Bacaan Misa
Terjadi pula yang berikut ini: Tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Lalu dengan siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram. Tetapi terutama ibu itu sungguh mengagumkan secara luar biasa. Ia layak dikenang-kenangkan baik-baik. Ia mesti menyaksikan ketujuh anaknya mati dalam tempo satu hari saja. Namun demikian, itu ditanggungnya dengan besar hati oleh sebab harapannya kepada Tuhan. Dengan rasa hati yang luhur dihiburnya anaknya masing-masing dalam bahasanya sendiri, penuh dengan semangat yang luhur. Dengan semangat jantan dikuatkannya tabiat kewanitaannya lalu berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya." Adapun raja Antiokhus mengira bahwa ibu itu menghina dia dan ia menganggap bicaranya suatu penistaan. Anak bungsu yang masih hidup itu tidak hanya dibujuk dengan kata-kata, tetapi sang raja juga menjanjikan dengan angkat sumpah bahwa anak bungsu itu akan dijadikannya kaya dan bahagia, asal saja ia mau meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya. Bahkan ia akan dijadikannya sahabat raja dan kepadanya akan dipercayakan pelbagai jabatan negara. Oleh karena pemuda itu tidak menghiraukannya sama sekali, maka sang raja memanggil ibunya dan mendesak, supaya ia menasehati anaknya demi keselamatan hidupnya. Sesudah ia lama mendesak barulah ibu itu menyanggupi untuk meyakinkan anaknya. Kemudian ia membungkuk kepada anaknya lalu dengan mencemoohkan penguasa yang bengis itu berkatalah ia dalam bahasanya sendiri: "Anakku, kasihanilah aku yang sembilan bulan lamanya mengandungmu dan tiga tahun lamanya menyusuimu. Akupun sudah mengasuhmu dan membesarkanmu hingga umur sekarang ini dan terus memeliharamu. Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga. Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak." Ibu itu belum lagi mengakhiri ucapannya itu, maka berkatalah pemuda itu: "Kamu menunggu siapa? Aku tidak mentaati penetapan raja. Sebaliknya aku taat kepada segala ketetapan Taurat yang sudah diberikan oleh Musa kepada nenek moyang kami. Niscaya baginda yang menjadi asal usul segala malapetaka yang menimpa orang-orang Ibrani tidak akan terluput dari tangan Allah.
Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.
Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Raja Kasih Gembalaku,
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Mazmur 17 (18)
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).
AntifonAku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.
Antifon 2Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
AntifonTuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.
Antifon 3Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
AntifonTuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.
Responsorium Mazmur 75:6, 8, 9; Wahyu 14:9, 10
Responsorium 1 Korintus 15:58; 2 Tesalonika 3:13
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Mazmur 35
Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Ydt 16,2-3,15-19
Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Mazmur 46 (47)
Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)
Lagu Singkat
Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
℟. Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.
Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu. ℟.
Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu. ℟.
Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin. ℟.
Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Pe 1, 13-14)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Mazmur 118 (119),9-16
Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Mazmur 16 (17) I
Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Mazmur 16 (17) II
Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.
Bacaan singkat 1Ptr 1,15-16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Iac 4, 7-8a. 10)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Mazmur 26
Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?
Antifon 2Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Mazmur 26 II
Antifon 2WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)
Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
℟. Tunjukkanlah cinta kasihMu, ya Tuhan.
Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu dan lindungilah umatMu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasihMu. ℟.
Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, PuteraMu yang telah Kauutus. ℟.
Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya. ℟.
Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina. ℟.
Semoga pintu belaskasihanMu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Rosa Filipin Duchene
Wanita kudus ini berasal dari sebuah keluarga Perancis yang kaya-raya. Ayahnya, Pierre Francois Duchesne, adalah seorang pengacara, pengusaha, dan pemimpin sipil terkemuka di Grenoble, Perancis; dan ibunya, Rose Perier, adalah anggota dari keluarga terkemuka dari wilayah Dauphine dari Perancis. Dari umur delapan tahun Rose sudah memiliki keinginan untuk menjadi missionaris di dunia baru Amerika. Keinginan ini muncul karena ia sering mendengar kisah para misionaris Jesuit berbicara tentang karya mereka di sana.
Pada usia 19 tahun Rosa bergabung dengan para biarawati Visitasi di Grenoble, tanpa sepengetahuan keluarganya. Ketika mengetahui hal ini ayahnya berusaha keras menentang pilihannya, tapi Rosa tetap teguh dengan pendiriannya hingga akhirnya sang ayah merestui keinginan putrinya itu. Namun Ketika saatnya tiba, ia tidak dapat mengucapkan kaulnya karena Revolusi Perancis meletus.
Selama Pemerintahan Teror dari Revolusi Perancis melarang kegiatan keagamaan dan biara-biara ditutup; termasuk biara Rosa yang ditutup pada tahun 1792. Rosa pun kembali kekeluarganya dan menghabiskan sepuluh tahun berikutnya hidup sebagai seorang wanita awam lagi. Tapi walaupun sebagai seorang wanita awam tapi Rosa berhasil menjaga kehidupan religiusnya seturut aturan biaranya. Ia tetap bertindak seperti anggota yang baik dari biaranya; walau biaranya sendiri sudah ditutup pemerintah. Dia mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin, memberikan pelayanan kepada orang sakit, dan memberi perlindungan kepada para imam yang dikejar-kejar dan bersembunyi selama Pemerintahan Revolusioner berkuasa.
Ketika Teror berakhir, Rosa direklamasi biaranya dan mencoba untuk membangun kembali Biara dengan sekelompok kecil suster yang ia pertahankan di Grenoble selama Revolusi. Namun, sebagian besar suster sudah lama pergi, dan pada 1804 komunitas kecil ini kemudian bergabung dengan Biara Suster Hati Kudus Yesus yang saat itu dipipmpin oleh Santa Madeline Sophie Barat. Mereka kemudian kembali membuka biara Sainte-Marie-d'en-Haut sebagai rumah kedua susteran Hati Kudus. Rosa menjadi postulan pada bulan Desember 1804, dan mengucapkan kaul kekalnya pada tahun 1805.
Kerinduan Moeder Rosa Philippine Duchesne untuk menjadi seorang misionaris ke Dunia baru akhirnya terkabul ketika ia telah berusia hampir lima puluh tahun. Ia sangat gembira ketika atasannya mengumumkan bahwa ia akan diutus untuk berkarya di Amerika. Pada 14 Maret 1818 pada usia 49 tahun ia dan empat saudara dikirim sebagai misionaris ke Wilayah Louisiana untuk membangun biaranya di Amerika.
Dalam perjalanannya ke Amerika ia menderita penyakit yang hampir membunuhnya, dan setelah dia sembuh di New Orleans, ia menderita sakit parah yang juga hampir merenggut nyawanya ketika ia dalam perjalanan ke Mississippi. Namun semua rintangan itu tidak dapat memadamkan semangat missionarisnya yang bernyala-nyala. Di Mississippi, ia dan sekelompok kecil para biarawati berhasil mendirikan sebuah sekolah bebas biaya bagi kaum miskin.
Pekerjaan mereka amat berat oleh karena perbedaan bahasa serta adat-istiadat. Walaupun demikian, Moeder Duchesne tidak pernah kehilangan semangat dan harapannya. Ia selalu bersandar pada Yesus dalam segala hal. Sementara ia bertambah tua, ia semakin menjadi lembut dan kudus. Moeder Duchesne sungguh merupakan seorang pahlawan yang tegar menghadapi tantangan perjalanan yang berbahaya. Ia bahkan hampir mati karena demam kuning; namun Yesus kembali menyembuhkannya dan menuntunnya untuk berkarya lagi. Moeder Duchesne kemudian berhasil mengatasi berbagai macam halangan dan mendirikan 6 biara baru di Amerika.
Ketika berusia 71 tahun, Moeder Duchesne mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Superior lalu pergi ke pedalaman dan berkarya ditengah-tengah suku Pottowatomies; dimana ia membantu mereka dalam bidang kesehatan dan juga mengajarkan pendidikan bagi gadis-gadis muda dari suku ini. Karya ini, walau cuma berlangsung setahun tapi berhasil dengan sangat gemilang. Sampai saat ini Moeder Duchesne tetap dikenang oleh suku ini sebagai "Wanita-Yang-Selalu -Berdoa".
Moeder Rosa Duchesne wafat pada tahun 1852 pada usia delapan puluh tiga tahun dan dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988.
Arti nama
Rosa = Mawar
Santo Oddo
Santo Oddo lahir dalam keluarga bangsawan di sebuah desa kecil dekat Le Mans Perancis. Ayahnya bernama Obbo, seorang tuan tanah dan juga seorang perwira dalam dinas militer Perancis. Monsieur Obbo juga adalah seorang Katolik yang saleh. Ia telah lama merindukan seorang putera sebagai penerus nama keluarganya. Meskipun isterinya yang bernama Arenberga sudah terlalu tua untuk melahirkan, namun dengan penuh iman Obbo tetap memanjatkan doa dan permohonannya kepada Tuhan. Iman memang dapat memindahkan gunung. Arenberga kemudian mengandung dan Oddo pun lahir.
Ketika masih bayi, Oddo sering sakit-sakitan. Khawatir akan keselamatan putera tunggalnya, Obbo membawa puteranya ke Basilika Santo Martinus di Tours. Dalam Basilika, dihadapan makam santo Martinus, Obbo mengucapkan doa dan mempersembahkan puteranya kedalam perlindungan Santo pelindung Perancis tersebut; “..Oh, permata para orang kudus, terimalah anak ini..” ucapnya.
Semenjak saat itu, Oddo tumbuh menjadi anak yang sehat dan tidak sakit-sakitan lagi.
Setelah Oddo dewasa, ayahnya menginginkan agar ia dapat menjadi seorang perwira militer. Untuk itu Oddo dikirim ke istana pangeran William, Duke of Aquitaine. Disini setiap hari Oddo harus berlatih berburu dan menjalani latihan-latihan militer lainnya. Namun selama 3 tahun tinggal di Aquitaine, Oddo selalu sakit-sakitan. Ia sering mengalami sakit kepala yang membuatnya lebih banyak berada di pembaringan daripada berlatih ketangkasan. Saat sang ayah datang mengunjunginya, ia terkejut mendapati putera kesayangannya begitu menderita oleh rasa sakit dikepalanya.
Obbo lalu teringat akan doa yang ia ucapkan dulu di Basilika Santo Martinus. Ia merasa bahwa ini semua adalah pertanda dari Santo Martinus. Ia lalu menceriterakan kejadian itu kepada puteranya dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Tours. Di dalam Basilika, didepan makam Santo Martinus, sekali lagi Obbo mempersembahkan puteranya yang kini telah dewasa. Mereka berdoa bersama; lalu sang ayah menghantar puteranya menuju biara Benediktin di kota itu. Entah suatu kebetulan atau keajaiban, biara yang mereka datangi adalah sebuah biara Ordo Benediktin bernama “Biara Benediktin Santo Martinus dari Tours”. Semenjak itu, di sepanjang hidupnya Oddo menaruh hormat dan memiliki devosi yang mendalam kepada santo Martinus. Ia juga tidak pernah lagi menderita sakit kepala.
Setelah menjalani masa novisiat, Odo menerima Tonsura dan ditahbiskan menjadi seorang biarawan Ordo Benediktin. Kesalehannya begitu menonjol dan ia menjadi seorang benediktin yang sangat kudus. Ia setia pada disiplin hidup membiara sesuai regula yang ditulis oleh santo Benediktus dan menjadi teladan saudara-saudaranya.
Beberapa tahun kemudian Oddo diutus biaranya untuk melanjutkan studi di kota Paris dibawah bimbingan Santo Remigius of Auxerre. Ia menamatkan studinya empat tahun kemudian lalu kembali ke Tours. Selama beberapa tahun kemudian Oddo hidup dalam doa dan keheningan dalam sel pertapaan di biaranya. Suatu hari para pembesar biara memintanya untuk menulis ringkasan dari buku Moralia Paus Gregorius Agung. Awalnya Oddo menolak karena merasa dirinya tidak layak meringkas karya dari paus yang agung tersebut, namun ia kemudian keluar dari sel pertapaannya dan menerima tugas itu setelah paus Gregorius menampakkan diri kepadanya.
Pada tahun 924, Oddo terpilih menjadi Abbas di biara Baume. Tiga tahun kemudian ia terpilih menjadi Abbas untuk biara di Cluny. Sebagai pemimpin biara, Oddo selalu bersikap tegas dalam hal disiplin dan pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi ia juga bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan se-biara.
Pada tahun 931, Paus Yohanes XI meminta abbas Odo untuk memperbaharui kehidupan rohani di biara-biara di sekitar Aquitaine, Perancis utara dan juga Italia. Paus juga sering menugaskannya untuk menjadi juru damai ketika terjadi pertikaian diantara para bangsawan. Abbas Oddo juga kerap menjadi utusan paus untuk meminta para bangsawan Perancis agar melepaskan kontrol mereka terhadap biara-biara sehingga biara dapat kembali menjadi pusat spiritual, bukan menjadi sumber keuangan bagi para bangsawan lokal.
Selama hidupnya, Oddo tercatat mendirikan sebuah biara di Aventine Roma. Ia juga menulis banyak buku. Diataranya adalah buku biografi Santo Gerald dari Aurillac, tiga buku esai tentang moralitas, beberapa buku homili, sebuah buku puisi tentang karya Penebusan, dan dua belas antifon paduan suara untuk menghormati Santo Martinus dari Tours. Ia juga dikenal sebagai abbas yang miskin karena tidak memiliki harta apapun, selain buku-buku ilmu pengetahuan dan buku doa. Uang dan semua harta dunia yang ada padanya akan ia serahkan pada para orang-orang miskin yang ditemuinya.
Di tahun 942, ketika sedang menjadi utusan Paus untuk mendamaikan pertikaian antara para bangsawan di Italia, Odo jatuh sakit. Ia dapat merasakan bahwa hari kematian sudah dekat. Karena itu ia mempersiapkan dirinya dengan semakin meningkatkan puasa dan matiraga. Ia tidak ingin meninggal dunia di Italia, karena itu ia berdoa memohon kekuatan melalui perantaran Santo Martinus, sumber devosi seumur hidupnya. Santo Martinus kemudian menampakkan diri kepadanya dan berkata :
“..Oh, jiwa yang suci, kekasih Allah, panggilanmu sudah dekat. Tapi aku, Santo Martinus, akan memberimu kekuatan untuk kembali ke tanah airmu, dimana hidupmu akan berakhir, dan Kristus akan memberkahimu untuk tinggal bersama umat pilihan-NYA. "
Odo yang sedang sakit keras secara ajaib dapat kembali ke Perancis. Ia memutuskan untuk tidak kembali ke Cluny melainkan langsung menuju biara Tours karena ingin dimakamkan disamping santo Martinus. Ia tiba tepat pada hari pesta Santo Martinus tanggal 11 November 942. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo tutup usia tujuh hari kemudian pada tanggal 18 November 942.
Arti nama
Nama Oddo adalah versi Italia dari nama Jermanik "Otto" yang berarti : Sejahtera, Beruntung (Old Jerman)
Santo Romanus dari Antiokia
Romanus adalah seorang diakon Gereja Sesarea. Oleh sejarawan Eusebius, riwayat hidupnya dihubungkan dengan para martir yang dibunuh di Palestina. Karena kendatipun ia menjadi martir di Antiokia, namun ia berasal dari Palestina. Santo Yohanes Krisostomus juga memuji-muji dia dalam sebuah tulisannya; demikian juga Prudensius menggubah seuntai syair pujian untuk Romanus. Maka cukuplah meyakinkan ketenaran diakon Romanus ini.
Bagaimanapun juga sumber informasi tentang riwayat hidup Romanus kurang lengkap. Informasi tentang kemartirannya dihubungkan dengan aksi penganiayaan terhadap umat Kristen pada zaman pemerintahan Kaisar Diokletianus. Pada masa itu diakon Romanus giat memberi peneguhan dan semangat iman kepada umatnya yang dikejar-kejar oleh penguasa. Bahkan ia berani memberikan peringatan kepada para hakim yang mengadili umatnya, sambil meneguhkan hati umatnya di hadapan sidang pengadilan kaisar.
Sadar akan pengaruh Romanus yang besar bagi umat Kristen maka penguasa tidak tanggung-tanggung menangkapnya. Romanus disesah dan dicambuki, dan kemudian dibakar hidup-hidup. Meskipun api menjalari sekujur tubuhnya, namun Romanus tetap berkotbah menyemangati umatnya agar tetap setia pada imannya dan tetap mencintai Allah. Raja kemudian menyuruh mengembalikan dia ke penjara untuk disiksa lebih berat lagi: anggota badannya dimasukkan ke dalam lima lobang di sebuah papan alat penyiksaan, dan tubuhnya dibiarkan menggelantung dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya sebagai martir yang tahan uji, Romanus mati dicekik oleh algojo di penjara itu pada tahun 303. Ketabahannya mengagumkan!
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari