Bacaan Misa
Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang: "Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah." Nasihat itu diterima. Mereka memanggil rasul-rasul itu, lalu menyesah mereka dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Sesudah itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Dan Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Dan Paskah, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: "Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?" Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja." Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?" Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang." Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia." Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.
Invitatorium
Pekan II Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Tuhan, dalam murka-Mu, jangan menghukum aku, alleluya.
Mazmur 37 (38)
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabat-Nya berdiri dari kejauhan (Lukas 23:49).
AntifonTuhan, dalam murka-Mu, jangan menghukum aku, alleluya.
Antifon 2Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
AntifonTuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku, alleluya.
Antifon 3Aku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; jangan tinggalkan aku, sebab Engkaulah penyelamatku, alleluya.
AntifonAku mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; jangan tinggalkan aku, sebab Engkaulah penyelamatku, alleluya.
Responsorium Wahyu 4:8; Yesaya 6:3
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni, alleluya.
Mazmur 50 (51)
Antifon 1Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni, alleluya.
Antifon 2Engkau maju untuk membebaskan umatMu, ya Tuhan, Engkau menolong raja yang Kauurapi, alleluya.
Hab 3,2-4.13a.15-19
Antifon 2Engkau maju untuk membebaskan umatMu, ya Tuhan, Engkau menolong raja yang Kauurapi, alleluya.
Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, alleluya.
Mazmur 147 (147B)
Antifon 3Pujilah Allahmu, hai Sion, sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 5,39-32
Antifon KidungYesus mengambil roti, mengucapkan doa syukur dan membagi-bagikannya kepada semua orang yang hadir, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungYesus mengambil roti, mengucapkan doa syukur dan membagi-bagikannya kepada semua orang yang hadir, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Sinarilah kami dengan kemuliaan Kristus.
Ya Allah, Engkau telah menciptakan dunia, mengikat suatu perjanjian dengan umatmu dan tetap setia sepanjang masa,* dengarkanlah kami, Bapa yang maharahim. ℟.
Sucikanlah kami dengan kebenaranMu dan kuduskanlah jalan hidup kami,* agar kami berlaku jujur seturut keinginan hatiMu. ℟.
Terangilah kami dengan sinar cahaya hadiratMu,* agar kami bebas dari dosa dan menikmati kebahagiaan rumahMu. ℟.
Engkau telah memberikan damaiMu kepada para rasul,* berilah damai kepada semua penghuni dunia ini. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Act 2, 32. 36)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu, alleluya.
Mazmur 118 (119),73-80
Antifon 1Semoga kasih setiaMu menghibur aku sesuai dengan janjiMu, alleluya.
Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku, alleluya.
Mazmur 58 (59),2-6a.9-11.17-18
Antifon 2Lindungilah aku terhadap serangan lawan, ya Allahku, alleluya.
Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga, alleluya.
Mazmur 59 (60)
Antifon 3Berbahagialah orang yang dihajar Allah, sebab sungguhpun Allah melukai, namun Ia menyembuhkan juga, alleluya.
Bacaan singkat: Gal 3,27-28
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Cor 5, 7-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan II Mazmur
Madah
Antifon 1Tuhan membebaskan jiwaku dari kesesakan maut, alleluya.
Antifon 1Tuhan membebaskan jiwaku dari kesesakan maut, alleluya.
Antifon 2Tuhan melindungi umatNya bagaikan biji mata, alleluya.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Tuhan melindungi umatNya bagaikan biji mata, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Why 15,3-4
Antifon 3Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, Dialah keselamatanku, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 5,8-10
Antifon KidungYesus wafat di salib dan menghancurkan neraka. Dengan kekuasaan agung Ia bangkit pada hari ketiga, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungYesus wafat di salib dan menghancurkan neraka. Dengan kekuasaan agung Ia bangkit pada hari ketiga, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Putera Allah yang hidup, berkatilah umatMu.
Kami berdoa kepadaMu, ya Kristus, bagi para pelayan umatMu, agar dalam membagi-bagikan roti kehidupan,* merekapun menimba kekuatan dari padanya. ℟.
Kami berdoa bagi seluruh umat kristen, agar mereka hidup pantas sepadan dengan panggilannya,* dan senantiasa berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai. ℟.
Kami berdoa bagi pemerintah kami, agar menjalankan tugasnya dengan adil dan murah hati,* sehingga terciptalah suasana damai dan kerukunan di antara para bangsa. ℟.
Kami berdoa bagi diri kami sendiri, agar kami Kauperkenankan kelak memuji Engkau di tengah himpunan para kudus,* bersama dengan saudara-saudara kami yang telah berpulang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Kateri Tekakwitha
Kateri dilahirkan pada tahun 1656 di sebuah dusun dekat Auriesville. Saat ini wilayah tersebut telah menjadi kota Megapolitan bernama New York. Wilayah ini juga adalah tempat Isaac Jogues bersama para misionaris Yesuit pernah berkarya dan wafat sebagai martir. Ayah Kateri adalah seorang kepala suku indian Mohawk dan ibunya seorang Indian Kristen dari suku Algonquin.
Ketika Kateri berusia empat tahun, wabah cacar menyerang dusun mereka sehingga kedua orangtua serta adik laki-lakinya meninggal dunia. Kateri berhasil selamat, tetapi penglihatannya menjadi terganggu dan wajahnya bopeng penuh bekas cacar. Karena penglihatannya yang kurang baik, Kateri sering menabrak barang-barang di sekitarnya sehingga ia diberi julukan `Tekakwitha' (artinya: dia yang sering menabrak barang-barang). Kateri dipelihara oleh bibi dan pamannya, seorang Kepala Suku Kelompok Kura-kura.
Dalam suatu kesempatan, pamannya mendapat kunjungan tiga orang misionaris Yesuit. Kateri mulai menerima pengajaran iman, dan pada hari minggu paskah tanggal 5 April 1676 ia dibaptis oleh Pater Jacques de Lamberville, seorang imam Perancis. Setelah pembabtisannya, Kateri mengucapkan kaul untuk hidup murni dan mempersembahkan dirinya kepada Yesus.
Dusun di mana ia tinggal bukanlah tempat yang nyaman bagi orang Kristen. Sesungguhnya, di perkampungannya, tidak ada seorang Kristen pun. Keluarganya dan masyarakat Indian lainnya tidak dapat menerima pilihannya untuk tidak menikah. Mereka mencemooh Kateri dan sebagian dengki kepadanya sebab ia tidak bekerja pada hari Minggu. Kateri tetap teguh pada pendiriannya. Ia berdoa rosario setiap hari, bahkan meski sementara mereka mengejeknya. Ia berlatih kesabaran dan menderita diam-diam. Tetapi, keadaan makin memburuk. Orang-orang sukunya semakin keras memperlakukannya hingga tindakan mereka cenderung mengarah pada kekerasan fisik.
Kateri menerima semua perlakuan tersebut dengan semangat cinta kasih, bahkan terhadap semua orang yang bermaksud jahat kepadanya. Pater Jacques amat mengkhawatirkan keselamatan Kateri sehingga ia menasehati Kateri untuk segera meninggalkan Kelompok Kura-kura dan bergabung dengan Kelompok Indian Kristen di dusun Caughnawaga, Canada yang disebut Kelompok Misi St. Fransiskus Xaverius. Agar dapat sampai ke sana, Kateri harus berjalan dengan kaki telanjang menempuh perjalanan sejauh 200 mil (± 322 km) melewati daerah-daerah yang masih liar.
Di tempat pengungsian, pada Hari Raya Natal 1677, Kateri menyambut Komuni Pertama. Betapa hari yang membahagiakan. Pater Pierre Cholonec, seorang Yesuit, membimbing kehidupan rohaninya. Kateri dan seorang perempuan Iroquois bernama Anastasia hidup sebagai seorang Kristiani yang penuh sukacita dan murah hati. Mereka membaktikan seluruh hidup mereka bagi Yesus dengan merawat orang-orang tua dan orang-orang miskin. Kateri dikenal karena kelembutan, kebaikan hati serta keramahannya. Pada tanggal 25 Maret 1679, Kateri mengucapkan kaul kemurnian.
Namun, penderitaan Kateri masih terus berlanjut. Kesehatannya makin memburuk; ia sering menderita sakit kepala juga sakit perut yang hebat. Segala penderitaan itu ditanggungnya dengan sabar hingga wafatnya pada tanggal 17 April 1680, satu bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-25, dengan kata-kata terakhir “Yesus dan Maria" terucap di bibirnya. Ketika Kateri wafat, imam dan semua yang hadir menyaksikan suatu mukjizat. Saat jiwa Kateri yang suci itu meninggalkan dunia, wajahnya yang dulu bopeng berubah menjadi bersih dan memancarkan kecantikan jiwanya. Beberapa orang, termasuk seorang imam yang menemani Kateri pada saat-saat terakhirnya, melaporkan bahwa Kateri menampakkan diri kepada mereka dan banyak mujizat penyembuhan yang terjadi dikaitkan dengannya
Tepat tiga ratus tahun kemudian, pada tanggal 22 Juni 1980, Kateri Tekakwitha dimaklumkan sebagai “beata” oleh Paus Yohanes Paulus II. Kateri di kanonisasi pada tanggal 21 Oktober 2012 oleh paus Benediktus XVI
Karena kesucian hidupnya, Kateri mendapat gelar "Bunga Lili dari Mohawk". Pestanya dirayakan pada tanggal 14 Juli. Santa Kateri Tekakwitha adalah pelindung bagi mereka yang diolok-olok oleh karena cacat atau kekurangan mereka
Arti nama
Kateri adalah ejaan bahasa Indian Mohawk untuk nama : Katarina.
Tekakwitha : dia yang sering menabrak barang-barang
Santa Klara Gambacorta OP
Klara hidup diantara tahun 1362-1419. Pada umur 17 tahun ia telah dinikahkan. Setahun kemudian dia menjanda. Lalu Klara masuk biara Dominikanes. Akhirnya ia berhasil mendirikan sebuah biara cabang dengan aturan yang amat keras dan berusaha keras memperbaharui ordonya.
Santo Anisetus
Anisetus lahir di Syria, Asia Kecil. Ia terdaftar sebagai Paus kesepuluh pengganti rasul Petrus dan memimpin Gereja pada tahun 155 sampai 166 pada akhir masa pemerintahan Kaisar Antonius Pius. Sangat sedikit berita yang diketahui perihal kepemimpinannya sebagai Paus.
Ketika ia memimpin Gereja, ia pernah menerima Polykarpus, Uskup Smyrna yang datang ke Roma untuk membicarakan tanggal hari raya Paskah, yang tidak sama diseluruh gereja. Sikapnya yang arif terhadap perselisihan antar Gereja di Asia Kecil dengan Gereja lainnya tentang tanggal perayaan Paskah membuat namanya dikenal luas di seluruh Gereja. Di negeri asalnya, hari Paskah dirayakan tepat pada tanggal 14 bulan Nisan sesuai kalender hari rayanya orang Yahudi. Kebiasaan yang diwariskan oleh Santo Yohanes rasul dan santo Philipus rasul ini menyebabkan hari raya paskah jatuh pada hari yang tidak menentu. Pada masa itu, kematian Yesus lebih ditekankan daripada kebangkitan Yesus. Sebaliknya, di Gereja-gereja lain, hari Paskah di rayakan pada hari Minggu sesudah tanggal 14 Nisan, karena pada hari inilah Yesus bangkit dari kubur-Nya. Kecuali itu, perayaan Paskah bertujuan pula untuk memperbaharui penghayatan iman dan kehidupan rohani umat beriman.
Masing-masing gereja memegang kebiasaan dan perdiriannya, bahkan dengan tegas membela tradisinya. Paus Anisetus menyerahkan perselisihan ini kepada Penyelenggara Ilahi. Keputusannya untuk mengunggulkan salah satu kebiasaan di tunda hingga perselisihan itu mereda. Atas doa dan imannya yang teguh maka perselisihan dalam tubuh Gereja dapat diselesaikan dengan damai. Lalu perayaan Paskah pada hari Minggu lama kelamaan diterima oleh Gereja Asia Kecil.
Banyak kesulitan yang dialaminya selama masa kepemimpinannya, menyebabkan ia mengalami bermacam-macam penyakit. Meskipun ia tidak mati karena dibunuh, namun karena penderitaannya yang sedemikian banyak demi kesatuan gereja dan tegaknya ajaran iman yang benar, ia digelari martir oleh gereja. Ia meninggal dunia pada tahun 586.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari