Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Mazmur 1
yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;
tidak berlama-lama di jalan orang berdosa
AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.
Antifon 2Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepadaku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Mazmur 2
para penguasa bersekongkol melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.
“Mari kita putuskan belenggu mereka,
AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepadaku sebagai warisan-Ku, alleluya.
Antifon 3Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopangku, alleluya.
Mazmur 3
Betapa banyaknya yang bangkit melawan aku!
Betapa banyaknya yang berkata tentang aku:
AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopangku, alleluya.
Bacaan
Bacaan Pertama
Responsorium 1 Petrus 1:3-13
Bacaan Kedua
Responsorium Kisah Para Rasul 13:32-33; 10:42; 2:36
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: Rom 10,8b-10
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungPergilah segera, katakanlah kepada para murid, bahwa Tuhan sudah bangkit, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungPergilah segera, katakanlah kepada para murid, bahwa Tuhan sudah bangkit, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.
Ya Kristus, dengan kemenanganMu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,* semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatanMu. ℟.
Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,* semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu. ℟.
Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,* berilah rahmat kehidupanMu kepada semua orang yang kami jumpai. ℟.
Engkau telah menggembirakan murid-muridMu dan menggemparkan penjaga kuburMu,* kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepadaMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. Apc 1, 17 c-18)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: Kol 2,9101.12
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (2 Tim 2, 8. 11)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 8,1b-3a
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungYesus menjumpai kedua wanita dan berkata: Salam! Mereka mendekati Yesus dan memeluk kakiNya, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungYesus menjumpai kedua wanita dan berkata: Salam! Mereka mendekati Yesus dan memeluk kakiNya, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.
Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaanMu,* tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa. ℟.
Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihanMu,* tuntunlah GerejaMu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh kudus. ℟.
Engkau maharahim, tunjukkanlah belaskasihanMu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,* agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahanMu. ℟.
Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepadaMu,* dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkitanMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat 1Tes 5,9-10
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Michele Rua
Beato Michele Rua lahir di lingkungan kumuh pinggiran kota Turin Italia pada tanggal 9 Juni 1837. Ia adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara putra-putri pasangan Giovanni Battista dan Giovanna Maria Rua. Ayahnya meninggal pada saat ia berumur delapan tahun dan ia dibesarkan oleh ibunya di apartemen kecil dekat pabrik senjata tempat ayahnya dulu bekerja. Demi membantu ibunya, Michele kecil kerap ikut bekerja di pabrik.
Michele Rua bersekolah di Oratorium don Bosco, sekolah khusus bagi kaum miskin papa yang didirikan oleh Santo Yohanes Bosco (Don Bosco). Kecerdasan dan kesucian hidup anak yatim ini memikat hati Don Bosco. Kelak Michele menjadi orang pertama tempat Don Bosco berbagi ide untuk mendirikan sebuah Serikat Religius. Michele juga menjadi salah seorang anggota pertama dari Serikat Religius yang saat ini dikenal dengan nama Salesian Don Bosco (SDB).
Dikisahkan; pada suatu pagi di tahun 1847, Don Bosco menyerahkan medali kepada anak-anak yang lewat dan mengulurkan tangan kirinya yang terbuka kepada Michele Rua. Dengan tangan kanannya Don Bosco membuat gerakan seolah-olah membelah dua tangan kirinya dan menawarkan setengahnya kepada Michele. Don Bosco berkata, "Ambillah!". Tapi Michele kebingungan dan menjawab, "Tapi ambil apa Don Bosco?". Don Bosco tidak menanggapinya sampai beberapa waktu kemudian ia memberi tahu Michele bahwa hidup mereka berdua akan saling terkait dalam melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Setelah kejadian ini Don Bosco mengirim Michele ke Santo Yoseph Cafasso untuk memperoleh bimbingan rohani tingkat lanjut.
Pada tahun 1851 seorang saudara Michele bernama Luigi meninggal dunia. Tidak lama kemudian seorang saudaranya yang lain, Giovanni Battista juga meninggal dunia. Dalam kesedihannya Michele berkata kepada Don Bosco : "Setelah ini, Aku". Namun Don Bosco meyakinkannya bahwa dia masih akan hidup selama lima dekade lagi.
Michele Rua di tahbiskan menjadi seorang Diakon pada 24 Maret 1860 lalu menerima tahbisan imamat oleh Uskup Giovanni Balma pada tanggal 29 Juli 1860. Selama lebih dari tiga puluh tahun Don Rua (nama panggilan Michele Rua setelah menjadi imam) menjadi pembantu terdekat Don Bosco dalam upaya mereka mengembangkan Serikat Salesian.
Sejak tanggal 20 Oktober 1863 Don Rua diangkat menjadi rektor Sekolah Oratorium di Mirabello, Oratorium pertama yang didirikan di luar kota Turin. Dua tahun kemudian ia kembali ke Turin sebagai Wakil rektor Oratorium Valdocco dan juga sebagai pemimpin majalah "Letture Cattoliche" (Bacaan Katolik). Kepulangannya ke Turin juga disebabkan oleh kondisi kesehatan Santo Yohanes Bosco saat itu dalam keadaan kritis. Don Bosco saat itu didiagnosa terkena radang peritonitis yang pada masa itu dianggap tidak dapat disembuhkan. Namun Don Bosco mengatakan kepada pengikutnya bahwa dia akan sembuh karena belum waktunya untuk berpulang. Seminggu kemudian Don Bosco melawati masa kritis dan sembuh kembali.
Pada tahun 1872 Don Rua mendampingi Don Bosco membentuk Konggregasi Suster Salesian yang dan ditunjuk Direktur pertama dari Konggregasi Susteran ini.
Setelah kematian Santo Yohanes Bosco pada tahun 1888, Don Rua dengan dukungan penuh dari para Salesian, ditunjuk menjadi penggantinya. Pada tahun itu juga ia diundang ke Roma oleh Paus Leo XIII dalam sebuah Audiensi pribadi. Sri Paus meminta agar ia hendaknya mengkonsolidasikan semua Fondasi yang telah dibangun Yohanes Bosco sebelum mengembangkan Serikat Salesian keseluruh dunia.
Michele Rua diberi Julukan: “Si Aturan Hidup” karena kesederhanaan hidupnya dan kepatuhannya yang luar biasa pada setiap aturan. Dia juga dikenal akan pendekatannya yang lembut dan perhatiannya yang tulus pada kaum miskin papa.
Dibawah kepemimpinannya Serikat Salesian Don Bosco bertumbuh dengan sangat pesat. Pada tahun 1888 terdapat 773 orang Salesian, 57 Oratorium, dan 6 Provincial SDB. Don Rua secara luar biasa mengembangkan Serikat ini hingga memiliki lebih dari 4000 anggota Salesian, 345 Oratorium dan 34 Provincial SDB di 33 negara di seluruh dunia. Biara-biara baru mulai di buka seluruh penjuru Dunia dan Don Rua menjadi sering berpergian keluar negeri demi mengawasi perkembangan biara, Oratorium, dan berbagai karya cinta kasih yang dikerjakan para Salesian. Ia mengunjungi Prancis dan Belanda pada tahun 1890, dan mengunjungi Inggris pada tahun 1893. Pada tahun 1899 ia mengunjungi Aljazair dan Portugal, lalu mengunjungi Tunisia pada tahun 1900. Pada tahun 1904 ia mengunjungi Belgia, Swiss dan Polandia; lalu mengunjungi Malta pada tahun 1906.
Pada tahun 1908, dalam usia 71 tahun, Don Rua Michele berziarah ke Yerusalem. Ia tinggal beberapa lama di tanah suci lalu singgah di Austria dalam perjalanannya kembali ke Italia. Ia tiba dengan kelelahan di Italia dan sejak saat itu kesehatannya memburuk. Pada musim gugur tahun 1909 Don Rua jatuh sakit dan hanya terbaring ditempat tidur. Beberapa bulan kemudian ia tutup usia dengan tenang di pagi hari tanggal 6 April 1910. Hamba Tuhan ini di makamkan di Basilika Nostra Signora Aiuto dei Cristiani (Basilika Santa Maria Ausiliatrice / Basilika Santa Maria Penolong umat Kristiani) di kota Turin (Torino) Italia.
Pada tanggal 26 Juni 1953 Michele Rua diberi gelar Venerabilis oleh Paus Pius XII dan di beatifikasi oleh pada tanggal 29 Oktober 1972 oleh Paus Paulus VI.
Arti nama
Ejaan Italia untuk nama : Michael
Berasal dari nama Ibrani : מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti "Siapakah yang seperti Allah?"
Santa Kresensia Hoess
Kresensia hidup antara tahun 1682-1744. Gadis miskin ini diterima oleh biara, karena desakan walikota Kaufbeuren, Jerman yang protestan. Pembesarnya sangat jengkel, kejam dan tidak adik terhadap suster muda ini, walaupun Kresensia sangat sabar dan taat. Ia menerima banyak rahmat khusus sesudah menjalani aneka godaan. Ketika menjadi pembesar, ia memperbaharui seluruh biara.
Santa Yuliana dari Liège
St Yuliana dilahirkan pada tahun 1192 di Retinnes, dekat Liège, Belgia. Ketika usianya lima tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia dan ia bersama saudarinya - Agnes - diserahkan dalam asuhan Suster-suster Agustinian di Biara Gunung Cornillon. St Yuliana mengalami kemajuan pesat. Ia suka sekali membaca tulisan-tulisan St Agustinus dan St Bernardus. Ia juga memiliki kasih yang berkobar kepada Santa Perawan Maria dan Sengsara Yesus, tetapi, teristimewa ia sangat mengasihi Yesus dalam Sakramen Mahakudus. St Yuliana menerima jubahnya pada tahun 1206, saat usianya tigabelas tahun. Ia bertekad untuk membaktikan hidupnya demi melayani mereka yang sakit, teristimewa para penderita kusta yang dirawat di rumah sakit biara.
Ketika usianya enambelas tahun, St Yuliana mulai mendapatkan anugerah penglihatan. Ia melihat bulan di langit; dan walau bulan bersinar terang gemilang, namun terdapat suatu noda hitam padanya! St Yuliana tidak terbiasa melihat hal-hal yang demikian. Ia pikir, penglihatan tersebut hanyalah imajinasinya belaka, jadi ia berusaha melupakannya. Tetapi, penglihatan itu datang dan datang lagi. Merasa bahwa penglihatan tersebut berasal dari Tuhan, ia menceritakannya kepada Superior, Sr Sapientia, namun tidak mendapatkan tafsirannya.
Akhirnya setelah lama berdoa dan bermatiraga, Yesus Sendiri menjelaskan makna penglihatan. Ia berkata :
“Engkau gelisah karena penglihatan itu. Sesungguhnya, Aku menghendaki agar ditetapkan suatu hari raya istimewa bagi Gereja Pejuang, sebab perayaan ini teramat penting, yaitu Hari Raya Sakramen dari Altar yang Mahamulia dan Mahakudus. Pada masa sekarang, perayaan akan Misteri ini hanya dilakukan pada hari Kamis Putih. Tetapi, pada hari itu, teristimewa Sengsara dan Wafat-Ku yang direnungkan. Sebab itu, Aku menghendaki suatu hari lain dikhususkan, di mana Sakramen Mahakudus dari Altar akan dirayakan oleh segenap umat Kristiani! Alasan pertama mengapa Aku menghendaki hari raya khusus ini adalah agar iman akan Sakramen Mahakudus diperteguh, terutama apabila orang-orang jahat menyerang misteri ini di kemudian hari. Alasan kedua adalah agar umat beriman diperkuat dalam mencapai kesempurnaan melalui kasih mendalam dan sembah sujud kepada Sakramen Mahakudus. Alasan ketiga adalah agar supaya dengan hari raya ini dan dengan cinta kasih yang ditujukan kepada Sakramen dari Altar, silih dilakukan bagi penghinaan dan kurangnya rasa hormat terhadap Sakramen Mahakudus.”
Yesus juga menjelaskan bahwa bulan melambangkan Gereja yang begitu terang gemilang dengan berbagai macam perayaan. Noda hitam menunjukkan bahwa ada yang kurang, yaitu perayaan demi menghormati Sakramen Mahakudus secara khusus. Tuhan Yesus memberinya misi agar hari raya istimewa ini dirayakan oleh Gereja. Tetapi, St Yuliana adalah seorang biarawati yang sangat sederhana, dan ia gemetar membayangkan misi yang harus diembannya. Selama bertahun-tahun St Yuliana memendam rahasia ini. Ia melewatkan tahun-tahun yang berlalu dengan berdoa dan bermatiraga, menanti Tuhan memberinya perintah yang lebih tegas untuk memulai misinya.
Pada tahun 1230, St Yuliana dipilih sebagai Moeder Superior Biara Agustinian. Segera sesudah pengangkatannya, penglihatan tentang bulan dengan noda hitam datang kembali. Moeder Yuliana memutuskan untuk menceritakan rahasianya kepada seseorang yang dapat memberinya nasehat bijak.
Ada seorang rohaniwan dari Lausanne yang baik dan saleh di Liège bernama Yohanes. Ia memiliki cinta yang berkobar kepada Ekaristi Kudus. St Yuliana mempercayakan penglihatannya kepada imam kudus ini sembari mohon untuk membicarakannya dengan para teolog bijak lainnya. Pastor Yohanes segera menceritakannya kepada beberapa teolog terpandang. Mereka menyukai gagasan hari raya baru demi menghormati Sakramen Mahakudus. Banyak uskup juga merestuinya.
Roger, pembesar yang bertanggung jawab atas biara, merasa sebal dengan kesalehan dan kekudusan St Yuliana. Roger adalah seorang yang licik, yang memperoleh jabatan melalui persekongkolan dan suap. Ia menuduh St Yuliana menggelapkan dana biara. Ia bahkan menghasut penduduk kota agar menuntut Moeder Yuliana diusir dari kota mereka. St Yuliana melarikan diri ke tempat Beata Eva dari Liège, lalu ke sebuah rumah yang disediakan oleh Yohanes dari Lausanne. Uskup Robert de Thorate dari Liège memerintahkan agar kasus ini diperiksa, dan terbukti bahwa tuduhan-tuduhan itu palsu. St Yuliana yang tak bersalah dikembalikan ke posisinya semula di biara, sementara Roger dipecat dari jabatannya.
St Yuliana mengajukan gagasan hari raya demi menghormati Sakramen Mahakudus ke hadapan Uskup Robert de Thorete, kepada Dominikan Hugh yang terpandang - yang kelak menjadi duta paus di Nederland, dan kepada Jacques Pantaléon - Diakon Agung Liège, yang kelak menjadi Paus Urbanus IV. Bapa Uskup sungguh terkesan akan gagasan yang diajukan St Yuliana, dan karena para uskup berhak menetapkan pesta-pesta di keuskupan mereka, maka ia mengadakan Sinode pada tahun 1246 dan menginstruksikan kepada segenap imam, baik projo maupun biarawan, agar mulai tahun berikutnya merayakan Pesta Sakramen Mahakudus. Sungguh sayang, uskup yang baik ini wafat tak lama kemudian, pada tanggal 16 Oktober 1246, sebelum sempat menyaksikan instruksinya dilaksanakan.
Hari Raya Sakramen Mahakudus untuk pertama kalinya dirayakan oleh para imam dan segenap umat beriman di Gereja St Martin, Liège. Seorang biarawan muda bernama Yohanes diminta untuk menuliskan beberapa doa Ofisi baru untuk hari raya ini. Doa-doa Ofisi tulisannya didaraskan di Gereja St Martin selama bertahun-tahun hingga saat St Thomas Aquinas menuliskan Ofisinya yang terkenal.
Setelah Uskup Liège wafat, pada tahun 1247, Roger kembali berkuasa. Sekali lagi ia berhasil mengusir St Yuliana. Biarawati kudus ini melarikan diri dan diterima di Biara Salzinnes di Namur. Henry II dari Luxembourg menyerang Namur dan membakar habis Biara Salzinnes. St Yuliana melarikan diri lagi dan diterima di Biara Suster-suster Cistercian di Fosses. Ia melewatkan tahun-tahun terakhir hidupnya di Fosses sebagai seorang pertapa miskin dengan kesehatan yang rapuh hingga wafat pada tanggal 5 April 1258. St Yuliana dimakamkan di Villiers.
Tampaknya St Yuliana telah gagal dalam misinya; tetapi sesungguhnya tidak demikian. Misi yang diembannya terus berlanjut seturut misteri penyelenggaraan ilahi. Beata Eva, seorang biarawati pertapa dari St Martin, melanjutkan apa yang telah dirintis St Yuliana. B Eva ingat akan Diakon Agung dari Liège yang kini telah menjadi Paus Urbanus IV. Ia membujuk Uskup Henry Guelders dari Liège dan beberapa orang berpengaruh lainnya untuk menulis kepada Bapa Suci, mendesaknya menetapkan Hari Raya Corpus Christi (demi menghormati Sakramen Mahakudus) bagi Gereja semesta. Tetapi, Paus Urbanus, yang menyukai gagasan ini, sedang menghadapi berbagai kesulitan politik. Beberapa tahun lewat sebelum ia dapat memberikan perhatian penuh pada masalah ini.
Problem politik menyebabkan Bapa Suci harus mengungsi ke Orvieto. Sementara ia tinggal di sana, paus mendengar tentang Mukjizat Sakramen Mahakudus di Bolsena, suatu kota kecil tak jauh dari Orvieto. Bapa suci menginstruksikan akar dilakukan penyelidikan seksama terhadap mukjizat dan ia begitu terpesona ketika pengujian membuktikan bahwa mukjizat tersebut otentik. Segera ia memaklumkan agar suatu prosesi syukur yang istimewa dilangsungkan di Orvieto.
Lebih lanjut, Paus Urbanus IV meminta St Thomas Aquinas untuk menuliskan teks-teks liturgi, doa, dan madah pujian yang sesuai bagi hari raya agung tersebut. Dipenuhi rahmat Tuhan, St Thomas menghasilkan karya-karya yang dipandang sebagai masterpiece dalam Liturgi Katolik. Di antaranya adalah “Lauda Sion”, “Pange Lingua”, “O Salutaris”, dan “Tantum Ergo” yang masih didoakan serta dimadahkan hingga kini dalam Perayaan Ekaristi Kudus, Adorasi, Pentahtaan maupun Perarakan Sakramen Mahakudus. St Thomas kemudian memohon kepada Paus Urbanus untuk segera memaklumkan Hari Raya Sakramen Mahakudus agar dirayakan di segenap Gereja Katolik di seluruh dunia.
Setahun kemudian, Paus Urbanus IV menerbitkan Bulla Transiturus pada tanggal 8 September 1264, di mana setelah mengagungkan kasih Juruselamat kita dalam Ekaristi Kudus, ia memaklumkan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Bapa Suci juga memberikan banyak indulgensi bagi segenap umat beriman yang ambil bagian baik dalam Misa Kudus maupun Ofisi pada hari raya yang mengagumkan ini.
Wafat Paus Urbanus IV pada tanggal 2 Oktober 1264, tak lama sesudah diterbitkannya Bulla Transiturus, tampaknya menghambat penyebarluasan perayaan Corpus Christi. Di kemudian hari, Paus Klemens V (1305-1314) memberikan perhatiannya pada masalah ini dan dalam Konsili Vienne tahun 1311 ia menginstruksikan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan kembali. Paus Klemens menerbitkan suatu dekrit baru yang menegaskan dekrit yang dikeluarkan Paus Urbanus IV. Dalam masa Paus Yohanes XXII (1316-1334) - penerus Paus Klemens V - hari raya ini dirayakan dengan perarakan meriah dan pentahtaan Sakramen Mahakudus dalam monstrans.
Sejak tahun 1970, Hari Raya Corpus Christi atau Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan pada hari Minggu sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Arti nama
Juliana adalah bentuk feminim dari "Julianus".
Julianus berasal dari nama “Julius”, sebuah nama Romawi yang mungkin berasal dari bahasa Yunani ιουλος (ioulos) yang berarti "berjanggut".
Santo Notker "Penggagap"
Orang Kudus ini disebut "Penggagap" karena tidak mampu berucap dengan jelas dan lancar. Meskipun hampir tidak mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas, namun dia adalah murid terpandai di biara St. Gallen, Swiss. Banyak orang termasuk teman-teman kelasnya mengejek dia karena kekurangannya itu. Namun ia tidak merasa terhina sebaliknya hal itu menjadi cambuk baginya untuk memusatkan perhatiannya pada belajar dan membantu orang sakit. Notker yang tekun berdoa ini sanggup menyanyi dengan bagus sehingga menjadi guru dirigen koral yang termasyur. Ia menggubah berbagai syair dan lagu gerejani yang indah, misalnya "Media vita in morte sumus…" Notker meninggal dunia pada tahun 912.
Santo Selestinus
Selestinus dipilih menjadi Paus pada tahun 422 dan memimpin Gereja Kristus selama 10 tahun. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tidak membawa akibat yang fatal. Gereja bisa dikatakan menang terhadap penganiayaan itu. Meskipun demikian, di dalam tubuh Gereja sendiri terjadi perpecahan karena adanya ajaran sesat dari Nestrorius yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah.
Untuk mempertahankan ajaran gereja yang benar tentang Maria, Selestinus mengundang Konsili di Efesus untuk mengutuk ajaran sesat Nestorius itu. Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah karena Yesus yang dikandung dan dilahirkan adalah sungguh Putera Allah. Ajaran sesat lain yang tersebar saat itu ialah keraguan tentang perlunya rahmat untuk mencapai keselamatan. Ajaran-ajaran sesat ini dikecam oleh Selestianus bersama pimpinan Gereja lainnya. Selestianus meninggal dunia pada tanggal 432.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari