Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Martinus dari Tours

Rabu, 11 November 2037· Putih · Pekan Psalterium IV
11 November 2037

Bacaan Misa

S. Martinus dari Tours
Bacaan Pertama

Dengarkanlah, hai para raja, dan hendaklah mengerti, belajarlah, hai para penguasa di ujung-ujung bumi. Condongkanlah telinga, hai kamu yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya bangsa-bangsamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu, oleh karena kamu yang hanya menjadi abdi dari kerajaan-Nya tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau berlaku menurut kehendak Allah. Dengan dahsyat dan cepat Ia akan mendatangi kamu, sebab pengadilan yang tak terelakkan menimpa para pembesar. Memang yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat. Sang Kuasa atas segala-galanya tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Sebab yang kecil dan yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara oleh-Nya dengan cara yang sama. Tetapi terhadap yang berkuasa akan diadakan pemeriksaan keras. Jadi perkataanku ini tertuju kepada kamu, hai pembesar, agar kamu belajar kebijaksanaan dan jangan sampai terjatuh. Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi, hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kamu akan dididik.

Mazmur Tanggapan

Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."

Bacaan Injil

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Invitatorium

S. Martinus dari Tours

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.

Ibadat Bacaan

S. Martinus dari Tours

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Demi indahnya bumi,

Demi indahnya langit,

Demi kasih yang sejak lahir

Meliputi dan mengelilingi kita,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi indahnya setiap jam

Siang dan malam,

Bukit dan lembah, pohon dan bunga,

Matahari dan bulan, serta bintang-bintang terang,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita telinga dan mata,

Demi kegembiraan hati dan pikiran,

Demi harmoni mistis,

Menghubungkan indra dengan suara dan penglihatan;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita kasih insani,

Saudara laki-laki, saudara perempuan, orang tua, anak,

Sahabat di bumi dan sahabat di surga,

Demi segala pikiran yang lembut dan halus;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi setiap anugerah-Mu yang sempurna,

Yang begitu bebas Kau berikan kepada umat kami,

Rahmat insani dan ilahi,

Bunga-bunga bumi dan kuncup-kuncup surga.
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Mazmur 102 (103)

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan,

segala batinku, pujilah nama-Nya yang kudus.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan

dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala dosamu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotai engkau dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Antifon 2Seperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan kerahiman.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.
Sebab setinggi langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;

sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia mekar seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSeperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

III
Tetapi kasih Tuhan kekal abadi

atas mereka yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

apabila mereka memelihara perjanjian-Nya dalam kebenaran,

apabila mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan takhta-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kekuatan, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Hai jiwaku, bersyukurlah kepada Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian kekal agar kami dapat memuji dan memuliakan Engkau selamanya.

AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, buatlah aku mengerti jalan perintah-perintah-Mu.

℟ Dan aku akan mengagumi hikmat-Mu.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

3:8-12, 19-24, 91-97

Patung emas raja. Ketiga pemuda diselamatkan dari perapian.
Beberapa orang Kasdim datang dan menuduh orang-orang Yahudi kepada Raja Nebukadnezar: “Ya raja, hiduplah selama-lamanya! Ya raja, Engkau telah mengeluarkan ketetapan bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, harpa, gambus, bagpipe, dan semua alat musik lainnya harus sujud menyembah patung emas; siapa pun yang tidak melakukannya akan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Ada beberapa orang Yahudi yang telah Engkau jadikan penguasa provinsi Babel: Sadrakh, Mesakh, Abednego; orang-orang ini, ya raja, tidak memperhatikan Engkau; mereka tidak akan melayani allah-Mu atau menyembah patung emas yang Engkau dirikan.”
Wajah Nebukadnezar menjadi pucat pasi karena kemarahan yang meluap-luap terhadap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Dia memerintahkan agar perapian dipanaskan tujuh kali lebih panas dari biasanya dan menyuruh beberapa orang terkuat dalam pasukannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dan melemparkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala.
Mereka diikat dan dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala dengan jubah, topi, sepatu, dan pakaian lainnya, karena perintah raja sangat mendesak. Api yang begitu besar menyala di perapian sehingga nyala api melahap orang-orang yang melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego ke dalamnya. Tetapi ketiga orang ini jatuh, terikat, ke tengah-tengah perapian yang menyala-nyala. Mereka berjalan-jalan di dalam nyala api, menyanyikan pujian kepada Allah dan memberkati Tuhan.
Raja Nebukadnezar bangkit dengan tergesa-gesa dan bertanya kepada para bangsawan-Nya, “Bukankah kita melemparkan tiga orang yang terikat ke dalam api?” “Tentu saja, ya raja,” jawab mereka. “Tetapi,” jawabnya, “aku melihat empat orang yang tidak terikat dan tidak terluka, berjalan di dalam api, dan yang keempat tampak seperti anak dewa.”
Kemudian Nebukadnezar datang ke pintu masuk perapian yang menyala-nyala dan memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego: “Hamba-hamba Allah yang Mahatinggi, keluarlah.” Maka Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari api. Ketika para satrap, prefek, gubernur, dan bangsawan raja berkumpul, mereka melihat bahwa api tidak memiliki kuasa atas tubuh orang-orang ini; tidak sehelai rambut pun di kepala mereka hangus, pakaian mereka tidak berubah; bahkan tidak ada bau api pada mereka.
Nebukadnezar berseru, “Terpujilah Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang percaya kepada-Nya; mereka tidak menaati perintah raja dan menyerahkan tubuh mereka daripada melayani atau menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka sendiri. Oleh karena itu aku menetapkan bagi bangsa-bangsa dan orang-orang dari setiap bahasa bahwa siapa pun yang menghujat Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego akan dipotong-potong dan rumahnya dihancurkan. Sebab tidak ada Allah lain yang dapat menyelamatkan seperti ini.”
Kemudian raja mengangkat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di provinsi Babel.

Responsorium Daniel 3:49, 50, 95

Malaikat Tuhan turun ke dalam perapian bersama Azarya dan teman-temannya,

dan dia mengusir nyala api yang membara dari perapian;

℟ api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Terpujilah Allah yang mengutus malaikat-Nya untuk menyelamatkan hamba-hamba yang setia

yang menaruh kepercayaan mereka kepada-Nya.

℟ Api itu bahkan tidak menyentuh mereka atau menyebabkan mereka kesakitan.
Bacaan Kedua

Dari surat Sulpicius Severus

Martinus, pria yang miskin dan rendah hati
Martinus telah mengetahui jauh sebelumnya waktu kematiannya dan dia memberitahu saudara-saudaranya bahwa itu sudah dekat. Sementara itu, dia merasa wajib untuk melakukan kunjungan ke paroki Candes. Para klerus gereja itu sedang bertengkar, dan dia ingin mendamaikan mereka. Meskipun dia tahu bahwa hari-harinya di bumi tinggal sedikit, dia tidak menolak untuk melakukan perjalanan untuk tujuan tersebut, karena dia percaya bahwa dia akan mengakhiri hidupnya yang berbudi luhur dengan baik jika dengan usahanya perdamaian dipulihkan di gereja.
Dia menghabiskan beberapa waktu di Candes, atau lebih tepatnya di gerejanya, tempat dia tinggal. Perdamaian dipulihkan, dan dia berencana untuk kembali ke biara ketika tiba-tiba dia mulai kehilangan kekuatannya. Dia memanggil saudara-saudaranya dan memberitahu mereka bahwa dia sedang sekarat. Semua yang mendengar ini diliputi kesedihan. Dalam kesedihan mereka, mereka berseru kepadanya dengan satu suara: “Bapa, mengapa Engkau meninggalkan kami? Siapa yang akan menjaga kami ketika Engkau pergi? Serigala buas akan menyerang kawanan-Mu, dan siapa yang akan menyelamatkan kami dari gigitan mereka ketika gembala kami terbunuh? Kami tahu Engkau rindu bersama Kristus, tetapi pahala-Mu pasti dan tidak akan berkurang karena tertunda. Engkau akan lebih baik menunjukkan belas kasihan kepada kami, daripada meninggalkan kami.”
Maka dia menangis, karena dia adalah seorang pria yang di dalamnya belas kasihan Tuhan kita terus-menerus terungkap. Berpaling kepada Tuhan kita, dia menjawab permohonan mereka: “Tuhan, jika umat-Mu masih membutuhkan aku, aku siap untuk tugas itu; kehendak-Mu jadilah.”
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia sama sekali tidak memiliki preferensi sendiri; dia tidak takut mati maupun menolak hidup. Dengan mata dan tangan selalu terangkat ke surga, dia tidak pernah menarik semangatnya yang tak terkalahkan dari doa. Terjadi bahwa beberapa imam yang berkumpul di samping tempat tidurnya menyarankan agar dia memberikan sedikit kelegaan pada tubuhnya yang malang dengan berbaring di sisi lain. Dia menjawab: “Izinkan aku, saudara-saudara, untuk melihat ke surga daripada ke bumi, agar rohku dapat menempuh jalan yang benar ketika tiba saatnya bagiku untuk melakukan perjalanan ke Tuhan.” Saat dia mengucapkan kata-kata ini, dia melihat iblis berdiri di dekatnya. “Mengapa Engkau berdiri di sana, makhluk haus darah?” serunya. “Pembunuh, Engkau tidak akan menjadikan aku mangsa-Mu. Abraham menyambutku ke dalam pelukannya.”
Dengan kata-kata ini, dia menyerahkan rohnya ke surga. Dipenuhi sukacita, Martinus disambut oleh Abraham. Demikianlah dia meninggalkan kehidupan ini sebagai pria yang miskin dan rendah hati dan memasuki surga yang kaya akan rahmat Allah.

Responsorium

Berbahagialah orang ini yang tidak menipu, tidak menghakimi, tidak menghukum siapa pun.

℟ Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.
Inilah seorang pria yang kata-kata tidak dapat menggambarkannya. Kematian tidak dapat mengalahkannya, juga kerja keras tidak dapat membuatnya putus asa. Dia tidak takut mati maupun menolak hidup.

℟ Dia hanya berbicara tentang Kristus, tentang damai-Nya dan belas kasihan-Nya.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus

baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon,

keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami,

agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Martinus dari Tours

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pemimpin mulia bapa bijaksana
Yang hari ini kita peringati
Kini berjaya penuh sukacita
Di surga baka.
-------
Paus:
Pengganti Petrus mewakili Kristus
Gembala umat di seluruh jagat
Pemegang kunci yang menguasai
Pintu surgawi

Uskup:
Diberi beban memegang pimpinan
Selaku guru imam umat baru
Dengan teladan memberi bimbingan
Di keuskupan.

Imam:
Ia selalu sungguh berusaha
Untuk membantu membimbing sesama
Giat mengabdi dengan tulus hati
Allah sejati.
-------
Semoga kita ditolong doanya
Dan menerima pengampunan dosa
Dihantarkannya menunju ke surga
Menghadap Bapa.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Beberapa gembala umat:

Kita rayakan para imam Tuhan
Yang ditahbiskan untuk pelayanan
Di tengah umat milik Penyelamat
Penuh semangat.

Mereka giat memohonkan rahmat
Membanting tulang selalu berjuang
Menjadi hamba bagi sesamanya
Karena cinta.

Siap sedia mereka berjaga
Maka tatkala Tuhan Yesus tiba
Tanpa menunda mereka membuka
Pintu bagiNya.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga,*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan".

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu,*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat (Ibr 13,7-9a)

Ingatlah akan pemimpin-pemimpinmu yang telah menyampaikan sabda Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka. Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin, maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Janganlah kamu disesatkan oleh bermacam-macam ajaran asing.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memberikan gembala,* Kepada umatNya.℟.Tuhan.℣.Siang malam mereka mewartakan nama Tuhan.℟.Kepada umatNya.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.

Doa Permohonan

Kristus, gembala yang baik, telah menyerahkan nyawa bagi domba-dombaNya. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:

℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.

Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.

Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.

Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon, keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami, agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Martinus dari Tours

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)

Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain. Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Ayat Singkat

℣.Baiklah bersyukur kepada Tuhan.℟.Dan bermazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Martinus dari Tours

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan singkat 1Tim 4,16

Awasilah dirimu sendiri dan awasilah pengajaranmu. Bertekunlah di dalamnya. Sebab dengan berbuat demikian, engkau akan menyelamatkan dirimu dan para pendengarmu.

℣.Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah.℟.Sia-sialah para pembangun bekerja.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon, keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami, agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Martinus dari Tours

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Col 3, 23-24)

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Ayat Singkat

℣.Tuhanlah bagian warisanku dan pialaku.℟.Engkaulah yang meneguhkan bagian yang diundikan bagiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Martinus dari Tours

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Ya gembala yang terhormat
Trimalah pujian umat
Tuhan sendiri terharu
Bila kami memujimu.

Kristuslah imam abadi
Yang menghidupkan kembali
Umat baru bagi Allah
Bagaikan mempelai indah.

Iapun sudah berkenan
Memilih dan mentahbiskan
Engkau menjadi pelayan
Gembala umat beriman.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua. Amin.

Beberapa gembala umat:

Kita semua gembira
Sambil mengenangkan jasa
Para gembala Gereja
Yang cinta pada umatNya.

Jiwa raga seluruhnya
Dibaktikan dengan nyata
Supaya kawanan Tuhan
Sungguh terjamin dan aman.

Segala mara bahaya
Ditangkis gagah perkasa
Mereka tak kenal lelah
Melayani umat Allah.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra dan RohNya
Yang melimpahkan kurnia
Kepada kita semua. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,1-4)

Para ketua di antara kamu kunasihati sebagai teman sejawat dan saksi penderitaan Kristus, dan sebagai orang yang mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan. Gembalakanlah kawanan Allah yang ada padamu, jangan karena terpaksa, tetapi dengan suka rela seturut kehendak Allah. Jangan mencari keuntungan, tetapi relakanlah diri. Jangan main kuasa atas umat yang dipercayakan kepadamu. Tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawananmu. Dan bila gembala agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang takkan binasa.

Lagu Singkat

℣.Inilah saudara yang mencintai umat Allah,* Dan mendoakan mereka.℟.Inilah.℣.Ia menyerahkan hidupnya bagi saudara-saudaranya.℟.Dan mendoakan mereka.℣.Kemuliaan.℟.Inilah.

Antifon KidungSetia dan bijaksanalah hamba itu, yang telah diangkat Tuhan untuk memimpin isi rumahNya dan pada waktunya membagikan jatah gandum kepada mereka.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungSetia dan bijaksanalah hamba itu, yang telah diangkat Tuhan untuk memimpin isi rumahNya dan pada waktunya membagikan jatah gandum kepada mereka.

Doa Permohonan

Kristus ditetapkan sebagai imam agung untuk manusia dalam hubungan mereka dengan Allah. Marilah kita meluhurkan Dia dengan pujian yang pantas dan berdoa:

℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.

Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.

Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.

Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.

Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.

Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang dimuliakan dalam Uskup Santo Martinus baik oleh hidupnya maupun kematiannya, perbaharuilah, kami mohon, keajaiban rahmat-Mu dalam hati kami, agar baik kematian maupun kehidupan tidak dapat memisahkan kami dari kasih-Mu. Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama) Marilah kita memuji Tuhan. — Dan bersyukur kepada-Nya. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Martinus dari Tours

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat Ef 4,26-27

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Beato Yosafat Chichkov

Martir · 1884-1952

Josaphat Chichkov lahir di Plovdiv, Bulgaria pada tanggal 9 Pebruari 1884. Ia masuk seminari di Louvain Belgia dan ditahbiskan menjadi imam dari Congregation of the Assumption pada tanggal 11 Juli 1909 di kota Malines, Belgia.

Setelah menjadi imam, Josaphat kembali ke Bulgaria untuk mengajar di Sekolah Santo Agustinus dan Sekolah Santo Mikael di Varna. Ia juga ditugaskan memimpin seminari Santo Cyril dan Methodius di Yambol. Josaphat sangat dicintai oleh para muridnya. Karena selain sifatnya yang kebapaan, ia juga pandai bermain musik, piawai berkhotbah, dan selalu penuh humor. Di kota Varna inilah ia bertemu dan bersahabat dengan Uskup Angelo Roncalli (kelak menjadi Paus Yohanes XXIII) yang saat itu bertugas di Bulgaria.

Pada tahun 1949, Uskup Eugene Bossilkov (Beato Eugene Bossilkov - Pesta : 13 November) menugaskannya untuk memimpin gereja berbahasa Latin di Varna. Di dalam kesibukannya mengurus paroki, ia membuat majalah kecil bernama ’Poklonnick’ untuk orang-orang Katolik Bulgaria.

Perjalanan hidupnya dapat teringkas dalam dua kalimat pendek dari suratnya yang ditulis pada tahun 1930 :

"Kita harus terus mengejar cita-cita yang akan memberikan kemuliaan bagi diri ini tanpa harus meletakkannya di langit.”

Dan yang lain pada tahun 1942 :

"Saya berjanji kepadamu, yang terkasih saudara-saudaraku para imam, kita jangan sampai lupa untuk tetap hidup suci karena yang utama adalah bersama Allah dengan menapaki kehidupan hanya untuk Dia. Yang lainnya hanya penambah saja."

Josaphat Chichkov ditangkap dan ditembak mati oleh rejim Komunis Bulgaria pada tanggal 11 Desember 1951. Ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Plovdiv, Bulgaria pada tanggal 26 Mei 2002.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Penghakiman Tuhan (Ibrani)

Santo Martinus dari Tours

Uskup dan Pengaku Iman · ± 316-397

Martinus lahir di Sabaria, Pannonia (sekarang: Szombathely, Hungaria Barat) pada tahun 335 dan dibesarkan di Italia. Ayahnya seorang perwira tinggi Romawi yang masih kafir. Sulpicius Severus, pengikut dan penulis riwayat hidupnya, mengatakan bahwa Martinus pada umur 10 tahun diam-diam mengikuti pelajaran agama Kristen tanpa sepengetahuan orangtuanya. Ayahnya sangat mengharapkan dia menjadi perwira Romawi seperti dirinya. Oleh karena itu pada usia 15 tahun, ia memasukkan Martinus dalam dinas militer.

Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin tahun itu, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis malang yang sedang kedinginan di pintu gerbang kota. Pengemis itu mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya. Kasihan ia tidak membawa uang sesen pun pada waktu itu. Apa yang dilakukannya? Tergerak oleh belaskasihannya yang besar pada pengemis malang itu, ia segera menghunus pedangnya dan membelah mantelnya yang indah itu: sebagian untuk dia dan sebagian diberikan kepada pengemis itu. Ketika memasuki kota Amiens, banyak orang menertawakan dia karena mantelnya yang aneh itu.

Pada malam itu juga, Yesus bersama sejumlah malaekat Allah menampakkan diri kepadanya. Dalam penglihatan itu Martinus melihat Yesus mengenakan mantel setengah potong yang sama dengan bagian mantel yang diberikan kepada pengemis malang tadi. Kepada para malaekat itu Yesus berkata: "Martin, seorang katekumen memberikan Aku mantel ini." Tak lama kemudian ia dipermandikan dan segera mengajukan permohonan pengunduran diri dari dinas ketentaraan. Kepada atasannya ia berkata: "Saya ini tentara Kristus, karena itu saya tidak boleh berperang." Atasannya dan perwira-perwira lainnya mencerca dan menuduhnya pengecut. Tetapi dengan tegas Martinus menjawab: "Saya berani pergi berperang dan bersedia berdiri di front terdepan tanpa membawa sepucuk senjata pun." Akhirnya permohonannya dikabulkan dan ia secara resmi berhenti dari dinas militer Romawi.

Sesudah itu ia menjadi murid Santo Hilarius, Uskup Poiters. Setelah beberapa lama dididik oleh Santo Hironimus, ia ditahbiskan menjadi imam dan diutus ke Illirikum, Yugoslavia untuk mewartakan Injil di sana. Tetapi karena ia mendapat banyak tantangan dari para penganut aliran sesat Arianisme, maka ia mengundurkan diri dan hidup bertapa di sebuah pulau dekat pantai selatan Prancis. Kemudian ia bergabung lagi dengan Santo Hilarius dan mendirikan sebuah biara di Liguge, Prancis. Inilah biara pertama di Prancis. Di dalam biara ini ia menjadi pembimbing bagi rahib-rahib lain yang ingin mengikuti jejaknya.

Kemudian pada usia 55 tahun, ia ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Ia tidak mempunyai istana yang istimewa, hanya sebuah bilik sederhana di samping sakristi gereja. Bersama rahib-rahibnya, Martinus giat mewartakan Injil. Kotbah-kotbahnya diteguhkan Tuhan dengan banyak mujizat. Dengan berjalan kaki, naik keledai atau dengan perahu layar ia mengunjungi semua desa di keuskupannya. Ia tak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala, dan tanpa takut-takut menentang praktek hukuman mati yang dijatuhkan kaisar terhadap tukang-tukang sihir dan penyebar ajaran sesat. Itulah sebabnya ia tidak disukai oleh orang-orang Kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya: menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan. Martinus adalah salah seorang dari para kudus yang bukan martir. Ia meninggal dunia pada tanggal 8 Nopember 397.

Santo Menas Kallikelados

Martir · wafat ± 295

Santo Menas adalah seorang martir Kristus dari Mesir Afrika Utara. Awalnya ia dikenal sebagai seorang pengendara Unta. Ia kemudian masuk dinas militer Romawi dan ditugaskan di wilayah Phrygia (sekarang wilayah Turki). Saat Kaisar Firmilianus mulai menganiaya orang Kristen, Menas meninggalkan dinas militer karena tidak ingin menangkap dan menyiksa saudara-saudaranya orang Kristen dan demi keselamatan jiwanya. Menas melarikan diri ke pegunungan dan hidup sebagai seorang pertapa.

Selama mengungsi dipegunungan, imannya semakin bertumbuh dan mantap serta siap untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. Menas kemudian mulai berani mewartakan imannya. Saat orang-orang Romawi kafir di kota Cotyaes Phrygia menyelenggarakan festival bagi para dewa-dewi mereka, Menas muncul dan berkhotbah dalam acara tersebut. Prefek (walikota) Romawi di daerah itu, Pyrrhus, segera memerintahkan agar menangkap dan menyiksanya sampai ia tewas dengan kepala terpenggal.

Makamnya Mesir menjadi sangat terkenal oleh mukjizat-mukjizat yang terjadi melalui perantaraannya. Sebuah Basilika yang indah pernah dibangun di atas makamnya, dan menjadi salah satu tempat perziarahan Kristen terbesar di Afrika Utara. Saat Afrika Utara jatuh ketangan bangsa muslim Arab, Basilika ini dihancurkan pada tahun 641. Reruntuhan Basilika dan makam Santo Menas ditemukan kembali pada tahun 1905 dalam sebuah expedisi arkeologi yang dipimpin oleh Mgr.C.M. Kaufmann dari Frankfurt.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Santo Mennas

Martir

Orang kudus ini berasal dari Mesir dan dikenal sebagai penjaga unta. Kemudian ia menjadi prajurit dalam dinas militer Romawi pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Sewaktu bertugas di Phrygia, Asia Kecil, ia ditangkap karena imannya dan dibunuh pada tahun 295. Jenazahnya dimakamkan di Karm Aba Mina yang sampai kini menjadi tempat ziarah ramai. Dahulu kala di Roma terdapat sebuah gereja yang didirikan di Via Ostia untuk menghormati dia.

Santo Teodoros Konstantinopel

Teodoros lahir di Kerak (sekarang: Yordan) dan meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 841. Mulanya ia menjadi biarawan di Yerusalem dan setelah ditahbiskan menjadi imam, ia dikirim ke Konstantinopel bersama saudaranya Santo Theophanes untuk melancarkan perlawanan terhadap kaum bidaah Ikonoklasme yang didukung oleh Kaisar Leo V (813-820). Tetapi atas perintah raja, mereka dibuang ke sebuah pulau di Laut Hitam, terutama karena mereka berani mencela perceraian kaisar dengan isterinya, dan menentang usaha raja untuk mengeluarkan semua gambar suci dari dalam gereja. Ikonoklasme adalah aliran kepercayaan yang menentang dipasangnya gambar-gambar atau ikon-ikon suci di dalam gereja.

Kemudian ketika Theophilus, juga seorang penganut Ikonoklasme, menjadi kaisar (829-842), mereka kembali ke Konstantinopel. Namun kemudian mereka ditangkap sekali lagi dan dibuang. Jadi dua kali mereka mengalami pembuangan itu. Akibatnya Theodarus meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 814, sebagai akibat dari penganiayaan atas dirinya. Sedangkan Theofanes setelah pembuangan itu menjadi Uskup di Nicea. Ia wafat pada tahun 845.

Theodoros sangat gigih dalam membebaskan Gereja dari kekuasaan dan pengawasan negara, yang dianggapnya selalu meremehkan semangat Kristiani. Ia juga dikenal sebagai tokoh pembaharu hidup membiara yang sangat besar pengaruhnya di kalangan Gereja Timur. Selama berada di tempat pembuangan itu, ia sangat rajin menulis berbagai karya tulis: katekese, kotbah, nyanyian dan buku-buku untuk membela iman yang benar.

Santo Theodoros Studite

Abbas dan Pengaku Iman

Theodoros lahir pada tahun 759 di sebuah kota dekat Akroinum, Asia Kecil. Dalam soal kehidupan membiara di Konstantinopel, Byzantium, beliau tergolong seorang rahib dan abbas yang mempunyai pengaruh besar. Ia tetap menjunjung tinggi penghormatan kepada gambar-gambar kudus yang dipajangkan di dalam gereja sebagai perlawanan terhadap bidaah ikonoklasme. Sebagai akibat dari perjuangannya mempertahankan ajaran-ajaran Gereja, ia beberapa kali dibuang dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 11 Nopember 826, di Akritas (sekarang: Cape Gallo, Yunani).

Pada tahun 794, ia menjadi Abbas sebuah biara, yang didirikan di lahan perkebunan milik ayahnya di Sakkoudion, dekat Olympus. Dalam kedudukan itu, ia melancarkan kritik terhadap perkawinan kembali kaisar Konstantinus VI (780-797), setelah perceraiannya; kritikan itu mengakibatkan pembuangan atas dirinya ke Salonika. Tetapi pada tahun 797, ia diizinkan kembali oleh penguasa yang baru. Tak lama kemudian para perompak-perompak Islam memaksa Theodoros bersama rahib-rahibnya pindah ke Konstantinopel. Di Konstantinopel mereka diizinkan menetap di sebuah biara pertapaan di Studion. Pada tahun 799 Theodoros menjadi Abbas di biara Studion dan aktif menulis beberapa karangan tentang corak hidup membiara.

Pada tahun 809 Theodoros sekali lagi dibuang demi melindungi Nicephoras, seorang awam yang diangkat menjadi patriark Konstantinopel. Tetapi pada tahun 813 dari tempat pembuangannya, Theodoros mendukung Patriark Nicephorus dalam usahanya melawan bidaah ikonoklasme; sebagai akibatnya, Nicephorus pun segera menyusul dia ke pembuangan. Tujuh tahun kemudian, Theodoros diizinkan kembali ke Konstantinopel, tetapi pertentangan yang terus menerus dilancarkannya terhadap para penganut ikonoklasme mengakibatkan pembuangannya yang terakhir di Akritas hingga wafatnya pada tanggal 11 Nopember 826. Ia dimakamkan pertama di Akritas dan kemudian relikuinya dipindahkan ke biara Studion pada tahun 844.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari