Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu XXXIV Masa Biasa

Rabu, 25 November 2037· Merah · Pekan Psalterium II
25 November 2037

Bacaan Misa

Rabu XXXIV Masa Biasa
Bacaan Pertama

Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: "Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa. Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga." Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."

Mazmur Tanggapan

Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai segala angin, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Bacaan Injil

Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu."

Invitatorium

Rabu XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Rabu XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari semua jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka meninggikan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Mazmur 38 (39)

Doa mendesak orang sakit

Ciptaan dijadikan takluk kepada kesia-siaan… oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).

I
Aku berkata: “Aku akan menjaga jalanku

agar jangan aku berdosa dengan lidahku.

Aku akan mengekang bibirku

ketika orang fasik berdiri di hadapanku.”

Aku diam, sunyi dan tenang.

Kemakmurannya membangkitkan dukaku.
Hatiku terbakar di dalam diriku.

Melihatnya, api berkobar

dan lidahku meledak dalam ucapan:

“Ya Tuhan, Engkau telah menunjukkan kepadaku akhirku,

betapa singkatnya panjang hari-hariku.

Kini aku tahu betapa singkatnya hidupku.
Engkau telah memberiku rentang hari yang singkat;

hidupku tak berarti di mata-Mu.

Hanya hembusan napas, orang yang berdiri begitu teguh,

hanya bayangan, orang yang lewat,

hanya hembusan napas, kekayaan yang ia timbun,

tidak tahu siapa yang akan memilikinya.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.

Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

II
Dan sekarang, Tuhan, apa yang harus kutunggu?

Pada-Mu terletak semua harapanku.

Bebaskan aku dari segala dosaku,

jangan jadikan aku ejekan orang bodoh.

Aku diam, tidak membuka bibirku,

karena ini semua adalah perbuatan-Mu.
Singkirkan cambuk-Mu dariku.

Aku hancur oleh pukulan tangan-Mu.

Engkau menghukum dosa manusia dan mengoreksinya;

seperti ngengat Engkau melahap semua yang ia hargai.

Manusia fana tidak lebih dari hembusan napas;

Ya Tuhan, dengarkan doaku.
Ya Tuhan, condongkan telinga-Mu pada tangisanku.

Jangan tuli terhadap air mataku.

Di rumah-Mu aku adalah tamu yang lewat,

seorang musafir, seperti semua bapakku.

Palingkanlah pandangan-Mu agar aku dapat bernapas lagi,

sebelum aku pergi untuk tidak ada lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Melalui Putra-Mu Engkau mengajar kami, Bapa, untuk tidak takut akan hari esok tetapi menyerahkan hidup kami kepada pemeliharaan-Mu. Janganlah menahan Roh-Mu dari kami tetapi bantulah kami menemukan kehidupan damai setelah hari-hari kesusahan ini.

AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.

Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Mazmur 51 (52)

Melawan pemfitnah

Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).

Mengapa engkau bermegah akan kejahatanmu,

hai juara kejahatan,

merencanakan kehancuran sepanjang hari,

lidahmu seperti pisau yang diasah,

hai ahli tipu daya?
Engkau lebih mencintai kejahatan daripada kebaikan;

kebohongan daripada kebenaran.

Engkau mencintai perkataan yang merusak,

hai lidah penipu.
Karena ini Allah akan menghancurkanmu

dan menyingkirkanmu selamanya.

Ia akan mencabutmu dari kemahmu dan mencabutmu

dari tanah orang hidup.
Orang benar akan melihat dan takut.

Mereka akan tertawa dan berkata:

“Jadi inilah orang yang menolak

untuk menjadikan Allah sebagai bentengnya,

tetapi percaya pada kebesaran kekayaannya

dan menjadi berkuasa oleh kejahatannya.”
Tetapi aku seperti pohon zaitun yang tumbuh

di rumah Allah.

Aku percaya pada kebaikan Allah

selama-lamanya.
Aku akan bersyukur kepada-Mu selamanya;

karena ini adalah perbuatan-Mu.

Aku akan menyatakan bahwa nama-Mu baik,

di hadapan sahabat-sahabat-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, Engkau memotong cabang yang tidak berbuah untuk dibakar dan memangkas yang subur agar menghasilkan lebih banyak buah. Jadikanlah kami tumbuh seperti pohon zaitun yang berbuah lebat di wilayah-Mu, berakar kuat dalam kuasa dan belas kasihan Putra-Mu, agar Engkau dapat mengumpulkan dari kami buah yang layak untuk hidup abadi.

AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tak pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Aku telah mengalami kesengsaraan dan kesusahan.

℟ Tetapi dalam perintah-Mu aku menemukan penghiburan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

5:1-2, 5-9, 13-17, 25—6:1

Penghakiman Allah pada perjamuan Belsyazar
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar bagi seribu orang pembesarnya, dan ia minum-minum bersama mereka. Di bawah pengaruh anggur, ia memerintahkan agar bejana-bejana emas dan perak yang telah diambil Nebukadnezar, ayahnya, dari Bait Allah di Yerusalem, dibawa masuk agar raja, para pembesarnya, istri-istrinya, dan para penghiburnya dapat minum dari padanya.
Tiba-tiba, di seberang kaki pelita, jari-jari tangan manusia muncul, menulis pada plester dinding di istana raja. Ketika raja melihat pergelangan tangan dan tangan yang menulis itu, wajahnya pucat; pikirannya menakutinya, sendi-sendi pinggulnya gemetar, dan lututnya beradu.
Raja berteriak agar para ahli sihir, orang Kasdim, dan ahli nujum dibawa masuk. “Siapa pun yang dapat membaca tulisan ini dan memberitahukan artinya kepadaku,” katanya kepada orang-orang bijak Babel, “akan dikenakan pakaian ungu, memakai kalung emas di lehernya, dan menjadi orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan.” Tetapi meskipun semua orang bijak raja datang, tidak seorang pun dari mereka yang dapat membaca tulisan itu atau memberitahukan artinya kepada raja. Kemudian Raja Belsyazar sangat ketakutan; wajahnya menjadi pucat pasi, dan para pembesarnya kebingungan.
Kemudian Daniel dibawa ke hadapan raja. Raja bertanya kepadanya, “Apakah engkau Daniel, orang buangan Yahudi, yang dibawa oleh ayahku, raja, dari Yehuda? Aku telah mendengar bahwa roh Allah ada padamu, bahwa engkau memiliki pengetahuan yang cemerlang dan hikmat yang luar biasa. Sekarang, orang-orang bijak dan ahli sihir telah dibawa kepadaku untuk membaca tulisan ini dan memberitahukan artinya kepadaku, tetapi mereka tidak dapat mengatakan apa arti kata-kata itu. Tetapi aku telah mendengar bahwa engkau dapat menafsirkan mimpi dan memecahkan kesulitan; jika engkau dapat membaca tulisan itu dan memberitahukan artinya kepadaku, engkau akan dikenakan pakaian ungu, memakai kalung emas di lehermu, dan menjadi orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan.”
Daniel menjawab raja: “Engkau boleh menyimpan hadiah-hadiahmu, atau memberikan hadiah-hadiahmu kepada orang lain; tetapi tulisan itu akan kubacakan bagimu, ya raja, dan akan kuberitahukan artinya kepadamu.
“Inilah tulisan yang tertulis: MENE, TEKEL, dan PERES. Kata-kata ini berarti: MENE, Allah telah menghitung kerajaanmu dan mengakhirinya; TEKEL, engkau telah ditimbang di timbangan dan didapati kurang; PERES, kerajaanmu telah dibagi dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
Kemudian atas perintah Belsyazar mereka mengenakan pakaian ungu kepada Daniel, dengan kalung emas di lehernya, dan memproklamasikannya sebagai orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan. Pada malam yang sama Belsyazar, raja Kasdim, dibunuh: Dan Darius orang Media menggantikan kerajaan pada usia enam puluh dua tahun.

Responsorium Mazmur 75:6, 8, 9; Wahyu 14:9, 10

Janganlah sombong di hadapan Yang Mahatinggi, sebab Allah adalah Hakim kita: seorang direndahkan-Nya dan seorang diangkat-Nya.

℟ Tuhan memegang cawan anggur pahit di tangan-Nya; semua orang berdosa di dunia akan meminumnya.
Siapa pun yang menyembah binatang atau patungnya akan meminum anggur murka Allah.

℟ Tuhan memegang cawan anggur pahit di tangan-Nya; semua orang berdosa di dunia akan meminumnya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili yang ditulis pada abad kedua

Dalam pengharapan kita bertahan
Demi hidup yang kekal, saudara-saudaraku, marilah kita melakukan kehendak Bapa yang memanggil kita, melawan godaan-godaan yang membawa kita kepada dosa dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk maju dalam kebajikan. Marilah kita menghormati Allah karena takut akan kejahatan yang timbul dari kefasikan. Jika kita bersemangat dalam berbuat baik, kita akan memiliki kedamaian, tetapi tidak ada kedamaian bagi mereka yang, dikuasai oleh rasa hormat manusia, lebih memilih kenikmatan saat ini daripada janji-janji masa depan. Mereka tidak menyadari baik siksaan yang disediakan bagi mereka karena kesenangan sesaat ini, maupun sukacita dari janji-janji yang akan datang. Dan memang dapat ditanggung jika perilaku mereka hanya mempengaruhi diri mereka sendiri, tetapi kenyataannya, mereka terus-menerus merusak orang-orang yang tidak bersalah, tidak menyadari bahwa mereka menanggung hukuman ganda, bagi diri mereka sendiri dan murid-murid mereka.
Maka marilah kita melayani Allah dengan hati yang murni, dan kemudian kita akan hidup sebagaimana mestinya. Jika kita gagal melayani Dia karena ketidakpercayaan kita, kita hanya akan sengsara. Celakalah mereka yang imannya goyah, kata nabi, orang-orang yang mendua hati dan berkata: Kami mendengar semua ini bahkan ketika orang tua kami masih hidup dan hari demi hari kami menunggu dengan sia-sia bukti apa pun darinya. Hai orang-orang bodoh! Pikirkanlah sebatang pohon, dan lihatlah bagaimana kalian menyerupainya. Sebatang anggur, misalnya, pertama-tama menggugurkan daunnya dan kemudian tunasnya muncul; setelah itu datanglah buah anggur yang asam dan akhirnya sekelompok buah yang matang. Demikianlah halnya dengan umat-Ku. Mereka telah mengalami kekacauan dan penderitaan, tetapi sesudahnya akan datanglah pahala mereka.
Oleh karena itu, saudara-saudaraku, untuk memperoleh pahala, kita harus bertahan dalam pengharapan dengan iman yang tak tergoyahkan. Dia yang membuat janji untuk membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya akan setia pada janji itu. Jika kita melakukan apa yang benar di mata Allah, kita akan masuk ke dalam kerajaan-Nya dan menerima janji yang belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat mata, belum pernah terpikirkan oleh hati manusia.
Maka marilah kita hidup dengan penuh kasih dan lurus, dalam penantian setiap jam akan kerajaan Allah, karena kita tidak tahu kapan itu akan datang. Marilah kita segera bertobat dari kebodohan dan kejahatan besar kita, dan mulai sekarang selalu siap untuk berbuat baik. Kita harus menghapus dosa-dosa masa lalu dengan sungguh-sungguh menyesalinya, dan kemudian kita akan diselamatkan. Kita tidak boleh berhasrat untuk mencari muka dengan manusia, pun tidak boleh hanya berpikir untuk membuat diri kita diterima oleh sesama Kristen. Kita harus hidup lurus agar mendapatkan rasa hormat dari orang-orang non-Kristen juga. Nama itu tidak boleh dihujat karena kita.

Responsorium 1 Korintus 15:58; 2 Tesalonika 3:13

Tetaplah teguh, berdirilah teguh,

selalu curahkan dirimu sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan,

℟ karena engkau tahu bahwa pekerjaanmu dalam Tuhan tidak akan sia-sia.
Jangan pernah lelah berbuat baik.

℟ Karena engkau tahu bahwa pekerjaanmu dalam Tuhan tidak akan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan maharahim,

dengan murah hati jauhkanlah dari kami segala kemalangan,

agar, tanpa terhalang baik dalam pikiran maupun tubuh,

kami dapat mengejar dengan kebebasan hati hal-hal yang adalah milik-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*
aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.

Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+
malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*
dan tiada hiburan bagiku.

Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*
apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.

Mataku tiada terpejamkan,*
aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.

Kupikirkan zaman yang lampau,*
tahun yang silam kukenang.

Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*
dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.

"Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*
dan tiada lagi bermurah hati?

Sudah habiskah kasih setiaNya selama-lamanya,*
sudah batalkah janjiNya yang turun-temurun?

Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*
ataukah Ia menutup kerahimanNya dengan kemurkaan?"

Sungguh inilah yang menikam hatiku,*
bahwa Allah merubah sikapNya.

Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*
karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

Segala karyaMu akan kurenungkan,*
akan kukenangkan segala perbuatanMu.

Ya Allah, kuduslah tindakanMu,*
dewa manakah seagung Allah kami?

Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*
Engkau menyatakan kuasaMu di antara bangsa-bangsa.

Dengan tangan kuat Kautebus umatMu,*
keturunan Yakub dan Yusuf.

Air laut melihat Engkau, ya Allah,+
melihat Engkau, lalu gemetar,*
bahkan samudera raya bergetar ketakutan.

Awan-awan mencurahkan air hujan,+
awan meledakkan guntur gemuruh,*
halilintar sambar-menyambar.

Deru gunturMu sabung-menyabung,+
kilapan kilat menyinari jagat,*
bumi gemetar dan berguncang.

JalanMu melalui laut, melalui air yang luas,*
rahasia karyaMu tak terselami.

Demikian umatMu Kaubimbing seperti kawanan domba,*
dengan perantaraan Musa dan Harun.

Antifon 1Ya Allah, kuduslah tindakanMu, dewa manakah seagung Allah kami?

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10

Hatiku bersukaria karena Tuhan,*
aku bermegah-megah karena Allahku.

Mulutku mengejek musuh,*
karena aku gembira atas pertolonganMu.

Tak ada orang sekudus Tuhan,*
tak ada wadas sekokoh Allah kita.

Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*
membualkan kata yang congkak-congkak.

Tuhan itu Allah yang mahatahu,*
bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!

Sudah patahlah busur para perkasa,*
dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.

Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*
orang kelaparan mengaso dari kerjanya.

Orang mandul melahirkan tujuh kali,*
tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.

Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*
menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*
Ia merendahkan dan meninggikan.

Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*
mengangkat dari persampahan orang miskin.

Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*
dan memberinya tempat kehormatan.

Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*
Ia menaruh daratan di atasnya.

Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihiNya,+
dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*
sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.

Tuhan menggentarkan para lawanNya,+
Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*
Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.

Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*
dan menguatkan orang yang diurapiNya.

Antifon 2Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*
dan pulau-pulau bersukacita.

Awan kelam menyelubungi Tuhan,*
keadilan dan hukum tumpuan takhtaNya.

Api menjalar di hadapan Tuhan,*
menghanguskan para lawan di sekitarNya.

Halilintar menyinari jagat,*
bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*
di hadapan Tuhan semesta alam.

Langit mewartakan keadilan Tuhan,*
dan segala bangsa melihat kemuliaanNya.

Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+
yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*
hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.

Sion mendengarnya dan bersukacita,+
kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena keputusanMu, ya Tuhan.

Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*
Engkau mahaagung di atas segala dewata.

Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+
sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihiNya,*
dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.

Terang terbit bagi orang benar,*
sukacita bagi orang yang tulus hati.

Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar,*
muliakan namaNya yang kudus.

Antifon 3Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)

Apakah yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya itu kita akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kita.

Lagu Singkat

℣.Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.℟.Aku.℣.Madah pujian tetap bergema pada bibirku.℟.Setiap waktu.℣.Kemuliaan.℟.Aku.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungHendaklah kita mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kita, sebab Ia telah berjanji akan menyertai GerejaNya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berkata:

℟. Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmatMu yang menyinari kami jangan sampai terbenam. ℟.

KepadaMu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan. ℟.

Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahayaMu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat. ℟.

Semoga cinta kasih Roh kudusMu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahayaMu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintahMu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Dt 1, 16-17a)

Dan pada waktu itu aku memerintahkan kepada para hakimmu, demikian: Berilah perhatian kepada perkara-perkara di antara saudara-saudaramu dan berilah keputusan yang adil di dalam perkara-perkara antara seseorang dengan saudaranya atau dengan orang asing yang ada padanya. Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya.

Ayat Singkat

℣.Tuhan itu adil dan mengasihi keadilan.℟.Orang jujur akan memandang wajah-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu XXXIV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firmanMu,*
itulah kekayaan hatiku.

Aku memohon belaskasihanMu dengan segenap hati,*
kasihanilah aku sesuai dengan janjiMu.

Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*
dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Aku bergegas dan tidak berlambat,*
untuk memenuhi perintahMu.

Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*
tetapi hukumMu tidak pernah kulupakan.

Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepadaMu,*
karena hukum-hukumMu yang adil.

Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*
dengan orang yang menepati perintahMu.

Bumi penuh dengan kasih setiaMu, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon 1Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintahMu.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I

Ya Allah, dengarkanlah doaku,*
jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.

Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*
aku mengembara dan menangis.

Aku cemas karena teriakan musuh,*
karena aniaya orang berdosa.

Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*
dan dengan geramnya memusuhi aku.

Hatiku gelisah di dalam dadaku,*
kengerian maut mendatangi aku.

Aku ketakutan dan gemetar,*
perasaan seram meliputi aku.

Kataku: "Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*
supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.

Aku ingin lari jauh-jauh,*
dan tinggal di padang gurun.

Aku akan mencari tempat perlindungan,*
terhadap angin ribut dan badai".

Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*
sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.

Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*
di dalam kota ada kelaliman dan bencana.

Kebinasaan merajalela dalam kota,*
lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Antifon 2Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II

Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*
masih dapat kuterima.

Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*
aku masih dapat menyembunyikan diri.

Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*
sahabat dan orang kepercayaanku;

dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*
bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.

Aku tetap berseru kepada Allah,*
Tuhan akan menyelamatkan daku.

Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*
dan Tuhan mendengarkan jeritanku.

Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*
sebab banyaklah mereka yang melawan daku.

Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*
Dialah hakim sejak sediakala.

Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*
dan tidak mau takut akan Allah.

Orang itu mengepalkan tangannya melawan sahabat,*
dan melanggar perjanjiannya.

Mulutnya licin melebihi mentega,*
tetapi hatinya merancangkan perang.

Kata-katanya lembut melebihi minyak,*
tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*
orang benar tidak dibiarkanNya goyah.

Tetapi orang-orang jahat,*
Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.

Para penumpah darah dan penipu,+
takkan mencapai setengah umur hidupnya,*
tetapi aku ini percaya kepadaMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat Ul 1,16-17a

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus kamu dengarkan tanpa memandang muka. Sebab kamu mengadili atas nama Allah.

℣.Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.℟.Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (1 Sam 16, 7 b)

Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati."

Ayat Singkat

℣.Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku.℟.Tuntunlah aku di jalan yang kekal.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
sebab dari padaNyalah keselamatanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Berapa lamakah kamu masih menyerbu manusia lemah,*
bersama-sama mencoba meruntuhkannya!

Seperti menyerang dinding yang miring,*
menggempur tembok yang mau roboh!

Rencana mereka tipuan belaka,*
mereka suka akan dusta.

Dengan mulut, mereka memberkati,*
tetapi dalam hati, mereka mengutuki.

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*
dan padaNyalah segala harapanku.

Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*
Dialah penyokongku, aku takkan goyah.

Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*
Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Percayalah kepadaNya selalu, hai umatku,+
curahkanlah isi hatimu di hadapanNya,*
Dialah perlindungan kita.

Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*
kehampaan semata, anak-anak manusia.

Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*
berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.

Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*
jangan menggantungkan diri pada perampasan.

Apabila harta milikmu bertambah,*
janganlah hatimu melekat kepadanya.

Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*
Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Antifon 1Marilah kita menantikan kebahagiaan yang kita harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kita yang mahaagung.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Antifon 2Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kita.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)

Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya kamu ditinggikanNya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepadaNya, sebab Ia memelihara kamu.

Lagu Singkat

℣.Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.℟.Peliharalah.℣.Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.℟.Seperti biji mata.℣.Kemuliaan.℟.Peliharalah.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungUlurkanlah tanganMu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kita bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umatNya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kita penuh semangat berkata:

℟. Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

Allah kekal, bagiMu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang. ℟.

Kurniakanlah roti surgawi kepada umatMu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi. ℟.

Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang. ℟.

Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah. ℟.

Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Kuduslah namaMu, ya Tuhan, dan kasih sayangMu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umatMu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Rabu XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santa Katarina dari Aleksandria

Perawan dan Martir · wafat ± 305

Sejak Abad Pertengahan banyak gereja ditahbiskan dengan nama pelindung Santa Katarina. Demikian pula banyak anak puteri diberi nama Katarina. Dari antara mereka, beberapa orang kemudian menjadi orang kudus terkenal, seperti misalnya: Katarina dari Genoa, Katarina dari Siena; dan Katarina Laboure. Buku-buku kisah para Kudus dan sejarah umat Kristen pertama melukiskan Katarina dari Aleksandria sebagai seorang martir dan perawan yang cantik rupawan dan sangat pandai. Ia iahir pada abad ketiga dari sebuah keluarga bangsawan kaya raya di Aleksandria. Sayang bahwa riwayat hidupnya telah dibumbui dengan berbagai cerita ajaib, sehingga sulit bagi kita untuk mengenal cerita historis yang sebenarnya. Kisah yang ada muncul agak kemudian dan tanpa makna historis.

Ketika menanjak dewasa, ia didesak orang-tuanya agar cepat-cepat berumahtangga. Tetapi Katarina selalu menjawab: "Saya hanya mau menikah dengan lelaki yang lebih cakap, lebih pandai, lebih kaya dan lebih berkuasa daripada saya." Banyak lelaki tertarik, padanya dan bermaksud menikahinya. Beberapa orang pelamar datang, tetapi tak satu pun dari antara mereka berkenan di hatinya. Lalu Katarina mengunjungi seorang rahib yang suci dan pandai untuk meminta petuahnya. Rahib itu bercerita banyak tentang Tuhan Yesus, Raja segala raja yang lebih berkuasa, lebih pandai dan lebih suci daripada semua raja di seantero jagad. Berkatalah Katarina, "Kalau begitu, saya akan mengabdi Raja Yesus Kristus dan hanya kepadaNya saya mengabdi!" Ketika itulah ia mulai mengenai dan memeluk iman Kristen. Ia dengan tekun mempelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan ajaran iman Kristen dan mendermakan harta kekayaannya kepada kaum miskin.

Katarina menjadi semakin terkenal di Aleksandria. Ketenaran namanya sempat terdengar oleh Kaisar Roma Maksimianus dan membuatnya iri hati dan cemburu. Untuk menjebak Katarina, Maksimianus memerintahkan agar Katarina menyembah patung dewa-dewa kafir Romawi. Hal ini ditolaknya dengan tegas. Selanjutnya untuk membawa Katarina kepada jalan yang sesat, ia dihadapkan kepada 50 orang filsuf untuk membuktikan kepalsuan imannya. Tetapi ia memenangkan perdebatan itu dan mempermalukan mereka. Di hadapan mereka ia menyajikan kebenaran iman Kristen disertai bukti-bukti yang tak dapat dibantah kebenarannya. Dari keterangan-keterangannya, beberapa filsuf menemukan kebenaran sejati yang dicarinya selama ini dan bertobat menjadi Kristen mengikuti Katarina.

Gubernur menjadi sangat marah dan menjatuhkan hukuman bakar hidup-hidup atas para filsuf itu. Karena senjata perdebatan tak mempan untuk menaklukkan Katarina maka kekerasan serta kelaliman para algojo mendapat giliran. Katarina disekap di dalam penjara dan selama dua jam lamanya dia disesah dengan cemeti tajam. Namun siksaan-siksaan itu tidak pernah mempan untuk menaklukkan keteguhan imannya. Katarina kemudian dijatuhi hukuman mati dengan gilasan roda kayu besar berduri. Tetapi secara ajaib roda itu terbongkar dan hancur berkeping-keping. Tanda-tanda ajaib ini menunjukkan bahwa Tuhan menyertai hambanya dan memberinya kekuatan sehingga ia tidak menyerah pada kekerasan orang-orang kafir itu. Akhirnya jalan satu-satunya yang ditempuh oleh musuh-musuhnya ialah memenggal lehernya dengan pedang. Dengan cara itu Katarina mengakhiri hidupnya sebagai seorang martir Kristus di hadapan para algojo kafir. Peristiwa ini terjadi pada tahun 307 di Aleksandria.

Santo Petrus Yi Ho-yong

Martir · 1803-1838

Di antara Tujuh Puluh Sembilan Martir Korea yang tewas pada saat penganiayaan tahun 1839, yang pertama kali ditangkap dan juga menghabiskan waktu paling lama di penjara adalah kakak-beradik Santa Agatha Yi So-Sa dan Santo Petrus Yi Ho-yong. Petrus Yi Ho-yong juga menjadi orang pertama dari 103 orang kudus Korea yang memenangkan mahkota kemartiran.

Petrus Yi lahir di Inch’on pada tahun 1803, dan dia pindah ke Seoul setelah kematian ayahnya. Di sana, keluarga Petrus Yi hidup dalam kondisi yang sangat miskin, namun damai. Petrus Yi mulai mengunjungi Paulus Yi Kyong-on dan belajar dari dia. Yi Kyong-on adalah keturunan generasi kelima belas dari T’ae-jong, raja ketiga dinasti Choson, dan dia adalah adik dari Karolus Yi Kyong-do dan Lutgardis Yi, yang keduanya menjadi martir pada tahun 1801. Paulus Yi Kyeong-on melanjutkan untuk mengajari Yi Ho-yong sampai dia ditangkap pada tahun 1827. Dengan dibawa ke Chonju, Paulus Yi meninggal di penjara setelah menjalani siksaan yang paling kejam. Kemartirannya mengajarkan arti iman yang nyata bagi Petrus Yi Ho-yong.

Pada bulan Januari 1834, Pastor Pasifikus Yu Pang-che dari Tiongkok memasuki Korea, imam pertama setelah tiga puluh tiga tahun. Umat Katolik sangat bersukacita dan kata-kata tidak dapat menggambarkan sukacita mereka. Untuk pertama kali mereka menerima pengakuan dosa dan komuni. Pastor Yu melihat kualitas kesalehan, kelembutan dan keterusterangan dari Petrus Yi Ho-yong, dan menjadikan dia sebagai seorang katekis. Suatu hari Petrus Yi bermimpi tentang dia lulus ujian negara. Pada mimpi itu, dia mendengar lagu yang indah dan seseorang berkata kepada dia bahwa pembantu raja mencintai dia. Petrus Yi berpikir bahwa mimpi ini adalah isyarat tentang kemartirannya. Kenyataannya, suatu hari pada bulan Februari 1832, ketika dia kembali ke rumah untuk pekerjaannya, sekelompok penculik menunggu dan menangkap dia. Petrus Yi menghabiskan waktu empat tahun di penjara, menderita karena berbagai siksaan dan kesulitan. Dia sendiri menggambarkannya dalam sepucuk surat yang berisi pertanyaan-pertanyaan beserta jawabannya.

“Mengapa Anda percaya akan agama Katolik yang menentang untuk menghormati orang tua dan dilarang oleh pemerintah?”

“Itu tidak benar. Setiap orang yang percaya akan iman Katolik harus menghormati raja dan orang tua mereka dan juga mengasihi yang lain. Bagaimana mungkin Anda mengatakan bahwa agama yang luar biasa ini menentang untuk menghormati orang tua?”

“Anda tidak memberikan persembahkan kepada orang tua Anda yang sudah meninggal. Oleh karena itu, Anda lebih buruk daripada seekor binatang, dan layak untuk mati. Akankah Anda menyangkal agama Anda atau Anda mati?”

“Sangat bodoh sekali untuk berpikir bahwa orang yang sudah meninggal dapat memakan makanan persembahan. Seseorang yang mati bagi raja bukanlah seorang pengkhianat. Allah adalah Raja dari para raja yang menciptakan langit dan bumi, manusia, malaikat dan seluruh ciptaan di alam semesta. … Bagaimana Anda bisa menghukum seseorang yang lebih baik mati daripada menyangkal Bapa dari seluruh umat manusia?”

Hakim memukuli dia sampai tulang kakinya terpelintir dan keluar dari tempatnya, dan hakim meminta supaya dia menyangkal Allah. Namun Petrus Yi berkata, “Saya tidak akan pernah menyangkal Allah.” Hakim menyuruh orang-orangnya untuk memukul pinggang dan kakinya, dan dia berkata kepadanya: “Jika kamu berteriak, saya akan menganggapnya sebagai tanda bahwa kamu mennyangkal agamamu.” Kemudian Petrus Yi tidak mengeluarkan suara apapun.

Dalam “Catatan Harian Penganiayaan 1839” dikatakan, “Seperti seekor domba yang digiring ke pembantaian, dia tidak membuka mulutnya, bahkan dalam kesakitan karena pukulan yang kejam.”

Petrus Yi berkata bahwa dia akan dengan senang hati untuk mati karena penyakit di penjara, jika itu sudah kehendak Allah. Selama empat tahun di penjara, dia melanjutkan doa dan puasa, dan menunjukkan teladan kebaikan dan kesederhanaan yang bahkan dipuji oleh sipir penjara dan sesama tahanan. Seorang tahanan yang sudah tua, yang berbagi ruang sel yang sama dengannya, dia sangat terkesan olehnya dan dia menyesali masa lalunya dan menerima arahan dari Petrus untuk dibaptis. Walaupun dia dan kakak perempuannya Agatha Yi berada dalam sel yang berbeda, sipir penjara kadang-kadang mengatur mereka untuk bertemu, dan dalam kesempatan itu mereka saling menguatkan satu sama lain dan berjanj untuk mati sebagai martir pada hari yang sama. Namun perlahan-lahan Petrus Yi menyerah karena dia sudah lemah dan penyakit, sehingga dia meninggal lebih dahulu.

Pastor Antoine Daveluy yang tiba di Korea pada tahun 1845 dan kemudian menjadi uskup kelima di Korea, dan Uskup Felix Ridel yang dipenjarakan di Korea pada tahun 1877, keduanya menuliskan tentang kehidupan penjara.

Umat Katolik banyak yang ditahan dalam sebuah sel sehingga mereka tidak dapat berbaring. Mereka semua sepakat bahwa hidup di penjara lebih parah daripada disiksa. Karena bau busuk dari darah, nanah dan anyaman jerami busuk, mereka akan segera jatuh sakit, dan beberapa orang meninggal dalam dua atau tiga hari. Namun, yang terburuk adalah kelaparan dan kehausan. Tak sedikit mereka yang menahan siksaan akhirnya menyerah karena kelaparan. Dengan dua genggam beras sehari, terkadang mereka menyobek anyaman jerami dan mengunyahnya, ataupun memakan kutu yang sedang merangkak di sel penjara. (Uskup Daveluy)

Saya melihat suatu kejadian ketika mereka menderita karena kelaparan dan berjalan sempoyongan. Mereka terlihat seperti kerangka berjalan daripada manusia. Penampilan mereka berubah karena penderitaan, kelaparan, gatal dan luka-luka, mereka sangat mengerikan untuk dilihat. (Uskup Ridel)

“Saya ingin mati oleh pedang, namun saya tidak menginginkannya jika itu bukan kehendak Allah”, itulah yang dikatakan Petrus, dan tak lama kemudian dia meninggal. Pada saat itu tanggal 25 November 1838 dan dia masih berusia 36 tahun. Oleh karena itu, dia menjadi martir pertama dalam 103 santo-santa martir dari Korea. Petrus Yi Ho-yong dibeatifikasi pada tanggal 5 Juli 1925 dan dikanonisasi pada tanggal 6 Mei 1984 di Yoido, Seoul oleh Paus (Santo) Yohanes Paulus II.

Arti nama

Petrus : Berasal dari bahasa Yunani Πετρος (Petros) yang berarti "batu". Ini adalah terjemahan yang digunakan dalam kitab Perjanjian Baru untuk nama Aramiac : Cephas (Kefas), yang juga berarti "batu" (Yoh 1:42).

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari