Bacaan Misa
Dengarkanlah, hai para raja, dan hendaklah mengerti, belajarlah, hai para penguasa di ujung-ujung bumi. Condongkanlah telinga, hai kamu yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya bangsa-bangsamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu, oleh karena kamu yang hanya menjadi abdi dari kerajaan-Nya tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau berlaku menurut kehendak Allah. Dengan dahsyat dan cepat Ia akan mendatangi kamu, sebab pengadilan yang tak terelakkan menimpa para pembesar. Memang yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat. Sang Kuasa atas segala-galanya tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Sebab yang kecil dan yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara oleh-Nya dengan cara yang sama. Tetapi terhadap yang berkuasa akan diadakan pemeriksaan keras. Jadi perkataanku ini tertuju kepada kamu, hai pembesar, agar kamu belajar kebijaksanaan dan jangan sampai terjatuh. Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi, hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kamu akan dididik.
Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!
Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!"
Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. --
Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Kristus, raja para gembala umat.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Mazmur 102 (103)
Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut
Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).
AntifonPujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.
Antifon 2Seperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.
AntifonSeperti seorang bapa lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.
Antifon 3Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
AntifonPujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!
Responsorium Daniel 3:49, 50, 95
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Mazmur 107 (108)
Antifon 1Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Yes 61,10-62,5
Antifon 2Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Mazmur 145 (146)
Antifon 3Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.
Bacaan Singkat (Ibr 13,7-9a)
Lagu Singkat
Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBukan kamu sendiri yang berbicara, melainkan Roh kuduslah yang berbicara dalam dirimu.
Doa Permohonan
℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.
Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.
Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.
Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Cor 10, 24. 31)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.
Bacaan singkat 1Tim 4,16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Col 3, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 1Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Mazmur 138 (139) - II
Antifon 2Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Bacaan Singkat (1Ptr 5,1-4)
Antifon KidungSetia dan bijaksanalah hamba itu, yang telah diangkat Tuhan untuk memimpin isi rumahNya dan pada waktunya membagikan jatah gandum kepada mereka.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSetia dan bijaksanalah hamba itu, yang telah diangkat Tuhan untuk memimpin isi rumahNya dan pada waktunya membagikan jatah gandum kepada mereka.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.
Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.
Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.
Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.
Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Yosafat Chichkov
Josaphat Chichkov lahir di Plovdiv, Bulgaria pada tanggal 9 Pebruari 1884. Ia masuk seminari di Louvain Belgia dan ditahbiskan menjadi imam dari Congregation of the Assumption pada tanggal 11 Juli 1909 di kota Malines, Belgia.
Setelah menjadi imam, Josaphat kembali ke Bulgaria untuk mengajar di Sekolah Santo Agustinus dan Sekolah Santo Mikael di Varna. Ia juga ditugaskan memimpin seminari Santo Cyril dan Methodius di Yambol. Josaphat sangat dicintai oleh para muridnya. Karena selain sifatnya yang kebapaan, ia juga pandai bermain musik, piawai berkhotbah, dan selalu penuh humor. Di kota Varna inilah ia bertemu dan bersahabat dengan Uskup Angelo Roncalli (kelak menjadi Paus Yohanes XXIII) yang saat itu bertugas di Bulgaria.
Pada tahun 1949, Uskup Eugene Bossilkov (Beato Eugene Bossilkov - Pesta : 13 November) menugaskannya untuk memimpin gereja berbahasa Latin di Varna. Di dalam kesibukannya mengurus paroki, ia membuat majalah kecil bernama ’Poklonnick’ untuk orang-orang Katolik Bulgaria.
Perjalanan hidupnya dapat teringkas dalam dua kalimat pendek dari suratnya yang ditulis pada tahun 1930 :
"Kita harus terus mengejar cita-cita yang akan memberikan kemuliaan bagi diri ini tanpa harus meletakkannya di langit.”Dan yang lain pada tahun 1942 :
"Saya berjanji kepadamu, yang terkasih saudara-saudaraku para imam, kita jangan sampai lupa untuk tetap hidup suci karena yang utama adalah bersama Allah dengan menapaki kehidupan hanya untuk Dia. Yang lainnya hanya penambah saja."Josaphat Chichkov ditangkap dan ditembak mati oleh rejim Komunis Bulgaria pada tanggal 11 Desember 1951. Ia dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II di Plovdiv, Bulgaria pada tanggal 26 Mei 2002.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Arti nama
Penghakiman Tuhan (Ibrani)
Santo Martinus dari Tours
Martinus lahir di Sabaria, Pannonia (sekarang: Szombathely, Hungaria Barat) pada tahun 335 dan dibesarkan di Italia. Ayahnya seorang perwira tinggi Romawi yang masih kafir. Sulpicius Severus, pengikut dan penulis riwayat hidupnya, mengatakan bahwa Martinus pada umur 10 tahun diam-diam mengikuti pelajaran agama Kristen tanpa sepengetahuan orangtuanya. Ayahnya sangat mengharapkan dia menjadi perwira Romawi seperti dirinya. Oleh karena itu pada usia 15 tahun, ia memasukkan Martinus dalam dinas militer.
Dalam suatu perjalanan dinas ke kota Amiens, pada musim dingin tahun itu, Martinus berpapasan dengan seorang pengemis malang yang sedang kedinginan di pintu gerbang kota. Pengemis itu mengulurkan tangannya meminta sesuatu dari padanya. Kasihan ia tidak membawa uang sesen pun pada waktu itu. Apa yang dilakukannya? Tergerak oleh belaskasihannya yang besar pada pengemis malang itu, ia segera menghunus pedangnya dan membelah mantelnya yang indah itu: sebagian untuk dia dan sebagian diberikan kepada pengemis itu. Ketika memasuki kota Amiens, banyak orang menertawakan dia karena mantelnya yang aneh itu.
Pada malam itu juga, Yesus bersama sejumlah malaekat Allah menampakkan diri kepadanya. Dalam penglihatan itu Martinus melihat Yesus mengenakan mantel setengah potong yang sama dengan bagian mantel yang diberikan kepada pengemis malang tadi. Kepada para malaekat itu Yesus berkata: "Martin, seorang katekumen memberikan Aku mantel ini." Tak lama kemudian ia dipermandikan dan segera mengajukan permohonan pengunduran diri dari dinas ketentaraan. Kepada atasannya ia berkata: "Saya ini tentara Kristus, karena itu saya tidak boleh berperang." Atasannya dan perwira-perwira lainnya mencerca dan menuduhnya pengecut. Tetapi dengan tegas Martinus menjawab: "Saya berani pergi berperang dan bersedia berdiri di front terdepan tanpa membawa sepucuk senjata pun." Akhirnya permohonannya dikabulkan dan ia secara resmi berhenti dari dinas militer Romawi.
Sesudah itu ia menjadi murid Santo Hilarius, Uskup Poiters. Setelah beberapa lama dididik oleh Santo Hironimus, ia ditahbiskan menjadi imam dan diutus ke Illirikum, Yugoslavia untuk mewartakan Injil di sana. Tetapi karena ia mendapat banyak tantangan dari para penganut aliran sesat Arianisme, maka ia mengundurkan diri dan hidup bertapa di sebuah pulau dekat pantai selatan Prancis. Kemudian ia bergabung lagi dengan Santo Hilarius dan mendirikan sebuah biara di Liguge, Prancis. Inilah biara pertama di Prancis. Di dalam biara ini ia menjadi pembimbing bagi rahib-rahib lain yang ingin mengikuti jejaknya.
Kemudian pada usia 55 tahun, ia ditahbiskan menjadi Uskup Tours. Ia tidak mempunyai istana yang istimewa, hanya sebuah bilik sederhana di samping sakristi gereja. Bersama rahib-rahibnya, Martinus giat mewartakan Injil. Kotbah-kotbahnya diteguhkan Tuhan dengan banyak mujizat. Dengan berjalan kaki, naik keledai atau dengan perahu layar ia mengunjungi semua desa di keuskupannya. Ia tak gentar menghancurkan tempat-tempat pemujaan berhala, dan tanpa takut-takut menentang praktek hukuman mati yang dijatuhkan kaisar terhadap tukang-tukang sihir dan penyebar ajaran sesat. Itulah sebabnya ia tidak disukai oleh orang-orang Kristen yang fanatik. Tetapi Martinus tetap pada pendiriannya: menjunjung tinggi keadilan dan menentang sistim paksaan. Martinus adalah salah seorang dari para kudus yang bukan martir. Ia meninggal dunia pada tanggal 8 Nopember 397.
Santo Menas Kallikelados
Santo Menas adalah seorang martir Kristus dari Mesir Afrika Utara. Awalnya ia dikenal sebagai seorang pengendara Unta. Ia kemudian masuk dinas militer Romawi dan ditugaskan di wilayah Phrygia (sekarang wilayah Turki). Saat Kaisar Firmilianus mulai menganiaya orang Kristen, Menas meninggalkan dinas militer karena tidak ingin menangkap dan menyiksa saudara-saudaranya orang Kristen dan demi keselamatan jiwanya. Menas melarikan diri ke pegunungan dan hidup sebagai seorang pertapa.
Selama mengungsi dipegunungan, imannya semakin bertumbuh dan mantap serta siap untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati. Menas kemudian mulai berani mewartakan imannya. Saat orang-orang Romawi kafir di kota Cotyaes Phrygia menyelenggarakan festival bagi para dewa-dewi mereka, Menas muncul dan berkhotbah dalam acara tersebut. Prefek (walikota) Romawi di daerah itu, Pyrrhus, segera memerintahkan agar menangkap dan menyiksanya sampai ia tewas dengan kepala terpenggal.
Makamnya Mesir menjadi sangat terkenal oleh mukjizat-mukjizat yang terjadi melalui perantaraannya. Sebuah Basilika yang indah pernah dibangun di atas makamnya, dan menjadi salah satu tempat perziarahan Kristen terbesar di Afrika Utara. Saat Afrika Utara jatuh ketangan bangsa muslim Arab, Basilika ini dihancurkan pada tahun 641. Reruntuhan Basilika dan makam Santo Menas ditemukan kembali pada tahun 1905 dalam sebuah expedisi arkeologi yang dipimpin oleh Mgr.C.M. Kaufmann dari Frankfurt.
Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja
Santo Mennas
Orang kudus ini berasal dari Mesir dan dikenal sebagai penjaga unta. Kemudian ia menjadi prajurit dalam dinas militer Romawi pada masa pemerintahan Kaisar Diokletianus. Sewaktu bertugas di Phrygia, Asia Kecil, ia ditangkap karena imannya dan dibunuh pada tahun 295. Jenazahnya dimakamkan di Karm Aba Mina yang sampai kini menjadi tempat ziarah ramai. Dahulu kala di Roma terdapat sebuah gereja yang didirikan di Via Ostia untuk menghormati dia.
Santo Teodoros Konstantinopel
Teodoros lahir di Kerak (sekarang: Yordan) dan meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 841. Mulanya ia menjadi biarawan di Yerusalem dan setelah ditahbiskan menjadi imam, ia dikirim ke Konstantinopel bersama saudaranya Santo Theophanes untuk melancarkan perlawanan terhadap kaum bidaah Ikonoklasme yang didukung oleh Kaisar Leo V (813-820). Tetapi atas perintah raja, mereka dibuang ke sebuah pulau di Laut Hitam, terutama karena mereka berani mencela perceraian kaisar dengan isterinya, dan menentang usaha raja untuk mengeluarkan semua gambar suci dari dalam gereja. Ikonoklasme adalah aliran kepercayaan yang menentang dipasangnya gambar-gambar atau ikon-ikon suci di dalam gereja.
Kemudian ketika Theophilus, juga seorang penganut Ikonoklasme, menjadi kaisar (829-842), mereka kembali ke Konstantinopel. Namun kemudian mereka ditangkap sekali lagi dan dibuang. Jadi dua kali mereka mengalami pembuangan itu. Akibatnya Theodarus meninggal di Bithynia, Asia Kecil pada tahun 814, sebagai akibat dari penganiayaan atas dirinya. Sedangkan Theofanes setelah pembuangan itu menjadi Uskup di Nicea. Ia wafat pada tahun 845.
Theodoros sangat gigih dalam membebaskan Gereja dari kekuasaan dan pengawasan negara, yang dianggapnya selalu meremehkan semangat Kristiani. Ia juga dikenal sebagai tokoh pembaharu hidup membiara yang sangat besar pengaruhnya di kalangan Gereja Timur. Selama berada di tempat pembuangan itu, ia sangat rajin menulis berbagai karya tulis: katekese, kotbah, nyanyian dan buku-buku untuk membela iman yang benar.
Santo Theodoros Studite
Theodoros lahir pada tahun 759 di sebuah kota dekat Akroinum, Asia Kecil. Dalam soal kehidupan membiara di Konstantinopel, Byzantium, beliau tergolong seorang rahib dan abbas yang mempunyai pengaruh besar. Ia tetap menjunjung tinggi penghormatan kepada gambar-gambar kudus yang dipajangkan di dalam gereja sebagai perlawanan terhadap bidaah ikonoklasme. Sebagai akibat dari perjuangannya mempertahankan ajaran-ajaran Gereja, ia beberapa kali dibuang dan akhirnya meninggal dunia pada tanggal 11 Nopember 826, di Akritas (sekarang: Cape Gallo, Yunani).
Pada tahun 794, ia menjadi Abbas sebuah biara, yang didirikan di lahan perkebunan milik ayahnya di Sakkoudion, dekat Olympus. Dalam kedudukan itu, ia melancarkan kritik terhadap perkawinan kembali kaisar Konstantinus VI (780-797), setelah perceraiannya; kritikan itu mengakibatkan pembuangan atas dirinya ke Salonika. Tetapi pada tahun 797, ia diizinkan kembali oleh penguasa yang baru. Tak lama kemudian para perompak-perompak Islam memaksa Theodoros bersama rahib-rahibnya pindah ke Konstantinopel. Di Konstantinopel mereka diizinkan menetap di sebuah biara pertapaan di Studion. Pada tahun 799 Theodoros menjadi Abbas di biara Studion dan aktif menulis beberapa karangan tentang corak hidup membiara.
Pada tahun 809 Theodoros sekali lagi dibuang demi melindungi Nicephoras, seorang awam yang diangkat menjadi patriark Konstantinopel. Tetapi pada tahun 813 dari tempat pembuangannya, Theodoros mendukung Patriark Nicephorus dalam usahanya melawan bidaah ikonoklasme; sebagai akibatnya, Nicephorus pun segera menyusul dia ke pembuangan. Tujuh tahun kemudian, Theodoros diizinkan kembali ke Konstantinopel, tetapi pertentangan yang terus menerus dilancarkannya terhadap para penganut ikonoklasme mengakibatkan pembuangannya yang terakhir di Akritas hingga wafatnya pada tanggal 11 Nopember 826. Ia dimakamkan pertama di Akritas dan kemudian relikuinya dipindahkan ke biara Studion pada tahun 844.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari