Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki. Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?" Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Biarlah orang yang takut akan TUHAN berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.
Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Invitatorium
Pekan I Mazmur
Pembukaan
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Mazmur 94 (95)
AntifonTuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur
Antifon 1Bersyukurlah kepada Tuhan; hanya Dia yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, alleluya.
Mazmur 135 (136)
Madah Paskah
sebab kasih setia-Nya kekal abadi.
AntifonBersyukurlah kepada Tuhan; hanya Dia yang melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, alleluya.
Antifon 2Ia memimpin Israel keluar dari Mesir; kasih setia-Nya kekal abadi, alleluya.
AntifonIa memimpin Israel keluar dari Mesir; kasih setia-Nya kekal abadi, alleluya.
Antifon 3Tuhan telah menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, alleluya.
AntifonTuhan telah menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita, alleluya.
Responsorium 1 Petrus 3:18, 22
Responsorium Efesus 1:13-14; 2 Korintus 1:21-22
Te Deum
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Bila ini ibadat pertama hari ini, dahului dengan Invitatorium.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 62
Antifon 1Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Antifon 2Penebus kita sudah bangkit dari kubur, marilah kita menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kita, alleluya.
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Mazmur 149
Antifon 3Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: Kis 5,39-32
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungItulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya sesudah Ia bangkit dari alam maut, alleluya.
Kidung Zakaria Luk 1,68-79
Antifon KidungItulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-muridNya sesudah Ia bangkit dari alam maut, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Sinarilah kami dengan kemuliaan Kristus.
Ya Allah, Engkau telah menciptakan dunia, mengikat suatu perjanjian dengan umatmu dan tetap setia sepanjang masa,* dengarkanlah kami, Bapa yang maharahim. ℟.
Sucikanlah kami dengan kebenaranMu dan kuduskanlah jalan hidup kami,* agar kami berlaku jujur seturut keinginan hatiMu. ℟.
Terangilah kami dengan sinar cahaya hadiratMu,* agar kami bebas dari dosa dan menikmati kebahagiaan rumahMu. ℟.
Engkau telah memberikan damaiMu kepada para rasul,* berilah damai kepada semua penghuni dunia ini. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Antifon 1Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Mazmur 120 (121)
Antifon 2Semoga Tuhan menjaga keluar masukmu.
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Mazmur 121 (122)
Antifon 3Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku.
Bacaan singkat (Act 2, 32. 36)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Antifon 1Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 2Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Antifon 3Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat: Gal 3,27-28
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Madah
Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Mazmur 125 (126)
Antifon 1Sungguh agung karya Tuhan bagi kita, sebab itu kita bersukacita.
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Mazmur 126 (127)
Antifon 2Semoga Tuhan membangun rumah bagi kita dan menjaga kota.
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Mazmur 127 (128)
Antifon 3Berbahagialah setiap orang yang takwa kepada Tuhan.
Bacaan singkat (1 Cor 5, 7-8)
Ayat Singkat
Doa Penutup
Ibadat Sore
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Pekan I Mazmur
Madah
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 1Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, alleluya.
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Mazmur 113
Antifon 2Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, alleluya.
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Why 19,1-7
Antifon 3Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, alleluya.
Bacaan singkat: Ibr 5,8-10
AntifonPada hari inilah Tuhan bertindak, mari kita rayakan dengan gembira, alleluya.
Antifon KidungKata murid yang dikasihi Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Kidung Maria Luk 1,46-55
Antifon KidungKata murid yang dikasihi Yesus: Itulah Tuhan, alleluya.
Doa Permohonan
℟. Putera Allah yang hidup, berkatilah umatMu.
Kami berdoa kepadaMu, ya Kristus, bagi para pelayan umatMu, agar dalam membagi-bagikan roti kehidupan,* merekapun menimba kekuatan dari padanya. ℟.
Kami berdoa bagi seluruh umat kristen, agar mereka hidup pantas sepadan dengan panggilannya,* dan senantiasa berusaha memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai. ℟.
Kami berdoa bagi pemerintah kami, agar menjalankan tugasnya dengan adil dan murah hati,* sehingga terciptalah suasana damai dan kerukunan di antara para bangsa. ℟.
Kami berdoa bagi diri kami sendiri, agar kami Kauperkenankan kelak memuji Engkau di tengah himpunan para kudus,* bersama dengan saudara-saudara kami yang telah berpulang. ℟.
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
Pembukaan
Dalam Masa Prapaskah, Alleluya ditiadakan.
Doa Tobat
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.℟.Kristus, kasihanilah kami.℣.Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.℟.Tuhan, kasihanilah kami.℣.Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.℟.Amin.
Madah
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
AntifonSiang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat Yer 14,9
Lagu singkat
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon
Antifon KidungBerkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Beato Antonius Neyrot
Beato Antonius Neyrot lahir pada tahun i425, di Rivoli, Piedmont, Italia utara. Ia menggabungkan diri dalam Ordo Dominikan di Florence, Italia yang saat itu di pimpin oleh seorang suci yang kelak bergelar Santo, yakni Santo Antoninus (Santo Antonius dari Florence). Santo Antoninus membawa pengaruh besar pada Antonius.
Antonius tengah berlayar dari Naples ke Sicilia ketika perompak menaklukkan kapalnya. Ia dibawa ke Tunisia dan dijual sebagai budak. Ia kemudian membeli kebebasannya dengan cara murtad, meninggalkan Gereja, menyangkal imannya akan Yesus Kristus, serta melupakan panggilan religius-nya sebagai seorang Biarawan Dominikan. Selama beberapa bulan ia hidup sebagai seorang muslim. Ia juga menikahi seorang wanita muslim.
Sementara itu, pemimpin biara Dominikan, St.Antoninus, wafat. Ketika Mendengar Peristiwa ini batin Antonius terguncang. Tampaknya suatu malam biarawan Dominikan yang murtad itu mendapatkan sebuah penglihatan. St.Antoninus menampakkan diri kepadanya. Percakapan di antara kedua orang ini menghantar pada perubahan radikal dalam diri Antonius. Ia sungguh menyesal telah murtad dan mengkhianati Tuhan. Ia menyadari bahwa dalam hati ia tidak pernah meninggalkan imannya kepada Yesus. Ia tahu bahwa ia tetaplah seorang Katolik. Dan ia masih seorang Biarawan Ordo Dominikan.
Antonius lalu memulangkan isterinya, lalu kembali mengenakan jubah Dominikan. Meski takut, ia pergi juga menghadap penguasa Tunisia. Melihat Antonius dengan jubah biarawan; khalayak ramai segera berkumpul dan sang Emir pun keluar. Di hadapan publik, Antonius mengakui bahwa ia telah melakukan suatu kesalahan besar. Ia adalah seorang Katolik. Ia percaya dan mengasihi Tuhan Yesus. Ia seorang Biarawan Dominikan dan ingin tetap demikian sepanjang hidupnya.
Awalnya Emir mencoba membujuk Antonius dengan menjanjikan ganjaran yang menggiurkan asalkan Antonius menarik kembali apa yang telah ia ucapkan. Tetapi Antonius menolak meski tahu bahwa ini berarti mati. Sang Emir menjadi amat murka. Ia lalu memerintahkan agar Antonius dirajam sampai mati.
Antonius berlutut dan mulai berdoa memohon pengampunan dan keberanian untuk menyerahkan nyawa demi Yesus. Kemudian ia merasakan batu-batu besar menimpuknya. Penduduk kota itu merajam Antonius namun ia terus berdoa memohon kekuatan agar tetap setia kepada Tuhan sampai kemudian ia jatuh tergeletak tak bernyawa. Antonius wafat sebagai martir pada tahun 1460. Beberapa pedagang dari Genoa, Italia membawa jenazahnya kembali ke negeri asalnya.
Arti nama
Mungkin diturunkan dari bahasa Yunani Greek ανθος (anthos) yang berarti "Bunga"
Santa Magdalena de Canossa
Maddalena Gabriella dei marchesi di Canossa (Magdalena dari Canossa) lahir pada tanggal 1 Maret 1774 di Verona, Italia. Ia adalah puteri dari pasangan, Marquis Ottavio Di Canossa dan Teresa Szluha. Ayahnya adalah seorang bangsawan terhormat “Di Canossa” dari Verona dan ibunya juga seorang Countess (puteri bangsawan) dari Hungaria. Sebagai seorang puteri bangsawan, Magdalena kecil hidup dalam segala kemewahan dan kemuliaan duniawi, namun Tuhan ternyata memiliki rencana yang indah bagi bunga kecil dari Verona ini.
Saat ia berusia 5 tahun ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dua tahun kemudian ibunya meninggalkan istana bangsawan “di Canossa” untuk menikah lagi dengan seorang bangsawan dari Mantua. Magdalena bersama tiga orang saudaranya yang telah kehilangan ayah dan ibunya lalu di asuh oleh paman mereka yang bernama Girolamo di Canossa.
Pada tahun 1791 Magdalena sempat masuk postulan biara Karmel dan tinggal selama sepuluh bulan dalam biara. Namun dalam doa-doanya ia menyadari bahwa menjadi seorang Karmelite bukanlah jalan yang disiapkan Tuhan baginya. Ia lalu kembali ke istana keluarganya dan hidup sebagai seorang puteri bangsawan dan mengelola tanah luas warisan keluarga besarnya.
Pada masa ini Magdalena sempat menjamu Jenderal Napoleon Bonaparte di istananya. Jenderal Napoleon, yang kelak menjadi Kaisar Perancis, adalah sahabat baik keluarga “Di Canossa” dan selalu menjadi tamu agung di istana keluarga ini bila ia berkunjung ke Verona. Tercatat tiga kali Napoleon pernah tinggal di istana Di Canossa; yaitu pada tahun 1797, 1805 dan 1807.
Di masa ini juga Magdalena Canossa menyaksikan kota kelahirannya berubah dari sebuah kota pelabuhan yang makmur menjadi kota yang kumuh penuh dengan para gelandangan yang hidup terlunta-lunta di jalanan. Keadaan menjadi semakin buruk akibat invasi pasukan Perancis ke Italia serta berbagai manuver politik dan militer dari Kekaisaran Austria yang sejak lama ingin menguasai kota pelabuhan yang makmur ini. Bahan pangan menjadi langka dan kekerasan merajalela di jalanan kota Verona. Kekacauan terjadi dimana-mana dan yang paling menderita dalam kondisi ini adalah rakyat jelata dan kaum miskin papa. Hati Magdalena bergejolak sedih menyaksikan penderitaan rakyat di kotanya. Kata-kata Yesus dalam kitab suci ini terus bergema dalam hatinya:
“…Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku..” (Mat 25:40)Ia dapat merasakan panggilan Tuhan baginya berkarya membantu sesama yang menderita.
Dengan menggunakan harta warisan keluarganya, Magdalena mulai berkarya membantu para tuna wisma dan anak-anak terlantar. Pada tanggal 1 April 1808 kepadanya dihibahkan sebuah biara kosong yang telah lama ditinggalkan di San Zeno Verona. Dengan penuh rasa syukur Magdalena bersama dua orang gadis miskin yang diselamatkannya dari permukiman kumuh, bekerja keras memperbaiki bangunan biara tersebut hingga dapat digunakan kembali.
Satu bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Mei 1808, Magdalena meninggalkan istana leluhurnya dan pindah ke biara di San Zeno yang sekarang dikenal sebagai biara Canossian Santo Joseph. Secara perlahan banyak wanita muda datang dan bergabung dalam komunitas religius yang didirikannya. Inilah awal berdirinya Konggregasi Suster Putri-putri Cinta Kasih (atau dalam bahasa Italia: Figlie Della Carità Canossiane, yang disingkat: FDCC), yang juga di sebut Konggregasi Suster Canossian.
Para suster Canossian mulai berkarya di Verona dengan merawat anak-anak terlantar dan melayani di rumah sakit. Kabar tentang karya mereka yang penuh kasih segera tersebar di wilayah tersebut dan Magdalena menerima banyak permintaan untuk memberikan pelayanan di kota-kota lain. Tuhan memberkati karya para suster Canossian hingga dalam waktu singkat beberapa biara baru dibuka di berbagai kota. Biara Canossian di Venesia dibuka tahun 1812, dan biara di Milan di buka pada tahun 1816, di kota Bergamo pada tahun 1820 dan di kota Trent pada tahun 1824.
Magdalena menyusun sendiri Regula atau aturan hidup Konggregasi Canossian. Regula ini mendapat persetujuan dari Paus Leo XII pada tanggal 23 Desember 1828. Teladan hidup Magdelana yang kudus serta wataknya yang lembut dan persuasif menarik banyak wanita muda untuk bergabung menjadi anggota biara Canossian.
Konggregassi suster ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan hanya memiliki 3 orang anggota saat didirikan pada tahun 1808, kini telah terdapat lebih dari 2.700 orang suster Canossian yang berkarya di 32 negara di seluruh dunia. Karya utama para suster Putri-putri Cinta Kasih ini adalah dalam bidang pendidikan, katekese, dan perawatan orang sakit. Biara induk Canossian saat ini berada di kota Roma, Italia.Pada tahun 1831 Magdalena mendirikan Konggregasi imam Canossian (Canossian Sons of Charity, atau dalam bahasa Italia: Figli della Carità Canossiani, disingkat: FdCC). Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 200 orang imam dan Bruder yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak dan remaja melalui katekese di sekolah, panti asuhan, oratorium dan karya-karya amal lainnya. Para imam Canossian berkarya di Italia, Brasil, Kenya, Tanzania, India dan Filipina.
Santa Magdalena Canossa wafat pada tanggal 10 April 1835. Atas karya cinta kasih dan pelayanannya yang luar biasa kepada masyarakat miskin, serta berdasarkan penyelidikan mendalam terhadap beberapa mujzat yang terjadi melalui perantaarannya, Magdalena di Beatifikasi pada tanggal 7 Desember 1941 oleh Paus Pius XII dan di Kanonisasi oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 2 Oktober 1988.(qq).
Arti nama
Magdalena bisa berarti "Menara yang tinggi" (Yunani), juga merupakan Nama sebuah desa di Palestina pada jaman Yesus (Magdala)
Santo Vinsensius dari Lerins
Vinsensius adalah seorang imam dan rahib di pertapaan Lerins, sebuah pulau yang tak jauh dari pantai Perancis. Beliau dikenal sebagai penerbit suatu tulisan yang menentang ajaran sesat Commonitorium yang muncul pada tahun 434 sesudah konsili Efesus.
Riwayat hidupnya pada masa kecil tidak banyak diketahui, meskipun karyanya dianggap penting dalam sejarah teologi. Karangan tersebut ditulis dibawah nama samaran Peregrinus. Didalamnya ia merumuskan prinsip dasar yang menegaskan bahwa sebuah doktrin iman katolik harus merupakan pokok iman yang diyakini, selalu, dimana-mana dan oleh semua orang beriman. Sebagai tambahan ia mengajarkan bahwa meskipun terdapat banyak tafsiran mengenai Kitab Suci, namun akhirnya Kitab Suci harus ditafsirkan menurut tradisi Gereja. Vinsensius meninggal dunia pada tahun 445.
Yehezkiel, Nabi
Yehezkiel yang berarti "Allah membuat kuat" adalah putera dari imam Buzi (Yeh 1:3). Ia juga kemungkinan seorang imam yang berkeluarga. Pada tahun 597 SM ia dibuang bersama-sama dengan Yoakim ke Babilon. Lewat sebuah wahyu, ia dipanggil menjadi seorang nabi. Ia mengumumkan ramalannya tentang kehancuran kota Yerusalem yang sudah dekat melalui banyak ancaman hukuman dan perbuatan-perbuatan simbolis. Apabila kota Yerusalem benar-benar dihancurkan oleh Nebukadnezar pada tahun 586SM, barulah para buangan lebih menaruh perhatian pada pekerjaan Yehezkiel. Bagian kedua dari pewartaannya (25-38) mengungkapkan harapan akan kepulangan mereka dan datangnya saat keselamatan yang gemilang. Para musuh akan memperoleh putusan hukuman.
Yehezkiel meninggal di Babilon. Diluar beberapa laporan yang masih dipertentangkan, seperti misalnya: kematian istrinya secara mendadak (Yeh 24:18), tidak ditemukan berita tentang dirinya sendiri. Yehezkiel adalah penulis kitab yang menggunakan namanya dan menjadi judulnya.
Sapukan kiri / kanan untuk berganti hari