Doa Katolik
Hari Raya

Hari Minggu Adven I

Minggu, 29 November 2037· Ungu · Pekan Psalterium I
29 November 2037

Bacaan Misa

Hari Minggu Adven I

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita!

Mazmur Tanggapan

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.

Bacaan Kedua

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.

Bacaan Injil

"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat." "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Invitatorium

Hari Minggu Adven I

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Ibadat Bacaan

Hari Minggu Adven I

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Sabda yang luhur, Engkau datang,
terang yang terbit dari Bapa,
yang lahir untuk menolong dunia
pada perjalanan waktu yang menurun:

Terangilah kini hati kami
dan bakarlah dengan cinta-Mu;
oleh warta yang telah kami dengar
semoga akhirnya terusir segala yang menyesatkan.

Dan bila kelak Engkau hadir sebagai Hakim
untuk menyelidiki perbuatan hati,
membalas setimpal segala yang tersembunyi
dan memberi kerajaan kepada orang benar atas kebaikannya,

Janganlah akhirnya kami disesakkan oleh hukuman
menurut beratnya kesalahan,
melainkan bersama para kudus
jadilah kami warga surga untuk selamanya.

Kristus, Raja yang mahabaik,
bagi-Mu dan bagi Bapa kemuliaan,
bersama Roh Penghibur,
sepanjang segala abad. Amin.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Lihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.

Mazmur 1

Ada dua jalan yang dapat ditempuh manusia

Berbahagialah mereka yang, dengan menaruh seluruh kepercayaan pada salib, telah terjun ke dalam air kehidupan (dari seorang penulis abad kedua).
Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi kesukaannya adalah Taurat Tuhan

dan yang merenungkan Taurat-Nya siang dan malam.

AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.

Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya

dan daunnya tidak akan layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!

AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.

Sebab mereka seperti sekam yang ditiup

akan diterbangkan oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

tidak akan menemukan tempat di antara orang-orang yang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau adalah kepenuhan hidup kekudusan dan sukacita. Penuhilah hari dan malam kami dengan kasih hikmat-Mu, agar kami dapat berbuah dalam keindahan kekudusan, seperti pohon yang diairi oleh aliran sungai.

AntifonLihatlah, Raja yang mahatinggi akan datang dengan kuasa besar untuk menyelamatkan bangsa-bangsa, alleluya.

Antifon 2Bersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Mazmur 2

Mesias, raja dan penakluk

Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kisah Para Rasul 4:27).

Mengapa keributan ini di antara bangsa-bangsa,

di antara umat manusia gumaman yang tidak berguna ini?

Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para pangeran berkomplot melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari, kita buang kuk mereka.”

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan menertawakan mereka.

Kemudian Dia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan menyerang mereka dengan teror.

“Akulah yang telah mengangkat raja-Ku

di Sion, gunung kudus-Ku.”

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:
Tuhan berfirman kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah memperanakkan Engkau pada hari ini.

Mintalah dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepada-Mu,

letakkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikan-Mu.

Dengan tongkat besi Engkau akan menghancurkan mereka,

memecahkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Sekarang, ya raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan hormat

dan gemetar, berikanlah penghormatan-Mu kepada-Nya

jangan sampai Dia marah dan Engkau binasa;

sebab tiba-tiba kemarahan-Nya akan menyala.

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau memberikan bangsa-bangsa di dunia sebagai warisan Putra tunggal-Mu; Engkau memahkotai-Nya sebagai Raja Sion, kota suci-Mu, dan memberikan Gereja-Mu untuk menjadi mempelai-Nya. Ketika Dia memberitakan hukum kerajaan-Mu yang kekal, semoga kami melayani-Nya dengan setia, dan dengan demikian berbagi kuasa kerajaan-Nya selamanya.

AntifonBersukacitalah dan bergembiralah, hai putri Yerusalem: lihatlah, Rajamu akan datang kepadamu. Hai Sion, jangan takut, sebab keselamatanmu segera datang.

Antifon 3Pada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Mazmur 3

Aku aman dalam pemeliharaan Tuhan

Kristus tertidur dalam kematian, tetapi Dia bangkit dari antara orang mati, karena Allah adalah penyelamat-Nya (Santo Ireneus).
Betapa banyak musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyak yang bangkit melawan aku!

Betapa banyak yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”

AntifonPada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Dia menjawab dari gunung kudus-Nya.

AntifonPada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, karena Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawan aku.

AntifonPada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Bangkitlah, Tuhan; selamatkan aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!

AntifonPada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, Engkau mendengar seruan Putra-Mu ketika Dia tertindas dan menyelamatkan-Nya dari tidur kematian. Bangkitlah, Tuhan, tolonglah Gereja-Mu. Jadilah perisainya agar ia dapat mengangkat kepalanya dan memancarkan kemuliaan kebangkitan.

AntifonPada kedatangan Raja yang mahaagung hendaklah hati manusia dibersihkan, supaya kita berjalan dengan layak menyongsong Dia: sebab lihatlah, Ia akan datang dan tidak akan berlambat.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Bangkitlah dan angkatlah kepalamu.

℟ Sebab penebusanmu sudah dekat.
Bacaan Pertama

Permulaan Kitab Nabi Yesaya

Yes 1:1-18

Teguran terhadap umat
Penglihatan Yesaya bin Amos,
yang dilihatnya tentang Yehuda dan Yerusalem
pada zaman Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

Dengarlah, hai langit, dan pasanglah telinga, hai bumi,
sebab Tuhan telah berfirman:
“Aku telah membesarkan anak-anak dan meninggikan mereka,
tetapi mereka telah memberontak terhadap Aku.
Lembu mengenal pemiliknya,
dan keledai mengenal palungan tuannya;
tetapi Israel tidak mengenal,
umat-Ku tidak mengerti.”

Celakalah bangsa yang berdosa,
umat yang sarat dengan kesalahan,
keturunan yang jahat, anak-anak yang berlaku busuk!
Mereka telah meninggalkan Tuhan,
menghujat Yang Mahakudus Israel,
dan berpaling membelakangi Dia.

Di mana lagi kamu mau dipukul,
kamu yang terus-menerus memberontak?
Seluruh kepala sakit,
dan seluruh hati lemah.
Dari telapak kaki sampai ke kepala
tidak ada yang sehat padanya;
luka, bilur, dan bengkak yang bernanah
tidak dibalut,
tidak diobati dengan obat, tidak dilembutkan dengan minyak.
Negerimu menjadi sunyi sepi,
kota-kotamu habis dibakar api;
di depan matamu orang-orang asing memakan habis tanahmu,
dan negerimu menjadi sunyi seperti dibinasakan musuh.
Putri Sion akan ditinggalkan
seperti pondok di kebun anggur,
seperti gubuk di kebun mentimun,
seperti kota yang terkepung.
Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan bagi kita benih,
kita sudah menjadi seperti Sodom
dan sama seperti Gomora.

Dengarlah firman Tuhan,
hai para pemimpin Sodom;
pasanglah telinga pada hukum Allah kita,
hai umat Gomora.
“Untuk apa kurban sembelihanmu yang banyak itu bagi-Ku?,
firman Tuhan.
Aku sudah kenyang dengan kurban bakaran domba jantan
dan lemak ternak gemukan;
darah lembu jantan,
domba, dan kambing jantan tidak Kusukai.
Apabila kamu datang menghadap hadirat-Ku,
siapakah yang menuntut semuanya ini dari tanganmu,
sehingga kamu menginjak-injak pelataran-Ku?
Jangan lagi membawa kurban yang sia-sia;
dupa adalah kekejian bagi-Ku,
begitu pula bulan baru, sabat, dan pertemuan-pertemuan;
Aku tidak tahan melihat kejahatan bersama perkumpulan raya;
perayaan bulan barumu dan hari-hari rayamu
dibenci jiwa-Ku,
semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku lelah menanggungnya.
Apabila kamu menadahkan tanganmu,
Aku akan memalingkan mata-Ku dari padamu;
dan sekalipun kamu memperbanyak doa,
Aku tidak akan mendengarkan:
sebab tanganmu penuh dengan darah.
Basuhlah dirimu, bersihkanlah dirimu,
jauhkanlah kejahatan rancanganmu
dari hadapan mata-Ku;
berhentilah berbuat jahat,
belajarlah berbuat baik:
carilah keadilan, tolonglah orang yang tertindas,
belalah hak anak yatim, perjuangkanlah perkara janda.
Marilah, baiklah kita beperkara,
firman Tuhan.
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi,
akan menjadi putih seperti salju;
dan sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba,
akan menjadi putih seperti bulu domba.”

Responsorium Yes 1:16, 18, 17

Basuhlah dirimu, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah kejahatan rancanganmu dari hadapan mata-Ku;

℟ Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.
Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, carilah keadilan.

℟ Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju.
Bacaan Kedua

Dari Katekese Santo Sirilus dari Yerusalem, uskup

(Cat. 15, 1-3: PG 33, 870-874)

Dua kedatangan Yesus Kristus
Kita mewartakan kedatangan Kristus, bukan hanya satu, melainkan juga yang kedua, yang jauh lebih mulia daripada yang pertama. Sebab yang pertama menampakkan tanda kesabaran, sedangkan yang kedua akan membawa mahkota kerajaan ilahi.

Memang pada umumnya segala sesuatu pada Tuhan kita Yesus Kristus bersifat ganda. Kelahiran-Nya ganda: yang satu dari Allah sebelum segala abad, yang lain dari Perawan pada kegenapan zaman. Turun-Nya ganda: yang satu tersembunyi, bagaikan hujan ke atas bulu domba, yang lain nyata, yaitu yang masih akan datang.

Pada kedatangan-Nya yang pertama Ia dibungkus dengan lampin di palungan; pada yang kedua Ia berselubungkan cahaya bagaikan jubah. Pada yang pertama Ia menanggung salib tanpa menghiraukan kehinaan; pada yang kedua Ia akan datang dikawal bala tentara malaikat, dalam kemuliaan.

Maka kita tidak berhenti pada kedatangan yang pertama saja, melainkan juga menantikan yang kedua. Pada yang pertama kita berkata: “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan”, dan hal yang sama akan kita serukan lagi pada yang kedua, ketika bersama para malaikat kita menyongsong Tuhan dan sambil menyembah berseru: “Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Sang Penyelamat akan datang bukan untuk diadili lagi, melainkan untuk menghadapkan ke pengadilan mereka yang dahulu menghadapkan Dia ke pengadilan. Dia yang dahulu berdiam diri ketika diadili, akan mengingatkan orang-orang jahat itu akan kekejaman yang berani mereka lakukan terhadap-Nya ketika mereka menyalibkan Dia, dan berkata: “Semua itu kaulakukan, dan Aku berdiam diri.”

Dahulu, demi rencana keselamatan yang penuh belas kasih, Ia datang mengajar manusia dengan bujukan yang lembut; tetapi pada saat itu nanti, mau tidak mau, mereka terpaksa tunduk kepada kerajaan-Nya.

Nabi Maleakhi berbicara tentang kedua kedatangan itu: “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.” Itulah kedatangan yang satu.

Dan tentang yang lain ia berkata lagi: “Dan Malaikat Perjanjian yang kamu rindukan itu. Lihatlah, Tuhan yang mahakuasa akan datang: siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya, atau siapakah yang dapat bertahan ketika Ia menampakkan diri? Sebab Ia datang seperti api tukang pemurni logam, seperti sabun tukang penatu; Ia akan duduk sambil memurnikan dan membersihkan.”

Kedua kedatangan itu ditunjukkan pula oleh Paulus ketika menulis kepada Titus dengan kata-kata ini: “Kasih karunia Allah, Penyelamat kita, telah nyata bagi semua manusia; ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil, dan saleh di dunia sekarang ini, sambil menantikan pengharapan yang bahagia dan penampakan kemuliaan Allah yang mahabesar dan Penyelamat kita Yesus Kristus.” Lihatlah, bagaimana ia mengungkapkan kedatangan yang pertama, yang untuknya ia mengucap syukur, dan yang kedua, yang kita nantikan.

Karena itu, rumusan iman yang kita akui telah diturunkan kepada kita demikian, supaya kita percaya kepada Dia “yang naik ke surga, dan duduk di sebelah kanan Bapa. Dan Ia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati; kerajaan-Nya takkan berakhir.”

Jadi, Tuhan kita Yesus Kristus akan datang dari surga. Ia akan datang dengan kemuliaan menjelang akhir dunia ini, pada hari terakhir. Sebab akan terjadi kesudahan dunia ini, dan dunia yang telah dijadikan ini akan diperbarui kembali.

Responsorium Bdk. Mzm 49:3; 80:2; 24:7, 9

Memandang dari jauh, lihatlah, aku melihat kuasa Allah datang, dan awan menyelubungi seluruh bumi.

℟ Pergilah menyongsong Dia, dan katakanlah: Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau sendiri, yang akan meraja atas umat Israel.
Hai semua penduduk bumi dan anak-anak manusia, bersama-sama, kaya dan miskin,

℟ Pergilah menyongsong Dia, dan katakanlah: Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau sendiri, yang akan meraja atas umat Israel.
Hai Gembala Israel, dengarkanlah, Engkau yang menuntun Yusuf seperti kawanan domba,

℟ Pergilah menyongsong Dia, dan katakanlah: Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau sendiri, yang akan meraja atas umat Israel.
Angkatlah pintu gerbangmu, hai para pemimpin, dan terangkatlah, hai pintu-pintu abadi, maka Raja Kemuliaan akan masuk.

℟ Pergilah menyongsong Dia, dan katakanlah: Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau sendiri, yang akan meraja atas umat Israel.
Memandang dari jauh, lihatlah, aku melihat kuasa Allah datang, dan awan menyelubungi seluruh bumi.

℟ Pergilah menyongsong Dia, dan katakanlah: Beritahukanlah kepada kami, apakah Engkau sendiri, yang akan meraja atas umat Israel.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah yang perkasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami mohon, anugerahkanlah kepada umat-Mu yang beriman kehendak yang teguh untuk menyongsong Kristus-Mu yang datang dengan perbuatan-perbuatan baik, supaya mereka, dihimpun di sisi kanan-Nya, layak memiliki kerajaan surga. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Minggu Adven I

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Dengarkan suara Tuhan
Yang mengecam, kejahatan
Usirlah jauh impian
Serta karya kegelapan.

Bangunlah hati merana
Yang parah terluka dosa
Sebab Kristus bercahaya
Bersinar laksana surya.

Kristus datang bagai domba
Yang menghapus dosa kita
Mari mohon dengan tekun
Supaya diberi ampun.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Pada pagi itu gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Pada pagi itu gunung-gemunung akan melimpahkan kemanisan, dan bukit-bukit akan mengalirkan susu dan madu, alleluya.

Antifon 2Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Gunung dan bukit akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan akan menyanyikan pujian di hadapan Allah. Semua pepohonan hutan akan bertepuk tangan, sebab Tuhan datang dan berkuasa selama-lamanya.

Antifon 3Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Sungguh, akan datang nabi agung, ia akan membaharui Yerusalem, alleluya.

Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)

Sudah waktunya kita harus bangun dari tidur. Sebab kini keselamatan kita lebih dekat daripada ketika kita mulai percaya kepada Yesus Kristus. Malam hampir lewat, hari mulai siang. Maka, hendaklah kita hentikan segala perbuatan yang tak tahan cahaya. Marilah kita mengenakan senjata cahaya.

Lagu Singkat

℣.Kristus Putera Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.℟.Kristus.℣.Engkaulah yang akan datang ke dunia.℟.Kasihanilah.℣.Kemuliaan.℟.Kristus.

Antifon Kidung(Mi I): Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungRoh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

Doa Permohonan

Allah Bapa telah menganugerahi kita rahmatNya, agar kita dapat menantikan Tuhan Yesus Kristus yang datang dengan mulia. Marilah kita berdoa: ℟.

℟. Tunjukkanlah belaskasihMu kepada kami, ya Tuhan.

Kuduskanlah semangat kami, jiwa dan raga kami, ya Tuhan,* dan peliharalah kami tak bercela hingga kedatangan PuteraMu. ℟.

Bimbinglah kami pada hari ini di jalan kebaikan,* supaya kami hidup dengan layak dan jujur di dunia ini. ℟.

Perkenankanlah kami mengenakan Tuhan kami Yesus Kristus,* dan jiwailah kami dengan RohMu yang kudus. ℟.

Ya Tuhan, kasihanilah kami, agar kami tetap berjaga,* hingga penampakan mulia PuteraMu. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi I)

Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Minggu Adven I

MINGGU — Adven — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Rom 13, 13-14 a)

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

Ayat Singkat

℣.Segala bangsa akan takut akan nama-Mu, ya Tuhan.℟.Dan semua raja bumi akan takut akan kemuliaan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Minggu Adven I

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kita jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, asal saja kita tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umatMu.

Doa Penutup (Mi I)

Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Minggu Adven I

MINGGU — Adven — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Cf. 2 Thess 1, 6. 7. 10)

Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.

Ayat Singkat

℣.Datanglah, ya Tuhan, dan jangan berlambat.℟.Hapuskanlah kejahatan umat-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Minggu Adven I

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pencipta bintang mulia
Cahaya kami semua
Kristus penebus Ilahi
Kabulkanlah doa kami.

HatiMu sungguh berduka
Karna umatMu berdosa
Syukurlah Engkau berkenan
Melimpahkan pengampunan.

Pada kepenuhan masa
Engkau jadi manusia
Lahir dari bunda murni
Sahaja dan rendah hati.

Dipuja dan dipujilah
Bapa dan Putera Allah
Bersama Roh mahamulya
Selalu senantiasa. Amin.

Antifon 1Wartakanlah kepada para bangsa : "Sungguh, Allah penyelamat kita akan datang".

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Wartakanlah kepada para bangsa : "Sungguh, Allah penyelamat kita akan datang".

Antifon 2Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari itu akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Sungguh Tuhan akan datang, diiringi oleh para kudusNya. Pada hari itu akan bersinarlah cahaya gemilang, alleluya.

Antifon 3Tuhan akan datang dengan kekuasaan besar, dan semua orang akan melihat Dia.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan akan datang dengan kekuasaan besar, dan semua orang akan melihat Dia.

Bacaan singkat Flp 4,4-5

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat.

Lagu Singkat

℣.Datanglah menyelamatkan kami,* Ya Tuhan, Allah segala kuasa.℟.Datanglah.℣.Tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.℟.Ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Datanglah.

Antifon Kidung(Mi I): Roh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungRoh kudus akan menaungi engkau, hai Maria; jangan takut, engkau akan mengandung Putera Allah, alleluya.

Doa Permohonan

Penebus kita Yesus Kristus, adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U : Datanglah dan tinggallah beserta kami, ya Tuhan. ℟.

Yesus, Putera Allah yang mahatinggi, kedatanganMu telah diwartakan Gabriel kepada perawan Maria,* datanglah untuk meraja atas bangsaMu selama-lamanya. ℟.

Yesus, Allah yang kudus, dalam kandungan Elisabeth bersoraklah Yohanes yang menjadi perintis bagiMu, * datanglah untuk memberikan kegembiraan dan keselamatan kepada segenap bumi. ℟.

Yesus, penebus, namaMu telah diwartakan malaikat kepada santo Yusuf,* datanglah untuk menyelamatkan bangsaMu dari dosanya. ℟.

Yesus, terang dunia, Engkau telah dinanti-nantikan oleh Simeon beserta orang-orang saleh lainnya,* datanglah untuk menghiburkan kami. ℟.

Yesus, fajar cemerlang, Engkau telah mengunjungi kami seturut sabda Zakharia,* datanglah untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut. ℟.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi I)

Allah yang mahakuasa, kurniakanlah kepada umatMu kehendak yang ikhlas untuk menyongsong kedatangan Kristus dengan cara hidup yang baik. Semoga kami beserta Kristus mewarisi kerajaan surga. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Hari Minggu Adven I

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Beato Dionisius a Nativitate

Martir · 1600-1638

Nama babtis Beato Dionisius a Nativitate adalah Pierre Berthelot. Ia lahir di kota Honfleur, Perancis pada tanggal 12 Desember 1600. Ayahnya adalah seorang dokter dan nakoda kapal dan Ibunya yang bernama Fleurie Morin adalah seorang aristokrat Prancis yang harum namanya. Semua adiknya : Franscois, Jean, Andre, Geoffin dan Louis menjadi pelaut seperti ayahnya. Pierre sendiri semenjak kecil (12 tahun) telah mengikuti ayahnya mengarungi lautan luas; dan ketika berusia 19 tahun ia sudah menjadi seorang pelaut ulung.

Selain darah pelaut, ia juga mewarisi hidup keagamaan yang kuat dari ayahnya. Ini tercermin di dalam kerendahan hatinya, kekuatan iman, kemurnian dan kesediaan berkorban. Pierre muda bekerja pada perusahaan dagang Prancis. Dalam rangka tugas dagang, ia berlayar sampai ke Banten, Indonesia. Tetapi kapalnya dibakar oleh saudagar-saudagar Belanda dari kongsi dagang VOC. Berkat pengalamannya mengarungi lautan, ia sangat pandai menggambar peta laut dan memberikan petunjuk jalan.

Pierre kemudian bekerja pada angkatan laut Portugis di Goa, India. Namun ia senantiasa tidak puas dengan pekerjaannya itu. Ada keresahan yang senantiasa mengusik hatinya. Ia selalu merenungkan dan mencari arti hidup yang lebih mendalam. Ketika itu ia sudah berusia 35 tahun. Akan tetapi usia tidak menghalangi dorongan hatinya untuk hidup membiara. Ia diterima di biara Karmel. Namanya diubah menjadi Dionisius a Nativitate. Sekalipun ia sudah menjalani hidup membiara, namun ia masih beberapa kali menyumbangkan keahliannya kepada pemerintah, baik dengan menggambar peta maupun dengan mengangkat senjata membuyarkan blokade di Goa yang dilancarkan oleh armada Belanda (1636).

Di biara Karmel itulah, Dionisius bertemu dengan Bruder Redemptus a Cruce, yang bertugas sebagai penjaga pintu biara, koster, penerima tamu dan pengajar anak-anak.

Pada tahun 1638, Wakil Raja Portugis di Goa, Pedro da Silva, bermaksud mengirim misi diplomatik ke Aceh yang baru saja berganti sultan; dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Pedro da Silva ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu. Misi ini dipimpin oleh Dom Francisco Sousa de Castro sebagai duta. Para anggota misi yang lainnya adalah : Pater tentara Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico da Soza, dua orang biarawan Fransiskan, seorang pribumi dan 60 orang awak kapal. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah. Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanyalah tipu muslihat belaka. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk menyebarkan agama Katolik diwilayah Aceh. Karena itu semua anggota misi ini ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya untuk membeli kebebasan mereka. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum mati bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan karena mereka adalah pemeluk agama KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Pater Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan dimulailah pembantaian massal. Setelah teman-temannya dibunuh satu-demi satu, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus lalu berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaannya dikabulkan. Seorang algojo - yang adalah seorang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan mengayunkan dengan keras ke kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya. Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Pater Dionisius a Nativity di beatifikasi bersama dengan Bruder Redemptus a Cruce pada tanggal 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Beato Redemptus a Cruce

Martir · 1598-1638

Redemptus lahir di Paredes, Portugal pada tanggal 15 Maret 1598 dari sebuah keluarga tani yang miskin namun saleh dan taat agama. Orangtuanya memberinya nama Tomás Rodrigues da Cunha di Paredes. Semenjak usia muda, ia masuk dinas ketentaraan Portugis dan ditugaskan ke India. Namun pada tahun 1615 Ia mengundurkan diri dari dinas ketentaraan karena ingin menjadi biarawan. Ia lalu bergabung dengan biara karmel di Goa sebagai seorang Bruder dan mengambil nama biara Redemptus dari Salib (Redemptus a Cruce). Di biara inilah ia bertemu dengan seorang biarawan kudus yang dulunya adalah seorang pelaut dan juga seorang tentara yang bernama Dionisius a Nativitate.

Pada tahun 1638, Wakil Raja Portugis di Goa, Pedro da Silva, bermaksud mengirim misi diplomatik ke Aceh yang baru saja berganti sultan; dari Sultan Iskandar Muda ke Sultan Iskandar Thani. Pedro da Silva ingin menjalin hubungan persahabatan karena hubungannya dengan sultan terdahulu tidak begitu baik. Sebagai seorang bekas pelaut yang sudah pernah datang ke Banten, Dionisius ditunjuk sebagai almosenir, juru bahasa dan pandu laut. Oleh karena itu tahbisan imamatnya dipercepat. Dionisius ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1637 oleh Mgr. Alfonso Mendez. Bruder Redemptus dengan izinan atasannya ikut serta dalam perjalanan dinas itu sebagai pembantu. Misi ini dipimpin oleh Dom Francisco Sousa de Castro sebagai duta. Para anggota misi yang lainnya adalah : Pater tentara Dionisius, Bruder Redemptus, Don Ludovico da Soza, dua orang biarawan Fransiskan, seorang pribumi dan 60 orang awak kapal. Mereka berlabuh di Ole-Ole (kini: Kotaraja) dan disambut dengan ramah. Tetapi keramahan orang Aceh ternyata hanyalah tipu muslihat belaka. Orang-orang Belanda telah menghasut Sultan Iskandar Thani dengan menyebarkan isu bahwa bangsa Portugis datang hanya untuk menyebarkan agama Katolik diwilayah Aceh. Karena itu semua anggota misi ini ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa agar menyangkal imannya. Selama sebulan mereka meringkuk di dalam penjara dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Beberapa orang dari antara mereka meninggalkan imannya untuk membeli kebebasan mereka. Dionisius dan Redemptus terus meneguhkan iman saudara-saudaranya dan memberi mereka hiburan. Akhirnya di pesisir pantai tentara sultan mengumumkan bahwa mereka dihukum mati bukan karena berkebangsaan Portugis melainkan karena mereka adalah pemeluk agama KatoIik. Maklumat sultan ini diterjemahkan oleh Pater Dionisius kepada teman-temannya. Sebelum menyerahkan nyawa ke tangan para algojo, mereka semua berdoa dan Pater Dionisius mengambil salib dan memperlihatkan kepada mereka supaya jangan mundur, melainkan bersedia mengorbankan nyawa demi Kristus Yang Tersalib dan yang telah menebus dosa dunia, dosa mereka. Dionisius memohon ampun kepada Tuhan dan memberikan absolusi terakhir kepada mereka satu per satu. Segera tentara menyeret Dionisius dan dimulailah pembantaian massal. Setelah teman-temannya dibunuh satu-demi satu, Pater Dionisius masih bersaksi tentang Kristus dengan penuh semangat. Kotbahnya itu justru semakin menambah kebencian rakyat Aceh terhadapnya. Algojo-algojo semakin beringas untuk segera menamatkan riwayat Dionisius. Namun langkah mereka terhenti di hadapan Dionisius. Dengan sekuat tenaga mereka menghunuskan kelewang dan tombak akan tetapi seolah-olah ada kekuatan yang menahan, sehingga tidak ada yang berani. Segera kepala algojo mengirim utusan kepada sultan agar menambah bala bantuan. Dionisus lalu berdoa kepada Tuhan agar niatnya menjadi martir dikabulkan. Dan permintaannya dikabulkan. Seorang algojo - yang adalah seorang Kristen Malaka yang murtad - mengangkat gada dan mengayunkan dengan keras ke kepala Dionisius, disusul dengan kelewang yang memisahkan kepala Dionisius dari tubuhnya. Kemartiran Dionisius dengan kawan-kawannya disahkan Tuhan: mayat mereka selama 7 bulan tidak hancur, tetap segar seperti sedang tidur. Menurut saksi mata, jenazah Dionisius sangat merepotkan orang sekitarnya, karena setiap kali dibuang - ke laut dan tengah hutan - senantiasa kembali lagi ke tempat ia dibunuh. Akhirnya jenazahnya dengan hormat dimakamkan di Pulau Dien ('pulau buangan'). Kemudian dipindahkan ke Goa, India. Pater Dionisius a Nativity di beatifikasi bersama dengan Bruder Redemptus a Cruce pada tanggal 10 Juni 1900 oleh Paus Leo XIII.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Redemptus = Ditebus, diselamatkan (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari