Bacaan Misa
Barangsiapa memenuhi hukum Taurat mempersembahkan banyak korban, dan orang yang memperhatikan segala perintah menyampaikan korban keselamatan. Orang yang membalas kebaikan mempersembahkan korban sajian dan yang memberikan derma menyampaikan korban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman merupakan korban penghapus dosa. Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan yang kosong, sebab semuanya wajib menurut perintah. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Sertakanlah muka yang riang dengan segala pemberianmu, dan bagian sepersepuluh hendaklah kaukuduskan dengan suka hati. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman! Sebab Tuhan adalah Hakim, yang tidak memihak.
"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
"Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."
Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, raja para kudus.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Mazmur 101 (102)
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
AntifonTuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Antifon 2Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
AntifonPerhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Antifon 3Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
AntifonEngkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
Responsorium Yohanes 13:34; 1 Yohanes 2:10, 3
Responsorium 2 Korintus 13:11; Roma 15:13
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Mazmur 100 (101)
Antifon 1Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Dan 3,26.27.29.34-41
Antifon 2Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Mazmur 143 (144), 1-10
Antifon 3Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Bacaan Singkat (Rom 12,1-2)
Lagu Singkat
Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungBarang siapa melakukan kehendak BapaKu, dialah suadara, saudari dan ibuKu, sabda Tuhan.
Doa Permohonan
℟. Hanya Engkaulah kudus, ya Tuhan.
Engkau sudi menjadi serupa dengan kami dalam segalanya, kecuali dalam hal dosa,* Yesus Tuhan kami, kasihanilah kami. ℟.
Engkau mengundang kami semua untuk menaruh cinta yang sempurna,* Yesus, Tuhan kami, kuduskanlah kami. ℟.
Engkau berpesan agar kami menjadi garam dan terang dunia,* Yesus, Tuhan kami, terangilah hati kami. ℟.
Engkau datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani,* Yesus, Tuhan kami, tolonglah kami mengabdi Engkau dan saudara-saudara kami. ℟.
Engkaulah sinar kemuliaan Bapa dan citra wajah Allah,* Yesus, Tuhan kami, semoga kami memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 IO 3, 17-18)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Mazmur 118 (119),137-144
Antifon 1Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88) I
Antifon 2Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Mazmur 87 (88) II
Antifon 3Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Bacaan singkat 1Yoh 3,17-18
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Is 55, 10-11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Mazmur 136 (137),1-6
Antifon 1Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Mazmur 137 (138)
Antifon 2Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Antifon 3Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Rom 8,28-30)
Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKamu telah meninggalkan semuanya dan mengikuti Aku; sebab itu kamu menerima ganjaran seratus kali ganda dan akan memiliki kehidupan abadi.
Doa Permohonan
℟. Semoga kami suci seperti Engkau, ya Tuhan.
Bapa yang kudus, Engkau mengangkat kami menjadi putera-puteraMu,* semoga segenap Gereja kudus memuji Engkau di seluruh dunia. ℟.
Bapa yang kudus, Engkau mendorong kami untuk mengabdi Engkau dalam segala hal,* semoga tingkah laku kami menghasilkan buah untuk kerajaanMu. ℟.
Bapa yang kudus, Engkau menyatukan diri kami kembali kepadaMu dengan perantaraan PuteraMu,* semoga kami semua tetap bersatu. ℟.
Bapa yang kudus, Engkau telah mengundang kami ke dalam perjamuan surgawi,* semoga kami semakin berkembang dalam cinta kasih. ℟.
Bapa yang kudus, sudilah mengampuni kesalahan orang-orang berdosa,* semoga orang-orang yang telah meninggal memandang seri wajahMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan aku mengeluh sepanjang hari.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.℟.Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
AntifonJanganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat 1Ptr 5,8-9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Mariana dari Quito
Mariana de Paredes Y. Flores yang dijuluki “Bunga lily dari Quito” lahir di Quito, Ekuador pada tahun 1618. Ayahnya seorang bangsawan kaya raya Spanyol. Tetapi sayang sekali bahwa semenjak kecilnya, Mariana sudah ditinggal mati kedua orangtuanya. Hidupnya ditanggung oleh seorang kakaknya perempuan yang sudah berumah tangga.
Meski hidup sebagai anak yatim-piatu, Mariana memiliki suatu keistimewaan adikodrati. Semenjak kecilnya, ia sudah menaruh minat besar pada hal-hal kerohanian dan kehidupan bakti kepada Tuhan. Ia rajin sekali berdoa dan mengikuti perayaan Misa Kudus. Sebelum batas waktu untuk menerima Komuni Suci seperti yang ditentukan aturan Gereja, ia sudah diperkenankan oleh pastor paroki untuk menerima Komuni Suci. Ketika berusia 12 tahun, ia mengatakan kepada kakaknya niatnya untuk membentuk sebuah perkumpulan untuk mempertobatkan bangsa Jepang yang masih kafir. Niat luhur ini gagal. Sebagai gantinya, ia berniat lagi menjalani hidup bertapa di daerah pegunungan dekat Quito. Niat ini pun gagal lagi. Kawan-kawannya mendesak ia masuk biara. Namun semuanya ini selalu saja menemui jalan buntu.
Menyaksikan semua kegagalan ini, ia mulai menyadari bahwa Tuhan mempunyai suatu rencana lain atas dirinya. Tuhan lebih menghendaki agar dia tetap tinggal di rumah kakaknya sambil menjalani hidup menyendiri dalam kemiskinan, matiraga dan doa-doa. Untuk itu dengan bantuan kakaknya, ia membangun sebuah gubuk sederhana guna melaksanakan rencana Tuhan itu di bawah bimbingan seorang Yesuit sebagai pembimbing rohani dan bapa pengakuan. Dia tidak pergi kemana-mana kecuali ke Gereja untuk berdoa dan merayakan Misa Kudus.
Matiraganya sangat luar biasa. Hal ini mengkhawatirkan banyak orang di sekitarnya, bahkan membuat mereka bertanya-tanya “Mengapa Bapa Pengakuannya membiarkan gadis remaja ini menjalani hidup sekeras itu?” Setiap hari Jumat malam, ia berbaring di dalam sebuah peti mayat seperti layaknya seorang yang benar-benar mati. Tangan dan kakinya diikat dengan rantai. Sementara itu, waktu tidurnya dalam sehari hanya tiga jam saja. Sisa waktunya dipakai untuk melakukan latihan rohani. Cara hidup ini memang aneh di mata kakaknya. Tetapi justru itulah kehendak dan rencana Allah atas dirinya. Sebagai pahalanya, Tuhan mengaruniakan kepadanya kemampuan meramal dan membuat mukjizat.
Pada tahun 1645, kota Quito digetarkan oleh gempa bumi yang dahsyat disertai wabah penyakit menular yang ganas. Menghadapi bencana ini, timbullah tekad dalam dirinya untuk mengorbankan diri sebagai tebusan bagi dosa-dosa penduduk kota Quito. Tekad ini disampaikannya secara tegas kepada Tuhan. Gempa dasyat itu berhenti, demikian pula wabah penyakit menular itu. Sebagai gantinya, Mariana sendiri jatuh sakit dengan komplikasi berat sampai akhirnya meninggal dunia pada tanggal 26 Mei 1645 dalam usianya 25 tahun. Segenap penduduk kota Quito yang selamat dari bahaya maut itu sangat sedih karena kematian Mariana. Mereka menyebut dia ‘Bunga Lili dari Quito’ karena kesalehan hidupnya di tengah-tengah penduduk kota yang buruk kelakukannya. Ia digelari ‘Kudus’ pada tahun 1950.
Santo Desiderius Vienne
Santo Desiderius (Didier) dididik di Vienne, Perancis dan menjadi seorang sarjana terkenal. Ia diangkat menjadi seorang Diakon Agung lalu menjadi Uskup Vienne. Ia difitnah melakukan skandal dengan seorang wanita, supaya ia bisa dipecat oleh raja dan diasingkan selama beberapa tahun. Sekembalinya dari pembuangan, ia memperingatkan raja akan cara hidupnya yang bejat. Akibatnya, ia dibunuh oleh tentara kerajaan.
Arti nama
Desiderius berasal dari kata Latin : Desiderium (arti : Yang diharapkan, Yang diinginkan).
Santo Philipus Neri
Riwayat hidup Philipus Neri ini menggembirakan karena sifat dan kepribadiannya yang menarik. Pippo Buono, yang berarti Pippo yang baik adalah nama panggilan Philipus semasa kecilnya. Ia lahir di Florence dari sebuah keluarga Notaris. Ia mendapat pendidikan yang baik terutama dalam sastra latin.
Pada tahun 1534 ia tiba di Roma. Ia bermaksud melanjutkan perjalanannya ke India tetapi Allah memilihnya menjadi Rasul di kota Abadi itu. Philipus yang pada saat itu masih berstatus awam memberikan pengajaran kepada beberapa orang anak untuk memperoleh sedikit biaya hidup. Karyanya ini membuat banyak orang mengenal dia terutama di kalangan para pemuda. Banyak pemuda diundangnya ke rumahnya. Disana mereka berdiskusi, menyanyi, berdoa, dan kadang-kadang berlatih pidato singkat mengenai sesuatu pokok masalah tertentu. Pada mulanya tidak terlintas keinginan untuk membentuk suatu perkumpulan tetap. Tetapi kemudian mereka berkeputusan untuk membentuk suatu perkumpulan di bawah perlindungan Suci Bunda Maria. Mereka hidup bersama dalam satu rumah tanpa mengikrarkan kaul-kaul.
Setelah Philipus Neri ditabhiskan menjadi imam pada tahun 1551, perkumpulan ini berkembang meluas ke seluruh Roma. Philipus terus meningkatkan perlayanan kepada pemuda-pemuda itu. Kini ia menuntut agar para muridnya benar-benar menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Ia tidak mengharapkan banyak dari para muridnya, kecuali kerendahan hatinya kepada Tuhan saja. Meskipun demikian perkumpulannya tidak terlalu keras.
Philipus Neri bukanlah seorang pemulih ketertiban, bukan juga seorang Teolog kenamaan atau seorang politikus. Ia, orang biasa, tetapi hidupnya merupakan rentetan mukzijat yang tidak henti-hentinya. Tidaklah jarang ia mengalami ekstase. Ia dapat membaca suasana batin orang lain dan mengenal rahasia-rahasia pribadi orang. Ia dapat meramalkan masa depan seseorang dan apa yang akan terjadi atas dirinya. Untuk menyembuhkan orang dari sakitnya, cukuplah ia menyentuh orang itu. Demikian juga semua orang yang gelisah dan susah hatinya karena berbagai masalah.
Beliau tetap riang-gembira, jujur, ramah kepada setiap orang. Ia memberi semangat dan harapan kepada orang-orang di sekelilingnya dengan kepercayaan, cinta kasih dan kegembiraannya, sehingga banyak orang terhibur karenanya. Setiap hari di tempat pengakuannya dikerumuni oleh orang banyak, bahkan kardinal-kardinal pun datang meminta nasehat dan bimbingan.
Ia dijuluki ‘Pelopor Anti Reformasi’. Pada tanggal 26 Mei 1595 Philipus Neri meninggal dunia dalam usia 80 tahun. Ia dihormati gereja sebagai Rasul kota Roma.
Santo Yosef Chang Song-jip
Santo Yosef Chang Song-jip adalah salah seorang dari 103 Martir Korea. Ia lahir pada tahun 1786 dalam sebuah keluarga pagan di Seoul Korea. Dia adalah seorang apoteker dan bekerja di toko obat herbal. Dia pernah menikah dua kali, namun dua kali pula ia kehilangan isteri dan menduda.
Chang Song-jip mulai belajar katekese pada usia 30 tahun. Namun pada mulanya ia tidak dapat mempercayai ajaran tentang inkarnasi dan kelahiran dari perawan. Ia menolak untuk percaya bahwa Allah dapat merendahkan diri-NYA menjadi manusia demi cinta kepada umat manusia. Tidak percaya dan ragu-ragu, Chang Song-jip lalu meninggalkan kelas katekese dan menyibukkan dirinya dalam berbisnis.
Namun beberapa waktu kemudian seorang teman katolik datang dan membujuknya agar kembali ke jalan Allah. Kata-kata temannya ini membuat Chang Song-jip menyesali semua keragu-raguannya di masa lalu. Ia bertobat dan berkaul untuk menyerahkan seluruh sisa hidupnya pada Tuhan. Setiap hari ia akan tenggelam dalam doa serta selalu membaca dan merenungkan Kitab Suci. Dia berupaya menghindari teman-teman pagan di masa lalu dan hidup menyendiri seperti seorang pertapa. Ketika rekan-rekan bisnisnya bertanya mengapa dia lagi berbisnis, Chang Song-jip menjawab bahwa ia lebih memilih menderita kelaparan dan kedinginan demi Tuhan dan kebahagiaan abadi daripada memiliki kekayaan duniawi.
Pada bulan April 1838 Chang Song-jip dibabtis menjadi anggota Gereja Kristus dengan nama Yosef Chang Song-jip. Ia juga diperkenankan menerima Sakramen Krisma pada hari yang sama.
Pada awal tahun 1839, penganiayaan atas umat Katolik di Korea dimulai. Yosef Chang Song-jip sangat tergugah mendengar kisah keberanian para martir dalam menghadapi maut demi Yesus Kristus. Seketika ia ingin menyerahkan dirinya ke Polisi Kerajaan agar dapat ikut menderita bersama Kristus, namun wali baptisnya menghentikan upayanya.
Yosef akhirnya tertangkap juga pada tanggal 18 Mei 1839 dan ditahan dipenjara. Para tetangga dan teman-temannya datang menjenguk dan memintanya untuk menyangkal agama barunya. Namun iman Yosef tidak tergoyahkan. Ia malah mengajak mereka untuk meninggalkan kepercayaan pagan yang sia-sia dan mengajar mereka tentang iman Katholik. Yosef mengatakan kepada mereka bahwa manusia harus mencintai Allah, Yang telah menciptakan segala sesuatu di bumi.
Beberapa hari kemudian kepala Polisi mengirimkan Yosef ke pengadilan yang lebih tinggi. Namun karena dikira sakit jiwa, Yosef tidak segera diinterogasi dan dikurung sendirian dalam penjara. Dalam interogasi, Yosef ditawari kebebasan dengan syarat harus menyangkal Allah dan meninggalkan agama Katolik. Ia menolak. Karena itu ia dipukuli dengan gada sebanyak lebih dari dua puluh kali, lalu dikirim kembali ke penjara.
Beberapa hari kemudian (26 Mei 1839), Yosef Chang Song-jip ditemukan tewas di dalam penjara. Martir Kristus berusia 54 tahun ini tewas akibat kelaparan dan pendarahan otak setelah kepalanya dipukuli berkali-kali dengan gada saat menjalani diinterogasi.
Arti nama
Berasal dari bahasa Latin : Ioseph, yang diambill dari bahasa Yunani : Ιωσηφ (Ioseph) , yang aslinya berasal dari bahasa Ibrani : יוֹסֵף (Yosef) yang berarti : "Yang ditambahkan Tuhan"
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari