Doa Katolik
Doa Hari Ini

Selasa XXVII Masa Biasa

Selasa, 6 Oktober 2037· Hijau · Pekan Psalterium III
6 Oktober 2037

Bacaan Misa

Selasa XXVII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu." Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Mazmur Tanggapan

Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Bacaan Injil

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Invitatorium

Selasa XXVII Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Ibadat Bacaan

Selasa XXVII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami untuk tahun-tahun mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah berdiam dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu saja,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum bukit-bukit berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Untuk tahun-tahun tak berkesudahan tetap sama.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan petang yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami untuk tahun-tahun mendatang,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Biarlah Allah bangkit, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Mazmur 67 (68)

Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya

Naik ke tempat tinggi Ia membawa tawanan-tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).

I
Biarlah Allah bangkit, biarlah musuh-musuh-Nya tercerai-berai.

Biarlah mereka yang membenci-Nya lari dari hadapan-Nya.

Seperti asap ditiup, demikianlah mereka akan ditiup;

seperti lilin yang meleleh di hadapan api,

demikianlah orang fasik akan binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang benar akan bersukacita di hadapan Allah,

mereka akan bersorak-sorai dan menari dengan gembira.

Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya;

buatlah jalan raya bagi Dia yang berkendara di atas awan-awan.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, bersorak-sorailah di hadapan-Nya.
Bapa bagi anak yatim, pembela bagi janda,

demikianlah Allah di tempat kudus-Nya.

Allah memberi tempat tinggal bagi orang yang kesepian;

Ia memimpin para tawanan keluar menuju kebebasan:

tetapi para pemberontak harus tinggal di tanah yang kering.
Ketika Engkau keluar, ya Allah, di kepala umat-Mu,

ketika Engkau berbaris melintasi padang gurun, bumi bergetar:

langit meleleh di hadapan Allah,

di hadapan Allah, Allah Israel.
Engkau mencurahkan, ya Allah, hujan yang melimpah:

ketika umat-Mu kelaparan Engkau memberi mereka hidup baru.

Di sanalah umat-Mu menemukan tempat tinggal,

dipersiapkan dalam kebaikan-Mu, ya Allah, bagi orang miskin.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBiarlah Allah bangkit, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Antifon 2Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

II
Tuhan memberi firman kepada para pembawa kabar baik:

“Yang Mahakuasa telah mengalahkan pasukan yang tak terhitung jumlahnya

dan raja-raja serta pasukan-pasukan sedang melarikan diri, melarikan diri

sementara kamu beristirahat di antara kandang domba.”
Di rumah para wanita sudah berbagi rampasan.

Mereka ditutupi perak seperti sayap merpati,

bulu-bulunya berkilauan dengan emas yang bersinar

dan permata berkilauan seperti salju di Gunung Zalmon.
Gunung-gunung Basan adalah gunung-gunung yang perkasa;

gunung-gunung yang tinggi puncaknya adalah gunung-gunung Basan.

Mengapa kamu memandang dengan iri, hai gunung-gunung yang tinggi puncaknya,

pada gunung tempat Allah telah memilih untuk berdiam?

Di sanalah Tuhan akan berdiam selama-lamanya.
Kereta-kereta Allah adalah ribuan kali ribuan.

Tuhan telah datang dari Sinai ke tempat kudus.

Engkau telah naik ke tempat tinggi; Engkau telah membawa tawanan,

menerima manusia sebagai upeti, ya Allah,

bahkan mereka yang memberontak, ke dalam kediaman-Mu, ya Tuhan.
Terpujilah Tuhan hari demi hari.

Ia menanggung beban kita, Allah penyelamat kita.

Allah kita ini adalah Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Allah kita memegang kunci-kunci maut.

Dan Allah akan memukul kepala musuh-musuh-Nya,

mahkota mereka yang bertekun dalam dosa-dosa mereka.
Tuhan berkata: “Aku akan membawa mereka kembali dari Basan;

Aku akan membawa mereka kembali dari kedalaman laut.

Maka kakimu akan menginjak darah mereka

dan lidah anjing-anjingmu akan mengambil bagian mereka dari musuh.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAllah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

Antifon 3Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, bermazmurlah untuk menghormati Tuhan.

III
Mereka melihat prosesi khidmat-Mu, ya Allah,

prosesi Allahku, Rajaku, ke tempat kudus:

para penyanyi di depan, para musisi di belakang,

di antara mereka, gadis-gadis membunyikan rebana mereka.
“Dalam perkumpulan-perkumpulan meriah, pujilah Tuhan;

pujilah Allah, hai kamu sekalian anak-anak Israel.”

Di sana ada Benyamin, yang terkecil dari suku-suku, di depan,

para pangeran Yehuda, kerumunan yang perkasa,

para pangeran Zebulon, para pangeran Naftali.
Tunjukkanlah, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,

kekuatan-Mu, ya Allah, yang telah Engkau tunjukkan bagi kami.

Demi bait-Mu yang tinggi di Yerusalem

semoga raja-raja datang kepada-Mu membawa upeti mereka.
Ancamlah binatang buas yang tinggal di alang-alang,

gerombolan orang-orang perkasa dan para penguasa bangsa-bangsa.

Biarlah mereka membungkuk menawarkan perak.

Sebarkanlah bangsa-bangsa yang senang berperang.

Para pangeran akan datang dari Mesir:

Etiopia akan mengulurkan tangannya kepada Allah.
Kerajaan-kerajaan bumi, bernyanyilah bagi Allah, pujilah Tuhan

yang berkendara di atas langit, langit purba.

Ia mengguntur dengan suara-Nya, suara-Nya yang perkasa.

Marilah, akuilah kuasa Allah.
Kemuliaan-Nya ada pada Israel; kekuatan-Nya ada di langit.

Allah harus ditakuti di tempat kudus-Nya.

Ia adalah Tuhan, Allah Israel.

Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya.
Terpujilah Allah!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Raja alam semesta, Engkau telah memberi kami sukacita dalam santapan kudus-Mu. Tolonglah kami untuk memahami makna kematian-Mu dan untuk mengakui Engkau sebagai penakluk maut yang duduk di sebelah kanan Bapa.

AntifonKerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, bermazmurlah untuk menghormati Tuhan.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.

Bacaan Pertama

Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi

1:27-2:11

Nasihat untuk meneladani Kristus
Hiduplah sesuai dengan Injil Kristus. Jika kamu melakukannya, baik aku datang dan melihatmu sendiri atau mendengar tentang perilakumu dari jauh, akan jelas bahwa kamu berdiri teguh dalam kesatuan roh dan berusaha dengan satu hati untuk iman Injil. Janganlah gentar oleh lawan-lawanmu dalam situasi apa pun. Perlawanan mereka menandakan kejatuhan bagi mereka, tetapi keselamatan bagimu. Semua ini adalah seperti yang Allah kehendaki, sebab adalah hak istimewamu untuk mengambil bagian Kristus—tidak hanya percaya kepada-Nya tetapi juga menderita bagi-Nya. Perjuanganmu sama dengan perjuanganku, yang dahulu kamu lihat aku terlibat di dalamnya dan sekarang kamu dengar aku terperangkap di dalamnya.
Demi dorongan yang kamu berutang kepadaku dalam Kristus, demi penghiburan yang dapat diberikan oleh kasih, persekutuan dalam roh, belas kasihan, dan iba, aku memohon kepadamu: genapilah sukacitaku dengan kebulatan hatimu, memiliki satu kasih, bersatu dalam roh dan cita-cita. Jangan pernah bertindak karena persaingan atau kesombongan; sebaliknya, biarlah semua pihak dengan rendah hati menganggap orang lain lebih unggul dari diri mereka sendiri, masing-masing kamu memperhatikan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri. Sikapmu haruslah seperti Kristus:
Meskipun Ia dalam rupa Allah,

Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah

sebagai sesuatu yang harus dipertahankan.
Sebaliknya, Ia mengosongkan diri-Nya

dan mengambil rupa seorang hamba,

lahir dalam rupa manusia.
Ia dikenal sebagai manusia,

dan demikianlah Ia merendahkan diri-Nya,

dengan taat menerima bahkan kematian,

kematian di kayu salib!
Karena ini,

Allah sangat meninggikan Dia

dan menganugerahkan kepada-Nya nama

di atas setiap nama lain,
Sehingga pada nama Yesus

setiap lutut harus bertelut

di surga, di bumi,

dan di bawah bumi,

dan setiap lidah mengaku

untuk kemuliaan Allah Bapa:

YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN!

Responsorium 1 Petrus 2:24; Ibrani 2:14; lihat 12:1

Kristus menanggung dosa-dosa kita di kayu salib agar kita mati terhadap dosa dan hidup dalam kekudusan.

℟ Melalui kematian-Nya Ia mematahkan kuasa iblis, pangeran maut.
Iman kita bersandar pada Yesus, yang menanggung salib demi sukacita yang terbentang di hadapan-Nya.

℟ Melalui kematian-Nya Ia mematahkan kuasa iblis, pangeran maut.
Bacaan Kedua

Dari surat kepada jemaat di Filipi oleh Santo Polikarpus, uskup dan martir

Yesus telah memberi kita teladan pribadi
Para presbiter harus bersimpati dan berbelas kasihan kepada semua orang, membawa kembali mereka yang tersesat, mengunjungi orang sakit; mereka tidak boleh mengabaikan janda dan yatim piatu, atau orang miskin, selalu menyediakan apa yang baik di mata Allah dan manusia. Mereka harus sepenuhnya menahan diri dari kemarahan, rasa hormat manusia dan prasangka; ketamakan harus sepenuhnya asing bagi mereka. Mereka juga tidak boleh terburu-buru mempercayai sesuatu yang dikatakan terhadap orang lain, atau terlalu keras dalam menghakimi orang lain, karena mereka tahu bahwa kita semua berutang karena dosa.
Jika demikian, kita berdoa kepada Tuhan untuk mengampuni kita, kita harus pada gilirannya mengampuni. Sebab kita hidup di bawah pengawasan Tuhan dan Allah kita, dan kita semua harus berdiri di hadapan takhta pengadilan Allah, masing-masing untuk mempertanggungjawabkan dirinya sendiri. Marilah kita melayani Allah dengan takut dan gentar. Perintah Tuhan juga adalah perintah para rasul yang memberitakan Injil kepada kita, belum lagi para nabi yang menubuatkan kedatangan Tuhan. Ketaatan kita terhadap apa yang baik haruslah teliti, menghindari apa pun yang dapat menyebabkan orang lain tersandung; kita harus menjauhi saudara-saudara palsu dan mereka yang mengambil nama Tuhan secara munafik dan menyesatkan orang yang tidak waspada.
Sebab siapa pun yang tidak mengakui bahwa Yesus telah datang dalam daging adalah antikristus. Dan siapa pun yang menolak mengakui kesaksian salib adalah dari iblis. Siapa pun yang memutarbalikkan perkataan Tuhan untuk memenuhi keinginannya sendiri dan menyangkal bahwa ada kebangkitan atau penghakiman adalah anak sulung Setan. Jadi marilah kita meninggalkan kebodohan orang banyak dan ajaran palsu mereka, dan kembali kepada ajaran yang telah diturunkan kepada kita sejak awal. Kita harus waspada dalam doa, tekun dalam puasa; dan dalam doa-doa kita, marilah kita memohon kepada Allah, yang melihat segalanya, agar tidak membawa kita ke dalam pencobaan. Seperti yang telah dikatakan Tuhan: Roh memang penurut, tetapi daging lemah.
Maka marilah kita bertekun dalam janji kebenaran kita dan dalam harapan kita, yaitu dalam Kristus Yesus. Di mulut-Nya tidak ditemukan sedikit pun kesalahan; Ia tidak melakukan dosa namun menanggung dosa-dosa kita dalam tubuh-Nya sendiri di kayu. Sebaliknya, Ia menanggung segalanya demi kita agar kita dapat hidup di dalam-Nya. Marilah kita meniru ketekunan-Nya; jika kita harus menderita karena nama-Nya, marilah kita memberikan kemuliaan itu kepada-Nya. Sebab inilah teladan pribadi yang telah Ia berikan kepada kita, inilah objek iman kita.

Responsorium (Roma 12:17; 2 Korintus 6:3; Kisah Para Rasul 24:15,16)

Kita harus peduli untuk menjalani hidup yang terhormat, tidak hanya di hadapan Allah tetapi di hadapan semua manusia.

Janganlah kita pernah memberi cela kepada siapa pun

℟ agar pelayanan kita tidak dicela.
Aku percaya kepada Allah dan aku berusaha untuk menjaga hati nurani yang bersih di hadapan Allah dan manusia.

℟ Agar pelayanan kita tidak dicela.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang menyatakan kuasa-Mu yang mahakuasa di atas segalanya

dengan mengampuni dan menunjukkan belas kasihan,

limpahkanlah, kami mohon, rahmat-Mu dengan berlimpah kepada kami

dan jadikanlah mereka yang bergegas untuk mencapai janji-janji-Mu

ahli waris harta surgawi.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Selasa XXVII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus. Amin.

Antifon 1Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.

Mazmur 84 (85)

Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan,*
dan memulihkan nasib Yakub.

Engkau telah memaaafkan kesalahan umatMu,*
dan mengampuni segala dosa mereka.

Engkau telah menarik kembali rasa geramMu,*
dan meredakan nyala murkaMu.

Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,*
dan hentikanlah rasa jengkel terhadap umatMu!

Untuk selamanyakah Engkau murka terhadap kami,*
dan melanjutkan amarahMu turun-temurun?

Tidak maukah Engkau menghidupkan kami kembali,*
sehingga umatMu bersukacita karena Engkau?

Perlihatkanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
dan berilah kami keselamatanMu.

Aku mau mendengarkan firman Tuhan,*
Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umatNya;

kepada orang yang dikasihiNya,*
yang kembali percaya kepadanya.

Sungguh, keselamatan Tuhan dekat pada orang yang takwa,*
dan kemuliaanNya diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu,*
keadilan dan keselamatan akan berpelukan.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,*
dan keadilan akan turun dari langit.

Tuhan akan mencurahkan hujan,*
dan tanah kita akan menghasilkan panenannya.

Keadilan akan berjalan di hadapanNya,*
dan keselamatan akan mengikuti jejakNya.

Antifon 1Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.

Antifon 2Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Yes 26,1-12

Kita mempunyai kota yang kuat,+
Tuhan mendirikan tembok dan benteng,*
untuk melindungi kita.

Bukalah pintu gerbang, agar masuklah bangsa yang jujur,*
bangsa yang tetap setia.

Tuhan, dengan teguh Engkau memelihara keselamatan,*
karena umatMu percaya padaMu.

Percayalah kepada Tuhan untuk selama-lamanya,*
sebab Tuhanlah wadas yang kekal.

Jalan orang jujur lurus,*
Engkau merintis jalan lurus baginya.

Biarpun Engkau menghakimi kami,+
kami berharap padaMu, ya Tuhan,*
dan memuji namaMu itulah hasrat hati kami.

Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam,*
dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Bila Engkau datang menghakimi bumi,*
para penduduk dunia mengalami keadilan.

Ya Tuhan, Engkau akan menganugerahkan keselamatan kepada kami,*
sebab Engkaulah yang menyelesaikan segala pekerjaan kami.

Antifon 2Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Antifon 3Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Antifon 3Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.

Bacaan Singkat (1Yoh 4,14-15)

Kita telah melihat dan memberi kesaksian, bahwa Bapa telah mengutus PuteraNya untuk menyelamatkan dunia. Barang siapa mengakui Yesus sebagai Putera Allah, Allah tinggal di dalamnya dan ia tinggal dalam Allah.

Lagu Singkat

℣.Allahku, Engkau penolongku,* PadaMu aku berharap.℟.Allahku.℣.Engkaulah pelindung dan pembebasku.℟.PadaMu aku berharap.℣.Kemuliaan.℟.Allahku.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.

Doa Permohonan

Dengan darahNya Kristus telah memperoleh bagi diriNya suatu umat yang baru. Marilah kita menyembah Dia dan berdoa kepadaNya dengan rendah hati:

℟. Ingatlah akan umatMu, ya Tuhan.

Raja dan penebus kami, dengarkanlah umatMu yang memuji Engkau pada permulaan hari ini,* ajarilah kami meluhurkan Dikau, ya Raja mahamulia. ℟.

Engkaulah harapan dan keteguhan kami, padaMu kami percaya,* dan kami takkan dipermalukan. ℟.

Perhatikanlah kelemahan kami dan datanglah cepat untuk membantu kami,* karena tanpa Engkau kami tak berdaya seditipun. ℟.

Ingatlah akan orang yang papa dan yang sendirian, agar hari baru ini jangan menjadi beban bagi mereka,* melainkan hiburan dan sukacita. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, segala kebaikan dan setiap keindahan Kauciptakan dalam cinta kasihMu. Semoga kami memulai hari ini dengan sukacita dan mengisinya dengan usaha cinta kasih bagiMu dan bagi semua saudara kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Selasa XXVII Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 22, 3)

Beginilah firman Tuhan: Lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini!

Ayat Singkat

℣.Tuhan akan menghakimi dunia dengan keadilan.℟.Ia mengadili bangsa-bangsa dengan kejujuran.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Selasa XXVII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.

Mazmur 118 (119),97-104

Betapa besar cintaku kepada hukumMu,*
aku merenungkannya sepanjang hari.

Aku menjadi lebih bijaksana dari pada musuhku,*
sebab perintahMu selalu ada padaku.

Aku lebih arif dari pada semua pengajarku,*
sebab aku merenungkan sabdaMu.

Aku lebih berbudi dari pada orang-orang tua,*
sebab aku berpegang pada perintahMu.

Aku tidak melangkahkan kaki ke jalan kejahatan,*
agar firmanMu tetap kupegang.

Aku tidak menyimpang dari ketetapanMu,*
sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Betapa manisnya janjiMu bagiku,*
melebihi madu di mulutku.

Aku menimba pengertian dari titahMu,*
maka aku benci akan segala kebohongan.

Antifon 1Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.

Antifon 2Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.

Mazmur 73 (74) I

Ya Allah, mengapa Kaubuang kami untuk selamanya?*
Mengapa murkaMu bernyala terhadap domba gembalaanMu?

Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala,+
yang Kautebus menjadi bangsa milik pusakaMu,*
ingatlah akan gunung Sion yang Kaudiami.

Pulihkanlah bangsaMu dari reruntuhan puing,*
tempat kudus telah dimusnakan musuh.

LawanMu berbuat huru-hara dalam rumahMu,*
dan memancangkan ratusan panji.

Mereka memasang api pada pintu gerbang,*
dan merusak ukiran-ukiran dengan kapak.

Mereka merobohkan semua pintu,*
dan menghancurkannya berkeping-keping dengan kapak dan beliung.

Mereka membumihanguskan rumahMu yang kudus,*
dan menajiskan kediamanMu.

Mereka berkata dalam hati,+
"Marilah kita basmi bangsa ini sekaligus,*
dan semua rumah ibadat di seluruh negeri".

Tiada mukjizat lagi bagi kami, tiada nabi,*
tak seorangpun tahu, masih berapa lama.

Ya Allah, masih berapa lama lawan itu menghina,*
dan musuh menghojat namaMu terus-menerus?

Mengapa Engkau menarik kembali tanganMu,*
mengapa Engkau berpangku tangan saja?

Ya Allah, hancurkanlah raja-raja dari timur,*
rebutlah kemenangan di Yerusalem.

Antifon 2Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.

Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.

Mazmur 73 (74) II

Engkaulah yang membelah laut dengan kekuasaanMu,*
dan memecahkan kepala naga di atas permukaan air.

Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Leviatan,*
dan menjadikanya mangsa binatang gurun pasir.

Engkaulah yang membuka mata air dan sungai,*
Engkaulah yang mengeringkan bengawan-bengawan purba.

MilikMulah siang, dan milikMulah malam,*
Engkaulah yang menempatkan bulan dan matahari.

Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi,*
musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuatnya.

Ingatlah, musuh menghina Engkau, ya Tuhan,*
suatu bangsa yang dungu menghojat namaMu.

Jangan serahkan umatMu kepada binatang buas,*
jangan lupakan selamanya bangsaMu yang tertindas.

Ingatlah akan rumahMu, karena kotaMu diliputi kegelapan,*
dan seluruh negeri penuh kekerasan.

Jangan mengecewakan pengharapan orang tertindas,*
semoga orang yang miskin dan malang memuji namaMu.

Bangkitlah, Allah, belalah perkaraMu,*
ingatlah bahwa orang dungu menghina Engkau sepanjang hari.

Jangan melupakan teriakan para lawanMu,*
pekik para musuhMu yang makin meningkat.

Antifon 3Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.

Bacaan singkat Ul 15,7-8

Andaikata salah seorang saudara yang tinggal di kota tempat kediamanmu jatuh miskin, maka janganlah kautegarkan hatimu dan jangan kaututup tanganmu terhadapnya. Tetapi bukalah tanganmu bagi saudaramu yang miskin, dan berilah pinjaman kepadanya sekadar keperluannya.

℣.Ya Tuhan, dengarkanlah ratapan orang miskin.℟.Arahkanlah perhatianMu dan condongkanlah telingaMu.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Selasa XXVII Masa Biasa

Pekan III Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Prv 22, 22-23)

Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang. Sebab Tuhan membela perkara mereka, dan mengambil nyawa orang yang merampasi mereka.

Ayat Singkat

℣.Tuhan akan melepaskan orang miskin yang tak punya penolong.℟.Dan menyelamatkan jiwa orang miskin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Selasa XXVII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Bapa yang mahakuasa
Senja hari sudah tiba
Dengarkanlah madah kami
Pengungkapan isi hati.

Hati dan suara kami
Bersatu padu memuji
Cinta kami kepadaMu
Tetaplah teguh selalu.

Bila malam jadi gelap
Jangan iman hilang lenyap
S'moga malam diterangi
Sinar iman yang sejati.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan melindungi umatNya

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion,*
tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.

Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+
demikianpun Tuhan melindungi umatNya,*
sekarang dan selama-lamanya.

Orang berdosa takkan bertahan,+
menguasai tanah pusaka orang jujur,*
asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.

Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*
dan kepada orang yang tulus hati.

Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+
hendaknya dienyahkan Tuhan,*
bersama orang yang melakukan kejahatan.

Antifon 1Tuhan melindungi umatNya

Antifon 2Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Mazmur 130 (131)

Tuhan, hatiku tidak angkuh,*
dan mataku tidak memandang dengan sombong.

Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu muluk,*
yang melampaui kemampuanku.

Tetap aku berusaha, agar hatiku tenang dan tenteram,+
seperti bayi di pangkuan ibunya,*
seperti bayilah ketenangan jiwaku.

Berharaplah akan Tuhan, hai Israel,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Bacaan Singkat (Rom 12,9-12)

Kasihmu janganlah pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mencintai sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah kegiatanmu berkurang, hendaknya semangatmu bernyala-nyala. Layanilah Tuhan, bersukacitalah dalam pengaharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.

Lagu Singkat

℣.SabdaMu kekal abadi, ya Tuhan,* Teguh dan tidak berubah.℟.SabdaMu.℣.KebenaranMu tinggal sepanjang masa.℟.Teguh dan tidak berubah.℣.Kemuliaan.℟.SabdaMu.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungHatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.

Doa Permohonan

Allah meneguhkan umatNya dalam pengharapan. Sebab itu marilah kita dengan hati gembira berseru:

℟. Engkaulah harapan umatMu, ya Tuhan.

Kami bersyukur kepadamu, ya Tuhan, sebab dalam Kristus Engkau telah memperkaya kami dalam segala hal,* dalam segala macam perkataan dan pengetahuan. ℟.

Allah, Engkau menguasai hati orang yang memerintah, berikanlah kebijaksanaan kepada para pemimpin negara,* supaya mereka mengambil kebijaksanaan sesuai dengan keinginan hatiMu. ℟.

Engkau mengurniakan kecakapan kepada para seniman untuk mengungkapkan kemuliaan dan keindahanMu,* sinarilah kiranya dunia ini dengan harapan dan kegembiraan berkat karya seni mereka. ℟.

Engkau tidak membiarkan kami diuji melampaui batas kesanggupan kami,* maka kuatkanlah yang lemah, dan bangunkanlah yang jatuh. ℟.

Dengan perantaraan PuteraMu Engkau telah berjanji bahwa manusia pada hari terakhir akan bangkit kepada kehidupan,* janganlah lupakan orang yang sudah meninggal dunia. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga pujian sore ini naik ke hadapanMu, dan berkatMu turun ke atas kami. Bantulah dan selamatkanlah kami sekarang ini dan selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Selasa XXVII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Beata Marie Rose Durocher

Biarawati · 1811-1849

Eulalie Durocher dilahirkan pada tahun 1811 di Quebec, Kanada. Ia adalah anak kesepuluh dari sebelas bersaudara. Ibunya meninggal dunia ketika ia berusia delapanbelas tahun. Saudaranya, seorang imam di sebuah paroki di Beloeil, membawa adiknya ini ke parokinya. Di sana, Eulalie melaksanakan karya kerasulan awam. Ia dipercaya mengurus keperluan rumah tangga bagi saudaranya, sang imam. Ia juga memulai persekutuan doa paroki yang pertama di Kanada. Tigabelas tahun lamanya terlibat dalam kehidupan Gereja dan paroki mempersiapkan jalan baginya untuk suatu karya istimewa bagi Tuhan.

Pada tahun 1843, ketika Eulalie berusia tigapuluh dua tahun, uskup Montreal memintanya untuk memulai suatu misi khusus. Eulalie memulai suatu ordo religius yang baru bagi para perempuan, yang dinamai Suster-suster dari Nama Kudus Yesus dan Maria. Karya khusus mereka bagi Yesus adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak yang paling miskin dan terabaikan. Eulalie menjadi Moeder Marie Rose. Yang lainnya mengikuti jejak perempuan yang murah hati ini. Mereka juga percaya akan pentingnya pendidikan anak-anak demi kasih kepada Yesus.

Moeder Marie Rose hidup hanya enam tahun lamanya sesudah ia memulai kongregasinya. Namun demikian, pastilah ia terus membantu para biarawatinya dari surga sebab komunitasnya terus bertumbuh dan bahkan membuka biara-biara baru. Mereka memulai karya misi di Amerika juga. Mereka pergi ke Oregon pada tahun 1859. Sekarang, Suster-suster dari Nama Kudus Yesus dan Maria tersebar di seluruh penjuru dunia.

Moeder Marie Rose Durocher dimaklumkan sebagai “Beata” oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 23 Mei 1982

Santa Fe

Martir · wafat ± 287

Santa Fe (Fides, Foy, Faith) adalah seorang perawan dan martir dari kota Agen - Aquitaine (sekarang wilayah Perancis). Ketika Kaisar Diokletianus mulai menganiaya umat Kristiani, ia bersama Santa Albertha ditangkap dan dipenjarakan karena iman Kristiani mereka.

Mereka lalu ditawari kebebasan apabila mau menyangkal Tuhan Yesus dan mempersembahkan korban bagi dewa - dewi pagan Romawi. Tawaran ini ditolaknya. Dengan tegas Santa Fe menyatakan bahwa ia tidak akan melakukan kekejian tersebut. Karena itu ia pun disiksa sampai mati dengan cara dipanggang diatas bara api.

Kisah kemartiran Santa Fe disebutkan terjadi pada tahun 287 atau 290, sementara tradisi lain menyebutkan berlangsung pada awal tahun 303 saat terjadi penganiayaan besar-besaran atas umat Kristiani oleh Kaisar Diokletianus.

Nama perawan dan martir kudus ini sering secara keliru disebut sebagai Santa Pelindung dari kota “Santa Fe” di Amerika Serikat. Kenyataannya, kedua nama ini sama sekali tidak ada hubungannya. Nama "Santa Fe" ibukota Negara bagian New Mexico Amerika Serikat berasal dari nama : "Villa Real de la Santa Fe de San Francisco de Asis," (Royal Village of the Holy Faith of St. Francis of Assisi. -Inggris) yang kemudian disingkat menjadi Santa Fe.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Iman, Keyakinan, Kepercayaan

Santa Maria Fransiska dari Lima Luka Yesus

Biarawati · 1715-1791

Anna Maria Rosa Gallo, demikianlah nama Santa Maria Fransiska dari Lima Luka Yesus ketika dibaptis. Ia lahir di Napoli - Italia pada tahun 1715, dari sebuah keluarga yang biasa-biasa saja. Ayahnya bernama Francesco Gallo, seorang yang tamak dan pemarah, dan Ibunya bernama Barbara Basinsin, seorang wanita katolik yang saleh dan penuh kelembutan. Ketika Anna Maria masih berada dalam kandungan, ibu Barbara bertemu dengan Santo Yohanes Yosef dari Salib, seorang mistikus Fransiskan yang waktu itu hidup di Napoli. Mistikus suci ini menenangkan hati ibu Barbara dan menganjurkan supaya anak itu yang didalam kandungannya itu dipelihara dengan khusus, karena kelak ia akan menjadi seorang yang sangat kudus dan dianugerahi Tuhan dengan karunia yang luar biasa.

Maria Fransiska belum berumur empat tahun ketika dia sudah dapat melewatkan berjam-jam dalam doa. Kadang-kadang dia pun bangun pada malam hari untuk maksud itu. Sedemikian besarlah kerinduannya untuk mengetahui kebenaran-kebenaran Iman Katolik, sehingga seorang malaikat menampakkan diri padanya dan secara teratur mengajarinya. Belum sampai dia mencapai umur tujuh tahun, dia sudah ingin menyambut Komuni Suci. Pastornya terheran-heran akan pengetahuan imannya, juga akan keinginannya yang berkobar-kobar menyambut Roti Surgawi itu. Dan pastor pun merasa dirinya tidak dapat menolak untuk memberikan keistimewaan itu pada Maria Fransiska. Benarlah, tidak lama kemudian Maria Fransiska diizinkan untuk menyambut Komuni setiap hari.

Sementara itu, kendati secara fisik dia masih sangat lemah, namun santa yang kecil itu sudah bermanfaat bagi orang tuanya dengan jalan memberikan bantuan dalam pekerjaan mereka. Ayahnya, seorang perajin penganyam tali emas, ingin supaya anaknya itu membantunya sesegera mungkin. Didapatinya bahwa Maria Fransiska tidak hanya sangat bersedia, tetapi juga orang yang paling cekatan dalam pekerjaan ini.

Ketika Maria Fransiska berumur 16 tahun, seorang pemuda bangsawan yang kaya-raya melamarnya pada ayahnya. Merasa mendapat durian runtuh, Francesco dengan segera mengabulkannya. Namun ketika dia mengatakan hal itu kepada Maria Fransiska, dia terkejut karena mendengar puterinya, yang selama ini tidak pernah melawan keinginannya, menolak lamaran pemuda bangsawan tersebut dan menyatakan niatnya yang sungguh-sungguh untuk hidup suci dan mempertunangkan diri dengan Yesus Kristus Sang Pengantin Surgawinya. Maria Fransiska juga memohon izin ayahnya untuk menjadi seorang Tertiaris Fransiskan.

Penolakkan ini membuat Francesco sedemikian marahnya, sampai-sampai dia mengambil seutas tali dan tanpa ampun mulai mencambukki tubuh puterinya yang lemah itu, sampai ibunya campur tangan. Lalu dia pun menguncinya dalam sebuah kamar. Maria Fransiska hanya diberi roti dan air dan tak seorang pun diizinkan berbicara dengannya.

Maria Fransiska merasakan dirinya beruntung dapat mempersembahkan kepada pengantin ilahinya itu pencobaan pertama dari kesetiannya. Dia menganggap pencobaan ini sebagai perayaan sebelum pernikahan. Penjelasan-penjelasan yang tulus dari seorang imam membuat ayahnya akhirnya menyadari bahwa dirinya telah bertindak keliru. Dia pun memberikan izin kepada puterinya mengenakan jubah Tertiaris dan melayani Tuhan sebagai seorang perawan-bakti di rumah, sebagaimana sudah biasa pada waktu itu.

Dipenuhi dengan kegembiraan suci, Maria Fransiska sekarang menerima jubah dan bersama dengan itu namanya ditambahi dengan “dari Lima Luka”. Namanya ini merupakan ramalan bagi hidupnya selanjutnya. Di rumah dia sangat menanggung penderitaan. Ayahnya tidak pernah dapat melupakan bahwa dia telah kehilangan seorang calon menantu dari kalangan bangsawan yang kaya. Ketika Tuhan menganugerahnya dengan rahmat-rahmat yang luar biasa - kadang-kadang dia dianugerahi ekstase sewaktu dia berdoa dan menderita sengsara Tuhan bersama dengan Tuhan - saudara-saudaranya sendiri mencacinya sebagai seorang gadungan. Bahkan Bapa Pengakuannya merasa diri wajib memperlakukan dia dengan kasar. Cukup lama dia hanya dapat menemukan penghiburan pada luka-luka Kristus itu.

Akhirnya, Bapa Pengakuannya pun menyadari bahwa Tuhanlah yang sedang mengerajakan hal-hal sedemikian itu dalam diri Maria Fransiska. Sementara itu, setelah ibunya meninggal dunia, Bapa Pengakuannya itu berusaha supaya Maria Fransiska menemukan sebuah tempat tinggal bersama seorang Tertiaris lain. Pada suatu hari, ketika dia sendiri sedang berbaring sakit di sana, dia mengetahui bahwa ayahnya sedang menghadapi kematian. Dia pun mohon kepada Tuhan yang Mahakuasa untuk mengizinkan dirinya menanggung penderitaan kematian dan api penyucian ayahnya itu. Kedua permohonannya itu pun dikabulkan.

Kendati dia terus menerus menderita, Tuhan kita juga menganugerahi Maria Fransiska dengan rahmat-rahmat dan penghiburan-penghiburan yang besar. Dia menerima tanda luka-luka Kristus dan dianugerahi anugerah kenabian dan banyak mukjizat. Ketika Pius VI dimahkotai menjadi Paus pada 1775, Maria Fransiska melihat dia mengenakan mahkota duri. Dua puluh empat tahun kemudian, Sri Paus Pius itu menutup hidupnya sebagai seorang tahanan dalam penjara Revolusi Perancis di Valence.

Maria Fransiska juga meramalkan peristiwa menyedihkan : Revolusi Perancis. Dan Tuhan pun mendengarkan doanya, mohon supaya dia diambil dari dunia ini sebelum revolusi itu meletus. Dia meninggal dunia pada 6 Oktober 1791, sambil mencium kaki yang tersalib. Tuhan memuliakannya dengan banyak mukjizat. Dia dibeatifikasi oleh Paus Gregorius XVI, dan dikanonisasi oleh Paus Pius IX pada 1867.

Arti nama

Maria Fransiska = Kombinasi dari nama Maria dan Francesca.

Maria ==> Lihat : Maria

Fransiska :
Bentuk Feminim Ejaan Italia dan Catalan untuk nama Latin ==> Fransiskus

Santo Bruno

Pengaku Iman · 1030-1101

Bruno lahir di kota Koln, Jerman pada tahun 1030. Semenjak kecil ia bercita-cita menjadi imam. Oleh karena itu ia kemudian masuk Seminari di Rheims. Semasa sekolah ia benar-benar tekun belajar sehingga studinya dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan ditahbiskan menjadi imam. Pada usia 26 tahun, ia ditugaskan kembali di Seminari Rheims sebagai pengajar Gramatika dan Teologi. Ia pandai mengajar, jujur dan suka membantu mahasiswa-mahasiswanya yang mengalami kesulitan belajar. Cara hidupnya sendiri menarik minat banyak mahasiswa akan kehidupan sebagai imam. Pada umur 45 tahun, ia ditunjuk sebagai penasehat Uskup Rheims. Inilah saat awal ia mengalami sesuatu hal baru yang kemudian membawanya ke dalam kehidupan sebagai pertapa. Sayang bahwa pada tahun itu juga Uskup Rheims meninggal dunia.

Manases dengan segala caranya yang licik berhasil menjadi uskup pengganti. Ia menyogok: Bruno yang menjadi penasehat uskup dan dosen teologi merasa tidak puas dengan taktik licik dan curang dari Manases. Oleh karena itu ia mengadakan perlawanan keras terhadap Manases. Kebetulan juga bahwa pada masa itu Bruno menjadi salah seorang pendukung Paus Gregorius VII dalam usahanya membaharui cara hidup para rohaniwan. Akibat dari perlawanannya itu ia dipecat Manases dari jabatan dan tugasnya sebagai pengajar Teologi di Seminari Rheims.

Tetapi ia tidak putus asa dengan semua perlakuan Manases. Bersama 6 orang temannya, ia menghadap Uskup Grenoble untuk meminta ditunjukkan suatu tempat pertapaan bagi mereka. Uskup itu yang sekarang dihormati sebagai Santo Hugo - menunjukkan suatu tempat yang cocok bagi hidup bertapa di deretan gunung dekat Grenoble, Prancis. Tempat itu disebut La Grande Chartreuse, yang kemudian dipakai sebagai nama bagi pertapaannya, yaitu-pertapaan 'Kartusian'. Bruno dengan kawan-kawannya mendiami tempat itu pada tahun 1084. Sebagai tahap awal, mereka mendirikan sebuah gereja kecil dan beberapa pondok sederhana di sekelilingnya. Mulanya setiap pondok ditempati oleh dua orang" tetapi kemudian setiap pondok hanya untuk satu orang. Dalam pondoknya masing-masing mereka bertekun dalam doa dan meditasi. Mereka baru berkumpul bersama untuk berdoa pada pagi dan sore hari.

Aturan hidup mereka tergolong keras: mereka bertekun dalam doa dan meditasi, dan hanya makan dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari, kecuali pada hari raya. Itu pun hariya makan roti kering. Mereka tidak makan daging. Pakaian mereka kasar dan pendek dan rambut bagian tengah kepala mereka dibotakkan. Tugas utama mereka ialah membaca dan menyalin buku-buku rohani, dan juga bertani.

Mendengar kesucian hidup Bruno di tengah rimba Chartreuse, Paus Urbanus II, bekas muridnya dahulu, memanggilnya ke Roma untuk membantu dia dalam tugas-tugas khusus, teristimewa dalam memperlancar usaha pembaharuan Gereja dan perjuangannya melawan Paus tandingan Klemens III (seorang calon Paus yang diajukan oleh Kaisar Henry IV dari Jerman). Dengan taat, Bruno pergi ke Roma untuk membantu Paus Urbanus II. Di sana sambil menjalankan tugas yang diserahkan kepadanya, ia sendiri tetap menjalankan cara hidup bertapanya. Tetapi tak lama kemudian, ia mulai merasa bahwa kota Roma yang bising itu dan pekerjaan-pekerjaan yang begitu banyak tidak cukup membantu dia berdoa dan bermeditasi dengan tenang sebagaimana dialaminya di pertapaan. Oleh karena itu ia mengajukan permohonan undur diri kepada Paus agar boleh kembali menjalani hidup sebagai pertapa di pertapaannya. Pada kesempatan itu Paus memberikan kepadanya jabatan Uskup Agung dioses Reggio, Italia, tetapi Bruno menolak jabatan itu karena lebih menyukal hidup di dalam kesunyian pertapaan. Dengan sepenuh hati Paus mengizinkan dia pergi ke La Torre, Calabria, untuk mendirikan sebuah pertapaan baru. Pertapaan ini didirikan dengan dukungan keuangan dari Roger, saudara Robert Guiscard.

Di pertapaan La Torre ini, Bruno meninggal dunia pada tahun 1101. Ia tidak pernah secara resmi dinyatakan sebagai 'santo' karena aturan biaranya tidak mengijinkan semua usaha publisitas. Namun pada tahun 1514 Paus Leo X memberi izin khusus kepada para Kartusian untuk merayakan tanggal 6 Oktober sebagai tanggal pestanya.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari