Bacaan Misa
Kemudian para pegawai raja yang bertugas memaksa orang-orang Yahudi murtad datang ke kota Modein untuk menuntut pengorbanan. Banyak orang Israel datang kepada mereka. Adapun Matatias serta anak-anaknya berhimpun pula. Pegawai raja itu angkat bicara dan berkata kepada Matatias: "Saudara adalah seorang pemimpin, orang terhormat dan pembesar di kota ini dan lagi didukung oleh anak-anak serta kaum kerabat saudara. Baiklah saudara sekarang juga maju ke depan sebagai orang pertama untuk memenuhi penetapan raja, sebagaimana telah dilakukan semua bangsa, bahkan orang-orang Yehuda dan mereka yang masih tertinggal di Yerusalem. Kalau demikian, niscaya saudara serta anak-anak saudara termasuk ke dalam kalangan sahabat-sahabat raja dan akan dihormati dengan perak, emas dan banyak hadiah!" Tetapi Matatias menjawab dengan suara lantang: "Kalaupun segala bangsa di lingkungan wilayah raja mematuhi seri baginda dan masing-masing murtad dari ibadah nenek moyangnya serta menyesuaikan diri dengan perintah-perintah seri baginda, namun aku serta anak-anak dan kaum kerabatku terus hendak hidup menurut perjanjian nenek moyang kami. Semoga Tuhan mencegah bahwa kami meninggalkan hukum Taurat serta peraturan-peraturan Tuhan. Titah raja itu tidak dapat kami taati dan kami tidak dapat menyimpang dari ibadah kami baik ke kanan maupun ke kiri!" Matatias belum lagi selesai mengucapkan perkataan tadi maka seorang Yahudi sudah tampil ke muka di depan umum untuk mempersembahkan korban di atas perkorbanan di kota Modein menurut penetapan raja. Melihat itu Matatias naik darah dan gentarlah hatinya serta meluap-luaplah geramnya yang tepat. Disergapnya orang Yahudi itu dan digoroknya di dekat perkorbanan itu. Petugas raja yang memaksakan korban itu dibunuhnya pula pada saat itu juga. Kemudian perkorbanan itu dirobohkannya. Serupalah kerajinannya untuk hukum Taurat itu dengan apa yang telah dilakukan dahulu oleh Pinehas kepada Zimri bin Salom. Lalu berteriaklah Matatias dengan suara lantang di kota Modein: "Siapa saja yang rindu memegang hukum Taurat dan berpaut pada perjanjian hendaknya ia mengikuti aku!" Kemudian Matatias serta anak-anaknya melarikan diri ke pegunungan. Segala harta miliknya di kota ditinggalkannya. Kemudian turunlah ke padang gurun banyak orang yang mencari kebenaran dan keadilan.
Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela
Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Mazmur 17 (18):31-51
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
AntifonSabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya.
Antifon 2Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
AntifonTangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan.
Antifon 3Semoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
AntifonSemoga Allah yang hidup, Penyelamatku, dipuji selama-lamanya.
Responsorium Barukh 2:16; Daniel 9:18; Mazmur 80:20
Responsorium Yeremia 7:3; Yakobus 4:8
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Mazmur 56
Antifon 1Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.
Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Yer 31,10-14
Antifon 2Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.
Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Mazmur 47
Antifon 3Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.
Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)
Lagu Singkat
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungMarilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Doa Permohonan
℟. Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.
Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini. ℟.
Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora. ℟.
Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu. ℟.
Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Am 4, 13)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Mazmur 118 (119),17-24
Antifon 1Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Mazmur 24 (25) I
Antifon 2Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Mazmur 24 (25) II
Antifon 3Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.
Bacaan singkat Am 4,13
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan I Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Am 9, 6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Mazmur 29
Antifon 1Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.
Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Mazmur 31
Antifon 2Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Why 11,17-18;12,10-12
Antifon 3Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.
Bacaan singkat lPetr 1,6-9
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungTuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.
Doa Permohonan
℟. Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.
Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung. ℟.
Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa. ℟.
Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia. ℟.
Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa. ℟.
Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Madah
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
AntifonTubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat 1Tes 5,23
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo Nerses
Nerses Agung hidup pada abad keempat. Ia adalah seorang Patriark dari Gereja Khatolik Armenia (Patriark dalam tradisi Gereja Khatolik Armenia sering juga disebut dengan : Catholicos. Sedangkan dalam tradisi Khatolik Roma disebut : Uskup Agung). Gereja Khatolik Armenia adalah salah satu dari Gereja Khatolik Timur yang hidup dalam persekutuan penuh dengan Gereja Khatolik Roma.
Santo Nerses Agung berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya adalah seorang pejabat tinggi diistana kerajaan dan ibunya adalah putri dari Raja Khosrov III. Ia menghabiskan masa mudanya di Kaisarea di mana ia menikah dengan seorang putri Mamikonian disebut Sanducht. Sanducht melahirkan seorang putra bernama Sahak (Isaac), yang dikemudian hari dikenal sebagai Santo Isaac the Great patriark of Armenia. Setelah kematian istrinya, ia memilih untuk menjalani hidup religius. Ia dithabiskan menjadi seorang imam dan beberapa tahun kemudian ia terpilih menjadi Catholicos (Patriark) Armenia.
Kepemimpinannya menandai era baru dalam Gereja Khatolik Armenia. Ia mereformasi Gereja yang selama ini lebih diidentifikasi dengan keluarga kerajaan dan para bangsawan; Nerses membawa gerejanya menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Uskup Nerses merumuskan kembali berbagai hukum gereja seperti hukum perkawinan, hari-hari puasa, dan ibadah ilahi. Nerses mereformasi banyak adat kebiasaan bangsa Armenia yang bertentangan dengan iman kristiani. Antara lain, ia melarang tradisi pernikahan sedarah antar sepupu, melarang mutilasi dan tindakan ekstrim lainnya dalam perkabungan. Bersama St Basilus, ia bekerja keras demi membantu umat menjadi orang-orang Katolik yang terlebih saleh. Mereka mengundang seluruh Uskup Armenia untuk bertemu. Mereka ingin membantu para imam dan umat bertumbuh dalam kekudusan. Uskup Nerses menjunjung tinggi panggilan biarawan. Dia membangun sekolah dan rumah sakit, dan mengirimkan para biarawan ke seluruh negeri untuk memberitakan Injil. Ia mendorong orang-orang kaya untuk hidup jujur dan murah hati terhadap sesama.
Penguasa Armenia; Raja Arshak adalah seorang raja yang bejat. Ketika raja membunuh isterinya, Olympia, Uskup Nerses secara umum mengutuk keras kejahatan keji ini. Raja kemudian mengusir Uskup Nerses dari keuskupannya dan mengasingkannya. Konon Nerses diasingkan di Edessa. Raja Arshak kemudian menunjuk seorang Patriark lain untuk Armenia.
Di kemudian hari, Raja Arshak terbunuh dalam peperangan melawan bangsa Persia. Puteranya lalu naik takhta menjadi raja. Sayang, puteranya ini berkelakuan lebih jahat lagi dibanding ayahnya. Karena itu Uskup Nerses yang baru kembali dari pengasingan melarangnya untuk masuk Gereja. Raja baru itu berpura-pura menyesal. Kemudian raja dengan dalih untuk menunjukkan penyesalannya ia mengundang uskup Nerses ke istananya untuk suatu perjamuan makan malam. Tetapi ternyata raja jahat itu telah membubuhkan racun mematikan dalam hidangan yang disajikan; dan Uskup Nerses pun tewas seketika sesaat setelah menyantap hidangan beracun tersebut.
Orang Kudus ini meninggal tahun 373 dan dimakamkan di kota Til. Sebuah Katedral dibangun di lokasi makamnya, tapi katedral itu dihancurkan pada abad ke 7.
Santo Rafael Kalinowski
Masa Kecil Hingga Remaja
Joseph Kalinowski dilahirkan pada tanggal 1 September 1835 di kota Vilna, Lithuania, dalam sebuah keluarga bangsawan katolik yang saleh. Ayahnya bernama Andrew Kalinowski dan ibunya bernama Josepha Poionska Kalinowski. Andrew Kalinowski adalah seorang guru matematika di sebuah sekolah untuk bangsawan. Joseph kecil tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang harmonis. Orang tuanya sangat mengasihi dia dan sejak kecil ia telah dididik dalam iman Katolik yang kuat. Semasa kecil Joseph belajar di rumah sampai usia sembilan tahun, lalu pendidikannya dilanjutkan di sekolah tempat di mana ayahnya mengajar. Joseph yang memiliki otak yang cerdas itu lulus pada tahun 1850 dengan nilai yang sempurna.
Sejak kecil Joseph sudah mulai merasakan adanya panggilan khusus dalam dirinya. Ia merasa terpanggil untuk mengabdikan hidupnya sebagai seorang imam dan melayani Tuhan dan sesama. Niat dan pikiran itu kemudian disampaikannya kepada orangtuanya yang kemudian menasehatinya supaya ia belajar terlebih dahulu dan melanjutkan kuliahnya. Joseph yang taat dan hormat kepada orangtuanya mengikuti nasihat sang ayah.
Masa Kuliah dan Kemiliteran
Pada masa itu untuk mencari universitas adalah hal yang tidak mudah bagi seorang Polandia. Ketika Rusia merebut Polandia dan Lithuania tahun 1795, pemerintahan Rusia menutup semua universitas Polandia dan satu-satunya universitas yang ada adalah universitas Rusia. Akhirnya pada tahun 1851 Joseph kemudian memilih Institut Agronomi di Hory-Horki. Di sana ia belajar tentang ilmu kimia, pertanian dan perkembang-biakan lebah. Setelah beberapa waktu belajar di sana, Joseph merasa bahwa ilmu tersebut bukan merupakan bidangnya, karena ternyata ia mempunyai talenta yang sama seperti sang ayah. Menyadari hal itu, akhirnya pada tahun 1853 Joseph pun segera beralih ke Akademi Teknik Militer Rusia Nicholayev di St. Petersburg. Ia masuk ke akademi itu bersama dengan seorang sepupunya, Lucian Polonski.
Letnan Rafael Kalinowski
Tahun 1856 Joseph lulus dan menyandang pangkat letnan. Tahun 1857 dia juga ditunjuk sebagai asisten dosen matematika di akademi tersebut. Setahun kemudian ia dikirim untuk mengawasi pembangunan jalan kereta api antara Kursk, Kiev dan Odessa. Proyek pembangunan jalan kereta api ini terhenti dan tertunda pada tahun 1860. Letnan Joseph kemudian ditugaskan kembali ke benteng di Brest Litovsk. Karena pekerjaannya yang baik dan pribadinya yang dewasa, pada tahun 1862 Joseph dipromosikan sebagai kapten dalam kepemimpinan staff umum.
Selama tiga tahun Joseph bertugas di benteng dan ia merasakan saat-saat yang menggelisahkan, ia merasa ada sesuatu yang kurang. Akhirnya, ia kemudian memulai mengajar sekolah minggu Katolik. Hal itu menyenangkan hatinya dan karena kepeduliannya yang amat tinggi kepada sesama, lebih-lebih yang menderita dan miskin maka Joseph pun mulai mengurangi dan membatasi pengeluaran biaya untuk kepentingannya sendiri, sehingga ia bisa membantu kaum miskin di daerah itu.
Masa Revolusi dan Pemberontakan
Tahun 1863, rakyat Polandia mulai bangkit untuk melawan penindasan Rusia. Saat itu Joseph berada di posisi yang sulit. Dia tahu dan sadar bahwa pemberontakan dan revolusi itu akan mendatangkan banyak kerusakan dan kerugian di berbagai tempat, namun di lain pihak ia juga menyetujui tujuan dari revolusi itu untuk membebaskan rakyat Polandiaadari penindasan Rusia. Joseph berpikir jika ia ikut dalam gerakan revolusi itu, mungkin ia dapat membantu untuk membatasi dan mengurangi kerusakan yang akan terjadi. Karena pertimbangan itu maka ia pun memutuskan untuk keluar dari kesatuan militer Rusia dan bergabung dengan para pemberontak Polandia.
Joseph pun meninggalkan Brest dan pergi menuju ke Warsaw. Di sana Joseph diminta oleh dewan nasional untuk memimpin gerakan revolusi dan menjadi duta perang melawan Rusia untuk regio Vilna. Joseph yang sangat mencintai tanah airnya sehingga menerima tugas tersebut walaupun dia sadar bahwa pemberontakan ini akan menimbulkan banyak kerugian. Dalam tugasnya kemudian Joseph mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menjatuhkan hukuman mati bagi siapapun.
Dengan keikutsertaannya dalam gerakan revolusi itu maka Joseph kemudian pergi ke Vilna dan membangun markas besar di rumahnya sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain. Di sana Joseph berusaha untuk semakin mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Setiap hari ia pergi ke gereja, juga berdoa melalui perantaraan Bunda Maria. Ia memohon rahmat dan kekuatan dalam menjalani tugasnya sebagai duta perang.
Masa revolusi itu pun berjalan dan seperti yang telah diperkirakannya, satu persatu para pemimpin revolusi ditahan oleh orang-orang Rusia, diadili dan digantung di tengah-tengah kota. Mereka yang tertangkap dimasukkan ke dalam penjara yang dulunya adalah sebuah biara Dominikan. Joseph dengan gigihnya berusaha menyelamatkan mereka. Melihat keberaniannya orang-orang Rusia pun mulai mengawasi gerak gerik Joseph. Akhirnya pada bulan Maret 1864, mereka pun menangkap Joseph dan memenjarakannya.
Selama dalam penjara itu Joseph menulis dalam riwayat hidupnya :
“Saya bangun setiap pagi pukul lima dan hal pertama yang terpikir olehku adalah doa kemudian meditasi. Ketika saya membaca buku meditasi, saya mendapatkan banyak penghiburan. Setiap hari saya dapat mendengarkan misa dari kejauhan. Jendela sel saya menghadap ke arah kebun yang merupakan sebuah alun-alun dan di seberangnya terletak Gereja Roh Kudus tempat misa diadakan setiap pagi. Saya kemudian membuka jendela sedikit dan saya pun dapat mengikuti seluruh perayaan Ekaristi kudus itu.”
Selang tiga bulan berikutnya pemerintahan Murawiew menjatuhkan hukuman mati untuk pejuang yang berani itu, namun karena Joseph sangat dikenal dan mungkin akan mendapat sebutan sebagai martir jika dihukum mati maka kemudian mereka mengubah hukumannya menjadi hukuman 10 tahun kerja paksa di Siberia Timur.
Masa Hukuman dan Pembuangan
Pada tanggal 29 Juni 1864 Joseph pun dikirim ke tempat pembuangan dan hukuman di Siberia. Ia pergi dengan berjalan kaki dan sampai di pertambangan Usolje-Sibirskoje tanggal 15 April 1864. Ia tinggal di sana sampai tahun 1868 dan pada tahun yang sama ia mendapat keringanan hukuman untuk meninggalkan daerah pembuangan. Ia kemudian dikirim ke Irkutsk dekat danau Bajkal di daerah perbatasan Mongolia. Di sinilah ia kemudian mengalami perubahan yang sangat besar dalam imannya. Joseph mulai melakukan karya-karya kerasulannya, walaupun ia mendapat banyak sekali penindasan yang membuatnya menderita, baik fisik maupun batin, namun hal itu justru semakin membawanya untuk berserah pada Tuhan. Hubungan Joseph dengan Tuhan pun semakin diperbaharui, semua penderitaan itu membuatnya semakin merasakan persatuan yang indah dengan Tuhan. Joseph yang senantiasa mewarnai hidupnya dengan doa terus-menerus membawa dampak yang baik bagi sesama tawanan di sana. Mereka begitu senang dengan kehadiran Joseph di antara mereka dan seringkali dalam doanya, mereka berseru, “Dengan perantaraan doa-doa Joseph Kalinowski, bebaskanlah kami ya Tuhan.”
Tahun-tahunnya di Siberia dan di pembuangan adalah masa-masa penuh rahmat bagi Joseph. Ia menunjukkan diri sebagai seorang pelayan Tuhan yang baik bagi sesamanya. Joseph senantiasa menyediakan waktu untuk memberikan penghiburan bagi para tawanan dan orang-orang buangan di sana, ia menjadi seorang pembimbing rohani yang bijaksana, memberikan kekuatan melalui doa-doanya. Joseph yang amat mengasihi Bunda Maria juga tidak pernah meninggalkan devosinya kepada Sang Perawan Tersuci ini. Ia percaya Bunda Maria senantiasa mendengarkan seruan anaknya dan menolong mereka.
Di tempat pembuangan ini juga Joseph berteman baik dengan seorang imam Kapusin yang bernama Wenceslaus Novakowski, OFM Cap. Bersama dengan imam ini Joseph kemudian mempersiapkan anak-anak para tawanan Katolik untuk menerima komuni pertama. Joseph dengan sabar dan penuh kasih mengajar mereka. Sementara itu Joseph menyadari panggilan Tuhan yang pernah dirasakannya semasa kecil saat itu semakin tumbuh subur dan kuat. Panggilan Tuhan itu dirasakannya begitu indah dan kemudian ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam sebuah biara untuk menjadi seorang imam.
Masa Pembebasan, Menjadi Seorang Guru
Selama masa 10 tahun penderitaan itu Joseph tidak pernah sekalipun meninggalkan meditasi dan doanya. Pada bulan April 1874 Joseph dibebaskan. Pada hari pembebasannya itu, ia pertama-tama pulang ke rumahnya di Vilna, kemudian pergi ke Warsaw dan tinggal di sana dekat dengan Gabriel, saudaranya. Dari jendela rumahnya Joseph dapat melihat gereja dan biara Karmel tak berkasut.
Santo Rafael Kalinowski saat berkunjung ke Paris
Saat itu seorang temannya semasa di pembuangan, Allesandro Oskierko menawarkan kepada Joseph pekerjaan sebagai guru dan pembimbing bagi Pangeran muda Augustus Czartoryski. Joseph menerima tawaran itu dan kemudian selama 3 tahun ia pun menjadi guru dan pembimbing. Pada tanggal 23 Oktober 1874 Joseph bersama dengan Gucio (nama kecil dari Pangeran August) pergi ke Paris dan tinggal di sana. Selama tahun-tahun itu Joseph membimbing Gucio. Ia melihat bahwa Gucio adalah seorang pemuda yang pandai namun sayangnya tubuhnya sangat lemah karena sakit. Selama itu Joseph memainkan peran sebagai ayah, ibu, kakak, teman, dan perawat bagi Gucio. Dia melakukan semua itu dengan penuh perhatian dan kasih kepada pemuda itu. Joseph menemani Gucio selama perjalanannya di Perancis, Polandia dan Italia, membimbing dia dengan kata-kata dan teladan hidup sebagai seorang Katolik.
Selama di Paris, Joseph ikut serta dalam kegiatan sosial, bekerja bagi para pengungsi Polandia. Joseph kemudian bertemu dengan seorang imam Karmel tak berkasut, Augustine Mary dari Sakramen Mahakudus. Joseph sangat mengagumi bakat musik imam ini dan terutama kehidupan rohaninya yang mendalam.
Menjadi Seorang Karmelit
Sementara itu keinginannya untuk meninggalkan segala sesuatu dan mengabdikan hidupnya bagi Tuhan semakin kuat. Panggilan menjadi seorang religius semakin matang dan akhirnya pada musim panas tahun 1876 ketika ia berada di Davos, Switzerland bersama Gucio, Joseph membuat keputusan yang mengubah seluruh kehidupannya. Joseph memutuskan untuk menjadi seorang Karmelit tak Berkasut. Ia didukung dan didoakan oleh Witoldowa Grocholska Czartoryska, bibi dari Gucio dan juga seorang biarawati Karmel yang bernama Sr. Mary Xavier dari Yesus. Dengan segala dukungan itu Joseph semakin mantap akan pilihan hidupnya.
Pada bulan Juli 1877 Joseph akhirnya meninggalkan kehidupan duniawi dan tepat tanggal 14 Juli ia masuk ke sebuah biara Karmel di Linz, Austria. Tidak diingkarinya bahwa ada rasa sedih juga ketika harus berpisah dengan Gucio yang telah dibimbingnya beberapa tahun itu. Di kemudian hari Gucio bertemu dengan Santo Yohanes Bosco dan menjadi seorang Salesian pada tahun 1887. Gucio meninggal dunia tahun 1893.
Tanggal 15 Juli 1877 Joseph pergi ke Graz untuk menjalani masa novisiat. Saat itu Joseph berusia 42 tahun dan pada tanggal 26 November 1877 ia mendapat nama biara yaitu Rafael dari St.Joseph Kalinowski. Dia mengucapkan kaul pertamanya setahun kemudian, setelah itu ia dikirim ke Hungaria untuk belajar filsafat dan teologi. Bulan November 1881 Joseph mengucapkan kaul kekalnya dan kemudian ia dipindahkan ke Polandia ke sebuah biara tua di daerah Czerna. Di sana ia menyelesaikan studi teologinya dan akhirnya menerima tahbisan imam pada tanggal 15 Januari 1882 oleh Uskup Krakow Albin Dunajewski.
Setelah menjadi imam, Rafael ditunjuk untuk menjadi pembimbing para novisiat. Kemudian di tahun 1883 ia menjadi pimpinan biara di Czerna. Selain itu ia juga menjadi anggota dewan propinsi dan pimpinan bagi para suster Karmel tak Berkasut dari biara di Krakow Wesola. Rafael juga dengan penuh kesabaran selalu menerima mereka yang datang untuk mengaku dosa. Ia sangat menaruh perhatian pada Sakramen pengakuan dosa. Karena perhatiannya ini maka di kemudian hari ia mendapat sebutan sebagai “martir pengakuan dosa”, seorang Bapak Pengakuan yang penuh perhatian dan bijaksana.
Rafael yang begitu bersemangat dalam pengabdian dan pelayanannya itu kemudian juga mendirikan biara-biara Karmel untuk pada suster. Atas segala usahanya akhirnya pada tahun 1884 sebuah biara Karmel Teresian berdiri di Przemysl dan pada tahun 1888 di Leopoli (Ukraina). Kemudian tahun 1990 Rafael menjadi Vikaris Provinsial dari semua biara-biara itu.
Di kemudian hari ketika biara novisiat Karmel tak Berkasut yang tadinya eksis di Berdyczow, Rusia dan Lublin hampir mati, Rafael mendirikan sebuah biara baru di Wadowice tahun 1892. Dia juga membangun sebuah gereja, pusat spiritualitas dan juga menjadi sebuah seminari yang membantu mengembangkan panggilan bagi para pemuda.
Tahun-tahun Terakhir
Rafael Kalinowski dengan penuh semangat dan cinta terus memberikan dirinya dalam pelayanan bagi Tuhan dan sesama. Dia yang memancarkan kasih Tuhan itu sangat dikenal dan dikasihi oleh semua orang. Dia menyediakan waktunya untuk membimbing para pemuda dalam seminari yang dibangunnya. Dia juga tidak hentinya berdoa bagi persatuan seluruh Gereja di dunia. Pada tahun 1904 atas perintah dari superiornya, Rafael mulai menulis riwayat hidupnya.
Pada tanggal 15 November 1907 di Wadowice Rafael Kalinowski meninggal dunia karena sakit TBC. Ia meninggal dalam keadaan damai dan tenang. Berita tentang kematiannya itu dengan cepat tersebar di mana-mana dan ribuan orang datang untuk menghormati pria yang telah diramalkan akan menjadi seorang Santo. Jenasah Rafael Kalinowski kemudian dipindahkan ke makam biara di Czerna, Krakow.
Arti nama
Nama Rafeal berasal dari nama Ibrani רָפָאֵל (Rafa'el) yang berarti : "Allah telah menyembuhkan". Raphael juga adalah nama salah satu dari tujuh Malaikat Agung yang melayani Allah.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari