Bacaan Misa
Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus. Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya: "Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi. Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum. Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu. Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu. Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhanpun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga. Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agama mereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup. Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ. Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar."
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
TUHAN sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.
Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang menjanjikan Roh kudus, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku, alleluya.
AntifonAku lelah karena menangis, karena merindukan Allahku, alleluya.
Antifon 2Aku membutuhkan makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka, alleluya.
AntifonAku membutuhkan makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka, alleluya.
Antifon 3Carilah Tuhan dan kamu akan hidup, alleluya.
AntifonCarilah Tuhan dan kamu akan hidup, alleluya.
Responsorium Lihat 2 Yohanes 5, 3; Ulangan 5:33
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ya Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, alleluya.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Ya Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, alleluya.
Antifon 2Kristus telah memikul dosa kita pada tubuhNya di kayu salib, alleluya.
Yer 14,17-21
Antifon 2Kristus telah memikul dosa kita pada tubuhNya di kayu salib, alleluya.
Antifon 3Berbaktilah kepada Tuhan dengan gembira, alleluya.
Mazmur 99 (100)
Antifon 3Berbaktilah kepada Tuhan dengan gembira, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 5,39-32
Antifon KidungKristus Yesus telah wafat dan bangkit kembali. Ia duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi pengantara kita, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungKristus Yesus telah wafat dan bangkit kembali. Ia duduk di sebelah kanan Allah dan menjadi pengantara kita, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Sinarilah kami dengan kemuliaan Kristus.
Ya Allah, Engkau telah menciptakan dunia, mengikat suatu perjanjian dengan umatmu dan tetap setia sepanjang masa,* dengarkanlah kami, Bapa yang maharahim. ℟.
Sucikanlah kami dengan kebenaranMu dan kuduskanlah jalan hidup kami,* agar kami berlaku jujur seturut keinginan hatiMu. ℟.
Terangilah kami dengan sinar cahaya hadiratMu,* agar kami bebas dari dosa dan menikmati kebahagiaan rumahMu. ℟.
Engkau telah memberikan damaiMu kepada para rasul,* berilah damai kepada semua penghuni dunia ini. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Act 2, 32. 36)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Mazmur 21 (22) I
Antifon 1Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Antifon 2Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Mazmur 21 (22) II
Antifon 2Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Antifon 3Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan, alleluya.
Mazmur 21 (22) III
Antifon 3Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan, alleluya.
Bacaan singkat: Gal 3,27-28
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Cor 5, 7-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Akulah Tuhan penebusmu yang menyelamatkan dikau, alleluya.
Mazmur 134 (135) - I
Antifon 1Akulah Tuhan penebusmu yang menyelamatkan dikau, alleluya.
Antifon 2Terberkatilah kerajaan Daud, leluhur kami, alleluya.
Mazmur 134 (135) - II
Antifon 2Terberkatilah kerajaan Daud, leluhur kami, alleluya.
Antifon 3Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, sebab amat luhurlah Ia, alleluya.
Why 15,3-4
Antifon 3Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, sebab amat luhurlah Ia, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 5,8-10
Antifon KidungSemua rasul sehati dan tekun berdoa, bersama Maria, bunda Yesus, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungSemua rasul sehati dan tekun berdoa, bersama Maria, bunda Yesus, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Putera Allah yang hidup, berkatilah umatMu.
Kami berdoa kepadaMu, ya Kristus, bagi para pelayan umatMu, agar dalam membagi-bagikan roti kehidupan,* merekapun menimba kekuatan dari padanya. ℟.
Kami berdoa bagi seluruh umat kristen, agar mereka hidup pantas sepadan dengan panggilannya,* dan senantiasa berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai. ℟.
Kami berdoa bagi pemerintah kami, agar menjalankan tugasnya dengan adil dan murah hati,* sehingga terciptalah suasana damai dan kerukunan di antara para bangsa. ℟.
Kami berdoa bagi diri kami sendiri, agar kami Kauperkenankan kelak memuji Engkau di tengah himpunan para kudus,* bersama dengan saudara-saudara kami yang telah berpulang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Yohanes Baptista Makado
Beato Yohanes Baptista Makado lahir di kepulauan Azores, dari sebuah keluarga bangsawan. Pemuda kesatria itu bercita-cita menjadi rasul Kristus, jika mungkin di Jepang. Ia memang tahu akan rawannya tanah misi Jepang, namun rupanya ia ingin menjadi saksi iman disana.
Pada waktu itu (abad ke-16) karya misi di Jepang ditangani antara lain oleh imam-imam Yesuit. Oleh karena itu Makado masuk ordo Yesuit. Setelah ditabhiskan menjadi imam ia diutus pergi ke negeri Sakura ini. Makado ternyata seorang imam sekaligus rasul yang rajin. Mula-mula ia bekerja di Fuxima dan Nagasaki. Sewaktu berada di pulau Goto, ia ditangkap dan dibawa ke Omura bersama beberapa kawannya. Disanalah mereka dipenggal kepalanya pada tanggal 22 Mei 1617 karena imannya kepada Kristus dan semua perjuangannya untuk menyebarkan Injil Kristus.
Diantara imam-imam itu ada Leo Tanaka, seorang imam agama yang sangat giat membantu imam-imam dalam mengajar agama kepada umat. Oleh seorang pengawal yang mengenal baik dia, ia diberi kesempatan untuk melarikan diri. Tetapi setelah merenungkan hal itu secara mendalam, ia memutuskan untuk tidak lari agar tidak menimbulkan skandal kepada umat sebagai pengkhianat iman. Sewaktu teman-temannya dibunuh, ia dibawa kesana untuk menyaksikan penderitaan yang ditimpakan kepada mereka. Ia merasa sedih karena hukuman mati yang sama belum juga dijatuhkan padanya ketika itu juga. Ia terus menanti mahkota martir itu dengan doa. Akhirnya sepuluh hari kemudian ia juga memperoleh mahkota saksi iman yang dirindukannya itu d suatu pulau dekat Omura. Disana ia dipenggal kepalanya dan menemui ajalnya sebagai martir Kristus.
Santa Renate
Renate lahir pada tahun 1544. Ratu Bavaria ini mendidik sendiri 10 orang anaknya supaya hidup sederhana dan jujur. Ia mempunyai perhatian yang besar kepada para pengemis dan orang-orang miskin. Kepada mereka, Renate membagi-bagikan makanan dan dengan tangannya sendiri ia menjahit pakaian untuk orang-orang malang itu dan untuk keperluan ibadat Gereja. Ia juga mendirikan sebuah rumah sakit dan bersama suaminya hidup seperti di dalam biara. Cara hidup mereka ini terus dijalankan dengan setia meskipun banyak orang yang mencemooh mereka. Renate meninggal dunia pada tahun 1602.
Santa Rita dari Cascia
Rita lahir di Roccaporena, Italia pada tahun 1381.Beliau adalah seorang biarawati ordo Agustinus. Ia diangkat sebagai pelindung orang-orang yang mengalami masalah-masalah yang berat dan penasehat orang putus asa.
Menurut cerita, keinginannya untuk menjadi biarawati ordo itu sudah bersemi dalam hatinya semenjak kecil. Tetapi karena hormat dan ketaatan kepada orangtuanya, ia menikah dengan seorang pemuda yang disenangi orangtuanya. Tetapi setelah menjalani hidup perkawinan selama 18 tahun, ia pun memutuskan untuk masuk biara. Hal ini ditempuhnya setelah suaminya mati dibunuh orang.
Permohonannya menjadi biarawati Ordo Santo Agustinus tidak cepat dikabulkan oleh pemimpin ordo, mengingat statusnya sebagai orang yang sudah menikah. Melalui suatu proses pertimbangan yang sangat lama, akhirnya aturan-aturan biara yang sangat keras itu diperlonggar. Dan Rita diterima sebagai seorang anggota dalam ordo ini. Kehidupan sebagai seorang biarawati dijalaninya dengan sepenuh hati. Ia benar-benar menghayati kehidupan biara dengan sungguh-sungguh: taat, disiplin diri dan ramah terhadap semua orang. Ia merawat semua biarawati rekannya yang jatuh sakit dan berdoa bagi semua orang Kristen yang telah lama meninggalkan Gereja. Cara hidup ini dipertahankannya hingga kematiannya pada tanggal 22 Mei 1457 di biara Cascia.
Santa Rosa(na)
Rosa lahir pada tahun 1226. Ketika berusia 15 tahun, ia dikawinkan dengan seorang pemuda yang bejat moralnya dan jahat. Setelah suaminya yang sakit keras itu sembuh berkat usaha dan doa Rosa, maka ia diijinkan untuk menjalani hidup bertapa. Rosa dipilih menjadi Abbas sebuah biara suster. Ia meninggal pada tahun 1310.
Santa Umilita
Santa Rosanna Negusanti atau Santa Umilita lahir sekitar tahun 1226. Ia adalah puteri keluarga bangsawan dari Faenza, Emilia-Romagna, Ravenna Italia. Pada usia lima belas tahun ia dinikahkan dengan seorang bangsawan bernama Ugoletto dei Caccianemici. Dari pernikahan ini Rosanna melahirkan dua orang buah hati, namun keduanya meninggal saat masih bayi.
Pada tahun 1250 Ugoletto nyaris meninggal dunia setelah menderita sakit selama berbulan-bulan. Ia dapat sembuh secara ajaib berkat usaha dan doa yang terus-menerus dari Rosanna. Mujizat penyembuhan ini membawa perubahan radikal dalam hidup mereka berdua. Dalam terang Roh Kudus, Ugoletto dan Rosanna memutuskan untuk meninggalkan kehidupan rumah-tangga dan menempuh hidup baru. Ugoletto masuk biara dan menjadi seorang rahib, sedangkan Rosanna menjadi seorang biarawati pertapa di biara suster Santa Perpetua di dekat Faenza. Rosanna mengucapkan kaulnya dan menggunakan nama biara : Umilita.
Suster Umilita lalu memilih tinggal di sebuah sel pertapaan di gereja biara Vallumbrosan Santo Apollinaris di Faenza. Ia hidup sebagai seorang pertapa yang menjalani hari-harinya dalam doa dan meditasi selama dua belas tahun. Umilta sangat berbahagia dengan hidup monastik yang dilakoninya. Ia ingin menghabiskan sisa hidupnya dalam sel itu dan tidak ingin kembali lagi kedunia luar.
Namun, atas permintaan para pembesar biara Vallumbrosan, Umilita keluar dari pertapaannya dan diutus untuk mendirikan sebuah biara Susteran Vallumbrosan di luar kota Faenza. Umilta kemudian menjadi abbess (Pemimpin biara wanita) yang pertama dari biara yang sekarang dikenal dengan nama biara Santa Maria Novella alla Malta.
Biara Benediktin Vallumbrosan adalah komunitas religius anggota keluarga besar Ordo Benediktin yang memiliki biara induk di Vallombrosa Florence Italia. Komunitas ini didirikan oleh Santo Yohanes Gualbertus pada abad ke-11 dengan tujuan menciptakan komunitas rahib/rubiah Benediktin yang lebih berdisiplin dan lebih kontemplatif. Para Vallumbrosan menggunakan singkatan OSB.Vall dibelakang nama mereka untuk membedakan diri dari biarawan Benediktin umumnya (OSB).Pada tahun 1282, Umilita kembali mendirikan biara Susteran Vallumbrosan di Florence yang diberi nama Biara Susteran Vallumbrosan Santo Yohanes Penginjil. Ia tinggal di biara ini sampai tutup usia pada tanggal 22 Mei 1310.
Santa Umilita mewariskan sejumlah tulisan tentang hal-hal spiritual yang mungkin ia tulis saat bertapa selama duabelas tahun di Faenza. Tulisannya yang paling terkenal adalah sembilan khotbah dalam bahasa Latin dan Untaian pujian bagi Santa Perawan Maria. Empat abad kemudian, suster Umilta atau Rosanna Negusanti dikanonisasi oleh Paus Klemens XI pada tanggal 27 Januari 1720.
Arti nama
Berasal dari Bahasa Latin : Humilitas, yang berarti : “Rendah Hati”, “Kerendahan Hati”
Santa Yoakima de Vedruna
Yoakima de Vedruna lahir pada tahun 1783. Ia seorang ibu rumah tangga dengan beberapa orang anak. Setelah suaminya meninggal dunia dan anak-anaknya dewasa, ia menggunakan seluruh waktunya untuk melakukan kegiatan-kegiatan amal. Doa dan pertobatan menjadi dasar batiniah yang kokoh baginya dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan itu. Akhirnya, ia pun mendirikan sebuah Kongregasi Suster yang mengabdikan diri pada pemeliharaan gadis-gadis miskin dan orang-orang sakit yang terlantar. Yoakima de Vedruna meninggal dunia pada tahun 1853.
Santo Emilius
Santo Emilius bersama Santo Kastus dihormati sebagai Martir dan Orang Kudus oleh Gereja Orthodoks Timur dan Gereja Katholik Roma. Mereka berasal dari Kartago Afrika Utara dan menjadi martir pada masa penganiayaan kaisar Trajan Decius ( Caesar Gaius Messius Quintus Traianus Decius Augustus) yang memerintah kekaisaran Romawi pada tahun 249 -251.
Saat mengalami penyiksaan dalam penjara, baik Emilius maupun Kastus menyangkal bahwa mereka adalah orang Kristen. Mereka lalu dibebaskan. Namun mereka ditangkap lagi untuk kedua kalinya. Kali ini dengan gagah Kastus dan Emilius mengakui iman mereka akan Yesus Kristus. Mereka lalu dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup sampai menjadi abu.
Kedua martir ini dipuji oleh Santo Siprianus dan Santo Agustinus Hippo dan pestanya dirayakan bersama pada setiap tanggal 22 Mei.
Arti nama
Nama Family bangsa Romawi yang berasal dari kata Latin Aemulus yang berarti : "Lawan" atau "Rival".
Santo Kastus
Santo Kastus bersama Santo Emilius dihormati sebagai Martir dan Orang Kudus oleh Gereja Orthodoks Timur dan Gereja Katholik Roma. Mereka berasal dari Kartago Afrika Utara dan menjadi martir pada masa penganiayaan kaisar Trajan Decius ( Caesar Gaius Messius Quintus Traianus Decius Augustus) yang memerintah kekaisaran Romawi pada tahun 249 -251.
Saat mengalami penyiksaan dalam penjara, baik Emilius maupun Kastus menyangkal bahwa mereka adalah orang Kristen. Mereka lalu dibebaskan. Namun mereka ditangkap lagi untuk kedua kalinya. Kali ini dengan gagah Kastus dan Emilius mengakui iman mereka akan Yesus Kristus. Mereka lalu dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup sampai menjadi abu.
Kedua martir ini dipuji oleh Santo Siprianus dan Santo Agustinus Hippo dan pestanya dirayakan bersama pada setiap tanggal 22 Mei.
Arti nama
Kastus berasal dari kata Latin “Castus” yang berarti : " Tanpa dosa”, “Murni”, “Suci”, “Saleh"
Santo Romanus dari Subiaco
Santo Romanus dari Subiaco dikenal sebagai seorang pertapa dan biarawan yang hidup di gurun pasir dekat kota Subiaco Italia. Ia sangat berjasa kepada Santo Benediktus yang sedang mencari jalan kesempurnaan hidup dengan bertapa di padang pasir dekat pegunungan Subiaco.
Romanus-lah yang menganjurkan Benediktus agar pindah kesebuah gua pertapaan yang jauh dari keramaian di pinggir sungai Anio Subiaco. Selama Santo Benediktus bertapa di gua itu, Romanus juga yang menghantarkan makanan kepadanya.
Gua tempat pertapaan Santo Benediktus masih ada sampai hari ini. Tempat bersejarah tersebut kini menadi tempat perziarahan yang dikelola oleh anak-anak Santo Benediktus; para biarawan Benediktin.
Konon Romanus kemudian pergi ke Perancis dan mendirikan biara di Dryes-Fontrouge Auxere. Ia tinggal disana sampai tutup usia pada tahun 550.
Arti nama
Romanus = Orang Roma (Latin)
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari