Doa Katolik
Doa Hari Ini

Rabu XXXIII Masa Biasa

Rabu, 18 November 2037· Putih · Pekan Psalterium I
18 November 2037

Bacaan Misa

Rabu XXXIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Terjadi pula yang berikut ini: Tujuh orang bersaudara serta ibu mereka ditangkap. Lalu dengan siksaan cambuk dan rotan mau dipaksa oleh sang raja untuk makan daging babi yang haram. Tetapi terutama ibu itu sungguh mengagumkan secara luar biasa. Ia layak dikenang-kenangkan baik-baik. Ia mesti menyaksikan ketujuh anaknya mati dalam tempo satu hari saja. Namun demikian, itu ditanggungnya dengan besar hati oleh sebab harapannya kepada Tuhan. Dengan rasa hati yang luhur dihiburnya anaknya masing-masing dalam bahasanya sendiri, penuh dengan semangat yang luhur. Dengan semangat jantan dikuatkannya tabiat kewanitaannya lalu berkatalah ia kepada anak-anaknya: "Aku tidak tahu bagaimana kamu muncul dalam kandungku. Bukan akulah yang memberi kepadamu nafas dan hidup atau menyusun bagian-bagian pada badanmu masing-masing! Melainkan Pencipta alam semestalah yang membentuk kelahiran manusia dan merencanakan kejadian segala sesuatunya. Dengan belas kasihan-Nya Tuhan akan memberikan kembali roh dan hidup kepada kamu, justru oleh karena kamu kini memandang dirimu bukan apa-apa demi hukum-hukum-Nya." Adapun raja Antiokhus mengira bahwa ibu itu menghina dia dan ia menganggap bicaranya suatu penistaan. Anak bungsu yang masih hidup itu tidak hanya dibujuk dengan kata-kata, tetapi sang raja juga menjanjikan dengan angkat sumpah bahwa anak bungsu itu akan dijadikannya kaya dan bahagia, asal saja ia mau meninggalkan adat istiadat nenek moyangnya. Bahkan ia akan dijadikannya sahabat raja dan kepadanya akan dipercayakan pelbagai jabatan negara. Oleh karena pemuda itu tidak menghiraukannya sama sekali, maka sang raja memanggil ibunya dan mendesak, supaya ia menasehati anaknya demi keselamatan hidupnya. Sesudah ia lama mendesak barulah ibu itu menyanggupi untuk meyakinkan anaknya. Kemudian ia membungkuk kepada anaknya lalu dengan mencemoohkan penguasa yang bengis itu berkatalah ia dalam bahasanya sendiri: "Anakku, kasihanilah aku yang sembilan bulan lamanya mengandungmu dan tiga tahun lamanya menyusuimu. Akupun sudah mengasuhmu dan membesarkanmu hingga umur sekarang ini dan terus memeliharamu. Aku mendesak, ya anakku, tengadahlah ke langit dan ke bumi dan kepada segala sesuatunya yang kelihatan di dalamnya. Ketahuilah bahwa Allah tidak menjadikan kesemuanya itu dari barang yang sudah ada. Demikianpun bangsa manusia dijadikan juga. Jangan takut kepada algojo itu. Sebaliknya, hendaklah menyatakan diri sepantas kakak-kakakmu dan terimalah maut itu, supaya aku mendapat kembali engkau serta kakak-kakakmu di masa belas kasihan kelak." Ibu itu belum lagi mengakhiri ucapannya itu, maka berkatalah pemuda itu: "Kamu menunggu siapa? Aku tidak mentaati penetapan raja. Sebaliknya aku taat kepada segala ketetapan Taurat yang sudah diberikan oleh Musa kepada nenek moyang kami. Niscaya baginda yang menjadi asal usul segala malapetaka yang menimpa orang-orang Ibrani tidak akan terluput dari tangan Allah.

Mazmur Tanggapan

Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.
Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bacaan Injil

Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Invitatorium

Rabu XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Ibadat Bacaan

Rabu XXXIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Raja Kasih Gembalaku,

Kebaikan-Nya tak pernah pudar.

Tak kurang suatu pun jika aku milik-Nya,

dan Dia milikku selamanya.
Di mana aliran air hidup mengalir,

jiwaku yang ditebus Dia pimpin;

dan di mana padang rumput hijau tumbuh,

dengan makanan surgawi Dia beri.
Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,

namun dalam kasih Dia mencariku;

dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,

dan pulang, bersukacita, Dia bawaku.
Di lembah gelap kematian aku tak takut celaka,

bersama-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;

tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,

salib-Mu di depan untuk membimbingku.
Engkau menghidangkan meja di hadapanku;

pengurapan-Mu menganugerahkan rahmat;

dan oh, betapa sukacita yang meluap

dari piala-Mu yang murni mengalir!
Maka sepanjang hari-hari,

kebaikan-Mu tak pernah pudar;

Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu

di dalam rumah-Mu selamanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Aku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Mazmur 17 (18)

Syukur atas keselamatan dan kemenangan

Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).

I
Aku mengasihi-Mu, Tuhan, kekuatanku,

gunung batuku, bentengku, penyelamatku.

Allahku adalah gunung batu tempat aku berlindung;

perisaiku, pertolonganku yang perkasa, kubuku.
Tuhan layak menerima segala pujian;

ketika aku berseru, aku diselamatkan dari musuh-musuhku.
Gelombang maut mengelilingiku;

banjir kehancuran menyerangku;

jerat kubur menjeratku;

perangkap maut menghadangku.
Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan;

aku berseru kepada Allahku minta tolong.

Dari bait-Nya Dia mendengar suaraku;

seruanku sampai ke telinga-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAku mengasihi-Mu, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Antifon 2Tuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.

II
Maka bumi berguncang dan bergoncang;

gunung-gunung terguncang sampai ke dasarnya:

mereka berguncang karena murka-Nya yang dahsyat.

Asap keluar dari hidung-Nya

dan api yang membakar dari mulut-Nya:

bara api menyala karena panasnya.
Dia menurunkan langit dan turun,

awan hitam di bawah kaki-Nya.

Dia datang bertakhta di atas kerubim,

Dia terbang di atas sayap angin.
Dia menjadikan kegelapan sebagai penutup-Nya,

air gelap awan-awan, kemah-Nya.

Cahaya bersinar di hadapan-Nya

dengan hujan es dan kilatan api.
Tuhan menggelegar di langit;

Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

Dia menembakkan panah-Nya, menyerakkan musuh,

memancarkan kilat-Nya dan membuat mereka lari.
Dasar samudra terungkap;

fondasi dunia tersingkap

pada guntur ancaman-Mu, ya Tuhan,

pada hembusan napas murka-Mu.
Dari atas Dia menjangkau dan menangkapku;

Dia menarikku dari air yang dahsyat.

Dia merebutku dari musuhku yang perkasa,

dari musuh-musuhku yang kekuatannya tidak dapat aku tandingi.
Mereka menyerangku pada hari kemalanganku,

tetapi Tuhan adalah penopangku.

Dia membawaku ke dalam kebebasan,

Dia menyelamatkanku karena Dia mengasihiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan telah menyelamatkanku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya.

Antifon 3Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

III
Dia membalas aku karena aku benar,

membalas aku, karena tanganku bersih,

sebab aku telah menempuh jalan Tuhan

dan tidak menyimpang dari Allahku.
Sebab segala penghakiman-Nya ada di hadapanku:

aku tidak pernah mengabaikan perintah-perintah-Nya.

Aku selalu lurus di hadapan-Nya;

aku menjaga diriku dari kesalahan.
Dia membalas aku karena aku benar

dan tanganku bersih di mata-Nya.

Engkau penuh kasih kepada mereka yang mengasihi-Mu:

Engkau menunjukkan diri-Mu sempurna kepada yang sempurna.
Dengan yang tulus Engkau menunjukkan diri-Mu tulus,

tetapi yang licik Engkau kalahkan dalam kelicikan.

Sebab Engkau menyelamatkan umat yang rendah hati

tetapi merendahkan mata yang sombong.
Engkau, ya Tuhan, adalah pelitaku,

Allahku yang menerangi kegelapanku.

Bersama-Mu aku dapat menembus setiap penghalang,

bersama Allahku aku dapat memanjat setiap tembok.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan biarkan kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

AntifonTuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

℟ Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Aku katakan.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

5:1-2, 5-9, 13-17, 25—6:1

Penghakiman Allah pada perjamuan Belsyazar
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan besar bagi seribu orang pembesarnya, dan ia minum-minum bersama mereka. Di bawah pengaruh anggur, ia memerintahkan agar bejana-bejana emas dan perak yang telah diambil Nebukadnezar, ayahnya, dari Bait Allah di Yerusalem, dibawa masuk agar raja, para pembesarnya, istri-istrinya, dan para penghiburnya dapat minum dari padanya.
Tiba-tiba, di seberang kaki pelita, jari-jari tangan manusia muncul, menulis pada plester dinding di istana raja. Ketika raja melihat pergelangan tangan dan tangan yang menulis itu, wajahnya pucat; pikirannya menakutinya, sendi-sendi pinggulnya gemetar, dan lututnya beradu.
Raja berteriak agar para ahli sihir, orang Kasdim, dan ahli nujum dibawa masuk. “Siapa pun yang dapat membaca tulisan ini dan memberitahukan artinya kepadaku,” katanya kepada orang-orang bijak Babel, “akan dikenakan pakaian ungu, memakai kalung emas di lehernya, dan menjadi orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan.” Tetapi meskipun semua orang bijak raja datang, tidak seorang pun dari mereka yang dapat membaca tulisan itu atau memberitahukan artinya kepada raja. Kemudian Raja Belsyazar sangat ketakutan; wajahnya menjadi pucat pasi, dan para pembesarnya kebingungan.
Kemudian Daniel dibawa ke hadapan raja. Raja bertanya kepadanya, “Apakah engkau Daniel, orang buangan Yahudi, yang dibawa oleh ayahku, raja, dari Yehuda? Aku telah mendengar bahwa roh Allah ada padamu, bahwa engkau memiliki pengetahuan yang cemerlang dan hikmat yang luar biasa. Sekarang, orang-orang bijak dan ahli sihir telah dibawa kepadaku untuk membaca tulisan ini dan memberitahukan artinya kepadaku, tetapi mereka tidak dapat mengatakan apa arti kata-kata itu. Tetapi aku telah mendengar bahwa engkau dapat menafsirkan mimpi dan memecahkan kesulitan; jika engkau dapat membaca tulisan itu dan memberitahukan artinya kepadaku, engkau akan dikenakan pakaian ungu, memakai kalung emas di lehermu, dan menjadi orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan.”
Daniel menjawab raja: “Engkau boleh menyimpan hadiah-hadiahmu, atau memberikan hadiah-hadiahmu kepada orang lain; tetapi tulisan itu akan kubacakan bagimu, ya raja, dan akan kuberitahukan artinya kepadamu.
“Inilah tulisan yang tertulis: MENE, TEKEL, dan PERES. Kata-kata ini berarti: MENE, Allah telah menghitung kerajaanmu dan mengakhirinya; TEKEL, engkau telah ditimbang di timbangan dan didapati kurang; PERES, kerajaanmu telah dibagi dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”
Kemudian atas perintah Belsyazar mereka mengenakan pakaian ungu kepada Daniel, dengan kalung emas di lehernya, dan memproklamasikannya sebagai orang ketiga dalam pemerintahan kerajaan. Pada malam yang sama Belsyazar, raja Kasdim, dibunuh: Dan Darius orang Media menggantikan kerajaan pada usia enam puluh dua tahun.

Responsorium Mazmur 75:6, 8, 9; Wahyu 14:9, 10

Janganlah sombong di hadapan Yang Mahatinggi, sebab Allah adalah Hakim kita: seorang direndahkan-Nya dan seorang diangkat-Nya.

℟ Tuhan memegang cawan anggur pahit di tangan-Nya; semua orang berdosa di dunia akan meminumnya.
Siapa pun yang menyembah binatang atau patungnya akan meminum anggur murka Allah.

℟ Tuhan memegang cawan anggur pahit di tangan-Nya; semua orang berdosa di dunia akan meminumnya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili yang ditulis pada abad kedua

Dalam pengharapan kita bertahan
Demi hidup yang kekal, saudara-saudaraku, marilah kita melakukan kehendak Bapa yang memanggil kita, melawan godaan-godaan yang membawa kita kepada dosa dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk maju dalam kebajikan. Marilah kita menghormati Allah karena takut akan kejahatan yang timbul dari kefasikan. Jika kita bersemangat dalam berbuat baik, kita akan memiliki kedamaian, tetapi tidak ada kedamaian bagi mereka yang, dikuasai oleh rasa hormat manusia, lebih memilih kenikmatan saat ini daripada janji-janji masa depan. Mereka tidak menyadari baik siksaan yang disediakan bagi mereka karena kesenangan sesaat ini, maupun sukacita dari janji-janji yang akan datang. Dan memang dapat ditanggung jika perilaku mereka hanya mempengaruhi diri mereka sendiri, tetapi kenyataannya, mereka terus-menerus merusak orang-orang yang tidak bersalah, tidak menyadari bahwa mereka menanggung hukuman ganda, bagi diri mereka sendiri dan murid-murid mereka.
Maka marilah kita melayani Allah dengan hati yang murni, dan kemudian kita akan hidup sebagaimana mestinya. Jika kita gagal melayani Dia karena ketidakpercayaan kita, kita hanya akan sengsara. Celakalah mereka yang imannya goyah, kata nabi, orang-orang yang mendua hati dan berkata: Kami mendengar semua ini bahkan ketika orang tua kami masih hidup dan hari demi hari kami menunggu dengan sia-sia bukti apa pun darinya. Hai orang-orang bodoh! Pikirkanlah sebatang pohon, dan lihatlah bagaimana kalian menyerupainya. Sebatang anggur, misalnya, pertama-tama menggugurkan daunnya dan kemudian tunasnya muncul; setelah itu datanglah buah anggur yang asam dan akhirnya sekelompok buah yang matang. Demikianlah halnya dengan umat-Ku. Mereka telah mengalami kekacauan dan penderitaan, tetapi sesudahnya akan datanglah pahala mereka.
Oleh karena itu, saudara-saudaraku, untuk memperoleh pahala, kita harus bertahan dalam pengharapan dengan iman yang tak tergoyahkan. Dia yang membuat janji untuk membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya akan setia pada janji itu. Jika kita melakukan apa yang benar di mata Allah, kita akan masuk ke dalam kerajaan-Nya dan menerima janji yang belum pernah didengar telinga, belum pernah dilihat mata, belum pernah terpikirkan oleh hati manusia.
Maka marilah kita hidup dengan penuh kasih dan lurus, dalam penantian setiap jam akan kerajaan Allah, karena kita tidak tahu kapan itu akan datang. Marilah kita segera bertobat dari kebodohan dan kejahatan besar kita, dan mulai sekarang selalu siap untuk berbuat baik. Kita harus menghapus dosa-dosa masa lalu dengan sungguh-sungguh menyesalinya, dan kemudian kita akan diselamatkan. Kita tidak boleh berhasrat untuk mencari muka dengan manusia, pun tidak boleh hanya berpikir untuk membuat diri kita diterima oleh sesama Kristen. Kita harus hidup lurus agar mendapatkan rasa hormat dari orang-orang non-Kristen juga. Nama itu tidak boleh dihujat karena kita.

Responsorium 1 Korintus 15:58; 2 Tesalonika 3:13

Tetaplah teguh, berdirilah teguh,

selalu curahkan dirimu sepenuhnya untuk pekerjaan Tuhan,

℟ karena engkau tahu bahwa pekerjaanmu dalam Tuhan tidak akan sia-sia.
Jangan pernah lelah berbuat baik.

℟ Karena engkau tahu bahwa pekerjaanmu dalam Tuhan tidak akan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan maharahim,

dengan murah hati jauhkanlah dari kami segala kemalangan,

agar, tanpa terhalang baik dalam pikiran maupun tubuh,

kami dapat mengejar dengan kebebasan hati hal-hal yang adalah milik-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Rabu XXXIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Mazmur 35

Dosa berbisik di lubuk hati pendosa,*
"Tak perlu takut akan Allah".

Dosa mengelabui matanya,*
guna menutup kesalahannya.

Si pendosa menuturkan kejahatan dan tipu daya,*
tak pernah ia berlaku bijaksana dan berbuat baik.

Di atas ranjang ia merencanakan kejahatan,+
ia menempuh jalan yang tidak baik,*
dan tidak menolak yang jahat.

Ya Tuhan, kasihMu seluas langit,*
dan setiaMu menjangkau awan.

Bagaikan gunung tinggi keadilanMu,+
hukumMu bagaikan samudera raya,*
manusia dan hewan Kaulindungi.

Amat berhargalah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
umat manusia bernaung di bawah sayapMu.

Mereka Kaupuaskan dengan kelimpahan rumahMu,*
dan Kauberi minum dari saluran kebahagiaan.

PadaMulah sumber kehidupan,*
dalam terangMu kami melihat cahaya.

Semoga tetaplah kasihMu bagi orang yang mencintai Engkau,*
dan setiaMu bagi mereka yang tulus hati.

Janganlah sicongkak menginjak hambaMu,*
janganlah tangan pendosa menghancurkan daku.

Orang yang berbuat jahat sudah jatuh,*
mereka dicampakkan dan tak dapat bangun lagi.

Antifon 1Tuhan, dalam terangMu kami melihat cahaya.

Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Ydt 16,2-3,15-19

Angkatlah nyanyian untuk Allahku dengan iringan rebana,*
bernyanyilah bagi Tuhan dengan bunyi genderang.

Lagukanlah bagiNya kidung baru,*
luhurkan dan sebutkanlah namaNya.

Sebab Allah telah menghancurkan perang,*
Tuhanlah namaNya.

Aku akan bermadah bagi Tuhan,*
madah baru bagi Allahku.

Tuhan, Engkau agung dan mulia,*
kuasaMu mengagumkan tiada bandingnya.

Segala ciptaanMu mengabdi padaMu,*
Engkau berfirman, maka segalanya terjadi.

Engkau mengutus RohMu untuk menciptakan semua,*
tak ada yang dapat melawan titahMu.

Sekalipun gunung rebah beserta dasarnya,+
sekalipun wadas luluh bagaikan lilin dihadapan wajahMu,*
namun Engkau tetap mengasihi orang yang takwa.

Tiada kurban layak bagiMu, meski harum sekalipun,*
bahkan yang paling baikpun tidak bernilai di hadapanMu.

Tetapi orang yang takwa,*
dia itulah besar selama-lamanya.

Antifon 2Tuhan, Engkau agung dan mulia, kuasaMu mengagumkan.

Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah yang agung dan dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkanNya.

Bagi kita dipilihNya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasihNya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhtaNya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Antifon 3Segala bangsa, elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Bacaan Singkat (Tb 4,16-17;19-20)

Apa yang tidak kausukai sendiri, jangan kauperbuat kepada orang lain. Bagilah rezekimu dengan orang miskin dan papa dan berikanlah pakaianmu kepada yang tidak punya. Mintalah selalu nasihat kepada orang yang bijaksana. Pujilah Allah setiap waktu dan berdoalah kepadaNya, supaya Ia membimbing jalanmu dan merestui segala rencanamu.

Lagu Singkat

℣.Arahkanlah hatiku, ya Allah,* kepada ketetapanMu.℟.Arahkanlah.℣.Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku.℟.Kepada ketetapanMu.℟.Kemuliaan.℟.Arahkanlah.

Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus menyebut saudara setiap orang yang disucikanNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan memuji Dia dengan berkata:

℟. Kuduskanlah saudara-saudaraMu, ya Tuhan.

Semoga permulaan hari ini kami baktikan kepadaMu untuk menghormati kebangkitanMu,* dan segenap hari ini kami kuduskan dengan pekerjaan yang menyenangkan hatiMu. ℟.

Sebagai tanda cintakasihMu Engkau menggembirakan kami dengan hari yang baru,* maka perbaharuilah kami setiap hari demi kemuliaanMu. ℟.

Ajarlah kami melihat Engkau dalam segala hal,* dan menjumpai Engkau terutama dalam saudara yang malang dan miskin. ℟.

Semoga kami hari ini hidup berdamai dengan semua orang,* dan tidak membalas yang jahat dengan yang jahat. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, Penyelamat kami, kami telah Kaulahirkan menjadi putera-putera cahaya. Tolonglah kami mencintai cahaya dan mengerjakan yang benar. Semoga dengan demikian kami dapat memberi kesaksian tentang Engkau di hadapan semua orang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Rabu XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Pe 1, 13-14)

Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,

Ayat Singkat

℣.Tunjukkanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan.℟.Dan ajarkanlah lorong-lorong-Mu kepadaku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Rabu XXXIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Mazmur 118 (119),9-16

Bagaimana kaum muda dapat mempertahankan hidupnya tanpa cela?*
Dengan memperhatikan firmanMu.

Dengan segenap hati aku mencari Engkau,*
jangan biarkan aku menyimpang dari perintahMu.

Dalam hatiku kusimpan sabdaMu,*
agar aku jangan berdosa terhadapMu.

Terpujilah Engkau, ya Tuhan,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Bibirku akan mewartakan,*
segala ucapan mulutMu.

Aku bergembira atas perintahMu,*
melebihi segala harta.

TitahMu selalu kurenungkan,*
jalanMu selalu kuamat-amati.

KehendakMulah kesukaanku,*
firmanMu takkan kulupakan.

Antifon 1Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Mazmur 16 (17) I

Tuhan, dengarkanlah permohonanku yang jujur,*
perhatikanlah seruanku.

Indahkanlah doaku,*
yang keluar dari hati yang ikhlas.

Semoga Engkau menjatuhkan keputusan bagiku,*
sebab Engkau tahu siapa yang benar.

Bila Engkau menguji hatiku,+
dan menelitinya waktu malam,*
bila Engkau mengusut aku, Engkau takkan mendapatkan kejahatan.

Mulutku tidak berdusta, tidak seperti orang lain,*
sabda bibirMu selalu kuperhatikan.

Langkahku menempuh jalan perintahMu,*
maka kakiku tidak goyah.

Aku berseru kepadamu, sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah,*
condongkanlah telingamu kepadaku, dengarkanlah kataku.

Tunjukkanlah keagungan kasih setiaMu,*
Engkau penyelamat orang yang berlindung kepadaMu.

Dengan kekuasaanMu Kauselamatkan mereka,*
dari tangan kaum durhaka.

Peliharalah aku bagaikan biji mata,*
sembunyikan daku di bawah naungan sayapMu.

Lindungilah aku terhadap orang berdosa yang menguasai aku,*
terhadap musuh yang dengan geram mengepung aku.

Antifon 2Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan.

Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Mazmur 16 (17) II

Mereka tak kenal belaskasihan,*
mereka bicara dengan angkuh.

Kini mereka mengerumuni aku,*
mengintai hendak mengempaskan daku ke tanah.

Rupanya seperti singa yang siap menerkam,*
seperti singa muda yang mengendap-endap di persembunyian.

Bangkitlah, Tuhan, hadapi dan rebahkanlah mereka,+
dengan pedangMu luputkan daku dari orang berdosa,*
dengan kuasaMu bebaskan daku dari kematian.

Karena kejujuranku aku memandang wajahMu,*
waktu bangun aku menikmati hadiratMu.

Antifon 3Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa.

Bacaan singkat 1Ptr 1,15-16

Allah yang kudus telah memanggil kamu. Maka hendaklah kamu menjadi kudus dalam seluruh hidupmu, sama seperti Allah. Sebab ada tertulis: Hendaknya kamu kudus, sebab Aku ini kudus.

℣.Para imam mengenakan pakain kesucian.℟.Dan umat akan bersorak gembira.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Rabu XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Iac 4, 7-8a. 10)

Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Ayat Singkat

℣.Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut akan Dia.℟.Kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Rabu XXXIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Mazmur 26

Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?*
Tuhanlah benteng hidupku, siapa 'kan kugentari?

Bila penjahat menyerang untuk memangsa aku,*
maka seteru dan lawanku sendirilah yang tergelinjir dan jatuh

Biarpun sepasukan tentara melawan daku,*
hatiku tidak gentar.

Biarpun pertempuran berkecamuk di kelilingku,*
aku tetap percaya.

Hanya satu yang kuminta pada Tuhan, hanya inilah yang kukehendaki,*
diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.

Untuk merasakan kebaikan Tuhan,*
dan menikmati rumahNya.

Tuhan melindungi aku terhadap bahaya,+
menyembunyikan daku dalam kemahNya,*
memindahkan daku ke benteng yang tinggi.

Kini aku berjaya,*
atas musuh di sekelilingku.

Kini aku mempersembahkan kurban syukur dengan gembira,*
aku menyanyikan mazmur dalam kemah Tuhan.

Antifon 1Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

Antifon 2Wajahmu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Mazmur 26 II

Tuhan, dengarkanlah suara seruanku,*
kasihanilah aku dan kabulkanlah doaku.

Seturut firmanMu kucari wajahMu,*
wajahMu kucari, ya Tuhan.

Jangan wajahMu Kausembunyikan dari padaku,*
jangan hambaMu Kautolak dengan murka.

Sebab Engkau penolongku, jangan membuang aku,*
jangan meninggalkan daku, ya Allah penyelamatku.

Sekalipun ayah dan ibu meninggalkan daku,*
namun Tuhan selalu menyambut aku.

Tunjukkan jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
bimbinglah aku di jalan yang aman sentosa.

Jangan aku Kauserahkan kepada kekuasaan lawanku,*
sebab mereka bersaksi dusta dan bersumpah palsu melawan daku.

Aku yakin aku merasakan kebaikan Tuhan,*
selagi aku masih hidup.

Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,*
berharaplah kepada Tuhan.

Antifon 2WajahMu kucari, ya Tuhan; janganlah wajahMu Kausembunyikan dari padaku.

Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Yak 1,22.25)

Hendaknya kamu menjadi pelaksana sabda, bukan hanya pendengar yang menipu diri. Telitilah hukum sempurna yang memberi kemerdekaan, dan tinggallah dalam hukum itu. Janganlah hanya mendengar serta melupakan, tetapi laksanakanlah sungguh-sungguh. Sebab barang siapa berbuat demikian, akan berbahagia.

Lagu Singkat

℣.Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku.℟.Bebaskanlah.℣.Jauhkanlah aku dari orang jahat.℟.Dan kasihanilah aku.℣.Kemuliaan.℟.Bebaskanlah.

Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungPerbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Doa Permohonan

Tuhan tetap melimpahi umat pilihanNya dengan cinta kasih yang tak terbatas. Sebab itu marilah kita meluhurkan namaNya dan memanjatkan doa dengan berkata:

℟. Tunjukkanlah cinta kasihMu, ya Tuhan.

Ingatlah, ya Tuhan, akan GerejaMu dan lindungilah umatMu terhadap segala kemalangan,* sempurnakanlah kami dalam cinta kasihMu. ℟.

Semoga para bangsa mengenal Engkau, Allah satu-satunya,* dan Yesus Kristus, PuteraMu yang telah Kauutus. ℟.

Anugerahkanlah kesejahteraan kepada sanak saudara kami,* limpahilah mereka dengan berkat dan kehidupan selama-lamanya. ℟.

Hiburkanlah semua orang yang dibebani pekerjaan berat,* dan belalah kehormatan orang yang dipandang hina. ℟.

Semoga pintu belaskasihanMu terbuka bagi semua orang yang meninggal hari ini,* dan terimalah mereka dalam kerajaanMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Indahkanlah doa kami, ya Tuhan, dan lindungilah kami siang malam. Engkau telah menempatkan kami dalam dunia yang berubah-ubah ini. Maka, teguhkanlah kami selalu dengan kekuatanMu. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Rabu XXXIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santa Rosa Filipin Duchene

Pengaku Iman · 1769-1852

Wanita kudus ini berasal dari sebuah keluarga Perancis yang kaya-raya. Ayahnya, Pierre Francois Duchesne, adalah seorang pengacara, pengusaha, dan pemimpin sipil terkemuka di Grenoble, Perancis; dan ibunya, Rose Perier, adalah anggota dari keluarga terkemuka dari wilayah Dauphine dari Perancis. Dari umur delapan tahun Rose sudah memiliki keinginan untuk menjadi missionaris di dunia baru Amerika. Keinginan ini muncul karena ia sering mendengar kisah para misionaris Jesuit berbicara tentang karya mereka di sana.

Pada usia 19 tahun Rosa bergabung dengan para biarawati Visitasi di Grenoble, tanpa sepengetahuan keluarganya. Ketika mengetahui hal ini ayahnya berusaha keras menentang pilihannya, tapi Rosa tetap teguh dengan pendiriannya hingga akhirnya sang ayah merestui keinginan putrinya itu. Namun Ketika saatnya tiba, ia tidak dapat mengucapkan kaulnya karena Revolusi Perancis meletus.

Selama Pemerintahan Teror dari Revolusi Perancis melarang kegiatan keagamaan dan biara-biara ditutup; termasuk biara Rosa yang ditutup pada tahun 1792. Rosa pun kembali kekeluarganya dan menghabiskan sepuluh tahun berikutnya hidup sebagai seorang wanita awam lagi. Tapi walaupun sebagai seorang wanita awam tapi Rosa berhasil menjaga kehidupan religiusnya seturut aturan biaranya. Ia tetap bertindak seperti anggota yang baik dari biaranya; walau biaranya sendiri sudah ditutup pemerintah. Dia mendirikan sekolah bagi anak-anak miskin, memberikan pelayanan kepada orang sakit, dan memberi perlindungan kepada para imam yang dikejar-kejar dan bersembunyi selama Pemerintahan Revolusioner berkuasa.

Ketika Teror berakhir, Rosa direklamasi biaranya dan mencoba untuk membangun kembali Biara dengan sekelompok kecil suster yang ia pertahankan di Grenoble selama Revolusi. Namun, sebagian besar suster sudah lama pergi, dan pada 1804 komunitas kecil ini kemudian bergabung dengan Biara Suster Hati Kudus Yesus yang saat itu dipipmpin oleh Santa Madeline Sophie Barat. Mereka kemudian kembali membuka biara Sainte-Marie-d'en-Haut sebagai rumah kedua susteran Hati Kudus. Rosa menjadi postulan pada bulan Desember 1804, dan mengucapkan kaul kekalnya pada tahun 1805.

Kerinduan Moeder Rosa Philippine Duchesne untuk menjadi seorang misionaris ke Dunia baru akhirnya terkabul ketika ia telah berusia hampir lima puluh tahun. Ia sangat gembira ketika atasannya mengumumkan bahwa ia akan diutus untuk berkarya di Amerika. Pada 14 Maret 1818 pada usia 49 tahun ia dan empat saudara dikirim sebagai misionaris ke Wilayah Louisiana untuk membangun biaranya di Amerika.

Dalam perjalanannya ke Amerika ia menderita penyakit yang hampir membunuhnya, dan setelah dia sembuh di New Orleans, ia menderita sakit parah yang juga hampir merenggut nyawanya ketika ia dalam perjalanan ke Mississippi. Namun semua rintangan itu tidak dapat memadamkan semangat missionarisnya yang bernyala-nyala. Di Mississippi, ia dan sekelompok kecil para biarawati berhasil mendirikan sebuah sekolah bebas biaya bagi kaum miskin.

Pekerjaan mereka amat berat oleh karena perbedaan bahasa serta adat-istiadat. Walaupun demikian, Moeder Duchesne tidak pernah kehilangan semangat dan harapannya. Ia selalu bersandar pada Yesus dalam segala hal. Sementara ia bertambah tua, ia semakin menjadi lembut dan kudus. Moeder Duchesne sungguh merupakan seorang pahlawan yang tegar menghadapi tantangan perjalanan yang berbahaya. Ia bahkan hampir mati karena demam kuning; namun Yesus kembali menyembuhkannya dan menuntunnya untuk berkarya lagi. Moeder Duchesne kemudian berhasil mengatasi berbagai macam halangan dan mendirikan 6 biara baru di Amerika.

Ketika berusia 71 tahun, Moeder Duchesne mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Superior lalu pergi ke pedalaman dan berkarya ditengah-tengah suku Pottowatomies; dimana ia membantu mereka dalam bidang kesehatan dan juga mengajarkan pendidikan bagi gadis-gadis muda dari suku ini. Karya ini, walau cuma berlangsung setahun tapi berhasil dengan sangat gemilang. Sampai saat ini Moeder Duchesne tetap dikenang oleh suku ini sebagai "Wanita-Yang-Selalu -Berdoa".

Moeder Rosa Duchesne wafat pada tahun 1852 pada usia delapan puluh tiga tahun dan dinyatakan kudus oleh Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1988.

Arti nama

Rosa = Mawar

Santo Oddo

Abbas dan Pengaku Iman · ± 879-942

Santo Oddo lahir dalam keluarga bangsawan di sebuah desa kecil dekat Le Mans Perancis. Ayahnya bernama Obbo, seorang tuan tanah dan juga seorang perwira dalam dinas militer Perancis. Monsieur Obbo juga adalah seorang Katolik yang saleh. Ia telah lama merindukan seorang putera sebagai penerus nama keluarganya. Meskipun isterinya yang bernama Arenberga sudah terlalu tua untuk melahirkan, namun dengan penuh iman Obbo tetap memanjatkan doa dan permohonannya kepada Tuhan. Iman memang dapat memindahkan gunung. Arenberga kemudian mengandung dan Oddo pun lahir.

Ketika masih bayi, Oddo sering sakit-sakitan. Khawatir akan keselamatan putera tunggalnya, Obbo membawa puteranya ke Basilika Santo Martinus di Tours. Dalam Basilika, dihadapan makam santo Martinus, Obbo mengucapkan doa dan mempersembahkan puteranya kedalam perlindungan Santo pelindung Perancis tersebut; “..Oh, permata para orang kudus, terimalah anak ini..” ucapnya.

Semenjak saat itu, Oddo tumbuh menjadi anak yang sehat dan tidak sakit-sakitan lagi.

Setelah Oddo dewasa, ayahnya menginginkan agar ia dapat menjadi seorang perwira militer. Untuk itu Oddo dikirim ke istana pangeran William, Duke of Aquitaine. Disini setiap hari Oddo harus berlatih berburu dan menjalani latihan-latihan militer lainnya. Namun selama 3 tahun tinggal di Aquitaine, Oddo selalu sakit-sakitan. Ia sering mengalami sakit kepala yang membuatnya lebih banyak berada di pembaringan daripada berlatih ketangkasan. Saat sang ayah datang mengunjunginya, ia terkejut mendapati putera kesayangannya begitu menderita oleh rasa sakit dikepalanya.

Obbo lalu teringat akan doa yang ia ucapkan dulu di Basilika Santo Martinus. Ia merasa bahwa ini semua adalah pertanda dari Santo Martinus. Ia lalu menceriterakan kejadian itu kepada puteranya dan mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Tours. Di dalam Basilika, didepan makam Santo Martinus, sekali lagi Obbo mempersembahkan puteranya yang kini telah dewasa. Mereka berdoa bersama; lalu sang ayah menghantar puteranya menuju biara Benediktin di kota itu. Entah suatu kebetulan atau keajaiban, biara yang mereka datangi adalah sebuah biara Ordo Benediktin bernama “Biara Benediktin Santo Martinus dari Tours”. Semenjak itu, di sepanjang hidupnya Oddo menaruh hormat dan memiliki devosi yang mendalam kepada santo Martinus. Ia juga tidak pernah lagi menderita sakit kepala.

Setelah menjalani masa novisiat, Odo menerima Tonsura dan ditahbiskan menjadi seorang biarawan Ordo Benediktin. Kesalehannya begitu menonjol dan ia menjadi seorang benediktin yang sangat kudus. Ia setia pada disiplin hidup membiara sesuai regula yang ditulis oleh santo Benediktus dan menjadi teladan saudara-saudaranya.

Beberapa tahun kemudian Oddo diutus biaranya untuk melanjutkan studi di kota Paris dibawah bimbingan Santo Remigius of Auxerre. Ia menamatkan studinya empat tahun kemudian lalu kembali ke Tours. Selama beberapa tahun kemudian Oddo hidup dalam doa dan keheningan dalam sel pertapaan di biaranya. Suatu hari para pembesar biara memintanya untuk menulis ringkasan dari buku Moralia Paus Gregorius Agung. Awalnya Oddo menolak karena merasa dirinya tidak layak meringkas karya dari paus yang agung tersebut, namun ia kemudian keluar dari sel pertapaannya dan menerima tugas itu setelah paus Gregorius menampakkan diri kepadanya.

Pada tahun 924, Oddo terpilih menjadi Abbas di biara Baume. Tiga tahun kemudian ia terpilih menjadi Abbas untuk biara di Cluny. Sebagai pemimpin biara, Oddo selalu bersikap tegas dalam hal disiplin dan pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi ia juga bijaksana dan lembut kepada rekan-rekan se-biara.

Pada tahun 931, Paus Yohanes XI meminta abbas Odo untuk memperbaharui kehidupan rohani di biara-biara di sekitar Aquitaine, Perancis utara dan juga Italia. Paus juga sering menugaskannya untuk menjadi juru damai ketika terjadi pertikaian diantara para bangsawan. Abbas Oddo juga kerap menjadi utusan paus untuk meminta para bangsawan Perancis agar melepaskan kontrol mereka terhadap biara-biara sehingga biara dapat kembali menjadi pusat spiritual, bukan menjadi sumber keuangan bagi para bangsawan lokal.

Selama hidupnya, Oddo tercatat mendirikan sebuah biara di Aventine Roma. Ia juga menulis banyak buku. Diataranya adalah buku biografi Santo Gerald dari Aurillac, tiga buku esai tentang moralitas, beberapa buku homili, sebuah buku puisi tentang karya Penebusan, dan dua belas antifon paduan suara untuk menghormati Santo Martinus dari Tours. Ia juga dikenal sebagai abbas yang miskin karena tidak memiliki harta apapun, selain buku-buku ilmu pengetahuan dan buku doa. Uang dan semua harta dunia yang ada padanya akan ia serahkan pada para orang-orang miskin yang ditemuinya.

Di tahun 942, ketika sedang menjadi utusan Paus untuk mendamaikan pertikaian antara para bangsawan di Italia, Odo jatuh sakit. Ia dapat merasakan bahwa hari kematian sudah dekat. Karena itu ia mempersiapkan dirinya dengan semakin meningkatkan puasa dan matiraga. Ia tidak ingin meninggal dunia di Italia, karena itu ia berdoa memohon kekuatan melalui perantaran Santo Martinus, sumber devosi seumur hidupnya. Santo Martinus kemudian menampakkan diri kepadanya dan berkata :

“..Oh, jiwa yang suci, kekasih Allah, panggilanmu sudah dekat. Tapi aku, Santo Martinus, akan memberimu kekuatan untuk kembali ke tanah airmu, dimana hidupmu akan berakhir, dan Kristus akan memberkahimu untuk tinggal bersama umat pilihan-NYA. "

Odo yang sedang sakit keras secara ajaib dapat kembali ke Perancis. Ia memutuskan untuk tidak kembali ke Cluny melainkan langsung menuju biara Tours karena ingin dimakamkan disamping santo Martinus. Ia tiba tepat pada hari pesta Santo Martinus tanggal 11 November 942. Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo tutup usia tujuh hari kemudian pada tanggal 18 November 942.

Arti nama

Nama Oddo adalah versi Italia dari nama Jermanik "Otto" yang berarti : Sejahtera, Beruntung (Old Jerman)

Santo Romanus dari Antiokia

Martir

Romanus adalah seorang diakon Gereja Sesarea. Oleh sejarawan Eusebius, riwayat hidupnya dihubungkan dengan para martir yang dibunuh di Palestina. Karena kendatipun ia menjadi martir di Antiokia, namun ia berasal dari Palestina. Santo Yohanes Krisostomus juga memuji-muji dia dalam sebuah tulisannya; demikian juga Prudensius menggubah seuntai syair pujian untuk Romanus. Maka cukuplah meyakinkan ketenaran diakon Romanus ini.

Bagaimanapun juga sumber informasi tentang riwayat hidup Romanus kurang lengkap. Informasi tentang kemartirannya dihubungkan dengan aksi penganiayaan terhadap umat Kristen pada zaman pemerintahan Kaisar Diokletianus. Pada masa itu diakon Romanus giat memberi peneguhan dan semangat iman kepada umatnya yang dikejar-kejar oleh penguasa. Bahkan ia berani memberikan peringatan kepada para hakim yang mengadili umatnya, sambil meneguhkan hati umatnya di hadapan sidang pengadilan kaisar.

Sadar akan pengaruh Romanus yang besar bagi umat Kristen maka penguasa tidak tanggung-tanggung menangkapnya. Romanus disesah dan dicambuki, dan kemudian dibakar hidup-hidup. Meskipun api menjalari sekujur tubuhnya, namun Romanus tetap berkotbah menyemangati umatnya agar tetap setia pada imannya dan tetap mencintai Allah. Raja kemudian menyuruh mengembalikan dia ke penjara untuk disiksa lebih berat lagi: anggota badannya dimasukkan ke dalam lima lobang di sebuah papan alat penyiksaan, dan tubuhnya dibiarkan menggelantung dalam waktu yang cukup lama. Akhirnya sebagai martir yang tahan uji, Romanus mati dicekik oleh algojo di penjara itu pada tahun 303. Ketabahannya mengagumkan!

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari