sakitnya yang tiada henti, menyiksa Alexandrina hingga akhir hidupnya. Menjelang petang dengan sisa-sisa tenaganya ia mencium salib dan medali Santa Maria Bunda Berdukacita. “Selamat tinggal,” bisiknya nyaris tak kedengaran, “kita akan bertemu lagi di surga. Ya, di surga! Aku pergi ke surga… segera… sekarang!”
Pada tanggal 13 Oktober 1955, pukul 8.29 petang, jiwanya yang kudus kembali ke Rumah Bapa.
Beatifikasi
Dua tahun sesudah wafatnya, sebuah kapel kecil dibangun di atas makamnya. Pada tahun 1978 Jenazah Alexandrina disemayamkan dalam Gereja Paroki Santa Eulalia Balazar hingga hari ini.
Pada tanggal 12 Januari 1996, Alexandrina dimaklumkan sebagai Venerabilis oleh Paus Santo Yohanes Paulus II. Delapan tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 25 April 2004, Alexandrina di Beatifikasi oleh Paus yang sama. Pestanya dirayakan sesuai hari kematiannya pada tanggal 13 Oktober.
Semasa hidupnya, Alexandrina telah menubuatkan bahwa tubuhnya akan menjadi abu, tanpa mengalami pembusukan. Dan demikianlah yang terjadi. Saat makamnya dibuka tidak ditemukan tubuh ataupun tulang-belulang, hanya abu. Abu sisa-sisa tubuh Alexandrian ini pada kesempatan-kesempatan tertentu memancarkan harum surgawi (osmogenisia) yang sama seperti yang biasa terpancar dari tubuh Alexandrina semasa hidupnya.(qq)
Arti nama
Variasi bentuk Feminim dari nama Latin : Alexander.
Alexander berasal dari nama Yunani Αλεξανδρος (Alexandros), yang berarti "Sang Pembela, Sang Penolong "
Diturunkan dari kata Yunani : αλεξω (alexo) = "membela, menolong" dan ανηρ (aner) = "Orang, Lelaki" (genitive ανδρος).
Santa Eustokia OSB
Eustokia lahir sebagai anak haram seorang suster yang tergoda. Ia sering sakit dan kerasukan roh jahat. Tetapi karena berpegang teguh pada kerahiman Tuhan, lagi pula sangat sabar dan taat pada bimbingan bapa pengakuannya, suster di Padua, Italia ini menjadi suci. Jenazahnya tetap utuh sampai sekarang. Ia meninggal dunia pada tahun 1469.
Santo Eduardus
Eduardus lahir di Islip Oxford, sebuah kota terkenal di Inggris kira-kira pada tahun 1004. Ayahnya, Ethelred, terhitung sebagai salah satu Raja Inggris yang tersohor namanya, sedang ibunya, Emma, adalah Ratu Normandia, Prancis Barat. Semenjak kecil, ia dididik di sekolah biara. Oleh pendidikan para biarawan itu, ia berkembang menjadi seorang putera raja yang berhati mulia, berbakti kepada Allah dan sesama, terutama rakyat kecil. Ketika berusia 10 tahun, ia lari ke tanah air ibunya, karena percobaan pembunuhan atas dirinya oleh bangsa Denmark yang menyerang Inggris. Di sana ia tinggal bersama pamannya, seorang panglima di Normandia, Prancis Barat. Di Normandia, ia tetap hidup suci dan menunjukkan sikap hidup yang terpuji di tengah-tengah segala kejahatan bangsa Normandia. Sebuah ungkapannya yang terkenal ialah: "Lebih baik saya kehilangan kerajaan daripada memperolehnya dengan darah dan pembunuhan."
Sepeninggal saudaranya Hardecanute, Eduardus terpilih mengganti sebagai raja pada tahun 1042. Sebetulnya ia sendiri tidak suka menjadi raja, tetapi rakyat sangat mencintainya dan mendesak dia menjadi raja. Ia menerima jabatan itu dengan penuh pengorbanan dan tanggungjawab. Sebagai raja ia berusaha keras meniadakan semua kesan permusuhan, memperhatikan nasib kaum miskin dan rakyat kecil dan membantu perkembangan Gereja. Untuk menyemarakkan lagi penghayatan iman umat ia merombak semua kuil menjadi gereja bagi upacara-upacara suci. Walaupun ia mempunyai istri, namun ia hidup penuh pantang bersama Edith istrinya. Perhatiannya kepada para miskin begitu besar sehingga ia dijuluki 'Bapa Kaum Miskin'.
Dalam Gereja, ia dikenal sangat berjasa. Ia mendirikan banyak gereja dan berusaha meningkatkan semangat iman umat. Ia sendiri rajin mengikuti Kurban Misa meskipun banyak kesibukannya. Ia mendirikan biara Westminster. Orang menjuluki dia 'The Confessor' artinya 'Pengaku Iman'. Ia sangat membantu Gereja dalam menyebarkan ajaran Kristen. Ia wafat pada tanggal 13 Oktober 1066. Tahun 1617 dinyatakan sebagai 'santo'; dua tahun kemudian jenazahnya dipindahkan ke biara Westminster oleh Santo Thomas Becket.
Santo Geraldus
Santo Geraldus atau santo Gerald berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ayahnya yang juga bernama Geraldus, adalah Count of Aurillac, dan ibunya adalah Santa Adeltrude (Adeltrude of Aurillac, pesta : 14 November). Santo Geraldus memiliki fisik yang lemah. Ia sering sakit-sakitan sehingga ia akhirnya menjadi buta.
Setelah kematian ayahnya, Geraldus menggantikannya menjadi Count of Aurillac. Dikemudian hari, ia melepaskan jabatan tersebut, menjual semua harta bendanya dan mempersembahkan hidupnya untuk melayani sesama dalam nama Yesus. Meskipun ia tidak bergabung dengan konggregasi atau Ordo religius tertentu, namun ia hidup selibat, bermati-raga setiap hari dan selalu mengucapkan doa brevir sebagaimana layaknya seorang biarawan.
Geraldus juga mendirikan sebuah biara dan gereja di tanah keluarganya di Aurillac. Di gereja inilah kelak ia dimakamkan setelah meninggal dunia pada tanggal 13 Oktober, mungkin di tahun 909.
Santo Geraldus adalah contoh dari bangsawan Kristen yang kudus di abad pertengahan. Ia dinyatakan Gereja sebagai santo pelindung bagi para bangsawan, para bujangan dan para orang cacat. Kisah hidupnya kelak ditulis oleh santo Oddo, abbas biara Benediktin di Cluny. Hari pestanya ditetapkan pada setiap tanggal 13 Oktober sesuai dengan hari kematiannya.
Arti nama
Geraldus adalah nama Jermanik yang berarti : "Rule of the Spear" (bahasa kiasan untuk menyebut seorang Pemimpin atau Jenderal. Berasal dari masa dimana peperangan masih menggunakan tombak).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari