Doa Katolik
Doa Hari Ini

Senin XXXIV Masa Biasa

Senin, 23 November 2037· Merah · Pekan Psalterium II
23 November 2037

Bacaan Misa

Senin XXXIV Masa Biasa
Bacaan Pertama

Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Mazmur Tanggapan

"Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.
Terpujilah Engkau dalam Bait-Mu yang mulia dan kudus, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.
Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu, Engkau patut dinyanyikan dan ditinggikan selama-lamanya.
Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya dan bersemayam di atas kerub-kerub, Engkau patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.
Terpujilah Engkau di bentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

Bacaan Injil

Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Invitatorium

Senin XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Senin XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Jadilah Dikau penglihatanku, siang dan malam,

Terangilah aku selalu, Roh-Mu tinggal.

Dikau, Bapa abadi, yang agung dan yang terakhir,

Penguasa yang bijak dan benar atas segala yang akan berlalu.

Jadilah Dikau kebijaksanaanku, tongkat dan penopangku,

Bersinarlah menembus kegelapan, berilah terang jalanku!

Jadilah Dikau sumber sejati dari segala yang kunikmati,

Maka, biarlah kesenangan duniawi tak lagi mengganggu.

Jadilah Dikau pelindungku, pedangku dalam pertempuran,

Jadilah Dikau martabatku, Dikau kesenanganku,

Dikau tempat berlindung jiwaku, dan Dikau menara tinggiku,

Maukah Dikau mengangkatku ke surga, ya kuasa dari kuasaku.

Kekayaan tak kuhiraukan, atau pujian kosong manusia,

Dikau warisanku, sekarang dan selalu,

Dikau dan hanya Dikau, tetap yang pertama di hatiku,

Raja surga yang agung, Dikau hartaku.

Raja surga yang agung, kemenanganku telah diraih,

Semoga aku mencapai sukacita surga, ya matahari surga yang cerah!

Hati dari hatiku sendiri, apa pun yang terjadi,

Tetaplah Dikau penglihatanku, ya penguasa segalanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Mazmur 30 (31)

Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.

Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.

Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,

dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.

Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,

benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,

sebab Engkaulah gunung batuku, bentengku.

Demi nama-Mu, pimpinlah dan bimbinglah aku.

Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan,

sebab Engkaulah perlindunganku, ya Tuhan.

Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku.

Engkaulah yang akan menebus aku, ya Tuhan.

Ya Allah kebenaran, Engkau membenci

mereka yang menyembah berhala yang palsu dan kosong.

Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:

biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.

Engkau telah melihat kesengsaraanku

dan memperhatikan kesusahan jiwaku,

tidak menyerahkan aku kepada musuh,

tetapi membebaskan kakiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonCondongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.

Antifon 2Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,

sebab aku dalam kesusahan.

Air mata telah menghabiskan mataku,

tenggorokanku dan hatiku.

Sebab hidupku dihabiskan dengan kesedihan

dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.

Kesengsaraan telah menghancurkan kekuatanku

dan tulang-tulangku merana.

Di hadapan semua musuhku

aku menjadi celaan,

sasaran cemoohan bagi tetanggaku

dan ketakutan bagi teman-temanku.

Mereka yang melihatku di jalan

lari jauh dariku.

Aku seperti orang mati, terlupakan,

seperti barang yang dibuang.

Aku telah mendengar fitnah orang banyak,

ketakutan mengelilingiku,

ketika mereka bersekongkol melawanku,

ketika mereka berencana mengambil nyawaku.

Tetapi adapun aku, aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan,

aku berkata: “Engkaulah Allahku.

Hidupku ada di tangan-Mu, lepaskanlah aku

dari tangan mereka yang membenciku.

Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Antifon 3Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

III
Betapa besarnya kebaikan, ya Tuhan,

yang Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Dikau,

yang Engkau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu

di hadapan manusia.

Engkau menyembunyikan mereka dalam perlindungan hadirat-Mu

dari persekongkolan manusia:

Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu

dari lidah-lidah yang bertengkar.

Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku

keajaiban kasih-Nya

di kota yang berbenteng.

“Aku jauh dari pandangan-Mu,”

kataku dalam ketakutanku.

Namun Engkau mendengar suara permohonanku

ketika aku berseru meminta pertolongan.

Cintailah Tuhan, hai semua orang kudus.

Ia menjaga orang-orang-Nya yang setia

tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya

mereka yang bertindak dengan kesombongan.

Kuatkanlah, biarlah hatimu berani,

hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau telah menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau telah memberikan kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya keselamatan-Mu yang penuh kebaikan di kota abadi.

AntifonTerpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Saat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Bimbinglah aku di jalan kebenaran-Mu dan ajarlah aku.

℟ Sebab Engkaulah Allah penyelamatku.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya
48:12-21; 49:9b-13
Eksodus baru
Demikianlah firman Tuhan:

Dengarkanlah Aku, hai Yakub,
hai Israel, yang telah Ku-namai!
Aku, Akulah yang pertama,
dan Akulah juga yang terakhir.
Ya, tangan-Ku telah meletakkan dasar bumi;
tangan kanan-Ku telah membentangkan langit.
Apabila Aku memanggilnya,
semuanya tampil sekaligus.

Berkumpullah kamu sekalian dan dengarkanlah:
Siapakah di antara kamu yang telah memberitakan hal-hal ini?
Sahabat Tuhan akan melakukan kehendak-Nya
terhadap Babel dan keturunan Kasdim.
Aku sendiri telah berfirman, Aku telah memanggilnya,
Aku telah membawanya, dan jalannya berhasil!
Datanglah mendekat kepada-Ku dan dengarkanlah ini!
Bukan dari permulaan Aku menyatakannya secara rahasia;
Pada waktu itu terjadi, Aku hadir:
“Sekarang Tuhan Allah telah mengutus aku, dan Roh-Nya.”

Demikianlah firman Tuhan, Penebusmu,
Yang Mahakudus dari Israel:
Aku, Tuhan, Allahmu,
mengajar engkau apa yang baik bagimu,
dan menuntun engkau di jalan yang harus engkau tempuh.

Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,
maka kemakmuranmu akan seperti sungai,
dan kebenaranmu seperti gelombang laut;
Keturunanmu akan seperti pasir,
dan mereka yang lahir dari keturunanmu seperti butir-butirnya,
Nama mereka tidak akan pernah terputus
atau terhapus dari hadapan-Ku.

Keluarlah dari Babel, larilah dari Kasdim!
Dengan sorak-sorai beritakanlah ini, maklumkanlah;
Publikasikanlah ke ujung-ujung bumi, dan katakanlah,
“Tuhan telah menebus hamba-Nya Yakub.
Mereka tidak haus
ketika Ia menuntun mereka melalui tanah kering;
Air dari batu karang Ia alirkan bagi mereka;
Ia membelah batu karang, dan air memancar keluar.”

Di sepanjang jalan mereka akan menemukan padang rumput,
di setiap bukit yang gundul akan ada padang rumput mereka.
Mereka tidak akan lapar atau haus,
dan tidak akan disengat angin panas atau matahari;
Sebab Dia yang mengasihani mereka menuntun mereka
dan membimbing mereka di samping mata air.
Aku akan membuat jalan melalui semua gunung-Ku,
dan meratakan jalan raya-Ku.

Lihatlah, sebagian akan datang dari jauh,
yang lain dari utara dan barat,
dan sebagian dari tanah Syene.
Bersorak-sorailah, hai langit, dan bersukacitalah, hai bumi,
pecahlah menjadi nyanyian, hai gunung-gunung.
Sebab Tuhan menghibur umat-Nya
dan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang-Nya yang tertindas.

Responsorium Mazmur 96:11; Yesaya 49:13; Mazmur 72:7

Bersukacitalah, hai langit, dan bergembiralah, hai bumi;
berserulah dengan pujian, hai gunung-gunung.
Sebab Tuhan akan datang.

℟ Ia akan berbelas kasihan kepada orang-orang-Nya yang miskin.
Pada zaman-Nya keadilan akan berkembang dan damai sejahtera akan berlimpah.

℟ Ia akan berbelas kasihan kepada orang-orang-Nya yang miskin.

Bacaan Kedua

Dari Ulasan Santo Ambrosius, Uskup, tentang Lukas
Maria mengunjungi Elisabet
Ketika malaikat menyampaikan pesannya kepada Perawan Maria, ia memberinya tanda untuk memenangkan kepercayaannya. Ia memberitahunya tentang kehamilan seorang wanita tua dan mandul untuk menunjukkan bahwa Allah sanggup melakukan segala yang dikehendaki-Nya.

Ketika mendengar ini, Maria berangkat menuju daerah pegunungan. Ia tidak meragukan firman Allah; ia tidak merasa tidak yakin akan pesan itu atau ragu akan tanda itu. Ia pergi dengan tujuan yang bersemangat, dengan hati nurani yang taat, bergegas karena sukacita.

Dipenuhi oleh Allah, ke mana lagi ia akan bergegas selain ke tempat yang tinggi? Roh Kudus tidak bekerja dengan usaha yang lambat dan melelahkan. Dengan cepat pula, berkat kedatangan-Nya dan kehadiran Tuhan menjadi jelas: segera setelah Elisabet mendengar salam Maria, anak itu melonjak dalam rahimnya, dan ia dipenuhi Roh Kudus.

Perhatikan kontras dan pilihan kata-kata. Elisabet adalah yang pertama mendengar suara Maria, tetapi Yohanes adalah yang pertama menyadari rahmat. Ia mendengar dengan telinga tubuh, tetapi ia melonjak kegirangan atas makna misteri itu. Ia menyadari kehadiran Maria, tetapi ia menyadari kehadiran Tuhan: seorang wanita menyadari kehadiran seorang wanita, sang perintis menyadari janji keselamatan kita. Para wanita berbicara tentang rahmat yang telah mereka terima sementara anak-anak aktif secara rahasia, membuka misteri kasih dengan bantuan ibu-ibu mereka, yang bernubuat oleh roh putra-putra mereka.

Anak itu melonjak dalam rahim; sang ibu dipenuhi Roh Kudus, ia memenuhi ibunya dengan Roh yang sama. Yohanes melonjak untukmu, dan roh Maria bersukacita pada gilirannya. Ketika Yohanes melonjak kegirangan, Elisabet dipenuhi Roh Kudus, tetapi kita tahu bahwa meskipun roh Maria bersukacita, ia tidak perlu dipenuhi Roh Kudus. Putranya, yang melampaui pemahaman kita, aktif dalam ibunya dengan cara yang melampaui pemahaman kita. Elisabet dipenuhi Roh Kudus setelah mengandung Yohanes, sementara Maria dipenuhi Roh Kudus sebelum mengandung Tuhan. Elisabet berkata: Berbahagialah engkau karena engkau telah percaya.

Engkau juga berbahagia karena engkau telah mendengar dan percaya. Jiwa yang percaya mengandung dan melahirkan Sabda Allah serta mengakui karya-karya-Nya.

Biarlah jiwa Maria ada dalam setiap kamu untuk mewartakan kebesaran Tuhan. Biarlah rohnya ada dalam setiap kamu untuk bersukacita dalam Tuhan. Kristus hanya memiliki satu ibu dalam daging, tetapi kita semua melahirkan Kristus dalam iman. Setiap jiwa menerima Sabda Allah jika saja ia tetap suci, tetap murni dan bebas dari dosa, kesopanannya tidak tercemar. Jiwa yang berhasil dalam hal ini mewartakan kebesaran Tuhan, sama seperti jiwa Maria memuliakan Tuhan dan rohnya bersukacita dalam Allah Penyelamatnya. Di tempat lain kita membaca: Muliakanlah Tuhan bersamaku. Tuhan dimuliakan, bukan karena suara manusia dapat menambahkan sesuatu kepada Allah tetapi karena Ia dimuliakan di dalam kita. Kristus adalah gambar Allah, dan jika jiwa melakukan apa yang benar dan kudus, ia memuliakan gambar Allah itu, yang menurut rupa-Nya ia diciptakan dan, dalam memuliakan gambar Allah, jiwa memiliki bagian dalam kebesaran-Nya dan ditinggikan.

Responsorium Lukas 1:45, 46; Mazmur 66:16

Berbahagialah engkau yang telah percaya,
karena janji-janji Tuhan akan digenapi dalam dirimu.
Dan Maria berkata:

℟ Jiwaku memuliakan Tuhan.
Datanglah, dan dengarkanlah,
dan aku akan menceritakan betapa besar hal-hal yang telah Allah capai bagiku.

℟ Jiwaku memuliakan Tuhan.

Te Deum

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;
Engkau adalah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;
Engkau adalah Bapa yang kekal:
Seluruh ciptaan menyembah-Mu.

Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,
Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:
Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,
langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.

Para rasul yang mulia memuji-Mu.
Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.
Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.

Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:
Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,
Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,
dan Roh Kudus, Pembela dan Pembimbing.

Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,
Putra Bapa yang kekal.

Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami
Engkau tidak menolak rahim Perawan.

Engkau mengalahkan sengat maut,
dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.

Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.
Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi Hakim kami.

Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,
yang telah ditebus dengan harga darah-Mu sendiri,
dan bawalah kami bersama para kudus-Mu
ke kemuliaan abadi.

Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Curahkanlah,
kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan,
rahmat-Mu ke dalam hati kami,
agar kami, yang kepadanya Inkarnasi Kristus Putra-Mu
diberitahukan oleh pesan seorang Malaikat,
oleh Sengsara dan Salib-Nya
dibawa kepada kemuliaan Kebangkitan-Nya.
Yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Senin XXXIV Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah.

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari. Amin.

Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*
demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*
bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*
karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*
aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*
di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*
dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+
dengan deru air terjun,*
demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,*
malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:
"Mengapa Engkau melupakan daku,*
mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?"

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*
karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Antifon 1Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Sir 36,1-7.13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*
curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*
agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,*
hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*
bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,*
nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*
kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,*
Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kotaMu yang kudus,*
Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,*
penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.

Antifon 2Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.

Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*
dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+
namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*
dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*
yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*
laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*
dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Antifon 3Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.

Bacaan Singkat (Yer 15,16)

Kudapatkan sabdaMu dan kuresapkan dalam diriku. Maka sabdaMu menjadi kesukaan dan kegembiraan hatiku. Engkau selalu dekat padaku, Tuhan Allah segala kuasa.

Lagu Singkat

℣.Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji.℟.Bersoraklah.℣.Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan.℟.Patutlah orang saleh memuji-muji.℣.Kemuliaan.℟.Bersoraklah.

Antifon KidungTerpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTerpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Doa Permohonan

Penyelamat kita telah mengangkat kita menjadi raja dan imam untuk mempersembahkan kurban rohani yang berkenan kepada Allah. Sebab itu marilah kita dengan penuh syukur berkata:

℟. Semoga kami tetap mengabdi Engkau, ya Tuhan.

Kristus, imam abadi, Engkau telah mengaruniakan imamat suci kepada umatMu,* semoga kami mempersembahkan kurban rohani yang patut bagi Allah. ℟.

Limpahilah kami dengan hasil buah RohMu,* yakni kesabaran, kemurahan hati dan kelembutan hati. ℟.

Semoga kami mencintai Engkau, supaya kami memiliki Engkau,* agar kami dapat memuji Engkau dalam hidup kami. ℟.

Semoga kami mengusahakan yang berguna bagi saudara-saudara kami,* supaya mereka lebih mudah memperoleh keselamatan. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Tuhan, Allah yang mahakuasa, Engkau menghantar kami kepada pagi ini. Selamatkanlah kami dengan kuasaMu, agar pada hari ini kami tidak jatuh ke dalam dosa. Bimbinglah kiranya perkataan kami dan arahkanlah pikiran serta perbuatan kami kepada keadilan dan kejujuran. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Senin XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Ier 31, 33)

Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Ayat Singkat

℣.Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah.℟.Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Senin XXXIV Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
keselamatanMu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*
sebab aku percaya pada firmanMu.

Jangan Kauambil firmanMu yang benar dari mulutku,*
sebab aku berharap pada ketetapanMu.

Selalu aku berpegang kepada hukumMu,*
selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*
sebab aku hanya ingin melakukan kehendakMu.

Aku akan berbicara tentang hukumMu,*
aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturanMu menjadi kesukaanku,*
yang sangat kucintai.

Kepada hukumMu kutadahkan tanganku,*
ketetapanMu kurenungkan.

Antifon 1Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.

Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*
Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*
Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkanNya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*
banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*
yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencanaMu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+
dan sangat mengagumkan,*
tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*
tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*
tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suaraMu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*
maka aku berkata kepadaMu:

"Sesuai dengan firmanMu aku datang,+
untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku,*
kesukaanku ialah hukumMu yang terukir dalam hatiku".

Antifon 2MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.

Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaanMu,*
tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

KesetiaanMu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*
tetapi kebenaran dan pertolonganMu kuwartakan.

Kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan,*
di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahimanMu terhadapku,*
semoga kasih dan kesetiaanMu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*
dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*
sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*
Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*
semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolonganMu,*
berseru: "Agunglah Tuhan".

Sekalipun aku miskin dan malang,*
namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*
Allahku, jangan berlambat.

Antifon 3Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.

Bacaan singkat Yer 32,40

Aku akan mengikat perjanjian abadi dengan umatKu: Aku tidak akan berhenti berbuat baik terhadap mereka. Aku akan menanamkan perasaan takwa dalam hati mereka, sehingga mereka tidak lagi menjauhi Aku.

℣.Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku.℟.Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Senin XXXIV Masa Biasa

Pekan II Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Ez 34, 31)

Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan Allah."

Ayat Singkat

℣.Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.℟.Di padang rumput hijau Ia membaringkan aku.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Senin XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Madah

Allah pencipta semesta
Yang mengatur segalanya
Siang Kauhiasi terang
Malam Kaujadikan tenang.

S'moga istirahat kami
Membuat kuat kembali
Jiwa raga yang tertekan
Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah
Malam mendekatlah sudah
Kami menyanyikan lagu
Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Antifon 1Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.

Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaamu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Antifon 2Pengantin datang, songsonglah dia!

Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Antifon 3Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat (1Tes2,13)

Tak putus-putusnya kami bersyukur kepada Allah. Sebab sabda Allah yang kamu dengar dari kami telah kamu sambut bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian, dan sabda itu bekerja juga dalam dirimu, orang-orang yang percaya.

Lagu Singkat

℣.Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu.℟.Semoga.℣.Seperti asap dupa membubung ke hadiratMu.℟.Tertuju kepadaMu.℣.Kemuliaan.℟.Semoga.

Antifon KidungAku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungAku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Kristus yang mencintai, memelihara dan melindungi Gereja. Hendaklah kia berdoa kepadaNya dengan penuh kepercayaan dan berkata:

℟. Penuhilah keinginan umatMu, ya Tuhan.

Tuhan Yesus, selamatkanlah semua orang,* dan hantarlah mereka kepada pengetahuan akan kebenaran. ℟.

Lindungilah paus kami bapa..., dan uskup kami bapa...* bantulah mereka dengan kekuatanMu. ℟.

Tolonglah semua orang yang mengharapkan gaji yang adil,* agar hidup mereka terjamin dan penuh sukacita. ℟.

Semoga Engkau, ya Tuhan, melindungi orang-orang miskin,* dan menolong mereka dalam kesusahan. ℟.

KepadaMu kami percayakan arwah para rohaniwan-rohaniwati,* supaya mereka dapat memuji Engkau di surga. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, pada hari ini kami Kaukuatkan dalam pekerjaan, meskipun kami ini hambaMu yang tak berguna. Terimalah kiranya kurban pujian yang kami sampaikan untuk mengucap syukur kepadaMu atas segala anugerah yang telah kami terima. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Senin XXXIV Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Beato Mikhael Agustinus Pro

Martir · 1891-1927

Beato Mikhael Agustin Pro SJ dilahirkan di Guadalupe, Meksiko pada tahun 1891. Nama lengkapnya adalah José Ramón Miguel Agustín Pro Juárez. Beliau merupakan seorang martir dari abad keduapuluh yang tewas dalam penganiayaan yang dilakukan oleh pemerintah Meksiko terhadap Gereja yang dimulai pada tahun 1911.

Miguel menjalani masa novisiat di Biara Serikat Yesus pada tahun 1911. Waktu itu ia seorang pemuda berusia duapuluh tahun, murah hati, pemberani serta penuh semangat. Tahun 1914 gelombang penganiayaan dari pemerintah yang anti Gereja semakin hebat hingga para novisiat Jesuit terpaksa diungsikan. Mereka dikirim ke seminari-seminari di luar negeri untuk melanjutkan pendidikan mereka. Frater Pro diungsikan ke Los Gatos, California Amerika Serikat; kemudian pergi melanjutkan studinya di Granada, Spanyol (1915-1919), dan kemudian ke Nikaragua (1919-1922). Mikael kemudian menyelesaikan pendidikan imamnya di Belgia dan ditahbiskan pada tahun 1926.

Semoga Tuhan mengampuni Anda! Semoga Tuhan memberkati Anda! Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah! Dengan sepenuh hati saya mengampuni musuh-musuh saya! ~ Padre Pro-- Sesaat sebelum kemartirannya

Kesehatan imam muda ini tidak begitu baik. Ia sering mengalami sakit perut berkepanjangan. Namun hal ini tidak menyurutkan niatnya untuk pulang dan melayani umat di negara asalnya yang saat itu hidup dalam penindasan. Padre Pro tiba di Mexico pada tanggal 8 Juli 1926. Kepulangannya ke Meksiko merupakan sukacita di satu pihak dan derita di lain pihak. Ia melihat bagaimana rakyat ditindas oleh pemerintah yang seharusnya melayani mereka.

Mexico saat itu dipimpin oleh Presiden Plutarco Elías Calles yang sangat anti Khatolik. Ia memberlakukan peraturan yang disebut “Hukum Calles” yang memberikan hukuman khusus tanpa pengadilan bagi para imam Khatolik yang mengkritik pemerintah (lima tahun penjara); bahkan memenjarakan siapa saja yang mengenakan pakaian klerikal di luar gereja. Banyak Gereja ditutup dan para imam dikejar-kejar dan ditangkap. Biara-biara disegel dan para suster dipaksa untuk meninggalkan kaul mereka dengan menikah. Padre Pro terpaksa melayani Gereja dan umatnya secara sembunyi-sembunyi. Dengan hati-hati ia merayakan Ekaristi secara sembunyi-sembunyi dan melayani sakramen-sakramen lain untuk kelompok-kelompok kecil umat Katolik. Ia juga banyak menulis surat gembala untuk menguatkan iman umat yang sedang dalam penindasan itu. Surat-surat tersebut biasa ditanda-tanganinya dengan nama samaran “Cocol”. Padre Miguel sangat pintar menyamar. Ia menyelinap keluar masuk bangunan dan ruangan dan kehidupan. Ia selalu saja nyaris tertangkap, ketika kemudian tiba-tiba ia menghilang.

Pro dengan tabah dan berani tetap melaksanakan pelayanan imamatnya hingga akhirnya ia tertangkap pada bulan November 1927. Ia kemudian dijatuhi hukuman mati tanpa melalui proses pengadilan. Presiden Calles yang kejam mendokumentasikan dengan cermat proses hukuman mati padre Pro untuk mempublikasikannya pada surat khabar di seluruh Mexico.

Pada tanggal 23 November 1927 Padre Pro digiring dari selnya tempat eksekusi. Sejenak Ia berhenti didekat para tentara anggota regu penembak dan memberkati mereka. Permintaan terakhirnya agar diperbolehkan untuk berlutut dan berdoa dikabulkan; dan ia pun berdoa dengan sangat khusuk. Saat detik-detik eksekusi tiba; Padre Miguel menolak memakai penutup mata. Ia memilih menghadapi para algojo dengan mata terbuka. Padre Pro merentangkan kedua tangannya seperti Kristus saat disalibkan; sebuah salib digenggamnya di satu tangan dan sebuah rosario di tangan lainnya. Dalam posisi ini ia berseru : "Semoga Tuhan mengampuni Anda! Semoga Tuhan memberkati Anda! Tuhan, Engkau tahu bahwa aku tidak bersalah! Dengan sepenuh hati saya mengampuni musuh-musuh saya!". Sesaat sebelum peluru menerjang tubuhnya; Padre Pro kembali berseru dengan lantang : "Viva Cristo Rey!" (Hidup Kristus Raja).........; dan senapan para algojo pun menyalak. Tubuh martir Kristus ini pun rubuh bermandikan darah; namun ia belumlah meninggal dunia. Untuk memastikan kematiannya, seorang algojo lalu menembak dahinya dari jarak dekat.

Presiden Calles melarang upacara pemakaman seperti biasanya bagi Pastor Pro. Ia bahkan mengancam akan menghukum siapa saja yang menghadiri pemakaman imam tersebut. Meskipun begitu, tercatat lebih dari 40.000 orang umat mengikuti prosesi pemakaman Padre Pro dan 20.000 lainnya menunggu di pemakaman. Mereka berdiri sambil berdoa dalam hati, mengucap syukur kepada Tuhan oleh karena hidup dan kesaksian Padre Miguel Agustin Pro.

Pastor Pro dibeatifikasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 September 1988.

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

Arti nama

Mikhael berasal dari nama Ibrani מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti : "Siapakah yang seperti Allah?"

Santa Felisitas dari Roma

Martir · wafat ± 165

Felisitas adalah seorang wanita Kristen bangsawan dari Roma. Ia hidup pada abad kedua. Sesudah suaminya meninggal dunia, Felisitas mengabdi pada Tuhan dengan berdoa dan melakukan karya belas kasihan. Teladan baiknya menghantar banyak orang untuk menjadi Kristen pula.

Hal ini menyebabkan imam-imam kafir amat marah dan melaporkannya kepada Kaisar Antonius Pius. Mereka mengatakan bahwa Felisitas adalah musuh negara oleh sebab ia membuat dewa-dewa murka. Maka, kaisar memerintahkan agar Felisitas ditangkap. Tujuh orang pemuda ditangkap bersamanya. Mereka adalah ketujuh putera Felisitas.

Seperti ibu dalam Kitab Makabe dalam Perjanjian Lama, Felisitas tetap tenang. Gubernur sia-sia saja membujuknya untuk mempersembahkan korban kepada para dewa. Akhirnya Gubernur berseru, “Perempuan celaka! Jika engkau ingin mati, matilah! Tetapi, janganlah engkau membinasakan anak-anakmu pula.”

“Putera-puteraku akan hidup selama-lamanya jika mereka, seperti saya, mengutuk dewa-dewa berhala dan mati bagi Tuhan,” jawab Felisitas. Wanita yang gagah berani ini dipaksa menyaksikan putera-puteranya dihukum mati. Seorang mati dicambuk, dua orang didera dengan tongkat, tiga orang dipenggal kepalanya dan seorang lagi tewas ditenggelamkan. Tujuh orang Martir putera - putera Santa Felisitas yang gagah berani itu adalah :

St.Alexander
St.Vitalis
St.Martialis
St.Januarius
St.Felix
St.Filipus
St.Silvanus

Empat bulan kemudian, Felisitas juga dihukum pancung. Kekuatannya yang luar biasa itu bersumber pada pengharapannya yang besar akan kehidupan kekal kelak bersama Tuhan dan putera-puteranya di surga.

Dapat dikatakan, St. Felisitas wafat dimartir delapan kali, sebab ia harus menyaksikan satu demi satu puteranya wafat dimartir hingga akhirnya ia sendiri mempersembahkan nyawanya juga bagi Yesus.

Arti nama

Kebahagiaan (Latin)

Santo Klemens I

Paus dan Martir · abad ke-1

Klemens lahir di Mont Ceolius, Roma, kira-kira pada tahun 30. Ayahnya, Faustinianus adalah seorang senator Romawi, yang bersahabat baik dengan kaisar-kaisar Roma: Vespasianus, Titus, dan Domisianus. Konon Klemens berdarah Yahudi dan pernah menjadi budak yang kemudian dibebaskan. Sangat sedikit cerita yang mengungkap kehidupannya secara rinci. Yang jelas Klemens adalah Paus ketiga yang menggantikan Santo Petrus sebagai pemimpin Gereja Kristus antara tahun 88-97. Rupanya beliau adalah Klemens yang disebut-sebut oleh Santo Paulus di dalam suratnya kepada Umat di Filipi: ". . Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam perkara Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam Kitab Kehidupan" (Flp 4:3).

Menurut Tertulianus, Klemens ditahbiskan menjadi uskup oleh Santo Petrus sendiri dan tak dapat disangsikan bahwa ia bertemu, bergaul, dan bekerja sama dengan rasul-rasul dalam penyebaran Injil Kristus. Kepemimpinan Klemens atas Gereja Kristus tidak luput dari berbagai penderitaan sebagai partisipasi dalam pemanggulan Salib Kristus. Ia hidup sejaman dan sekota dengan Kaisar Domisianus, penghambat Gereja terkenal. Domisianus inilah yang menyebabkan kesengsaraan Gereja di Roma, dan di daerah-daerah lain yang termasuk di dalam wilayah kekaisaran Romawi.

Di samping kesengsaraan dan rongrongan yang datang dari pihak kekaisaran, kesengsaraan dan rongrongan itu pun ditimbulkan oleh orang-orang Kristen sendiri. Salah satu yang terkenal ialah rongrongan terhadap Gereja yang datang dari beberapa orang serani di Korintus yang tidak mau menerima dan menghormati uskup yang telah ditahbiskan dan diangkat secara sah di sana. Sehubungan dengan peristiwa itu, Klemens menulis sepucuk surat kepada umat di Korintus. Salah satu kutipan surat itu sebagai berikut: "Saudara-saudara... ! Berita tentang kehidupan seranimu sangat buruk dan menyedihkan untuk didengar. Tidaklah layak cara hidup seranimu, bahwa kamu yang terkenal kokoh dalam iman akan Yesus Kristus, melawan imam-imammu yang telah ditahbiskan secara sah untuk melayani kamu, karena hasutan satu-dua orang. Ingatlah akan ajaran Cintakasih Kristus: cintakasih itu tidak terbagi; cintakasih tidak menghidupkan dan menggerakkan keributan dan pertentangan; cintakasih membuat segala sesuatu dalam perdamaian. Jadi kamu yang telah meletakkan dasar pemberontakan itu, tunduklah kepada imam-imam dengan patuh dan terimalah hukuman sebagai tapa.” Surat ini merupakan surat pertama Klemens yang memperlihatkan campur tangan seorang uskup terhadap masalah di keuskupan lain. Isinya menyangkut ajaran mulia perihal rahasia Tuhan dan cinta kasih antara umat. Surat itu diterima baik oleh umat Korintus dan dijadikan bacaan ibadat sebagai surat seorang 'rasul' selama beberapa kali di dalam gereja.

Santo Klemens disebut juga Klemens dari Roma dan dikenal sebagai Bapa Apostolik pertama di dalam Gereja Kristus. Ia ditangkap dan dibuang oleh kaisar Trayanus ke semenanjung Krimia, dan di sana ia meninggal dunia sebagai martir Kristus karena berbagai penderitaan yang dialaminya.

Santo Kolumban

Pengaku Iman · 543-615

Kolumban lahir di Leinster, Irlandia kira-kira pada tahun 547 (buku lain 543). Pada masa mudanya ia mendapat pendidikan yang baik, namun sejenak diselingi dengan taufan keremajaannya, godaan kegilaan gadis-gadis remaja yang jatuh cinta padanya. Untunglah bahwa dalam kegelisahannya itu ia minta nasehat kepada seorang pertapa wanita. Sang pertapa saleh itu menasehati dia agar berani meninggalkan godaan-godaan itu dengan meninggalkan negerinya. Katanya: "Engkau kira engkau dapat dengan leluasa menghindari wanita? Ingatlah peristiwa Adam-Hawa, Samson-Delila serta Daud-Bersyeba! Bahkan si Bijak Salomon pun terperosok oleh wanita!" Nasehat pertapa saleh ini sungguh menyentuh hatinya; lalu ia dengan berani memutuskan untuk segera mengundurkan diri dari dunia ramai dan mencari suatu corak hidup baru, hidup di dalam kesunyian biara yang tertutup dan jauh dari gangguan duniawi.

Mula-mula ia pergi ke sebuah biara di Lough Erne; kemudian ke biara besar di Bangor. Setelah bertahun-tahun menarik diri dari dunia dan berdoa di dalam kesunyian biara, ia bersama dengan 12 orang rekannya pergi ke Gaul, Prancis untuk berkarya di sana sebagai misionaris. Di Gaul mereka disambut dengan baik dan mendapat tempat yang terhormat di dalam hati masyarakat karena kesaksian hidup mereka di berbagai bidang. Mereka hidup berdasarkan disiplin yang keras; kotbah-kotbah mereka sungguh menarik dan menyentuh hati umat; lebih-lebih mereka menampilkan suatu kekhasan dalam memberi kesaksian cinta kasih Kristiani kepada sesama. Dan cara hidup membiara mereka mampu mengimbangi kekendoran penghayatan hidup iman para rohaniwan dan perselisihan umat yang merata pada zaman itu. Kolumban mendirikan beberapa biara di Eropa yang menjadi pusat keagamaan dan kebudayaan. Namun sebagaimana para orang kudus lainnya, ia tidak luput dari ancaman musuh-musuhnya. Ia terpaksa mengadu kepada Paus sehubungan dengan keluhan-keluhan para Uskup Prancis yang tidak senang dengan sikapnya yang terbuka dan terus terang mempertahankan adat-istiadat Irlandia. Ia tidak segan~segan menghukum raja-raja yang menjalankan concubinat (beristri dua). Oleh karena semua pertentangan itu, Kolumban diperintahkan untuk kembali ke negerinya, Irlandia. Dalam perjalanannya kembali ke Irlandia, perahu yang ditumpanginya ditimpa terpaan angin ribut dan terdampar lagi ke Eropa, di Italia. Di sana ia diterima dengan baik oleh Raja Lombardia dan diperkenankan berkarya di sana.

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, ia mendirikan sebuah biara terkenal di Bobbio. Di biara itu ia menemui ajalnya pada tanggal 23 Nopember 615. Kolumban meninggalkan banyak tulisan antara lain: traktat tentang penebusan untuk melawan Arianisme; kotbah-kotbah; puisi dan aturan hidup membiara. Biara Bobbio-nya menjadi tersohor namanya sebagai pusat hidup membiara di Eropa sampai abad 16. Selama Abad Pertengahan perpustakaannya adalah perpustakaan yang terbagus di kalangan dunia Kristen. Setelah berjalan 1200 tahun barulah biaranya ditindas oleh pemerintahan Prancis yang korup pada tahun 1803.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari