Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku berperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah? Sesungguhnya, mereka semua akan memburuk seperti pakaian yang sudah usang; ngengat akan memakan mereka.
Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
Sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati.
Bahkan, mereka memberi aku makan racun, dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?" Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
Invitatorium
Pembukaan
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Kami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Mazmur 38 (39)
Doa mendesak orang sakit
Ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan…oleh Dia yang menaklukkannya, tetapi tidak tanpa harapan (Roma 8:20).
AntifonKami mengerang dalam kesakitan sambil menantikan penebusan tubuh kami.
Antifon 2Dengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
AntifonDengarkan dan jawablah doaku, ya Tuhan; jangan biarkan aku menangis sia-sia.
Antifon 3Aku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.
Mazmur 51 (52)
Melawan pemfitnah
Jika ada yang mau bermegah, biarlah ia bermegah dalam Tuhan (1 Korintus 1:31).
AntifonAku telah menaruh seluruh kepercayaanku pada belas kasihan Allah yang tidak pernah gagal.
Responsorium Ul. 5:23-24; lih. Ibr. 12:22
Responsorium 1 Yohanes 4:9, 11, 10
Te Deum
Doa Penutup
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Mazmur 76 (77)
Antifon 1Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Antifon 2Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
1 Sam 2,1-10
Antifon 2Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Antifon 3Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Mazmur 96 (97)
Antifon 3Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Bacaan Singkat: (Yes 50,5-7)
Lagu Singkat:
Antifon KidungSemoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungSemoga darah Kristus menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang membawa maut, supaya kita mengabdi kepada Allah yang hidup. Sebab dengan perantaraan Roh kudus, Kristus telah mempersembahkan diriNya kepada Allah.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (1 Tim 2, 4-6)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Mazmur 118 (119),57-64
Antifon 1Pada hari kesesakan aku mencari Tuhan dengan merentangkan tanganku.
Antifon 2Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - I
Antifon 2Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia.
Antifon 3Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Mazmur 54 (55),2-15.17-24 - II
Antifon 3Kristuslah kebijaksanaan yang kita terima dari Allah. Oleh Kristus kita dihubungkan lagi dengan Allah, dikuduskan dan ditebus.
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Heb 9, 28)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.
Mazmur 61 (62)
Antifon 1Kaum durhaka berkata: Marilah kita tindas orang jujur itu, sebab ia menentang pekerjaan kita.
Antifon 2Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.
Mazmur 66 (67)
Antifon 2Ia menanggung dosa semua orang dan berdoa bagi orang-orang jahat.
Antifon 3Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.
Kol 1,12-20
Antifon 3Dalam Kristus kita memperoleh penebusan berkat darahNya, yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita.
Bacaan Singkat: (Ef 4,32--5,2)
Antifon KidungGuru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungGuru berpesan: SaatKu hampir tiba. Di dalam rumahmu Aku mau merayakan Paska bersama para muridKu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Blessed Nonius Alvares Pereira
Santo Nuno de Santa Maria Alvares Pereira lahir pada 24 Juni 1360, di Flor da Rosa, dekat Crato, Portugal Tengah. Ia adalah anak diluar nikah dari Dom ÁlvaroPereira Gonçalves dan Donna Iria Gonçalves do Carvalhal. Sekitar setahun setelah kelahirannya, statusnya dilegitimasi melalui dekrit kerajaan sehingga ia berhak memakai gelar bangsawan dan menerima pendidikan selayaknya anggota keluarga bangsawan tinggi Portugal pada waktu itu. Pada usia enam belas tahun, atas keinginan ayahnya, Nuno menikah dengan seorang janda muda bernama Donna Leonor de Alvim. Dari pernikahan ini lahir seorang puteri yang cantik jelita, Beatrice, yang kelak menikah dengan Dom Afonso, raja muda Bragança, putra dari Raja João I of Portugal.
Karir Militer
Nuno masuk dinas militer pada 1373, ketika dia baru berusia 13 tahun. Saat itu Ia sudah terlibat dalam beberapa pertempuran di perbatasan Portugal untuk menghentikan serangan dari Kerajaan Castile. Dia adalah seorang pemuda yang sabar dan pemberani, dan segera menunjukkan bakatnya sebagai seorang komandan yang hebat.
Ketika Raja Fernando I dari Portugal meninggal dunia tanpa pewaris takhtah pada tanggal 22 Oktober1383, terjadilah perebutan kekuasaan antara Dom João, saudara tiri almarhum Fernando I, dengan Raja John I dari Castile, menantu almarhum Fernando I (suami dari Donna Beatrice, puteri dan anak satu-satunya dari almarhum Fernando I). Nuno yang saat itu berusia 24 tahun bersama para bangsawan Portugal memihak pada Dom João. Raja John I dari Castille kemudian mengirimkan pasukan dalam jumlah besar untuk merebut takhtah Kerajaan Portugal.
Sebagai seorang Kesatria Portugal, Nuno segera menghimpun dan memimpin pasukan demi menghadapi invasi Castille. Kecakapan Nuno sebagai seorang pemimpin militer terbukti saat kemenangan pertamanya atas pasukan Castile dalam Pertempuran di Atoleiros (April 1384). Setelah kemenangannya ini, Dom João menyebut Nuno sebagai “Condestavel do Reino” (Pelindung Kerajaan). Dalam prakteknya Nuno adalah Panglima tertinggi Angkatan Perang Portugal.
Pada tanggal 14 Agustus 1385 di kota Aljubarrota, Nuno memimpin 6500 orang pasukan Portugal untuk bertempur melawan lebih dari 30.000 orang pasukan Castille. Walau kalah jumlah namun Nuno dan pasukannya berhasil menghancurkan pasukan musuh dan menghentikan ancaman invasi terhadap Portugal. Kemenangan luar biasa pada pertempuran yang disebut "The Battle of Aljubarrota" ini mengakhiri konflik antara kedua kerajaan dan membawa pangeran João I menduduki takhtah Kerajaan Portugal.
Masuk biara Karmel
Selain sebagai seorang pemimpin militer yang brilian, Nuno juga seorang katolik yang saleh. Ia memiliki cinta yang mendalam pada Sakramen Ekaristi dan Bunda Maria, yang menjadi fondasi utama dari kehidupannya. Seluruh hidupnya benar-benar ia dedikasikan dalam doa kepada Santa Maria. Setiap hari Rabu, Jumat dan Sabtu Ia akan berpuasa untuk menghormati Bunda Maria. Pada panji kebesarannya tertera gambar salib, Bunda Maria, gambar Santo Yakobus dan Santo Georgius.
Ketika ia baru berusia 28 tahun, Nuno telah ditinggal pergi istrinya untuk selama-lamanya. Berkali-kali dia didesak oleh teman-temannya untuk menikah lagi, tetapi ditolaknya. Ia ingin tetap hidup seorang diri. Dan selama 30 tahun lebih, dia banyak berkecimpung dalam pembangunan gereja, kapel dan biara. Atas biayanya sendiri, Nuno membangun banyak gereja dan biara-biara, di antaranya adalah gereja dan biara Karmel di Lisbon dan gereja Bunda Kemenangan di Batalha.
Pada usia 63 tahun, Nuno pensiun dari kemiliteran. Mantan panglima perang ini lalu membagi-bagikan seluruh harta kekayaannya bagi para veteran dan fakir miskin, dan memutuskan untuk masuk biara Karmel yang telah ia dirikan. Ia mengucapkan kaulnya sebagai seorang bruder dan mengambil nama biara : Nuno dari Santa Maria (Nuno de Santa Maria).
Dalam biara, Bruder Nuno ditugaskan sebagai penjaga pintu yang membukakan dan menutup pintu bagi para tamu yang datang ke biara tersebut. Selain itu dia juga bertugas untuk melayani orang-orang miskin dan membagi-bagikan makanan kepada mereka. Dan Ia melaksanakan semua tugasnya tersebut dengan penuh kasih dan kerendahan hati.
Suatu hari, putera raja João I, Dom Duarte, datang berkunjung kebiara. Dom Duarte terenyuh menyaksikan “Condestavel do Reino”, sang Pahlawan perang kebanggaan rakyat Portugal itu membukakan pintu baginya; sebuah pekerjaan yang pada masa itu hanya dilakukan oleh para jongos. Kepada sang pangeran Bruder Nuno berkata, “Di mata Allah tidak ada tugas atau pekerjaan rendahan. Setiap pekerjaan adalah penting dan mulia. Saya kini adalah seorang biarawan yang melayani dan bekerja seperti yang dilakukan oleh biarawan Karmel yang lain.”
Tutup usia dan Kanonisasi
Pada tahun terakhir dalam hidupnya, Raja João I datang mengunjungi Bruder Nuno. Raja memeluknya dan menangis didada sahabatnya itu. Raja menyadari sepenuhnya bahwa biarawan karmel penjaga pintu biara yang miskin dan bersahaja ini adalah Nuno Alvares Pereira, seorang panglima yang telah menyelamatkan kemerdekaan Portugal, dan yang telah menempatkannya di atas takhta kerajaan.
Bruder Nuno de santa Maria tutup usia pada hari Minggu Paskah,1 April 1431. Ribuan rakyat Portugal datang menghantar pahlawan nasional dan pahlawan iman ini ke tempat pemakamannya. Bahkan sejak hari pemakamannya, Bruder Nuno sudah diakui suci oleh seluruh rakyat portugal yang menyebut namanya dengan sebutan "O Santo Condestavel".
Proses kanonisasi Bruder Nuno Alvarez dimulai oleh penguasa Portugis bersama Ordo Karmel. Tetapi mengalami banyak sekali hambatan. Akhirnya pada tanggal 23 Januari 1918, hampir lima abad setelah kematiannya, Bruder Nuno Alvarez dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XV. Lalu pada tanggal 26 April 2009 ia di Kanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.(QQ)
Arti nama
Mungkin berasal dari kata Latin : " nonus " yang berarti "sembilan".
Santo Hugo dari Grenoble
Santo Hugo adalah seorang uskup yang berasal dari Perancis. Meskipun ia sangat mendambakan untuk hidup sebagai seorang rahib, namun ia tetap patuh pada Tahta Suci saat paus Gregprius VII mengangkatnya sebagai seorang uskup.
Sebagai seorang uskup, Hugo segera meluruskan kebiasaan-kebiasaan dosa sebagian orang dalam keuskupannya. Ia menetapkan rencana-rencana yang bijak, namun bukan itu saja yang ia lakukan. Guna memperoleh belas kasihan Tuhan bagi umatnya, St. Hugo berdoa dengan segenap hati. Ia melakukan mati raga yang keras. Dalam waktu singkat, banyak orang berbalik menjadi saleh dan taat. Hanya sebagian orang dari kaum bangsawan saja yang masih terus menentangnya.
Uskup Hugo masih berangan-angan menjadi seorang rahib. Itulah yang sungguh ia dambakan. Maka, ia mengundurkan diri sebagai Uskup Grenoble dan masuk biara. Pada akhirnya, ia merasakan damai. Namun demikian, bukanlah kehendak Tuhan bahwa St. Hugo menjadi seorang rahib. Setelah setahun lewat, Paus memerintahkannya untuk kembali ke Grenoble. St. Hugo taat. Ia tahu bahwa jauh lebih penting menyenangkan Tuhan daripada menyenangkan diri sendiri.
Selama empatpuluh tahun, bapa uskup hampir selalu sakit. Ia menderita sakit kepala hebat dan juga gangguan pencernaan. Namun demikian, ia memaksakan diri untuk tetap bekerja. Ia mencintai umatnya dan begitu banyak yang harus dilakukan bagi mereka. Hugo sering mengalami pencobaan dan godaan tapi ia selalu berdoa dengan tekun sehingga tidak jatuh dalam dosa.
Uskup Hugo juga berperan penting dalam pendirian Ordo Carthusian. Pada tahun 1084 bapa uskup mendapat sebuah penglihatan. Ia melihat Santo Bruno dan enam orang rahib berjalan di bawah tujuh bintang dilangit yang bersinar terang. Ia kemudian menerima tujuh rahib kudus ini di keuskupannya dan menempatkan mereka di sebuah lokasi di dataran tinggi Alpine yang bersalju dan berbatu yang disebut Chartreuse. Ditempat inilah Santo Bruno dan enam rekannya mendirikan biara dan komunitas yang kelak berkembang menjadi sebuah ordo religious yang di sebut Ordo Carthusian
St. Hugo wafat pada tanggal 1 April 1132, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang kedelapan puluh. Ia menjadi seorang uskup yang murah hati serta kudus selama lima puluh dua tahun.
Arti nama
Hugo adalah bentuk Latin dari nama Hugh.
Hugh berasal dari element bahasa jermanik hug yang berarti : "hati, pikiran, jiwa".
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari