Doa Katolik
Doa Hari Ini

Kamis XXXIII Masa Biasa

Kamis, 19 November 2037· Hijau · Pekan Psalterium I
19 November 2037

Bacaan Misa

Kamis XXXIII Masa Biasa
Bacaan Pertama

Kemudian para pegawai raja yang bertugas memaksa orang-orang Yahudi murtad datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan. Banyak orang Israel datang kepada mereka. Adapun Matatias serta anak-anaknya berhimpun pula. Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias: "Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat saudara. Baiklah saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi penetapan raja, sebagaimana telah dilakukan semua bangsa, bahkan orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tertinggal di Yerusalem. Kalau demikian, niscaya saudara serta anak-anak saudara termasuk ke dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!" Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang: "Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami. Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan. Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri!" Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja. Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu. Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya. Serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom. Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di kota Modein: "Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya ia mengikuti aku!" Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya. Kemudian turunlah ke padang gurun banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan.

Mazmur Tanggapan

Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela

Bacaan Injil

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Invitatorium

Kamis XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Ibadat Bacaan

Kamis XXXIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Jadilah Engkau penglihatanku, siang dan malam,

Terangilah aku selalu, agar Roh-Mu tinggal.

Engkau, Bapa abadi, yang agung dan terakhir,

Penguasa yang bijaksana dan benar atas segala yang akan berlalu.
Jadilah Engkau kebijaksanaanku, tongkat dan penopangku,

Bersinarlah menembus kegelapan, berikan terang bagi jalanku!

Jadilah Engkau sumber sejati dari segala yang kunikmati,

Agar kesenangan duniawi tak lagi mengganggu.
Jadilah Engkau pelindungku, pedangku dalam pertempuran,

Jadilah Engkau martabatku, Engkau kesenanganku,

Engkau perlindungan jiwaku, dan Engkau menara tinggiku,

Akankah Engkau mengangkatku ke surga, ya kuasa dari kuasaku.
Kekayaan tak kuhiraukan, atau pujian kosong manusia,

Engkau warisanku, sekarang dan selalu,

Engkau dan hanya Engkau, tetap yang pertama di hatiku,

Raja surga yang agung, Engkaulah hartaku.
Raja surga yang agung, kemenanganku telah diraih,

Semoga aku mencapai sukacita surga, ya matahari surga yang terang!

Hati dari hatiku sendiri, apa pun yang terjadi,

Tetaplah Engkau penglihatanku, ya Penguasa segalanya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Mazmur 17 (18):31-51

Nyanyian syukur

Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).

IV
Adapun Allah, jalan-Nya sempurna;

firman Tuhan, emas murni.

Dia sungguh adalah perisai

bagi semua yang menjadikan Dia perlindungan mereka.
Sebab siapakah Allah selain Tuhan?

Siapakah gunung batu selain Allah kita?

Allah yang mengikat pinggangku dengan kekuatan

dan membuat jalan aman di hadapanku.
Kaki-Mu Kaujadikan cepat seperti rusa;

Kaujadikan aku berdiri teguh di tempat tinggi.

Tangan-Mu Kaulatih untuk berperang

dan lenganku untuk membengkokkan busur yang berat.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonSabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.

Antifon 2Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

V
Engkau memberiku perisai keselamatan-Mu;

Engkau menopang aku, melatih aku dengan cermat.

Engkau memberiku kebebasan untuk langkah-langkahku;

kakiku tak pernah tergelincir.
Aku mengejar dan menyusul musuh-musuhku,

tak pernah berbalik sampai mereka terbunuh.

Aku memukul mereka sehingga mereka tak dapat bangkit;

mereka jatuh di bawah kakiku.
Engkau mengikat pinggangku dengan kekuatan untuk berperang;

Engkau membuat musuh-musuhku jatuh di bawahku,

Engkau membuat musuh-musuhku melarikan diri;

mereka yang membenci aku, kuhancurkan.
Mereka berseru, tetapi tak ada yang menyelamatkan mereka;

mereka berseru kepada Tuhan, tetapi sia-sia.

Aku menghancurkan mereka halus seperti debu di hadapan angin;

menginjak-injak mereka seperti kotoran di jalanan.
Engkau menyelamatkan aku dari perselisihan rakyat

dan menempatkan aku di kepala bangsa-bangsa.

Orang-orang yang tak kukenal melayani aku:

ketika mereka mendengar tentang aku, mereka menaati aku.
Bangsa-bangsa asing datang kepadaku merendah:

bangsa-bangsa asing lenyap.

Mereka datang gemetar dari benteng-benteng mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.

Antifon 3Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

VI
Panjang umur Tuhan, gunung batuku!

Terpujilah Allah yang menyelamatkan aku,

Allah yang memberiku ganti rugi

dan menaklukkan bangsa-bangsa di bawahku.
Engkau menyelamatkan aku dari musuh-musuhku yang marah.

Engkau menempatkan aku di atas para penyerangku.

Engkau menyelamatkan aku dari orang-orang yang kejam,

maka aku akan memuji Engkau, Tuhan, di antara bangsa-bangsa:

aku akan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
Dia telah memberikan kemenangan besar kepada raja-Nya

dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang yang diurapi-Nya,

kepada Daud dan keturunannya selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan jadikanlah kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

AntifonSemoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Bukalah mataku, Tuhan, agar aku dapat melihat.

℟ Keajaiban hukum-Mu.

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

9:1-4a, 18-27

Doa dan penglihatan Daniel
Pada tahun pertama Darius, putra Ahasyweros, dari bangsa Media, memerintah atas kerajaan Kasdim; pada tahun pertama pemerintahannya aku, Daniel, mencoba memahami dalam Kitab Suci perhitungan tahun-tahun yang Tuhan bicarakan kepada nabi Yeremia: bahwa untuk reruntuhan Yerusalem tujuh puluh tahun harus digenapi.
Aku berpaling kepada Tuhan Allah, memohon dalam doa yang sungguh-sungguh, dengan puasa, kain kabung, dan abu. Aku berdoa kepada Tuhan, Allahku, dan mengaku, “Berilah telinga, ya Allahku, dan dengarkanlah; bukalah mata-Mu dan lihatlah reruntuhan kami dan kota yang menyandang nama-Mu. Ketika kami menyampaikan permohonan kami di hadapan-Mu, kami tidak bersandar pada perbuatan kami yang adil, tetapi pada belas kasihan-Mu yang besar. Ya Tuhan, dengarkanlah! Ya Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah tanpa menunda, demi nama-Mu sendiri, ya Allahku, karena kota ini dan umat-Mu menyandang nama-Mu!”
Aku masih sibuk dengan doaku, mengakui dosaku dan dosa umatku Israel, menyampaikan permohonanku kepada Tuhan, Allahku, atas nama gunung-Nya yang kudus—aku masih sibuk dengan doa ini, ketika Gabriel, yang telah kulihat sebelumnya dalam penglihatan, datang kepadaku dengan cepat pada waktu korban petang. Ia mengajariku dengan kata-kata ini: “Daniel, aku sekarang datang untuk memberimu pengertian. Ketika engkau memulai permohonanmu, sebuah jawaban diberikan yang telah kudatangi untuk mengumumkan, karena engkau dikasihi. Oleh karena itu, perhatikanlah jawaban itu dan pahamilah penglihatan itu.
“Tujuh puluh minggu ditetapkan
untuk umatmu dan untuk kotamu yang kudus:
Maka pelanggaran akan berhenti dan dosa akan berakhir,
kesalahan akan ditebus,
Keadilan abadi akan diperkenalkan,
penglihatan dan nubuat disahkan,
dan yang mahakudus akan diurapi.
Ketahuilah dan pahamilah ini:
Dari ucapan firman
bahwa Yerusalem akan dibangun kembali
Sampai seorang yang diurapi dan seorang pemimpin,
akan ada tujuh minggu.
Selama enam puluh dua minggu
itu akan dibangun kembali,
Dengan jalan-jalan dan parit-parit,
pada masa kesengsaraan.
Setelah enam puluh dua minggu
seorang yang diurapi akan disingkirkan
ketika ia tidak memiliki kota;
Dan umat seorang pemimpin yang akan datang
akan menghancurkan tempat kudus.
Maka akhir akan datang seperti banjir;
sampai akhir akan ada perang,
kehancuran yang telah ditetapkan.
Selama satu minggu ia akan membuat
perjanjian yang teguh dengan banyak orang;
Setengah minggu
ia akan menghapuskan kurban dan persembahan;
Di sayap bait suci akan ada kekejian yang mengerikan
sampai kehancuran yang telah ditetapkan
dicurahkan atas kekejian itu.”

Responsorium Barukh 2:16; Daniel 9:18; Mazmur 80:20

Pandanglah dari tempat kediaman-Mu yang kudus, ya Tuhan, dan ingatlah kami. Condongkanlah telinga-Mu kepada kami, ya Allahku, dan dengarkanlah;

℟ Bukalah mata-Mu dan lihatlah kesengsaraan kami.
Ya Tuhan semesta alam, pulihkanlah kami; biarlah wajah-Mu bersinar atas kami, dan kami akan diselamatkan.

℟ Bukalah mata-Mu dan lihatlah kesengsaraan kami.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili yang ditulis pada abad kedua

Gereja yang hidup adalah tubuh Kristus
Nama-Ku terus-menerus dihujat oleh orang-orang yang tidak percaya, kata Tuhan. Celakalah orang yang menyebabkan nama-Ku dihujat. Mengapa nama Tuhan dihujat? Karena kita mengatakan satu hal dan melakukan hal lain. Ketika mereka mendengar perkataan Allah di bibir kita, orang-orang yang tidak percaya terheran-heran akan keindahan dan kekuatannya, tetapi ketika mereka melihat bahwa perkataan itu tidak memiliki efek dalam hidup kita, kekaguman mereka berubah menjadi cemoohan, dan mereka menganggap perkataan itu sebagai mitos dan dongeng.
Mereka mendengarkan, misalnya, ketika kita memberi tahu mereka bahwa Allah telah berfirman: Tidak ada pujian bagimu jika kamu mengasihi orang-orang yang mengasihi kamu, tetapi hanya jika kamu mengasihi musuh-musuhmu, dan orang-orang yang membenci kamu. Mereka penuh kekaguman akan kebajikan yang luar biasa itu, tetapi ketika mereka mengamati bahwa kita tidak hanya gagal mengasihi orang-orang yang membenci kita, tetapi bahkan orang-orang yang mengasihi kita, mereka menertawakan kita dengan cemoohan, dan Nama itu dihujat.
Oleh karena itu, saudara-saudari, jika kita melakukan kehendak Allah Bapa, kita akan menjadi anggota Gereja rohani pertama yang diciptakan sebelum matahari dan bulan; tetapi jika kita gagal melakukan kehendak Tuhan, kita akan termasuk di antara mereka yang dikatakan dalam Kitab Suci: Rumah-Ku telah dijadikan sarang penyamun. Kita harus memilih, jika kita ingin diselamatkan, untuk menjadi anggota Gereja kehidupan.
Engkau tentu tidak dapat mengabaikan fakta bahwa Gereja yang hidup adalah tubuh Kristus; karena Kitab Suci mengatakan: Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan. Sekarang laki-laki melambangkan Kristus, dan perempuan melambangkan Gereja, yang, menurut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, bukanlah ciptaan baru-baru ini, tetapi telah ada sejak awal. Pada awalnya Gereja murni rohani, sama seperti Yesus kita rohani, tetapi ia muncul pada hari-hari terakhir untuk menyelamatkan kita.
Karena Gereja rohani dinyatakan dalam tubuh Kristus, untuk menunjukkan kepada kita bahwa jika kita menjunjung tinggi kehormatannya dalam bentuk lahiriah yang terlihat, dan tidak menajiskannya, kita akan, melalui Roh Kudus, dijadikan anggotanya dalam arti rohani yang sejati. Karena tubuh Gereja adalah salinan Roh, dan tidak seorang pun yang merusak salinan itu dapat memiliki bagian dalam apa yang diwakili oleh salinan itu. Dengan kata lain, saudara-saudari, kamu harus menjaga kehormatan tubuh untuk mengambil bagian dalam Roh. Karena jika kita mengatakan bahwa tubuh adalah Gereja dan Roh adalah Kristus, maka siapa pun yang menghina tubuhnya, menghina Gereja. Orang seperti itu tidak akan memiliki bagian dalam Roh, yaitu Kristus. Tetapi jika Roh Kudus bergabung dengannya, tubuh ini dapat menerima kehidupan abadi yang luar biasa tak terlukiskan, karena berkat-berkat yang telah Allah siapkan bagi orang-orang pilihan-Nya melampaui semua kekuatan deskripsi manusia.

Responsorium Yeremia 7:3; Yakobus 4:8

Tuhan semesta alam, Allah Israel, berfirman demikian:

Perbaikilah jalan-jalanmu dan perbuatan-perbuatanmu,

℟ dan Aku akan tinggal bersamamu di tempat ini.
Mendekatlah dan Ia akan mendekat kepadamu;

bersihkanlah tanganmu dan sucikanlah hatimu.

℟ Dan Aku akan tinggal bersamamu di tempat ini.

Doa Penutup

Ya Allah yang mahakuasa dan maharahim,

dengan murah hati jauhkanlah dari kami segala kesukaran,

agar, tanpa terhalang dalam pikiran maupun tubuh,

kami dapat mengejar dengan kebebasan hati hal-hal yang adalah milik-Mu.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Kamis XXXIII Masa Biasa

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

"Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,+
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,+
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,+
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)

Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

Lagu Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.℟.Aku.℣.PeraturanMu akan kupelihara.℟.Kabulkanlah doaku, ya Tuhan.℣.Kemuliaan.℟.Aku berseru.

Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Doa Permohonan

Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:

℟. Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.

Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini. ℟.

Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora. ℟.

Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu. ℟.

Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Kamis XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Am 4, 13)

Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--Tuhan, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Ayat Singkat

℣.Pujilah Tuhan, hai segala karya Tuhan.℟.Puji dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Kamis XXXIII Masa Biasa

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119),17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hambaMu, maka aku akan hidup,*
dan tetap berpegang pada firmanMu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*
hukumMu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*
jangan menyembunyikan perintahMu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*
karena merindukan hukumMu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*
terkutuklah yang menyimpang dari perintahMu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*
sebab aku melakukan segala perintahMu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*
hambaMu ini merenungkan segala ketetapanMu.

Sungguh perintahMu menjadi kesukaanku,*
dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25) I

KepadaMu kuarahkan hatiku,*
ya Tuhan Allahku.

KepadaMu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*
janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepadaMu, tidak akan kecewa,*
kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
tunjukkanlah lorongMu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar dan ajarilah aku,+
karena Engkaulah Allah penyelamatku,*
kepadaMu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setiaMu,*
yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*
tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihanMu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*
Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukumNya,*
mengajarkan jalanNya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*
bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukumNya.

Demi namaMu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*
biar besarlah dosaku.

Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur 24 (25) II

Siapakah orang yang takwa?*
Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*
keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*
perjanjianNya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*
sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*
sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*
lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*
hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*
mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*
janganlah aku kecewa karena berlindung kepadaMu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*
sebab aku berharap kepadaMu.

Yan Allah, bebaskanlah umatMu Israel,*
dari segala kesesakannya.

Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Bacaan singkat Am 4,13

Dia yang membentuk gunung-gemunung dan yang menciptakan angin. Dia yang memberitahukan pikiranNya kepada manusia. Dia yang membuat fajar dan kegelapan, dan yang berjejak di atas bukit-bukit: Tuhan, Allah semesta alam, itulah namaNya.

℣.Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan.℟.Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Kamis XXXIII Masa Biasa

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Am 9, 6)

yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--Tuhan itulah nama-Nya.

Ayat Singkat

℣.Langit menceritakan kemuliaan Allah.℟.Dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Kamis XXXIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.

Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata ,*
"Aku takkan goyah untuk selama-lamanya".

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*
kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?

Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?

Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,+
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*
dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.

Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*
dan tulus ikhlas hatinya.

Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.

Siang malam aku sangat Kautekan,*
tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.

Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

Aku berkata: "Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan",*
maka semua kesalahanku Kauampuni.

Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*
di waktu kesesakan.

Bila terjadi banjir besar,*
ia tak akan dilanda.

Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*
Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.

"Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*
Aku akan menasihati dan mendampingi engkau.

Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*
yang harus dikendalikan dengan kekang".

Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*
bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Bacaan singkat lPetr 1,6-9

Hendaknya kamu gembira, biarpun kini harus berdukacita karena mengalami bermacam-macam percobaan. Memang perlu kamu dicobai, agar terbukti bahwa kepercayaanmu tahan uji. Bukankah kepercayaanmu lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api, supaya murni. Maka kamu akan mendapat pujian dan kemuliaan serta hormat pada hari penampakan Yesus Kristus. Biarpun tidak dapat melihat Dia sekarang, toh kamu percaya dan mengasihiNya. Dari sebab itu kamu bergembira dengan sukacita yang tak terkatakan, sebab sudah mulai menikmati kebahagiaan surgawi dan akan mencapai tujuan kepercayaanmu, yakni keselamatan.

Lagu Singkat

℣.Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat.℟.Tuhan.℣.Ia memuaskan kita dengan madu terbaik.℟.Yang paling lezat.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:

℟. Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.

Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung. ℟.

Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa. ℟.

Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia. ℟.

Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa. ℟.

Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahayaMu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

Kamis XXXIII Masa Biasa

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Kasihanilah kami, ya Tuhan.℟.Sebab kami orang yang berdosa.℣.Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.℟.Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat 1Tes 5,23

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo Nerses

Patriark dan Martir · wafat ± 373

Nerses Agung hidup pada abad keempat. Ia adalah seorang Patriark dari Gereja Khatolik Armenia (Patriark dalam tradisi Gereja Khatolik Armenia sering juga disebut dengan : Catholicos. Sedangkan dalam tradisi Khatolik Roma disebut : Uskup Agung). Gereja Khatolik Armenia adalah salah satu dari Gereja Khatolik Timur yang hidup dalam persekutuan penuh dengan Gereja Khatolik Roma.

Santo Nerses Agung berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya adalah seorang pejabat tinggi diistana kerajaan dan ibunya adalah putri dari Raja Khosrov III. Ia menghabiskan masa mudanya di Kaisarea di mana ia menikah dengan seorang putri Mamikonian disebut Sanducht. Sanducht melahirkan seorang putra bernama Sahak (Isaac), yang dikemudian hari dikenal sebagai Santo Isaac the Great patriark of Armenia. Setelah kematian istrinya, ia memilih untuk menjalani hidup religius. Ia dithabiskan menjadi seorang imam dan beberapa tahun kemudian ia terpilih menjadi Catholicos (Patriark) Armenia.

Kepemimpinannya menandai era baru dalam Gereja Khatolik Armenia. Ia mereformasi Gereja yang selama ini lebih diidentifikasi dengan keluarga kerajaan dan para bangsawan; Nerses membawa gerejanya menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Uskup Nerses merumuskan kembali berbagai hukum gereja seperti hukum perkawinan, hari-hari puasa, dan ibadah ilahi. Nerses mereformasi banyak adat kebiasaan bangsa Armenia yang bertentangan dengan iman kristiani. Antara lain, ia melarang tradisi pernikahan sedarah antar sepupu, melarang mutilasi dan tindakan ekstrim lainnya dalam perkabungan. Bersama St Basilus, ia bekerja keras demi membantu umat menjadi orang-orang Katolik yang terlebih saleh. Mereka mengundang seluruh Uskup Armenia untuk bertemu. Mereka ingin membantu para imam dan umat bertumbuh dalam kekudusan. Uskup Nerses menjunjung tinggi panggilan biarawan. Dia membangun sekolah dan rumah sakit, dan mengirimkan para biarawan ke seluruh negeri untuk memberitakan Injil. Ia mendorong orang-orang kaya untuk hidup jujur dan murah hati terhadap sesama.

Penguasa Armenia; Raja Arshak adalah seorang raja yang bejat. Ketika raja membunuh isterinya, Olympia, Uskup Nerses secara umum mengutuk keras kejahatan keji ini. Raja kemudian mengusir Uskup Nerses dari keuskupannya dan mengasingkannya. Konon Nerses diasingkan di Edessa. Raja Arshak kemudian menunjuk seorang Patriark lain untuk Armenia.

Di kemudian hari, Raja Arshak terbunuh dalam peperangan melawan bangsa Persia. Puteranya lalu naik takhta menjadi raja. Sayang, puteranya ini berkelakuan lebih jahat lagi dibanding ayahnya. Karena itu Uskup Nerses yang baru kembali dari pengasingan melarangnya untuk masuk Gereja. Raja baru itu berpura-pura menyesal. Kemudian raja dengan dalih untuk menunjukkan penyesalannya ia mengundang uskup Nerses ke istananya untuk suatu perjamuan makan malam. Tetapi ternyata raja jahat itu telah membubuhkan racun mematikan dalam hidangan yang disajikan; dan Uskup Nerses pun tewas seketika sesaat setelah menyantap hidangan beracun tersebut.

Orang Kudus ini meninggal tahun 373 dan dimakamkan di kota Til. Sebuah Katedral dibangun di lokasi makamnya, tapi katedral itu dihancurkan pada abad ke 7.

Santo Rafael Kalinowski

Pengaku Iman · 1835-1907

Masa Kecil Hingga Remaja

Joseph Kalinowski dilahirkan pada tanggal 1 September 1835 di kota Vilna, Lithuania, dalam sebuah keluarga bangsawan katolik yang saleh. Ayahnya bernama Andrew Kalinowski dan ibunya bernama Josepha Poionska Kalinowski. Andrew Kalinowski adalah seorang guru matematika di sebuah sekolah untuk bangsawan. Joseph kecil tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang harmonis. Orang tuanya sangat mengasihi dia dan sejak kecil ia telah dididik dalam iman Katolik yang kuat. Semasa kecil Joseph belajar di rumah sampai usia sembilan tahun, lalu pendidikannya dilanjutkan di sekolah tempat di mana ayahnya mengajar. Joseph yang memiliki otak yang cerdas itu lulus pada tahun 1850 dengan nilai yang sempurna.

Sejak kecil Joseph sudah mulai merasakan adanya panggilan khusus dalam dirinya. Ia merasa terpanggil untuk mengabdikan hidupnya sebagai seorang imam dan melayani Tuhan dan sesama. Niat dan pikiran itu kemudian disampaikannya kepada orangtuanya yang kemudian menasehatinya supaya ia belajar terlebih dahulu dan melanjutkan kuliahnya. Joseph yang taat dan hormat kepada orangtuanya mengikuti nasihat sang ayah.

Masa Kuliah dan Kemiliteran

Pada masa itu untuk mencari universitas adalah hal yang tidak mudah bagi seorang Polandia. Ketika Rusia merebut Polandia dan Lithuania tahun 1795, pemerintahan Rusia menutup semua universitas Polandia dan satu-satunya universitas yang ada adalah universitas Rusia. Akhirnya pada tahun 1851 Joseph kemudian memilih Institut Agronomi di Hory-Horki. Di sana ia belajar tentang ilmu kimia, pertanian dan perkembang-biakan lebah. Setelah beberapa waktu belajar di sana, Joseph merasa bahwa ilmu tersebut bukan merupakan bidangnya, karena ternyata ia mempunyai talenta yang sama seperti sang ayah. Menyadari hal itu, akhirnya pada tahun 1853 Joseph pun segera beralih ke Akademi Teknik Militer Rusia Nicholayev di St. Petersburg. Ia masuk ke akademi itu bersama dengan seorang sepupunya, Lucian Polonski.

Letnan Rafael Kalinowski

Tahun 1856 Joseph lulus dan menyandang pangkat letnan. Tahun 1857 dia juga ditunjuk sebagai asisten dosen matematika di akademi tersebut. Setahun kemudian ia dikirim untuk mengawasi pembangunan jalan kereta api antara Kursk, Kiev dan Odessa. Proyek pembangunan jalan kereta api ini terhenti dan tertunda pada tahun 1860. Letnan Joseph kemudian ditugaskan kembali ke benteng di Brest Litovsk. Karena pekerjaannya yang baik dan pribadinya yang dewasa, pada tahun 1862 Joseph dipromosikan sebagai kapten dalam kepemimpinan staff umum.

Selama tiga tahun Joseph bertugas di benteng dan ia merasakan saat-saat yang menggelisahkan, ia merasa ada sesuatu yang kurang. Akhirnya, ia kemudian memulai mengajar sekolah minggu Katolik. Hal itu menyenangkan hatinya dan karena kepeduliannya yang amat tinggi kepada sesama, lebih-lebih yang menderita dan miskin maka Joseph pun mulai mengurangi dan membatasi pengeluaran biaya untuk kepentingannya sendiri, sehingga ia bisa membantu kaum miskin di daerah itu.

Masa Revolusi dan Pemberontakan

Tahun 1863, rakyat Polandia mulai bangkit untuk melawan penindasan Rusia. Saat itu Joseph berada di posisi yang sulit. Dia tahu dan sadar bahwa pemberontakan dan revolusi itu akan mendatangkan banyak kerusakan dan kerugian di berbagai tempat, namun di lain pihak ia juga menyetujui tujuan dari revolusi itu untuk membebaskan rakyat Polandiaadari penindasan Rusia. Joseph berpikir jika ia ikut dalam gerakan revolusi itu, mungkin ia dapat membantu untuk membatasi dan mengurangi kerusakan yang akan terjadi. Karena pertimbangan itu maka ia pun memutuskan untuk keluar dari kesatuan militer Rusia dan bergabung dengan para pemberontak Polandia.

Joseph pun meninggalkan Brest dan pergi menuju ke Warsaw. Di sana Joseph diminta oleh dewan nasional untuk memimpin gerakan revolusi dan menjadi duta perang melawan Rusia untuk regio Vilna. Joseph yang sangat mencintai tanah airnya sehingga menerima tugas tersebut walaupun dia sadar bahwa pemberontakan ini akan menimbulkan banyak kerugian. Dalam tugasnya kemudian Joseph mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjatuhkan hukuman mati bagi siapapun.

Dengan keikutsertaannya dalam gerakan revolusi itu maka Joseph kemudian pergi ke Vilna dan membangun markas besar di rumahnya sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain. Di sana Joseph berusaha untuk semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Setiap hari ia pergi ke gereja, juga berdoa melalui perantaraan Bunda Maria. Ia memohon rahmat dan kekuatan dalam menjalani tugasnya sebagai duta perang.

Masa revolusi itu pun berjalan dan seperti yang telah diperkirakannya, satu persatu para pemimpin revolusi ditahan oleh orang-orang Rusia, diadili dan digantung di tengah-tengah kota. Mereka yang tertangkap dimasukkan ke dalam penjara yang dulunya adalah sebuah biara Dominikan. Joseph dengan gigihnya berusaha menyelamatkan mereka. Melihat keberaniannya orang-orang Rusia pun mulai mengawasi gerak gerik Joseph. Akhirnya pada bulan Maret 1864, mereka pun menangkap Joseph dan memenjarakannya.

Selama dalam penjara itu Joseph menulis dalam riwayat hidupnya :

“Saya bangun setiap pagi pukul lima dan hal pertama yang terpikir olehku adalah doa kemudian meditasi. Ketika saya membaca buku meditasi, saya mendapatkan banyak penghiburan. Setiap hari saya dapat mendengarkan misa dari kejauhan. Jendela sel saya menghadap ke arah kebun yang merupakan sebuah alun-alun dan di seberangnya terletak Gereja Roh Kudus tempat misa diadakan setiap pagi. Saya kemudian membuka jendela sedikit dan saya pun dapat mengikuti seluruh perayaan Ekaristi kudus itu.”

Selang tiga bulan berikutnya pemerintahan Murawiew menjatuhkan hukuman mati untuk pejuang yang berani itu, namun karena Joseph sangat dikenal dan mungkin akan mendapat sebutan sebagai martir jika dihukum mati maka kemudian mereka mengubah hukumannya menjadi hukuman 10 tahun kerja paksa di Siberia Timur.

Masa Hukuman dan Pembuangan

Pada tanggal 29 Juni 1864 Joseph pun dikirim ke tempat pembuangan dan hukuman di Siberia. Ia pergi dengan berjalan kaki dan sampai di pertambangan Usolje-Sibirskoje tanggal 15 April 1864. Ia tinggal di sana sampai tahun 1868 dan pada tahun yang sama ia mendapat keringanan hukuman untuk meninggalkan daerah pembuangan. Ia kemudian dikirim ke Irkutsk dekat danau Bajkal di daerah perbatasan Mongolia. Di sinilah ia kemudian mengalami perubahan yang sangat besar dalam imannya. Joseph mulai melakukan karya-karya kerasulannya, walaupun ia mendapat banyak sekali penindasan yang membuatnya menderita, baik fisik maupun batin, namun hal itu justru semakin membawanya untuk berserah pada Tuhan. Hubungan Joseph dengan Tuhan pun semakin diperbaharui, semua penderitaan itu membuatnya semakin merasakan persatuan yang indah dengan Tuhan. Joseph yang senantiasa mewarnai hidupnya dengan doa terus-menerus membawa dampak yang baik bagi sesama tawanan di sana. Mereka begitu senang dengan kehadiran Joseph di antara mereka dan seringkali dalam doanya, mereka berseru, “Dengan perantaraan doa-doa Joseph Kalinowski, bebaskanlah kami ya Tuhan.”

Tahun-tahunnya di Siberia dan di pembuangan adalah masa-masa penuh rahmat bagi Joseph. Ia menunjukkan diri sebagai seorang pelayan Tuhan yang baik bagi sesamanya. Joseph senantiasa menyediakan waktu untuk memberikan penghiburan bagi para tawanan dan orang-orang buangan di sana, ia menjadi seorang pembimbing rohani yang bijaksana, memberikan kekuatan melalui doa-doanya. Joseph yang amat mengasihi Bunda Maria juga tidak pernah meninggalkan devosinya kepada Sang Perawan Tersuci ini. Ia percaya Bunda Maria senantiasa mendengarkan seruan anaknya dan menolong mereka.

Di tempat pembuangan ini juga Joseph berteman baik dengan seorang imam Kapusin yang bernama Wenceslaus Novakowski, OFM Cap. Bersama dengan imam ini Joseph kemudian mempersiapkan anak-anak para tawanan Katolik untuk menerima komuni pertama. Joseph dengan sabar dan penuh kasih mengajar mereka. Sementara itu Joseph menyadari panggilan Tuhan yang pernah dirasakannya semasa kecil saat itu semakin tumbuh subur dan kuat. Panggilan Tuhan itu dirasakannya begitu indah dan kemudian ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah biara untuk menjadi seorang imam.

Masa Pembebasan, Menjadi Seorang Guru

Selama masa 10 tahun penderitaan itu Joseph tidak pernah sekalipun meninggalkan meditasi dan doanya. Pada bulan April 1874 Joseph dibebaskan. Pada hari pembebasannya itu, ia pertama-tama pulang ke rumahnya di Vilna, kemudian pergi ke Warsaw dan tinggal di sana dekat dengan Gabriel, saudaranya. Dari jendela rumahnya Joseph dapat melihat gereja dan biara Karmel tak berkasut.

Santo Rafael Kalinowski saat berkunjung ke Paris

Saat itu seorang temannya semasa di pembuangan, Allesandro Oskierko menawarkan kepada Joseph pekerjaan sebagai guru dan pembimbing bagi Pangeran muda Augustus Czartoryski. Joseph menerima tawaran itu dan kemudian selama 3 tahun ia pun menjadi guru dan pembimbing. Pada tanggal 23 Oktober 1874 Joseph bersama dengan Gucio (nama kecil dari Pangeran August) pergi ke Paris dan tinggal di sana. Selama tahun-tahun itu Joseph membimbing Gucio. Ia melihat bahwa Gucio adalah seorang pemuda yang pandai namun sayangnya tubuhnya sangat lemah karena sakit. Selama itu Joseph memainkan peran sebagai ayah, ibu, kakak, teman, dan perawat bagi Gucio. Dia melakukan semua itu dengan penuh perhatian dan kasih kepada pemuda itu. Joseph menemani Gucio selama perjalanannya di Perancis, Polandia dan Italia, membimbing dia dengan kata-kata dan teladan hidup sebagai seorang Katolik.

Selama di Paris, Joseph ikut serta dalam kegiatan sosial, bekerja bagi para pengungsi Polandia. Joseph kemudian bertemu dengan seorang imam Karmel tak berkasut, Augustine Mary dari Sakramen Mahakudus. Joseph sangat mengagumi bakat musik imam ini dan terutama kehidupan rohaninya yang mendalam.

Menjadi Seorang Karmelit

Sementara itu keinginannya untuk meninggalkan segala sesuatu dan mengabdikan hidupnya bagi Tuhan semakin kuat. Panggilan menjadi seorang religius semakin matang dan akhirnya pada musim panas tahun 1876 ketika ia berada di Davos, Switzerland bersama Gucio, Joseph membuat keputusan yang mengubah seluruh kehidupannya. Joseph memutuskan untuk menjadi seorang Karmelit tak Berkasut. Ia didukung dan didoakan oleh Witoldowa Grocholska Czartoryska, bibi dari Gucio dan juga seorang biarawati Karmel yang bernama Sr. Mary Xavier dari Yesus. Dengan segala dukungan itu Joseph semakin mantap akan pilihan hidupnya.

Pada bulan Juli 1877 Joseph akhirnya meninggalkan kehidupan duniawi dan tepat tanggal 14 Juli ia masuk ke sebuah biara Karmel di Linz, Austria. Tidak diingkarinya bahwa ada rasa sedih juga ketika harus berpisah dengan Gucio yang telah dibimbingnya beberapa tahun itu. Di kemudian hari Gucio bertemu dengan Santo Yohanes Bosco dan menjadi seorang Salesian pada tahun 1887. Gucio meninggal dunia tahun 1893.

Tanggal 15 Juli 1877 Joseph pergi ke Graz untuk menjalani masa novisiat. Saat itu Joseph berusia 42 tahun dan pada tanggal 26 November 1877 ia mendapat nama biara yaitu Rafael dari St.Joseph Kalinowski. Dia mengucapkan kaul pertamanya setahun kemudian, setelah itu ia dikirim ke Hungaria untuk belajar filsafat dan teologi. Bulan November 1881 Joseph mengucapkan kaul kekalnya dan kemudian ia dipindahkan ke Polandia ke sebuah biara tua di daerah Czerna. Di sana ia menyelesaikan studi teologinya dan akhirnya menerima tahbisan imam pada tanggal 15 Januari 1882 oleh Uskup Krakow Albin Dunajewski.

Setelah menjadi imam, Rafael ditunjuk untuk menjadi pembimbing para novisiat. Kemudian di tahun 1883 ia menjadi pimpinan biara di Czerna. Selain itu ia juga menjadi anggota dewan propinsi dan pimpinan bagi para suster Karmel tak Berkasut dari biara di Krakow Wesola. Rafael juga dengan penuh kesabaran selalu menerima mereka yang datang untuk mengaku dosa. Ia sangat menaruh perhatian pada Sakramen pengakuan dosa. Karena perhatiannya ini maka di kemudian hari ia mendapat sebutan sebagai “martir pengakuan dosa”, seorang Bapak Pengakuan yang penuh perhatian dan bijaksana.

Rafael yang begitu bersemangat dalam pengabdian dan pelayanannya itu kemudian juga mendirikan biara-biara Karmel untuk pada suster. Atas segala usahanya akhirnya pada tahun 1884 sebuah biara Karmel Teresian berdiri di Przemysl dan pada tahun 1888 di Leopoli (Ukraina). Kemudian tahun 1990 Rafael menjadi Vikaris Provinsial dari semua biara-biara itu.

Di kemudian hari ketika biara novisiat Karmel tak Berkasut yang tadinya eksis di Berdyczow, Rusia dan Lublin hampir mati, Rafael mendirikan sebuah biara baru di Wadowice tahun 1892. Dia juga membangun sebuah gereja, pusat spiritualitas dan juga menjadi sebuah seminari yang membantu mengembangkan panggilan bagi para pemuda.

Tahun-tahun Terakhir

Rafael Kalinowski dengan penuh semangat dan cinta terus memberikan dirinya dalam pelayanan bagi Tuhan dan sesama. Dia yang memancarkan kasih Tuhan itu sangat dikenal dan dikasihi oleh semua orang. Dia menyediakan waktunya untuk membimbing para pemuda dalam seminari yang dibangunnya. Dia juga tidak hentinya berdoa bagi persatuan seluruh Gereja di dunia. Pada tahun 1904 atas perintah dari superiornya, Rafael mulai menulis riwayat hidupnya.

Pada tanggal 15 November 1907 di Wadowice Rafael Kalinowski meninggal dunia karena sakit TBC. Ia meninggal dalam keadaan damai dan tenang. Berita tentang kematiannya itu dengan cepat tersebar di mana-mana dan ribuan orang datang untuk menghormati pria yang telah diramalkan akan menjadi seorang Santo. Jenasah Rafael Kalinowski kemudian dipindahkan ke makam biara di Czerna, Krakow.

Arti nama

Nama Rafeal berasal dari nama Ibrani רָפָאֵל (Rafa'el) yang berarti : "Allah telah menyembuhkan". Raphael juga adalah nama salah satu dari tujuh Malaikat Agung yang melayani Allah.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari