Doa Katolik
Hari Raya

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Minggu, 31 Mei 2037· Putih · Pekan Psalterium I
31 Mei 2037

Bacaan Misa

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Sebelum bumi ada, kebijaksanaan sudah ada

Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum samudera raya ada, aku telah lahir, yakni sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam, aku telah ada, dan lebih dahulu daripada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Tuhan membuat bumi dengan padang-padangnya, atau debu dataran yang pertama. Ketika Ia mempersiapkan langit, aku ada di sana, Ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, Ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras; aku ada di sana; Ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan. Setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan aku senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya, dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Mazmur Tanggapan (PS 159)

Refren: Betapa megah nama-Mu, Tuhan, di seluruh bumi.

Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang. Apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia sehingga Engkau mengindahkannya?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

Domba, sapi, dan ternak semuanya, hewan di padang dan margasatwa, burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

Bacaan Kedua
Rm. 5:1-5

Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Kristus, dalam kasih yang dicurahkan oleh Roh Kudus.

Saudara-saudara terkasih, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita beroleh jalan masuk karena iman akan kasih karunia Allah. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri, dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Bukan hanya ini saja!. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraaan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Bait Pengantar Injil
Why. 1:8

Alleluya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, kepada Allah yang ada sejak dahulu, kini dan sepanjang masa mendatang.

Alleluya, alleluya.

Bacaan Injil
Yoh. 16:12-15

Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku; Roh akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang akan dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima daripada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima daripada-Ku.”

Inilah Injil Tuhan kita!

Invitatorium

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.

Ibadat Bacaan

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kebaikan dan damai bagi umat manusia.

Anugerah yang dibawa kerajaan-Mu.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.
2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus. Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.
3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Anugerah Allah yang Mahatinggi;

Hidup, kasih dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.
Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Datanglah dan tinggallah bersama kami, ya Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Mazmur 8

Keagungan Tuhan dan martabat manusia

Bapa memberikan Kristus kekuasaan atas ciptaan dan menjadikan-Nya kepala Gereja (Efesus 1:22).

Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan, Allah kami,

di seluruh bumi!
Keagungan-Mu dipuji di atas langit;

dari bibir anak-anak dan bayi-bayi

Engkau telah menemukan pujian untuk menggagalkan musuh-Mu,

untuk membungkam musuh dan pemberontak.
Ketika aku melihat langit, karya tangan-Mu,

bulan dan bintang-bintang yang Engkau atur,

apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya,

manusia fana sehingga Engkau memedulikannya?
Namun Engkau telah menjadikannya sedikit lebih rendah dari Allah;

dengan kemuliaan dan kehormatan Engkau memahkotainya,

memberinya kuasa atas karya tangan-Mu,

menempatkan segala sesuatu di bawah kakinya.
Semuanya, domba dan lembu,

ya, bahkan binatang buas,

burung-burung di udara, dan ikan

yang berenang di air.
Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan, Allah kami,

di seluruh bumi!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonDatanglah dan tinggallah bersama kami, ya Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Antifon 2Bapa adalah Kasih, Putra adalah rahmat, Roh Kudus adalah ikatan persekutuan mereka; ya Tritunggal yang terberkati.

Mazmur 32 (33)

Nyanyian pujian untuk pemeliharaan Allah yang terus-menerus

Melalui Sabda segala sesuatu dijadikan (Yohanes 1:3).

I
Bersoraklah bagi Tuhan, hai orang-orang benar;

karena pujian pantas bagi hati yang setia.
Bersyukurlah kepada Tuhan dengan harpa,

dengan kecapi sepuluh tali nyanyikanlah lagu-lagu bagi-Nya.

Nyanyikanlah bagi-Nya lagu yang baru,

mainkanlah dengan nyaring, dengan segenap keahlianmu.
Sebab firman Tuhan itu setia

dan semua karya-Nya dapat dipercaya.

Tuhan mencintai keadilan dan kebenaran

dan memenuhi bumi dengan kasih-Nya.
Dengan firman-Nya langit dijadikan,

dengan hembusan mulut-Nya semua bintang.

Ia mengumpulkan gelombang samudra;

Ia menyimpan kedalaman laut.
Biarlah seluruh bumi takut akan Tuhan,

semua yang hidup di dunia menghormati-Nya.

Ia berfirman; dan terjadilah.

Ia memerintahkan; dan muncullah.
Ia menggagalkan rancangan bangsa-bangsa,

Ia mengalahkan rencana-rencana umat manusia.

Rancangan-Nya sendiri akan tetap ada selama-lamanya,

rencana hati-Nya dari zaman ke zaman.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBapa adalah Kasih, Putra adalah rahmat, Roh Kudus adalah ikatan persekutuan mereka; ya Tritunggal yang terberkati.

Antifon 3Bapa mengucapkan Kebenaran, Putra adalah Kebenaran yang diucapkan-Nya, dan Roh Kudus adalah Kebenaran; ya Tritunggal yang terberkati.

II
Berbahagialah mereka, yang Allahnya adalah Tuhan,

umat yang telah dipilih-Nya sebagai milik-Nya.

Dari surga Tuhan memandang,

Ia melihat semua anak manusia.
Dari tempat kediaman-Nya Ia memandang

semua penghuni bumi,

Ia yang membentuk hati mereka semua

dan mempertimbangkan semua perbuatan mereka.
Seorang raja tidak diselamatkan oleh tentaranya,

pun seorang prajurit tidak dilindungi oleh kekuatannya.

Harapan yang sia-sia untuk keselamatan adalah kuda;

meskipun kekuatannya tidak dapat menyelamatkan.
Tuhan memandang mereka yang menghormati-Nya,

mereka yang berharap pada kasih-Nya,

untuk menyelamatkan jiwa mereka dari kematian,

untuk menjaga mereka tetap hidup dalam kelaparan.
Jiwa kami menanti Tuhan.

Tuhan adalah penolong dan perisai kami.

Dalam Dia hati kami menemukan sukacita.

Kami percaya pada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonBapa mengucapkan Kebenaran, Putra adalah Kebenaran yang diucapkan-Nya, dan Roh Kudus adalah Kebenaran; ya Tritunggal yang terberkati.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengan firman Tuhan langit dijadikan.

℟ Dengan hembusan mulut-Nya, Ia menciptakan bala tentara surga.
Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

2:1-16

Misteri agung kehendak Allah
Adapun aku sendiri, saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan keunggulan perkataan atau “hikmat” untuk memberitakan kesaksian Allah kepadamu. Tidak, aku memutuskan bahwa selama aku bersamamu, aku tidak akan berbicara tentang apa pun kecuali Yesus Kristus dan Dia yang disalibkan. Ketika aku datang di antara kamu, aku datang dalam kelemahan dan ketakutan, dan dengan banyak kegentaran. Pesan dan khotbahku tidak memiliki kekuatan persuasif dari argumentasi “bijaksana”, tetapi kekuatan meyakinkan dari Roh. Sebagai akibatnya, imanmu tidak didasarkan pada hikmat manusia tetapi pada kuasa Allah.
Memang ada hikmat tertentu yang kami ungkapkan di antara orang-orang yang dewasa secara rohani. Namun, itu bukan hikmat zaman ini, juga bukan hikmat para penguasa zaman ini, yang adalah orang-orang yang menuju kehancuran. Tidak, apa yang kami ucapkan adalah hikmat Allah: hikmat yang misterius, hikmat yang tersembunyi. Allah merencanakannya sebelum segala zaman untuk kemuliaan kita. Tidak seorang pun dari penguasa zaman ini yang mengetahui misteri itu; jika mereka mengetahuinya, mereka tidak akan pernah menyalibkan Tuhan kemuliaan. Tentang hikmat ini tertulis:
“Mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar,

dan belum pernah terlintas dalam hati manusia

apa yang telah disediakan Allah bagi mereka yang mengasihi Dia.”
Namun Allah telah menyatakan hikmat ini kepada kita melalui Roh. Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang dalam dari Allah. Siapa, misalnya, yang mengetahui diri terdalam seseorang selain roh orang itu sendiri di dalam dirinya? Demikian pula, tidak seorang pun yang mengetahui apa yang terletak di kedalaman Allah selain Roh Allah.
Roh yang telah kita terima bukanlah roh dunia tetapi Roh Allah, yang membantu kita untuk mengenali karunia-karunia yang telah diberikan-Nya kepada kita. Kami berbicara tentang ini, bukan dengan kata-kata hikmat manusia tetapi dengan kata-kata yang diajarkan oleh Roh, sehingga menafsirkan hal-hal rohani dalam istilah rohani.
Manusia alami tidak menerima apa yang diajarkan oleh Roh Allah. Baginya, itu adalah absurditas. Ia tidak dapat mengenal ajaran semacam itu karena harus dinilai secara rohani. Orang rohani, di sisi lain, dapat menilai segala sesuatu, meskipun ia sendiri tidak dapat dinilai oleh siapa pun. Sebab, “Siapa yang telah mengetahui pikiran Tuhan sehingga dapat mengajar Dia?” Tetapi kita memiliki pikiran Kristus.

Responsorium Lihat Efesus 1:17, 18; 1 Korintus 2:12

Semoga Allah yang mulia dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus memberi kita roh hikmat untuk memahami wahyu-Nya, dan membawa kita kepada pengetahuan penuh tentang Dia.

℟ Semoga Ia menerangi mata pikiran kita untuk melihat harapan besar panggilan kita, kekayaan kemuliaan yang telah Ia sediakan bagi orang-orang kudus.
Kita tidak menerima roh dunia ini, tetapi Roh yang datang dari Allah.

℟ Semoga Ia menerangi mata pikiran kita untuk melihat harapan besar panggilan kita, kekayaan kemuliaan yang telah Ia sediakan bagi orang-orang kudus.
Bacaan Kedua

Dari surat pertama kepada Serapion oleh Santo Atanasius, uskup

Terang, kemuliaan, dan rahmat ada di dalam Tritunggal dan dari Tritunggal
Tidaklah salah untuk mempertimbangkan tradisi kuno, ajaran, dan iman Gereja Katolik, yang diwahyukan oleh Tuhan, diberitakan oleh para rasul, dan dijaga oleh para bapa. Sebab di atas iman inilah Gereja dibangun, dan jika ada yang menyimpang darinya, ia tidak akan lagi menjadi seorang Kristen baik dalam kenyataan maupun dalam nama.
Kami mengakui Tritunggal, kudus dan sempurna, terdiri dari Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dalam Tritunggal ini tidak ada campur tangan unsur asing atau apa pun dari luar, juga Tritunggal bukanlah campuran dari makhluk pencipta dan ciptaan. Ini adalah realitas yang sepenuhnya kreatif dan menggerakkan, konsisten pada diri sendiri dan tidak terbagi dalam kekuatan aktifnya, karena Bapa menciptakan segala sesuatu melalui Sabda dan dalam Roh Kudus, dan dengan cara ini kesatuan Tritunggal Mahakudus terpelihara. Oleh karena itu, di dalam Gereja, satu Allah diberitakan, satu Allah yang di atas segala sesuatu dan melalui segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu. Allah di atas segala sesuatu sebagai Bapa, karena Ia adalah prinsip dan sumber; Ia melalui segala sesuatu melalui Sabda; dan Ia di dalam segala sesuatu dalam Roh Kudus.
Menulis kepada jemaat di Korintus tentang hal-hal rohani, Paulus menelusuri semua realitas kembali kepada satu Allah, Bapa, dengan mengatakan: Sekarang ada berbagai karunia, tetapi Roh yang sama; dan berbagai pelayanan, tetapi Tuhan yang sama; dan ada berbagai pekerjaan, tetapi Allah yang sama yang mengilhami semuanya dalam setiap orang.
Bahkan karunia-karunia yang Roh berikan kepada individu-individu diberikan oleh Bapa melalui Sabda. Sebab segala sesuatu yang menjadi milik Bapa juga menjadi milik Putra, dan demikianlah rahmat yang diberikan oleh Putra dalam Roh adalah karunia sejati dari Bapa. Demikian pula, ketika Roh berdiam di dalam kita, Sabda yang menganugerahkan Roh juga ada di dalam kita, dan Bapa hadir dalam Sabda. Inilah makna dari teks: Bapa-Ku dan Aku akan datang kepadanya dan membuat kediaman kami bersamanya. Sebab di mana ada terang, di situ juga ada kemuliaan; dan di mana ada kemuliaan, di situ juga ada kekuatan dan rahmat-Nya yang gemilang.
Ini juga ajaran Paulus dalam surat keduanya kepada jemaat di Korintus: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. Sebab rahmat dan karunia Tritunggal diberikan oleh Bapa melalui Putra dalam Roh Kudus. Sama seperti rahmat diberikan dari Bapa melalui Putra, demikian pula tidak akan ada komunikasi karunia kepada kita kecuali dalam Roh Kudus. Tetapi ketika kita bersekutu dalam Roh, kita memiliki kasih Bapa, rahmat Putra, dan persekutuan Roh itu sendiri.

Responsorium

Marilah kita menyembah Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus;

℟ Marilah kita memuji dan memuliakan Allah di atas segalanya selama-lamanya.
Terpujilah Allah di cakrawala surga; segala pujian, segala kemuliaan bagi-Nya selama-lamanya.

℟ Marilah kita memuji dan memuliakan Allah di atas segalanya selama-lamanya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah kuasa dan kekuatan,

langit dan bumi penuh dengan kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan mulia para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang dibeli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpin dan tegakkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah Bapa kami,

yang dengan mengutus ke dunia Sabda

kebenaran dan Roh pengudusan

telah menyatakan kepada umat manusia misteri-Mu yang menakjubkan,

kami mohon, berilah kami, agar dalam mengakui iman yang benar,

kami dapat mengakui Tritunggal kemuliaan abadi

dan menyembah Kesatuan-Mu, yang perkasa dalam keagungan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.

Antifon 3Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah,*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.

Bacaan Singkat (Roma 11,33-36)

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungTerpujilah Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, pencipta dan penata segala sesuatu, sekarang, selalu, dan sepanjang segala masa.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan, fajar dan matahari kita, menerangi setiap insan dan takkan terbenam. Marilah kita memuji Dia dan berkata:

℟. Ya Tuhan, Engkaulah kehidupan dan keselamatan kami.

Pencipta bintang-bintang, permulaan hari ini kami terima penuh syukur dari tanganMu,* sambil mengenangkan kebangkitanMu. ℟.

Semoga rohMu mengajar kami bertindak seturut keinginan hatiMu,* dan semoga kebijaksanaanMu tetap membimbing kami. ℟.

Semoga kami pada hari Minggu ini berhimpun sebagai umatMu,* untuk menyambut santapan sabda dan tubuhMu. ℟.

Kami mengucap syukur kepadaMu,* atas kurniaMu yang tak terbilang banyaknya. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 Io 4, 16)

Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

Ayat Singkat

℣.Condongkanlah hatiku, ya Allah, kepada peringatan-peringatan-Mu.℟.Hidupkanlah aku di jalan-Mu.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat Gal 6,9-10

Janganlah kita jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, asal saja kita tidak lengah. Sebab itu, selama masih sempat, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman.

℣.Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku.℟.KetetapanMu hendak kupegang.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pekan I Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Gal 6, 9-10)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Ayat Singkat

℣.Aku berseru dengan segenap hati, jawablah aku, ya Tuhan.℟.Ketetapan-ketetapan-Mu hendak kupegang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.

Bacaan singkat 2Kor 1,3-4

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas-kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Ia menghibur kita dalam segala penderitaan, sehingga kita sanggup menghibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah.

Lagu Singkat

℣.Terpujilah Engkau, ya Tuhan,* Di angkasa raya.℟.Terpujilah.℣.KepadaMulah pujian selama segala abad.℟.Dia angkasa raya.℣.Kemuliaan.℟.Terpujilah.

Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungDengan segenap hati dan bibir kami mengakui, memuji, dan memuliakan Dikau: Allah Bapa yang tak dilahirkan, Putera yang tunggal, Roh Kudus Penghibur; Tritunggal yang kudus dan tak terbagi, bagiMu kemuliaan selama-lamanya.

Doa Permohonan

Kristuslah kepala kita, dan kita anggota-anggotaNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan gembira berseru:

℟. Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.

Ya Penyelamat kami, teguhkanlah umat pilihanMu, agar lebih jelas melambangkan kesatuan umat manusia,* dan menjadi tanda pembawa selamat yang lebih nyata bagi semua bangsa. ℟.

Dampingilah selalu para uskup bersama bapa suci,* dan anugerahilah mereka kesatuan, cinta kasih dan damai. ℟.

Satukanlah seluruh umat Kristen dalam diriMu sebagai kepala,* supaya kami dalam kehidupan sehari-hari memberi kesaksian tentang kerajaanMu. ℟.

Berikanlah perdamaian kepada dunia,* supaya keamanan dan kesejahteraan berkembang di mana-mana. ℟.

Bangkitkanlah semua orang mati pada hari kiamat,* dan ikutsertakanlah kami dalam kebahagiaan mereka. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah Bapa, dengan mengutus SabdaMu, yakni kebenaran, dan Roh pengudusanMu ke dalam dunia, Engkau menyatakan misteriMu yang mengagumkan kepada umat manusia. Anugerahkanlah kepada kami, dalam pengakuan iman yang benar, mengenal kemuliaan Tritunggal yang kekal dan menyembah Ketunggalan dalam keagungan kuasaNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan II Mazmur

Doa Tobat

℟.Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

AntifonTuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat Why 22,4-5

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Beato Yakobus Zhou Wen-mo

Martir · 1752-1801

Zhou Wen-mo lahir pada tahun 1752 di Su-Tcheou, Provinsi Jiang-nan, Tiongkok. Kedua orang tuanya meninggal ketika dia masih anak-anak dan ia dibesarkan oleh seorang bibinya. Ia mengenal ajaran iman Katolik melalui pewartaan para missionaris dan dibabtis dengan nama Yakobus. Ia lalu masuk seminari keuskupan di Beijing, dan ditahbiskan menjadi imam lulusan pertama dari seminari tersebut.

Pada waktu itu, Uskup Alexandre de Gouvea dari Beijing tengah berpikir untuk mengirimkan seorang misionaris ke Korea. Beliau lalu menunjuk pater Yakobus Zhou untuk menjadi misionaris di semenanjung Korea. Bapa Uskup memilihnya berdasarkan kemampuan yang diperlukan dalam menjalankan pelayanannya.

Yakobus Zhou meninggalkan Beijing pada bulan Februari 1794. Ia dijemput secara rahasia oleh dua orang utusan Gereja Katolik Korea, Sabas Ji-Hwang dan Yohanes Pak, di didekat perbatasan Tiongkok - Korea. Namun mereka tidak bisa segera menyeberang ke Korea karena harus menunggu sampai Sungai Yalu (orang Korea menyebutnya: Sungai Amnok) membeku, agar dapat diseberangi. Sambil menanti datangnya musim dingin, pater Zhou mengunjungi umat Katolik di wilayah Liao-dong dan tinggal disitu selama beberapa bulan. Dia baru bisa menyeberangi Sungai Yalu tanggal 24 Desember 1794 dengan menyamar sebagai orang Korea.

Pater Yakobus Zhou tiba di Seoul dan tinggal di rumah Matias Choe In-gil, di wilayah Gyedong (Sekarang Gye-dong, Jongno-gu, Seoul). Dia mulai belajar bahasa Korea dan merayakan misa perdananya bersama umat Katolik Korea pada hari Minggu Paskah tahun 1795. Setelah beberapa waktu, keberadaannya diketahui oleh polisi Kerajaan dan mereka berupaya untuk menangkapnya. Dalam sebuah penggrebekkan Pater Yakobus Zhou berhasil meloloskan diri dan bersembunyi di rumah Kolumbanus Kang Wan-suk. Namun para katekisnya, Beato Paulus Yun Yu-il dan Beato Sabas Ji-Hwang, serta pemilik rumah Beato Matias Choe In-gil tertangkap dan dijatuhi hukuman mati. Mereka bertiga kemudian gugur sebagai martir Kristus.

Walau dikejar-kejar oleh polisi Kerajaan, Yakobus Zhou tetap merayakan misa bersama umat Katolik Korea secara sembunyi-sembunyi. Ia juga berkeliling memberikan pelayanan Sakramen dan membentuk Myeongdohoe, sebuah perkumpulan awam untuk belajar Katekese dan Kitab Suci. Dia juga menulis buku Katekismus dalam bahasa Korea. Dalam waktu enam tahun karyanya sebagai misionaris, umat Katolik di Korea mulai bertumbuh dari empat ribu orang menjadi Sepuluh Ribu orang.

Pada tahun 1800, Raja Jeongjo (Raja ke-22 dari Dinasti Joseon) meninggal dunia dan digantikan oleh puteranya Pangeran Sun-jo yang saat itu masih berusia sebelas tahun. Pergantian kekuasaan ini memiliki dampak politik dimana kekuasaan berpindah-pindah dari satu fraksi ke fraksi lain. Gereja Katolik Korea yang baru saja bertumbuh terjebak dalam pertarungan politik. Penganiayaan terhadap Gereja Katolik mulai terjadi pada tahun 1801 dan dikenal sebagai masa Penganiayaan Sinyu. Umat Katolik satu per satu mulai ditangkapi dan dimasukkan ke dalam penjara. Mereka lalu disiksa agar murtad dan meninggalkan iman mereka akan Yesus Kristus. Ribuan Umat Katolik Korea tewas sebagai saksi Kristus pada masa penganiayaan ini.

Pater Yakobus Zhou sangat sedih mendengar tentang penyiksaan yang dialami oleh umatnya. Ia mulai berpikir bahwa umat Katolik Korea terbunuh gara-gara dia. Karena itu ia memutuskan untuk kembali ke Tiongkok. Namun, beberapa waktu kemudian ia berubah pikiran. “Aku harus berbagi nasib dengan umatku dan meringankan penganiayaan dan kemartiran mereka.” katanya. Ia lalu memutuskan untuk menyerahkan diri.

Pada tanggal 11 Maret, Yakobus keluar dari tempat persembunyiannya dan muncul dihadapan para penganiaya. Dengan segera ia ditahan dan diinterogasi. Meskipun ia telah disiksa dengan kejam, imam ini tetap menjawab pertanyaan para penyiksanya dengan bijak dan hati-hati.

“Satu-satunya alasan saya datang ke Korea, dengan ditemani Sabas Ji-Hwang, dan melewati berbagai ancaman marabahaya di perbatasan, adalah karena saya mencintai orang Korea. Ajaran Yesus tidak jahat. Melakukan perbuatan yang merugikan orang lain ataupun negara, itu dilarang oleh Sepuluh Perintah Allah, namun demikian, saya tidak dapat melaporkan mengenai urusan Gereja.”

Ia terus-menerus menjalani penyiksaan selama mendekam dipenjara. Pada akhirnya para penganiaya menyadari bahwa mereka tidak akan memperoleh keterangan apapun darinya. Dengan marah mereka lalu menjatuhkan hukuman mati kepadanya berdasarkan hukum militer. Ia akan dipenggal dan kepalanya akan digantung di gerbang perkemahan (mungkin kamp Militer).

Pada tanggal 31 Mei 1801 (19 April berdasarkan penanggalan Lunar), Pater Yakobus Zhou yang saat itu berusia 49 tahun dipenggal di Saenamteo, di dekat sungai Han. Saat hukuman mati berlangsung para saksi mata menuturkan :

“Langit yang cerah tiba-tiba menjadi gelap. Sebuah badai yang hebat menerbangkan bebatuan di sekitarnya. Jarak pandang hanya satu inchi karena hujan yang lebat. Begitu eksekusi selesai, awan-awan menghilang. Sebuah pelangi yang terang muncul di langit. Kemudian menghilang ke langit sebelah timur laut.”

Yakobus Zhou Wen-Mo adalah salah seorang dari 103 Martir Korea. Ia dibeatifikasi pada tanggal 15 August 2014 oleh Paus Fransiskus.

Arti nama

Berasal dari bahasa Latin : Iacomus; yang diturunkan dari bahasa Yunani Ιακωβος (Iakobos). Asli nya berasal dari nama Ibrani יַעֲקֹב (Ya'aqov) yang berarti : Pemegang Tumit / Pengganti (Kej 25:26)

Santa Kamilla Battista da Varano

Biarawati · 1458-1524

Santa Camilla Battista da Varano lahir pada tanggal 9 April 1458 di Camerino, Macerata, Italia, dalam keluarga aristokrat Italia yang kaya-raya. Ayahnya adalah pangeran Giulio Cesare da Varano, Duke of Camerino dan ibunya juga seorang wanita ningrat bernama Cecchina di Maestro Giacomo. Sebagai seorang puteri bangsawan, Camilla menerima pendidikan dari guru-guru terbaik dimasa itu, dan sangat berbakat dalam Retorika dan Tata-bahasa.

Saat berusia 9 tahun, Camilla kecil mendengarkan homili hari Jum'at Agung dari seorang biarawan Fransiskan bernama Domenico di Leonessa. Khotbah tentang Sengsara Yesus ini begitu menyentuh, sampai ia menangis tersedu-sedu di dalam Gereja.

Pada masa Prapaskah 1479 Camilla kembali mendengarkan khotbah yang menggetarkan hati dari seorang biarawan Fransiskan bernama Francesco di Urbino. Kata-kata biarawan yang dijuluki "sangkakala Roh Kudus" ini membuat hatinya bergetar hebat. Setelah rutin mendengarkan khotbah-kotbah dari don Francesco, Camilla mulai mendengar panggilan Tuhan didalam dirinya untuk meninggalkan kehidupan duniawi. Keinginannya menjadi biarawati segera ditentang keras oleh sang ayah yang telah mempersiapkan perjodohannya. Namun Camilla teguh mempertahankan panggilannya dan tetap memutuskan untuk menjadi pengantin Kristus.

Saat berusia 21 tahun, camilla masuk sebuah biara suster dan mengucapkan kaulnya pada tanggal 24 Maret 1479 bertepatan dengan hari raya Santa Maria menerima khabar gembira dari malaikat Tuhan. Dua tahun pertamanya sebagai seorang biarawati adalah perjuangan pahit melawan godaan dan cobaan yang berat. Selain sikap keluarganya yang tetap menentang pilihan hidupnya, Camilla juga harus menghadapi ejekan dan gosip dari sesama biarawati yang merasa aneh melihat seorang puteri bangsawan meninggalkan kastil yang megah untuk menjadi seorang biarawati miskin.

Pada tanggal 17 April 1479, Camilla pindah ke biara Klaris (OSC = Ordo Santa Clara) di Urbino Italia yang lebih kontemplatif dan memiliki regula (aturan hidup membiara) yang lebih ketat. Dalam biara inilah Camilla mengalami peningkatan kehidupan rohani yang luar biasa. Ia menjadi seorang suster yang sederhana dan penuh disiplin yang selalu hidup dalam doa dan meditasi. Ia akan berdoa sepanjang malam dan mengawali pagi harinya dengan menerima sakramen tobat. Camilla kemudian diberkati Tuhan dengan Karunia penglihatan dan kerap menerima penampakkan dari para kudus dan para malaikat. Penampakkan-penampakkan Ilahi ini membuka pikirannya untuk memahami konsep-konsep teologi yang kelak dituangkan dalam tulisan-tulisannya. Camilla mengintensifkan meditasinya pada sengsara Kristus hingga dapat meresapi dan merasakan penderitaan sang Juru Selamat secara nyata, fisik maupun mental. Pada masa ini ia menulis buku “Ricordi di Gesu”, sebuah panduan meditasi dalam bentuk sebuah surat dari Yesus kepadanya.

Pada tanggal 4 Januari 1484 Camilla da Varano ditunjuk menjadi Abbess (kepala biara susteran) biara Santa Maria Nouva di kota kelahirannya, Camerino. Biara ini terletak dekat istana ayahnya dan baru selesai dipugar sang ayah untuk membuat putrinya berada dekat dengannya. Dengan kekuasaannya, pangeran Guilio Cesare da Varano menekan Vikaris Jenderal Ordo Fransiskan, yang memiliki otoritas atas Ordo Santa Clara, untuk menempatkan suster Camilla di biara yang telah ia pugar tersebut. Camilla menolak keras pindah ke Camerino karena campur tangan ayahnya. Namun ia pindah juga setelah diingatkan akan kaul ketaatannya.

Di biara Camerino, Camilla da Varano menulis beberapa buku diantaranya : I dolori mentali di Gesu nella sua Passione (Kesedihan Hati Yesus Saat Menderita Sengsara), yang berisikan renungan panjang mengenai Sengsara Yesus. Antara tanggal 27 Februari dan 13 Maret 1491 Camilla menyusun Vita Spirituale (hidup Spiritual), buku Autobiografinya yang adalah sebuah surat yang panjang untuk don Domenico di Leonessa, biarawan Fransiskan yang telah mengilhami tetesan air matanya saat ia berusia 9 tahun. Dalam Vita Spirituale Camilla mengucapkan terima kasih kepada don Domenico dan menceritakan bagaimana ia telah mengilhami perjalanan hidup spiritualnya.

Pada tahun 1505, Paus Julius II mengirim Suster Camilla ke kota Fermo untuk membangun biara Kalaris di kota itu. Ia pergi dan tinggal disana selama dua tahun lalu kembali ke Camerino. Pada 1521 Camilla diutus ke San Severino Marche untuk membimbing sebuah komunitas biarawati yang baru saja mengadopsi Regula Santa Klara. Disini ia menulis karyanya yang terakhir : Trattato della Purita di cuore yang ia dedikasikan kepada Vikaris Jendral Fransiskan, Giovanni di Fano.

Suster Camilla Battista da Varano tutup usia di biara Klaris di Camerino pada tanggal 31 Maret 1524. Ia dibeatifikasi pada tanggal 7 April 1843 oleh Paus Gregorius XVI dan dikanonisasi pada 17 Oktober 2010, oleh Paus Benediktus XVI. Tubuhnya yang masih tetap utuh, saat ini disemayamkan di biara Santa Klara, Camerino, Macerata, Italia.

Arti nama

Kamilla adalah Bentuk Feminim dari nama Romawi : Kamillus.

Kamillus = nama Romawi yang berasal dari kata Latin : "Camillus" yang berarti : "pelayan atau Petugas (religius)" Sumber : Katakombe.Org

Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet

Pesta · Ditetapkan bagi Gereja universal 1389

Pesta ini merayakan kunjungan Santa Perawan Maria kepada saudarinya Elisabet, seperti dikisahkan dalam Injil Lukas. Sesudah menerima kabar dari malaikat bahwa ia akan mengandung Sang Penyelamat, dan bahwa Elisabet yang sudah lanjut usia pun sedang mengandung, Maria segera berangkat ke pegunungan Yudea untuk melayani.

Perjumpaan itu penuh sukacita. Ketika Maria memberi salam, bayi dalam rahim Elisabet, yaitu Yohanes Pembaptis, melonjak kegirangan, dan Elisabet yang dipenuhi Roh Kudus berseru, Diberkatilah engkau di antara semua perempuan (Lukas 1:42). Maria menanggapinya dengan madah Magnificat, nyanyian pujian yang mengagungkan Allah karena berpihak kepada mereka yang rendah dan lapar akan keadilan.

Perayaan ini pertama kali dijalankan oleh para Fransiskan pada tahun 1263 atas anjuran Santo Bonaventura. Kemudian Paus Urbanus VI menetapkannya bagi seluruh Gereja pada tahun 1389, dengan harapan agar melalui perantaraan Maria, perpecahan besar yang saat itu melanda Gereja Barat dapat dipulihkan.

Sesudah pembaruan liturgi Konsili Vatikan II, pestanya ditempatkan pada 31 Mei, di penghujung bulan yang khusus didedikasikan bagi Maria. Letaknya pun bermakna, di antara Hari Raya Kabar Sukacita dan Kelahiran Yohanes Pembaptis. Bagi umat hari ini, pesta ini mengajarkan bahwa membawa Kristus kepada sesama selalu terwujud dalam pelayanan yang nyata dan penuh kasih.

Ditetapkan: bagi Gereja universal oleh Paus Urbanus VI tahun 1389; tanggal 31 Mei ditetapkan dalam pembaruan kalender Konsili Vatikan II.

Santo Felix dari Nicosia

Pengaku Iman · 1715-1787

Santo Felix dari Nicosia, O.F.M. Cap, (Italia: Felice di Nicosia) adalah seorang biarawan Fransiskan Kapusin yang kudus dan penuh dengan karunia ajaib. Ia dilahirkan di Nicosia, Pulau Sisilia Italia pada tanggal 5 November 1715, dan dibabtis dengan nama Fillipo Giacomo Amoroso. Filippo kecil selalu bekerja membantu ayahnya yang adalah seorang pembuat sepatu. Toko sepatu ayahnya terletak didekat sebuah biara kapusin; karena itu sejak kecil, ia sudah mengenal para biarawan dan mengagumi cara hidup mereka.

Pada usia 20 tahun, ia meminta pada superior biara Kapusin di Nikosia untuk menyampaikan permohonannya kepada Provinsial biara di Messina agar bisa diterima sebagai seorang Bruder. Permohonannya ditolak karena ia adalah seorang buta huruf yang tidak bisa membaca dan menulis. Namun Fillipo tidak patah arang. Setiap tahun Ia kembali lagi mengajukan permohonan. Setelah delapan tahun, melihat kesetiaannya mengajukan permohonan dan kesungguhannya untuk menjadi seorang biarawan, akhirnya ia diterima juga dan dikirim untuk menjalani novisiat di Mistretta.

Fillipo masuk novisiat Kapusin pada tanggal 19 Oktober 1743 dan diberi nama Bruder Felix. Ia mengucapkan kaulnya sebagai seorang biarawan Ordo Fransiskan Kapusin setahun kemudian.

Tidak seperti biasanya, Provinsial biara Kapusin menugaskan Bruder Felix di Kota kelahirannya. Ini sangat bertentangan dengan norma umum yang berlaku dalam biara Kapusin pada saat itu, dimana seorang biarawan muda biasanya akan ditempatkan jauh dari tempat asal mereka. Kehadiran keluarga dan teman-teman lama dianggap dapat menjadi godaan untuk kembali menjalani kehidupan duniawi dan mengganggu perkembangan rohani mereka. Namun karena kehidupan rohani Bruder Felix yang begitu kudus, para atasannya membuat sebuah pengecualian baginya.

Dikota kelahirannya, Bruder Felix ditugaskan menjadi seorang quaestor, yaitu sebagai biarawan pengemis yang tugasnya berkeliling di wilayah sekitar biara untuk meminta-minta dan mengumpulkan sedekah bagi kelangsungan hidup biara. Setiap hari ia akan berkeliling kampung halamannya dan mengetuk pintu rumah para kerabat dan sahabatnya untuk meminta-minta sedekah. Tugas ini sungguh sangat berat untuk dijalani. Hinaan dan ejekan dari orang-orang yang mengenalnya akan selalu diterimanya disepanjang perjalanan. Namun apapun yang diterimanya; Bruder Felix akan tetap tersenyum. Kelembutan hatinya sedemikian rupa sehingga ia akan selalu berkata “Terima kasih”. Bahkan ketika ia diperlakukan dengan sangat kasar, ia akan berseru : “Biarkanlah ini terjadi demi cinta kepada Tuhan.”

Ia memiliki devosi yang sangat mendalam kepada Yesus dan Bunda Maria. Setiap hari Jumat, ia akan berpuasa merenungkan sengsara dan wafat Kristus dan pada setiapo hari Jumat dalam masa prapaskah, ia akan berpuasa berat dengan hanya makan sekerat roti dan segelas air. Ia juga memiliki rasa hormat dan cinta yang mendalam kepada Sakramen Mahakudus. Sering menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk berdoa di depan tabernakel, bahkan setelah mengalami cobaan yang keras setiap hari.

Kekudusannya membuat ia diberkahi Tuhan dengan karunia penyembuhan bagi berbagai macam penyakit, fisik maupun rohani. Dia juga dianugerahi kemampuan untuk bisa hadir di dua tempat berbeda pada saat yang bersamaan (bilokasi); sama seperti penerusnya seorang biarawan Kapusin di zaman modern, Santo Padre Pio.

Pada saat wabah penyakit menyerang kota Cerami di bulan Maret 1777; Bruder Kudus ini dimintai pertolongan untuk dapat membantu menyembuhkan para korban. Dengan penuh semangat Bruder Felix datang dan membantu para pasien. Ia menghibur para korban dan melakukan banyak penyembuhan ajaib bagi mereka.

Selama 33 tahun Bruder Felix hidup di bawah seorang wali yang merasa bahwa adalah tugasnya untuk membuat Felix menjadi seorang Kudus. Wali ini membuat Felix harus menjalani kehidupan yang sangat keras dan penuh dengan penghinaan; namun semuanya itu dengan penuh kerendahan hati dapat dijalani dengan baik olehnya.

Pada bulan Mei tahun 1787 Bruder yang kudus ini terserang demam tinggi secara tiba-tiba saat sedang bekerja di kebun. Ia berkata kepada dokter yang memeriksanya bahwa obat-obatan tidak akan bisa menyembuhkannya, karena ini adalah penyakitnya yang terakhir. Dia begitu menghormati kaul ketaatan pada Ordonya, karena itu ia masih sempat meminta kepada walinya izin untuk mati.

Bruder Felix tutup usia pada tanggal 31 Mei 1787 pada jam dua pagi. Ia di beatifikasi pada tanggal 12 Februari 1888 oleh Paus Leo XIII dan dikanonisasi pada tanggal 23 Oktober tahun 2005 oleh Paus Benediktus XVI.

Arti nama

Beruntung, Sukses (Latin)

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari