Bacaan Misa
Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah." Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan." "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."
Invitatorium
Pekan III Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Mazmur 88 (89)
Ratapan atas kejatuhan dinasti Daud
Ia telah membangkitkan bagi kita seorang Juruselamat yang perkasa, lahir dari keturunan Daud, hamba-Nya (Lukas 1:69).
AntifonPandanglah kami, ya Tuhan, dan lihatlah betapa kami dihina.
Antifon 2Akulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
AntifonAkulah akar dan keturunan Daud; Akulah bintang pagi.
Antifon 3Tahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
Mazmur 89 (90)
Semoga kami hidup dalam cahaya Allah
Tidak ada waktu bagi Allah: seribu tahun, satu hari: semuanya sama (2 Petrus 3:8).
AntifonTahun-tahun kami layu seperti rumput, tetapi Engkau, Tuhan Allah, kekal.
Responsorium Kolose 1:15-16; Kebijaksanaan 7:26
Responsorium Kebijaksanaan 7:22,23; 1 Korintus 2:10
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Mazmur 86 (87)
Antifon 1Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.
Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Yes 40,10-17
Antifon 2Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.
Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Mazmur 98 (99)
Antifon 3Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersembah-sujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.
Bacaan Singkat (1Ptr 4,10-11)
Lagu Singkat
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Doa Permohonan
℟. Terpujiah Engkau, Tuhan, selama-lamanya.
Bapa yang mahamurah, kami memuji Engkau karena cinta kasihMu, sebab luhurlah karyaMu ketika menciptakan kami,* dan lebih lurhur lagi karyaMu ketika membaharui kami. ℟.
Pada permulaan hari ini curahkanlah ke dalam hati kami keinginan untuk mengabdi Engkau,* supaya kami tetap memuliakan Dikau dengan pikiran dan perbuatan. ℟.
Sucikanlah hati kami dari setiap keinginan jahat,* agar kami selalu memperhatikan kehendakMu. ℟.
Bukalah kiranya hati kami terhadap keperluan saudara-saudara kami dan semua orang lain,* supaya kami mencintai mereka semua sebagai saudara. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Sap 19, 22)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Mazmur 118 (119),113-120
Antifon 1Topanglah aku, ya Tuhan, sesuai dengan janjiMu, supaya aku hidup.
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Mazmur 78 (79)1-5.8-11.13
Antifon 2Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, dan hapuskanlah dosa kami.
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Mazmur 79 (80)
Antifon 3Ya Allah semesta alam, pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu.
Bacaan singkat Ul 4,7
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan III Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Est 10, 3f)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan III Mazmur
Madah
Antifon 1UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Mazmur 131 (132) I
Antifon 1UmatMu bersorak kegirangan, ya Tuhan, sambil menuju tempat kediamanMu.
Antifon 2Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Mazmur 131 (132) II
Antifon 2Tuhan telah memilih Sion menjadi tempat tinggalNya.
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan singkat 1Ptr 3,8-9
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Dengarkanlah kami, ya Allah, pelindung kami.
Terpujilah Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah memanggil kami masuk ke dalam umatMu yang suci,* semoga kami tetap setia dalam GerejaMu. ℟.
Paus kami... Kauserahi tugas memperhatikan semua jemaat,* berikanlah kepadanya iman yang teguh, harapan yang hidup dan cinta kasih penuh pengertian. ℟.
Semoga orang-orang yang berdosa menyesal, yang jatuh bangun kembali,* dan kami semua bertobat dan memperoleh keselamatan. ℟.
Engkau telah rela tinggal di perasingan,* ingatlah akan mereka yang tinggal jauh dari keluarga dan tanah air. ℟.
Anugerahkanlah kiranya damai abadi,* kepada arwah semua orang yang telah berharap kepadaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Gjon Pantalla
Beato Gjon Pantalla (Yohanes Pantalla) lahir pada tanggal 2 Juni 1887 di Kosovo. Ia masuk biara Serikat Jesus dan menjalani pendidikan calon imam Soresina, Lombardy di Italia. Setelah ditahbiskan, ia ditugaskan ke Albania.
Setelah Perang dunia kedua berakhir di tahun 1945, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Pemerintah Komunis segera menyatakan Gereja Katolik sebagai agama terlarang. Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu dan dijebloskan ke dalam penjara. Banyak diantara mereka yang kemudian di eksekusi mati.
Pater Gjon Pantalla berupaya menyelamatkan diri dengan melompat keluar jendela saat akan ditangkap oleh tentara Komunis Albania. Kakinya patah karena upaya ini. Ia tertangkap, dibawa ke penjara dan dianiaya dengan mengerikan. Ia meninggal akibat luka-lukanya pada tanggal 31 Oktober 1947. (qq)
Arti nama
Gjon : Ejaan Albania untuk nama ==> Yohanes
Beato Josif Mihali
Beato Josif Mihali (Yoseph Mihali) adalah salah seorang dari 38 Martir Albania yang terbunuh selama rezim Komunis berkuasa di Albania dari tahun 1945 sampai 1974. Ia lahir pada tanggal 23 September 1912 dalam keluarga katolik Albania dan kirim ke Roma Italia untuk belajar menjadi imam.
Josif Mihali ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1935 dan merayakan Misa pertama pada tanggal 1 Desember 1935 di gereja Santo Athanasius di Roma. Tahun berikutnya ia ditugaskan untuk kembali ke Albania.
Setelah perang dunia kedua berakhir, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Kaum komunis lalu melancarkan penganiayaan terhadap Gereja dan umat kristiani. Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu, dijebloskan ke dalam penjara dan di eksekusi mati.
Pater Josif Mihali ditangkap tentara Komunis pada tahun 1945 dan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 10 tahun di rawa-rawa. Pada tanggal 26 Oktober 1948, saat sedang bekerja, ia jatuh pingsan akibat kelelahan. Para penjaga kemudian memaksa pekerja lain untuk menguburnya hidup-hidup. Dia mati lemas beberapa saat setelah terkubur didalam tanah.(qq)
Arti nama
Josif = Ejaan Macedonia untuk nama Joseph
Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani Ιωσηφ (Ioseph). Aslinya berasal dari bahasa Ibrani יוֹסֵף (Yosef) yang berarti "Yang ditambahkan Tuhan".
Beato Luigj Prendushi
Beato Luigj Prendushi lahir di Shkoder di Albania pada tanggal 24 Januari 1896. Pada usia dua belas tahun ia pindah ke Italia dan masuk seminari menengah di Piedmont Torino dan Seminari Tinggi Sarvano Skarnafacio. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 12 Maret 1921 dan kembali ke tanah airnya pada tahun yang sama.
Ada catatan menarik tentang perjalanan pater Luigj Prendushi dari Italia ke Albania. Kapal yang ditumpanginya dihantam badai besar dan kelihatan akan tenggelam. Para penumpang yang panik mulai menangis ketakutan namun Pater Luigj sama sekali tidak panik. Ketika ditanya bagaimana dia bisa begitu tenang di saat seperti itu, ia menjawab : "Saya tidak punya alasan untuk takut. Ini kekuatan saya.” Katanya sambil menunjuk Kitab Suci. “Tenanglah, hari ini kita tidak akan tenggelam."Tiba di Albania, pater Luigj Prendushi berkarya sebagai imam praja Keuskupan Sapë, Albania dan ditugaskan sebagai pastor paroki di Ipeshkvninë. Paroki ini memiliki wilayah pelayanan yang cukup luas. Pater Luigj sering harus berkeliling mengunjungi umatnya dengan berjalan kaki selama berhari-hari. Umat di desa-desa terpencil seperti di Mazrek, Nënshat, Shllak, Dardhë, Koman, KACE, Narac, Shelqet akan selalu mengenang pater Lugj Prendushi, pastor paroki yang melayani mereka dengan penuh pengabdian.
Saat Rezim Komunis mulai berkuasa di Albania, pater Luigj Prendushi diminta uskupnya untuk mengungsi ke Italia. Ia menolak karena tidak ingin meninggalkan umat di parokinya. Ia ditangkap tentara komunis pada tanggal 8 Desember 1946, atas tuduhan palsu yang selalu digunakan para komunis untuk menangkap para rohaniwan katolik, yaitu : menjadi mata-mata Vatikan.
Pater Luigj Prendushi dieksekusi mati didepan umum pada tanggal 24 Januari 1947 di Shelqet, Shkodrë, Albania. Eksekusi didepan publik sering dilakukan Rezim Komunis untuk meneror umat Kristen dan mereka yang setia kepada Kristus.
Ia dibeatifikasi bersama 38 Martir Albania pada tanggal 5 November 2016 oleh Paus Fransiskus. Pestanya dirayakan pada tanggal 24 Januari sesuai hari kemartirannya; dan pada hari pesta bersama Para Martir Albania pada tanggal 5 November. (qq)
Arti nama
Luigj : Ejaan Albania untuk nama Latin : Ludovikus (arti :"Kesatria")
Beato Qerim Sadiku
Beato Qerim Sadiku lahir di Vusanje, Montenegro, pada tanggal 12 Februari 1919. Ia adalah seorang berkebangsaan Albania yang nasionalis dan antikomunis. Diawal Perang Dunia Kedua, Qerim adalah seorang perwira berpangkat Letnan dalam Pasukan Gendarmerie Kerajaan Albania yang saat itu dipimpin oleh Raja Zog I.
Walau memakai nama Muslim, Qerim Sadiku (Karim Sadiku atau Kareem Sadiku) adalah seorang Katolik yang taat. Ia dikenang sebagai seorang yang aktif menghadiri acara-acara gereja. Didalam Gereja ia selalu terlihat tenang dan khusuk. Ia juga sering berziarah bersama istrinya Marije Vata, ke Gereja Santo Anthonius (Sebuah Gereja tua di Lezhë Albania yang dibangun pada abad ke-13 dan menjadi tempat Perziarahan populer bagi umat Katolik Albania).
Setelah perang dunia kedua berakhir, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Kaum komunis yang atheis lalu melancarkan penganiayaan terhadap Gereja dan umat kristiani. Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu, dijebloskan ke dalam penjara dan di eksekusi mati.Qerim Sadiku ditangkap oleh Tentara Komunis pada tanggal 3 Desember 1945 dan dimasukkan ke penjara Shkodrë atasa tuduhan: Menjadi Anggota Albanian Union (Sebuah organisasi yang dianggap oleh Pemerintah Komunis sebagai "Fasis"), memboikot Pemilu dan ikut membagikan selebaran anti pemilu. Ia menjalani sidang dan dijatuhi hukuman mati pada tanggal 22 Februari 1946.
Pada tanggal 4 Maret 1946, tepat jam 6:00 pagi hari, 8 orang Katolik dihukum mati ditempat pembuangan sampah dekat pemakaman diluar kota Shkodrë. Para pahlawan iman yang tewas di hari itu adalah:
- Qerim Sadiku.
- Daniel Dajani,SJ (Imam Jesuit)
- Giovani Fausti, SJ (Imam Jesuit)
- Gjon Shllaku,OFM (Imam Fransiskan)
- Mark Cuni (Seminaris)
- Gjergj Bici (Frater Jesuit)
- Gjelosh Lulashi (Umat awam)
- Gjon Vata (Umat awam)
Saat ditemukan, jenasah 8 martir ini tampak terbaring dengan saling berpegangan tangan.
Qerim Sadiku bersama Giovanni Fausti, Daniel Dajani, Gjon Shllaku, Mark Cuni dan Gjelosh Lulashi dibeatifikasi bersama para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016.
Arti nama
Qerim : Dermawan, Mulia (Arabic)
Beato Shtjefën Kurti
Shtjefën (Stefanus) Kurti lahir pada 24 Desember 1898 di Ferizoviç, Kosovo, sebagai anak keenam dari pasangan Jak dan Katrine Kurti. Ia menjalani pendidikan dasar di Graz dan Feldkirch Austria, lalu masuk Seminari Menegah di Innsbruck Austria. Pendidikan imamatnya dilanjutkan di Roma Italia dimana ia lulus dengan nilai terbaik. Stefanus ditahbiskan menjadi imam di Roma pada tanggal 13 Mei 1924.
Tugas pertamanya sebagai seorang imam adalah menjadi pastor paroki di Skopje (Sekarang menjadi Ibukota Republik Makedonia, kota ini adalah tempat kelahiran Santa Teresa dari Kalkuta) dan Novoselo. Belum lama berkarya di Skopje, Stefanus harus mengungsi ke Rumania pada tahun 1929, setelah terjadi pembunuhan terhadap seorang imam Albania bernama Shtjefën Gjeçovi. Dari tempat pengungsian Stefanus sempat menulis sebuah memorandum kepada Liga Bangsa-Bangsa tentang penganiayaan atas warga Katolik Albania di Kosovo. Selanjutnya is ditugaskan untuk melayani umat di Shna Prendja (sekarang Kruj, Albania Utara) juga di kota Gur dan Tirana.
Tidak ada catatan tentang Stefanus Kurti pada masa Perang Dunia Kedua. Pada tanggal 16 September 1946, setahun setelah perang Dunia Kedua berakhir, Stefanus mengirim surat kepada Paus Pius XII tentang penganiayaan dan kekerasan yang dialami umat Katolik Albania dibawah Pemerintahan Komunis.
Setelah Perang dunia kedua berakhir di tahun 1945, rezim Komunis pro Uni Soviet mengambil alih kekuasaan di Albania. Pemerintah Komunis segera menyatakan Gereja Katolik sebagai agama terlarang. Gereja-gereja disegel, seminari-seminari ditutup dan biara-biara dibubarkan. Para rohaniwan-rohaniwati ditahan dengan berbagai tuduhan palsu dan dijebloskan ke dalam penjara. Banyak diantara mereka yang kemudian di eksekusi.Pater Stefanus Kurti ditangkap untuk pertama kalinya di Tirana pada tanggal 28 Oktober 1946 dengan tuduhan menjadi mata-mata. Awalnya ia dipenjarakan di Tirana, lalu di Burrel. Dia dijatuhi hukuman mati namun hukumannya diubah menjadi dua puluh tahun penjara. Gembala umat ini dengan tabah menjalani masa hukumannya dalam penjara Komunis yang mengerikan.
Ia dibebaskan pada tanggal 2 Mei 1963, tiga tahun lebih cepat dari masa hukumannya. Setelah bebas, Stefanus kembali melanjutkan tugasnya sebagai gembala umat di Tirana, Juba dan Gurës.
Pada tahun 1967 sekelompok orang mendatangi gereja nya, membuat huru-hara serta berupaya menodai altar dan tabernakel. Stefanus dengan gigih melawan para pengacau ini dan berhasil mengusir mereka. Namun keesokkan harinya ia ditangkap dan dihukum menjalani kerja paksa selama 16 tahun.
Pada tahun 1970 seorang ibu memintanya untuk membaptis putranya. Meski pemerintah komunis dengan keras melarangnya untuk memberikan pelayanan pastoral, pater Stefanus tetap membaptis anak itu dengan diam-diam. Dikemudian hari, peristiwa pembabtisan diketahui oleh intel pemerintah. Pater Kurti segera ditangkap dan dipenjarakan lagi. Dalam persidangan, Hakim bertanya mengapa ia tetap membaptis anak tersebut meski telah dilarang. Gembala ini menjawab bahwa ia tetap harus melakukannya karena itu adalah bagian dari tugasnya sebagai seorang imam. Stefanus kemudian dijatuhi hukuman mati pada tanggal 31 Juli 1971.
Stefanus Kurti dieksekusi secara diam-diam oleh pemerintah Albania pada tanggal 20 Oktober 1971 (sumber lain menyebutkan pada bulan Februari 1972). Kematiannya disembunyikan rapat-rapat oleh pemerintah Albania; namun bocor ke publik pada tahun 1973. Televisi RAI Italia segera mengumumkan berita ini sementara Radio Vatikan mengkonfirmasikan kematiannya pada bulan Maret 1973. Harian L'Osservatore Romano menerbitkan sebuah artikel tentang pembunuhan pater Stefanus Kurti pada tanggal 26 April 1973 dan mengecam penganiayaan terhadap Gereja yang terjadi di Albania.
Martir Kristus Stefanus Kurti di beatifikasi bersama Para Martir Albania oleh Paus Fransiskus pada tanggal 5 November 2016. Hari Pesta bersama para martir ini dirayakan pada setiap tanggal 5 November.
Arti nama
Shtjefën : Ejaan Albania untuk nama Stefanus
Berasal dari kata Yunani Στεφανος (Stephanos) yang berarti : "Mahkota"
Santa Bertilla
Bertilla hidup pada abad ketujuh. Kisah hidupnya yang pertama muncul dalam bahasa Latin pada tahun 800. Ia dilahirkan di Soissons, Perancis. Semasa remaja, ia merasakan panggilan untuk hidup lebih dekat pada Tuhan. Ia mulai menyadari bahwa hidup doa dan kurban yang ia inginkan dapat ditemukan dalam biara.
Ia pergi kepada Uskup, St Owen, untuk mohon nasehat. Uskup mendorong Bertilla untuk mengikuti panggilannya. Orangtua Bertilla mengirimnya ke sebuah biara Benediktin yang mengikuti peraturan ketat dari St Kolumbanus. Ketika tiba dalam biara, Bertilla segera menyadari bahwa ia telah menemukan kedamaian.
Tahun-tahun berlalu. Bertilla melewatkan waktunya dengan berdoa dan melakukan berbagai tugas. Ia teristimewa cakap dalam menawarkan keramah-tamahan kepada para pengelana dan mereka yang sakit yang datang ke biara. Ia juga bertanggung jawab atas anak-anak yang dididik di biara.
Suatu saat; isteri Raja Clovis II yaitu St.Bathildis membangun sebuah biara baru. Sang Ratu meminta kepada kepala biara di Soissons untuk mengirimkan beberapa biarawati guna memulai komunitas. Bertilla termasuk di antara mereka yang dipilih dan ia bahkan ditunjuk sebagai kepala biara. Bertilla amat terkejut; namun demikian ia memutuskan untuk melakukan yang terbaik. Ia tahu bahwa Tuhan akan menolongnya di segala jalannya.
Komunitas biarawati dalam biara baru itupun berkembang. Ratu Bathildis sendiri menjadi seorang biarawati setelah suaminya wafat. Kemudian, seorang ratu lain, Hereswitha, janda raja dari East Angles, menjadi seorang biarawati juga. Bertilla pastilah terperanjat mendapati dua ratu dalam komunitasnya. Tetapi semua orang hidup dalam damai sebab kedua ratu sama rendah hatinya dengan sang kepala biara. Bertilla menikmati umur panjang dan memimpin biara di Chelles selama empatpuluh enam tahun. Ia wafat sekitar tahun 705.
Santa dan Santo Elisabeth dan Zakarias
Cerita perihal kehidupan Elisabeth dan Zakarias dan peranan mereka yang istimewa di dalam sejarah keselamatan Allah, hanya kita ketahui sedikit dari Injil terutama Injil Lukas bab 1:5-80.
Elisabeth adalah isteri Zakarias-seorang imam Israel dari kelompok Abia (1Taw 24:10, Luk 1:5)-dan ibu kandung Santo Yohanes Pemandi. Keduanya berasal dari keturunan Harun (ay. 5) dan hidup pada masa pemerintahan Herodes di wilayah Yudea. Di hadapan Tuhan, mereka hidup saleh dan benar, tanpa cela menghayati dan melaksanakan hukum Musa. Namun sayang Mereka tidak dikaruniai anak sampai umur tuanya. Dari sudut pandang Yahudi, hal ini merupakan aib bagi mereka, namun inilah rahasia Tuhan di luar batas pemahaman manusia. Karena melalui mereka Tuhan kemudian menunjukkan secara lebih tandas kuasaNya atas hidup manusia. Melalui mereka Tuhan mau melaksanakan rencana keselamatanNya atas manusia yang akan dijalankan sendiri oleh Putera-Nya. Ternyata dari kedua orang kudus ini Tuhan mengaruniakan seorang nabi besar, Yohanes Pemandi, pendahulu Yesus, Sang Mesias.
Injil menceritakan bahwa Elisabeth adalah sanak Santa Maria, Bunda Yesus, namun hubungan itu tidak diketahui secara jelas dan pasti, (ay 36). Hubungannya dengan Maria, Ibu Yesus diceritakan di dalam kisah kunjungan Maria kepada Elisabeth sebelum kelahiran Yesus (ay. 39).
Santo Zakharia
Zakharia adalah seorang imam yang bertugas di Bait Allah. Ia berasal dari golongan Abia dan aktif bertugas pada masa pemerintahan Raja Herodes Agung di Yudea. Ia dan istrinya, Santa Elisabet, merupakan keturunan Imam Harun dari suku Lewi. Elisabet masih merupakan kerabat dari santa Maria, ibu Yesus Kristus.
Dalam Injilnya Santo Lukas melukiskan bahwa Imam Zakharia dan Elisabet hidup dengan ketaatan penuh kepada Allah, tetapi mereka tidak memiliki anak sebab Elizabeth mandul dan mereka berdua telah berusia lanjut. Suatu hari saat sedang bertugas di Bait Allah, malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia.
Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. (Luk 1 : 11 - 18)
Namun, walaupun Tuhan sudah mengutus seorang malaikat untuk menyampaikan khabar gembira kepadanya, Zakharia masih juga ragu-ragu dan kurang percaya;
...kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya. (Luk 1:18)
Dan atas keraguan dan kekurang-percayaannya, Zakharia memperoleh sebuah hukuman.
Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." (Luk 1:19 - 20)
Zakharia pun menjadi bisu, dan baru bisa berbicara kembali setelah anaknya itu lahir. Kitab suci menulis bahwa ketika itu Zakharia menjadi penuh dengan Roh Kudus, dan sambil memuji dan memuliakan Tuhan, ia bernubuat tentang masa depan anaknya Yohanes.
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus …..
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka…. (Luk 1:68-70, 1:76-77)
Setelah kelahiran Yohanes Pembabtis, Injil cuma menyebutkan nama Zakharia sebanyak tiga kali. Yaitu pada Injil Lukas 3:2 tentang permulaan karya Yohanes Pembabtis, serta pada Matius 23:35 dan Lukas 11:51 saat Yesus mengecam para ahli taurat dan orang-orang Farisi. Menurut Origenes (seorang Teolog Kristen pada abad ketiga yang sangat berpengaruh), nama Zakharia yang disebut Yesus dalam Matius 23:35 dan Lukas 11:51 adalah Zakharia ayah Yohanes pembabtis, namun sebagian ahli kitab suci meragukannya.
Tradisi Gereja Orthodox mengatakan bahwa, pada saat pembantaian anak-anak di Betlehem, Zakharia menolak untuk memberitahukan keberadaan Yohanes kecil (yang sedang bersembunyi), oleh karena itu ia dibunuh oleh tentara Herodes. Kisah ini juga dicatat dalam sebuah injil apokrif dari abad ke-2 yang disebut Injil Yakobus.
Pada tahun 2003, ditemukan sebuah prasasti di Yad Avshalom Yerusalem. Tulisan pada prasasti yang berasal dari abad pertama di Yerusalem, ditafsirkan sebagai : "Ini adalah makam Zakaria, martir, imam yang kudus, ayah dari Yohanes." Hal ini meyakinkan para pakar bahwa ini adalah tempat pemakaman Zakharia ayah dari Yohanes Pembaptis.
Arti nama
Berasal dari nama Ibrani זְכַרְיָה (Zekharyah) yang berarti "YAHWEH mengingat".
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari