Doa Katolik
Peringatan Wajib

Para Malaikat Pelindung

Jumat, 2 Oktober 2037· Putih · Pekan Psalterium II
2 Oktober 2037

Bacaan Misa

Para Malaikat Pelindung
Bacaan Pertama

pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada nenek moyang kami. Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, untuk mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah ditaruh-Nya di hadapan kami. Semenjak hari Tuhan membawa nenek moyang kami keluar dari negeri Mesir hingga dengan hari ini kami tidak taat kepada Tuhan, Allah kami. Sebaliknya Tuhan telah kami alpakan karena tidak mendengarkan suara-Nya. Dari sebab itu maka melekatlah kepada kami semua bencana dan laknat yang telah diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu nenek moyang kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahkan-Nya kepada kami suatu tanah yang berlimpah susu dan madunya, sebagaimana halnya hari ini. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan firman para nabi yang telah Tuhan utus kepada kami. Bahkan kami telah pergi berbakti kepada allah lain, masing-masing menurut angan-angan hati jahatnya, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

Mazmur Tanggapan

Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.
Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.
Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan.
Kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.
Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api?
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami.
Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu!

Bacaan Injil

"Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."

Invitatorium

Para Malaikat Pelindung

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonAmat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAmat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Para Malaikat Pelindung

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolongku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolongku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Raja kasih, Gembalaku,

Kebaikan-Mu tak pernah pudar.

Tak kurang apa pun jika aku milik-Mu,

dan Engkau milikku selamanya.
Di mana aliran air hidup mengalir,

jiwaku yang ditebus Kaupimpin;

dan di mana padang rumput hijau tumbuh,

dengan makanan surgawi Kaukenyangkan.
Sesat dan bodoh, sering aku tersesat,

namun dalam kasih Kaucariku;

dan di bahu-Mu dengan lembut Kauletakkan,

dan pulang, dengan sukacita, Kaupulangkan aku.
Dalam lembah gelap kematian aku tak takut celaka,

dengan Dikau, Tuhan terkasih, di sisiku;

tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,

salib-Mu di depan untuk membimbingku.
Kauhidangkan meja di hadapanku;

rahmat pengurapan-Mu Kaucurahkan;

dan oh, betapa sukacita yang meluap

dari cawan-Mu yang murni!
Maka sepanjang hari-hari,

kebaikan-Mu tak pernah pudar;

Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu

di dalam rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.

Mazmur 37 (38)

Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah

Semua sahabatnya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).

I
Ya Tuhan, janganlah menghardik aku dalam murka-Mu;

janganlah menghukum aku, Tuhan, dalam amarah-Mu.

Anak panah-Mu telah menancap dalam padaku;

tangan-Mu telah menimpa aku.
Karena murka-Mu seluruh tubuhku sakit;

karena dosaku, tidak ada kesehatan pada anggota tubuhku.

Kesalahanku menjulang lebih tinggi dari kepalaku;

itu adalah beban yang terlalu berat untuk ditanggung.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.

Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.

II
Luka-lukaku busuk dan bernanah,

akibat kebodohanku sendiri.

Aku membungkuk dan berlutut.

Aku meratap sepanjang hari.
Seluruh tubuhku terbakar demam;

seluruh tubuhku sakit.

Lelah dan hancur lebur,

aku berteriak keras dalam kesedihan hati.
Ya Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku;

keluh kesahku tidak tersembunyi dari-Mu.

Jantungku berdebar, kekuatanku habis;

cahaya pun telah lenyap dari mataku.
Sahabat-sahabatku menjauhiku seperti penderita kusta;

mereka yang terdekat denganku berdiri jauh.

Mereka yang berkomplot melawan hidupku memasang jerat;

mereka yang mencari kehancuranku berbicara tentang bahaya,

merencanakan pengkhianatan sepanjang hari.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.

Antifon 3Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.

III
Tetapi aku seperti orang tuli yang tidak dapat mendengar,

seperti orang bisu yang tidak dapat berbicara.

Aku seperti orang yang tidak mendengar apa-apa,

yang di mulutnya tidak ada pembelaan.
Aku mengandalkan Engkau, ya Tuhan:

Engkaulah, Tuhan Allah, yang akan menjawab.

Aku berdoa: “Jangan biarkan mereka mengejekku,

mereka yang bersukacita jika kakiku tergelincir.”
Karena aku hampir jatuh

dan rasa sakitku selalu di hadapanku.

Aku mengakui bahwa aku bersalah

dan dosaku memenuhi aku dengan kecemasan.
Musuh-musuhku yang sembrono tak terhitung jumlahnya

dan musuh-musuhku yang berdusta banyak.

Mereka membalas kebaikan dengan kejahatan

dan menyerangku karena mencari apa yang benar.
Ya Tuhan, janganlah meninggalkan aku!

Ya Allahku, janganlah menjauh!

Bersegeralah datang menolongku,

Ya Tuhan, Allahku, penyelamatku!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Janganlah meninggalkan kami, Tuhan Allah kami; Engkau tidak melupakan tubuh Kristus-Mu yang hancur, pun ejekan yang diterima kasih-Nya. Kami, anak-anak-Mu, terbebani oleh dosa; berikanlah kepada kami kepenuhan belas kasihan-Mu.

AntifonAku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, karena Engkau adalah penyelamatku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitakan apa yang telah Kukatakan.

Bacaan Pertama

Dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi

3:1-16

Teladan Paulus
Saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menulis hal-hal ini kepadamu bukanlah beban bagiku, dan bagimu itu adalah perlindungan.
Waspadalah terhadap anjing-anjing yang tidak percaya. Berhati-hatilah terhadap para pekerja kejahatan. Berjaga-jagalah terhadap mereka yang memutilasi. Kitalah yang adalah sunat, yang menyembah dalam roh Allah dan bermegah dalam Kristus Yesus daripada menaruh kepercayaan kita pada daging—meskipun aku dapat percaya diri bahkan di sana.
Jika ada orang yang mengira ia berhak menaruh kepercayaannya pada bukti lahiriah, terlebih lagi aku! Aku disunat pada hari kedelapan, berasal dari bangsa Israel dan suku Benyamin, seorang Ibrani dari keturunan Ibrani; dalam ketaatan hukum aku adalah seorang Farisi, dan begitu bersemangat sehingga aku menganiaya gereja. Aku tidak bercela dalam hal keadilan berdasarkan hukum.
Tetapi hal-hal yang dulu kuanggap keuntungan kini telah kuperhitungkan sebagai kerugian dalam terang Kristus. Aku telah menganggap semua sebagai kerugian dalam terang pengetahuan yang melampaui segalanya tentang Tuhanku Yesus Kristus. Demi Dia aku telah kehilangan segalanya; aku telah menganggap semua yang lain sebagai sampah agar Kristus menjadi kekayaanku dan aku berada di dalam Dia, tidak memiliki keadilan sendiri berdasarkan ketaatan hukum. Keadilan yang kumiliki adalah yang datang melalui iman kepada Kristus. Itu berasal dari Allah dan didasarkan pada iman. Aku ingin mengenal Kristus dan kuasa yang mengalir dari kebangkitan-Nya; demikian pula untuk mengetahui bagaimana berbagi dalam penderitaan-Nya dengan dibentuk sesuai pola kematian-Nya. Demikianlah aku berharap dapat mencapai kebangkitan dari antara orang mati.
Bukan berarti aku telah mencapainya, atau telah menyelesaikan perlombaanku; tetapi aku berlari untuk meraih hadiah jika mungkin, karena aku telah digenggam oleh Kristus [Yesus]. Saudara-saudara, aku tidak menganggap diriku telah mencapai garis akhir. Aku tidak memikirkan apa yang ada di belakang tetapi terus maju ke depan. Seluruh perhatianku tertuju pada garis akhir saat aku berlari menuju hadiah yang kepadanya Allah memanggilku—hidup di tempat tinggi dalam Kristus Yesus.
Kita semua yang matang secara rohani harus memiliki sikap ini. Jika kamu melihatnya dengan cara lain, Allah akan menjelaskan kesulitan itu kepadamu. Penting bagi kita untuk terus berjalan di jalur kita, tidak peduli tahap apa yang telah kita capai.

Responsorium Filipi 3:8, 10; Roma 6:8

Aku telah menganggap segala sesuatu tidak berharga agar aku dapat memperoleh Kristus.

℟ Aku ingin mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya, dan bersatu dengan-Nya dalam penderitaan-Nya.
Kami percaya bahwa jika kami mati bersama Kristus, kami juga akan hidup bersama-Nya.

℟ Aku ingin mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya, dan bersatu dengan-Nya dalam penderitaan-Nya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardus, abbas

Agar mereka menjagamu dalam segala jalanmu
Ia telah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjagamu dalam segala jalanmu. Biarlah mereka bersyukur kepada Tuhan atas belas kasihan-Nya; karya-karya-Nya yang ajaib adalah bagi anak-anak manusia. Biarlah mereka bersyukur dan berkata di antara bangsa-bangsa, Tuhan telah melakukan hal-hal besar bagi mereka. Ya Tuhan, siapakah manusia sehingga Engkau memperkenalkan diri-Mu kepadanya, atau mengapa Engkau mencondongkan hati-Mu kepadanya? Dan Engkau memang mencondongkan hati-Mu kepadanya; Engkau menunjukkan kepadanya perhatian dan kepedulian-Mu. Akhirnya, Engkau mengutus Putra-Mu yang tunggal dan rahmat Roh-Mu, dan menjanjikan kepadanya penglihatan akan wajah-Mu. Maka, agar tidak ada yang kurang di surga dalam kepedulian-Mu terhadap kami, Engkau mengutus roh-roh yang diberkati itu untuk melayani kami, menugaskan mereka sebagai pelindung dan pengajar kami.
Ia telah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjagamu dalam segala jalanmu. Kata-kata ini seharusnya memenuhi kamu dengan rasa hormat, menginspirasi devosi, dan menanamkan kepercayaan; rasa hormat atas kehadiran malaikat, devosi karena pelayanan kasih mereka, dan kepercayaan karena perlindungan mereka. Maka malaikat-malaikat itu ada di sini; mereka ada di sisimu, mereka bersamamu, hadir demi kamu. Mereka ada di sini untuk melindungimu dan melayanimu. Tetapi meskipun Allah yang telah memberikan tugas ini kepada mereka, kita tetap harus berterima kasih kepada mereka atas kasih yang besar yang dengannya mereka taat dan datang menolong kita dalam kebutuhan besar kita.
Maka marilah kita berdevosi dan bersyukur kepada pelindung-pelindung yang begitu agung; marilah kita membalas kasih mereka dan menghormati mereka sebanyak yang kita bisa dan seharusnya. Namun, semua kasih dan kehormatan kita harus tertuju kepada-Nya, karena dari Dialah mereka menerima segala sesuatu yang membuat mereka layak menerima kasih dan rasa hormat kita.
Maka, saudara-saudaraku, kita harus menunjukkan kasih sayang kita kepada para malaikat, karena suatu hari mereka akan menjadi sesama ahli waris kita, sama seperti di dunia ini mereka adalah pelindung dan wali kita yang ditunjuk dan ditempatkan atas kita oleh Bapa. Kita adalah anak-anak Allah meskipun tidak terlihat demikian, karena kita masih anak-anak kecil di bawah wali dan pengawas, dan untuk saat ini sedikit lebih baik daripada budak.
Meskipun kita anak-anak dan memiliki jalan yang panjang, sangat panjang dan berbahaya untuk dilalui, dengan pelindung seperti itu apa yang harus kita takuti? Mereka yang menjaga kita dalam segala jalan kita tidak dapat dikalahkan atau disesatkan, apalagi menyesatkan kita. Mereka setia, bijaksana, perkasa. Mengapa kita takut? Kita hanya perlu mengikuti mereka, tetap dekat dengan mereka, dan kita akan tinggal di bawah perlindungan surga Allah.

Responsorium Mazmur 91:11-12, 10

Allah memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menjagamu dalam segala jalanmu.

℟ Mereka akan mengangkatmu dengan tangan mereka, agar kakimu tidak terantuk batu.
Tidak ada kejahatan yang akan menimpamu, tidak ada malapetaka yang akan mendekati kemahmu.

℟ Mereka akan mengangkatmu dengan tangan mereka, agar kakimu tidak terantuk batu.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang dalam penyelenggaraan-Mu yang tak terselami
berkenan mengutus Malaikat-Malaikat-Mu yang kudus untuk menjaga kami,
dengarkanlah permohonan kami saat kami berseru kepada-Mu,
agar kami selalu dilindungi oleh perlindungan mereka
dan bersukacita selamanya dalam kebersamaan mereka.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Para Malaikat Pelindung

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu
Namun jangan tunda janganlah menunggu
Carilah wajahNya sekarangpun juga
Tanpa menantikan senja.

Kristus sungguh ada dalam diri kita
Meski kita hina meski kita papa
Carilah wajahNya serukan namaNya
Kita pasti dibimbingNya.

Ya Bapa surgawi tolonglah hambaMu
Agar mengikuti Roh Kudus selalu
Hingga hari ini kami sungguh mampu
Mencari wajah PutraMu. Amin.

Antifon 1Tuhan akan mengutus malaikatNya menyertaimu dan meluruskan jalanmu.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Antifon 1Tuhan akan mengutus malaikatNya menyertaimu dan meluruskan jalanmu.

Antifon 2Terpujilah Allah yang mengutus malaikatNya dan meluputkan hamba-hambaNya yang percaya kepadaNya.

Hab 3,2-4.13a.15-19

Ya Tuhan, aku telah mendengar pesanMu,*
aku telah melihat karyaMu yang agung.

Ulangilah dan masyhurkanlah karyaMu di masa kami,*
bila Engkau murka, ingatlah akan kerahimanMu.

Allah datang dari gurun Teman,*
Allah yang kudus dari gunung Paran.

Kegemilangan Allah meliputi cakerawala,*
dan bumi penuh pujianNya.

Seri kemuliaanNya bersinar seperti cahaya,+
seperti kilat yang disambarkan tanganNya,*
Ia menampakkan kekuasaanNya.

Engkau maju berperang untuk membebaskan umatMu,*
Engkau menolong raja yang Kauurapi.

Engkau menyebarangi laut dengan kereta perang,*
melalui lumpur dasar laut.

Batinku gemetar karena berita buruk,*
dan bibirku bergetar ketakutan.

Sendi-sendi tulangku menjadi rapuh,*
dan langkahku goyah.

Dengan tenang kunantikan hari kesesakan,*
yang mendatangi bangsa yang menindas kami.

Walau pohon ara tidak bertunas,*
dan pohon anggur tidak berbuah;

walau penghasilan zaitun tidak memuaskan,*
dan ladang tidak memberi panen;

walau domba seekorpun tak ada di kandang,*
dan tiada ternak di dalam pagar;

namun aku bersukaria dalam Tuhan,*
bersorak-sorai dalam Allah yang menyelamatkan daku.

Tuhan Allahkulah kekuatanku,+
kakiku dikuatkanNya laksana kaki rusa,*
aku dibimbingNya di jalan terjal.

Antifon 2Terpujilah Allah yang mengutus malaikatNya dan meluputkan hamba-hambaNya yang percaya kepadaNya.

Antifon 3Hai para malaikat dan segala kuasa, pujilah Tuhan.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Antifon 3Hai para malaikat dan segala kuasa, pujilah Tuhan.

Bacaan Singkat (Keluaran 23,20-21)

"Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.

Antifon KidungMereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk menolong mereka yang akan mewarisi keselamatan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungMereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk menolong mereka yang akan mewarisi keselamatan.

Doa Permohonan

Kristus telah menumpahkan darahNya dan mempersembahkan diri kepada Bapa dalam Roh kudus untuk menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia. Marilah kita menyembah Dia dan dengan tulus ikhlas berkata:

℟. Engkaulah pokok damai kami, ya Tuhan.

Dalam kemurahanMu Engkau telah memberikan permulaan hari ini kepada kami,* maka berilah juga permulaan hidup yang baru. ℟.

Engkau telah menciptakan dan tetap menyelenggarakan segala sesuatu,* semoga kami senantiasa melihat Engkau dalam setiap makhluk. ℟.

Engkau telah mengikat perjanjian yang baru dan kekal dalam darahMu,* maka doronglah kami untuk berpegang teguh pada perjanjianMu itu. ℟.

Di kayu salib darah dan air mengalir ke luar dari lambungMu,* maka basuhlah kami dalam sumber yang menyelamatkan itu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, dalam penyelenggaraanMu yang tak terperikan Engkau berkenan mengutus para malaikatMu yang kudus untuk menjaga kami. Kabulkanlah doa kami: semoga kami selalu dilindungi oleh penjagaan mereka dan bersukacita dalam kebersamaan dengan mereka selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Para Malaikat Pelindung

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Dt 1, 31b)

dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa Tuhan, Allahmu, mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.

Ayat Singkat

℣.Sokonglah aku sesuai dengan janji-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup.℟.Dan jangan biarkan aku kecewa dalam harapanku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Para Malaikat Pelindung

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.

Mazmur 118 (119),73-80

Ya Tuhan, tanganMulah yang menjadikan dan membentuk aku,*
semoga aku mengerti dan mempelajari perintahMu.

Orang takwa melihat aku, lalu bergembira,*
karena aku berharap akan firmanMu.

Aku tahu, ya Tuhan, bahwa ketetapanMu adil,*
karena Engkau telah menghukum aku dengan tepat.

Semoga kasih setiaMu menghibur aku,*
sesuai dengan janjiMu kepada hambaMu ini.

Semoga aku hidup karena rahmatMu,*
sebab aku suka akan hukumMu.

Semoga orang yang sombong Kaupermalukan, sebab mereka curang terhadapku,*
tetapi aku akan merenungkan aturanMu.

Semoga orang takwa memihak aku,*
semoga orang tahu akan perintahMu.

Semoga aku melakukan ketetapanMu dengan sempurna,*
sehingga aku tidak dikecewakan.

Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu.

Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.

Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18

Ya Allahku, lepaskan daku dari tangan musuh,*
lindungilah aku terhadap serangan lawan.

Lepaskan daku dari orang yang berbuat jahat,*
selamatkanlah aku dari penumpah darah.

Sebab orang-orang kuat mengancam hidupku,*
mereka menyerbu aku.

Aku tidak melakukan pelanggaran dan tidak berdosa,*
meskipun aku tidak bersalah, mereka bersiap-siap menyerang.

Bangunlah, kemarilah dan lihatlah,*
Tuhan semesta alam, Allah Israel.

Tuhan, Engkau menertawakan bangsa-bangsa kafir,*
mengolok-olok kesombongan mereka.

Aku berpegang padaMu, sebab Engkaulah kekuatanku,*
Engkaulah Allahku dan pelindungku.

Allahku mendampingi aku dengan kasih setia,*
sehingga aku menyaksikan kekalahan musuhku.

Aku menyanyikan kekuasaanMu,*
pagi-pagi sudah memuji kasih setiaMu.

Sebab Engkaulah pelindungku,*
tempat pengungsian pada waktu kesesakan.

Engkaulah kekuatanku, aku bernyanyi bagiMu,*
Engkaulah pelindungku, Allah yang penuh kasih setia.

Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku.

Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.

Mazmur 59 (60)

Allah, Engkau menggempur dan menerobos pertahanan kami,*
Engkau murka dan meninggalkan kami.

Tanah kami Kaugoncangkan, sehingga retak,*
goyah dan nyaris terbelah.

UmatMu telah Kauberi pelajaran yang pahit,*
kami Kauberi minum anggur yang memusingkan.

Berikanlah panjiMu kepada orang-orang takwa,*
supaya mereka bersatu melawan musuh.

Berilah kami kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahKu.

Lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gileat dan Manasye menjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu, Yehuda tongkat kerajaanKu,*
Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenanganKu".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah!*
Masihkah Engkau membuang kami dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Dengan Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga.

Bacaan singkat Keb 1,13-15

Allah tidak mengadakan maut dan tidak bergembira atas kebinasaan orang-orang hidup. Sebab Ia menciptakan segala sesuatu, supaya segala ciptaan itu ada dan selamat. Tak ada racun maut di antara mereka, tak ada kekuasaan pratala di bumi. Sebab keadilan kekal adanya.

℣.Tuhan meluputkan jiwaku dari maut.℟.Aku boleh menikmati hidup di dunia ini.

Doa Penutup

Ya Allah, dalam penyelenggaraanMu yang tak terperikan Engkau berkenan mengutus para malaikatMu yang kudus untuk menjaga kami. Kabulkanlah doa kami: semoga kami selalu dilindungi oleh penjagaan mereka dan bersukacita dalam kebersamaan dengan mereka selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Para Malaikat Pelindung

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Sap 1, 13-15)

Memang maut tidak dibuat oleh Allah, dan Iapun tak bergembira karena yang hidup musnah lenyap. Sebaliknya Ia menciptakan segala-galanya supaya ada, dan supaya makhluk-makhluk jagat menyelamatkan. Di antaranyapun tidak ada racun yang membinasakan, dan dunia orang mati tidak merajai bumi. Maka kesucian mesti baka.

Ayat Singkat

℣.Tuhan telah meluputkan jiwaku dari maut.℟.Aku akan berjalan di hadapan-Nya di negeri orang hidup.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Para Malaikat Pelindung

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Yesus cahaya sejati
Yang bersinar dalam hati
Membawa keselamatan
Dan damai yang tahan zaman.

Engkau laksana pelita
Di tengah gelap gulita
Yang menjamin perjalanan
Agar mencapai tujuan.

Bila senja sudah tiba
Engkau tetap bercahaya
Menyinarkan kasih suci
Memancarkan cinta murni.

Terpujilah Kristus Tuhan
Yang rela menjadi kurban
Namun kini sudah jaya
Mulya untuk selamanya. Amin.

Antifon 1Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.

Mazmur 114 (116A,1-9)

Tuhan mengasihi aku,*
Ia mendengarkan seruan dan permohonanku.

Ia menaruh perhatian padaku,*
bila aku berseru kepadaNya.

Jerat maut meliliti aku,+
utusan pratala menyergap aku,*
aku dirundung kesusahan.

Maka aku menyerukan nama Tuhan,*
Ya tuhan, bebaskanlah aku.

Berbelaskasihlah Tuhan dan adil,*
Allah kita penuh kerahiman.

Orang yang bersahaja dilindungiNya,*
dari kesesakan aku diselamatkanNya.

Hai jiwaku, tenangkanlah dirimu,*
sebab Tuhan berbuat baik kepadamu.

Tuhan meluputkan jiwaku dari maut,*
Ia mengusap air mataku dan menguatkan kakiku.

Aku boleh menikmati hidup di dunia ini,*
di hadapan wajah Tuhan.

Antifon 1Tuhan, luputkanlah jiwaku dari maut dan kuatkanlah aku.

Antifon 2Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Pertolonganku dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Antifon 3Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat (Kor 2,7-10a)

Ilmu yang kami ajarkan ialah ilmu Allah yang penuh rahasia, yang tersembunyi bagi manusia; ilmu yang sejak dahulu kala disediakan Allah demi kemuliaan kita. Ilmu itu tidaklah diketahui oleh seorangpun dari penguasa dunia ini; sebab seandainya diketahuinya, pasti mereka tidak sampai menyalibkan Tuhan yang mulia. Akan tetapi, kami memaklumkan seperti tertulis dalam Kitab suci, yakni: "Apa yang tak pernah dilihat ataupun didengar orang, apa yang tak pernah timbul di hati manusia, itulah yang disediakan Allah bagi mereka yang mengasihiNya". Demikianlah dinyatakan oleh Allah kepada kita dengan perantaraan Roh kudus.

Lagu Singkat

℣.Kristus telah wafat karena dosa kita,* Untuk menghantar kita kepada Allah.℟.Kristus.℣.Ia wafat sebagai manusia lemah, tetapi kini hidup dalam kekuatan Roh.℟.Untuk menghantar kita kepada Allah.℣.Kemuliaan℟.Kristus.

Antifon KidungMalaikat mereka di surga senantiasa memandang wajah BapaKu yang di surga.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungMalaikat mereka di surga senantiasa memandang wajah BapaKu yang di surga.

Doa Permohonan

Tuhan Kristus dengan penuh belaskasihan menghapus air mata dari pipi orang yang menangis. Maka hendaklah kita memuji Dia dan dengan rendah hati berdoa kepadaNya:

℟. Kasihanilah umatMu, ya Tuhan.

Tuhan Kristus, penghibur orang yang hina-dina,* pandanglah kiranya air mata kaum fakir miskin. ℟.

Tuhan yang mahamurah, dengarkanlah kiranya keluh kesah orang yang berada dalam sakrat maut,* dan utuslah malaikatMu untuk menguatkan mereka. ℟.

Semoga para pengungsi melihat kembali kampung halamannya di dunia ini,* dan kelak diterima dalam tanah air abadi di surga. ℟.

Semoga orang yang tenggelam dalam dosa, membuka diri bagi cinta kasihMu,* dan dipersatukan kembali dengan Dikau dan dengan GerejaMu. ℟.

Selamatkanlah kiranya saudara-saudara yang telah berpulang,* sehingga mereka dapat menikmati penebusanMu selimpah-limpahnya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, dalam penyelenggaraanMu yang tak terperikan Engkau berkenan mengutus para malaikatMu yang kudus untuk menjaga kami. Kabulkanlah doa kami: semoga kami selalu dilindungi oleh penjagaan mereka dan bersukacita dalam kebersamaan dengan mereka selama-lamanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Para Malaikat Pelindung

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Yer 14,9

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Pesta Para Malaekat Pelindung

Gereja percaya bahwa Tuhan Allah memberikan kepada setiap orang beriman seorang malaekat pelindung. Kepercayaan akan perlindungan malaekat sebagai utusan Allah sudah ada semenjak Perjanjian lama.

Bacaan pertama dalam Misa Kudus hari ini menunjukkan bahwa Tuhan memberikan malaekatNya sebagai pelindung dan penasehat bangsa Yahudi: "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaekat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. . . "(Kel 23:22 dst). Bangsa Yahudi harus selalu mendengarkan dia agar bisa selamat. Dalam Injil, Yesus mengatakan: "Ingatlah, janganlah menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaekat mereka di sorga yang selalu memandang wajah BapakKu yang di sorga" (Mat 18: 10).

Setiap kita mempunyai seorang malaekat pelindung. Ia bertugas melindungi, membimbing dari mempersembahkan doa dan karya-karya kita kepada Allah. Kita harus selalu menghormati malaekat pelindung kita, karena dialah sahabat kita yang ditugaskan Tuhan untuk mendampingi kita dalam hidup ini.

Santo Leger atau Lutgar

Martir

Leger lahir pada tahun 616. Imam saleh ini kemudian ditahbiskan menjadi Uskup kota Autun, Prancis. Sebagai Uskup ia giat membaharui cara hidup umatnya mengikuti nasehat-nasehat Kristus. Keberhasilan karyanya dan pengaruhnya yang besar di kalangan umat sangat mengkuatirkan penguasa kerajaan. Oleh karena itu ia ditangkap dan disiksa secara keji. Akhirnya matanya dibutakan, lidahnya dipotong. Beberapa tahun kemudian kepalanya dipenggal oleh wakil raja. Leger dihormati sebagai santo pelindung orang sakit mata. Peristiwa keji atas dirinya terjadi pada tahun 680.

Santo Leodegar

Uskup dan Martir · ± 616-678

Santo Leodegar lahir di Autun, Burgundy (Sekarang Perancis) pada sekitar tahun 616. Ia berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ayahnya bernama Bobilo dan ibunya juga adalah seorang kudus; yaitu Santa Sigrada. Seorang adiknya juga adalah seorang santo dan martir Kristus bernama Santo Warren.

Karena ingin menjadi seorang imam, Leodegar lalu pergi ke kota Poitiers, untuk belajar di bawah bimbingan pamannya, yang adalah Uskup Poitiers. Oleh pamannya, ia ditahbiskan menjadi seorang diakon, lalu menjadi seorang imam. Pada tahun 650 santo Leodegar di angkat menjadi abbas (kepala biara) di biara Maxentius. Selama enam tahun menjadi abbas, santo Leodegar berusaha keras memperbaharui kehidupan spiritual para biarawan asuhannya dengan menerapkan aturan hidup Benediktin (benedictin rule) yang sangat ketat.

Pada tahun 656, Santo Leodegar harus meninggalkan biara Maxentius karena secara tidak diduga ia ditunjuk oleh Ratu Bathildis untuk menjadi Penasihat Kerajaan dan guru rohani bagi para pangeran. Santo Leodegar menduduki jabatan ini selama sembilan tahun. Pada tahun 665 Leodegar mengundurkan diri sebagai Penasihat Kerajaan beberapa saat setelah ratu Bhatildis menyerahkan tahta kerajaan pada puteranya Clotaire. Ratu yang saleh itu ingin menarik diri dari dunia ramai dan menjadi seorang biarawati. Ratu Bhatildis kini dikenal sebagai Santa Bhatildis.

Setelah mengundurkan diri sebagai penasihat Kerajaan, Santo Leodegar ditunjuk menjadi uskup kota Autun. Ia menjadi seorang uskup yang sangat saleh dan sederhana. Kesehariaannya tetap ia jalani layaknya seorang biarawan dan ia tetap hidup sesuai aturan hidup benediktin. Uskup Leodegar memperbaharui kehidupan para klerusnya dan menegakkan disiplin kehidupan gerejawi. Ia sangat memperhatikan penerimaan sakramen-sakramen bagi umat, terutama sakramen baptis.

Sekitar Tahun 675 terjadi perebutan kekuasaan di Autun antara Childeric dan Ebroin. Childeric terbunuh, dan kota Autun lalu dikepung Ebroin bersama para sekutunya. Untuk menghindari pertumpahan darah, bapa Uskup mengatur penyerahan diri dan memberikan dirinya sebagai jaminan kepada para penyerang agar mereka untuk tidak menghancurkan kota dan membunuhi para penduduk.

Karena dianggap sebagai pendukung Childeric, Ebroin lalu memerintahkan agar uskup Leodegar ditahan. Dalam penjara, bapa uskup disiksa dengan sangat mengerikan. Kedua matanya dicungkil dan lidahnya dipotong. Ia juga terus menerus disiksa sampai kedua kakinya menjadi lumpuh. Ebroin dengan keji sengaja membiarkan uskup Leodegar hidup dalam penderitaan sebagai seorang lumpuh, buta dan bisu selama dua tahun sebelum kemudian membunuhnya.

Uskup Leodegar meninggal sebagai seorang martir pada tahun 678 atau 680 di pinggir dekat hutan dekat Sarcing, Somme, Perancis.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Pemegang tombak / Orang dengan Tombak

Berasal dari nama Jermanik Leudagar yang berasal dari kata leud => "Orang" dan ger => "Tombak/Lembing".

Santo Warren

Martir · ± 630-677

St.Warren lahir di Autun, Burgundy (Sekarang wilayah Perancis). Dia berasal dari keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Ibunya juga seorang Kudus; yaitu Santa Sigrada. Seorang saudaranya; Leodegarius menjadi uskup dikota mereka. Dikemudian hari Leodegarius juga menjadi seorang santo dan martir Kristus. Sebagai seorang bangsawan St.Warren dan saudaranya menghabiskan masa kecil mereka di istana Clotaire II.

Tidak banyak lagi catatan yang bisa kita temukan tentang orang kudus ini, selain bahwa ia menjadi martir setelah dirajam sampai mati atas perintah seorang Walikota bernama Ebroin.

Sekitar Tahun 675 Ebroin bersama para sekutunya menyerang kota Autun. St.Warren dan saudaranya Uskup Leodegarius jatuh ke tangan mereka. Ebroin kemudian menyiksa St.Leodegarius dengan sangat mengerikan. Kedua matanya dicungkil dan lidahnya dipotong. Ebroin dengan keji membiarkan Santo Loedegarius hidup dalam penderitaan sebagai seorang buta dan bisu selama 2 tahun sebelum kemudian membunuhnya di pinggir hutan.

Menyusul kemartiran saudaranya; pada tahun 677 St.Warren dirajam sampai mati oleh para kaki tangan Eborius.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari