Bacaan Misa
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa. Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga." Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."
Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala angin, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Mazmur 94 (95)
AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 38 (39)
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Mazmur 51 (52)
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.
Responsorium Mazmur 75:6, 8, 9; Wahyu 14:9, 10
Responsorium 1 Korintus 15:58; 2 Tesalonika 3:13
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Mazmur 76 (77)
Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
1Sam 2,1-10
Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Mazmur 96 (97)
Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.
Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Lagu Singkat
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.
Doa Permohonan
℟. Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.
Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmatMu yang menyinari kami jangan sampai terbenam. ℟.
KepadaMu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan. ℟.
Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahayaMu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat. ℟.
Semoga cinta kasih Roh kudusMu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Dt 1, 16-17a)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Mazmur 118 (119),57-64
Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.
Bacaan singkat Ul 1,16-17a
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan II Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Sam 16, 7 b)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Mazmur 61 (62)
Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Mazmur 66 (67)
Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.
Allah kekal, bagiMu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang. ℟.
Kurniakanlah roti surgawi kepada umatMu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi. ℟.
Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang. ℟.
Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah. ℟.
Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Katarina dari Aleksandria
Sejak Abad Pertengahan banyak gereja ditahbiskan dengan nama pelindung Santa Katarina. Demikian pula banyak anak puteri diberi nama Katarina. Dari antara mereka, beberapa orang kemudian menjadi orang kudus terkenal, seperti misalnya: Katarina dari Genoa, Katarina dari Siena; dan Katarina Laboure. Buku-buku kisah para Kudus dan sejarah umat Kristen pertama melukiskan Katarina dari Aleksandria sebagai seorang martir dan perawan yang cantik rupawan dan sangat pandai. Ia iahir pada abad ketiga dari sebuah keluarga bangsawan kaya raya di Aleksandria. Sayang bahwa riwayat hidupnya telah dibumbui dengan berbagai cerita ajaib, sehingga sulit bagi kita untuk mengenal cerita historis yang sebenarnya. Kisah yang ada muncul agak kemudian dan tanpa makna historis.
Ketika menanjak dewasa, ia didesak orang-tuanya agar cepat-cepat berumahtangga. Tetapi Katarina selalu menjawab: "Saya hanya mau menikah dengan lelaki yang lebih cakap, lebih pandai, lebih kaya dan lebih berkuasa daripada saya." Banyak lelaki tertarik, padanya dan bermaksud menikahinya. Beberapa orang pelamar datang, tetapi tak satu pun dari antara mereka berkenan di hatinya. Lalu Katarina mengunjungi seorang rahib yang suci dan pandai untuk meminta petuahnya. Rahib itu bercerita banyak tentang Tuhan Yesus, Raja segala raja yang lebih berkuasa, lebih pandai dan lebih suci daripada semua raja di seantero jagad. Berkatalah Katarina, "Kalau begitu, saya akan mengabdi Raja Yesus Kristus dan hanya kepadaNya saya mengabdi!" Ketika itulah ia mulai mengenai dan memeluk iman Kristen. Ia dengan tekun mempelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan ajaran iman Kristen dan mendermakan harta kekayaannya kepada kaum miskin.
Katarina menjadi semakin terkenal di Aleksandria. Ketenaran namanya sempat terdengar oleh Kaisar Roma Maksimianus dan membuatnya iri hati dan cemburu. Untuk menjebak Katarina, Maksimianus memerintahkan agar Katarina menyembah patung dewa-dewa kafir Romawi. Hal ini ditolaknya dengan tegas. Selanjutnya untuk membawa Katarina kepada jalan yang sesat, ia dihadapkan kepada 50 orang filsuf untuk membuktikan kepalsuan imannya. Tetapi ia memenangkan perdebatan itu dan mempermalukan mereka. Di hadapan mereka ia menyajikan kebenaran iman Kristen disertai bukti-bukti yang tak dapat dibantah kebenarannya. Dari keterangan-keterangannya, beberapa filsuf menemukan kebenaran sejati yang dicarinya selama ini dan bertobat menjadi Kristen mengikuti Katarina.
Gubernur menjadi sangat marah dan menjatuhkan hukuman bakar hidup-hidup atas para filsuf itu. Karena senjata perdebatan tak mempan untuk menaklukkan Katarina maka kekerasan serta kelaliman para algojo mendapat giliran. Katarina disekap di dalam penjara dan selama dua jam lamanya dia disesah dengan cemeti tajam. Namun siksaan-siksaan itu tidak pernah mempan untuk menaklukkan keteguhan imannya. Katarina kemudian dijatuhi hukuman mati dengan gilasan roda kayu besar berduri. Tetapi secara ajaib roda itu terbongkar dan hancur berkeping-keping. Tanda-tanda ajaib ini menunjukkan bahwa Tuhan menyertai hambanya dan memberinya kekuatan sehingga ia tidak menyerah pada kekerasan orang-orang kafir itu. Akhirnya jalan satu-satunya yang ditempuh oleh musuh-musuhnya ialah memenggal lehernya dengan pedang. Dengan cara itu Katarina mengakhiri hidupnya sebagai seorang martir Kristus di hadapan para algojo kafir. Peristiwa ini terjadi pada tahun 307 di Aleksandria.
Santo Petrus Yi Ho-yong
Di antara Tujuh Puluh Sembilan Martir Korea yang tewas pada saat penganiayaan tahun 1839, yang pertama kali ditangkap dan juga menghabiskan waktu paling lama di penjara adalah kakak-beradik Santa Agatha Yi So-Sa dan Santo Petrus Yi Ho-yong. Petrus Yi Ho-yong juga menjadi orang pertama dari 103 orang kudus Korea yang memenangkan mahkota kemartiran.
Petrus Yi lahir di Inch’on pada tahun 1803, dan dia pindah ke Seoul setelah kematian ayahnya. Di sana, keluarga Petrus Yi hidup dalam kondisi yang sangat miskin, namun damai. Petrus Yi mulai mengunjungi Paulus Yi Kyong-on dan belajar dari dia. Yi Kyong-on adalah keturunan generasi kelima belas dari T’ae-jong, raja ketiga dinasti Choson, dan dia adalah adik dari Karolus Yi Kyong-do dan Lutgardis Yi, yang keduanya menjadi martir pada tahun 1801. Paulus Yi Kyeong-on melanjutkan untuk mengajari Yi Ho-yong sampai dia ditangkap pada tahun 1827. Dengan dibawa ke Chonju, Paulus Yi meninggal di penjara setelah menjalani siksaan yang paling kejam. Kemartirannya mengajarkan arti iman yang nyata bagi Petrus Yi Ho-yong.
Pada bulan Januari 1834, Pastor Pasifikus Yu Pang-che dari Tiongkok memasuki Korea, imam pertama setelah tiga puluh tiga tahun. Umat Katolik sangat bersukacita dan kata-kata tidak dapat menggambarkan sukacita mereka. Untuk pertama kali mereka menerima pengakuan dosa dan komuni. Pastor Yu melihat kualitas kesalehan, kelembutan dan keterusterangan dari Petrus Yi Ho-yong, dan menjadikan dia sebagai seorang katekis. Suatu hari Petrus Yi bermimpi tentang dia lulus ujian negara. Pada mimpi itu, dia mendengar lagu yang indah dan seseorang berkata kepada dia bahwa pembantu raja mencintai dia. Petrus Yi berpikir bahwa mimpi ini adalah isyarat tentang kemartirannya. Kenyataannya, suatu hari pada bulan Februari 1832, ketika dia kembali ke rumah untuk pekerjaannya, sekelompok penculik menunggu dan menangkap dia. Petrus Yi menghabiskan waktu empat tahun di penjara, menderita karena berbagai siksaan dan kesulitan. Dia sendiri menggambarkannya dalam sepucuk surat yang berisi pertanyaan-pertanyaan beserta jawabannya.
“Mengapa Anda percaya akan agama Katolik yang menentang untuk menghormati orang tua dan dilarang oleh pemerintah?”
“Itu tidak benar. Setiap orang yang percaya akan iman Katolik harus menghormati raja dan orang tua mereka dan juga mengasihi yang lain. Bagaimana mungkin Anda mengatakan bahwa agama yang luar biasa ini menentang untuk menghormati orang tua?”
“Anda tidak memberikan persembahkan kepada orang tua Anda yang sudah meninggal. Oleh karena itu, Anda lebih buruk daripada seekor binatang, dan layak untuk mati. Akankah Anda menyangkal agama Anda atau Anda mati?”
“Sangat bodoh sekali untuk berpikir bahwa orang yang sudah meninggal dapat memakan makanan persembahan. Seseorang yang mati bagi raja bukanlah seorang pengkhianat. Allah adalah Raja dari para raja yang menciptakan langit dan bumi, manusia, malaikat dan seluruh ciptaan di alam semesta. … Bagaimana Anda bisa menghukum seseorang yang lebih baik mati daripada menyangkal Bapa dari seluruh umat manusia?”
Hakim memukuli dia sampai tulang kakinya terpelintir dan keluar dari tempatnya, dan hakim meminta supaya dia menyangkal Allah. Namun Petrus Yi berkata, “Saya tidak akan pernah menyangkal Allah.” Hakim menyuruh orang-orangnya untuk memukul pinggang dan kakinya, dan dia berkata kepadanya: “Jika kamu berteriak, saya akan menganggapnya sebagai tanda bahwa kamu mennyangkal agamamu.” Kemudian Petrus Yi tidak mengeluarkan suara apapun.
Dalam “Catatan Harian Penganiayaan 1839” dikatakan, “Seperti seekor domba yang digiring ke pembantaian, dia tidak membuka mulutnya, bahkan dalam kesakitan karena pukulan yang kejam.”
Petrus Yi berkata bahwa dia akan dengan senang hati untuk mati karena penyakit di penjara, jika itu sudah kehendak Allah. Selama empat tahun di penjara, dia melanjutkan doa dan puasa, dan menunjukkan teladan kebaikan dan kesederhanaan yang bahkan dipuji oleh sipir penjara dan sesama tahanan. Seorang tahanan yang sudah tua, yang berbagi ruang sel yang sama dengannya, dia sangat terkesan olehnya dan dia menyesali masa lalunya dan menerima arahan dari Petrus untuk dibaptis. Walaupun dia dan kakak perempuannya Agatha Yi berada dalam sel yang berbeda, sipir penjara kadang-kadang mengatur mereka untuk bertemu, dan dalam kesempatan itu mereka saling menguatkan satu sama lain dan berjanj untuk mati sebagai martir pada hari yang sama. Namun perlahan-lahan Petrus Yi menyerah karena dia sudah lemah dan penyakit, sehingga dia meninggal lebih dahulu.
Pastor Antoine Daveluy yang tiba di Korea pada tahun 1845 dan kemudian menjadi uskup kelima di Korea, dan Uskup Felix Ridel yang dipenjarakan di Korea pada tahun 1877, keduanya menuliskan tentang kehidupan penjara.
Umat Katolik banyak yang ditahan dalam sebuah sel sehingga mereka tidak dapat berbaring. Mereka semua sepakat bahwa hidup di penjara lebih parah daripada disiksa. Karena bau busuk dari darah, nanah dan anyaman jerami busuk, mereka akan segera jatuh sakit, dan beberapa orang meninggal dalam dua atau tiga hari. Namun, yang terburuk adalah kelaparan dan kehausan. Tak sedikit mereka yang menahan siksaan akhirnya menyerah karena kelaparan. Dengan dua genggam beras sehari, terkadang mereka menyobek anyaman jerami dan mengunyahnya, ataupun memakan kutu yang sedang merangkak di sel penjara. (Uskup Daveluy)
Saya melihat suatu kejadian ketika mereka menderita karena kelaparan dan berjalan sempoyongan. Mereka terlihat seperti kerangka berjalan daripada manusia. Penampilan mereka berubah karena penderitaan, kelaparan, gatal dan luka-luka, mereka sangat mengerikan untuk dilihat. (Uskup Ridel)
“Saya ingin mati oleh pedang, namun saya tidak menginginkannya jika itu bukan kehendak Allah”, itulah yang dikatakan Petrus, dan tak lama kemudian dia meninggal. Pada saat itu tanggal 25 November 1838 dan dia masih berusia 36 tahun. Oleh karena itu, dia menjadi martir pertama dalam 103 santo-santa martir dari Korea. Petrus Yi Ho-yong dibeatifikasi pada tanggal 5 Juli 1925 dan dikanonisasi pada tanggal 6 Mei 1984 di Yoido, Seoul oleh Paus (Santo) Yohanes Paulus II.
Arti nama
Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari