Bacaan Misa
Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.
Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela
Supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Sela
Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!
Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."
Invitatorium
Pekan IV Mazmur
Pembukaan
AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.
Mazmur 94 (95)
AntifonMarilah menyembah Tuhan, sumber kebijaksanaan.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Pasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.
Mazmur 36 (37)
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
AntifonPasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.
Antifon 2Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.
AntifonJauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.
Antifon 3Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
AntifonTunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Responsorium Wahyu 2:10, 11; Sirakh 4:33
Responsorium
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur dari hari Minggu I, hlm 390
Antifon 1Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.
Mazmur 107 (108)
Antifon 1Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.
Antifon 2Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.
Yes 61,10-62,5
Antifon 2Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.
Antifon 3Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.
Mazmur 145 (146)
Antifon 3Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.
Bacaan Singkat (Keb 7,13-14)
Lagu Singkat
Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungOrang bijaksana akan bersemarak, cemerlang laksana matahari, dan guru kebenaran akan berseri, kilau-kemilau laksana bintang abadi.
Doa Permohonan
℟. Gembalakanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menunjukkan belaskasihan dan cintaMu melalui gembala-gembala umatMu,* janganlah berhenti berbelaskasih terhadap kami melalui usaha mereka. ℟.
Kristus, Engkau melanjutkan tugas penggembalaan umat dalam diri wakil-wakilMu,* semoga Engkau sendiri memimpin kami dengan perantaraan mereka. ℟.
Kristus, Engkau merawat jiwa raga kami dengan perantaraan para kudus yang memimpin umatMu,* semoga Engkau selalu menghidupkan dan menguduskan kami. ℟.
Kristus, Engkau mendidik kawananMu dengan kebijaksaan dan cinta kasih para kudusMu,* teguhkanlah kami selalu dalam kesucian berkat usaha para gembala kami. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Cf. Rom 4, 24-25)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.
Mazmur 118 (119),145-152
Antifon 1Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Mazmur 93 (94) I
Antifon 2Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.
Mazmur 93 (94) II
Antifon 3Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.
Bacaan singkat 1Tim 4,16
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (Cf. Eph 4, 23-24)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan IV Mazmur
Madah
Pendarasan Mazmur dari lingkaran empat pekan
Antifon 1Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.
Antifon 1Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.
Antifon 2Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.
Mazmur 138 (139) - II
Antifon 2Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.
Antifon 3Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.
Kol 1,12-20
Antifon 3Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.
Bacaan Singkat (Yak 3,17-18)
Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santa Katarina doakanlah kami di hadapan Putera Allah.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungPujangga mulia, cahaya Gereja kudus, pencinta hukum Tuhan, santa Katarina doakanlah kami di hadapan Putera Allah.
Doa Permohonan
℟. Selamatkanlah umatMu, ya Tuhan.
Kristus, Engkau menerangi GerejaMu melalui para pemimpin yang suci,* semoga umat kristen selalu Kaugembirakan dengan terang cahayaMu. ℟.
Kristus, Engkau mengampuni dosa umat karena para gembala berdoa seperti Musa,* maka kuduskanlah GerejaMu senantiasa berkat doa mereka. ℟.
Kristus, Engkau mengurapi para kudusMu dan mengutus Roh kudus kepada mereka,* maka penuhilah semua pemimpin umatMu dengan Roh kudus. ℟.
Kristus, Engkau sendirilah milik para gembala yang kudus,* semoga semua orang yang sudah Kautebus dengan darahMu tetap bersatu dengan Dikau. ℟.
Kristus, berkat usaha gembala Gereja, Engkau memberikan kehidupan kekal kepada domba-dombaMu,* maka selamatkanlah para arwah dari kematian kekal berkat wafatMu. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Antifon 1Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Antifon 2Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Ef 4,26-27
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santa Katarina dari Siena
Pada abad ke-14, kota Sienna menjadi ibukota sebuah Republika yang makmur dan merdeka. Di kota inilah, Katarina lahir pada tahun 1347, keluarganya tergolong besar tapi sederhana. Demi keutuhan Gereja, Allah memilih dia menjadi pembimbing dan pelindung Gereja dalam suatu kurun waktu yang suram.
Katarina tidak bersekolah dan tidak pandai menulis. Keterampilan membaca sangat sedikit dikuasainya. Hal ini sedikit menolongnya untuk mengikuti doa ofisi di kemudian hari ketika ia masuk biara. Ketika berusia 6 tahun, ia mengalami suatu peristiwa ajaib, yang memberi tanda surgawi bahwa ia akan dipilih Allah untuk suatu tugas khusus dalam Gereja. Ia melihat Kristus di atas gereja Santo Dominikus yang sedang memberkatinya. Peristiwa ini menyebabkan perubahan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia suka memencilkan diri untuk berdoa. Ibunya tidak suka melihat kelakuannya. Oleh karena itu, ia dipekerjakan di dapur dari pagi hingga malam. Ia tidak memberontak terhadap perlakuan ibunya. Sebaliknya, ia dengan taat dan rajin melakukan apa yang di suruh ibunya.
Kesabarannya dalam menaati suruhan ibunya, akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia mampu mengatasi segala kesulitan yang menimpanya, sambil terus berdoa kepada Tuhan. Sesudah mengalami banyak kesulitan, ia diijinkan orangtuanya untuk masuk ordo Ketiga Santo Dominikus. Di dalam biara ia tetap melaksanakan doa dan meditasi di samping karya amal dan kerasulannya. Lama-kelamaan ia menjadi pusat perhatian semua anggota biara. Kerohanian dan kepribadiannya yang menarik mengangkat dia ke atas jabatan pemimpin biara itu.
Situasi gereja pada masa itu kacau-balau. Imam-imam dan pimpinan Gereja tidak menampilkan diri secara baik. Peperangan antar negara dan antar raja-raja timbul dimana-mana. Di samping itu, Sri Paus di Avignon, Perancis yang sudah berusian 70 tahun menimbulkan percekcokan di kalangan pemimpin-pemimpin gereja. Dalam suatu penglihatan, Kristus menganjurkan kepada Katarina untuk menyurati Paus, raja-raja dan uskup serta para panglima guna memperbaiki keadaan masyarakat dan Gereja. Paus Gregorius XI memintanya pergi ke Pisa dan Florence untuk mendamaikan kedua republik itu. Katarina berhasil meyakinkan Paus untuk pulang ke Roma sebagai kota abadi dan pusat Gereja.
Semenjak masuk ke dalam Ordo ketiga Santo Dominikus, Katarina makin memperkeras puasanya. Banyak kali ia tidak makan, kecuali menerima Komuni Suci. Ia dikaruniai Stigmata / luka-luka Tuhan Yesus. Atas permohonannya, stigamata itu tidak terlihat oleh orang lain selama hidupnya. Kemudian setelah meninggal stigmata itu baru terlihat di badannya secara jelas. Katarina memiliki kharisma yang besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa kembali banyak pendosa ke jalan Tuhan, termasuk mendamaikan raja-raja dengan Gereja. Semuanya itu dilihatnya sebagai anugerah Tuhan. Ia sendiri menganggap dirinya hanyalah alat Tuhan untuk menegakkan kemuliaan Tuhan. Pada tahun 1380 ia meninggal dunia di Roma dalam usia 33 tahun.
Santo Hugo/ Hugo Agung
Putra bangsawan dari Samur, Prancis ini lahir pada tahun 1024. Ketika berusia 15 tahun, ia masuk biara Benediktin dan menjadi Abbas biara Kluni pada usia 25 tahun. Ketika itu biara Perancis ini mulai kuat pengaruhnya di seluruh Eropa. Banyak biara Kluni didirikan pada masa kepemimpinan Hugo. Aturan-aturan hidup membiara dibuatnya untuk seluruh biara yang dibangunnya.
Kepribadian yang mengagumkan dan kesalehan hidupnya berpengaruh luas baik di kalangan gereja maupun pemerintahan negara. Ia menjadi penasihat bagi sembilan orang Paus, termasuk Sri Paus Gregorius VII (1073-1085) dan banyak pemimpin negara. Ia berusaha keras untuk membaharui cara hidup para imam dan berusaha membebaskan Gereja dari pengawasan negara. Karena semuanya itu, ia dikenal sebagai pencinta dan pencipta perdamaian, dan sebagai sahabat para kusta dan semua orang sakit yang berada di rumah sakit yang didirikannya di Marcigny. Ia meninggal pada tanggal 29 April 1109 dan digelari kudus pada tahun 1120.
Santo Petrus dari Verona
Petrus lahir di Verona, Italia, pada tahun 1205. Ia mendapat pendidikan di sekolah Katolik, padahal keluarganya menganut faham Katarisme. Faham Katarisme mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersifat kebendaan (materi) adalah buruk dan jahat, oleh karena itu bukan ciptaan Allah yang MahaBaik. Bumi dan segala isinya yang bersifat kebendaan bukan ciptaan Allah..
Ajaran Katarisme ini bertentangan sekali dengan ajaran iman Katolik yang diperoleh Petrus di sekolahnya. Di sekolah ia diajarkan tentang pengakuan Iman Para Rasul (Credo) yang antara lain berbunyi: "Aku percaya akan Allah Bapa yang MahaKuasa Pencipta langit dan bumi…" Ajaran iman katolik ini lebih berkesan di hatinya. Kepada keluarnya ia berkata: "Pengetahuanku tentang rahasia-rahasia iman Katolik sangatlah jelas dan dalam, dan keyakinanku akan kebenaran-kebenaran itu sungguh kokoh, sehingga bagiku semuanya itu lebih merupakan sesuatu yang tampak di mataku daripada yang diimani belaka."
Setelah menanjak dewasa, Petrus masuk biara Dominikan. Disana ia menerima pakaian biara dari tangan Santo Dominikus sendiri. Setelah menempuh pendidikan hidup membiara, ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, ia ditugaskan berkhotbah di seluruh wilayah Lombardia tentang ajaran iman yang benar. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kebencian para penganut Katarisme. Para pengikut aliran sesat itu menyerangnya dengan berbagai tuduhan palsu. Tanpa menyelidiki secara mendalam benar-tidaknya ajaran yang disebarkan Petrus dalam khotbah-khotbahnya, para pembesar masyarakat menegur dan mengecamnya. Menghadapi kecaman-kecaman itu, Petrus tetap bersemangat menjalankan tugasnya sebagai pengkhotbah dan terus berdoa meminta kepada Tuhan agar kiranya ia dapat mati untuk Tuhan, sebagaimana telah diteladankan Yesus dengan mati di salib demi keselamatan manusia, termasuk dirinya. Ia selalu berkata: "Biarkanlah mereka melakukan apa saja atas diriku sesuai rencana mereka. Aku tetap bergembira dan bersemangat karena dengan mati aku akan lebih berpengaruh daripada sekarang."
Doa-doanya untuk mati dalam nama Tuhan terkabulkan, ketika ia dibunuh oleh dua orang Kataris sementara menjalankan tugasnya sebagai pengajar agama. Tetapi justru kematiannya ini membawa banyak berkat bagi orang-orang Kataris. Segera setelah peristiwa pembunuhan atas dirinya, seorang dari pembunuh itu bertobat dan masuk biara Dominikan.
Santo Robertus Molesme
Santo Robertus dari Molesme adalah pendiri Ordo Cistercian. Ia berasal dari keluarga bangsawan Perancis dan lahir sekitar tahun 1024 di Champagne, Perancis. Ketika berusia 15 tahun, Robertus masuk Ordo Benediktin di Biara Montier-la-Celle, dekat Troyes. Ia adalah seorang rahib muda yang luar biasa. Bahkan ia telah diangkat menjadi abbas (pemimpin biara) sesaat sesudah menyelesaikan masa novisiatnya.
Pada tahun 1070, Robertus ditunjuk menjadi abbas di biara Santo Micheal dari Tonnerre di Langers. Disini ia menemukan bahwa para biarawan suka bertengkar dan tidak lagi mempraktekkan disiplin hidup membiara sesuai regula Ordo mereka. Robertus berusaha keras memperbaiki keadaan ini namun tidak berhasil karena mendapat perlawanan dari para biarawan. Karena itu ia lalu kembali ke Montier-la-Celle.
Sementara itu, dua orang pertapa dari komunitas para pertapa di hutan Collan pergi ke Roma dan meminta Paus Gregorius VII agar menunjuk abbas Robertus sebagai pemimpin mereka. Bapa suci paus Gregorius VII yang juga adalah seorang Benediktin, mengabulkan permohonan mereka. Pada tahun 1074 Robertus resmi menjadi pemimpin mereka dan setahun kemudian mereka mendirikan biara pertapaan di tengah hutan Molesme.
Awalnya, biara yang dibangun hanya terdiri dari gubuk-gubuk pertapaan dari kayu yang dibangun mengelilingi sebuah kapel kecil di hutan. Namun Biara ini berkembang dengan cepat dengan menjadi terkenal karena kesalehan dan kesucian Abbas Robertus. Reputasi abbas Robertus membawa banyak orang datang ke Molesme untuk memohon bimbingan rohani. Termasuk Santo Bruno dari Cologne yang menjadi murid Robertus dan tinggal beberapa lama bersama para rahib Molesme. Santo Bruno kelak mendirikan komunitasnya sendiri yang disebut Ordo Carthusian. Dibawah kepemimpinan abbas Robertus, komunitas ini menjadi sangat makmur dan terkenal. Tetapi kemakmuran, lama-kelamaan membuat para rahib mulai tidak displin lagi pada aturan hidup membiara.
Pada tahun 1098, Robertus bersama Alberik, Stefanus Harding dan sekitar 20 rahib pembaharu meninggalkan pertapaan Molesme dan mendirikan sebuah komunitas baru di Citeuax. Mereka membangun sendiri biara tersebut di padang liar Citeaux. Mereka sungguh-sungguh mengamalkan hidup dalam karya dan kemiskinan. Inilah awal berdirinya Ordo Cistercians (Latin : (Sacer) Ordo Cisterciensis disingkat OCist atau SOCist). Nama Cistercians diambil dari kata "Cistercium" nama Latin dari desa Cîteaux tempat dimana biara mereka berdiri. Para rahib Cistercian adalah para pertapa sejati yang meneladani kemiskinan Yesus dan memelihara keheningan serta menjalani hidup kontemplatif dengan sangat ketat.
Pada tahun 1099, para biarawan di Molesme datang kepada Robertus memohon agar ia kembali menjadi pemimpin mereka. Mereka bersumpah akan patuh sepenuhnya pada kepemimpinan Robertus dan kembali hidup disiplin sesuai regula Ordo Benediktin. Uskup setempat mendukung permohonan mereka dan meminta Robertus untuk kembali ke Molesme, namun Robertus menolak. Kemudian datanglah perintah dari Paus Urbanus II agar Robertus kembali ke Molesme dan membenahi biara yang hampir kolaps tersebut. Patuh pada Tahta Suci; Robertus lalu mentahbiskan Alberikus sebagai abbas biara Cîteaux, lalu kembali ke Molesme. Kembalinya abbas Robertus yang kudus, membuat Biara Molesme kembali menjadi biara utama Benediktin di wilayah tersebut.
Santo Robertus tutup usia dengan tenang di biara Molesme pada tanggal 17 April 1111. Ia dikanonisasi pada tahun 1222 oleh Paus Honorius III dan pestanya dirayakan pada setiap tanggal 26 Januari.(qq)
Arti nama
Robertus = Terang, Terkenal
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari