Bacaan Misa
Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel! Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan. Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah. Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan. Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: "Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar." Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka. Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati. Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula. Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
Anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.
Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Hanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Mazmur 135 (136)
Nyanyian Paskah
Kami memuji Allah dengan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (Cassiodorus).
AntifonHanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Antifon 2Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.
AntifonIa membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.
Antifon 3Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.
AntifonPujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.
Responsorium (Lihat Yehezkiel 47:1, 9; lihat Yohanes 4:14)
Responsorium Mazmur 36:9-10; 65:5
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Mazmur 91 (92)
Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Ul 32,1-12
Antifon 2Muliakanlah Allah kita.
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Mazmur 8
Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.
Bacaan Singkat (Rom 12,14-16a)
Lagu Singkat
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.
Doa Permohonan
℟. Sempurnakanlah kami dalam cintaMu, ya Tuhan.
Pagi-pagi sudah kami kenangkan kebangkitanMu, ya Tuhan,* dan kami mohonkan kurnia penebusanMu bagi semua orang. ℟.
Semoga hari ini kami memberi kesaksian tentang Engkau,* dan dengan perantaraanMu menyampaikan persembahan kepada Bapa. ℟.
Semoga kami melihat Engkau dalam setiap orang,* dan mengabdi Engkau dalam mereka. ℟.
Kirstus, Engkaulah pokok anggur yang benar, dan kami carang-carangnya,* semoga kami tinggal dalam Engkau, menghasilkan buah banyak dan memuliakan Allah Bapa. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Dt 8, 5b-6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan singkat 1Raj 2,2b-3
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Ier 6, 16)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.
Mazmur 112 (113)
Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.
Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.
Mazmur 115 (116B,10-19)
Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.
Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Kidung Flp 2,6-11
Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Ibr 13,20-21)
Lagu Singkat
Antifon KidungPara rasul berkata kepada Tuhan: Tambahkanlah iman kami! Alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungYesus mewartakan kabar gembira tentang kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.
Doa Permohonan
℟. Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
Segala kurnia yang kami terima hari ini, ya Tuhan, berasal dari kebaikanMu,* semoga pemberianMu itu menghasilkan buah dalam hati kami. ℟.
Engkaulah cahaya dan keselamatan para bangsa. Lindungilah kiranya saksi-saksiMu yang Kauutus ke seluruh dunia,* dan kobarkanlah api Roh kudus dalam hati mereka. ℟.
Bimbinglah semua orang, supaya dengan rela menanggapi tuntutan zaman ini,* sehingga dunia semakin sesuai dengan martabatnya yang luhur. ℟.
Engkaulah penyembuh jiwa dan raga. Ringankanlah penderitaan orang sakit, dampingilah orang yang menghadapi ajalnya,* dan hiburkanlah kami dalam belaskasihanMu. ℟.
Terimalah kiranya orang-orang mati dalam bilangan para kudusMu,* yang namaNya tercatat dalam buku kehidupan. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Doa Tobat
Madah
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat Ul 6,4-7
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Para Martir Natal
Karya Missionaris di Natal Rio Grande do Norte, Brasil dimulai pada tanggal 25 Desember 1597 ketika missionaris Jesuit dan Fransiskan tiba di wilayah yang saat itu dikuasai Kerajaan Portugis. Dalam beberapa tahun karya missionaris berkembang dengan pesat. Bangsa pribumi Amerika dengan mudah menerima pewartaan iman oleh para misionaris berkebangsaan Portugis yang terkenal ramah dan rendah hati. Mereka berbondong-bondong datang dan minta dibabtis menjadi anggota Gereja Kudus.
Namun pada tahun 1630, Natal Rio Grande do Norte diserang dan dikuasai oleh Belanda. Pendudukan bangsa Calvinist Belanda di wilayah ini adalah mimpi buruk bagi karya missionaris dan umat Katholik. Pemerintah Kolonial Belanda menjalankan kebijakan anti Gereja Katolik dan kaum fanatik Calvinis secara sistematis menganiaya umat Katholik.
Pada hari Minggu 16 Juli 1645 di Cunhau, Natal, Pater Andre de Soveral, seorang imam Jesuit bersama 69 umat Katolik tengah berkumpul di Kapela Santa Maria untuk merayakan misa kudus. Sebelum misa mulai, tiba-tiba muncul sekelompok tentara Belanda dan mulai membantai umat Katolik dalam Kapela tersebut. Santo Andre de Soveral,SJ, Santo Domingos Carvalho dan puluhan umat Katholik tewas dalam pembantaian ini.
Tanggal 3 Oktober 1645, sekelompok tentara Belanda bersama sekitar 200 orang suku Indian bersenjata, menyerang umat Katolik yang tengah beribadah. 28 orang tewas dalam pembantaian ini. Diantaranya; Santo Estêvão Machado de Miranda yang tewas bersama dua orang putrinya dan Santo João Martins yang tewas bersama enam orang teman yang namanya tidak tercatat. Santo Manuel Rodrigues de Moura juga terbunuh bersama isterinya, dan Santo Mateus Moreira, seorang katekis awam dan pemimpin umat setempat, sesaat sebelum tewas ditembak masih berseru dengan suara lantang : "Terpujilah Sakramen Mahakudus".
Penganiayaan umat Allah di Brazil baru berakhir setelah Belanda ditaklukkan Portugis dalam perang Guararapes (The Second Battle of Guararapes) yang mengakhiri kekuasaan Belanda di Wilayah Amerika Selatan.
Proses kanonisasi para Martir Kristus ini dimulai pada tanggal 6 Juni 1989 setelah Congregatio de Causis Sanctorum (Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa) resmi mengeluarkan "Nihil Obstat" dan memaklumkan para Martir Natal / Para Martir Brazil sebagai Servant of God (Hamba Allah).
Pada tanggal 10 November 1998. Paus Yohanes Paulus II memaklumkan bahwa para Marir Natal telah dibunuh "In Odium Fidei" (karena kebencian akan iman) dan menyetujui proses beatifikasi mereka. Dua tahun kemudian paus memimpin misa beatifikasi para Martir Natal di Basilika Santo Petrus Roma pada tanggal 5 Maret 2000.
Para Pahlawan ini dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus Roma pada tanggal 15 Oktober 2017 dan Pesta bersama dirayakan pada setiap tanggal 3 Oktober.
Berikut daftar nama Para Martir Natal :
- Santo André de Soveral (Imam Jesuit)
- Santo Domingos Carvalho (Awam)
- Santo Ambrósio Francisco Ferro (Imam)
- Santo Antônio Vilela (awam)
- Santa Vilela (Putri Santo Antônio Vilela, Nama depan tidak tercatat, Awam)
- Santo José do Porto (awam)
- Santo Francisco de Bastos (awam)
- Santo Diogo Pereira (awam)
- Santo João Lostau Navarro (awam)
- Santo Antônio Vilela Cid (awam)
- Santo Estêvão Machado de Miranda (awam)
- Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
- Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
- Santo Vicente de Souza Pereira (awam)
- Santo Francisco Mendes Pereira (awam)
- Santo João da Silveira (awam)
- Santo Simão Correia (awam)
- Santo Antônio Baracho (awam)
- Santo Mateus Moreira (awam)
- Santo João Martins (awam)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
- Santo Manuel Rodrigues de Moura (awam)
- Santa de Moura (Istri Santo Manuel Rodrigues de Moura, Nama tidak tercatat)
- Santa Dias (putri Francisco Dias, Nama Depan tidak Tercatat, awam)
Santo Ewald the fair
Orang kudus ini disebut Ewald the black karena ia memiliki rambut berwarna hitam dan untuk membedakannya dengan seorang rekannya yang juga bernama Ewald yang berambut pirang (Ewald the fair). Sebagian tradisi menyebutkan bahwa dua orang kudus bernama Ewald ini bersaudara, namun tidak terdapat catatan yang mendukung pernyataan tersebut.
Dua orang kudus bernama Ewald ini berasal dari daerah yang sama yaitu Northumbria, Inggris. Mereka berdua bersama-sama melanjutkan studi di Irlandia sampai ditahbiskan menjadi imam. Bersama Santo Willibrodus, keduanya berkarya sebagai misionaris. Mula-mula mereka berkarya di Antwerpen, Belgia. Dari sana mereka melancarkan pewartaan Injil kepada suku-suku bangsa yang masih kafir di wilayah-wilayah sekitar. Semangat mereka untuk mempertobatkan bangsa-bangsa kafir mendesak keduanya mewartakan Injil diantara orang-orang Saxon yang masih kafir.
Pada tahun 690 dua Ewald ini tiba di wilayah bangsa Saxon di Westpalia. Kedatangan mereka diterima baik oleh kepala suku disitu dengan penuh tanda tanya. Seluruh penduduk memandang mereka dengan penuh kecemasan dan kecurigaan. Mereka dicurigai sebagai orang-orang jahat yang membahayakan kemerdekaan bangsa Saxon. Oleh karena itu, keduanya diserang dan dipukuli dengan gada. Ewald si pirang mati seketika itu juga; sedangkan Ewald berambut hitam tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih berbicara untuk menerangkan maksud utama kedatangan mereka. Namun usahanya ini sia-sia. Ia bahkan disiksa dengan lebih mengerikan sampai tewas mengenaskan.
Tubuh kedua orang martir ini lalu dilemparkan ke Sungai Rhine, tetapi secara ajaib kedua jasad tersebut dipindahkan 40 km sebelah hulu ke tempat di mana teman-temannya sedang berkemah. Keduanya lalu dimakamkan di tempat pemakaman yang sama.
Pada tahun 1121 Relikwi Santo Ewald the Black dan Santo Ewald the Fair dipindahkan ke biara Premonstratensian di Namur oleh Santo Nobertus. Tahun 1534 biara ini diserbu oleh kaum Anabaptis dan Relikwi kedua orang martir ini dihancurkan.
Gereja menghormati kedua orang kudus ini sebagai misionaris dan martir yang mati terbunuh dalam karya pewartaannya di kalangan orang-orang kafir.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Berasal dari kata bahasa Jermanik ewa => "hukum/adat" dan wald => "peraturan".
Santo Ewaldus Bersaudara
Kedua bersaudara ini dikenal sebagai bangsawan Inggris. Mereka mempunyai ciri khas masing-masing. Ewaldus pertama berambut hitam, emosional tetapi ahli Kitab Suci; sedangkan Ewaldus kedua berambut pirang, berperangai tenang dan pragmatis.
Mereka masuk Ordo Benediktin dan ditahbiskan menjadi imam. Bersama Santo Willibrodus, keduanya berkarya sebagai misionaris. Mula-mula mereka berkarya di Antwerpen, Belgia. Dari sana mereka melancarkan pewartaan Injil kepada suku-suku bangsa yang masih kafir di wilayah-wilayah sekitar. Semangat mereka untuk mempertobatkan bangsa-bangsa kafir mendesak keduanya mewartakan Injil diantara orang-orang Sakson yang masih kafir tulen. Di tepi sungai Lippe, mereka diterima baik oleh kepala suku itu dengan penuh tanda tanya.
Kedatangan mereka diketahui oleh seluruh penduduk dengan penuh kecemasan dan kecurigaan. Mereka dicurigai sebagai orang-orang jahat yang membahayakan kemerdekaan bangsa Sakson. Oleh karena itu, keduanya diserang dan dipukuli dengan pentung. Ewaldus kedua yang tenang itu menemui ajalnya ketika itu juga; sedangkan Ewaldus pertama yang emosional itu tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih berbicara untuk menerangkan maksud utama kedatangan mereka. Namun usahanya ini sia-sia. Ia bahkan disiksa lebih ngeri lagi hingga mati. Peristiwa ini terjadi pada tahun 692.
Gereja menghormati kedua bersaudara ini sebagai misionaris martir yang mati terbunuh dalam karya pewartaannya di kalangan orang-orang kafir.
Santo Fransiskus Borgia
Fransiskus lahir di Spanyol pada tanggal 28 Oktober 1510, Putera bangsawan tinggi Italia ini masih mempunyai hubungan darah dengan keluarga Kerajaan Spanyol. Ayah neneknya adalah Paus Alexander VI (1492-1503), yang sebelum dipilih menjadi Paus sudah mempunyai beberapa anak. Ia adalah putera sulung dari pasangan Juan Borgia, pangeran dari Gandia dan Yohanna dari Aragon. Setelah dididik di dalam istana Kaisar Karel V, ia dinobatkan menjadi Raja Muda Katalonia. Sebagai penguasa yang beragama Kristen, ia tampil bijaksana dan saleh. Ia menunjukkan teladan hidup yang baik kepada rakyatnya sesuai keutamaan Kristiani. Ia bersikap tegas terhadap semua bangsawan yang korup. Oleh karena itu banyak orang tidak menyukai dia.
Ketika Ratu Isabela meninggal dunia, jenazahnya harus dibawa ke Granada. Raja Muda Fransiskus Borgia ditugaskan untuk mengawal jenazah itu. Sebelum dimasukkan ke Hang lahat peti jenazah harus dibuka untuk membuktikan bahwa jenazah ratulah yang akan dimakamkan. Ketika peti jenazah dibuka, Fransiskus hampir pingsan oleh bau busuk yang sangat menusuk hidung. Ia menyaksikan kehancuran mayat ratu yang dulu begitu cantik, bahkan dipujanya. Sejak itu ia berjanji untuk tidak lagi mengabdi seorang raja duniawi, yang dapat mati dan hancur tubuhnya. Ia bertekad menyerahkan dirinya kepada Tuhan sambil berjanji akan merobah cara hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan.
Tatkala isterinya meninggal dunia pada tahun 1546, ia memutuskan masuk Serikat Yesus. Segala hartanya diwariskan kepada anaknya yang sulung. Di dalam Serikat Yesus, Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada usia 41 tahun. Cara hidupnya sederhana dan lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang dianggap hina oleh banyak orang. Imam Fransiskus dikenal saleh. Kotbah-kotbahnya sangat menyentuh hati umat sehingga dapat membawa kembali banyak orang kepada pertobatan.
Keberhasilannya menarik hati Ignasius Loyola, pendiri Serikat Yesus. Oleh karena itu ia ditunjuk menjadi pembesar Yesuit di Spanyol. Empat tahun kemudian ia menggantikan Ignasius Loyola sebagai pemimpin tertinggi Serikat Yesus. Ia sangat berjasa pada Universitas Gregoriana. Cita-citanya sebagai pemimpin Serikat Yesus ialah menjiwai ordonya dengan semangat hidup Ignasius serta memperluas wilayah apostolatnya ke seluruh dunia. Banyak imam Yesuit dikirimnya ke luar negeri seperti ke Polandia, Mexico, Peru dan Brasilia. Jumlah kolese diperbanyak untuk mendidik kader-kader yang dapat melanjutkan karya Gereja. Ketika berusia 61 tahun, ia mendapat tugas dari Paus Pius V (1566-1572) untuk mempersatukan para raja Kristen guna menghadapi ancaman bangsa Turki yang Islam atas wilayah-wilayah Kristen. Fransiskus Borgia akhirnya wafat karena sakit pada tanggal 30 September 1572. Jenazahnya dimakamkan di Madrid, Spanyol. Pada tahun 1931 makam itu dirusak dan dibakar oleh kaum atheis.
Santo Gerardus dari Brogne
Gerardus dilahirkan dalam keluarga bangsawan Belgia yang kaya raya. Keluarganya adalah Punggawa dari Count of Namur dan ia dibesarkan dalam lingkungan para aristokrat. Namun Geradus tidak tumbuh menjadi seorang yang sombong. Sebaliknya ia merasa kecewa dengan kehidupan glamour di istana, dan menjadi malu atas sekian banyak keistimewaan yang diterima keluarganya sebagai bangsawan. Dikemudian hari Gerardus menyadari bahwa ia dipanggil untuk menjalani hidup yang lebih religius.
Ia dikenal sebagai seorang yang baik hati dan sangat bersahabat. Biasanya sepulang dari pergi berburu, ia dan kawan-kawannya kembali ke rumah dalam keadaan capai dan lapar. Setelah mengundang teman-temannya masuk untuk makan minum dan beristirahat, ia sendiri diam-diam menyelinap pergi menuju sebuah kapel kecil yang berada dalam wilayah tanah miliknya. Disana ia akan berdoa untuk jangka waktu yang lama. Tubuhnya yang lelah pun beristirahat dan ia lupa sama sekali mengenai rasa laparnya.
Gagasan muncul di benak Gerardus, andai saja orang banyak menyadari sukacita doa, maka pastilah mereka akan dengan lebih suka hati berdoa. Kemudian pikirannya pun melayang kepada para biarawan yang melewatkan sepanjang hidup mereka menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan. Bayangkan betapa mereka beroleh hak istimewa, pikirnya. Maka berdoalah ia memohon kesempatan untuk mendapatkan panggilan religius.
Gerard menemukan bahwa biara-biara di Belgia terlalu longgar dalam disiplin mereka. Ketika mengunjungi Prancis pada Tahun 917 untuk sebuah misi dari Count of Namur, Gerard terpesona melihat kehidupan para biarawan Saint Denis yang begitu ketat dan penuh disiplin. Dia lalu meninggalkan segala urusan duniawinya, dan bergabung dengan biara tersebut. Gerards mencintai kehidupan yang telah dipilihnya dan setelah menamatkan pendidikan ia ditahbiskan menjadi seorang imam.
Gerard begitu penuh semangat dalam kehidupan membiara. Ia menjadi contoh bagi para rahib lainnya dalam mengikuti Peraturan, dan dalam pengabdiannya untuk berdoa. Hidupnya, dan dorongan dari saudara-saudara, membantu biara Saint Denis menjadi contoh bagi biara-biara lain di seluruh Eropa.
Ia telah melewatkan sebelas tahun hidupnya sebagai seorang biarawan ketika kepadanya diberikan ijin untuk mendirikan suatu biara baru di tanah miliknya di Brogne. Biara berkembang, tetapi Gerardus merasa terlalu banyak aktivitas dan kesenangan di sana. Sebab itu ia membangun bagi dirinya sendiri sebuah gubug pertapaan di samping gereja dan tinggal di sana dengan tenang seorang diri.
Tetapi, ia tidak dibiarkan tinggal dalam damai untuk waktu yang lama. Para superior meminta Gerardus untuk mengunjungi biara-biara di Flanders dan Normandy. Para biarawan membutuhkan bimbingan dan pertolongan agar mereka dapat lebih bertekun. Tugas ini menghantar Gerardus dalam banyak perjalanan selama duapuluh tahun.
Sepanjang hidupnya Gerardus hidup dengan cara hidup yang ketat penuh matiraga. Ia melakukannya sebab ia ingin membuktikan cintanya kepada Yesus. Ia menunjukkan kasihnya itu dengan suka hati mempersembahkan tindakan-tindakan kecil penyangkalan diri. Ketika tahu bahwa masa hidupnya di dunia akan segera berakhir, ia minta agar diijinkan kembali pulang ke gubug pertapaannya di Brogne. Ijin diberikan. Gerardus wafat dalam damai di pertapaannya pada tanggal 3 Oktober 959.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari