Doa Katolik
Doa Hari Ini

Kamis XXXIV Masa Biasa

Kamis, 26 November 2037· Hijau · Pekan Psalterium II
26 November 2037

Bacaan Misa

Kamis XXXIV Masa Biasa
Bacaan Pertama

(6-13) Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja: "Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?" Jawab raja: "Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali." (6-14) Lalu kata mereka kepada raja: "Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya." (6-15) Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. (6-16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" (6-17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" (6-18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. (6-19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. (6-20) Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; (6-21) dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?" (6-22) Lalu kata Daniel kepada raja: "Ya raja, kekallah hidupmu! (6-23) Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan." (6-24) Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. (6-25) Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. (6-26) Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! (6-27) Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. (6-28) Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa." (6-29) Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Mazmur Tanggapan

Pujilah Tuhan, hai embun dan salju yang membadai, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai es dan kedinginan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai siang dan malam, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan-kemawan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.
Biarlah bumi memuji Tuhan, nyanyikan dan meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Injil

"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Invitatorium

Kamis XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Kamis XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, menghina rasa malu;

Dari segala jerih payah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka meninggikan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Melalui tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Melakukan perjuangan mulia hingga akhir,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Mazmur 43 (44)

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Kami mendengar dengan telinga kami sendiri, ya Allah,

nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah

tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,

Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.
Untuk menanam mereka, Engkau mencabut bangsa-bangsa:

untuk membiarkan mereka menyebar, Engkau merendahkan bangsa-bangsa.

Tidak ada pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;

tidak ada lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.

Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu

dan terang wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.
Engkaulah, rajaku, Allahku,

yang memberikan kemenangan kepada Yakub.

Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;

dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.
Karena bukan pada busurku aku percaya

pun tidak diselamatkan oleh pedangku:

Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,

Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.

Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah,

dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Antifon 2Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:

Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.

Engkau membuat kami mundur dari musuh

dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.
Engkau menjadikan kami seperti domba untuk disembelih

dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

Engkau menjual umat-Mu sendiri tanpa harga

dan tidak mendapat untung dari penjualan itu.
Engkau menjadikan kami ejekan tetangga kami,

bahan tertawaan semua orang yang dekat.

Di antara bangsa-bangsa, Engkau menjadikan kami peribahasa,

di antara bangsa-bangsa sesuatu yang dicemooh.
Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:

wajahku tertutup rasa malu

mendengar suara pencemooh, pengejek,

melihat musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonKembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

Antifon 3Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan-Mu;

meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,

meskipun kami tidak menarik hati kami;

meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.

Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan

dan menutupi kami dengan bayangan maut.
Apakah kami telah melupakan nama Allah kami

atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain

tidakkah Allah akan mengetahui ini,

Dia yang mengetahui rahasia hati?

Demi Engkaulah kami menghadapi kematian sepanjang hari

dan dianggap sebagai domba untuk disembelih.
Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?

Bangunlah, jangan menolak kami selamanya!

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu dari kami

dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?
Karena kami direndahkan ke debu;

tubuh kami tergeletak di bumi.

Bangunlah dan datanglah menolong kami!

Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau telah menubuatkan bahwa kami akan turut serta dalam penganiayaan yang membawa-Mu kepada kematian yang kejam. Gereja yang dibentuk dengan harga darah-Mu yang berharga kini pun disesuaikan dengan Sengsara-Mu; semoga ia diubah, sekarang dan selamanya, oleh kuasa kebangkitan-Mu.

AntifonBangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Roh kami merindukan Tuhan.

℟ Dialah penolong dan pelindung kami.

Bacaan

Bacaan pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

Yesaya 48:12-21; 49:9b-13

Eksodus baru
Beginilah firman Tuhan:

Dengarkanlah Aku, hai Yakub,
hai Israel, yang telah Kupanggil!
Akulah Dia, Akulah yang pertama,
dan Akulah juga yang terakhir.
Ya, tangan-Ku telah meletakkan dasar bumi,
tangan kanan-Ku telah membentangkan langit.
Apabila Aku memanggil mereka,
mereka tampil sekaligus.

Berkumpullah kamu sekalian dan dengarkanlah:
Siapakah di antara kamu yang telah memberitakan hal-hal ini?
Sahabat Tuhan akan melakukan kehendak-Nya
terhadap Babel dan keturunan Kasdim.
Aku sendiri telah berfirman, Aku telah memanggilnya,
Aku telah membawanya, dan jalannya berhasil!
Datanglah mendekat kepada-Ku dan dengarkanlah ini!
Bukan dari permulaan Aku menyatakannya secara rahasia;
Pada waktu itu terjadi, Aku hadir:
“Sekarang Tuhan Allah telah mengutus aku, dan Roh-Nya.”

Beginilah firman Tuhan, Penebusmu,
Yang Mahakudus dari Israel:
Aku, Tuhan, Allahmu,
mengajar engkau apa yang baik bagimu,
dan menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh.

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,
maka kemakmuranmu akan seperti sungai,
dan pembenaranmu seperti gelombang laut;
Keturunanmu akan seperti pasir,
dan mereka yang lahir dari keturunanmu seperti butir-butirnya,
Nama mereka tidak akan pernah terputus
atau terhapus dari hadapan-Ku.

Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim!
Dengan sorak-sorai beritakanlah ini, maklumkanlah;
Publikasikanlah sampai ke ujung bumi, dan katakanlah,
“Tuhan telah menebus hamba-Nya Yakub.
Mereka tidak haus
ketika Ia menuntun mereka melalui tanah kering;
Air dari batu Ia alirkan bagi mereka;
Ia membelah batu, dan air memancar.”

Di sepanjang jalan mereka akan menemukan padang rumput,
di setiap puncak yang gundul akan ada padang rumput mereka.
Mereka tidak akan lapar atau haus,
dan angin yang membakar atau matahari tidak akan menyengat mereka;
Sebab Dia yang mengasihani mereka menuntun mereka
dan membimbing mereka di samping mata air.
Aku akan membuat jalan melalui semua gunung-Ku,
dan meratakan jalan raya-Ku.

Lihatlah, sebagian akan datang dari jauh,
yang lain dari utara dan barat,
dan sebagian dari tanah Syene.
Bersoraklah, hai langit, dan bersukacitalah, hai bumi,
pecahlah menjadi nyanyian, hai gunung-gunung.
Sebab Tuhan menghibur umat-Nya
dan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang-Nya yang tertindas.

Responsorium Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7

Bersukacitalah, hai langit, dan bergembiralah, hai bumi;
berserulah dengan pujian, hai gunung-gunung.
Sebab Tuhan akan datang.

℟ Ia akan berbelas kasihan kepada orang-orang-Nya yang miskin.
Pada zaman-Nya keadilan akan berkembang dan damai sejahtera akan berlimpah.

℟ Ia akan berbelas kasihan kepada orang-orang-Nya yang miskin.
Bacaan kedua

Dari ulasan Santo Ambrosius, uskup, tentang Lukas

Maria mengunjungi Elisabet
Ketika malaikat menyampaikan pesannya kepada Perawan Maria, ia memberinya tanda untuk memenangkan kepercayaannya. Ia memberitahunya tentang kehamilan seorang wanita tua dan mandul untuk menunjukkan bahwa Allah sanggup melakukan segala yang Ia kehendaki.
Ketika mendengar ini, Maria berangkat menuju daerah pegunungan. Ia tidak meragukan firman Allah; ia tidak merasa tidak yakin akan pesan itu atau ragu akan tanda itu. Ia pergi dengan tujuan yang bersemangat, dengan hati nurani yang taat, bergegas karena sukacita.
Dipenuhi Allah, ke mana lagi ia akan bergegas selain ke tempat yang tinggi? Roh Kudus tidak bekerja dengan usaha yang lambat dan melelahkan. Dengan cepat pula, berkat kedatangan-Nya dan kehadiran Tuhan menjadi jelas: segera setelah Elisabet mendengar salam Maria, anak itu melonjak dalam rahimnya, dan ia dipenuhi Roh Kudus.
Perhatikan kontras dan pilihan kata-kata. Elisabet adalah yang pertama mendengar suara Maria, tetapi Yohanes adalah yang pertama menyadari rahmat. Ia mendengar dengan telinga tubuh, tetapi ia melonjak kegirangan atas makna misteri itu. Ia menyadari kehadiran Maria, tetapi ia menyadari kehadiran Tuhan: seorang wanita menyadari kehadiran seorang wanita, sang perintis menyadari janji keselamatan kita. Para wanita berbicara tentang rahmat yang telah mereka terima sementara anak-anak aktif secara rahasia, membuka misteri kasih dengan bantuan ibu-ibu mereka, yang bernubuat oleh roh putra-putra mereka.
Anak itu melonjak dalam rahim; sang ibu dipenuhi Roh Kudus, ia memenuhi ibunya dengan Roh yang sama. Yohanes melonjak untukmu, dan roh Maria bersukacita pada gilirannya. Ketika Yohanes melonjak kegirangan, Elisabet dipenuhi Roh Kudus, tetapi kita tahu bahwa meskipun roh Maria bersukacita, ia tidak perlu dipenuhi Roh Kudus. Putranya, yang melampaui pemahaman kita, aktif dalam ibunya dengan cara yang melampaui pemahaman kita. Elisabet dipenuhi Roh Kudus setelah mengandung Yohanes, sementara Maria dipenuhi Roh Kudus sebelum mengandung Tuhan. Elisabet berkata: Berbahagialah engkau karena engkau telah percaya.
Engkau juga berbahagia karena engkau telah mendengar dan percaya. Jiwa yang percaya baik mengandung maupun melahirkan Sabda Allah dan mengakui karya-karya-Nya.
Biarlah jiwa Maria ada dalam setiap kamu untuk mewartakan kebesaran Tuhan. Biarlah rohnya ada dalam setiap kamu untuk bersukacita dalam Tuhan. Kristus hanya memiliki satu ibu dalam daging, tetapi kita semua melahirkan Kristus dalam iman. Setiap jiwa menerima Sabda Allah jika saja ia tetap suci, tetap murni dan bebas dari dosa, kesopanannya tidak tercemar. Jiwa yang berhasil dalam hal ini mewartakan kebesaran Tuhan, sama seperti jiwa Maria memuliakan Tuhan dan rohnya bersukacita dalam Allah Penyelamatnya. Di tempat lain kita membaca: Muliakanlah Tuhan bersamaku. Tuhan dimuliakan, bukan karena suara manusia dapat menambahkan sesuatu kepada Allah tetapi karena Ia dimuliakan di dalam kita. Kristus adalah gambar Allah, dan jika jiwa melakukan apa yang benar dan kudus, ia memuliakan gambar Allah itu, yang dalam kemiripan-Nya ia diciptakan dan, dalam memuliakan gambar Allah, jiwa memiliki bagian dalam kebesaran-Nya dan ditinggikan.

Responsorium Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16

Berbahagialah engkau yang telah percaya,

karena janji-janji Tuhan akan digenapi dalam dirimu.
Dan Maria berkata:

℟ Jiwaku memuliakan Tuhan.
Datanglah, dan dengarkanlah,

dan aku akan menceritakan betapa besar hal-hal yang telah Allah capai bagiku.

℟ Jiwaku memuliakan Tuhan.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;
Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:
Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.
Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,
Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,
dan Roh Kudus, Pembela dan Pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi Hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah ditebus dengan harga darah-Mu sendiri,
dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Curahkanlah,

kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan,
rahmat-Mu ke dalam hati kami,
agar kami, yang kepada-Nya Inkarnasi Kristus Putra-Mu
diberitahukan oleh pesan Malaikat,
oleh Sengsara dan Salib-Nya
dibawa kepada kemuliaan Kebangkitan-Nya.
Yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Kamis XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Antifon 1Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Mazmur 79 (80)

Gembala Israel, dengarkanlah kami,*
Engkau yang menimpin Yusuf bagaikan kawanan.

Engkau yang bertakhta di atas singgasana, tampillah dengan cemerlang,*
di depan suku Efraim, Benyamin dan Manasye.

Kerahkanlah kekuatanMu,*
dan datanglah menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, berapa lama lagi Engkau murka,*
sekalipun umatMu berdoa?

UmatMu Kauberi ratap tangis sebagai makanan,*
cucuran air mata berlimpah sebagai minuman.

Kaujadikan kami sasaran kebencian para tetangga,*
dan olok-olokan musuh kami.

Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

UmatMu bagaikan pokok anggur yang Kaupindahkan dari Mesir,*
Kauhalaukan bangsa-bangsa lalu Kautanamkan dia.

Engkau telah menyediakan tanah bagi pokok itu,*
maka berurat berakarlah ia dan memenuhi seluruh negeri.

Gunung-gunung ditudungi oleh naungannya,*
dan pohon-pohon jati oleh cabang-cabangnya.

Ranting-rantingnya menjulur sampai ke laut,*
dan sulur-sulurnya sampai ke sungai Efrat.

Ya Allah, mengapa Engkau merobohkan pagarnya,*
sehingga setiap orang yang lewat memetik buahnya!

Babi hutan menggerogotinya,*
dan binatang di padang memakannya.

Ya Allah semesta alam, kembalilah,+
pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggurMu,*
lindungilah pokok yang Kautanam dengan tanganMu sendiri.

Musuh telah menebang dan membakarnya,*
biarlah mereka binasa oleh ancaman wajahMu.

Hendaknya Engkau melindunghi raja kami,*
orang pilihan yang telah Kaunobatkan.

Maka kami tidak akan menyimpang dari padaMu,*
lindungilah hidup kami, maka kami akan memuji Engkau.

Ya Tuhan, Allah semesta alam, pulihkanlah kami,*
tunjukkanlah seri wajahMu, maka selamatlah kami.

Antifon 1Kerahkanlah kekuatanMu, ya Tuhan, dan datanglah menyelamatkan kami.

Antifon 2Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Yes 12,1-6

Aku bersyukur kepadaMu, ya Tuhan,+
Engkau telah murka terhadap aku,*
tetapi kemurkaanMu telah mereda, dan aku sudah Kauhibur.

Sungguh, Tuhanlah penyelamatku,*
aku percaya dan tidak merasa takut.

Sebab Tuhanlah kekuatan dan pujaanku,*
Dialah yang menyelamatkan daku.

Dengan suka ria kamu akan menimba air,*
dari sumber keselamatan.

Pada masa itu kamu akan berkata,*
Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah namaNya!

Wartakanlah kepada para bangsa karyaNya yang agung,*
beri tahukanlah keluhuran namaNya.

Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab megahlah karyaNya,*
hendaknya dimaluklumkan di seluruh bumi.

Bergembira dan bersoraklah, hai penduduk Sion,*
sebab besarlah di tengah-tengahmu Allah Israel yang mahakudus.

Antifon 2Megahlah karya Tuhan, hendaknya dimaklumkan di seluruh bumi.

Antifon 3Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.

Mazmur 80 (81)

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita,*
bersorak-gembiralah bagi Allah Yakub.

Angkatlah nyanyian, bunyikanlah rebana,*
petiklah gambus dan kecapi dengan lagu merdu.

Tiuplah nafiri pada perayaan tahun baru,*
waktu bulan purnama, hari raya kita.

Sebab demikianlah ditetapkan bagi Israel,*
suatu hukum dari Allah Yakub.

Suatu peringatan yang ditetapkan bagi suku Yusuf,*
ketika Allah maju melawan tanah Mesir.

Kini kudengar firman Tuhan, yang belum pernah kudengar,*
"Aku telah mengambil beban dari pundak umatKu.

Tangan dan pundaknya telah bebas dari kerja paksa,*
engkau berseru dalam kesesakanmu, hai umatKu, maka Aku membebaskan dikau.

Dari dalam awan mengguntur Aku menjawab engkau,*
Aku telah menguji engkau pada wahah Meriba.

Maka dengarlah, hai umatKu, Aku hendak memperingatkan dikau,*
hai Israel, mudah-mudahan engkau mendengarkan Daku.

Jangan di antaramu terdapat Allah yang lain,*
jangan menyembah dewa asing.

Sebab Akulah Tuhan, Allahmu,+
yang menuntun engkau ke luar dari tanah Mesir,*
dan mengenyangkan dikau dalam kelaparan.

Tetapi umatKu tidak mendengarkan suaraKu,*
dan Israel tidak taat kepadaKu.

Maka Kubiarkan mereka dalam ketegaran hatinya,*
dan mereka berbuat menurut rencananya sendiri.

Ah, sekiranya umatKu mendengarkan Daku,*
sekiranya Israel menempuh jalan-jalanKu.

Maka musuh mereka segera Kutundukkan,*
dan terhadap para lawannya Kukepalkan tinjuKu.

Maka musuh Israel akan tunduk menyembah,*
itulah nasibnya untuk selama-lamanya.

Maka umatKu akan Kuberi makan sari gandum,*
dan Kupuaskan dengan madu kuat".

Antifon 3Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita.

Bacaan Singkat (Rom 14,17-19)

Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan suka-cita dalam Roh kudus. Karena barang siapa melayani Kristus dengan cara ini, ia dicintai Allah dan dihormati manusia. Sebab itu marilah kita mengusahakan damai sejahtera dan saling membangun.

Lagu Singkat

℣.Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.℟.Pagi.℣.Sebab Engkau telah menjadi penolongku.℟.Aku mengingat Engkau.℣.Kemuliaan.℟.Pagi.

Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, Bapa kita, yang melindungi anak-anakNya dan tidak menolak permintaan mereka. Marilah kita semua dengan rendah hati memanjatkan doa kepadaNya dan berkata:

℟. Terangilah hati kami, ya Tuhan.

Syukur padaMu, Tuhan, sebab Engkau telah menerangi kami dengan perantaraan PuteraMu,* semoga kami sepanjang hari disinari cahayaMu. ℟.

Semoga kebijaksanaanMu membimbing kami hari ini, ya Tuhan,* supaya kami menjalani hidup yang baru. ℟.

Semoga kami dengan tabah hati menanggung kesukaran demi Engkau,* agar kami tetap mengabdi Engkau dengan besar hati. ℟.

Arahkanlah pada hari ini pikiran, perasaan dan perbuatan kami kepadamu,* supaya kami menyerahkan diri dengan rela hati kepada bimbinganMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah cahaya sejati dan pencipta terang. Semoga kami tekun merenungkan karya penyelamatanMu dan selalu hidup dalam terang cahayaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Kamis XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Gal 5, 13-14)

Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Ayat Singkat

℣.Ya Tuhan, aku berlari di jalan perintah-perintah-Mu.℟.Sebab Engkau melapangkan hatiku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Kamis XXXIV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Mazmur 118 (119),65-72

Engkau telah berbuat baik terhadap hambaMu,*
sesuai dengan firmanMu, ya Tuhan.

Maka ajarkanlah kebijaksanaan dan pengertian kepadaku,*
sebab aku berharap akan perintahMu.

Sebelum aku disiksa, aku tersesat,*
tetapi sekarang aku berpegang pada aturanMu.

Engkau baik, dan baiklah karyaMu,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku.

Orang sombong memfitnah aku,*
tetapi aku dengan segenap hati berpegang pada titahMu.

Hati mereka tegar dan tanpa perasaan,*
tetapi kesukaanku ialah hukumMu.

Baiklah bagiku, bila aku disiksa,*
dengan demikian aku belajar memahami ketetapanMu.

Hukum dari mulutMu sangat berharga bagiku,*
melebihi ribuan keping perak dan emas.

Antifon 1HukumMu sangat berharga melebihi ribuan keping perak dan emas.

Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Mazmur 55 (56),2-7b.9-14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,*
selalu mereka memerangi dan menindas aku.

Seteruku selalu menganiaya aku,*
mereka menyerbu aku dengan hebat.

Waktu aku ketakutan,*
aku percaya padaMu, ya Allah mahatinggi.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Sepanjang hari mereka memutarbalikkan perkataanku,*
dan bertekad mencelakakan daku.

Bersama-sama mereka mengintip, ingin mencabut nyawaku,*
mereka mengamat-amati segala langkahku.

Hidupku penuh sengsara, Engkau kan tahu,+
segala air mataku Kauingat senantiasa,*
semuanya itu Kauperhatikan.

Maka musuh akan mundur, bila aku berseru,*
aku yakin, Allah di pihakku.

Pada Allah yang firmanNya kupuji,+
pada Allah aku percaya dan tidak takut,*
apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Janjiku kepadaMu, ya Allah, akan kutepati,*
dengan mempersembahkan kurban pujian.

Sebab Engkau meluputkan daku dari maut,*
dan menjaga jangan sampai aku tersandung.

Maka aku terus hidup di hadapan hadirat Allah,*
dalam cahaya yang menerangi orang hidup.

Antifon 2Pada Allah aku percaya dan tidak takut, apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Mazmur 56 (57)

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang mahatinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Antifon 3Besarlah kasihMu, ya Tuhan, setinggi langit.

Bacaan singkat Gal 5,22.23a.25

Hasil buah Roh ialah: kasih, sukacita dan damai sejahtera, kesabaran, kemurahan dan kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan pengusaan diri. Jikalau kita hidup oleh Roh, hendaklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.

℣.Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu, ya Tuhan,℟.Semoga kebaikanMu menuntun daku di jalan yang rata.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Kamis XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 5, 22. 23a. 25)

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Ayat Singkat

℣.Beritahukanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan yang harus kutempuh.℟.Kiranya Roh-Mu yang baik menuntun aku di tanah yang rata.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Kamis XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.

Mazmur 71 (72) - I

Ya Allah, berikanlah hukumMu kepada raja,*
dan anugerahkanlah keadilanMu kepadanya.

Semoga ia memerintah umatMu sesuai dengan hukum,*
dan para hambaMu yang miskin dengan adil.

Hendaknya gunung-gunungpun menghasilkan kemakmuran umat,*
dan bukit-bukit melimpahkan kesejahteraan.

Semoga baginda membela hak rakyat jelata,*
menolong kaum miskin dan menghancurkan para penindas.

Semoga panjang usia baginda seperti matahari,*
turun-temurun selama bulan beredar.

Semoga baginda bagaikan embun di atas padang rumput,*
bagaikan hujan yang menggenangi bumi.

Keadilan akan berkembang dalam zamannya,*
dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.

Ia akan memerintah dari laut ke laut,*
dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.

Para penguasa akan berlutut di depannya,*
dan musuh-musuhnya meniarap menjilat debu.

Raja-raja dari Tarsis dan dari pantai yang jauh,+
akan datang membawa persembahan,*
raja-raja Arabia dan Etiopia membayar upeti.

Semua raja sujud menyembah,*
dan segala bangsa menjadi hamba baginda.

Antifon 1Engkau Kujadikan cahaya bagi sekalian bangsa, agar keselamatanKu sampai ke ujung bumi.

Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Mazmur 71 (72) - II

Ya Allah, rajaMu membebaskan orang miskin yang berseru,*
ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.

Ia sayang kepada kaum papa dan miskin,*
dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.

Ia melepaskan mereka dari penindasan dan kekerasan,*
sebab hidup mereka sangat bernilai baginya.

Hiduplah raja! Semoga dipersembahkan emas kepadanya,*
semoga ia tetap didoakan dan dimohonkan berkat.

Semoga negerinya berlimpahkan panenan sampai di gunung,*
semoga penduduk kotanya sebanyak rumput di padang.

Semoga ia hidup selama-lamanya,*
dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.

Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya,*
dan memuji baginda bahagia.

Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,*
hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.

Terpujilah namaNya yang mulia selama-lamanya,*
seluruh bumi penuh kemuliaanNya.

Antifon 2Tuhan menyelamatkan kaum papa dan miskin, Ia melepaskan mereka dari penindasan.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Antifon 3Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Bacaan singkat 1Ptr 1,22-23

Kamu telah menyucikan dirimu karena taat kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas. Hendaklah kamu sungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hati. Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, melainkan dari benih yan baka, yaitu sabda Allah yang hidup dan kekal.

Lagu Singkat

℣.Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.℟.Tuhanlah.℣.Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.℟.Aku takkan berkekurangan.℣.Kemuliaan.℟.Tuhanlah.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Tuhan dan penyelamat kita melimpahi umatNya dengan segala berkat rohani. Marilah kita mengarahkan hati kepadaNya dan berdoa:

℟. Berkatilah umatMu, ya Tuhan.

Allah yang maharahim, lindungilah paus kami bapa... dan uskup kami bapa...* dan anugerahilah mereka kesehatan dan kebijaksanaan demi kepentingan Gereja. ℟.

Lindungilah tanah air kami dengan murah hati, ya Tuhan,* dan bebaskanlah kami dari segala malapetaka. ℟.

Undanglah banyak pemuda untuk mengikuti panggilanMu,* semoga mereka berani meninggalkan segala sesuatu demi kerajaan Allah. ℟.

Peliharalah pemudi-pemudi yang bertekad hidup sebagai perawan,* supaya mereka dapat mengikuti Engkau, Anakdomba Allah. ℟.

Semoga orang-orang mati beristirahat dalam damai abadi,* dan kami semakin erat bersatu dengan mereka dalam iman. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, kami memuji Engkau dalam ibadat sore ini. Semoga kami setia mengindahkan perintahMu dan tekun merenungkan sabdaMu, supaya pantas melihat cahaya kehidupan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Kamis XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat 1Tes 5,23

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Beato Yakobus Alberione

Pengaku Iman · 1884-1971

Yakobus (Giacomo) Alberione lahir pada tanggal 4 April 1884, di San Lorenzo, Fossano (Cuneo), Italia. Ia adalah anak keempat dari enam orang bersaudara, putera-putri pasangan petani yang bersahaja, Michael dan Teresa Alberione. Pada usia enam belas, Yakobus mampu masuk Seminari Alba, atas bantuan finansial dari seorang pamannya yang juga bernama Yakobus. Bersama ayahnya, Yakobus berangkat ke seminari dengan mengendarai gerobak sapi. Kepala Seminari Alba saat itu adalah "Venerabilis" Francesco Chiesa.

Pada malam tanggal 31 Desember 1900, malam peralihan dari abad -19 ke abad- 20, Yakobus berdoa selama lima jam dihadapan Sakramen Mahakudus dan merenungkan masa depan, dan mendapat panggilan Tuhan untuk berkarya bagi masyarakat di milenium baru.

Alberione ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 29 Juni 1907 pada hari Pesta Santo Petrus dan Paulus. Ia kemudian mendapat tugas sebagai pastor paroki di Narzole di Sebelah selatan Torino. Ia menjalankan tugas pastoralnya dengan penuh pengabdian sembari melanjutkan studi Teologi. Studinya selesai pada tahun 1908 dan ia pun menerima gelar doktor dalam bidang Teologi. Pada tahun itu juga Yakobus Alberione ditunjuk sebagai pembimbing rohani para seminaris di Seminari Alba.

Pada tanggal 20 Agustus 1914 Yakobus Alberione mendirikan kongregasi religiusnya yang pertama yang bernama “Society of Saint Paul”. Setahun kemudian, tepatnya pada 15 Juni 1915, ia mendirikan Konggregasi Suster “Putri Putri Santo Paulus” bersama Venerabilis Mother Tecla Merlo.

Yakobus Alberione total mendirikan sepuluh kongregasi religius, Institusi Rohani, dan Serikat Persaudaraan awam. Kongregasi-kongregasi yang didirikannya berkarya dalam berbagai karya sosial dan menerapkan penggunaan teknologi media modern dan menerbitkan materi-materi rohani untuk menyebarkan firman Tuhan.

Beberapa Konggregasi dan Institusi yang didirikannya :

The Association of Pauline Cooperators è Didirikan pada tahun 1918.

The Pious Disciples of the Divine Master (PDDM)
Didirikan pada tahun 1924 bersama “Servant of God” Mother Maria Scolastica Rivata, sebuah komunitas Kontemplatif bagian dari Pauline Family yang para anggotanya secara khusus mendedikasikan diri dalam Adorasi kepada Sakramen Mahakudus, dan pelayanan dalam upacara-upacara Liturgi.

The Sisters of Jesus the Good Shepherd (juga dikenal sebagai : The "Pastorelle")
Didirikan pada tahun 1938 dan berkarya dalam berbagai aktivitas Sosial di Paroki dan melayani pendidikan Rohani.

The Sisters of Mary Queen of Apostles
Didirikan pada tahun 1957. Para Suster kongregasi ini bekerja dan berdoa untuk panggilan dalam “Pauline Family” dan Kehidupan Rohani.

The Institute of St. Gabriel the Archangel
Institusi Kerasulan awam untuk Kaum Pria bagian dari The Pauline Family. Didirikan pada tahun 1958.

The Institute of Mary of the Annunciation
Institusi Kerasulan Awam untuk Kaum Pria bagian dari “The Pauline Family”. Didirikan pada tahun 1958

The Institute of Jesus the Priest
Institusi imam-imam Diosesan yang mengadopsi spiritualitas “Pauline” dalam karya kerasulan mereka. Didirikan pada tahun 1959.

The Institute of the Holy Family
Institusi bagi para Keluarga Katolik. Didirikan pada tahun 1960.

Dalam Konsili Vatican II yang berlangsung pada 11 Oktober 1962 sampai 8 Desember 1965, Yakobus Alberione bertugas sebagai “Peritus” (ahli teologi), dan berpartisipasi dalam berbagai sesi tertutup di mana pasal-pasal keputusan Konsili di rumuskan.

Yakobus Alberione tutup usia karena sebab alami pada tanggal 26 November 1971 di Biara Konggregasi nya di Roma. Dia menerima kunjungan pribadi dari Paus Paulus VI satu jam sebelum ia jiwanya yang kudus kembali ke pangkuan Bapa di Surga. Jenasahnya dimakamkan di katakombe Basilika Santa Maria Ratu para Rasul di Roma.

Yakobus Alberione Beatifikasi oleh Paus Yohannes Paulus II pada tanggal 25 Juni 1996.(qq)

Arti nama

Berasal dari bahasa Latin : Iacomus; yang diturunkan dari bahasa Yunani Ιακωβος (Iakobos). Asli nya berasal dari nama Ibrani יַעֲקֹב (Ya'aqov) yang berarti : Pemegang Tumit / Pengganti (Kej 25:26)

Santo Konradus dari Konstanz

Uskup dan Pengaku Iman · wafat ± 975

Santo Konradus berasal dari keluarga bangsawan Welf yang sangat berpengaruh. Ia adalah putra kedua Count Heinrich Von Altdorf. Setelah menempuh pendidikan di sekolah katedral di Constance, Konradus diangkat sebagai pengawas Katedral Constance lalu diangkat menjadi Uskup Constance pada tahun 934.

Sebagai uskup, Konradus membimbing para imam dan umatnya melalui teladan dan ajaran. Ia sungguh-sungguh seorang gembala yang rajin. Banyak rumah khusus untuk kaum miskin, orang sakit dan para peziarah didirikan oleh Konradus. Selain itu, ia juga membangun banyak gereja baru dan melayani sesama manusia tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah, demi keselamatan jiwa umatnya.

Uskup Konradus menjadi sahabat dan pembimbing rohani bagi Kaisar Otto I (Otto yang Agung, Otto the Great, Otto der Große (Jerman), Ottone il Grande (Italian), Raja Jerman sejak tahun 936 dan Kaisar Kekaisaran Romawi Suci sejak tahun 962 sampai tahun 973). Ia juga pernah menjadi pembimbing Rohani bagi Ibunda Raja Otto I, Ibu Suri Santa Mathilda. Uskup yang kudus ini juga dipercaya menemani Raja Otto I dalam perjalanan ke Roma Italia pada tahun 962. Di Roma, Kaisar Otto dimahkotai oleh Paus Yohanes XII sebagai Romanorum Imperator.

Legenda populer tentang uskup Konradus menuturkan; Ketika sedang merayakan Ekaristi, saat komuni, Konradus menyantap hosti kudus dengan khidmat. Kemudian ia mengangkat piala namun tiba-tiba ia terhenti dan tertegun mengamati piala. Dalam piala berisi anggur itu terdapat seekor laba-laba besar yang amat berbisa. Tetapi beberapa saat kemudian, Konradus meminum Darah Kristus sampai tuntas.
Dalam telinganya nyaring terngiang-ngiang sabda Jesus ketika mengutus para rasul supaya mewartakan Kabar Gembira ke penjuru bumi : “Sekalipun kamu meminum racun, namun kamu tak akan mendapat celaka.”

Konradus tercatat melakukan tiga perjalanan ziarah ke Yerusalem. Ia tutup usia dengan tenang di Konstanz pada tahun 975.

Arti nama

Konradus berasal dari element kata Jermanik; kuoni = "berani" dan rad = "nasihat".

Santo Leonardus Porto Morizio

Pengaku Iman

Leonardus lahir di Porto Morizio, Italia pada tanggal 20 Desember 1676. Pada umur 13 tahun, ia dipanggil ke Roma oleh Agustinus, pamannya untuk dididik di kolese Yesuit yang dipimpin oleh Santo Philipus Neri. Pamannya menginginkan dia menjadi dokter, namun ia dengan tegas menolaknya. Oleh karena itu ia tidak lagi diakui oleh pamannya. Sejak itu ia mengatur hidupnya sendiri di Roma tanpa bantuan pamannya.

Pada tahun 1697, ia diterima dalam Tarekat Fransiskan di biara Rifomalla di Ponticelli. Oleh pimpinan Ordo ia kemudian dikirim belajar di Universitas Roma. Di Universitas Bonaventura inilah ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1703. Bersama dengan beberapa rekannya, ia mengambil alih sebuah biara di Florence pada tahun 1709. Di bawah bimbingannya, biara ini kemudian menjadi pusat karya misi di Tuscany. Dari biara inilah, ia berkeliling ke berbagai tempat untuk berkotbah dan mengajar umat, teristimewa umat sederhana dari golongan rakyat jelata.

Leonardus dikenal sebagai seorang misionaris Fransiskan yang rajin dan tekun dalam tugasnya mewartakan Injil. Ia mengelilingi seluruh Italia untuk berkotbah. Dengan gayanya yang lucu, ia mengemukakan prinsip misionernya sebagai berikut: "Berkotbah kepada orang lain harus dimulai dan diselingi dengan berkotbah kepada diri sendiri" Leo menghayati semangat hidup miskin dan sederhana yang tinggi sehingga banyak orang terpikat padanya.

Salah satu keistimewaannya yang membuat dia dikenal hingga sekarang ialah kesukaannya merenungkan peristiwa Sengsara Yesus. Ia mengabdikan devosinya ini dan menjadikannya milik semua umat Katolik dengan merintis kebaktian "Jalan Salib" lengkap dengan 14 stasinya seperti yang kita kenal sekarang. Untuk mengumatkan devosi itu, ia mendirikan 'Jalan Salib Kristus' di berbagai tempat, termasuk di Colosseum, tempat pembantaian dan gelanggang sengsara orang-orang Kristen pertama di Roma. Tentang kebaktian Jalan Salib ini, ia berkata: "Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia dan berguna bagi pengudusan diri kita daripada merenungkan peristiwa sengsara “Kristus.” Selain devosi itu, ia juga menjadi perintis devosi kepada Hati Yesus yang Mahakudus dan devosi kepada Bunda Maria.

Sampai usia tuanya ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan jiwa-jiwa dengan doa-doa pribadi dan perayaan Misa Kudus setiap hari. Pada tahun 1744 ia diutus Paus ke pulau Corsica untuk menenteramkan suasana pertikaian antar umat di sana. Namun sayang bahwa usahanya ini kurang berhasil. Dalam keadaan payah ia kembali ke Roma, dan tak lama kemudian ia meninggal dunia di biara Santo Bonaventura pada tanggal 26 Nopember 1751. Pada tahun 1867 ia dinyatakan sebagai 'santo'.

Santo Sarbel Maklouf

Pengaku Iman

Seorang gadis dan seorang biarawati dengan mata terbelalak memandang ke arah dinding batu karang yang terletak di hadapan mereka. Mereka heran karena melihat bahwa batu (nisan) itu mengeluarkan peluh. Tetesan-tetesan air keluar dari permukaannya. Seperti kena hipnose, gadis itu mengulurkan dan menempelkan tangannya yang lumpuh itu pada batu itu. Sementara itu biarawati itu pun merasa tegang seluruh tubuhnya. Gadis lumpuh yang gemetaran itu, lalu terjatuh di pangkuan biarawati yang sedang tegang itu. Ketika gadis itu siuman lagi, ia merasa sudah terbebas dari penyakit lumpuh yang telah dideritanya selama 14 tahun. Bekas-bekas kelumpuhan pun tidak kelihatan lagi. Sekarang ia telah bersuami dan tinggal di Libanon.

Batu (nisan) yang bertuliskan huruf-huruf Arab itu mengingatkan penduduk setempat akan suatu peristiwa penyembuhan yang terjadi di situ pada tahun 1951. Batu itu adalah batu kubur Sarbel Maklouf, seorang rahib Gereja Maronit Libanon, yang dijuluki "Bapa Kami" oleh orang-orang Libanon, baik Kristen maupun Islam.

Pada tahun 1822, para rahib Maronit di Libanon membangun biara Maron d'Annaya, yang terletak di pegunungan Libanon. Tigapuluh tahun setelah biara itu berdiri, datanglah ke biara itu seorang pemuda sederhana dan miskin dengan pakaian yang tak teratur. Pemuda itulah Sarbel Maklouf. Semula Sarbel adalah petani dan gembala miskin di pegunungan Libanon. Menginjak usia 23 tahun, ia meninggalkan desanya, lalu melangkahkan kakinya ke daerah pegunungan Annaya menuju sebuah biara yang ada di sana. Ia diterima masuk biara itu untuk selamanya. Di sana ia belajar teologi dan giat membantu di paroki. Dalam waktu relatif singkat Sarbel segera terkenal di antara kaum Badui, petani-petani miskin di pegunungan, orang-orang Kristen dan kaum Muslim. Ia selalu menolong mereka yang menderita dan menghibur orang-orang yang bersusah. Pengetahuannya sangat luas tentang rempah-rempah dan aneka jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat. Sesuatu yang luar biasa tidak tampak pada dirinya. Demikian juga setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1859, ia tetap seorang rahib yang rendah hati, sederhana dan rajin membantu siapa saja yang meminta bantuannya.

Duapuluh tiga tahun terakhir hidupnya, ia bertapa di puncak gunung Annaya, dekat dengan biaranya. Dalam biliknya yang sempit, Pastor Sarbel kusuk berdoa sampai larut malam. Pada waktu subuh ia sudah bangun untuk berdoa sebelum merayakan Misa Kudus. Ia selalu sendirian dan bekerja keras di kebun. Ia hanya makan sekali sehari dan itu pun tidak sampai kenyang. Sehari-harinya pertapa ini tidak banyak bicara. Dengan selembar kain yang membelit tubuhnya ia melawan panas dan dinginnya udara yang tidak kenal kompromi. Suatu hari halilintar menyambar kapelnya dan mengoyakkan jubah yang sedang dikenakannya. Namun aneh bahwa Sarbel yang sedang berdoa itu tidak terkena sedikit pun dan terus berdoa dengan tenang. Di tempat pertapaannya itu, Pastor Sarbel menghembuskan nafasnya terakhir pada tanggal 16 Desember 1898. Jenazahnya diletakkan di atas dua lembar papan dan dimasukkan ke dalam lobang yang dipahat pada batu karang.

Sehabis penguburan Pastor Sarbel, orang-orang Badui menyaksikan suatu peristiwa ajaib yang membingungkan mereka: dari makam Sarbel itu terpancarlah berkas-berkas cahaya biru selama 45 hari penuh setelah penguburannya. Hal ini pun dilihat oleh rekan imamnya yang lain: Pastor Elie Abi-Ramia yang berusia 97 tahun dan satu-satunya imam Maronit yang masih hidup di antara biarawan-biarawan yang tinggal bersama Sarbel dibiara Santo Maron d'Annaya. Ia juga hadir pada upacara penguburan Sarbel Maklouf rekannya pada tahun 1898. Tentang Sarbel, ia berkomentar: "Sarbel Maklouf semasa hidupnya dikenal sangat sederhana, rajin dan menaruh perhatian besar kepada orang-orang miskin dan bersusah. Tidak ada sesuatu keistimewaan yang luar biasa pada dirinya. Yang tampak menonjol ialah bahwa ia rajin berdoa dan tekun memperhatikan orang-orang miskin."

Tahun-tahun berikutnya makam itu menjadi tempat ziarah yang ramai dikunjungi. Di sana terjadi mujizat penyembuhan berbagai jenis penyakit. Berpuluh-puluh tahun kemudian, setelah menyaksikan berbagai mujizat penyembuhan di makam itu, makam Sarbel menarik perhatian Vatikan untuk turun tangan menyelidikinya.

Atas perintah Vatikan, jenazah rahib saleh itu dikeluarkan kembali dari makamnya untuk diselidiki kebenaranriya. Vatikan mengirim dokter-dokter ahli dan para sarjana dari berbagai disiplin ilmu untuk menyelidiki makam dan jenazah Sarbel dan berbagai penyembuhan yang terjadi di makamnya. Makam itu, yang berbentuk sebuah lobang pahatan di dalam batu karang dan ditutup dengan batu itu, disegel dan dipasangi pintu besi yang berjeruji. Kunci pintu makam itu disimpan oleh ketua panitia internasional yang beranggotakan dokter-dokter ahli dan para sarjana itu. Mereka, bersama rekan-rekan Sarbel yang tinggal di biara Maron d'Annaya, heran menyaksikan bahwa meskipun sudah 68 tahun wafat dan dikuburkan, jenazah Sarbel masih dalam keadaan utuh.

Mereka terus menyelidiki kalau-kalau batu makam tersebut mengandung zat-zat kimia yang mempunyai daya pengawet. Tetapi penyelidikan itu tidak menemukan hal itu. Maka selama 6 tahun, jenazah Sarbel Maklouf dimasukkan kembali ke dalam sebuah lobang dalam batu karang untuk melihat apakah jenazah itu masih tetap mengeluarkan peluh keringat. Karena peluh itu tetap mengalir, jenazah Sarbel dikeluarkan lagi dan dijemur selama tujuh bulan. Akibat penjemuran itu, warna kulit Sarbel menjadi sawo matang dan kulitnya mengerut, sambil tetap mengeluarkan peluh sampai tahun 1927.

Dalam penyelidikan selanjutnya terjadi hal-hal baru yang mengherankan para dokter: ketika jenazah itu diiris sedikit dengan pisau keluarlah darah. Memang warna darah itu hitam, namun anehnya bahwa darah itu terus mengalir keluar seperti orang yang masih hidup. Contoh darah ini dengan bukti-bukti lain yang tak terhitung jumlahnya disimpan di dalam sebuah lemari kaca yang disegel. Sementara itu lembaga-lembaga di Italia, Prancis dan Jerman terus menyelidiki darah itu di laboratorium-laboratorium terkenal. Hasil analisa-analisa itu dikirim ke Vatikan.

Setelah melewati berbagai penyelidikan yang mutakhir, akhirnya Sarbel dinyatakan sebagai 'kudus' oleh Paus Paulus VI (1963-1978) pada tanggal 5 Desember 1965 di basilik Santo Petrus Roma. Hingga sekarang bekas tempat tinggal dan makam Sarbel Maklouf menjadi tempat ziarah terkenal di Libanon, yang dikunjungi banyak orang dari berbagai penjuru dunia, baik Kristen maupun Islam dan Yahudi, terlebih orang-orang Badui setempat.

Tentang mujizat penyembuhan di makam Sarbel Maklouf, Pater Joseph Ejail, seorang imam dari biara Maron d'Annaya yang menguasai tiga bahasa asing dan mengajar di sekolah-sekolah Libanon, memberikan kesaksian pandangan mata berikut: "Di muka makam itu duduk sepasang suami-isteri dari Syria. Mereka orang Islam. Di samping mereka, berbaring anak lelaki mereka berumur 6 tahun di atas sebuah usungan. Oleh dokter-dokter, anak lelaki itu dikatakan tidak bisa sembuh lagi dari kelumpuhannya. Kira-kira setelah sejam mereka berdoa di makam itu, Bapa anak itu menyaksikan peristiwa ajaib kesembuhan anaknya. Anaknya yang lumpuh sejak kecil itu sekonyong-konyong bangkit dan berjalan tegak. Bapa itu langsung jatuh pingsan melihat peristiwa ajaib itu. Demikian juga isterinya; ia tak berdaya karena lemas seluruh badannya. Setelah siuman dan kuat kembali, ia membimbing keluar anak dan isterinya yang lemas itu", demikian kisah pandangan mata Pater Joseph Ejail untuk menguatkan mujizat-mujizat penyembuhan yang terjadi di makam Santo Sarbel Maklouf.

Santo Silvester Gozzolini

Abbas dan Pengaku iman · 1177-1267

Silvester lahir di Osimo, Italia pada tahun 1177 dari sebuah keluarga bangsawan kaya raya. Pada masa mudanya ia belajar ilmu hukum di Bologna dan Padua sampai selesai dan menjadi seorang ahli hukum di kota asalnya. Namun kemudian ia melepaskan jabatannya itu dan menekuni bidang teologi untuk menjadi imam di Osimo. Kemudian ia meninggalkan semua miliknya dan keramaian kota untuk menjalani kehidupan sebagai seorang pertapa yang miskin di Grotta (gua) Fucile.

Dari Fucile, ia pindah ke sebuah biara pertapaan di Monte Fano, Italia. Di sana jugalah ia kemudian pada tahun 1231 mendirikan sebuah biara pertapaan untuk menghimpun semua orang yang menjadi muridnya. Persaudaraan religius mereka terkenal dengan nama 'Ordo Santo Silvester'. Mereka menghayati suatu cara hidup yang keras di bawah panduan aturan-aturan Santo Benediktus, tanpa pernah secara resmi menjadi cabang dari salah satu Ordo Benediktin. Di bawah pimpinan Silvester sendiri selama 36 tahun, Ordo Silvestrin ini berkembang sangat pesat. Selama itu ia berhasil mendirikan 25 buah biara di Italia. Ia wafat pada tanggal 26 Nopember 1261 dalam usia 90 tahun, dan dinyatakan 'kudus' oleh Paus Klemens VIII (1592-1605) pada tahun 1598.

Santo Yohanes Berchmans

Pengaku Iman · 1599-1621

Yohanes Berchmans lahir di kota Diest, Belgia Tengah pada tanggal 13 Maret 1599. Ayahnya yang tukang kayu itu bercita-cita agar Berchmans kelak menjadi orang yang berpangkat tinggi dan masyhur namanya. Dalam sikapnya yang tenang laksana air jernih tak beriak, Berchmans bercita-cita menuntut ilmu setinggi-tingginya. Ia mendapat pelajaran bahasa Latin dari Peter Emerich. Imam ini sering mengajaknya ke biara dan pastoran. Pengalaman inilah yang mempengaruhi cita-citanya di kemudian hari yaitu menjadi seorang imam. Tetapi karena perusahaan ayahnya, mengalami kemunduran hebat dan ibunya sakit keras, ia dipanggil pulang ke rumah agar bisa membantu ayahnya dalam memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Ayahnya memutuskan untuk menghentikan studinya.

Mendengar keputusan ayahnya, ia diam tertegun sambil merenungkan nasibnya di kemudian hari. Ia lalu memutuskan untuk melanjutkan studinya atas tanggungan pribadi dan berjanji untuk makan roti kering saja dan hidup sederhana, asal cita-citanya tercapai. Ayahnya mengalah. Sambil mengikuti pelajaran di sebuah kolese umum, ia bekerja sebagai pelayan di gereja Katedral untuk memperoleh nafkahnya. Berkat kecerdasan serta kemauannya yang keras, ia selalu lulus dalam ujian dengan nilai yang gemilang. Ia bahkan selalu menjadi juara kelas. Teman-temannya sangat baik dan sayang padanya karena tabiatnya yang tenang dan periang. Kegemarannya adalah menjadi pelakon dalam setiap drama yang di pertunjukkan sekolah.

Ketika menginjak tahun terakhir studinya yaitu tahun retorika, ia pindah ke Kolese Yesuit di Malines pada tahun 1615. Hal yang menarik dia ke sana ialah semangat perjuangan dan kemartiran para misionaris Yesuit di Inggris. Tahun 1616, setelah mengalahkan ketegaran hati ayahnya, ia masuk novisiat Yesuit dan setahun kemudian ia dikirim ke Roma untuk melanjutkan studinya di sana. Dari sana ia mengirim surat kepada orang-tuanya: "Dengan rendah hati, aku berdoa untuk ayah dan ibu. Dan dengan segenap kasih-sayangku dan cintaku . . . saya ucapkan 'selamat datang dan selamat tinggal' kepada kalian, karena kalian mempersembahkan kembali aku puteramu, kepada Tuhan. Dia yang telah memberikan aku kepada kalian."

Sebagai novis, Berchmans sangat mengagumkan. Hidup asketik dan tulisan-tulisan rohaninya sangat mendalam, sempurna, seperti tampak di dalam kalimat: "Menabung banyak harta dalam bejana yang kecil." Sekali peristiwa ia membaca riwayat hidup Santo Aloysius. Pedoman yang diambilnya dari Aloysius ialah: "Jika saya tidak jadi orang suci di masa mudaku, maka tak pernah saya akan menjadi demikian." Tuhan memberinya waktu tiga tahun untuk mencapai apa yang diidamkannya. Dua hari sebelum pesta Santa Maria diangkat ke Surga, yaitu tanggal15 Agustus 1621, ia meninggal dunia dalam usia 22 tahun.

Meskipun dia meninggal dalam usia yang begitu muda, namun ia dinyatakan 'kudus' oleh Gereja karena ia menyempurnakan diri dengan melaksanakan tugas-tugas hariannya dengan sangat baik. Ia berhasil mencapai cita-citanya: menjadi seorang biarawan yang tekun melaksanakan tugas-tugas yang sederhana dengan sempurna penuh tanggung jawab, riang dan senang hati demi cinta akan Tuhan. Berchmans menjadi contoh teladan dan pelindung para pelajar.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari