Doa Katolik
Hari Raya

Oktaf Paskah

Senin, 6 April 2037· Putih · Pekan Psalterium I
6 April 2037

Bacaan Misa

Oktaf Paskah

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

Mazmur Tanggapan

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bacaan Injil

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa." Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Invitatorium

Oktaf Paskah

Pekan I Mazmur

Pembukaan

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Oktaf Paskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, datanglah menolongku.
℟.Tuhan, bersegeralah menolongku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang, ya Maha Pengasih,

ya Tritunggal Mahakudus.
Ketika langit dan bumi belum tercipta,

ketika waktu belum dikenal,

Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar

hidup dan mengasihi sendirian.
Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber

dari mana keberadaan-Mu mengalir;

tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:

karena Engkau hanyalah Allah.
Betapa indahnya ciptaan,

karya yang Engkau berkati!

maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,

Keindahan yang abadi!
Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,

ya Tritunggal Mahakudus.

Pendarasan Mazmur

Antifon 1Aku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.

Mazmur 1

Berbahagialah orang

yang tidak mengikuti nasihat orang fasik;

tidak berlama-lama di jalan orang berdosa

dan tidak duduk dalam perkumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya adalah hukum Tuhan

dan yang merenungkan hukum-Nya siang dan malam.
Ia seperti pohon yang ditanam

di tepi aliran air,

yang menghasilkan buahnya pada musimnya

dan daunnya tidak akan pernah layu;

dan segala yang dilakukannya akan berhasil.

Tidak demikian halnya dengan orang fasik, tidak demikian!
Sebab mereka seperti sekam yang ditiup angin

akan dihalau oleh angin.

Ketika orang fasik dihakimi, mereka tidak akan bertahan,

dan tidak akan menemukan tempat di antara orang-orang benar;

sebab Tuhan menjaga jalan orang benar

tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAku adalah Aku, dan orang fasik tidak menerima jalan-Ku, sebab hukum Tuhan adalah kesukaanku, alleluya.

Antifon 2Aku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepadaku sebagai warisan-Ku, alleluya.

Mazmur 2

Mengapa bangsa-bangsa ribut,

mengapa suku-suku bangsa sia-sia bergumam?
Mereka bangkit, raja-raja bumi,

para penguasa bersekongkol melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya.

“Mari kita putuskan belenggu mereka,

mari kita buang kuk mereka.”
Dia yang duduk di surga tertawa;

Tuhan mencemooh mereka.

Kemudian Ia akan berbicara dalam kemarahan-Nya,

murka-Nya akan membuat mereka ketakutan.

“Akulah yang telah menetapkan raja-Ku

di Sion, gunung-Ku yang kudus.”
Aku akan memberitakan ketetapan Tuhan:

Tuhan berfirman kepadaku: “Engkau adalah Putra-Ku.

Akulah yang telah melahirkan Engkau pada hari ini.

Mintalah, dan Aku akan mewariskan bangsa-bangsa kepadamu,

menempatkan ujung-ujung bumi dalam kepemilikanmu.

Dengan tongkat besi Engkau akan memecahkan mereka,

menghancurkan mereka seperti bejana tukang tembikar.”
Sekarang, hai raja-raja, pahamilah,

terimalah peringatan, hai penguasa-penguasa bumi;

layani Tuhan dengan rasa hormat

dan gemetar, berikanlah penghormatanmu kepada-Nya

jangan sampai Ia murka dan kamu binasa;

sebab tiba-tiba murka-Nya akan menyala.
Berbahagialah mereka

yang menaruh kepercayaan mereka kepada Allah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAku telah meminta kepada Bapa-Ku, dan Ia telah memberikan bangsa-bangsa kepadaku sebagai warisan-Ku, alleluya.

Antifon 3Aku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopangku, alleluya.

Mazmur 3

Betapa banyaknya musuhku, ya Tuhan!

Betapa banyaknya yang bangkit melawan aku!

Betapa banyaknya yang berkata tentang aku:

“Tidak ada pertolongan baginya dari Allah.”
Tetapi Engkau, Tuhan, adalah perisai di sekelilingku,

kemuliaanku, yang mengangkat kepalaku.

Aku berseru dengan nyaring kepada Tuhan.

Ia menjawab dari gunung-Nya yang kudus.
Aku berbaring untuk beristirahat dan aku tidur.

Aku bangun, sebab Tuhan menopangku.

Aku tidak akan takut bahkan ribuan orang

yang berbaris di setiap sisi melawan aku.
Bangkitlah, Tuhan; selamatkanlah aku, ya Allahku,

Engkau yang memukul semua musuhku di mulut,

Engkau yang mematahkan gigi orang fasik!

Ya Tuhan keselamatan, berkatilah umat-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

℟ seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

AntifonAku berbaring untuk beristirahat dan tertidur; aku terbangun lagi, sebab Tuhan menopangku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Para murid bersukacita, alleluya.

℟ Ketika mereka melihat Tuhan yang bangkit, alleluya.

Bacaan

Bacaan Pertama

Dari permulaan surat pertama Rasul Petrus

1:1-21

Salam dan ucapan syukur
Petrus, seorang rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang yang hidup sebagai orang asing yang tersebar di seluruh Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia, dan Bitinia; kepada orang-orang yang dipilih menurut pengetahuan Allah Bapa sebelumnya, dikuduskan oleh Roh untuk hidup dalam ketaatan kepada Yesus Kristus dan pemurnian dengan darah-Nya. Rahmat dan damai sejahtera melimpah bagimu.
Terpujilah Allah dan Bapa

Tuhan kita Yesus Kristus,

Dia yang dalam belas kasihan-Nya yang besar

telah melahirkan kita kembali;

suatu kelahiran menuju harapan yang memperoleh hidupnya

dari kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati;

suatu kelahiran menuju warisan yang tidak dapat binasa,

tidak dapat pudar atau tercemar,

yang disimpan di surga bagimu

yang dijaga dengan kuasa Allah melalui iman;

suatu kelahiran menuju keselamatan yang siap

untuk dinyatakan pada hari-hari terakhir.
Ada alasan untuk bersukacita di sini. Kamu mungkin untuk sementara waktu harus menderita kesusahan banyak pencobaan; tetapi ini agar imanmu, yang lebih berharga daripada kemuliaan emas yang diuji api yang berlalu, oleh keasliannya dapat menghasilkan pujian, kemuliaan, dan kehormatan ketika Yesus Kristus menampakkan diri. Meskipun kamu belum pernah melihat Dia, kamu mengasihi Dia, dan tanpa melihat kamu sekarang percaya kepada-Nya, dan bersukacita dengan sukacita yang tak terlukiskan yang disentuh dengan kemuliaan karena kamu mencapai tujuan iman, keselamatanmu.
Inilah keselamatan yang dengan cermat dicari dan diperiksa oleh para nabi. Mereka menubuatkan rahmat ilahi yang ditakdirkan untuk menjadi milikmu. Mereka menyelidiki waktu dan keadaan yang ditunjukkan oleh Roh Kristus di dalam mereka, karena Dia meramalkan penderitaan yang ditakdirkan bagi Kristus dan kemuliaan yang akan menyusul. Mereka tahu melalui wahyu bahwa mereka menyediakan, bukan untuk diri mereka sendiri tetapi untukmu, apa yang sekarang telah diberitakan kepadamu oleh mereka yang memberitakan Injil kepadamu, dalam kuasa Roh Kudus yang diutus dari surga. Ke dalam hal-hal ini para malaikat rindu untuk menyelidiki.
Maka, siapkanlah akal budimu; hiduplah dengan bijaksana; letakkanlah seluruh harapanmu pada karunia yang akan diberikan kepadamu ketika Yesus Kristus menampakkan diri. Sebagai anak-anak yang taat, janganlah menyerah pada keinginan-keinginan yang pernah membentukmu dalam ketidaktahuanmu. Sebaliknya, jadilah kudus dalam setiap aspek perilakumu, sesuai dengan teladan Yang Kudus yang memanggilmu; ingatlah, Kitab Suci berkata, “Jadilah kudus, sebab Aku kudus.”
Dalam doa kamu memanggil Bapa yang menghakimi setiap orang dengan adil berdasarkan perbuatan-Nya. Karena demikianlah halnya, berperilakulah dengan hormat selama kamu tinggal di negeri asing. Sadarilah bahwa kamu telah dibebaskan dari cara hidup yang sia-sia yang diwariskan oleh nenek moyangmu kepadamu, bukan dengan sejumlah perak atau emas yang dapat berkurang, tetapi dengan darah Kristus yang tak ternilai harganya: darah anak domba yang tak bercacat dan tak bernoda yang dipilih sebelum dasar dunia dan dinyatakan demi kamu pada hari-hari terakhir ini. Melalui Dia-lah kamu adalah orang-orang percaya kepada Allah, Allah yang membangkitkan Dia dari antara orang mati dan memberikan kemuliaan kepada-Nya. Iman dan harapanmu, kemudian, berpusat pada Allah.

Responsorium 1 Petrus 1:3-13

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus; dalam belas kasihan-Nya yang besar Ia telah memberikan kita hidup baru dalam harapan

℟ dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, alleluya.
Bebaskanlah pikiranmu dari segala yang membelenggunya; belajarlah mengendalikan diri dan taruhlah kepercayaan penuhmu kepada Allah yang menawarkan rahmat-Nya kepadamu.

℟ Dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, alleluya.

Bacaan Kedua

Dari homili Paskah oleh Melito dari Sardis, uskup

Pujian Paskah Kristus
Kita harus memahami, Saudara-saudari terkasih, bahwa misteri Paskah sekaligus lama dan baru, sementara dan abadi, dapat binasa dan tidak dapat binasa, fana dan abadi. Dalam hal Hukum itu lama, dalam hal Sabda itu baru. Dalam bentuknya itu sementara, dalam rahmatnya itu abadi. Itu dapat binasa dalam kurban anak domba, tidak dapat binasa dalam kehidupan abadi Tuhan. Itu fana dalam penguburan-Nya di bumi, abadi dalam kebangkitan-Nya dari antara orang mati.
Hukum memang lama, tetapi Sabda itu baru. Tipenya sementara, tetapi rahmatnya abadi. Anak domba itu dapat binasa, tetapi Tuhan tidak dapat binasa. Ia disembelih sebagai anak domba; Ia bangkit kembali sebagai Allah. Ia digiring seperti domba ke pembantaian, namun Ia bukan domba. Ia diam seperti anak domba, namun Ia bukan anak domba. Tipe itu telah berlalu; kenyataan telah datang. Anak domba memberi tempat kepada Allah, domba memberi tempat kepada seorang manusia, dan manusia itu adalah Kristus, yang memenuhi seluruh ciptaan. Kurban anak domba, perayaan Paskah, dan ketetapan-ketetapan Hukum telah digenapi dalam Yesus Kristus. Di bawah Hukum lama, dan terlebih lagi di bawah tata perjanjian baru, segala sesuatu menunjuk kepada-Nya.
Baik Hukum maupun Sabda keluar dari Sion dan Yerusalem, tetapi sekarang Hukum telah memberi tempat kepada Sabda, yang lama kepada yang baru. Perintah telah menjadi rahmat, tipe menjadi kenyataan. Anak domba telah menjadi Putra, domba menjadi manusia, dan manusia, Allah.
Tuhan, meskipun Ia adalah Allah, menjadi manusia. Ia menderita demi mereka yang menderita, Ia dibelenggu demi mereka yang terbelenggu, dihukum demi orang yang bersalah, dikuburkan demi mereka yang terbaring di kubur; tetapi Ia bangkit dari antara orang mati, dan berseru dengan nyaring: Siapa yang akan berselisih dengan-Ku? Biarlah ia menghadapi-Ku. Aku telah membebaskan orang yang dihukum, menghidupkan kembali orang mati, membangkitkan manusia dari kubur mereka. Siapa yang punya sesuatu untuk dikatakan melawan-Ku? Aku, kata-Nya, adalah Kristus; Aku telah menghancurkan kematian, mengalahkan musuh, menginjak-injak neraka, mengikat yang kuat, dan membawa manusia ke ketinggian surga: Akulah Kristus.
Datanglah, maka, semua bangsa manusia, terimalah pengampunan atas dosa-dosa yang mencemarimu. Akulah pengampunanmu. Akulah Paskah yang membawa keselamatan. Akulah anak domba yang dikurbankan bagimu. Akulah tebusanmu, hidupmu, kebangkitanmu, terangmu, Akulah keselamatanmu dan rajamu. Aku akan membawamu ke ketinggian surga. Dengan tangan kanan-Ku sendiri Aku akan mengangkatmu, dan Aku akan menunjukkan kepadamu Bapa yang kekal.

Responsorium Kisah Para Rasul 13:32-33; 10:42; 2:36

Dengan membangkitkan Yesus, Allah telah setia pada janji yang Ia buat kepada nenek moyang kita.

℟ Kristus sendiri-lah yang telah ditetapkan Allah menjadi hakim orang hidup dan orang mati, alleluya.
Allah telah menjadikan Dia Tuhan dan Mesias: Yesus ini yang kamu salibkan.

℟ Kristus sendiri-lah yang telah ditetapkan Allah menjadi hakim orang hidup dan orang mati, alleluya.

Te Deum

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, Pembela dan Penuntun.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

℟ Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

℟ Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

℟ Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

℟ karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

℟ Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

Doa Penutup

Ya Allah,

yang terus-menerus menambah

Gereja-Mu dengan keturunan baru,

berilah agar hamba-hamba-Mu dapat berpegang teguh dalam hidup mereka

pada Sakramen yang telah mereka terima dalam iman.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

℟ Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

℟ Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Oktaf Paskah

Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*
seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediamanMu,*
untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,*
bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*
menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*
mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*
aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*
di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,*
tangan kananMu menopang aku.

Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.

Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Dan 3,57-88.56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*
angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*
segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*
angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*
hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*
halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*
terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*
segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*
lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*
unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*
semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*
semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*
semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*
pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh kudus,*
memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.

Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.

Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*
dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,*
bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,*
memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*
bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*
sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*
dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*
dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*
tugas terhormat bagi umatNya.

Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.

Bacaan singkat: Rom 10,8b-10

Sabda Allah dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah sabda iman yang kami wartakan. Sebab engkau akan diselamatkan, jika engkau mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari alam maut. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Ganti lagu singkat:

AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Antifon KidungPergilah segera, katakanlah kepada para murid, bahwa Tuhan sudah bangkit, alleluya.

Kidung Zakaria Luk 1,68-79

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Antifon KidungPergilah segera, katakanlah kepada para murid, bahwa Tuhan sudah bangkit, alleluya.

Doa Permohonan

Bapa telah memuliakan Yesus dan mengangkatNya menjadi ahliwaris dan pemilik semua bangsa. Marilah kita meluhurkan Dia dan berdoa:

℟. Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.

Ya Kristus, dengan kemenanganMu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,* semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatanMu. ℟.

Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,* semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu. ℟.

Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,* berilah rahmat kehidupanMu kepada semua orang yang kami jumpai. ℟.

Engkau telah menggembirakan murid-muridMu dan menggemparkan penjaga kuburMu,* kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepadaMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah, sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umatMu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hambaMu itu, hidup sesuai dengan sakramen pembaptisan yang telah kami terima dalam iman. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Pembubaran umat

℣.Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, alleluya, alleluya.℟.Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

Ibadat Sebelum Tengah Hari

Oktaf Paskah

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Mazmur 120 (121)

Aku melayangkan pandangan ke Gunung,*
dari manakah dapat kuharapkan pertolongan?

Pertolonganku dari Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu tersandung,*
yang menjagamu takkan mengantuk.

Sungguh, takkan mengantuk dan tertidur,*
yang menjaga Israel.

Tuhan menjaga dan menaungi kamu,*
Yang mahatinggi adalah kekuatanmu.

Matahari takkan menyakiti kamu di waktu siang,*
maupun bulan di waktu malam.

Tuhan menjaga kamu terhadap segala kemalangan,*
Ia menjaga nyawamu.

Tuhan menjaga segala tingkah lakumu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Mazmur 121 (122)

Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,*
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan".

Sekarang kami telah berdiri,*
di gerbangmu, hai Yerusalem!

Hai Yerusalem, engkau dibangun,*
sebagai kota yang rapat tersusun.

Suku bangsa berziarah kepadamu,*
suku bangsa Tuhan.

Untuk bersyukur kepada Tuhan,*
sesuai dengan peraturan Israel.

Di sanalah terdapat kursi pengadilan,*
kursi keluarga raja Daud.

Mohonkanlah damai sejahtera bagi Yerusalem,*
"Damai sejahtera bagi orang yang mencintai engkau!"

Semoga damai sejahtera turun atas wilayahmu,*
dan kemakmuran atas istanamu.

Atas nama semua saudara dan sahabatku,*
aku mengucapkan selamat kepadamu.

Demi bait Tuhan, Allah kita,*
aku memohonkan kebahagiaan bagimu.

Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.

Bacaan singkat (Cf. Apc 1, 17 c-18)

Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Oktaf Paskah

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Catatan: Antifon dan Mazmur dari hari Minggu I siang, hlm. 394

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa."

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.

Bacaan singkat: Kol 2,9101.12

Seluruh kepenuhan Allah menjelma dalam Kristus dan meresapi kamu juga demi Kristus. Sebab kamu telah dikuburkan dalam pembaptisan bersama Kristus dan dibangkitkan juga bersama Dia berkat iman akan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dari alam maut.

℣.Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya.℟.Dan memperlihatkan diri kepada Simon, alleluya.

Doa Penutup

Allah, sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umatMu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hambaMu itu, hidup sesuai dengan sakramen pembaptisan yang telah kami terima dalam iman. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

Oktaf Paskah

SENIN — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.

Bacaan singkat (2 Tim 2, 8. 11)

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;

Ayat Singkat

℣.Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.℟.Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

Oktaf Paskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Pekan I Mazmur

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Mazmur 109,1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.

Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*
Israel daerah kekuasaanNya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*
sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*
dan bukit laksana anakdomba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*
hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*
hai bukit, mengapa laksana anakdomba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*
di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*
dan batu menjadi mata air.

Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.

Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.

Bacaan singkat: Ibr 8,1b-3a

Kita mempunyai seorang imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah yang mahamulia di surga. Ia menjalankan ibadat di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Sebab setiap imam besar ditetapkan untuk menyampaikan kurban dan persembahan.

Ganti lagu singkat:

AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.

Antifon KidungYesus menjumpai kedua wanita dan berkata: Salam! Mereka mendekati Yesus dan memeluk kakiNya, alleluya.

Kidung Maria Luk 1,46-55

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Antifon KidungYesus menjumpai kedua wanita dan berkata: Salam! Mereka mendekati Yesus dan memeluk kakiNya, alleluya.

Doa Permohonan

Kemanusiaan Kristus telah dihidupkan oleh Roh kudus, dan karena itu pula Kristus menghidupkan kita. Maka marilah kita berseru dengan hati gembira:

℟. Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.

Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaanMu,* tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa. ℟.

Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihanMu,* tuntunlah GerejaMu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh kudus. ℟.

Engkau maharahim, tunjukkanlah belaskasihanMu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,* agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahanMu. ℟.

Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepadaMu,* dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkitanMu. ℟.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah namaMu.
Datanglah kerajaanMu.
Jadilah kehendakMu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup

Allah, sumber kehidupan, Engkau selalu menambah umatMu dengan anggota baru. Semoga kami, hamba-hambaMu itu, hidup sesuai dengan sakramen pembaptisan yang telah kami terima dalam iman. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Pembubaran umat

℣.Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, alleluya, alleluya.℟.Syukur kepada Allah, alleluya, alleluya.

Ibadat Penutup

Oktaf Paskah

Pembukaan

℣.Ya Allah, bersegeralah menolong aku.℟.Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.

Doa Tobat

℣.Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Peliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tuhanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

AntifonTuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat 1Tes 5,9-10

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

℣.Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.℟.Ke dalam.℣.Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.℟.Ya Tuhan, penyelamatku.℣.Kemuliaan.℟.Ke dalam.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

℣.Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya.℟.Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Beato Michele Rua

Pengaku Iman · 183-1910

Beato Michele Rua lahir di lingkungan kumuh pinggiran kota Turin Italia pada tanggal 9 Juni 1837. Ia adalah anak bungsu dari sembilan bersaudara putra-putri pasangan Giovanni Battista dan Giovanna Maria Rua. Ayahnya meninggal pada saat ia berumur delapan tahun dan ia dibesarkan oleh ibunya di apartemen kecil dekat pabrik senjata tempat ayahnya dulu bekerja. Demi membantu ibunya, Michele kecil kerap ikut bekerja di pabrik.

Michele Rua bersekolah di Oratorium don Bosco, sekolah khusus bagi kaum miskin papa yang didirikan oleh Santo Yohanes Bosco (Don Bosco). Kecerdasan dan kesucian hidup anak yatim ini memikat hati Don Bosco. Kelak Michele menjadi orang pertama tempat Don Bosco berbagi ide untuk mendirikan sebuah Serikat Religius. Michele juga menjadi salah seorang anggota pertama dari Serikat Religius yang saat ini dikenal dengan nama Salesian Don Bosco (SDB).

Dikisahkan; pada suatu pagi di tahun 1847, Don Bosco menyerahkan medali kepada anak-anak yang lewat dan mengulurkan tangan kirinya yang terbuka kepada Michele Rua. Dengan tangan kanannya Don Bosco membuat gerakan seolah-olah membelah dua tangan kirinya dan menawarkan setengahnya kepada Michele. Don Bosco berkata, "Ambillah!". Tapi Michele kebingungan dan menjawab, "Tapi ambil apa Don Bosco?". Don Bosco tidak menanggapinya sampai beberapa waktu kemudian ia memberi tahu Michele bahwa hidup mereka berdua akan saling terkait dalam melakukan pekerjaan bagi Tuhan. Setelah kejadian ini Don Bosco mengirim Michele ke Santo Yoseph Cafasso untuk memperoleh bimbingan rohani tingkat lanjut.

Pada tahun 1851 seorang saudara Michele bernama Luigi meninggal dunia. Tidak lama kemudian seorang saudaranya yang lain, Giovanni Battista juga meninggal dunia. Dalam kesedihannya Michele berkata kepada Don Bosco : "Setelah ini, Aku". Namun Don Bosco meyakinkannya bahwa dia masih akan hidup selama lima dekade lagi.

Michele Rua di tahbiskan menjadi seorang Diakon pada 24 Maret 1860 lalu menerima tahbisan imamat oleh Uskup Giovanni Balma pada tanggal 29 Juli 1860. Selama lebih dari tiga puluh tahun Don Rua (nama panggilan Michele Rua setelah menjadi imam) menjadi pembantu terdekat Don Bosco dalam upaya mereka mengembangkan Serikat Salesian.

Sejak tanggal 20 Oktober 1863 Don Rua diangkat menjadi rektor Sekolah Oratorium di Mirabello, Oratorium pertama yang didirikan di luar kota Turin. Dua tahun kemudian ia kembali ke Turin sebagai Wakil rektor Oratorium Valdocco dan juga sebagai pemimpin majalah "Letture Cattoliche" (Bacaan Katolik). Kepulangannya ke Turin juga disebabkan oleh kondisi kesehatan Santo Yohanes Bosco saat itu dalam keadaan kritis. Don Bosco saat itu didiagnosa terkena radang peritonitis yang pada masa itu dianggap tidak dapat disembuhkan. Namun Don Bosco mengatakan kepada pengikutnya bahwa dia akan sembuh karena belum waktunya untuk berpulang. Seminggu kemudian Don Bosco melawati masa kritis dan sembuh kembali.

Pada tahun 1872 Don Rua mendampingi Don Bosco membentuk Konggregasi Suster Salesian yang dan ditunjuk Direktur pertama dari Konggregasi Susteran ini.

Setelah kematian Santo Yohanes Bosco pada tahun 1888, Don Rua dengan dukungan penuh dari para Salesian, ditunjuk menjadi penggantinya. Pada tahun itu juga ia diundang ke Roma oleh Paus Leo XIII dalam sebuah Audiensi pribadi. Sri Paus meminta agar ia hendaknya mengkonsolidasikan semua Fondasi yang telah dibangun Yohanes Bosco sebelum mengembangkan Serikat Salesian keseluruh dunia.

Michele Rua diberi Julukan: “Si Aturan Hidup” karena kesederhanaan hidupnya dan kepatuhannya yang luar biasa pada setiap aturan. Dia juga dikenal akan pendekatannya yang lembut dan perhatiannya yang tulus pada kaum miskin papa.

Dibawah kepemimpinannya Serikat Salesian Don Bosco bertumbuh dengan sangat pesat. Pada tahun 1888 terdapat 773 orang Salesian, 57 Oratorium, dan 6 Provincial SDB. Don Rua secara luar biasa mengembangkan Serikat ini hingga memiliki lebih dari 4000 anggota Salesian, 345 Oratorium dan 34 Provincial SDB di 33 negara di seluruh dunia. Biara-biara baru mulai di buka seluruh penjuru Dunia dan Don Rua menjadi sering berpergian keluar negeri demi mengawasi perkembangan biara, Oratorium, dan berbagai karya cinta kasih yang dikerjakan para Salesian. Ia mengunjungi Prancis dan Belanda pada tahun 1890, dan mengunjungi Inggris pada tahun 1893. Pada tahun 1899 ia mengunjungi Aljazair dan Portugal, lalu mengunjungi Tunisia pada tahun 1900. Pada tahun 1904 ia mengunjungi Belgia, Swiss dan Polandia; lalu mengunjungi Malta pada tahun 1906.

Pada tahun 1908, dalam usia 71 tahun, Don Rua Michele berziarah ke Yerusalem. Ia tinggal beberapa lama di tanah suci lalu singgah di Austria dalam perjalanannya kembali ke Italia. Ia tiba dengan kelelahan di Italia dan sejak saat itu kesehatannya memburuk. Pada musim gugur tahun 1909 Don Rua jatuh sakit dan hanya terbaring ditempat tidur. Beberapa bulan kemudian ia tutup usia dengan tenang di pagi hari tanggal 6 April 1910. Hamba Tuhan ini di makamkan di Basilika Nostra Signora Aiuto dei Cristiani (Basilika Santa Maria Ausiliatrice / Basilika Santa Maria Penolong umat Kristiani) di kota Turin (Torino) Italia.

Pada tanggal 26 Juni 1953 Michele Rua diberi gelar Venerabilis oleh Paus Pius XII dan di beatifikasi oleh pada tanggal 29 Oktober 1972 oleh Paus Paulus VI.

Arti nama

Ejaan Italia untuk nama : Michael

Berasal dari nama Ibrani : מִיכָאֵל (Mikha'el) yang berarti "Siapakah yang seperti Allah?"

Santa Kresensia Hoess

Pengaku Iman

Kresensia hidup antara tahun 1682-1744. Gadis miskin ini diterima oleh biara, karena desakan walikota Kaufbeuren, Jerman yang protestan. Pembesarnya sangat jengkel, kejam dan tidak adik terhadap suster muda ini, walaupun Kresensia sangat sabar dan taat. Ia menerima banyak rahmat khusus sesudah menjalani aneka godaan. Ketika menjadi pembesar, ia memperbaharui seluruh biara.

Santa Yuliana dari Liège

Biarawati · 1192-1258

St Yuliana dilahirkan pada tahun 1192 di Retinnes, dekat Liège, Belgia. Ketika usianya lima tahun, kedua orangtuanya meninggal dunia dan ia bersama saudarinya - Agnes - diserahkan dalam asuhan Suster-suster Agustinian di Biara Gunung Cornillon. St Yuliana mengalami kemajuan pesat. Ia suka sekali membaca tulisan-tulisan St Agustinus dan St Bernardus. Ia juga memiliki kasih yang berkobar kepada Santa Perawan Maria dan Sengsara Yesus, tetapi, teristimewa ia sangat mengasihi Yesus dalam Sakramen Mahakudus. St Yuliana menerima jubahnya pada tahun 1206, saat usianya tigabelas tahun. Ia bertekad untuk membaktikan hidupnya demi melayani mereka yang sakit, teristimewa para penderita kusta yang dirawat di rumah sakit biara.

Ketika usianya enambelas tahun, St Yuliana mulai mendapatkan anugerah penglihatan. Ia melihat bulan di langit; dan walau bulan bersinar terang gemilang, namun terdapat suatu noda hitam padanya! St Yuliana tidak terbiasa melihat hal-hal yang demikian. Ia pikir, penglihatan tersebut hanyalah imajinasinya belaka, jadi ia berusaha melupakannya. Tetapi, penglihatan itu datang dan datang lagi. Merasa bahwa penglihatan tersebut berasal dari Tuhan, ia menceritakannya kepada Superior, Sr Sapientia, namun tidak mendapatkan tafsirannya.

Akhirnya setelah lama berdoa dan bermatiraga, Yesus Sendiri menjelaskan makna penglihatan. Ia berkata :

“Engkau gelisah karena penglihatan itu. Sesungguhnya, Aku menghendaki agar ditetapkan suatu hari raya istimewa bagi Gereja Pejuang, sebab perayaan ini teramat penting, yaitu Hari Raya Sakramen dari Altar yang Mahamulia dan Mahakudus. Pada masa sekarang, perayaan akan Misteri ini hanya dilakukan pada hari Kamis Putih. Tetapi, pada hari itu, teristimewa Sengsara dan Wafat-Ku yang direnungkan. Sebab itu, Aku menghendaki suatu hari lain dikhususkan, di mana Sakramen Mahakudus dari Altar akan dirayakan oleh segenap umat Kristiani! Alasan pertama mengapa Aku menghendaki hari raya khusus ini adalah agar iman akan Sakramen Mahakudus diperteguh, terutama apabila orang-orang jahat menyerang misteri ini di kemudian hari. Alasan kedua adalah agar umat beriman diperkuat dalam mencapai kesempurnaan melalui kasih mendalam dan sembah sujud kepada Sakramen Mahakudus. Alasan ketiga adalah agar supaya dengan hari raya ini dan dengan cinta kasih yang ditujukan kepada Sakramen dari Altar, silih dilakukan bagi penghinaan dan kurangnya rasa hormat terhadap Sakramen Mahakudus.”

Yesus juga menjelaskan bahwa bulan melambangkan Gereja yang begitu terang gemilang dengan berbagai macam perayaan. Noda hitam menunjukkan bahwa ada yang kurang, yaitu perayaan demi menghormati Sakramen Mahakudus secara khusus. Tuhan Yesus memberinya misi agar hari raya istimewa ini dirayakan oleh Gereja. Tetapi, St Yuliana adalah seorang biarawati yang sangat sederhana, dan ia gemetar membayangkan misi yang harus diembannya. Selama bertahun-tahun St Yuliana memendam rahasia ini. Ia melewatkan tahun-tahun yang berlalu dengan berdoa dan bermatiraga, menanti Tuhan memberinya perintah yang lebih tegas untuk memulai misinya.

Pada tahun 1230, St Yuliana dipilih sebagai Moeder Superior Biara Agustinian. Segera sesudah pengangkatannya, penglihatan tentang bulan dengan noda hitam datang kembali. Moeder Yuliana memutuskan untuk menceritakan rahasianya kepada seseorang yang dapat memberinya nasehat bijak.

Ada seorang rohaniwan dari Lausanne yang baik dan saleh di Liège bernama Yohanes. Ia memiliki cinta yang berkobar kepada Ekaristi Kudus. St Yuliana mempercayakan penglihatannya kepada imam kudus ini sembari mohon untuk membicarakannya dengan para teolog bijak lainnya. Pastor Yohanes segera menceritakannya kepada beberapa teolog terpandang. Mereka menyukai gagasan hari raya baru demi menghormati Sakramen Mahakudus. Banyak uskup juga merestuinya.

Roger, pembesar yang bertanggung jawab atas biara, merasa sebal dengan kesalehan dan kekudusan St Yuliana. Roger adalah seorang yang licik, yang memperoleh jabatan melalui persekongkolan dan suap. Ia menuduh St Yuliana menggelapkan dana biara. Ia bahkan menghasut penduduk kota agar menuntut Moeder Yuliana diusir dari kota mereka. St Yuliana melarikan diri ke tempat Beata Eva dari Liège, lalu ke sebuah rumah yang disediakan oleh Yohanes dari Lausanne. Uskup Robert de Thorate dari Liège memerintahkan agar kasus ini diperiksa, dan terbukti bahwa tuduhan-tuduhan itu palsu. St Yuliana yang tak bersalah dikembalikan ke posisinya semula di biara, sementara Roger dipecat dari jabatannya.

St Yuliana mengajukan gagasan hari raya demi menghormati Sakramen Mahakudus ke hadapan Uskup Robert de Thorete, kepada Dominikan Hugh yang terpandang - yang kelak menjadi duta paus di Nederland, dan kepada Jacques Pantaléon - Diakon Agung Liège, yang kelak menjadi Paus Urbanus IV. Bapa Uskup sungguh terkesan akan gagasan yang diajukan St Yuliana, dan karena para uskup berhak menetapkan pesta-pesta di keuskupan mereka, maka ia mengadakan Sinode pada tahun 1246 dan menginstruksikan kepada segenap imam, baik projo maupun biarawan, agar mulai tahun berikutnya merayakan Pesta Sakramen Mahakudus. Sungguh sayang, uskup yang baik ini wafat tak lama kemudian, pada tanggal 16 Oktober 1246, sebelum sempat menyaksikan instruksinya dilaksanakan.

Hari Raya Sakramen Mahakudus untuk pertama kalinya dirayakan oleh para imam dan segenap umat beriman di Gereja St Martin, Liège. Seorang biarawan muda bernama Yohanes diminta untuk menuliskan beberapa doa Ofisi baru untuk hari raya ini. Doa-doa Ofisi tulisannya didaraskan di Gereja St Martin selama bertahun-tahun hingga saat St Thomas Aquinas menuliskan Ofisinya yang terkenal.

Setelah Uskup Liège wafat, pada tahun 1247, Roger kembali berkuasa. Sekali lagi ia berhasil mengusir St Yuliana. Biarawati kudus ini melarikan diri dan diterima di Biara Salzinnes di Namur. Henry II dari Luxembourg menyerang Namur dan membakar habis Biara Salzinnes. St Yuliana melarikan diri lagi dan diterima di Biara Suster-suster Cistercian di Fosses. Ia melewatkan tahun-tahun terakhir hidupnya di Fosses sebagai seorang pertapa miskin dengan kesehatan yang rapuh hingga wafat pada tanggal 5 April 1258. St Yuliana dimakamkan di Villiers.

Tampaknya St Yuliana telah gagal dalam misinya; tetapi sesungguhnya tidak demikian. Misi yang diembannya terus berlanjut seturut misteri penyelenggaraan ilahi. Beata Eva, seorang biarawati pertapa dari St Martin, melanjutkan apa yang telah dirintis St Yuliana. B Eva ingat akan Diakon Agung dari Liège yang kini telah menjadi Paus Urbanus IV. Ia membujuk Uskup Henry Guelders dari Liège dan beberapa orang berpengaruh lainnya untuk menulis kepada Bapa Suci, mendesaknya menetapkan Hari Raya Corpus Christi (demi menghormati Sakramen Mahakudus) bagi Gereja semesta. Tetapi, Paus Urbanus, yang menyukai gagasan ini, sedang menghadapi berbagai kesulitan politik. Beberapa tahun lewat sebelum ia dapat memberikan perhatian penuh pada masalah ini.

Problem politik menyebabkan Bapa Suci harus mengungsi ke Orvieto. Sementara ia tinggal di sana, paus mendengar tentang Mukjizat Sakramen Mahakudus di Bolsena, suatu kota kecil tak jauh dari Orvieto. Bapa suci menginstruksikan akar dilakukan penyelidikan seksama terhadap mukjizat dan ia begitu terpesona ketika pengujian membuktikan bahwa mukjizat tersebut otentik. Segera ia memaklumkan agar suatu prosesi syukur yang istimewa dilangsungkan di Orvieto.

Lebih lanjut, Paus Urbanus IV meminta St Thomas Aquinas untuk menuliskan teks-teks liturgi, doa, dan madah pujian yang sesuai bagi hari raya agung tersebut. Dipenuhi rahmat Tuhan, St Thomas menghasilkan karya-karya yang dipandang sebagai masterpiece dalam Liturgi Katolik. Di antaranya adalah “Lauda Sion”, “Pange Lingua”, “O Salutaris”, dan “Tantum Ergo” yang masih didoakan serta dimadahkan hingga kini dalam Perayaan Ekaristi Kudus, Adorasi, Pentahtaan maupun Perarakan Sakramen Mahakudus. St Thomas kemudian memohon kepada Paus Urbanus untuk segera memaklumkan Hari Raya Sakramen Mahakudus agar dirayakan di segenap Gereja Katolik di seluruh dunia.

Setahun kemudian, Paus Urbanus IV menerbitkan Bulla Transiturus pada tanggal 8 September 1264, di mana setelah mengagungkan kasih Juruselamat kita dalam Ekaristi Kudus, ia memaklumkan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Bapa Suci juga memberikan banyak indulgensi bagi segenap umat beriman yang ambil bagian baik dalam Misa Kudus maupun Ofisi pada hari raya yang mengagumkan ini.

Wafat Paus Urbanus IV pada tanggal 2 Oktober 1264, tak lama sesudah diterbitkannya Bulla Transiturus, tampaknya menghambat penyebarluasan perayaan Corpus Christi. Di kemudian hari, Paus Klemens V (1305-1314) memberikan perhatiannya pada masalah ini dan dalam Konsili Vienne tahun 1311 ia menginstruksikan agar Hari Raya Corpus Christi dirayakan kembali. Paus Klemens menerbitkan suatu dekrit baru yang menegaskan dekrit yang dikeluarkan Paus Urbanus IV. Dalam masa Paus Yohanes XXII (1316-1334) - penerus Paus Klemens V - hari raya ini dirayakan dengan perarakan meriah dan pentahtaan Sakramen Mahakudus dalam monstrans.

Sejak tahun 1970, Hari Raya Corpus Christi atau Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan pada hari Minggu sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.

Arti nama

Juliana adalah bentuk feminim dari "Julianus".

Julianus berasal dari nama “Julius”, sebuah nama Romawi yang mungkin berasal dari bahasa Yunani ιουλος (ioulos) yang berarti "berjanggut".

Santo Notker "Penggagap"

Pengaku Iman · wafat ± 912

Orang Kudus ini disebut "Penggagap" karena tidak mampu berucap dengan jelas dan lancar. Meskipun hampir tidak mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas, namun dia adalah murid terpandai di biara St. Gallen, Swiss. Banyak orang termasuk teman-teman kelasnya mengejek dia karena kekurangannya itu. Namun ia tidak merasa terhina sebaliknya hal itu menjadi cambuk baginya untuk memusatkan perhatiannya pada belajar dan membantu orang sakit. Notker yang tekun berdoa ini sanggup menyanyi dengan bagus sehingga menjadi guru dirigen koral yang termasyur. Ia menggubah berbagai syair dan lagu gerejani yang indah, misalnya "Media vita in morte sumus…" Notker meninggal dunia pada tahun 912.

Santo Selestinus

Paus dan Pengaku Iman

Selestinus dipilih menjadi Paus pada tahun 422 dan memimpin Gereja Kristus selama 10 tahun. Penganiayaan terhadap orang-orang Kristen tidak membawa akibat yang fatal. Gereja bisa dikatakan menang terhadap penganiayaan itu. Meskipun demikian, di dalam tubuh Gereja sendiri terjadi perpecahan karena adanya ajaran sesat dari Nestrorius yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah.

Untuk mempertahankan ajaran gereja yang benar tentang Maria, Selestinus mengundang Konsili di Efesus untuk mengutuk ajaran sesat Nestorius itu. Gereja tetap mengakui Maria sebagai Bunda Allah karena Yesus yang dikandung dan dilahirkan adalah sungguh Putera Allah. Ajaran sesat lain yang tersebar saat itu ialah keraguan tentang perlunya rahmat untuk mencapai keselamatan. Ajaran-ajaran sesat ini dikecam oleh Selestianus bersama pimpinan Gereja lainnya. Selestianus meninggal dunia pada tanggal 432.

Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari