Doa Katolik
Peringatan Wajib

S. Filipus Neri

Selasa, 26 Mei 2037· Putih · Pekan Psalterium IV
26 Mei 2037

Bacaan Misa

S. Filipus Neri
Bacaan Pertama

Barangsiapa memenuhi hukum Taurat mempersembahkan banyak korban, dan orang yang memperhatikan segala perintah menyampaikan korban keselamatan. Orang yang membalas kebaikan mempersembahkan korban sajian dan yang memberikan derma menyampaikan korban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman merupakan korban penghapus dosa. Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan yang kosong, sebab semuanya wajib menurut perintah. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Sertakanlah muka yang riang dengan segala pemberianmu, dan bagian sepersepuluh hendaklah kaukuduskan dengan suka hati. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman! Sebab Tuhan adalah Hakim, yang tidak memihak.

Mazmur Tanggapan

"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Bacaan Injil

Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Invitatorium

S. Filipus Neri

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.

Ibadat Bacaan

S. Filipus Neri

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolong aku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Lihatlah! Di sekeliling takhta, suatu rombongan mulia,

Para kudus dalam jutaan tak terhitung berdiri;

Dari setiap lidah yang ditebus bagi Allah,

Berpakaian jubah yang dicuci dalam darah,

Alleluya.
Melalui kesengsaraan besar mereka datang;

Mereka memikul salib, mencemooh rasa malu;

Dari segala jerih lelah mereka kini beristirahat,

Dalam kemuliaan abadi Allah yang terberkati,

Alleluya.
Mereka melihat Juruselamat mereka muka dengan muka;

Dan menyanyikan kemenangan rahmat-Nya;

Dia siang dan malam, mereka tak henti memuji,

Kepada-Nya mereka mempersembahkan syukur yang nyaring,

Alleluya.
“Layaklah Anak Domba, yang disembelih bagi orang berdosa,

Sepanjang tahun-tahun tak berkesudahan untuk hidup dan memerintah;

Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu,

Dan menjadikan kami raja dan imam bagi Allah.”

Alleluya.
Oh, semoga kami menapaki jalan suci

Yang dilalui para kudus dan martir suci;

Berjuang sampai akhir dalam perjuangan mulia,

Dan memenangkan, seperti mereka, mahkota kehidupan,

Alleluya.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 101 (102)

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku memanggil.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung pelikan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku berbaring terjaga dan aku meratap

seperti burung yang kesepian di atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencaci maki aku;

mereka yang membenciku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkatku dan menjatuhkanku.

Hari-hariku seperti bayangan yang lewat

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya

dan nama-Mu dari zaman ke zaman.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

sebab inilah saatnya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan tampil dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk zaman yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar rintihan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan kekal di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat dimasyhurkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk mempersembahkan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambilku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari zaman ke zaman.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Mereka semua akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau bersemayam dalam hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau senantiasa menunjukkan kebesaran-Mu melalui perbuatan baik mereka.

AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Roh kami merindukan Tuhan.

℟ Dialah penolong dan pelindung kami.

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Yohanes

2:1-11

Perintah baru
Anak-anakku,

Aku menulis ini untuk menjauhkan kamu dari dosa.
Tetapi jika ada yang berbuat dosa,
kita mempunyai seorang pengantara di hadapan Bapa,
yaitu Yesus Kristus, yang adil.
Dialah pendamaian untuk dosa-dosa kita,
dan bukan hanya untuk dosa-dosa kita saja,
tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Dengan ini kita tahu bahwa kita mengenal Dia,
yaitu jika kita menuruti perintah-perintah-Nya.
Barangsiapa berkata, “Aku mengenal Dia,”
tetapi tidak menuruti perintah-perintah-Nya,
ia adalah pendusta, dan di dalam dia tidak ada kebenaran.
Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya,
sungguh kasih Allah telah disempurnakan di dalam dia.
Dengan ini kita tahu bahwa kita berada di dalam Dia,
yaitu barangsiapa mengatakan bahwa ia tetap berada di dalam Dia,
ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Saudara-saudaraku yang kekasih,
bukan perintah baru yang kutuliskan kepadamu,
melainkan perintah lama yang sudah ada padamu sejak semula.
Perintah lama itu adalah firman yang sudah kamu dengar.
Namun, perintah yang kutuliskan kepadamu adalah perintah baru,
seperti yang terwujud di dalam Dia dan di dalam kamu,
sebab kegelapan telah berlalu
dan terang yang benar mulai bercahaya.
Barangsiapa berkata bahwa ia berada di dalam terang,
tetapi membenci saudaranya,
ia masih berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
Barangsiapa tetap berada di dalam terang
adalah orang yang mengasihi saudaranya;
tidak ada padanya sesuatu yang menyebabkan ia jatuh.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan.
Ia berjalan dalam bayang-bayang,
tidak tahu ke mana ia pergi,
sebab kegelapan telah membutakan matanya.

Responsorium Yohanes 13:34; 1 Yohanes 2:10, 3

Aku memberikan perintah baru kepadamu: kasihilah seorang akan yang lain, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

℟ Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia hidup dalam terang, alleluya.
Kita dapat yakin bahwa kita mengenal Kristus, hanya jika kita menuruti perintah-perintah-Nya.

℟ Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia hidup dalam terang, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Agustinus, uskup

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan
Rasul menyuruh kita bersukacita, tetapi dalam Tuhan, bukan dalam dunia. Barangsiapa ingin menjadi sahabat dunia ini, kata Kitab Suci, akan dianggap sebagai musuh Allah. Sebagaimana seseorang tidak dapat mengabdi dua tuan, demikian pula seseorang tidak dapat bersukacita baik dalam dunia maupun dalam Tuhan.
Biarlah sukacita dalam Tuhan berkuasa, sampai sukacita dalam dunia tidak ada lagi. Biarlah sukacita dalam Tuhan terus bertambah; biarlah sukacita dalam dunia terus berkurang sampai tidak ada lagi. Ini dikatakan, bukan karena kita tidak boleh bersukacita selagi kita di dunia ini, tetapi agar, bahkan selagi kita masih di dunia ini, kita sudah dapat bersukacita dalam Tuhan.
Engkau mungkin keberatan: Aku di dunia; jika aku bersukacita, aku tentu bersukacita di tempat aku berada. Apa ini? Apakah maksudmu karena engkau di dunia, engkau tidak di dalam Tuhan? Dengarkan lagi Rasul, berbicara sekarang kepada orang-orang Atena: dalam Kisah Para Rasul ia mengatakan ini tentang Allah dan Tuhan pencipta kita: Di dalam Dia kita hidup, bergerak, dan ada. Jika Dia ada di mana-mana, di mana Dia tidak ada? Tentunya inilah yang Dia dorong agar kita sadari. Tuhan sudah dekat, janganlah khawatir tentang apa pun.
Ini adalah kebenaran yang agung, bahwa Dia naik di atas segala langit, namun dekat dengan mereka yang di bumi. Siapakah orang asing dan tetangga ini jika bukan Dia yang menjadi tetangga kita karena belas kasihan?
Orang yang tergeletak di jalan, dibiarkan setengah mati oleh perampok, orang yang diperlakukan dengan hina oleh imam dan orang Lewi yang lewat, orang yang didekati oleh orang Samaria yang lewat untuk merawat dan menolongnya, orang itu adalah seluruh umat manusia. Ketika Yang Abadi, Yang Kudus, jauh dari kita karena kita fana dan berdosa, Dia turun kepada kita, agar Dia, orang asing itu, dapat menjadi tetangga kita.
Dia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita. Sebab kita sekarang adalah anak-anak Allah. Bagaimana kita menunjukkan ini? Putra Tunggal Allah mati untuk kita, agar Dia tidak tetap sendirian. Dia yang mati sebagai Putra Tunggal tidak ingin tetap sebagai Putra Tunggal. Sebab Putra Tunggal Allah menjadikan banyak anak Allah. Dia membeli saudara-saudara bagi diri-Nya dengan darah-Nya; Dia menyambut mereka dengan ditolak; Dia menebus mereka dengan dijual; Dia menghormati mereka dengan dihina; Dia memberi mereka hidup dengan dibunuh.
Maka, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan, bukan dalam dunia. Artinya, bersukacitalah dalam kebenaran, bukan dalam kejahatan; bersukacitalah dalam harapan kekekalan, bukan dalam bunga kesombongan yang memudar. Itulah cara bersukacita. Di mana pun engkau berada di bumi, berapa pun lamanya engkau tetap di bumi, Tuhan sudah dekat, janganlah khawatir tentang apa pun.

Responsorium 2 Korintus 13:11; Roma 15:13

Bersukacitalah, saudara-saudaraku. Berusahalah untuk kesempurnaan; saling menguatkanlah. Hiduplah dalam keselarasan dan damai,

℟ dan Allah damai dan kasih akan menyertai kamu, alleluya.
Semoga Allah pengharapan memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera melalui imanmu kepada-Nya.

℟ Dan Allah damai dan kasih akan menyertai kamu, alleluya.

Doa Penutup

Ya Allah,
yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan
kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu,
dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu
yang dengan ajaib memenuhi
hati Santo Filipus Neri.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,
yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

S. Filipus Neri

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Yesus Tuhan Engkau menghendaki
Agar panggilan untuk hidup bakti
Diperjuangkan serta diikuti
Umat beriman.

Panggilan suci Kautanam di hati
Untuk mengabdi dan menyangkal diri
Tekun mencari setya mengikuti
Putra ilahi.

Ditinggalkannya milik harta benda
Agar dibina cinta yang sempurna
Hati sluruhnya dipersembahkannya
Kepada Bapa.

Dimulyakanlah Bapa mahamurah
Bersama Putra penebus dunia
Roh kudus pula penghibur Gereja
Slama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.

Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi ataupun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.

Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.

Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)

Saudara-saudara, demi kerahiman Allah aku memperingatkan kamu! Persembahkanlah tubuhmu sebagai kurban yang hidup, yang suci dan berkenan pada Allah. Itulah ibadatmu yang sejati. Janganlah kamu menyesuaikan diri dengan dunia ini, melainkan berubahlah menjadi manusia berbudi baru, sehingga kamu sanggup membedakan apa yang dikehendaki Allah, apa yang baik, apa yang berkenan padaNya dan apa yang sempurna.

Lagu Singkat

℣.Dalam hatinya ia merenungkan,* Hukum Allahnya.℟.Dalam.℣.Ia tetap mengikuti perintah Tuhan.℟.Hukum Allahnya.℣.Kemuliaan.℟.Dalam.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.

Doa Permohonan

Saudara-saudara, hendaklah kita menyembah Kristus, Allah yang kudus, dalam kesucian dan kebenaran seumur hidup. Marilah kita berseru:

℟. Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan.

Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa,* Yesus Tuhan kami, kasihanilah kami. ℟.

Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna,* Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami. ℟.

Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia,* Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami. ℟.

Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,* Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami. ℟.

Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah,* Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sebelum Tengah Hari

S. Filipus Neri

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (1 IO 3, 17-18)

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Ayat Singkat

℣.Berbahagialah orang yang menaruh belas kasih dan memberi pinjaman.℟.Orang benar itu akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

S. Filipus Neri

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.

Bacaan singkat 1Yoh 3,17-18

Barang siapa mempunyai harta benda dan melihat saudaranya menderita kekurangan, namun menutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimana mungkin kasih Allah tinggal dalam hatinya? Anak-anakku, hendaklah kita mengasihi bukan dengan kata-kata belaka, melainkan dengan perbuatan yang nyata.

℣.Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman.℟.Ia akan dikenang selama-lamanya.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Sesudah Tengah Hari

S. Filipus Neri

Pekan IV Mazmur

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (Is 55, 10-11)

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Ayat Singkat

℣.Tuhan menyampaikan firman-Nya ke bumi.℟.Dengan segera firman-Nya melaju.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

S. Filipus Neri

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan IV Mazmur

Madah

Kita bergembira
Menghormati hamba
Yang dalam hidupnya
Tekun membiara.

Demi cinta Tuhan
Hidup dibaktikan
Untuk mengikuti
Panggilan ilahi.

Dalam segalanya
Slalu berusaha
Mengabdi sesama
Dengan kasih setya.

Terpujilah Bapa
Bersama Putera
Serta RohNya pula
Selama-lamanya. Amin.

Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan

Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira,*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.

Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan,*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan".

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu,*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.

Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)

Saudara-saudara, kita tahu, bahwa segala-galanya menguntungkan mereka yang mencintai Allah, yaitu semua orang yang terpanggil menurut rencana Allah dari semula. Karena semua orang yang dikenal Allah dari semula, ditentukanNya dari semula pula untuk menjadi serupa dengan citra PuteraNya, supaya di antara banyak saudara Kristus menjadi yang sulung. Semua yang ditentukan Allah dari semula, dipanggilNya juga; semua yang dipanggil diselamatkanNya, dan semua yang diselamatkan dimuliakan olehNya.

Lagu Singkat

℣.Tuhan adil,* Ia mencintai orang jujur.℟.Tuhan.℣.Tuhan memperhatikan orang yang tulus ikhlas.℟.Ia mencintai orang jujur.℣.Kemuliaan.℟.Tuhan.

Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.

Doa Permohonan

Bapa, sumber segala kesucian, menghantar kita kepada kesucian hidup berkat teladan dan doa para kudus. Marilah kita berdoa kepadaNya:

℟. Semoga kami suci seperti Engkau, ya Tuhan.

Bapa yang kudus, Engkau mengangkat kami menjadi putera-puteraMu,* semoga segenap Gereja kudus memuji Engkau di seluruh dunia. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau mendorong kami untuk mengabdi Engkau dalam segala hal,* semoga tingkah laku kami menghasilkan buah untuk kerajaanMu. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau menyatukan diri kami kembali kepadaMu dengan perantaraan PuteraMu,* semoga kami semua tetap bersatu. ℟.

Bapa yang kudus, Engkau telah mengundang kami ke dalam perjamuan surgawi,* semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih. ℟.

Bapa yang kudus, sudilah mengampuni kesalahan orang-orang berdosa,* semoga orang-orang yang telah meninggal memandang seri wajahMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Ya Allah, yang tak henti-hentinya menganugerahkan kemuliaan kekudusan kepada hamba-hamba setia yang Engkau bangkitkan bagi diri-Mu, dengan murah hati berikanlah agar Roh Kudus menyalakan dalam diri kami api itu yang dengan ajaib memenuhi hati Santo Filipus Neri. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala abad. — Amin. ↑ ke atas

Ibadat Penutup

S. Filipus Neri

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santa Mariana dari Quito

Pengaku Iman · 1618-1645

Mariana de Paredes Y. Flores yang dijuluki “Bunga lily dari Quito” lahir di Quito, Ekuador pada tahun 1618. Ayahnya seorang bangsawan kaya raya Spanyol. Tetapi sayang sekali bahwa semenjak kecilnya, Mariana sudah ditinggal mati kedua orangtuanya. Hidupnya ditanggung oleh seorang kakaknya perempuan yang sudah berumah tangga.

Meski hidup sebagai anak yatim-piatu, Mariana memiliki suatu keistimewaan adikodrati. Semenjak kecilnya, ia sudah menaruh minat besar pada hal-hal kerohanian dan kehidupan bakti kepada Tuhan. Ia rajin sekali berdoa dan mengikuti perayaan Misa Kudus. Sebelum batas waktu untuk menerima Komuni Suci seperti yang ditentukan aturan Gereja, ia sudah diperkenankan oleh pastor paroki untuk menerima Komuni Suci. Ketika berusia 12 tahun, ia mengatakan kepada kakaknya niatnya untuk membentuk sebuah perkumpulan untuk mempertobatkan bangsa Jepang yang masih kafir. Niat luhur ini gagal. Sebagai gantinya, ia berniat lagi menjalani hidup bertapa di daerah pegunungan dekat Quito. Niat ini pun gagal lagi. Kawan-kawannya mendesak ia masuk biara. Namun semuanya ini selalu saja menemui jalan buntu.

Menyaksikan semua kegagalan ini, ia mulai menyadari bahwa Tuhan mempunyai suatu rencana lain atas dirinya. Tuhan lebih menghendaki agar dia tetap tinggal di rumah kakaknya sambil menjalani hidup menyendiri dalam kemiskinan, matiraga dan doa-doa. Untuk itu dengan bantuan kakaknya, ia membangun sebuah gubuk sederhana guna melaksanakan rencana Tuhan itu di bawah bimbingan seorang Yesuit sebagai pembimbing rohani dan bapa pengakuan. Dia tidak pergi kemana-mana kecuali ke Gereja untuk berdoa dan merayakan Misa Kudus.

Matiraganya sangat luar biasa. Hal ini mengkhawatirkan banyak orang di sekitarnya, bahkan membuat mereka bertanya-tanya “Mengapa Bapa Pengakuannya membiarkan gadis remaja ini menjalani hidup sekeras itu?” Setiap hari Jumat malam, ia berbaring di dalam sebuah peti mayat seperti layaknya seorang yang benar-benar mati. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Sementara itu, waktu tidurnya dalam sehari hanya tiga jam saja. Sisa waktunya dipakai untuk melakukan latihan rohani. Cara hidup ini memang aneh di mata kakaknya. Tetapi justru itulah kehendak dan rencana Allah atas dirinya. Sebagai pahalanya, Tuhan mengaruniakan kepadanya kemampuan meramal dan membuat mukjizat.

Pada tahun 1645, kota Quito digetarkan oleh gempa bumi yang dahsyat disertai wabah penyakit menular yang ganas. Menghadapi bencana ini, timbullah tekad dalam dirinya untuk mengorbankan diri sebagai tebusan bagi dosa-dosa penduduk kota Quito. Tekad ini disampaikannya secara tegas kepada Tuhan. Gempa dasyat itu berhenti, demikian pula wabah penyakit menular itu. Sebagai gantinya, Mariana sendiri jatuh sakit dengan komplikasi berat sampai akhirnya meninggal dunia pada tanggal 26 Mei 1645 dalam usianya 25 tahun. Segenap penduduk kota Quito yang selamat dari bahaya maut itu sangat sedih karena kematian Mariana. Mereka menyebut dia ‘Bunga Lili dari Quito’ karena kesalehan hidupnya di tengah-tengah penduduk kota yang buruk kelakukannya. Ia digelari ‘Kudus’ pada tahun 1950.

Santo Desiderius Vienne

Uskup dan Martir · wafat ± 608

Santo Desiderius (Didier) dididik di Vienne, Perancis dan menjadi seorang sarjana terkenal. Ia diangkat menjadi seorang Diakon Agung lalu menjadi Uskup Vienne. Ia difitnah melakukan skandal dengan seorang wanita, supaya ia bisa dipecat oleh raja dan diasingkan selama beberapa tahun. Sekembalinya dari pembuangan, ia memperingatkan raja akan cara hidupnya yang bejat. Akibatnya, ia dibunuh oleh tentara kerajaan.

Arti nama

Desiderius berasal dari kata Latin : Desiderium (arti : Yang diharapkan, Yang diinginkan).

Santo Philipus Neri

Pengaku Iman · 1515-1595

Riwayat hidup Philipus Neri ini menggembirakan karena sifat dan kepribadiannya yang menarik. Pippo Buono, yang berarti Pippo yang baik adalah nama panggilan Philipus semasa kecilnya. Ia lahir di Florence dari sebuah keluarga Notaris. Ia mendapat pendidikan yang baik terutama dalam sastra latin.

Pada tahun 1534 ia tiba di Roma. Ia bermaksud melanjutkan perjalanannya ke India tetapi Allah memilihnya menjadi Rasul di kota Abadi itu. Philipus yang pada saat itu masih berstatus awam memberikan pengajaran kepada beberapa orang anak untuk memperoleh sedikit biaya hidup. Karyanya ini membuat banyak orang mengenal dia terutama di kalangan para pemuda. Banyak pemuda diundangnya ke rumahnya. Disana mereka berdiskusi, menyanyi, berdoa, dan kadang-kadang berlatih pidato singkat mengenai sesuatu pokok masalah tertentu. Pada mulanya tidak terlintas keinginan untuk membentuk suatu perkumpulan tetap. Tetapi kemudian mereka berkeputusan untuk membentuk suatu perkumpulan di bawah perlindungan Suci Bunda Maria. Mereka hidup bersama dalam satu rumah tanpa mengikrarkan kaul-kaul.

Setelah Philipus Neri ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1551, perkumpulan ini berkembang meluas ke seluruh Roma. Philipus terus meningkatkan perlayanan kepada pemuda-pemuda itu. Kini ia menuntut agar para muridnya benar-benar menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Ia tidak mengharapkan banyak dari para muridnya, kecuali kerendahan hatinya kepada Tuhan saja. Meskipun demikian perkumpulannya tidak terlalu keras.

Philipus Neri bukanlah seorang pemulih ketertiban, bukan juga seorang Teolog kenamaan atau seorang politikus. Ia, orang biasa, tetapi hidupnya merupakan rentetan mukzijat yang tidak henti-hentinya. Tidaklah jarang ia mengalami ekstase. Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang dan apa yang akan terjadi atas dirinya. Untuk menyembuhkan orang dari sakitnya, cukuplah ia menyentuh orang itu. Demikian juga semua orang yang gelisah dan susah hatinya karena berbagai masalah.

Beliau tetap riang-gembira, jujur, ramah kepada setiap orang. Ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya. Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni oleh orang banyak, bahkan kardinal-kardinal pun datang meminta nasehat dan bimbingan.

Ia dijuluki ‘Pelopor Anti Reformasi’. Pada tanggal 26 Mei 1595 Philipus Neri meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Ia dihormati gereja sebagai Rasul kota Roma.

Santo Yosef Chang Song-jip

Martir · 1786-1839

Santo Yosef Chang Song-jip adalah salah seorang dari 103 Martir Korea. Ia lahir pada tahun 1786 dalam sebuah keluarga pagan di Seoul Korea. Dia adalah seorang apoteker dan bekerja di toko obat herbal. Dia pernah menikah dua kali, namun dua kali pula ia kehilangan isteri dan menduda.

Chang Song-jip mulai belajar katekese pada usia 30 tahun. Namun pada mulanya ia tidak dapat mempercayai ajaran tentang inkarnasi dan kelahiran dari perawan. Ia menolak untuk percaya bahwa Allah dapat merendahkan diri-NYA menjadi manusia demi cinta kepada umat manusia. Tidak percaya dan ragu-ragu, Chang Song-jip lalu meninggalkan kelas katekese dan menyibukkan dirinya dalam berbisnis.

Namun beberapa waktu kemudian seorang teman katolik datang dan membujuknya agar kembali ke jalan Allah. Kata-kata temannya ini membuat Chang Song-jip menyesali semua keragu-raguannya di masa lalu. Ia bertobat dan berkaul untuk menyerahkan seluruh sisa hidupnya pada Tuhan. Setiap hari ia akan tenggelam dalam doa serta selalu membaca dan merenungkan Kitab Suci. Dia berupaya menghindari teman-teman pagan di masa lalu dan hidup menyendiri seperti seorang pertapa. Ketika rekan-rekan bisnisnya bertanya mengapa dia lagi berbisnis, Chang Song-jip menjawab bahwa ia lebih memilih menderita kelaparan dan kedinginan demi Tuhan dan kebahagiaan abadi daripada memiliki kekayaan duniawi.

Pada bulan April 1838 Chang Song-jip dibabtis menjadi anggota Gereja Kristus dengan nama Yosef Chang Song-jip. Ia juga diperkenankan menerima Sakramen Krisma pada hari yang sama.

Pada awal tahun 1839, penganiayaan atas umat Katolik di Korea dimulai. Yosef Chang Song-jip sangat tergugah mendengar kisah keberanian para martir dalam menghadapi maut demi Yesus Kristus. Seketika ia ingin menyerahkan dirinya ke Polisi Kerajaan agar dapat ikut menderita bersama Kristus, namun wali baptisnya menghentikan upayanya.

Yosef akhirnya tertangkap juga pada tanggal 18 Mei 1839 dan ditahan dipenjara. Para tetangga dan teman-temannya datang menjenguk dan memintanya untuk menyangkal agama barunya. Namun iman Yosef tidak tergoyahkan. Ia malah mengajak mereka untuk meninggalkan kepercayaan pagan yang sia-sia dan mengajar mereka tentang iman Katholik. Yosef mengatakan kepada mereka bahwa manusia harus mencintai Allah, Yang telah menciptakan segala sesuatu di bumi.

Beberapa hari kemudian kepala Polisi mengirimkan Yosef ke pengadilan yang lebih tinggi. Namun karena dikira sakit jiwa, Yosef tidak segera diinterogasi dan dikurung sendirian dalam penjara. Dalam interogasi, Yosef ditawari kebebasan dengan syarat harus menyangkal Allah dan meninggalkan agama Katolik. Ia menolak. Karena itu ia dipukuli dengan gada sebanyak lebih dari dua puluh kali, lalu dikirim kembali ke penjara.

Beberapa hari kemudian (26 Mei 1839), Yosef Chang Song-jip ditemukan tewas di dalam penjara. Martir Kristus berusia 54 tahun ini tewas akibat kelaparan dan pendarahan otak setelah kepalanya dipukuli berkali-kali dengan gada saat menjalani diinterogasi.

Arti nama

Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani : Ιωσηφ (Ioseph) , yang aslinya berasal dari bahasa Ibrani : יוֹסֵף (Yosef) yang berarti : "Yang ditambahkan Tuhan"

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari