Doa Katolik
Doa Hari Ini

Sabtu XXVI Masa Biasa

Sabtu, 3 Oktober 2037· Putih · Pekan Psalterium II
3 Oktober 2037

Bacaan Misa

Sabtu XXVI Masa Biasa
Bacaan Pertama

Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku, yang membawa nama Israel! Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Karena telah memurkakan Allah maka kamu diserahkan kepada para lawan. Sebab Pembuatmu telah kamu marahkan, dengan mempersembahkan korban kepada setan, bukannya kepada Allah. Pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal, dan hati Yerusalem, dayahmupun telah kamu dukakan. Melihat kemurkaan Allah mendatangi diri kamu maka Yerusalem berkata: "Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar." Sebab anak-anakku yang laki-laki dan perempuan kulihat tertawan, sebagaimana yang telah dikirimkan Yang Kekal kepada mereka. Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat pergi dengan tangisan dan sedih hati. Janganlah seorangpun bersukaria oleh karena diriku, seorang janda yang telah ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah Kuatkanlah hatimu, anak-anakku, berserulah kepada Allah; Dia yang mengirim bencana itu akan teringat kepadamu pula. Seperti dahulu angan-angan hatimu tertuju untuk bersesat dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dia yang telah mengirim segala bencana itu kepada kamu akan mengirim pula sukacita abadi bersama dengan penyelamatanmu.

Mazmur Tanggapan

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
Sebab Allah akan menyelamatkan Sion dan membangun kota-kota Yehuda, supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
Anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Bacaan Injil

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga." Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu." Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."

Invitatorium

Sabtu XXVI Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

Ibadat Bacaan

Sabtu XXVI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Orang-orang kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum bukit-bukit berdiri teratur,

Atau bumi menerima wujudnya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama untuk tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati saat hari menjelang.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Hanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Mazmur 135 (136)

Nyanyian Paskah

Kami memuji Allah dengan mengingat perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib (Cassiodorus).

I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala tuhan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;
yang seorang diri melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

yang dengan hikmat-Nya menjadikan langit,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

yang menegakkan bumi di atas air,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Dialah yang menjadikan benda-benda penerang yang besar,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya,

matahari untuk menguasai siang,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya,

bulan dan bintang-bintang untuk menguasai malam,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonHanya Tuhan yang telah melakukan keajaiban demikian; kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Antifon 2Ia membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.

II
Ia memukul mati anak sulung Mesir,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia membawa Israel keluar dari tengah-tengah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

dengan tangan yang teracung, dengan kuasa di tangan-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Ia membelah Laut Merah menjadi dua,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

Ia membuat Israel menyeberang di tengah-tengahnya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

Ia melemparkan Firaun dan pasukannya ke laut,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonIa membawa Israel keluar dari Mesir dengan tangan yang perkasa dan lengan yang teracung.

Antifon 3Pujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

III
Melalui padang gurun Ia memimpin umat-Nya,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Bangsa-bangsa dalam kebesaran mereka Ia pukul,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Raja-raja dalam kemegahan mereka Ia bunuh,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Sihon, raja orang Amori,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya;

dan Og, raja Basan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Ia membiarkan Israel mewarisi tanah mereka,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Kepada hamba-Nya tanah mereka Ia berikan,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia mengingat kita dalam kesusahan kita,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Dan Ia menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Ia memberi makan kepada segala makhluk hidup,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.

Kepada Allah surga bersyukurlah,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Pencipta kami, betapa ajaibnya Engkau menciptakan kami. Engkau mengubah debu menjadi gambar-Mu sendiri dan memberinya bagian dalam kodrat-Mu sendiri; namun Engkau lebih ajaib dalam mengampuni orang yang telah memberontak terhadap-Mu. Berilah kiranya, di mana dosa berlimpah, rahmat semakin berlimpah, sehingga kami dapat menjadi lebih kudus melalui pengampunan dan lebih bersyukur kepada-Mu.

AntifonPujilah Allah surga; Ia telah menebus kita dari musuh-musuh kita.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar sabda dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Aku katakan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yehezkiel

47:1-12

Penglihatan tentang air yang mengalir dari Bait Suci
Malaikat itu membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan aku melihat air mengalir keluar dari bawah ambang Bait Suci ke arah timur, sebab muka Bait Suci menghadap ke timur; air itu mengalir turun dari sisi selatan Bait Suci, di sebelah selatan mezbah. Ia membawa aku keluar melalui gerbang utara, dan mengelilingi ke gerbang luar yang menghadap ke timur, di mana aku melihat air menetes dari sisi selatan.
Kemudian, setelah ia berjalan ke timur dengan tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku mengarungi air, yang setinggi mata kaki. Ia mengukur seribu lagi dan sekali lagi menyuruh aku mengarungi air, yang sekarang setinggi lutut. Sekali lagi ia mengukur seribu dan menyuruh aku mengarungi; air itu setinggi pinggangku. Sekali lagi ia mengukur seribu, tetapi sekarang ada sungai yang tidak dapat kulewati; sebab air itu telah naik begitu tinggi sehingga menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi kecuali dengan berenang. Ia bertanya kepadaku, “Sudahkah engkau melihat ini, anak manusia?” Kemudian ia membawa aku ke tepi sungai, di mana ia menyuruh aku duduk.
Di sepanjang tepi sungai aku melihat banyak sekali pohon di kedua sisi. Ia berkata kepadaku, “Air ini mengalir ke daerah timur ke atas Arabah, dan bermuara ke laut, air asin, yang dijadikannya tawar. Ke mana pun sungai itu mengalir, setiap jenis makhluk hidup yang dapat berkembang biak akan hidup, dan akan ada banyak ikan, sebab ke mana pun air ini datang, laut akan menjadi tawar. Para nelayan akan berdiri di sepanjangnya dari En-gedi sampai En-eglaim, membentangkan jaring mereka di sana. Jenis-jenis ikannya akan seperti ikan Laut Besar, sangat banyak. Hanya rawa-rawa dan paya-payanya yang tidak akan menjadi tawar; itu akan dibiarkan untuk garam.
“Di sepanjang kedua tepi sungai, pohon buah-buahan dari segala jenis akan tumbuh; daunnya tidak akan layu, dan buahnya tidak akan habis. Setiap bulan mereka akan menghasilkan buah segar, sebab mereka akan diairi oleh aliran dari tempat kudus. Buahnya akan menjadi makanan, dan daunnya untuk obat.”

Responsorium (Lihat Yehezkiel 47:1, 9; lihat Yohanes 4:14)

Aku melihat air mengalir ke timur dari bawah ambang Bait Suci.

℟ Ke mana pun air ini mengalir, segala sesuatu akan hidup.
Air yang akan Kuberikan kepadamu akan menjadi mata air di dalam dirimu yang memancar sampai kepada hidup yang kekal.

℟ Ke mana pun air ini mengalir, segala sesuatu akan hidup.
Bacaan Kedua

Dari sebuah wejangan tentang mazmur oleh Santo Hilarus, Uskup

Sungai yang alirannya menyukakan kota Allah
Sungai Allah melimpah dengan air. Engkau telah menyediakan makanan mereka, sebab inilah cara-Mu mempersiapkan mereka. Tidak ada keraguan tentang sungai yang dimaksud, sebab nabi berkata: Ada sungai yang alirannya menyukakan kota Allah; dan dalam Injil Tuhan sendiri berkata: Aliran air hidup yang memancar sampai kepada hidup yang kekal akan mengalir dari hati siapa pun yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya. Ia berbicara tentang Roh Kudus, yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya. Sungai Allah melimpah dengan air; artinya, kita dibanjiri oleh karunia-karunia Roh Kudus dan dari mata air kehidupan itu sungai Allah mengalir ke dalam kita dengan deras.
Kita juga memiliki makanan yang disiapkan untuk kita. Dan siapakah makanan ini? Dialah yang di dalamnya kita dipersiapkan untuk hidup bersama Allah, sebab dengan menerima tubuh-Nya yang kudus kita menerima tempat dalam persekutuan tubuh-Nya yang kudus. Inilah yang dimaksud dengan perkataan mazmur: Engkau telah menyediakan makanan mereka, sebab inilah cara-Mu mempersiapkan mereka. Sebab selain menyegarkan kita sekarang, makanan itu juga mempersiapkan kita untuk hidup yang akan datang.
Kita yang telah dilahirkan kembali melalui sakramen baptisan mengalami sukacita yang mendalam ketika kita merasakan di dalam diri kita dorongan pertama Roh Kudus. Kita mulai memiliki wawasan tentang misteri-misteri iman, kita dapat bernubuat dan berbicara dengan hikmat. Kita menjadi teguh dalam pengharapan dan menerima karunia penyembuhan. Iblis-iblis tunduk pada otoritas kita. Karunia-karunia ini masuk ke dalam kita seperti hujan yang lembut, dan setelah itu, sedikit demi sedikit, mereka menghasilkan buah yang berlimpah.

Responsorium Mazmur 36:9-10; 65:5

Mereka akan berpesta pora dengan kelimpahan rumah-Mu, ya Tuhan;

℟ Engkau akan memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
Kami akan dipenuhi dengan hal-hal baik dari rumah-Mu.

℟ Engkau akan memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang mendasari semua perintah

hukum-Mu yang kudus pada kasih kepada-Mu

dan kepada sesama, berilah kami,

agar dengan memelihara perintah-perintah-Mu,

kami layak mencapai hidup yang kekal.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Sabtu XXVI Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah, kami menunggu
Kami siap menyambutMu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah, kami menanti
Sudah rindu hati kami.

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah, jangan terlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh kudus
Yang hidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*
memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari,*
dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*
dengan iringan celempung.

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*
aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*
betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*
orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,+
dan orang durhaka berkembang pesat,*
namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*
Engkau luhur selama-lamanya.

Sebab para musuhMu akan binasa,*
para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*
dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*
berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*
bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*
dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*
tak ada kecurangan padaNya.

Antifon 1Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Antifon 2Muliakanlah Allah kita.

Ul 32,1-12

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*
hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan,*
dan bertaburan laksana embun;

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*
bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*
muliakanlah Allah kita.

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*
sungguh lurus kebijaksanaanNya.

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*
adillah Ia dan tulus ikhlas.

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*
angkatan yang buruk dan curang.

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*
hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*
yang membentuk dan menghidupi engkau?

Ingatlah akan masa yang lampau,*
renungkanlah sejarah leluhurmu.

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*
tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*
tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang,

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*
sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*
dan suku-suku Yakub pusakaNya.

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*
di padang belantara yang sunyi senyap.

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*
memeliharanya bagaikan biji mata,

seperti rajawali melindungi sarangnya,*
melayang-layang di atas anaknya,

membentangkan sayap-sayapnya,*
dan membawa anaknya di atas kepaknya.

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*
tiada dewa lain di sampingNya.

Antifon 2Muliakanlah Allah kita.

Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

KeagunganMu luhur mengatasi langit,+
mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*
untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*
bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia sehingga Kaupelihara?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*
segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

Domba, sapi dan ternak semuanya,*
hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan dilaut,*
semuanya yang melintasi arus lautan.

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

Antifon 3Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Bacaan Singkat (Rom 12,14-16a)

Berkatilah orang yang menganiaya kamu. Berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis. Hendaklah kamu sehati sependapat; janganlah pikirkan yang mulukMuluk, tetapi perhatikanlah yang sederhana.

Lagu Singkat

℣.Bibirku bersorak-sorai,* Dan memuji Engkau dengan nyanyian.℟.Bibirku.℣.Lidahku mengucapkan sabdaMu.℟.Dan memuji Engkau dengan nyanyian.℣.Kemuliaan.℟.Bibirku.

Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungYa Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

Doa Permohonan

Kristus berkenan dijumpai dan dicintai dalam semua saudara kita, teristiwa dalam mereka yang ditimpa kesusahan. Maka hendaklah kita bertekun dalam doa dan berkata:

℟. Sempurnakanlah kami dalam cintaMu, ya Tuhan.

Pagi-pagi sudah kami kenangkan kebangkitanMu, ya Tuhan,* dan kami mohonkan kurnia penebusanMu bagi semua orang. ℟.

Semoga hari ini kami memberi kesaksian tentang Engkau,* dan dengan perantaraanMu menyampaikan persembahan kepada Bapa. ℟.

Semoga kami melihat Engkau dalam setiap orang,* dan mengabdi Engkau dalam mereka. ℟.

Kirstus, Engkaulah pokok anggur yang benar, dan kami carang-carangnya,* semoga kami tinggal dalam Engkau, menghasilkan buah banyak dan memuliakan Allah Bapa. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, kami memuji Engkau dengan perkataan dan perbuatan. Seluruh jiwa raga kami adalah kurniaMu, maka hendaknya seluruh hidup kamipun menjadi milikMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Sabtu XXVI Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Dt 8, 5b-6)

Maka haruslah engkau insaf, bahwa Tuhan, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.

Ayat Singkat

℣.Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selama-lamanya.℟.Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil semuanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Sabtu XXVI Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Mazmur 118 (119), 81-88

Hatiku merindukan keselamataMu,*
aku berharap akan firmanMu.

Mataku mendambakan janjiMu,*
bilakah Engkau menghiburkan daku?

Meskipun aku orang yang tak berguna,*
namun aku tidak melupakan ketetapanMu.

Berapa lama hambaMu masih akan hidup?*
bilakah Engkau menghukum penindasku?

Orang sombong menggali lubang bagiku,*
mereka tidak mempedulikan perintahMu.

Padahal segala perintahMu benar,*
aku dikejar tanpa alasan, tolonglah aku.

Hidupku nyaris dihabisi,*
tetapi aku tidak meninggalkan perintahMu.

Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu,*
supaya aku berpegang pada ketetapanMu.

Antifon 1Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Mazmur 60 (61)

Dengarkanlah seruanku, ya Allah,*
perhatikanlah doaku.

Dari ujung bumi aku berseru kepadaMu,*
karena hatiku lemah lesu.

Bimbinglah aku ke gunungMu yang tinggi,*
jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Perkenakanlah daku menumpang dalam kemahMu selama-lamanya,*
dan berlindung di bawah naungan sayapMu.

Semoga Engkau mendengarkan nadarku, ya Allah,*
dan memberikan kepadaku warisan orang takwa.

Semoga raja Kauberi usia yang panjang,*
sehingga hidupnya berlangsung turun-temurun.

Semoga ia bertakhta untuk selama-lamanya di hadapanMu,*
Semoga kasih setia dan kebenaranMu melindungi dia.

Maka aku akan memuji namaMu sepanjang masa,*
setiap hari memenuhi nadar kepadaMu.

Antifon 2Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: "Seorangpun tidak tahu".

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Antifon 3Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Bacaan singkat 1Raj 2,2b-3

Teguhkanlah hatimu dan bertindaklah dengan tegas. Tepatilah kewajibanmu terhadap Tuhan Allahmu, ikutilah bimbinganNya, penuhilah ketetapan, perintah, hukum dan peraturanNya, agar engkau berhasil dalam segala sesuatu yang kaulakukan.

℣.Bimbinglah aku pada jalan perintahMu.℟.Sebab aku menyukainya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Sabtu XXVI Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Ier 6, 16)

Beginilah firman Tuhan: "Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!

Ayat Singkat

℣.Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku selama-lamanya.℟.Sebab semuanya itu kegirangan hatiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Sabtu XXVI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan III Mazmur

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Mazmur 112 (113)

Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan,*
pujilah nama Tuhan.

Terberkatilah nama Tuhan,*
sekarang dan selama-lamanya.

Dari timur sampai ke barat,*
terpujilah nama Tuhan.

Tuhan menguasai segala bangsa,*
kemuliaanNya mengatasi langit.

Siapakah seperti Tuhan, Allah kita,*
yang bersemayam di takhta yang luhur;

yang membungkuk untuk melihat ke bawah,*
untuk memandang langit dan bumi.

Tuhan menegakkan orang lemah dari debu,*
dan mengangkat orang miskin dari sampah,

untuk mendudukkannya di tengah para penguasa,*
di tengah para penguasa bangsanya.

Tuhan memberikan keturunan kepada wanita mandul,*
dan menjadikannya ibu yang penuh sukacita.

Antifon 1Dari timur sampai ke barat terpujilah nama Tuhan.

Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,*
"Aku ini sangat tertindas";

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,*
"Semua orang penipu".

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadaMu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Antifon 2Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan sambil menyerukan nama Tuhan.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Kidung Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Antifon 3Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Ibr 13,20-21)

Karena darah perjanjian abadi, Allah damai sejahtera telah membawa kembali dari alam maut Yesus Kristus, Tuhan kita, yaitu gembala agung segala domba. Semoga Allah memperlengkapi kamu dengan segala kebaikan untuk melakukan kehendakNya. Semoga dengan perantaraan Yesus Kristus, Allah mengerjakan kehendakNya dalam diri kita. Bagi Kristuslah kemuliaan sepanjang segala abad. Amin.

Lagu Singkat

℣.Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan.℟.Betapa.℣.KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta.℟.Karya tanganMu, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Betapa.

Antifon KidungPara rasul berkata kepada Tuhan: Tambahkanlah iman kami! Alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungYesus mewartakan kabar gembira tentang kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Doa Permohonan

Kristus telah menaruh belaskasihan kepada orang banyak dan mengerjakan mukjizat cinta kasihNya bagi mereka. Mengingat kebaikan hatiNya, marilah kita berdoa kepadaNya:

℟. Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.

Segala kurnia yang kami terima hari ini, ya Tuhan, berasal dari kebaikanMu,* semoga pemberianMu itu menghasilkan buah dalam hati kami. ℟.

Engkaulah cahaya dan keselamatan para bangsa. Lindungilah kiranya saksi-saksiMu yang Kauutus ke seluruh dunia,* dan kobarkanlah api Roh kudus dalam hati mereka. ℟.

Bimbinglah semua orang, supaya dengan rela menanggapi tuntutan zaman ini,* sehingga dunia semakin sesuai dengan martabatnya yang luhur. ℟.

Engkaulah penyembuh jiwa dan raga. Ringankanlah penderitaan orang sakit, dampingilah orang yang menghadapi ajalnya,* dan hiburkanlah kami dalam belaskasihanMu. ℟.

Terimalah kiranya orang-orang mati dalam bilangan para kudusMu,* yang namaNya tercatat dalam buku kehidupan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan kekal, dalam kelimpahan kasih-Mu Engkau melampaui jasa dan harapan orang yang memohon kepada-Mu. Curahkanlah belas kasih-Mu atas kami, agar Engkau mengampuni apa yang ditakuti hati nurani kami, dan menambahkan apa yang tidak berani kami minta dalam doa. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Sabtu XXVI Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Antifon 1Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 2Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat Ul 6,4-7

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Para Martir Natal

Martir · wafat 1645
Para Martir Brasil atau Para Martir Natal adalah kelompok martir yang terdiri dari 28 orang awam Katolik Brasil dan 2 imam missionaris yang terbunuh di Natal Rio Grande do Norte, sebelah Utara Brasil dalam serangkaian pembunuhan masal yang dilakukan oleh kaum Calvinist Protestan yang didukung oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Karya Missionaris di Natal Rio Grande do Norte, Brasil dimulai pada tanggal 25 Desember 1597 ketika missionaris Jesuit dan Fransiskan tiba di wilayah yang saat itu dikuasai Kerajaan Portugis. Dalam beberapa tahun karya missionaris berkembang dengan pesat. Bangsa pribumi Amerika dengan mudah menerima pewartaan iman oleh para misionaris berkebangsaan Portugis yang terkenal ramah dan rendah hati. Mereka berbondong-bondong datang dan minta dibabtis menjadi anggota Gereja Kudus.

Namun pada tahun 1630, Natal Rio Grande do Norte diserang dan dikuasai oleh Belanda. Pendudukan bangsa Calvinist Belanda di wilayah ini adalah mimpi buruk bagi karya missionaris dan umat Katholik. Pemerintah Kolonial Belanda menjalankan kebijakan anti Gereja Katolik dan kaum fanatik Calvinis secara sistematis menganiaya umat Katholik.

Pada hari Minggu 16 Juli 1645 di Cunhau, Natal, Pater Andre de Soveral, seorang imam Jesuit bersama 69 umat Katolik tengah berkumpul di Kapela Santa Maria untuk merayakan misa kudus. Sebelum misa mulai, tiba-tiba muncul sekelompok tentara Belanda dan mulai membantai umat Katolik dalam Kapela tersebut. Santo Andre de Soveral,SJ, Santo Domingos Carvalho dan puluhan umat Katholik tewas dalam pembantaian ini.

Tanggal 3 Oktober 1645, sekelompok tentara Belanda bersama sekitar 200 orang suku Indian bersenjata, menyerang umat Katolik yang tengah beribadah. 28 orang tewas dalam pembantaian ini. Diantaranya; Santo Estêvão Machado de Miranda yang tewas bersama dua orang putrinya dan Santo João Martins yang tewas bersama enam orang teman yang namanya tidak tercatat. Santo Manuel Rodrigues de Moura juga terbunuh bersama isterinya, dan Santo Mateus Moreira, seorang katekis awam dan pemimpin umat setempat, sesaat sebelum tewas ditembak masih berseru dengan suara lantang : "Terpujilah Sakramen Mahakudus".

Penganiayaan umat Allah di Brazil baru berakhir setelah Belanda ditaklukkan Portugis dalam perang Guararapes (The Second Battle of Guararapes) yang mengakhiri kekuasaan Belanda di Wilayah Amerika Selatan.

Proses kanonisasi para Martir Kristus ini dimulai pada tanggal 6 Juni 1989 setelah Congregatio de Causis Sanctorum (Kongregasi bagi Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa) resmi mengeluarkan "Nihil Obstat" dan memaklumkan para Martir Natal / Para Martir Brazil sebagai Servant of God (Hamba Allah).

Pada tanggal 10 November 1998. Paus Yohanes Paulus II memaklumkan bahwa para Marir Natal telah dibunuh "In Odium Fidei" (karena kebencian akan iman) dan menyetujui proses beatifikasi mereka. Dua tahun kemudian paus memimpin misa beatifikasi para Martir Natal di Basilika Santo Petrus Roma pada tanggal 5 Maret 2000.

Para Pahlawan ini dikanonisasi oleh Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus Roma pada tanggal 15 Oktober 2017 dan Pesta bersama dirayakan pada setiap tanggal 3 Oktober.

Berikut daftar nama Para Martir Natal :

  1. Santo André de Soveral (Imam Jesuit)
  2. Santo Domingos Carvalho (Awam)
  3. Santo Ambrósio Francisco Ferro (Imam)
  4. Santo Antônio Vilela (awam)
  5. Santa Vilela (Putri Santo Antônio Vilela, Nama depan tidak tercatat, Awam)
  6. Santo José do Porto (awam)
  7. Santo Francisco de Bastos (awam)
  8. Santo Diogo Pereira (awam)
  9. Santo João Lostau Navarro (awam)
  10. Santo Antônio Vilela Cid (awam)
  11. Santo Estêvão Machado de Miranda (awam)
  12. Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
  13. Santa Machado de Miranda (Putri Santo Estêvão Machado de Miranda, Nama depan tidak tercatat, Awam)
  14. Santo Vicente de Souza Pereira (awam)
  15. Santo Francisco Mendes Pereira (awam)
  16. Santo João da Silveira (awam)
  17. Santo Simão Correia (awam)
  18. Santo Antônio Baracho (awam)
  19. Santo Mateus Moreira (awam)
  20. Santo João Martins (awam)
  21. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  22. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  23. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  24. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  25. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  26. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  27. Seorang teman Santo João Martins (awam, Nama tidak tercatat)
  28. Santo Manuel Rodrigues de Moura (awam)
  29. Santa de Moura (Istri Santo Manuel Rodrigues de Moura, Nama tidak tercatat)
  30. Santa Dias (putri Francisco Dias, Nama Depan tidak Tercatat, awam)

Santo Ewald the fair

Martir · wafat ± 690

Orang kudus ini disebut Ewald the black karena ia memiliki rambut berwarna hitam dan untuk membedakannya dengan seorang rekannya yang juga bernama Ewald yang berambut pirang (Ewald the fair). Sebagian tradisi menyebutkan bahwa dua orang kudus bernama Ewald ini bersaudara, namun tidak terdapat catatan yang mendukung pernyataan tersebut.

Dua orang kudus bernama Ewald ini berasal dari daerah yang sama yaitu Northumbria, Inggris. Mereka berdua bersama-sama melanjutkan studi di Irlandia sampai ditahbiskan menjadi imam. Bersama Santo Willibrodus, keduanya berkarya sebagai misionaris. Mula-mula mereka berkarya di Antwerpen, Belgia. Dari sana mereka melancarkan pewartaan Injil kepada suku-suku bangsa yang masih kafir di wilayah-wilayah sekitar. Semangat mereka untuk mempertobatkan bangsa-bangsa kafir mendesak keduanya mewartakan Injil diantara orang-orang Saxon yang masih kafir.

Pada tahun 690 dua Ewald ini tiba di wilayah bangsa Saxon di Westpalia. Kedatangan mereka diterima baik oleh kepala suku disitu dengan penuh tanda tanya. Seluruh penduduk memandang mereka dengan penuh kecemasan dan kecurigaan. Mereka dicurigai sebagai orang-orang jahat yang membahayakan kemerdekaan bangsa Saxon. Oleh karena itu, keduanya diserang dan dipukuli dengan gada. Ewald si pirang mati seketika itu juga; sedangkan Ewald berambut hitam tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih berbicara untuk menerangkan maksud utama kedatangan mereka. Namun usahanya ini sia-sia. Ia bahkan disiksa dengan lebih mengerikan sampai tewas mengenaskan.

Tubuh kedua orang martir ini lalu dilemparkan ke Sungai Rhine, tetapi secara ajaib kedua jasad tersebut dipindahkan 40 km sebelah hulu ke tempat di mana teman-temannya sedang berkemah. Keduanya lalu dimakamkan di tempat pemakaman yang sama.

Pada tahun 1121 Relikwi Santo Ewald the Black dan Santo Ewald the Fair dipindahkan ke biara Premonstratensian di Namur oleh Santo Nobertus. Tahun 1534 biara ini diserbu oleh kaum Anabaptis dan Relikwi kedua orang martir ini dihancurkan.

Gereja menghormati kedua orang kudus ini sebagai misionaris dan martir yang mati terbunuh dalam karya pewartaannya di kalangan orang-orang kafir.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Berasal dari kata bahasa Jermanik ewa => "hukum/adat" dan wald => "peraturan".

Santo Ewaldus Bersaudara

Martir · wafat ± 690

Kedua bersaudara ini dikenal sebagai bangsawan Inggris. Mereka mempunyai ciri khas masing-masing. Ewaldus pertama berambut hitam, emosional tetapi ahli Kitab Suci; sedangkan Ewaldus kedua berambut pirang, berperangai tenang dan pragmatis.

Mereka masuk Ordo Benediktin dan ditahbiskan menjadi imam. Bersama Santo Willibrodus, keduanya berkarya sebagai misionaris. Mula-mula mereka berkarya di Antwerpen, Belgia. Dari sana mereka melancarkan pewartaan Injil kepada suku-suku bangsa yang masih kafir di wilayah-wilayah sekitar. Semangat mereka untuk mempertobatkan bangsa-bangsa kafir mendesak keduanya mewartakan Injil diantara orang-orang Sakson yang masih kafir tulen. Di tepi sungai Lippe, mereka diterima baik oleh kepala suku itu dengan penuh tanda tanya.

Kedatangan mereka diketahui oleh seluruh penduduk dengan penuh kecemasan dan kecurigaan. Mereka dicurigai sebagai orang-orang jahat yang membahayakan kemerdekaan bangsa Sakson. Oleh karena itu, keduanya diserang dan dipukuli dengan pentung. Ewaldus kedua yang tenang itu menemui ajalnya ketika itu juga; sedangkan Ewaldus pertama yang emosional itu tidak mau menyerah begitu saja. Ia masih berbicara untuk menerangkan maksud utama kedatangan mereka. Namun usahanya ini sia-sia. Ia bahkan disiksa lebih ngeri lagi hingga mati. Peristiwa ini terjadi pada tahun 692.

Gereja menghormati kedua bersaudara ini sebagai misionaris martir yang mati terbunuh dalam karya pewartaannya di kalangan orang-orang kafir.

Santo Fransiskus Borgia

Pengaku Iman

Fransiskus lahir di Spanyol pada tanggal 28 Oktober 1510, Putera bangsawan tinggi Italia ini masih mempunyai hubungan darah dengan keluarga Kerajaan Spanyol. Ayah neneknya adalah Paus Alexander VI (1492-1503), yang sebelum dipilih menjadi Paus sudah mempunyai beberapa anak. Ia adalah putera sulung dari pasangan Juan Borgia, pangeran dari Gandia dan Yohanna dari Aragon. Setelah dididik di dalam istana Kaisar Karel V, ia dinobatkan menjadi Raja Muda Katalonia. Sebagai penguasa yang beragama Kristen, ia tampil bijaksana dan saleh. Ia menunjukkan teladan hidup yang baik kepada rakyatnya sesuai keutamaan Kristiani. Ia bersikap tegas terhadap semua bangsawan yang korup. Oleh karena itu banyak orang tidak menyukai dia.

Ketika Ratu Isabela meninggal dunia, jenazahnya harus dibawa ke Granada. Raja Muda Fransiskus Borgia ditugaskan untuk mengawal jenazah itu. Sebelum dimasukkan ke Hang lahat peti jenazah harus dibuka untuk membuktikan bahwa jenazah ratulah yang akan dimakamkan. Ketika peti jenazah dibuka, Fransiskus hampir pingsan oleh bau busuk yang sangat menusuk hidung. Ia menyaksikan kehancuran mayat ratu yang dulu begitu cantik, bahkan dipujanya. Sejak itu ia berjanji untuk tidak lagi mengabdi seorang raja duniawi, yang dapat mati dan hancur tubuhnya. Ia bertekad menyerahkan dirinya kepada Tuhan sambil berjanji akan merobah cara hidupnya sesuai dengan kehendak Tuhan.

Tatkala isterinya meninggal dunia pada tahun 1546, ia memutuskan masuk Serikat Yesus. Segala hartanya diwariskan kepada anaknya yang sulung. Di dalam Serikat Yesus, Fransiskus ditahbiskan menjadi imam pada usia 41 tahun. Cara hidupnya sederhana dan lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang dianggap hina oleh banyak orang. Imam Fransiskus dikenal saleh. Kotbah-kotbahnya sangat menyentuh hati umat sehingga dapat membawa kembali banyak orang kepada pertobatan.

Keberhasilannya menarik hati Ignasius Loyola, pendiri Serikat Yesus. Oleh karena itu ia ditunjuk menjadi pembesar Yesuit di Spanyol. Empat tahun kemudian ia menggantikan Ignasius Loyola sebagai pemimpin tertinggi Serikat Yesus. Ia sangat berjasa pada Universitas Gregoriana. Cita-citanya sebagai pemimpin Serikat Yesus ialah menjiwai ordonya dengan semangat hidup Ignasius serta memperluas wilayah apostolatnya ke seluruh dunia. Banyak imam Yesuit dikirimnya ke luar negeri seperti ke Polandia, Mexico, Peru dan Brasilia. Jumlah kolese diperbanyak untuk mendidik kader-kader yang dapat melanjutkan karya Gereja. Ketika berusia 61 tahun, ia mendapat tugas dari Paus Pius V (1566-1572) untuk mempersatukan para raja Kristen guna menghadapi ancaman bangsa Turki yang Islam atas wilayah-wilayah Kristen. Fransiskus Borgia akhirnya wafat karena sakit pada tanggal 30 September 1572. Jenazahnya dimakamkan di Madrid, Spanyol. Pada tahun 1931 makam itu dirusak dan dibakar oleh kaum atheis.

Santo Gerardus dari Brogne

Pertapa · 895-959

Gerardus dilahirkan dalam keluarga bangsawan Belgia yang kaya raya. Keluarganya adalah Punggawa dari Count of Namur dan ia dibesarkan dalam lingkungan para aristokrat. Namun Geradus tidak tumbuh menjadi seorang yang sombong. Sebaliknya ia merasa kecewa dengan kehidupan glamour di istana, dan menjadi malu atas sekian banyak keistimewaan yang diterima keluarganya sebagai bangsawan. Dikemudian hari Gerardus menyadari bahwa ia dipanggil untuk menjalani hidup yang lebih religius.

Ia dikenal sebagai seorang yang baik hati dan sangat bersahabat. Biasanya sepulang dari pergi berburu, ia dan kawan-kawannya kembali ke rumah dalam keadaan capai dan lapar. Setelah mengundang teman-temannya masuk untuk makan minum dan beristirahat, ia sendiri diam-diam menyelinap pergi menuju sebuah kapel kecil yang berada dalam wilayah tanah miliknya. Disana ia akan berdoa untuk jangka waktu yang lama. Tubuhnya yang lelah pun beristirahat dan ia lupa sama sekali mengenai rasa laparnya.

Gagasan muncul di benak Gerardus, andai saja orang banyak menyadari sukacita doa, maka pastilah mereka akan dengan lebih suka hati berdoa. Kemudian pikirannya pun melayang kepada para biarawan yang melewatkan sepanjang hidup mereka menyampaikan puji-pujian kepada Tuhan. Bayangkan betapa mereka beroleh hak istimewa, pikirnya. Maka berdoalah ia memohon kesempatan untuk mendapatkan panggilan religius.

Gerard menemukan bahwa biara-biara di Belgia terlalu longgar dalam disiplin mereka. Ketika mengunjungi Prancis pada Tahun 917 untuk sebuah misi dari Count of Namur, Gerard terpesona melihat kehidupan para biarawan Saint Denis yang begitu ketat dan penuh disiplin. Dia lalu meninggalkan segala urusan duniawinya, dan bergabung dengan biara tersebut. Gerards mencintai kehidupan yang telah dipilihnya dan setelah menamatkan pendidikan ia ditahbiskan menjadi seorang imam.

Gerard begitu penuh semangat dalam kehidupan membiara. Ia menjadi contoh bagi para rahib lainnya dalam mengikuti Peraturan, dan dalam pengabdiannya untuk berdoa. Hidupnya, dan dorongan dari saudara-saudara, membantu biara Saint Denis menjadi contoh bagi biara-biara lain di seluruh Eropa.

Ia telah melewatkan sebelas tahun hidupnya sebagai seorang biarawan ketika kepadanya diberikan ijin untuk mendirikan suatu biara baru di tanah miliknya di Brogne. Biara berkembang, tetapi Gerardus merasa terlalu banyak aktivitas dan kesenangan di sana. Sebab itu ia membangun bagi dirinya sendiri sebuah gubug pertapaan di samping gereja dan tinggal di sana dengan tenang seorang diri.

Tetapi, ia tidak dibiarkan tinggal dalam damai untuk waktu yang lama. Para superior meminta Gerardus untuk mengunjungi biara-biara di Flanders dan Normandy. Para biarawan membutuhkan bimbingan dan pertolongan agar mereka dapat lebih bertekun. Tugas ini menghantar Gerardus dalam banyak perjalanan selama duapuluh tahun.

Sepanjang hidupnya Gerardus hidup dengan cara hidup yang ketat penuh matiraga. Ia melakukannya sebab ia ingin membuktikan cintanya kepada Yesus. Ia menunjukkan kasihnya itu dengan suka hati mempersembahkan tindakan-tindakan kecil penyangkalan diri. Ketika tahu bahwa masa hidupnya di dunia akan segera berakhir, ia minta agar diijinkan kembali pulang ke gubug pertapaannya di Brogne. Ijin diberikan. Gerardus wafat dalam damai di pertapaannya pada tanggal 3 Oktober 959.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari